0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
525 tayangan23 halaman

Pemboran BatuBara

Dokumen tersebut menjelaskan prosedur pemilihan peralatan dan persiapan untuk kegiatan pemboran batubara, termasuk spesifikasi mesin bor yang digunakan, persyaratan logistik dan sumber daya manusia, serta tanggung jawab manajemen untuk memastikan keselamatan kerja.

Diunggah oleh

Dony Onk
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
525 tayangan23 halaman

Pemboran BatuBara

Dokumen tersebut menjelaskan prosedur pemilihan peralatan dan persiapan untuk kegiatan pemboran batubara, termasuk spesifikasi mesin bor yang digunakan, persyaratan logistik dan sumber daya manusia, serta tanggung jawab manajemen untuk memastikan keselamatan kerja.

Diunggah oleh

Dony Onk
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Dec 12, 2022

3. RUANG LINGKUP :
Ruang lingkup dari aplikasi prosedur ini adalah Departemen Eksplorasi yang berhubungan dengan
data Geologi seperti di lokasi pengeboran Site Office, dan Head Office, dimana diperlukan data-
data hasil kegiatan eksplorasi.

4. DEFINISI :
4.1. Rig
Seperangkat perlengkapan mesin bor (unit mesin bor & pompa).
4.2. Core
Produk dari aktifitas pengeboran dengan menggunakan core barrel yang merepresentasikan
kondisi batuan di bawah permukaan.
4.3. Cutting
Material yang keluar bersamaan dengan lumpur pemboran.
4.4. Unit mesin bor
Suatu perangkat unit pemboran yang dilengkapi dengan rangkaian mesin penggerak hidrolik,
beberapa jenis mata bor, barrel conto inti dan rangkaian pipa,
4.5. Lubang terbuka (open hole)
Metoda pemboran dengan menggunakan jenis mata bor PCD, tricon atau blade dengan ukuran
tertentu, dimana data stratigrafi batuan bawah permukaan diperoleh melalui rajangan
(cutting/chip) yang keluar dari lubang bor melalui media sirkulasi air.

mata bor Blade

4.6. Conto Inti


Metoda pemboran dengan menggunakan perangkat barrel inti dan mata bor intan berukuran
tertentu, untuk mengambil conto batuan yang direncanakan,

Mata bor conto inti mata intan

4.7 Casing
Pipa bahan PVC berukuran ukuran tertentu yang dimasukan kedalam lubang pemboran untuk
melindungi lubang dari formasi batuan yang runtuh,
4.8 Pipa Pemboran

PS-01-EXP-21-002 – Pemboran Batubara


Edisi/Rev : 1/3 Page 2
Rangkaian pipa pengantar pemboran dengan berbagai ukuran PQ 85 mm, HQ 65mm dan NQ
45mm,
4.9. Barrel inti (core)
Satu seri tabung pipa untuk mengambil conto inti, ada dua tipe barrel, single tube (satu tabung)
dan triple tubes (tiga tabung) yaitu barrel, inner tube dan splitter, rangkain ini menghubungkan
pipa pengantar dan mata bor (bit), dalam rangkaian barrel dilengkapi dengan core case, core
lifter reamer (untuk melebarkan lubang bor) dan stabilizer,

4.10 Inner tube


Suatu tabung silinder diletakan dalam core barrel, sebagai media masuknya dan ditangkapnya
conto inti, inner tube ini yang kemudian ditarik kepermukaan dengan menggunakan over shoot
untuk mengambil conto inti,
4.11 Tabung Split
Suatu tabung silinder yang terbagi dua, dimasukan dalam inner tube yang fungsinya untuk
menangkap dan menghindari conto inti jatuh,
4.12 Over shoot
Suatu perangkat yang diturunkan kebawah melalui pipa dengan pengantar wire line untuk
menangkap dan mengangkat inner tube dan menurunkannya kembali kedalam core barrel,
4.13 Core case dan core lifter
Suatu rangkaian pipa silinder pendek yang dipasang dalam inner tube untuk menghindari
kontaminasi material asing diluar target batuan dan untuk menangkap conto batuan terencana
dan mencegahnya jatuh kembali,
4.14 Chip (rajangan batuan)
Rajangan batuan dari formasi bawah permukaan yang dibawa naik kepermukaan melalui media
sirkulasi air,

Rajangan batuan (cuttings/chips)


4.15 Core (Conto inti)
Conto batuan terambil didalam barrel inti, dengan prosentasi keterdapatan (core recovery)
tertentu dan dipergunakan untuk pemerian detail batuan dan pengambilan conto untuk berbagai
analisa dan uji laboratorium,

PS-01-EXP-21-002 – Pemboran Batubara


Edisi/Rev : 1/3 Page 3
Conto inti batubara dan non batubara
4.16 Collar
Lokasi titik lubang bor, yang dipergunakan dalam system koordinat spheroid WGS 84,
4.17 Alat Kerja Geologi
Palu geologi, kompas geologi, GPS genggam, pita ukur, lensa pembesar, larutan asam (HCL),
kamera digital, buku catatan, kantung conto, alat tulis, pisau
4.18 Conto inti batubara
Material batubara dalam jumlah berat yang mencukupi, yang ditangkap oleh inner tube dan
diambil secara sistematis dari tubuh batubara bawah permukaan sehingga mewakili keadaan
insitunya menurut perubahan domain geologi dalam profil vertikal lapisan batubara tertentu.
Conto ini kemudian dianalisis di laboratorium untuk mengetahui derajat kalori, komposisi
proximate dan ultimatenya.
4.19 Alat keselamatan kerja
Helem-topi keselamatan-kaca mata-sepatu keselamatan-rompi refelktor, lampu sorot untuk
shift malam dan pelindung telingga
4.20 Total Station
Perangkat alat ukur topografi permukaan bumi yang dilengkapi dengan sistem perangkat lunak
digital.
4.21 RQD (rock quality designation)
adalah derajat kualitas daya dukung batuan yang diukur dalam prosentase, hasil perhitungan
jumlah panjang penggalan conto inti yang lebih dari 10 cm dibagi total panjang conto inti,
4.22 Log Bor
adalah pencatatan derajat keterdapatan conto inti yang terambil dari pemboran conto inti (core
recovery) dan hasil pencatatan pemerian batuan menurut tipe domain dan stratigrafinya yang
didasarkan dan pengamatan terhadap ranjangan (chip) dan conto inti (core)
4.23 Updip
Pergeseran lubang bor kearah relatif lebih naik kepermukaan atau berlawanan dengan bidang
kemiringan lapisan batubara dari titik awal,
4.24 Down dip
Pergeseran lubang bor kearah relatif lebih turun atau searah dengan bidang kemiringan lapisan
batubara dari titik awal,
4.25 Run dan Run recovery
Panjang rentang pemboran dalam 1 siklus penetrasi, run recovery adalah prosentasi panjang
conto inti yang didapat dibagi panjang rentang run penetrasi
4.26 Mineral Parting
Parting-parting mineral adalah lapisan tersendiri dari mineral atau sedimen kaya akan mineral
yang terdapat didalam batubara.
4.27 Buku pedoman
Ini adalah panduan untuk semua Geologist dan semua karyawan/pekerja yang bekerja di
Departemen Eksplorasi, yang menjelaskan semua elemen dasar sistem logging data geologi.
4.28 Procedur
Tahapan pekerjaan yang telah disepakati bersama dan menjadi acuan semua pekerja dalam
pelaksanaan suatu pekerjaan.

PS-01-EXP-21-002 – Pemboran Batubara


Edisi/Rev : 1/3 Page 4
Kebijakan
Menyediakan lingkungan kerja yang aman dan sehat kepada semua karyawan, kontraktor dan
pengunjung. Semua karyawan wajib mencapai perilaku yang membangun dan mendukung budaya
kerja aman dan sehat.

Tanggungjawab Manajemen

Adalah tugas semua Superintendent dan Supervisor untuk memastikan semua pekerja mengetahui
prosedur ini dan juga menyediakan instruksi dan pengawasan yang sesuai.

Prosedur

1. Persiapan Pemilihan Unit


• Untuk kegiatan pemboran perumusan sumberdaya batubara, pemboran geologi teknik dan
pemboran formasi potensi air asam, unit mesin diamond core adalah pilihan utama.
Unit mesin harus memiliki spesifikasi dibawah ini;

o Pada daerah terbuka dapat digunakan unit bor track mounted, sedangkan pada daerah
kawasan hutan atau perkebunan unit bor dengan skid dan winch lebih efisien,
o Unit mesin bor harus mampu untuk melakukan pemboran kombinasi conto inti dan lubang
terbuka sampai kedalaman 300 m (untuk keperluan pemboran stratigrafi) dengan
menggunakan barrel dan mata bor berukuran HQ/NQ (untuk mendapatkan berat conto inti
yang mencukupi untuk uji kualitas batubara),
o Unit mesin bor harus dilengkapi dengan triple tubes barrel dan wire line (untuk
meminimalisasi kontaminasi batuan dinding pada conto inti),
o Unit mesin bor harus dilengkapi dengan tombol berhenti darurat (emergency stop) dan
pembumian (grounding),
o Semua bagian unit yang berputar (pulley, rod string, roda gila) harus dilengkapi dengan
pelindung,
o Pastikan ketersediaan logistik pemboran; lumpur pemboran, aus plug cukup,
o Pastikan ketersediaan logistic suku cadang cukup,
o Bila memungkinkan menggunakan lumpur pemboran dan gemuk yang berbahan dasar
organik,
o Supervisor pemboran adalah orang berkompeten yang memiliki pengalaman minimal 5
tahun sedangkan operator bor harus memiliki pengalaman minimal 3 tahun,
o Semua anggota pemboran harus mendapatkan pelatihan yang memadai,
o Pada hari pertama kerja, anggota baru hanya mendengarkan arahan dari supervisor dan
melihat operasi yang dilakukan

• Unit pemboran peledakan dan quality control di daerah bukaan tambang, digunakan pemboran
air blast atau reserve circulasi (RC) dengan panjang pipa 6 meter berukuran HQ atau NQ,

• Bila menggunakan jasa kontraktor, maka kontraktor harus menunjukan memiliki ijin usaha
penambangan bidang pemboran, daftar riwayat hidup supv. pemboran - juru bor dan mekanik,
surat referensi – rekomendasi dari perusahaan pengguna jasa kontraktor yang bersangkutan.

PS-01-EXP-21-002 – Pemboran Batubara


Edisi/Rev : 1/3 Page 5
• Spesifikasi alat, sumberdaya manusia, minimum core recovery dan dokumen yang diatur dalam
prosedur ini menjadi dasar pemilihan kontraktor dan dituangkan dalam klausal lingkup kerja
dalam perjanjian kontrak pemboran

2. Persiapan Lokasi Pemboran

Pada tahapan ini, kegiatan meliputi :


• Pastikan lokasi pemboran sudah sesuai dengan hasil pengukuran koordinat rencana (dasar
pengukuran GPS atau total stasion),
• Pastikan status kepemilikan lahan lokasi bor sudah terselesaikan secara tertulis,
• Bila titik adalah bagian dari program pemboran perapatan (infill), Bawalah prakiraan kedalaman
seam batubara target (coal prognosis) yang diperoleh dari model minespace, Mulailah pemboran
conto inti 3 meter lebih awal dari target kedalaman batubara,
• Bila titik adalah lubang kembar dari lubang pilot, dan bergerak kearah downdip atau updip,
mulailah pemboran conto inti 2 meter lebih awal dari target kedalaman batubara yang telah
diperkirakan
• Calon lokasi pemboran harus terhindar dari potensi bahaya atas kepala, bila tidak ada pilihan lain,
tebanglah dahan mati, rapuh atau pohon yang condong kearah lokasi pemboran,
• Sedapat mungkin lokasi pemboran cukup jauh dari badan air sungai,
• Bila lokasi pemboran pada lereng yang curam dan tidak bisa dipindahkan, maka buatlah
potongan lereng yang cukup luas untuk fasilitas pad pemboran,
• Bila dilakukan pengupasan tanah pucuk dilokasi pad pemboran, maka tanah pucuk harus
ditumpuk ditempat khusus, tutuplah permukaan tanah pucuk dengan dedaunan dan buatlah
struktur tanggul sederhana agar tanah pucuk tidak hilang oleh proses erosi.

• Tentukan lokasi sumber air terdekat, bila sangat terbatas pembuatan bendungan sementara harus
dilakukan,
• Tempatkan dua blok kayu kuat sejajar untuk landasan pemboran,
• Buatlah dua buah kompartemen kolam lumpur dibagian lahan yang lebih rendah dari pad, untuk
menampung limpasan sedimen dan lumpur pemboran agar limpasan pemboran tidak masuk ke
badan sungai, kedalaman kolam lumpur rata – rata adalah 1 sampai 2m, Letakan material galian
tidak terlalu jauh dari kolam lumpur,
• Buatlah saluran air lebar 20 cm dari rencana titik bor menuju kolam lumpur. Dan pada jarak
yang aman dari unit rig, buatlah lubang perangkap chip/cutting pada badan saliran air tersebut,
• Bahan bakar dan lumpur pemboran diletakan pada tempat penimbunan khusus sementara dan
dilengkapi dengan sekundari kontainmen dibawahnya. Setiap wadah bahan bakar perlu
dilengkapi dengan terpal penutup diatasnya,
• Bila bahan bakar dalam wadah drum sebaiknya ditempatkan terbaring dengan tutup drum pada
posisi jam 3 atau 9, lokasi penyimpan bahan bakar sementara harus jauh dari sumber api dan
tempatkan tanda dilarang merokok,

PS-01-EXP-21-002 – Pemboran Batubara


Edisi/Rev : 1/3 Page 6
• Pada lantai dibawah mesin bor, tempatkan sekundari kontainmen agar ceceran minyak dan oli
dapat tertampung,
• Lokasi pemboran adalah terbatas, tempatkan tanda pemakaian alat pelindung diri dan pita
demarkasi,
• Tempatkan karung sampah disetiap lokasi pemboran

3. Persiapan Pemboran

• Lakukan rapat K3 (tool box meeting), termasuk diskusi tanggap darurat,


• Perakitan unit mesin harus disesuaikan dengan rencana azimuth dan inklinasi, gunakan kompas
dan water pas,
• Pastikan kedua bedlock sejajar dan sama tinggi (skid dalam kondisi level), gunakan water pas.
• Melakukan cek sebelum bekerja (pre start check), gunakan format terlampir di lapiran prosedur
ini,
• Membawa alat kerja beserta asesorinya, alat pemadam api ringan,
• Pastikan alat pelindung diri untuk semua anggota regu pemboran lengkap sesuai dengan lokasi
kerja dan bahaya yang sudah teridentifikasi.
• Pastikan anda membawa alat komunikasi yang bekerja dengan baik (telepon seluler atau radio
genggam),
• Pastikan anda membawa obat – obatan dan perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan
yang mencukupi untuk semua anggota regu,
• Pastikan anda membawa nomor dan frekuensi penting yang diperlukan untuk kondisi gawat
darurat,
• Melakukan P2H
▪ Lakukan pengisian ulang bahan bakar, oli hidrolik dengan penggunakan corong atau pompa
tangan, sehingga terhindar terjadinya ceceran,
▪ Pengg emukan pada nosel tubing dilakukan dengan alat khusus dan tidak berlebihan,
▪ Lakukan pemanasan mesin dan cek pergerakan mesin – pipa dan pompa air,
▪ Pastikan kondisi kelayakan pakai alat dan tata letak peralatan teratur dengan baik,
▪ Pastikan jumlah adiktif pemboran dan bahan bakar mencukupi untuk operasi 1.5 shift setiap
harinya,

PS-01-EXP-21-002 – Pemboran Batubara


Edisi/Rev : 1/3 Page 7
• Pastikan kondisi tempat kerja terhindar potensi bahaya tersandung (tripping) dan licin (slippery),
Gunakan kawat ram pada lantai tempat keluarnya conto inti pad bongkar pasang pipa,
• Pisahkan peralatan, pipa, suku cadang yang rusak dan beri tanda yang jelas,
• Segera perbaiki jika terjadi kebocoran oli, bahan bakar, tetap sediakan fasilitas penyerap minyak
seperti serbuk gergaji/absorbent.
• Gologist dan asisten geologist membawa papan tulisan identitas lubang bor, alat kerja dan alat
tulis.
4. Penamaan lubang bor
Lubang bor diawali dengan K (Project Initial) H (Hole Type), N (open Hole) C (partial coring),
diikuti nomor urut Rig, dan akhiran nomor urut jumlah hole,
Contoh : KHN01 (Project-Hole type-Hole status) - Nomer Rig - dilanjutkan nomer urut
Contoh : KHN010001

5. Operasi Pemboran
• Geologist dan juru bor harus sepakat menentukan titik nol mulai pemboran dan menentukan
panjang Kelly,

• Bila kegiatan merupakan bor lanjutan shift sebelumnya, maka lakukanlah pencucian lubang
(reaming) dan yakinkan lubang telah bersih (air dari lubang bor telah jernih), sebelum pemboran
lanjutan dilaksanakan,
• Supervisor pemboran dan geologist mengamati jalannya operasional, tidak membiarkan kegiatan
pemboran tanpa pengawasan,
• Bila juru bor oleh satu dan lain hal harus meninggalkan panel mesin, maka matikan mesin untuk
sementara waktu dan juru bor harus membawa kunci pengatif mesin padanya,
• Pada pemboran lubang terbuka Geologist dan asisten geologist melakukan log pemboran
berdasarkan chip batuan yang keluar dari lubang ditempat penampungan chip. Perwakilan chip

PS-01-EXP-21-002 – Pemboran Batubara


Edisi/Rev : 1/3 Page 8
batuan disusun berdasarkan meter pemboran, foto susunan chip saat pemboran dinyatakan
selesai.

Lakukan log chip menurut posedur pemerian batuan.

• Pada pemboran conto inti, geologist dan asisten geologist harus mengukur derajat kedapatan
conto inti (core recovey) setiap individu run secara teliti. Gunakan format baku isian run recovery
yang terlampir pada prosedur ini, istilah teknik untuk isian bisa dilihat pada gambar dibawah;

PS-01-EXP-21-002 – Pemboran Batubara


Edisi/Rev : 1/3 Page 9
• Tempatkan conto inti yang telah dikeluarkan dari inner tube ketempat conto inti yang sudah
disediakan. Bersihkan dari material asing dan tuliskan nomor lubang, run dan rentang kedalaman
pada papan identitas lubang bor seperti gambar berikut;

Foto conto inti setiap individu run,

• Lakukan log conto inti saat berada dipapan log berdasarkan prosedur pemerian batuan,
• Untuk log geologi teknik segera lakukan pengukuran RQD dan log elemen struktur geologi
berdasarkan prosedur pemerian geologi teknik
• Bila conto inti tidak diambil sebagai conto tempatkan conto inti pada kotak conto inti (core box).
Tandai bagian atas dan bawah pada kotak conto inti, bubuhkan tanda panah kearah bawah.
Biasanya kotak conto inti ada 3 sampai 5 lajur, tempat conto inti mulai dari kedalaman kecil
dilajur paling kanan kotak (bila anda menghadap keatas atas), selanjutnya diikuti conto inti dari
lubang yang lebih dalam.

PS-01-EXP-21-002 – Pemboran Batubara


Edisi/Rev : 1/3 Page 10
• Setiap kotak yang sudah terisi penuh, tuliskan nomor lubang bor, rentang kedalaman conto inti
yang ada didalamnya dan nomor kotak dari jumlah keseluruhan kotak conto inti dari lubang
tersebut;

• Foto setiap individu kotak conto inti,


• Geologist adalah pemegang kendali kegiatan pemboran, geologist berhak menghentikan kegiatan
pemboran sementara dan meminta supv pemboran atau juru bor untuk melakukan penangan bila
terjadi kendala akibat formasi batuan, seperti; chip batuan tidak naik karena sirkulasi air terhenti
atau derajat kedapatan conto inti kurang dari 70% atau bila terjadi kedapatan chip batuan yang itu
itu saja dalam rentang jarak yang tidak normal karena adanya formasi yang runtuh.
• Bila kondisi diatas tidak tertangani maka kegiatan pemboran harus di ulang (redrill),
• Geologist berhak menghentikan pemboran sementara bila kondisi pipa atau drat pipa sudah tidak
layak sehingga juru bor harus menggantinya terlebih dahulu atau bila terjadi kondisi tidak aman
dilokasi kerja pemboran.
• Pemboran dapat dinyatakan selesai bila telah mencapai target kedalaman 3 sampai 5 meter
dibawah seam target yang paling bawah atau pemboran selesai berdasarkan kedalaman.
• Geologist bisa menghentikan kegiatan bila pekerjaan kontraktor tidak mengikuti kaidah K3 dan
lingkungan, atau bila terjadi bahaya karena cuaca ekstrim atau ganggungan dari luar yang tidak
bias diselesaikan di lapangan.
• Setiap kejadian yang berhubungan dengan K3 dan lingkungan harus dilaporkan secara tertulis
kepada kepala teknik atau petugas berwenang dari perusahaan setempat.

PS-01-EXP-21-002 – Pemboran Batubara


Edisi/Rev : 1/3 Page 11
6. Paska Pemboran
• Bila pemboran harus dilanjutkan pada shift berikutnya, lakukan cuci lubang (reaming) sampai
lubang benar – benar bersih,
• Angkat rangkaian pipa sampai minimal 9 meter dari dasar lubang,
• Tempatkan foot clamp dan kunci rangkaian pipa dengannya.
• Matikan mesin dan bersihkan tempat kerja dari tapak bukan organik dan tempatkan pada tempat
yang telah disediakan.
• Bila pemboran dinyatakan selesai, lakukan cuci lubang dan angkat semua rangkaian pipa dan
letakan tumpukan pipa di tempat penyimpanan sementara,
• Dengan pertimbangan menjaga kestabilan lubang lubang, rangkaian pipa tidak diangkat terlebih
dahulu untuk dilakukan survey geofisika,
• Rangkaian mesin tetap ditempatnya sampai kegiatan survey geofisika selesai dilakukan,
• Tarik rangkaian casing rangkaian unit sampai beberapa bagian subunit sehingga mudah diangkat
dan diangkut,
• Tempatkan setiap bagian subunit mesin bor kebak penangkut dengan melakukan pendataan ulang
(daftar cek) sebelumnya,
• Beri nomor identikasi khusus untuk setiap titik lubang pemboran, rekam lokasi pemboran dengan
GPS dan catat nilai X, Y, Z.
• Seluruh kompartemen kolam lumpur pemboran harus ditutup kembali,
• Semua tapak bukan organik dikumpulkan dan dibawa ke tempat pembuangan sampah akhir,
sedangkan tapak organik dapat ditimbun dalam kolam penampungan,
• Semua tapak atau limbah berbahaya klasifikasi B3, ditempatkan diwadah penampungan khusus
dan dibawa ke kamp hunian atau kantor tambang,
• Buka fasilitas bendungan di anak sungai bila ada.
• Kembalikan tanak pucuk ke atas pad pemboran,
• Buatlah berita acara penyelesaian pemboran yang ditandatangani oleh geologist, operator
geofisika dan geologist, dalam format terlampir dalam prosedur ini.
• Setiap colar titik lubang bor harus disurvey ulang oleh tim topography dalam system koordinat
spheroid WGS 84

7. Pemindahan Unit rig


Pada tahapan ini, kegiatan meliputi:
• Lakukan rapat keselamatan kerja (tool box meeting),
• Rebahkan menara dan tempatkan pada posisi stabil,
• Pastikan jalur pindah unit secara manual memiliki lebar yang mencukupi, bebas dari tunggul
kayu dan terdapat pohon kayu yang kuat untuk kegiatan pengkatrolan (winching),
• Bila jumlah pohon kayu terbatas maka kontraktor harus menyediakan pasak besi yang kuat untuk
winching,
• Semua peralatan subunit pemboran yang telah didata ulang dalam daftar cek dapat ditempatkan
pada bak unit kendaraan pengangkut dan siap dipindahkan kelokasi yang baru,
• Daftar cek harus ditandatangai oleh juru bor dan geologist,
• Perusahaan tidak bertanggungjawab kepada klaim item yang dianggap hilang tetapi tidak tertera
dalam daftar cek yang sudah ditandatangani.

PS-01-EXP-21-002 – Pemboran Batubara


Edisi/Rev : 1/3 Page 12
PROSEDUR DATA PADA LOG CHECK
Lengkapi informasi idenitas lubang bor yang telah selesai dilaksanakan dalam sesuai format baku
dalam LOG CHECK;
• Headers
• Geologist
• Geology
• Drilling
• Sample Dispatch
• Coal Coality
• Casing
• Las File

Pelatihan dan Komunikasi


• Setiap pekerja wajib diberikan pelatihan mengenai prosedur ini oleh Pengawas
• Setiap Pengawas wajib mengkomunikasikan prosedur ini secara berkala

Catatan & Dokumen Terkait

• PS-01-EXP-21-003 Deskripsi Batuan


• PS-01-EXP-21-004 Pengambilan Conto
• PS-01-EXP-21-017 Pengelolaan Conto
• PS-01-EXP-21-032 Pemboran Rig Unit
• PS-01-EXP-21-029 Logcheck

Referensi : KepMen 1827.K/30M/MEM/2018 (Lampiran IV) – Pedoman Penerapan Sistem


Manajemen Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara

Standar Nasional Indonesia (SNI 5015:2019), 2019. Indonesian Standard for the
Estimation and Classification of Coal Resources, 2019,

Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI), 2017. Indonesian Code for Reporting
Exploration Results, Mineral Resources and Ore Reserves.

Preston KB and Sanders RH, 1993, Estimating the in situ Relative Density of Coal,
Australian Coal Geology (9 May 1993)

ASTM D 121 – 01a –Standard Terminology of Coal and Coke.

ASTM D 2234/D 2234 M – 03 – Standard Practice for Collection of a Gross Sample


of Coal.

ASTM D 388 – 99 –Standard Clasification of Coals by Rank.

PS-01-EXP-21-002 – Pemboran Batubara


Edisi/Rev : 1/3 Page 13
ASTM D 4596 – 99 – Standard Practice for Collection Channel Samples of Coal in
Mine.

PS-01-EXP-21-002 – Pemboran Batubara


Edisi/Rev : 1/3 Page 14
Lampiran Format Kerja

PS-01-EXP-21-002 – Pemboran Batubara


Edisi/Rev : 1/3 Page 15
PS-01-EXP-21-002 – Pemboran Batubara
Edisi/Rev : 1/3 Page 16
PS-01-EXP-21-002 – Pemboran Batubara
Edisi/Rev : 1/3 Page 17
PS-01-EXP-21-002 – Pemboran Batubara
Edisi/Rev : 1/3 Page 18
PS-01-EXP-21-002 – Pemboran Batubara
Edisi/Rev : 1/3 Page 19
PS-01-EXP-21-002 – Pemboran Batubara
Edisi/Rev : 1/3 Page 20
PS-01-EXP-21-002 – Pemboran Batubara
Edisi/Rev : 1/3 Page 21
PS-01-EXP-21-002 Pemboran BatuBara
Final Audit Report 2022-12-10

Created: 2022-12-10

By: eSign Exploration (esign.exploration@indexim.co.id)

Status: Signed

Transaction ID: CBJCHBCAABAAhL90knmC9Ai7eB3EbpvvJhFwJOaet_oD

"PS-01-EXP-21-002 Pemboran BatuBara" History


Document created by eSign Exploration (esign.exploration@indexim.co.id)
2022-12-10 - 8:33:28 AM GMT- IP address: 103.119.118.2

Document emailed to prayogo.hargyono@indexim.co.id for signature


2022-12-10 - 8:34:44 AM GMT

Email viewed by prayogo.hargyono@indexim.co.id


2022-12-10 - 9:22:01 PM GMT- IP address: 104.47.110.62

Signer prayogo.hargyono@indexim.co.id entered name at signing as Prayogo Hargyono


2022-12-10 - 9:23:13 PM GMT- IP address: 202.58.205.248

Document e-signed by Prayogo Hargyono (prayogo.hargyono@indexim.co.id)


Signature Date: 2022-12-10 - 9:23:15 PM GMT - Time Source: server- IP address: 202.58.205.248

Agreement completed.
2022-12-10 - 9:23:15 PM GMT
PS-01-EXP-21-002 Pemboran BatuBara
Final Audit Report 2022-12-12

Created: 2022-12-11

By: eSign Exploration (esign.exploration@indexim.co.id)

Status: Signed

Transaction ID: CBJCHBCAABAA5QllJaAIPHSofMfetfONO2qabvFT6I4w

"PS-01-EXP-21-002 Pemboran BatuBara" History


Document created by eSign Exploration (esign.exploration@indexim.co.id)
2022-12-11 - 6:16:16 AM GMT- IP address: 103.119.118.2

Document emailed to eddy.kaban@indexim.co.id for signature


2022-12-11 - 6:19:32 AM GMT

Email viewed by eddy.kaban@indexim.co.id


2022-12-11 - 6:28:48 AM GMT- IP address: 104.47.110.62

eSign Exploration (esign.exploration@indexim.co.id) replaced signer eddy.kaban@indexim.co.id with


boby.rianto@indexim.co.id
2022-12-12 - 0:25:00 AM GMT- IP address: 103.119.118.2

Document emailed to boby.rianto@indexim.co.id for signature


2022-12-12 - 0:25:00 AM GMT

Email viewed by boby.rianto@indexim.co.id


2022-12-12 - 0:46:39 AM GMT- IP address: 104.47.110.62

Signer boby.rianto@indexim.co.id entered name at signing as Boby Rianto


2022-12-12 - 0:47:12 AM GMT- IP address: 103.119.118.2

Document e-signed by Boby Rianto (boby.rianto@indexim.co.id)


Signature Date: 2022-12-12 - 0:47:15 AM GMT - Time Source: server- IP address: 103.119.118.2

Agreement completed.
2022-12-12 - 0:47:15 AM GMT

Anda mungkin juga menyukai