0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
227 tayangan31 halaman

GABUNGAN SOAL JAWABAN Unit Proses

Dokumen tersebut berisi tentang data mahasiswa bernama Andi Muhammad Syuhra Wardi yang melakukan tugas unit proses mengenai penentuan konsentrasi ion Natrium dengan bantuan resin pertukaran ion dan menghitung total ekuivalen kation dan anion pada air limbah.

Diunggah oleh

Dico Malyndo
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
227 tayangan31 halaman

GABUNGAN SOAL JAWABAN Unit Proses

Dokumen tersebut berisi tentang data mahasiswa bernama Andi Muhammad Syuhra Wardi yang melakukan tugas unit proses mengenai penentuan konsentrasi ion Natrium dengan bantuan resin pertukaran ion dan menghitung total ekuivalen kation dan anion pada air limbah.

Diunggah oleh

Dico Malyndo
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Andi Muhammad Syuhra Wardi

Nim : 21250004

Tugas 7 Unit Proses ( Soal Pertemuan ke 7 )

1. Penentuan [Na+] dengan bantuan resin penukar ion ( Soal Perhitungan )

No. Volume effluent Volume NaOH 0,2 M

1. 10 ml 3,6 ml

2. 10 ml 3,1 ml

3. 10 ml 3,3 ml

Volume NaOH rata-rata 3,33 ml

Massa NaCl mula-mula = 0,2 gram


Ar Na
Massa Na = × massa NaCl mula − mula
Mr NaCl
23
= × 0,2 gram = 𝟎, 𝟎𝟕𝟖𝟔 𝐠𝐫𝐚𝐦
58,5
Massa Na 0,0786 gram
Mol Na = = gram = 0,003418 mol = 𝟑, 𝟒𝟏𝟖 𝐦𝐦𝐨𝐥
Ar Na 23 ⁄mol
Dalam kolom terjadi pertukaran ion :
R-H + Na+ → R-Na + H+
H+ + OH- → H2O
Dari reaksi diketahui bahwa mol OH- : mol H+ : mol Na+ = 1 : 1 : 1
Volume NaOH yang diperlukan = 3,333 ml
[NaOH] yang telah distandarisasi = 0,185 M
Mol OH- = V NaOH x [NaOH] = 3,333 ml x 0,185 M = 0,6166 mmol
Mol Na+ = mol H+ = mol OH- = 0,6166 mmol

Dalam percobaan, sebanyak 10 ml effluent NaCl dicuci dengan 40 ml akuades,


sehingga volume totalnya menjadi 50 ml (artinya : terjadi pengenceran 5x terhadap
effluent NaCl), sehingga :
Mol Na+ = 5 x 0,6166 mmol
= 3,083 mmol
jumlah mol Na yang dipertukarkan
Efisiensi = × 100%
jumlah mol Na awal
3,083 mmol
= × 100%
3,418 mmol
= 𝟗𝟎, 𝟐 %

2. Air Limbah mengandung Ion berikut : CrO₄2⁻ = 120 mg/L, Cu2+ = 30 mg/L, Zn2+ = 15
mg/L, dan Ni2+ = 20 mg/L. Hitunglah ekuivalen total kation dan anion, dengan asumsi
volume air limbah 300 m3. ( Soal Cerita )

Total equivalen kation = 2,395 (300) = 718,5 meq

Total equivalen anion = 2,069 (300) = 620,7 meq


Contoh soal cerita

Jelaskan pengertian proses FISIK-KIMIA

Jawab

Peroses FISIK-KIMAI adalah Proses untuk menghilangkan partikel tersuspensi menggunakan bahan
kimia dan pengadukan koagula si flokulasi sedimentasi, presipitas!

Contoh soal hitungan

Jika sebanyak 10 mL larutan amoniak 0,02 M ditambahkan 90 mL air, maka konsentrasi


larutan amoniak berubah menjadi…

Diketahui:

V1 = 10 mL

M1 = 0,02 M

x = 90 mL

M2= ?

Pembahasan:

Masukkan rumus: V1 M1 =( V1 +x) M2

100,02=(10+90)M2

M2=0,2100

M2=0,002

Jadi, konsentrasi larutan amoniak berubah menjadi 0,002 M.


Nama: Brayensyah

Nim: 21250007

Matkul: Unit Proses Pertemuan 7

1. sebutkan dan jelaskan tipe resin dalam pertukaran ion?


Jawab:
Terdapat 2 tipe resin yaitu resin pertukaran kation dan resin pertukaran anion. Resin pertukaran
kation mengandung resin pertukaran asam kuat dan asam lemah sedangkan resin pertukaran anion
mengandung resin pertukaran basah kuat dan basah lemah.

2. Tunjukkan reaksi oksidasi dan reduksinya serta pengoksidasi dan pereduksinya dari:
CuO(s) + H2(g) Cu(s) + H2O(l)
Jawab:
CuO(s) + H2(g) Cu(s) + H2O(l)
+2 0 0 +1

Reduksi

Oksidasi

Pengoksidasi : CuO

Pereduksi : H2
Nama : Eka Dico Putry Malyndo
NIM : 21250008
Matkul : Unit Proses (Tugas 7)

Soal Perhitungan
1. Diketahui desinfektan yang dipilih oleh suatu unit PDAM adalah kaporit dengan kebutuhan
harian sebesar 1,5 kg/hari, kaporit memiliki densitas sebesar 860 kg/m3 dengan kondisi kaporit
memiliki konsentrasi Cl sebesar 5%. Maka berapa besar debit pembubuhan klorin dan, waktu
yang dibutuhkan hingga bak desinfeksi kosong?
Jawab :
➢ Debit Pembubuhan Klorin

➢ Waktu Yang Dibutuhkan Hingga Bak Desinfeksi Kosong


Volume Bak
Waktu =
Debit Pembubuhan

34 L
=
1,4184 L/Jam
= 23,9 Jam
Soal Cerita
2. Bagaimana metode yang digunakan pada proses desinfeksi?
Jawaban : - Fisik : Pemanasan dan Radiasi
- Kimia : Mengunakana bahan kimia sebagai disinfektan.
Nama Mahasiswa : Jose Andrean

NIM : 21250010

Jurusan : Teknik Lingkungan

Soal Hitungan :

Sebuah CSTR dirancang untuk reaksi orde pertama dari A adalah 90%. Jika konstanta laju, k, adalah
0,35 jam-1. Berapa waktu tinggal yang dibutuhkan dalam jam ?

Jawaban :

CA = CA1 (1 – XA) = CA0 (1 – 0,90) = 0,10 CA0

persamaan kinerja adalah :

CA0 – CA1

0= -
kCA1

CA1 – 0,10CA0

0= -
(0,35 jam-1).(0,10CA0)

= 25,7 jam

Soal Cerita :
Jelaskan apa yang dimaksud dengan reaktor ?

Jawaban :
Reaktor adalah tempat, ruang atau volume ruang tertentu tempat terjadinya reaksi (baik
secara kimiawi, fisik-kimiawi, biologis maupun kombinasi di antaranya) antar reaktan untuk
membentuk suatu produk yang diinginkan.
NAMA : SEPTIAWAN A. PARETTA
NIM : 21250021

1. Kebanyakan instalasi pengolahan air limbah di desain menggunakan


panduan desain empiris dan ukurannya disesuaikan pada pertumbuhan
populasi dalam jangka panjang. Instalasi biasanya berada dekat dengan
badan air dan menggunakan zona penyangga alami diantara fasilitas
pengolahan dan daerah pelayanan. Sebagai system pengumpulan limbah
yang menggunakan aliran gravitasi untuk mengumpulkan limbahnya, IPAL
biasanya diletakan di dataran rendah. Sebutkan persyaratan untuk instalasi
pengelolaan air limbah yang baru!
Jawaban :
-Dukungan dari pertumbuhan penduduk.
beradaptasi terhadap perubahan demografi.
-Beradaptasi dengan perubahan karakteristik limbah, misalkan perubahan
konsentrasi limbah.
-Memenuhi standar pembuangan limbah yang ketat.
-Menetapkan konsep reuse/ penggunaan kembali air.
-Menetapkan pengelolaan air hujan.
-Meremajakan instalasi yang ada.
2.Diketahui:
Volume air limbah = 750 m3. Air limbah mengalir terus menerus selama 3
jam dengan sisa waktu 30 menit. BOD inlet = 20.000 mg/L, BOD outlet 350
mg/L, spesifikasi BOD = 150 mg/L.
ditanya:
1. kapasitas bak equalisasi yang harus di buat
2. Efisiensi baku mutu
3. Efisiensi IPAL
4. Beban pencemar (dalam kg/jam)
Jawaban:
750𝑚3 250
1.Q (debit) = 3 𝑗𝑎𝑚 = 𝑗𝑎𝑚

Volume air limbah → dipengaruhi waktu tinggal 30 menit (0,5 jam)


𝑚3
Volume air limbah = 250 𝑗𝑎𝑚 × 𝑜, 5𝑗𝑎𝑚

V bak Equliasisi = volume air limbah + (20% x volume air limbah)


=125𝑚3 +(20% x 125𝑚3)
3
= 125𝑚3 + 25𝑚 = 150𝑚
𝐵𝑎𝑘𝑢 𝑚𝑢𝑡𝑢 𝐴𝑖𝑟 𝐿𝑖𝑚𝑏𝑎ℎ 𝑄 𝑜𝑢𝑡
2. Efiesiensi BM = 𝑥 100%
𝐵𝑎𝑘𝑢 𝑀𝑢𝑡𝑢 𝐴𝑖𝑟 𝑙𝑖𝑚𝑏𝑎ℎ
150𝑚𝑔/𝑙 − 350 𝑚𝑔/𝑙
𝑥 100%
150 𝑚𝑔/𝑙
= -133%
𝑄𝑖𝑛−𝑄𝑜𝑢𝑡
3. efisiensi IPAL = 𝑥 100%
𝑄𝑖𝑛
20000𝑚𝑔⁄𝑙−350𝑚𝑔⁄𝑙
= 𝑥100%
20000𝑚𝑔⁄𝑙
= 98,25 %
4. beban pencemar = BOD out x debit
𝑚 250𝑚3
= 350 x
𝐿 𝑗𝑎𝑚
6
350×10− 𝑘𝑔 𝑚3
= × 250
10−3 𝑚3 𝑗𝑎𝑚
𝑘𝑔
= 87,5
𝑗𝑎𝑚
Nama : Yogi Maulana

NIM : 21250024

Kelas : Pagi (A)

Program Studi : Teknik Lingkungan

Tugas ke :7

Mata Kulia : Unit Proses

1. Mengapa pertukaran ion diperlukan dalam pengolahan air? Dan apa keuntungan pertukaran
ion pada pengolahan air?

Jawab:
Pertukaran ion diperlukan dalam pengolahan air untuk menghilangkan zat pencemar
anorganik yang tidak dapat dihilangkan oleh proses filtrasi atau sedimentasi. Zat pencemar
anorganik ini dapat berupa ion-ion logam, nitrat, sulfat, fosfat, dan lain-lain yang dapat
menyebabkan air menjadi keras, berbau, berwarna, atau berbahaya bagi kesehatan. Lalu
keuntunga dari pertukaran ion pada pengolahan air adalah dapat memberikan laju aliran air
olahan yang tinggi, biaya perawatan yang rendah, dan ramah lingkungan.

2. Tunjukkan reaksi oksidasi dan reduksi dari persamaan reaksi berikut:


a. MnO2(s) + 4HCl(aq) MnCl2(aq) + 2Cl2(g) + 2H2O(l)

b. Cl2(g) + 2Kl(aq) 2KCl(aq) + l2(aq)

Jawab:
a. MnO2(s) + 4HCl(aq) MnCl2(aq) + 2Cl2(g) + 2H2O(l)
+4 -1 +2 0

Reduksi

Oksidasi

b. Cl2(g) + 2Kl(aq) 2KCl(aq) + l2(aq)


0 -1 -1 0

Reduksi

Oksidasi
NAMA : Ananda Putri Syadila Juniati
NIM : 21250002
MATA KULIAH : Unit Proses
TUGAS : Pertemuan 7

Membuat soal cerita dan perhitungan disertai dengan jawaban pada materi pertemuan 5 (Proses
Kimia dalam Pengolahan).
1. Dalam suatu pegolahan air bersih dilakukan analisis terhadap sampel air dan kemudian
sampel tersebut mendapatkan hasil analisis yang diperoleh sebagai berikut :
- Konsentrasi CO2 : 25 mg/l sebagai CO2
- Konsentrasi HCO3 : 205 mg/l sebagai CaCO3
- Konsentrasi Mg : 9 mg/l sebagai Mg
- Konsentrasi NCH : 95 mg/l sebagai CaCO3
Tentukan kebutuhan dosis yang diperlukan dalam 90% kandungan murni Kapur (CaO)
dan 99% kandungan Murni Soda Ash (Na2CO3) untuk menghilangkan kesadahan jika tidak
ada kelebihan kapur.
Penyelesaian
Diketahui :
Konsentrasi CO2 = 25 mg/l x (56/44) = 31,75 mg/l
= 25 mg/l x 1,27
Konsentrasi HCO3 = 205 mg/l x (56/100) = 114,80 mg/l
= 205 mg/l x 0,56
Konsentrasi Mg = 9 mg/l x (56/24,3) = 20,70 mg/l
= 9 mg/l x 2,30
Kesadahan Total = 167,25 mg/l

- Menghitung dosis 90% kapur (CaO)


Kesadahan Total 167,25 mg/l
= = 185,83 mg/l
Persentase 90%

- Menghitung dosis soda ash (Na2CO3)


= NCH x (106 / 100)
= 95 mg/l x 1,06
= 100,70 mg/l
- Menghitung dosis 99% soda ash (Na2CO3)
Soda ash 100,70 mg/l
= = 100,71 mg/l
Persentase 99%

Jadi dosis yang diperlukan untuk menghilangkan kesadahan dengan menggunakan 90%
kandungan kapur yaitu sebanyak 185,83 mg/l dan 99% kandungan soda ash sebanyak 100,70
mg/l.
2. Dari hasil perhitungan diatas, tentukan Kapur (CaO) dan Soda ash (Na2CO3) yang
dibutuhkan per million gallons (MG) dan million liters (ML)!
Penyelesaian
Diketahui :
Dosis Kapur (CaO) : 185,83 mg/l
Dosis Soda ash (Na2CO3) : 100,70 mg/l
- Mengkonversi ke million gallons
185,83 106 gal 8,34 lb
CaO = = = = 1549,8 lb/MG
106 MG gal

100,70 106 gal 8,34 lb


Na2CO3 = = = = 839,8 lb/MG
106 MG gal

- Mengkonversi ke million liters


185,83 mg gm kg 106 L
CaO = = 1000 mg = 1000 gm = =185,83 kg/ML
L ML

100,70 mg gm kg 106 L
Na2CO3 = = 1000 mg = 1000 gm = =100,70 kg/ML
L ML
NAMA : ARGI RAHMATSYAH
NIM : 21250006
TUGAS :1. Soal Cerita + Jawaban. 1 Soal Perhitungan + Jawaban.

Soal Perhitungan
1 . Sebuah tangki air berbentuk tabung dengan diameter 1,4 m dan tinggi 3 m saat
menampung air sebanyak berapa liter?

Jawab :
V = La x t
= πr²t
= ²²/7 x 1,4² x 3
= 18,48 m³
= 18.480 liter

Jadi, tangki air tersebut dapat menampung air sebanyak 18.480 liter.

Soal Cerita
1.Bak mandi di rumah Dina berbentuk seperti tabung dengan diameter 2,8 m
tinggi 1,5 m jika bak air tersebut telah terisi ⅖ bagian maka berapa liter lagi yang
dibutuhkan untuk memenuhi bak mandi tersebut?

Dik : d = 2,8 m = 28 dm
r = ½d = ½ x 28 = 14 dm
t = 1,5 m = 15 dm
Bagian yang sudah terisi air = ⅖ bagian

Dit : sisa air yang dibutuhkan untuk memenuhi bak mandi = .....?
Jawab :
* Cari luas alasnya terlebih dahulu
La = πr² = ²²/7 x 14² = 616
* Cari volume bak terlebih dahulu
V = La x t = 616 x 15 = 9.240 liter
Volume air tersebut jika penuh adalah 9.240 liter.
* Hitung bagian yang belum terisi
1-⅖=⅗
* Kalikan bagian yang belum terisi dengan volume air penuh
Sisa air = ⅗ x 9.240
= 5.544
Jadi, sisa air yang dibutuhkan untuk memenuhi bak tersebut adalah 5.544 liter.
Nama : Andra Syachnanta

NIM : 21250005

Matkul : Unit Proses

1. Apa yang dimaksud dengan Larutan, Koloid, dan Suspensi ?


2. Jika 50 gram logam dengan kalor jenis 0,4 kal/groC yang suhunya 30oC dicampur dengan 100
gram air yang suhunya 90oC dan kalor jenis air 1 kal/groC maka suhu akhir campurannya
adalah?

JAWABAN

1. Larutan merupakan campuran homogen antara zat terlarut dan pelarut.

Koloid merupakan suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih di
mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar
secara merata di dalam zat lain (medium pendispersi/pemecah).

Suspensi merupakan campuran heterogen yang terdiri dari partikel-partikel kecil padat atau
cair yang terdispersi dalam zat cair atau gas.

2. Diketahui :

• m1 = 50 gram
• C1 = 0,4 kal/groC
• T1 = 30oC
• m2 = 100 gram
• C2 = 1 kal/gro C
• T2 = 90oC

Ditanyakan: suhu akhir campuran (Tc) …?

Menghitung suhu akhir campuran:

Qlepas = Qterima
m1 × C1 × (Tc – T1) = m2 × C2 × (T2 – T)
50 × 0,4 × (Tc – 30) = 100 × 1 × (90 – Tc)
20(Tc – 30) = 100(90 – Tc)
20Tc – 600 = 9.000 – 100Tc
20Tc + 100Tc = 9.000 + 600
120Tc = 9.600
Tc = 9.600/120 = 80oC
Nama : Muhamad Gusti Pratama
Nim : 21250025

1. Dalam perkuliahan daring seorang Septi dan Brayen selalu berkuliah di café lalu pada
waktu jam pelajaran Unit Proses pertemuan 5 mereka berdua bersama lagi tetapi pada
perkuliahan tersebut Septi ada yang tidak paham, Septi nampak bingung dan mau tanya tapi
takut sama dosen karena takut ia lalu menanyakan saja kepada brayen. Pertanyaan nya
sebutkan reaksi kimia (Fe) tadi Bray? lalu Brayen langsung menjawab pertanyaan tersebut!

2. Larutan CaCl2 0,001M sebanyak 200 mL dicampur dengan 300 mL larutan Na2CO3 0,001
M. Apakah timbul endapan pada campuran yang terjadi?
(Ksp CaCO3 = 5 x 10-9)
Jawab:
1. Rekasi Kimia (Fe):
• 4Fe(HCO3)2 + O₂ + 2H₂O → 4Fe(OH)3 +8C0₂
• 2Fe(HCO3)2 + Cl₂ + Ca(HCO3)₂ →2Fe(OH)3 +CaCl₂ +6CO₂
• Fe(HCO3)2 + ClO, + NaHCO, —→ Fe(OH)3 + NaClO, +3CO₂
• 3Fe(HCO3)2 + 7H₂O + KMnO4 → 3Fe(OH)3 + MnO₂ +KHCO3 + 5H₂CO3
• 2Fe(HCO3)2 + 03 + 2H₂O2Fe(OH)3 + O₂ + 4CO₂+H₂O

Berikut di atas jawaban Brayen ke Septi

2. Diketahui: Ksp CaCO3 = 5x10-9


Larutan = 200 mL dan 300 Ml
Ca2+ = 0,2 mmol
CO32- = 0,3 mmol
Ditanya: . Apakah timbul endapan pada campuran yang terjadi?
Dijawab: Menentukan nilai Qsp dari CaCO3
Qsp = [Ca2+] [CO32-]
0,2 𝑚𝑚𝑜𝑙
[Ca2+] = = 4 x 10-4 M
500𝑚𝐿
0,3 𝑚𝑚𝑜𝑙
[CO32-] = = 6 x 10-4 M
500𝑚𝐿

Qsp = (4 x 10-4) (6 x 10-4) = 2,4 x 10-7


Jadi Qsp > Ksp (terbentuk endapan)
Nama : Nurrizka Indah S
NIM : 21250015
Mata Kuliah : Unit Proses
Tugas :7

1. Jelaskan mengapa aluminium sulfat sangat populer digunakan sebagai koagulan ?


Jawaban:
Aluminium Sulfat atau alum (Al2SO4)3 x H2SO4) sangat populer digunakan sebagai koagulan karena
Kation alum mempunyai valensi 3 dimana ion yang bervalensi 3, 1.000 kali lebih efektif digunakan
sebagai counterion dibandingkan dengan ion yang bervalensi 1. Penambahan ion yang muatannya
berlawanan (counterion) dengan muatan primer (zeta potensial) yang terdapat pada permukaan
partikel koloid tersebut berfungsi untuk meningkatkan konsentrasi counterions yang terdapat
pada kedua layer yang mengelilingi permukaan partikel koloid, sedemikian rupa sehingga zeta
potensial akan berkurang. Zeta Potensial ini merupakan faktor yang menimbulkan gaya tolak yang
beraksi pada partikel koloid, baik partikel hidrofilik maupun hidrofobik. Semakin besar zeta
potensial, semakin besar gaya tolak partikel koloid akibatnya semakin sulit untuk menyatukan
partikel koloid. Sebaliknya, semakin kecil zeta potensial semakin kecil gaya tolak partikel koloid,
sehingga semakin mudah partikel koloid akan bergabung satu sama lain. Akibatnya flok akan
semakin mudah terbentuk yang kemudian akan lebih cepat/mudah diendapkan secara gravitasi
di bak sedimentasi.

2. Percobaan aerasi dengan menggunakan surface aerator dalam tangki uji berbentuk silinder
dengan volume 600 m3 dengan kondisi suhu 24 C dan tekanan atmosfer 750 mmHg. Data yang
diperoleh sebagai berikut :
Waktu (menit) C (mg O2 / L)
0 0
10 2.6
20 4.8
30 5
40 6.1
50 6.9
60 7.5
1
Tentukanlah nilai Kla (𝑗𝑎𝑚)!
PENYELESAIAN
Pada suhu 24 C dan tekanan atmosfer 760 mmHg nilai Cs = 8,41433271 mg/l, Karena dioperasikan
pada tekanan 750 mmHg maka diperlukan koreksi nilai Cs untuk penentuan Kla.
Pada suhu ini tekanap uap air Pv = 22,54 mmHg sehingga :

𝑃−𝑃𝑣 750−22,54
Cs = Cs760 . = 8,53 . = 8,414 mg/L
760−𝑝𝑣 760−22,54
Data percobaan diolah sebagai berikut :
Waktu (menit) C (mg O2 / L) Cs-C Ln (Cs-C)
0 0 8.414 2.129897
10 2.6 5.814 1.760269
20 4.8 3.614 1.284815
30 5 3.414 1.227885
40 6.1 2.314 0.838978
50 6.9 1.514 0.414755
60 7.5 0.914 -0.08992

Grafik
2.5
y = -0.035x + 2.1306
2
R² = 0.9798
1.5
Ln(Cs-C)

1
0.5
0
-0.5 0 20 40 60 80
Waktu (menit)

Selanjutnya dibuat grafik hubungan antara Ln(Cs-C) dengan t, diperoleh kemiringan garis (slope)
= Kla0,035/menit = 2,1/jam.
Nama :Qianu Rudhyan

NIM : 21250016

Mata kuliah: unit proses (tugas 7)

1. Ke dalam ruangan tertutup yang volumenya 10 liter direaksikan masing-masing 0,5 mol gas
nitrogen dan 0,5 mol gas oksigen hingga membentuk reaksi setimbang 2N₂(g) + O₂(g) ↔
2N₂O(g) jika pada saat tercapai kesetimbangan terdapat 0,3 mol gas nitrogen, hitunglah nilai
tetapan kesetimbangannya.
Pembahasan:
Reaksi : 2N₂(g) + O₂(g) ↔ 2N₂O(g)
R 0,2 0,1-0,2+S 0,3 0,4 0,2

2. Apa yang terjadi jika 100 ml larutan NaCl 0,01 M ditambahkan ke dalam 100 ml larutan AgNO₃
0,001, Diketahui Ksp AgCl = 1,44 x 10‫־‬⁹
Penyelesaian:
Mol NaCl = V x M = 100 x 0,01 = 1 mmol
Mol AgNO₃ = V x M = 100 x 0,001 = 0,1 mmol
Volume campiuran = 100 + 100 = 200 ml
0,1 mmol
Konsentrasi [Ag˖] = [AgNO₃] = =0,0005 M
200 𝑚𝑙
0,1 mmol
Konsentrasi [Cl‫[ = ]־‬NaCl] = =0,005 M
200 𝑚𝑙
AgCl(s) ↔ Ag˖ (aq) + Cl‫( ־‬aq)
[Ag+] [Cl‫( = ]־‬5 x 10‫־‬⁴) ( 5 x 10‫־‬ᶾ)
= 25 x 10‫־‬⁷
QC = 2,5 x 10‫־‬⁸
[Ag+] [Cl-] > Ksp AgCl 1,44 x 10‫־‬⁹
QC > Ksp (maka akan terjadi pengendapan AgCl)
Nama : Said Achmad Muzahid

NIM : 21250020

1. Apa saja tujuan dari disinfeksi?


Jawaban: Membunuh mikroba patogen pada air minum sebelum didistribusikan/dikonsumsi
dan juga pada air limbah sebelum dibuang ke lingkungan.

2. Menurut hukum Chick's, kematian bakteri karena disinfeksi mengikuti reaksi orde pertama.
Berapakah waktu kontak yang diperlukan untuk mematikan 99% bakteri dengan dosis 0,1
mg/L, jika 70% bakteri mati dalam waktu 2 menit dengan dosis yang sama?
Jawaban

Dik : untuk membunuh 80% bakteri


C = 0,2 mg/L
T = 2 menit
Dit : T untuk membunuh 99% bakteri?
Dij :
In N/N0 = -Kt atau Nt = N0 e -kt
-> Nt = N0 x e -kt
Nt/N0= e-kt
Nt/N0= (1-70/100) = 0,3 dalam 2 menit
-> Nt/N0 = e-kt
0,2 = e-kt
0,2 = e (-k x 2)
K = - (1/2) in (0,3) = 0,602/menit
Menghitung waktu untuk membunuh 99% bakteri
Nt/N0 = (1-99/100) = 0,01
Nt/N0 = e (-k x t)
0,01 = e (-0,602 x t)
t = -(1/0,602) In (0,01) = 7,6 menit (456 detik)
Nama : Siti Aisyah Mahdiyyah
Nim : 21250022
Mata Kuliah : Unit Proses
Tugas 7

Soal 1.
Suatu perpindahan panas yang tertadi pada reactor alir tangki berpengaduk
Terjadi secara konduksi dan konveksi, konduksi dan konveksi terjadi pada saat
apa?dan perpindahan panas saat konduksi dan konveksi dipengaruhi oleh apa
saja?
JAWAB :
*Jadi Konduksi terjadi pada saat :
-Ketika air memenuhi jaket pada reaktor, air akan dipanaskan dengan bantuan
steam
-Temperatur masuk ke tanki dan jaket
-Penyerapan panas oleh fluida melalui proses steam
*Konveksi terjadi pada saat :
-Air yang di dalam jaket mendidih
-Memanaskan cairan didalam rektor sampai suhu set point (70C) dengan air
panas yang didalam jaket
-Cairan yang di dalam reactor memanas
*Perpindahan panas saat konduksi dipengaruhi oleh:
-Jenis bahan konduktor
-Luas permukaan bidang yang mengalami perpindahan/rambatan kalor
-Perbedaan suhu antara kedua permukaan/ dinding
-Tebal permukaan/ dinding
*Perpindahan panas saat konveksi dipengaruhi oleh:
-Jenis bahan (zat cair) yang mengalami konveksi
-Luas permukaan bidang yang mengalami aliran kalor
-Perbedaan suhu antara kedua bahan yang dialiri dengan zat cair

Soal 2.

Reaksi dalam fase cair A + B → C + D dilakukan dalam reaktor alir pipa


secara isotermal. Reaksi bertingkat satu terhadap A dan bertingkat satu terhadap
B dengan k = 5 L/(gmol.menit) pada suhu 50oC. Umpan masuk reaktor dengan
konsentrasi A dan B masing-masing 0,12 gmol/L dan kecepatan pemasukan A
adalah 0,06 gmol/menit. Reaktor yang digunakan mempunyai panjang 80 cm
dan diameter dalam 10 cm. Hitunglah konversi A dan B saat keluar reaktor dan
komposisi larutan keluar reaktor.
Penyelesaian:
80cm
1 10cm
A,B A,B,C,D

Persamaan reaksi: A + B → C +D
Persamaan stoichiometri: CA= CA0 (1-xA)
CB= CB0- CA0xA=CA0 (1-xA)
CC=CD=CA0xA
Persamaan kinetika: (-rA) =k CA CB

Persamaan design:
xA x
dx A A
dx A
V = FA0 ò = FA0 ò
0
(- rA ) 0
k .C ACB

p
V= D 2 L = 6280cc = 6,28 L
4

(-rA) =k CA CB= 5CA0 (1-xA).CA0 (1-xA)= 5.(0,12)2 (1-xA)2= 0,072 (1-xA)2


xA xA
dx A 0,06 dx A
V = FA0 ò = ò
0 0,072(1 - x A )
2
0,072 0 (1 - x A )2

xA
0,06 d (1 - xA )
0,072 ò0 (1 - xA )2
V =-
(6,28)(0,072) = 1
xA
æ 1 ö
= çç ÷÷ - 1
(0,06) 1 - xA 0 è 1 - x A ø

xA=0,8828=88,28%

Komposisi larutan keluar reaktor:

CA= CA0 (1-xA)=0,12 (1-0,8828) = 0,01401 L/gmol

CB= CB0- CA0xA =CA0 (1-xA)=0,01401 L/gmol

CC=CD=CA0xA= 0,12 (0,8828) = 0,10859 L/gmol


Nama : Riska Alda Yanti

Nim : 21250018

Mata Kuliah : Unit Proses

1. Jelaskan mengenai PRESIPITASI KIMIA


2. Hasil Analisa air diperoleh sebagai berikut:
CO2 = 20 mg/l
2+
Ca = 65 mg/l
Mn²⁺ = 35 mg/l
HCO3- = 275 mg/l

Tentukan CaO dan soda abu yang diperoleh

Jawab
1. Presipitasi kimia ialah penghapusan logam dari larutan dengan mengubah komposisi larutan,
sehingga menyebabkan ion logam membentuk kompleks yang tidak larut. Penghilangan logam
dan anorganik lainnya , padatan tersuspensi, lemak, minyak, dan beberapa zat organik lainnya
(termasuk organofosfat) dari air limbah
2.

• Komponan CO2

Mg/l = 20 kation

Berat eq = 22.0 CO2 = 0.90

m.eq = 0.90 Ca2+ = 2.9

• Komponan Ca2+ Mn²⁺ = 1.27

Mg/l = 65 5.07

Berat eq = 20.0

m.eq = 2.9

• Komponan Mn²⁺

Mg/l = 35

Berat eq = 27.5

m.eq = 1.27

• Komponan HCO3-

Mg/l = 275

Berat eq = 61

m.eq = 4.5 anion


didapatkan kesadahan total =5.07 mg/l

kesadahan karbonat = 4.5 meq/l(CH)

jadi = 5.07-4.5

= 0.57

Kandungan ion yang di butuhkan dalam meq/l untuk reaktan dan kelebihannya untuk menaikkan PH
adalah

kapur yg diperlukan untuk mengendapkan kalsium karbonat PH 9,5 dan magnesium hidroksida PH 10,8
(Reynold )= 1,25

jadi

CO2 = 0.90mg/l
Ca2+ = 2.9 mg/l
Mn²⁺ = 1.27 mg/l
Tambah = 1,25 mg/l

6.32 mg/l

• Soda yang diperlukan untuk NCH = 0.57 meq/l


CaO = (40+16). ½
= 56.1/2
= 28 mg

Soda Na2co3 = 2(23)+12+3(16).1/2

= 46+12=48.1/2

= 106.1/2

= 53 mg

Jadi kapur CaO dan soda (Na2Co3) yang diperlukan untuk kesadahan adalah

Cao = (6.32)28 =176,96 mg/l

Na2Co3 = (0.57)53

= 30.21 mg/l
Nama : Rinda Rahmadhani
NIM : 21250017
Mata Kuliah : Unit Proses
Tugas 7 membuat dua soal
1. Sebuah reaktor plug-flow dirancang untuk reaksi orde pertama dan konversi A (X a) yang
diperlukan adalah 90%. Jika konstanta laju k adalah 0,35 hr -1. Berapa waktu yang di butuhkan
dalam satuan jam?
Jawab =
Diketahui =
A (Xa) = 90 %
k = 0,35 jam
Ditanya = Berapa waktu yang di butuhkan dalam satuan jam?
Penyelesaian =

CA1 = CA0 ( 1 – XA ) = CA ( 1 – 0,90 ) = 0,10 CA1


Persamaan

Penyelesaian =

θ=6,58 jam.
Jadi, waktu yang dibutuhkan ialah 6,58 jam untuk merancang sebuah reaktor plug-flow.
2. Jelaskan bagaimana penerapan hukum laju reaksi? Berikan contoh penerapannya !
Jawab =
Penerapan laju reaksi banyak digunakan dalam proses industri seperti proses pembuatan
amoniak sebagai bahan pembuatan pupuk urea, bahan dasar pembuatan asam nitrat dan
bahan peledak. Proses pembuatan amoniak dikenal dengan nama proses Haber-Bosch.
Disamping itu kita juga mengenal proses pembuatan asam sulfat yang lebih dikenal dengan
proses kontak.
Contoh penerapan laju reaksi :
Dasar kimia Klorinasi
- Klorin bebas dapat ditambahkan ke dalam air sebagai disinfeksi dalam bentuk-bentuk
klorin bebas : gas klorin (Cl2), cairan natrium hipoklorit atau padatan kalsium/natrium
hipoklorit.

- Ketika kontak dengan air, maka klorin bebas akan membentuk HOCl (asam hipoklorat) OCl-
sebagai klor aktif, berdisossiasi dengan membentuk proton (H+) dan ion hipoklorit (OCl-)
Nama : Mutiara Sagita
Nim : 21250013
Mata kuliah : Unit Proses
Soal : Pertemuan 2 (Kinetika Reaksi Kimia)

1. Jelaskan hukum laju reaksi?


2. Gas SO3 terurai sempurna SO2 dan O2 didalam suatu bejana yang volumenya 8 liter.
Reaksi penguraian tersebut berlangsung selama 16 menit. Jika mol awal SO3 64 mol laju
penguraian SO3 nya adalah?
Jawaban!!!
1. Hukum laju reaksi adalah persamaan yang menghubungkan laju reaksi dengan konstanta
laju dan konsertrasi reaktan. Salah satu cara untuk mengkaji pengaruh konsentrasi reaktan
terhadap laju reaksi ialah dengan menentukan bagaimana laju awal bergantung pada
kosentrasi awal.
2. Dik :
V = 8 liter
n = 64 mol
t = 16 menit

Dit : v?
Jawab:
- Mencari molaritas SO3
𝑛 64
M=𝑉= 8 =8M
- Laju reaksi
∆𝑚 8
v= = 16 = 0,5 M/menit
∆𝑡

Jadi laju penguraian SO3 adalah 0,5 M/menit

Anda mungkin juga menyukai