MAKALAH
BUDIDAYA TANAMAN VANILI
DOSEN PEMBIMBING:
[Link]. Fatmawati [Link]., [Link]
DISUSUN OLEH :
Wafiq Azizah
4521032009
PROGRAM STUDI SI TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BOSOWA
2022/2023
KATA PENGANTAR
Bismillahirrohmanirrohim, puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT
yang telah memberikan rahmatya kepada kita semua khususnya kepada saya pribadi
sehingga Alhamdulillah saya dapat menyelsaiakan makalah tepat pada waktunya yang
membahas tentang “Budidaya Tanaman Vanili”
Di dalam penyusuan makalah ini, penulis tidak lupa mengucapkan banyak
terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelsaikan penyusuna
makalah ini, sehingga penulis dapat menyelsaikan penyusunan makalah.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis merasa masih banyak kekurangan-
kekurangan baik pada penulisan maupun dari segi materi, karena mengingat akan
kemapuan penulis. Oleh karena itu, kritik dan saran angat dibutukan untuk
menyempurnakan pembuatan makalah ini.
Akhir kata, saya sampaikan banyak terimakasih yang telah berperan serta dalam
penyusunan makalah dari awal sampai akhir. Dan semoga Allah SWT senantiasa
membrikan kita rahmat dan taopiknya serta meridhoi segala uarusan kita. Aamiin
allahumma aamiin.
Makassar, Mei 2023
Penulis
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................... 1
A. Latar Belakang.................................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah............................................................................................. 1
C. Tujuan Penulisan.............................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN.............................................................................................. 3
A. Sejarah dan karakteristik tanaman vanili (Vanilla planifolia Andrews
atau Vanilla fragrans)....................................................................................... 3
B. Metode pengembangan tanaman vanili (Vanilla planifolia)............................ 4
C. Manfaat tumbuhan vanili (Vanilla planifolia).................................................. 6
D. Bagian – bagian Tanaman................................................................................ 8
BAB III PENUTUP...................................................................................................... 12
A. Kesimpulan................................................................................................. 12
B. Saran........................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 13
iii
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tanaman vanili merupakan tanaman tahunan yang tergolong dalam jenis tanaman
anggrek dari suku (famili) Orchidaceae yang memiliki banyak macam spesies (lebih
dari 1500 spesies). Vanilla planifolia merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan
yang bernilai ekonomi tinggi dengan fluktuasi harga yang relatif stabil dibandingkan
dengan tanaman perkebunan yang lain. Tanaman vanili bernilai ekonomi cukup tinggi
karena ekstrak buahnya yang dikenal sebagai sumber bahan pengharum pada bahan
makanan dan minuman. Aroma yang khas dari hasil ekstrak buah vanili disebabkan oleh
substansi vanilin (C8H8O3)(Brownell, 1992).
Sistem perakaran pada tanaman vanili tidak memiliki sistem akar tunggang, karena
vanili termasuk ke dalam tanaman monokotil. Pada tiap ruas batang vanili, tumbuh dua
jenis akar, dimana yang satu berfungsi untuk melekat pada tanaman penegak yang
disebut sulur dahan, sedangkan bagian akar yang lainnya merupakan akar yang
menggantung di udara yang berfungsi sebagai penyerap unsur hara dalam tanah jika
akar tersebut telah menyentuh tanah. Batang tanaman vanili mampu tumbuh memanjang
sampai mencapai 100 meter dan memiliki ruas-ruas yang panjang rata-rata sekitar 15
cm. Tiap ruas akan menghasilkan cabang baru apabila dilakukan pemangkasan
(Ruhnayat, 2003).
Tanaman vanili di Indonesia di Indonesia banyak digemari oleh banyak konsumen,
baik di dalam negeri maupun dari luar negeri. Hal ini disebabkan karena kualitas vanili
Indonesia yang lebih unggul dibandingkan vanili Mexico, Amerika Serikat, Madagaskar
yang juga terkenal sebagai penghasil vanili yang cukup berkualitas. Atas dasar inilah
perlu dikembangkan suatu metode budidaya tanaman vanili yang mampu menghasilkan
bibit-bibit vanili dalam jumlah banyak dan dalam waktu singkat atau cepat yang
berkualitas (Sa’id, 2001).
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Sejarah dan karakteristik tanaman vanili (Vanilla
planifolia Andrews atau Vanilla fragrans) ?
2. Bagaimana Metode pengembangan tanaman vanili (Vanilla planifolia) ?
3. Apa saja Manfaat tumbuhan vanili ?
1
4. Apa saja bagian-bagian tumbuhan tanaman vanili ?
C. Tujuan Penulisan
1. Bagaimana Sejarah dan karakteristik tanaman vanili (Vanilla
planifolia Andrews atau Vanilla fragrans) ?
2. Bagaimana Metode pengembangan tanaman vanili (Vanilla planifolia) ?
3. Apa saja Manfaat tumbuhan vanili ?
4. Apa saja bagian-bagian tumbuhan tanaman vanili ?
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah dan karakteristik tanaman vanili (Vanilla planifolia Andrews
atau Vanilla fragrans)
Tanaman vanili (Vanilla planifolia) mempunyai sistem klasifikasi sebagai
berikut :
Kiingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Superdivisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Subkelas : Liliidae
Ordo : Orchidales
Famili : Orchidaceae
Genus : Vanilla
Spesies : Vanilla planifolia Andrews
Tanaman vanili (Vanilla planifolia Andrews atau Vanilla fragrans) bukanlah
tanaman asli Indonesia. Secara historis, tanaman tahunan ini baru masuk ke
Indonesia pada tahun 1819. Namun demikian, tanaman vanili tumbuh lebih subur
dan lebih produktif di Indonesia yang beriklim tropis, dibandingkan dengan negara
asalnya (Mexico) dan negara produsen vanili alinnya. Bahkan,
menurut Rosman(2005), kualitas vanili Indonesia yang dikenal dengan “Java
Vanili” masih yang terbaik di Dunia. Hal ini didasarkan atas kadar vanilinya yang
cukup tinggi, yakni sekitar 2,75 persen. Kadar tersebut lebih tinggi jika
dibandingkan dengan kadar vanili Madagaskar yang hanya 1,91-1,98 persen, Tahiti
3
1,55-2,02 persen, Mexico 1,89- 1,98 persen, dan Sri Lanka 1,48 persen. Jika ditinjau
dari perspektif spasial dan bisnis, maka Indonesia unggul secara komparatif
dibanding negara-negara produsen vanili lainnya di dunia. Secara umum, vanili
bernilai ekonomis tinggi dan fluktuasi harganya relatif stabil jika dibandingkan
dengan tanaman perkebunan lainnya. Namun pada kenyataannya ironi, meskipun
kualitas vanili Indonesia menduduki posisi paling tinggi di Dunia, tetapi secara
kuantitas Indonesia baru bisa memasok sekitar 10 persen dari total kebutuhan pasar
dunia (Tjahjadi, 1987).
B. Metode pengembangan tanaman vanili (Vanilla planifolia)
Vanili (Vanilla planifolia A.) merupakan salah satu tanaman industri yang
banyak memberikan sumbangan pendapatan bagi petani maupun sumber devisa.
Produk tanaman vanili umumnya digunakan sebagai penambah aroma berbagai jenis
makanan dan minuman. Tanaman vanili yang dikembangkan saat ini memiliki
keragaman genetik yang sempit, terutama untuk ketahanan terhadap penyakit,
karena tanaman tersebut selalu diperbanyak secara vegetatif (Seragih, 2000).
Padahal, keragaman genetik yang tinggi merupakan salah satu modal untuk
mendapatkan varietas unggul (Setyati, 1996). Peningkatan keragaman genetik
tanaman vanili dapat dilakukan dengan memberikan mutagen baik fisik maupun
kimia. Mutagen fisik yang digunakan pada umumnya bersifat sebagai radiasi
pengion, seperti sinar x, sinar gamma, sinar beta, dan partikel akselerator (Giancoli,
1997).
Selain melalui keragaman somaklonal, dapat pula dikembangkan metode
seleksi in vitro, yaitu dengan mengkulturkan massa sel atau sel pada media yang
mengandung metabolit dari patogen, yaitu toksin yang telah dimurnikan yang
disebut asam fusarat. Selain itu dapat pula digunakan filtrat dari F.
oxysporum. Peluang aplikasi teknik tersebut untuk memperoleh varietas panili yang
tahan terhadap penyakit sangat besar (Endang, 2005). Asam fusarat merupakan
metabolit yang dihasilkan oleh jamur Fusarium hetesporum Nee. Secara kimia asam
fusarat disebut piridin karboktilat (5 butil asam pikolinat). Asam ini dapat
menyebabkan klorosis pada daun muda, bersifat toksin yang berperan menghambat
oksidasi sitokinin, menghambat proses respirasi pada mitokondria, menurunkan
ATP pada plasma membran serta mereduksi aktivitas polifenol oksidasi sehingga
4
menghambat pertumbuhan dan regenerasi biakan (Endang, 2006). Kecuali asam
fusarat, toksin dan ekstrak F. oxysporum dapat digunakan sebagai komponen seleksi
berdasarkan kenyataan adanya hubungan antara toleransi terhadap toksin dan
ketahanan terhadap penyakit (Marschner, 1996). Penggunaan kedua macam
komponen seleksi tersebut telah dilakukan pada tomat, alfalfa, seledri, dan ubi jalar.
Hasilnya menunjukkan bahwa somaklon hasil regenerasi massa sel yang tahan
terhadap toksin juga tahan terhadap penyakit, dan sifat tersebut diturunkan pada
progeni maupun generan berikutnya. Alternatif lain untuk mendapatkan tanaman
yang tahan penyakit adalah melalui persilangan antarspesies, yaitu memanfaatkan
sumber gen ketahanan penyakit dari kerabat liarnya antara lain Vanilla albida
(Prasetya, 1994). Permasalahan dalam persilangan konvensional antarspesies adalah
adanya inkompatibilitas seksual dan sterilitas hibridanya (Ruhnayat, 2003).
Kultur in vitro dapat dimanfaatkan untuk penyelamatan embrio hasil persilangan
seperti yang telah dilakukan pada anggrek dan padi. Media tumbuh dalam kultur in
vitro berfungsi sebagai endosperm (Sugandi, 1990).
Vanilla planifolia Andrews merupakan salah satu tanaman dari keluarga
Orchidaceae yang buahnya bernilai ekonomi tinggi (Tjahjadi, 1987). Buah panili
dapat digunakan sebagai bahan campuran makanan dan minuman (Ruhnayat, 2003).
Perkembangan luas areal vanili di Indonesia terus meningkat. Pada tahun 1983 yang
hanya 3.786 ha, telah meningkat pesat hingga lima kali lebih luas menjadi 15.922 ha
pada tahun 2003. Hal tersebut menunjukkan bahwa komoditas vanili memiliki daya
tarik yang cukup besar, dikarenakan nilai ekonominya yang cukup tinggi.
Berkembangnya areal penanaman vanili ini tidak terlepas dari dukungan teknologi
yang ada. Pada tahun 1983 areal pengembangan sebagian besar berada di Lampung
dan Pulau Jawa. Namun dengan berkembangnya teknologi informasi dan banyaknya
pertemuan/seminar yang diadakan oleh berbagai instansi terkait dalam upaya
mensosialisasikan teknologi yang ada dan sedang dilakukan ketika itu, maka
penanaman vanili mulai merambah ke hampir seluruh propinsi di Indonesia.
Perkembangan yang mengembirakan dari segi luas areal tersebut, belum sejalan
dengan peningkatan produktivitas tanaman dan nilai ekonomi (Saragih, 2000).
Produksi vanili Indonesia dapat dikatakan seluruhnya untuk kebutuhan ekspor.
Ekspor vanili Indonesia pada tahun 2003 mencapai 663 ton dengan nilai US$
5
18.351.272 (Rosman, 2005). Berdasarkan total tersebut tidak dikemukakan
bagaimana mutu yang diekspor, namun tahun 1998 Rosman membagi mutu yang
diekspor adalah mutu I 27,25%, mutu II 44,69%, dan mutu III 28,16%. Rendahnya
sebagian besar mutu vanili Indonesia ini disebabkan oleh waktu panen yang tidak
tepat (petik muda) maupun proses pasca panen yang kurang tepat. Adanya petik
muda juga disebabkan oleh masalah pencurian/keamanan, permintaan pasar dan
kebutuhan ekonomi. Sebetulnya vanili Indonesia memiliki kadar vanillin yang
tinggi (2,75%) dan dikenal dengan nama Java vanilla beans. Hasil pengamatan di
lapang terlihat juga bahwa sebagian besar kondisi pertanaman vanili di Indonesia
relatif kurang baik pertanamannya.
Hasil dari tanaman vanili adalah buahnya yang bila diolah hasilnya lebih lanjut
dapat berupa buah panili kering, powder, ekstrak buah panili, dan kristal panili.
Hingga kini produk dalam bentuk kristal masih belum diusahakan di Indonesia.
Penelitian ke arah produk-produk jadi ini perlu dipertimbangkan, tentunya melalui
kajian-kajian yang mendalam. Untuk menangani persaingan dengan produk sintetis,
perlu mendapat perhatian. Promosi “back to nature” yang hingga saat ini terus
didengungkan tentu merupakan bagian yang tidak terpisahkan yang perlu
disebarluaskan. Dengan semakin kuatnya isu mengenai pasar bebas mendorong
untuk lebih meningkatkan kuantitas dan kualitas agar dapat lebih berperan di
pasaran dunia. Belum masuknya Indonesia ke dalam asosiasi vanili dunia
berpeluang untuk memperluas pangsa pasar (Saragih, 2000). Selain itu, kualitas
vanili kita yang juga tinggi kadar vanilinnya. Strategi pengembangan yang tepat
seperti pengembangan ke lokasi yang sesuai, adopsi tekhnologi budidaya yang
mampu meningkatkan produktivitas dan efisien, pola tanam serta upaya
mendapatkan varietas yang tahan penyakit busuk batang panili perlu mendapat
perhatian.
C. Manfaat tumbuhan vanili (Vanilla planifolia)
Vanili lebih sering dimanfaatkan untuk membuat aroma dan rasa pada kue,
puding, atau makanan manis lainnya. Berikut kegunaan tanaman vanili :
1. Mengurangi nafsu makan
Aroma vanili akan membuat Anda makan lebih sedikit. Hal ini disebabkan
wangi vanili yang ‘menipu’ otak. Aromanya membuat otak berpikir kalau Anda
6
sudah makan lebih banyak dari sebenarnya. Jadi, tak ada salahnya untuk
menghirup vanili sebelum makan, untuk membantu mengontrol nafsu makan.
2. Pengusir serangga
Vanili juga bisa dimanfaatkan untuk mengusir serangga. Nyamuk sangat tidak
tahan dengan bau vanili, jadi Anda bisa menjadikan vanili sebagai bahan
penyemprot serangga yang aman dalam rumah. Untuk membuatnya campur saja
dua ons ekstrak vanili dengan dua ons air dalam botol semprot kecil. Anda pun
memiliki penangkal serangga yang harum dan aman.
3. Pengharum rumah
Untuk membuat rumah terkesan hangat, aroma juga harus diperhatikan. Tak
perlu menggunakan pengharum ruangan buatan yang terbuat dari bahan kimia.
Manfaatkan saja minyak aroma terapi vanili. Bakar minyak tersebut selama
beberapa menit. Atau, Anda bisa mencampur minyak dengan air dalam botol
penyemprot. Lalu, semprotkan di seluruh sudut ruangan rumah.
4. Melembutkan kulit
Vanili mengandung antioksidan tinggi. Beberapa ahli kulit memanfaatkan vanili
untuk melindungi kulit dari racun. Anda bisa membuat pembersih wajah sendiri
yang terbuat dari bubuk vanila.
5. Reproduksi
Di Meksiko tanaman vanili dapat berbuah karena ada serangga yang
membantu penyerbukannya. Putik pada bunga vanili tertutup oleh bibir,
sehingga penyerbukan secara alamiah terhalang, kepala sari (anther) berisi dua
butir tepung sari, letaknya lebih tinggi daripada kepala putik. Keistimewaan dari
bunga vanili yaitu kepala putiknya berisi cairan perekat. Bila tepung sari
diletakkan disana akan segera menempel dan terjadilah pembuahan.
Bunga vanili yang telah mekar hanya dapat bertahan satu hari. Jika
bunga yang telah mekar itu tidak segera dikawinkan, akan layu dan kemudian
rontok. Oleh sebab itu harus sering keliling kebun untuk mengontrol
perkembangan vanili.
Saat yang baik untuk mengawinkan bunga vanili adalah pada pagi hari.
Hari-hari basah dan kering sekali tidak baik untuk penyerbukan. Berhasil atau
7
tidaknya penyerbukan akan tampak setelah dua atau tiga hari. Bunga yang
berhasil diserbuki akan berubah warnanya menjadi lebih pucat. Enam buah daun
bunganya akan layu tetapi tangkai bunganya tetap menempel pada tandan bunga.
Bunga yang tidak berhasil diserbuki akan gugur. Setelah terjadi pembuahan
antara 10-15 buah, bunga pada tandan yang masih kuncup sebaiknya dipangkas,
agar zat makanan yang dihisap oleh tanaman diakumulasikan pada pembentukan
dan pembesaran buah.
Pada waktu bunga mekar, panjang bakal buah 2-4 cm dengan garis
tengah 5 mm. Satu minggu setelah penyerbukan bakal buah itu dapat mencapai
panjang 8-10 cm. Lima minggu kemudian buah telah mencapai panjang
maksimal 20-25 cm, dengan garis tengah 1,5 cm. Setelah buah mencapai
perkembangan yang maksimal, lima atau enam bulan kemudian buah akan
masak.
Warna buah mula-mula hijau muda, kemudian hijau tua disertai dengan
garis-garis kuning menjelang masak. Buah yang telah masak berwarna coklat
tua. Jika dibiarkan masak di pohon, buah akan pecah menjadi dua bagian, dan
menyebarkan aroma vanili. Biji buah kecil-kecil, banyak sekali jumlahnya,
berwarna hitam dan berukuran kira-kira 0,2 mm.
D. Bagian – bagian Tanaman
1. Akar
Akar tanaman vanili mempunyai keunikan tersendiri bila dibandingkan
dengan jenis tanaman lainnya. Tanaman ini mempunyai 2 macam akar yang
akan keluar dari setiap ruas batang, pertama yang biasa disebut dengan akar
gantung dan kedua adalah akar yang tersusun didalam tanah.
Disebut akar gantung, karena jenis akar ini selalu melekat kuat pada
tempat rambatannya dan bergantungan diudara. Akar ini selama tidak
8
menyentuh sesuatu, akan tumbuh kesamping. Baru jika menyentuh sesuatu akan
membelitkan diri untuk berpegangan. Akar gantung ini dapat berfungsi untuk
menyerap zat – zat mineral yang melekat padanya dalam bentuk debu yang
halus.
Akar jenis kedua , yaitu akar yang tersusun didalam tanah. Ciri – cirinya
adalah merupakan perakaran pendek dengan panjangnya kurang lebih 1 meter
dan tebalnya kurang lebih 3 mm, berwarna keputih – putihan mempunyai bulu –
bulu akar untuk menghisap zat – zat makanan dari dalam tanah, dan merupakan
akar serabut yang menjadi salah satu ciri bahwa tanaman panili termasuk
golongan tumbuhan monokotil atau berkeping satu. Akar – akar tersebut tumbuh
menjalar dilapisan permukaan, jadi tidak menghujam kedalaman tanah, oleh
karena itu disebut semi – terrestial.
2. Batang
Tanaman panili mempunyai batang yang berbentuk silinder, beruas –
ruas dan berbuku, dengan panjang ruas 5 sampai 15 cm dan berdiameter 1
sampai 2 cm, berbatabg gemuk, bersifat succulent atau berair, agak lunak dan
berwarna hijau, serta tumbuh melekat pada pohon dengan kecenderungan selalu
merambat tegak keatas atau sepanjang penunjangnya, kecuali bila ujungnya
dipangkas akan membentuk cabang baru. Batang ini dapat mencapai panjang
hingga 100m, apabila pucuk batang pokok terputus, maka cabang baru bagian
ruas atas dapat berfungsi sebagai batang pokok.
3. Daun
9
Tamaman pinili berdaun tunggal, pipih, berdaging, dan berbentuk oblong
– elliptis hingga langset, dengan ujung lancip dan pangkalnya agak bundar.
Daunnya berwarna hijau tua, besar, datar serta liat, dengan panjang 10 sampai
22,5 cm dan lebar 5 sampai 7 cm. Pada waktu daun masih muda, tulang daun
tidak jelas, dan nanti tampak jelas daun menguning atau pada saat daun sudah
tua.
Daun tanaman panili tumbuh berselang – seling pada batang dan
memalut batang dengan sususan tulang – tulang daun sejajar seperti kebanyakan
pada tanaman monokotil lainnya.
4. Bunga
Bunga tanaman panili tersusun dalam suatu karangan atau rangkaian
berbentuk tandan yang terdiri dari 15 sampai 20 kuntuk bunga per tangkai,
dengan panjang tangklai 5 sampai 10 cm dan panjang bunga 3,75 sampai 5 cm.
dari tiap batang dapat keluar 5 tandan bunga atau lebih.
Bentuk bunga kelihatan seperti terompet ,berwarna putih kehijau –
hijauan, dan keluar dari ketiak daun ( tunas ketiak ) pada bagaian atas dari
batang. Tiap – tiap kuntum bunga terdiri dari 6 helai daun tajuk yang masing –
masing terlepas satu sama lain ; bakal buah beruang tiga, terletak dibawah dasar
bunga sehingga menyerupai tangkai bunga ( tangkai semu ); putik dan kepala
10
sari tersebut terdapat semacam bibir disebut labelum yang dapat menghalangi
penyerbukan secara alami.
5. Buah
Buah panili termasuk buah polong yang lunak, bergaris –
garis,berdaging, bersiku tiga dan lurus memanjang, dengan panjang kurang lebih
12 – 25 cm dan tebal 12 – 14 mm
Buah ini apabila masih muda berwarna hijau dan setalah masak akan
berwarna agak kekuning – kuningan dan lambat laun menjadi cokelat tua. Jika
buah ini sudah lewat masak akan terbelah menjadi 2 bagian dan mengeluarkan
aroma khas panili yang sangat menarik dan mengesankan.
Buah – buah ini akan pecah menurut arah memanjang, dan didalamnya
akan kelihatan biji – biji kecil berwarna hitam kecokelat – cokelatan dengan
ukuran sebesar 0,2 mm, berjumlah sangat banyak, berkulit biji agak keras dan
sedikit mengandung cadangan makanan.
11
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Tanaman vanili umumnya termasuk tanaman yang dapat dikembangbiakkan
dengan cara vegetatif melalui batang, sehingga perbanyakan dari tanaman vanili
dapat dilakukan dengan teknik kultur jaringan in vitro yaitu membudidayakan suatu
jaringan tanaman menjadi tanaman kecil yang mempunyai sifat seperti induknya.
B. Saran
Diharapkan agar kita dapat mengetahui tentang vanili dan dapat
mempraktekkan cara budidaya vanili.
12
DAFTAR PUSTAKA
Agustina, Lily, 2004, Dasar Nutrisi Tanaman, Cipta, Jakarta.
Brownell, Peter. W. (1992) dalam Salisbury, B.F dan Ross, [Link], 1995, Fisiologi
Tumbuhan, Jilid 1, ITB Press, Bandung.
Giancoli, Dougkas C. 1997, Fisika Dasar, Edisi Lima, Erlangga, Jakarta.
Lingga, 1992, Petunjuk Penggunaan Pupuk, Penebar Swadaya, Jakarta.
Marschner, H. (1996) dalam Rosmarkam, Afandi, 2005, Ilmu Kesuburan
Tanah, Kanisius, Yogyakarta.
13