0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
582 tayangan14 halaman

Tugas Sistem Informasi Manajemen Implementasi Pada Pt. Pertamina

Makalah ini membahas implementasi sistem informasi manajemen pada PT Pertamina untuk meningkatkan pengendalian persediaan BBM seiring dengan meningkatnya permintaan di Indonesia. Sistem informasi digunakan untuk menyediakan informasi cepat dan akurat kepada karyawan, manajer, dan publik. Makalah ini juga menjelaskan konsep dasar sistem informasi manajemen dan komponennya yang mendukung pengambilan keputusan manajemen."

Diunggah oleh

Bidang KUKM
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
582 tayangan14 halaman

Tugas Sistem Informasi Manajemen Implementasi Pada Pt. Pertamina

Makalah ini membahas implementasi sistem informasi manajemen pada PT Pertamina untuk meningkatkan pengendalian persediaan BBM seiring dengan meningkatnya permintaan di Indonesia. Sistem informasi digunakan untuk menyediakan informasi cepat dan akurat kepada karyawan, manajer, dan publik. Makalah ini juga menjelaskan konsep dasar sistem informasi manajemen dan komponennya yang mendukung pengambilan keputusan manajemen."

Diunggah oleh

Bidang KUKM
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

IMPLEMENTASI PADA PT. PERTAMINA

DISUSUN OLEH :
NAMA : DIGNA ADYA PRATIWI
NIM : 43218010030
DOSEN PENGAMPU : Yananto Mihadi Putra, S.E., M.Si, CMA., CAP., CAPF

FAKULTAS EKONOMI dan BISNIS


Akuntansi S1
Jl. Meruya Selatan No.1, RW.1, Meruya Sel., Kec. Kembangan, Kota Jakarta Barat, Daerah
Khusus Ibukota Jakarta 11650
Abstrak

Kebutuhan BBM yang semakin meningkat setiap tahunnya di di Indonesia, maka perlu
adanya pengendalian persediaan BBM yang didukung oleh sistem informasi persediaan
barang. Solar dapat terpenuhi dalam arti konsumen merasa puas, di mana pada saat
konsumen membutuhkan BBM pada saat itu pula persediaan mencukupi kebutuhan konsumen
dengan waktu, jumlah dan mutu yang baik atau dalam kata lain tepat waktu, tepat jumlah
dan tepat mutu. Hal tersebut merupakan bagian terpenting dari upaya peningkatan mutu
pelayanan dan persediaan barang. Makalah ini direncanakan untuk menyediakan informasi
bagi masyarakat luas mengenai konsep sistem informasi manajemen suatu perusahaan.
berbagai praktek dan pilihan dipertimbangkan untuk perencanaan dan implementasi.
Implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) PT Pertamina Terkait hal ini, berbagai
perusahaan memerlukan suatu layanan atau fasilitas untuk memberikan informasi kepada
setiap karyawan, manager, dan pihak umum secara cepat dan akurat. Hal ini telah terwujud
dengan baik pada PT Pertamina sehingga saat ini menjadi salah satu perusahaan yang
menguntungkan pemerintah. Hanya saja terdapat beberapa masalah kecil yang dapat
menjadi masukan untuk perbaikan sistem informasi PT Pertamina untuk kedepannya.
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dalam era globalisasi pada saat ini ikut memacu perkembangan teknologi, salah satunya
dalam bidang teknologi informasi. Kemutakhiran data merupakan salah satu aspek penting
yang tidak boleh dikesampingkan oleh para pelaku bisnis. Dengan demikian persaingan
bisnis yang terjadi menjadi sangat kompetitif. Dalam hal ini, untuk terus dapat bertahan
ditengah kondisi yang ada, maka perusahaan harus memiliki strategi – strategi jitu dalam
menyikapi perubahan yang ada. Untuk itu pihak manajemen diharapkan mampu mendeteksi
secara efektif kapan perubahan kondisi membutuhkan tanggapan strategis, maka sangat
dibutuhkan suatu sistem informasi yang mampu menangkap, mencipta dan memanipulasi
informasi internal dan eksternal secara efektif.

Suatu keterandalan sistem informasi yang ada mempunyai pengaruh yang sangat penting
dalam sebuah lingkungan bisnis, karena dengan hal itu sangat membantu manajemen untuk
menyediakan informasi dalam mengambil keputusan - keputusan strategis yang dibutuhkan.
Karena pentingnya kebutuhan sebuah sistem informasi maka perusahaan perlu
mempertimbangkan sistem yang telah digunakan dan yang akan dikembangkan agar
kedepannya menjadi sebuah sistem yang efektif dalam mendukung apa yang menjadi visi dan
misi perusahaan. Namun kesuksesan suatu sistem informasi tidak hanya dilihat melalui
bagaimana sistem tersebut dapat menghasilkan informasi dengan baik, tetapi juga melalui
kesesuaiannya dengan lingkungan organisasi dan para pengguna yang membutuhkan atau
menggunakan informasi yang dihasilkan tersebut.

Perusahaan yang menyadari pentingnya peningkatan kinerja dari sistem informasi akuntansi
yang sedang dipakai, akan selalu memperhatikan faktor - faktor apa saja yang dapat
mempengaruhi kinerja dari sistem informasi akuntansi misalnya keterlibatan pemakai dalam
proses pengembangan, komunikasi yang baik dan juga partisipasi yang baik dari karyawan
akan menimbulkan rasa puas pada karyawan dan rasa puas ini akan mempengaruhi seseorang
untuk bekerja lebih giat dan bersemangat sehingga dengan semangat yang tinggi perusahaan
dapat mencapai hasil yang diinginkan. Banyak perusahaan yang mengimplementasikan
teknologi informasi sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan.

Maka dari itu dalam mengembangkan suatu sistem informasi perlu diperhatikan keterlibatan
pemakai karena ini berkaitan dengan pihak yang nantinya akan menggunakan atau
memanfaatkan informasi yang dihasilkan. Di samping itu juga kemampuan teknik personal
sistem informasi apabila kemampaun yang dimiliki oleh personal kurang maka perlu program
pelatihan dan pendidikan pemakai yang tidak kalah penting untuk itu perlu dukungan dari
manajemen puncak PT. PERTAMINA (PERSERO) .

Dengan adanya liberalisasi dalam bidang BBM, menyebabkan terjadinya persaingan ketat di
bidang distribusi dan pemasaran BBM, didorong oleh sikap konsumen yang semakin kritis.
Situasi ini nyaris tidak menyisakan waktu bagi Pertamina untuk bertindak terlambat dan
berpikir setengah – setengah. Hal itu memacu kebutuhan akan suatu sistem informasi
akuntansi yang handal agar proses distribusi dan pemasaran oleh tiap – tiap depot yang
dinaungi oleh PT. PERTAMINA ( PERSERO ) UPMS VI BANJARMASIN, bisa seefisien
mungkin serta mendukung apa yang menjadi visi dan misi perusahaan.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana Sistem Informasi Manajemen Akuntansi PT.PERTAMINA?
2. Bagaimana Sistem Informasi Manajemen PT. PERTAMINA?
3. Bagaimana Informasi SPBU PT.PERTAMINA?
4. Bagaimana Sistem Informasi Manajemen Pemasaran PT. PERTAMINA?
5. Bagaimana Sistem Informasi Manajemen SDM PT. PERTAMINA?

C. TUJUAN PENULISAN

Adapun yang menjadi tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Sistem
Informasi manajemen.Tujuan penulisan makalah ini agar kita dapat mengetahui system
informasi manajemen apa saja dan berbasis apa saja yang digunakan PT.PERTAMINA
(PERSERO).
BAB II

LITERATUR TEORI

1. Konsep Dasar Sistem Informasi


 Definisi sistem informasi adalah :
suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan
transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari
suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang
diperlukan.
 Definisi lain sistem informasi adalah :
kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya (manusia dan komputer) untuk
mengubah masukan (input) menjadi keluaran (informasi) guna mencapai sasaran-
sasaran perusahaan.

2. Komponen Sistem Informasi


Komponen sistem informasi yang disebut blok bangunan yaitu :
blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data dan blok
kendali. Keenam blok tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lainnya
membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya.
 Blok masukan
mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi, termasuk metode dan media
untuk memperoleh data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen dasar.
 Blok model
terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan
memanipulasi/mentranspormasi data masukan dan data yang tersimpan dalam basis
data untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
 Blok keluaran
produk dari sistem informasi adalah keluaran berupa informasi yang berkualitas.
 Blok teknologi
merupakan kotak alat (tool-box) dalam sistem informasi. Teknologi terdiri dari 3
bagian utama yaitu teknisi(brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat
keras (hardware).
 Blok basis data
merupakan kumpulan dari file data yang saling berhubungan yang diorganisasi
sedemikian rupa agar dapat diakses dengan mudah dan cepat.
 Blok kendali
Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk menyakinkan bahwa hal-hal yang
dapat merusak sistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi kesalahan dapat
langsung diatasi.

3. Jenis-jenis Sistem Informasi


Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada
kebutuhan bisnis. Sistem informasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian:

1. Transaction Processing Systems (TPS)


TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk
memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan
inventarisasi. TPS berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi
bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat
dilihat atau digunakan oleh manajer.

2. Office Automation Systems (OAS) dan Knowledge Work Systems (KWS)


OAS dan KWS bekerja pada level knowledge. OAS mendukung pekerja data, yang
biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis
informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data atau memanipulasikannya
dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan
organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi. Aspek-aspek OAS seperti word
processing, spreadsheets, electronic scheduling, dan komunikasi melalui voice mail,
email dan video conferencing.
3. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
SIM tidak menggantikan TPS , tetapi mendukung spektrum tugas-tugas
organisasional yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis keputusan dan pembuat
keputusan. SIM menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan,
dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah
terkomputerisasi (basis data).

4. Decision Support Systems (DSS)


DSS hampir sama dengan SIM karena menggunakan basis data sebagai sumber data.
DSS bermula dari SIM karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat
keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang
eksklusif pembuat keputusan.

5. Sistem Ahli (ES) dan Kecerdasan Buatan (AI)


AI dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas.
Dua cara untuk melakukan riset AI adalah memahami bahasa alamiahnya dan
menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan
logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran AI untuk
menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis..

6. Group Decision Support Systems (GDSS) dan Computer-Support


Collaborative Work Systems (CSCW)
Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi-
terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems membuat suatu
solusi. GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok bersama-sama menyelesaikan
masalah dengan memberi bantuan dalam bentuk pendapat, kuesioner, konsultasi dan
skenario.

7. Executive Support Systems (ESS)


ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM dan ESS membantu
eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan
grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti
kantor.
 Contoh sistem informasi antara lain :
1. Sistem reservasi penerbangan, digunakan dalam biro perjalanan untuk melayani
pemesanan/pembelian tiket.
2. Sistem POS (Point Of Sale) yang diterapkan di pasar swalayan dengan dukungan
barcode reader untuk mempercepat pemasukan data.
3. Sistem layanan akademis yang memungkinkan mahasiswa memperoleh data
akademis dan mendaftar mata kuliah yang diambil pada tiap semester.
4. Sistem penjualan secara kredit agar dapat memantau hutang pelanggan yang jatuh
tempo.
5. Sistem smart card yang dapat digunakan tenaga medis untuk mengetahui riwayat
penyakit pasien.

 Kemampuan utama sistem Informasi


1. melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar dan dengan kecepatan tinggi.
2. menyediakan kominukasi dalam organisasi atau antar organisasi yang murah.
3. menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang kecil tetapi
mudah diakses.
4. memungkinkan pengaksesan informasi yang sangat banyak diseluruh dunia dengan
cepat dan murah.
5. meningkatkan efektifitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam kelompok
dalam suatu tempat atau beberapa lokasi.
BAB III

PEMBAHASAN

A. TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI PT. PERTAMINA


1. Kebijakan umum
a. Teknologi informasi yang dibangun harus memiliki nilai yang sangat
strategis dalam mendukung terciptanya produk atau jasa Perusahaan yang
unggul dan kompetitif.
b. Investasi teknologi informasi harus mempertimbangkan aspek keuntungan
berupa pengurangan biaya dan kemudahan memperoleh informasi.
c. Fungsi teknologi informasi menerapkan mekanisme penjaminan mutu
(Quality Assurance) untuk memastikan bahwa perangkat-perangkat dan
sistem yang digunakan dalam teknologi informasi telah berada pada kualitas
dan tingkat layanan yang diharapkan.
d. Fungsi pemakai (user) menerapkan penjaminan mutu (Quality Assurance)
untuk memastikan bahwa data/informasi yang dihasilkan oleh sistem
informasi telah berada pada kualitas, kuantitas dan waktu yang diharapkan.
2. Tahapan

Perusahaan harus memaksimalkan penggunanan teknologi informasi melalui tahapan-


tahapan yang sekurang-kurangnya meliputi :

a. Tahap Pra-Implementasi, yang mencakup:


1) Pencanangan visi dan misi di bidang teknologi informasi
2) Penyusunan rencana strategis di bidang teknologi informasi yang sejalan (align)
dengan strategi bisnis Perusahaan.
3) Penyusunan rancangan dan desain teknis
4) Penjabaran rancangan dan desain teknis teknologi informasi ke dalam
konstruksi sistem secara fisik dan fungsional.
b. Tahap Implementasi, yang meliputi:
1) Perencanaan yang matang
2) Pelatihan dan pengembangan SDM
3) Pembakuan/standardisasi mutu layanan
c. Tahap Pengembangan

Pengembangan teknologi informasi harus dilaksanakan dalam koridor penerapan


teknologi informasi yang terintegrasi dan handal melalui:

1) Penyusunan master plan pembangunan dan pengembangan teknologi informasi.


2) Penerapan Executive Information System dan/atau Decision Support System

B. SISTEM – SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PT. PERTAMINA

Pada PertaminaTeknologi informasi sangat luas cakupannya, dari mulai yang menggunakan
media audio, mediavisual sampai media pandang dengar/audio visual, ke depan pertamina
harus memiliki Management Information System (MIS) yang canggih untuk percepatan arus
data dan informasi sehingga perusahaan memiliki bahan yang cukup untuk kegiatan
operasional dan pengambilan keputusan. System informasi (TI) juga harus dapat
memperbaiki proses bisnis pertamina untuk menuju proses bisnis yang lebih kompetitif.
Terutama pada Sistem Informasi Manajemen yang harus dibahas..Menyikapi era globalisasi,
pelaksanaan barang/jasa dapat menggunalan sarana elektronik, baik internet, electronic data
interchange, maupun e-mail.

1. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN AKUNTANSI PT.PERTAMINA

Sistem akuntansi PT. PERTAMINA menggunakan sebuah sistem informasi berbasis ERP
( Enterprise Resource Planning ) dari SAP R/3 ke generasi mySAP sistem yang dapat
menjadi sebuah alat perubahan dari sistem manual dalam hal pencatatan ke sistem
komputerasi yang terintegrasi dan real time. Penerapan software mySAP agar dapat
memberikan data analitis untuk mendukung proses pengambilan keputusan jajaran
manajemen di PT. PERTAMINA ( PERSERO ) pada umunya dan PT. PERTAMINA
(PERSERO ) UPMS VI BANJARMASIN pada khusunya . Modul atau fasilitas yang
disediakan mySAP 2005 antara lain untuk transaksi bisnis, intelijen bisnis, dan manajemen
perusahaan strategis untuk pengambilan keputusan. Software ini hanya sekedar alat dari
sebuah sistem informasi akuntansi , yang membantu perusahaan dalam menjalankan
bisnisnya.Untuk menunjang pencapaian tujuan perusahaan terhadap sistem informasi
akuntansi yang dikembangkan, maka dalam pelaksanaannya manajemen harus
memperhatikan beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi
akuntansi.
2. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERSEDIAAN PT. PERTAMINA

Pertamina memanfaatkan e-Procurement terdapat salah satu proses yang disebut e-Auction.
Pertamina mendahulukan bagian ini. Aplikasi e-Auction pertamina serta teknologi
dikembangkan oleh Divisi Sistem Bisnis dan Teknologi Informasi (SBTI). Sedangkan sisi
pelaksanaan dilakukan fungsi LayananUmum dan Fungsi Pengadaan di Dekrorat/Unit lain
yang berada di luar cakupan LayananUmum, yang kemudian diikuti berbagai fungsi dan unit
sebagai user-nya. Secara gampangnya pengertian e-Auction adalah negosiasi melalui system
secara electronic dengan mencari harga terendah dalam rangka pengadaan
barang/jasa.Pelaksanaan e-Auction dilakukan disebuah bidding room. Setiap peserta penyedia
barang/jasa (bidder) yang mengikuti e-Auction harus terlebih dahulu lulus evaluasi
administrasi dan teknis, serta telah menjalani pelatihan untuk menggunakan aplikasi Auction
Pertamina dilakukan pada pengadaan barang/jasa secara manual. Hal terpenting lain yang
berbeda adalah kalau dalam proses manual menetapkan pemenang langsung pada penawar
harga terendah urutan pertama. Sedangkan dalam e-Auction penawar harga terbaik/terendah
dari urutan satu sampai lima.

3. SISTEM INFORMASI SPBU PT.PERTAMINA

Sistem Informasi SPBU suatu sistem software yang akan membantu proses operasional
denganmenerapkan tertib administrasi pada Pompa SPBU yang ketat Pencatatan dari data
customer,stok minyak, deposit di pertamina, Kupon Customer dan lain lain. Produk ini
custom dan cocok untuk pengelola SPBU . Dilengkapi dengan sistem pelaporan yang
sistematis dan akurat. SistemInformasi SPBU ini dibuat dengan sistem multi user yang
memungkinkan pengaksesan sistem informasi oleh beberapa user yang berbeda dalam suatu
waktu. Sistem ini dirancang dengan sistem keamanan yang handal yang mana setiap level
user diset dalam ruang lingkup pekerjaanyang berbeda berdasar urutan otorisasi.

Feature Program:Modul Master : Menu Tanki SPBU, Menu master, Pompa Master Produk/
Minyak. Transformasi Restrukturisasi Korporat: Keuangan, SDM, Hukum, IT, dan
Administrasi Umum,termasuk Penanganan Asset.Hasil yang diinginkan dari transformasi
pertamina adalah:Pertamina ke depan sebagai perusahaan panutan (role model) di Indonesia

4. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PEMASARAN PT. PERTAMINA

Pemasaran merupakan sebuah proses dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.
Jadi,segala kegiatan dalam hubungannya dalam pemuasan kebutuhan dan keinginan
manusiamerupakan bagian dari konsep pemasaran. Pertamina melakukan pemasaran BBM
Retail melalui lembaga penyalur Retail BBM/BBK yang saat ini tersebar diseluruh Indonesia,
seperti SPBU (Statiun Pengisian BBM Untuk Umum), AgenMinyak Tanah (AMT), Agen
Premium & Minyak Solar (APMS),serta Premium Solar PackedDealer(PSPD).

Saat ini Pertamina sedang berbenah untuk melakukan transformasi di segala bidang. Upaya
yang dilakukan dalam perubahan tersebut adalah pemberian standarisasi pelayanan SPBU
Pertamina. Pertamina berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan istilah Pertamina
Way. Pertamina Way merupakan standar baru yang diterapkan untuk seluruh Stasiun
Pengisian BahanBakar Minyak Umum (SPBU Pertamina) di seluruh Indonesia kepada
konsumen baik dari segi pelayanan, jaminan kualitas dan kuantitas termasuk kenyamanan di
lingkungan SPBU. SPBU yang telah sukses menerapkan Pertamina Way berhak
mendapatkan Sertifikasi Pasti Pas, setelah dinyatakan lolos oleh auditor independen bertaraf
internasional.

5. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN SDM PT. PERTAMINA

Berkomitmen, berdedikasi dan berorientasi bisnis. Untuk mencapai hal tersebut di atas,
Perusahaan telah menetapkan strategi korporat berikut untuk pengembangan SDM:

 Mengimplementasikan pengembangan pekerja yang terorganisasi dan konsisten


sehingga para pekerja memiliki kompetensi, ketrampilan, dedikasi, kinerja dan
produktivitas yang tinggi.
 Memberikan penghargaan dalam bentuk kesejahteraan dan remunerasi yang
kompetitif sertamemberikan perlindungan kepada pekerja sesuai dengan standar
perusahaan migas di Indonesiadan peraturan yang berlaku.
 Menciptakan dan mengembangkan hubungan industri yang aman untuk menciptakan
suasana yang harmonis dan nyaman guna mendukung produktivitas yang tinggi

Perusahaan memiliki komitmen terhadap program pengembangan yang sistematik dan


berkelanjutan untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan bisnis. Perusahaan telah
mengimplementasikan proses rekruitmen dan seleksi pekerja yang transparanguna
memperoleh ahli dan lulusan Sarjana baru untuk regenerasi. Untuk pengukuran kinerja,
Perusahaan menggunakan Ukuran Kerja Terpilih dan Indeks Produktivitas. Pengukuran ini
meningkatkan pengembangan yang berkelanjutan untuk mempercepat pencapaian status
sebagai perusahaan bertaraf internasional.
BAB IV

PENUTUP

KESIMPULAN

Pada PertaminaTeknologi informasi sangat luas cakupannya, dari mulai yang menggunakan
media audio, mediavisual sampai media pandang dengar/audio visual, ke depan pertamina
harus memiliki Management Information System (MIS) yang canggih untuk percepatan arus
data dan informasi sehingga perusahaan memiliki bahan yang cukup untuk kegiatan
operasional dan pengambilan keputusan.

1. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN AKUNTANSI PT.PERTAMINA

Sistem akuntansi PT. PERTAMINA menggunakan sebuah sistem informasi berbasis


ERP ( Enterprise Resource Planning ) dari SAP R/3 ke generasi mySAP sistem yang
dapat menjadi sebuah alat perubahan dari sistem manual dalam hal pencatatan ke sistem
komputerasi yang terintegrasi dan real time.

2. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERSEDIAAN PT. PERTAMINA

Pertamina memanfaatkan e-Procurement terdapat salah satu proses yang disebut e-


Auction. Pertamina mendahulukan bagian ini. Aplikasi e-Auction pertamina serta
teknologi dikembangkan oleh Divisi Sistem Bisnis dan Teknologi Informasi (SBTI).

3. SISTEM INFORMASI SPBU PT.PERTAMINA

Sistem Informasi SPBU suatu sistem software yang akan membantu proses operasional
denganmenerapkan tertib administrasi pada Pompa SPBU yang ketat Pencatatan dari
data customer,stok minyak, deposit di pertamina, Kupon Customer dan lain lain.

4. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PEMASARAN PT. PERTAMINA

Pemasaran BBM Retail merupakan salah satu fungsi di Direktorat Pemasaran dan Niaga
yang menangani pemasaran BBM retail untuk sektor transportasi dan rumah tangga.

5. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN SDM PT. PERTAMINA

Perusahaan telah mengembangkan sistem dan program manajemen karir berdasarkan


kemampuan dan kinerja (merit system). Program dan sistem tersebut diharapkan dapat
meningkatkan efektifitas dan transparansi dalam pengembangan karir pekerja Pertamina
dimasa mendatang
DAFTAR PUSTAKA

Putra, Y. M. (2018). Pengantar Sistem Informasi. Modul Kuliah Sistem Informasi


Manajemen. Jakarta: FEB-Universitas Mercu Buana

Widodo, Bima Wahyu, 2014,


http://bima51.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2014/03/25/penerapansistem-informasi-manajemen-
di-pertamina/ (07 September 2019, jam 11.28)

Putri, Yogy. 2019.


https://www.academia.edu/23604491/SISTEM_INFORMASI_MANAJEMEN_PT_PERTAMINA (07
September 2019, jam 12.00)

Farida, Rina. 2012. http://rinafarida-rina.blogspot.com/2012/03/sistem-informasi-manajemen-pt-


pertamina.html (07 September 2019, jam 12.15)

Anita, 2017. http://ankurssss.blogspot.com/2017/10/implementasi-sitem-informasi-


perusahaan.html (07 September 2019, jam 12.25)

Anda mungkin juga menyukai