DUPLIK
No. 42/G/2021/PTUN/Mdo
Antara
YEFTA SEMURUK Selaku Penggugat
Melawan
HUKUM TUA DESA MOPOLO ESA Selaku Tergugat
Perkenankanlah kami, JEFERSON RUNTUWENE, S.H., YESAYA AMELIUS
LENGKONG, S.H., NOCH NOVRI LOMBOAN, S.H., dan DECROLY J. RAINTAMA,
S.H, M.H. bertindak bersama-sama selaku Advokat dan Kuasa Hukum HUKUM TUA DESA
MOPOLO ESA. Dalam hal ini, kami merupakan Kewarganegaraan Indonesia. Instansi
berdomisili di Kantor “Jeferson Runtuwene, SH & Rekan” di kelurahan Buyungon
Lingkungan VIII Kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan. Berdasarkan Surat
Kuasa Khusus tanggal 23 Agustus 2021, dengan ini mengajukan Duplik terhadap dalil-dalil
Replik Penggugat tertanggal …, adalah sebagai berikut
DALAM EKSEPSI
1. Bahwa benar Tergugat telah mengeluarkan Surat Keputusan Hukum Tua Desa
Mopolo Esa Nomor 04 Tahun 2021 tanggal 9 April 2021 tentang Pemberhentian
Perangkat Desa Mopolo Esa. Surat Keputusan tersebut telah diumumkan dalam setiap
acara kegiatan social kemasyarakatan yang ada di desa Mopolo Esa dalam rentang
waktu dari tanggal 10 April 2021 hingga 18 April 2021.
2. Bahwa benar setelah itu Penggugat memberikan Surat Keberatan Pemberhentian
(Somasi) kepada Tergugat dan Ketua BPD an. Fanny Rawung pada tanggal 27 April
2021 yang dibawa langsung oleh Lidya Lumoko, yang dimana surat tersebut berisikan
keberatan dari Penggugat atas kebijakan yang dilakukan oleh Tergugat dalam
memberhentikan perangkat desa.
3. Bahwa telah diketahui dimana perangkat desa Mopolo Esa yang lain yang telah
diberhentikan telah mengetahui Surat Keputusan Hukum Tua Desa Mopolo Esa
Nomor 04 Tahun 2021 tanggal 9 April 2021 tentang Pemberhentian Perangkat Desa
Mopolo Esa dan menerima serta mengakui kekurangannya yang menjadi alasan
mereka diberhentikan, yaitu karena tidak menguasai keterampilan computer/software.
Perangkat desa yang lain yang dimaksud yaitu Yano D Wauran sebagai mantan
sekretaris desa. Dengan adanya sepengetahuan dari sesama perangkat desa yang telah
diberhentikan, maka patut diduga bahwa Penggugat telah mengetahui adanya Surat
Keputusan Pemberhentian Perangkat Desa tersebut sejak tanggal ditetapkan.
4. Bahwa alasan Tergugat menerbitkan Surat Keputusan Hukum Tua Desa Mopolo Esa
Nomor 04 Tahun 2021 tanggal 9 April 2021 tentang Pemberhentian Perangkat Desa
Mopolo Esa adalah dikarenakan Penggugat tidak lagi memenuhi syarat sebagai
perangkat desa sesuai dengan Pasal 53 ayat (2) huruf c UU No. 6 Tahun 2014 tentang
Desa, dimana Penggugat tidak menggunakan computer khususnya dalam
pengoperasian software pada computer. Tindakan Tergugat ini seharusnya
mendapatkan perlindungan hukum seperti yang tertera pada Peraturan Daerah
Kabupaten Minahasa Selatan Nomor 3 Tahun 2016 tentang Desa yang tertulis sebagai
berikut : Pasal 35 ayat (1) Hukum Tua bertugas menyelenggarakan Pemerintahan
Desa, pembinaan kemasyarakatan desa dan pemberdayaan masyarakat desa, dan ayat
(2) huruf b Hukum Tua berwenang mengangkat dan memberhentikan perangkat desa,
selanjutnya pada ayat (3) huruf d Dalam melaksanakan tugas sebagaimana yang
dimaksud pada ayat (1) Hukum Tua berhak mendapatkan perlindungan hukum atas
kebijakan yang dilaksanakan. Pada prinsipnya, tindakan Tergugat ini dilakukan untuk
mensejahterakan rakyat melalui peningkatan kualitas dan kinerja perangkat desa.
5. Bahwa oleh karena itu Surat Keputusan Hukum Tua Mopolo Esa No 04 Tahun 2021
yang menyatakan pemberhentian karena perangkat desa (Penggugat) tidak lagi
memenuhi syarat adalah benar dan tidak melawan hukum.
6. Bahwa Dasar hukum pemberhentian perangkat Desa Mopolo Esa juga diambil dengan
melihat juga ketentuan dalam :
a. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa khususnya pasal 26
ayat (2) huruf b yang tertulis , Dalam melaksanakan tugas sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) Kepala Desa berwenang : mengangkat dan
memberhentikan perangkat desa, Pasal 4 huruf e tertulis: membentuk
Pemerintahan Desa yang profesional, efisien dan efektif, terbuka, serta
bertanggung jawab; huruff tertulis : meningkatkan pelayanan publik bagi
warga masyarakat Desa guna mempercepat perwujudan kesejahteraan umum;
b. Peraturan menteri dalam negeri nomor 67 tahun 2017 tentang perubahan
atas peraturan menteri dalam negeri nomor 83 tahun 2015 tentang
pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa pasal 2 ayat (1)
perangkat di angkat oleh kepala Desa yang telah memenuhi persyaratan
umum dan khusus Ayat (3) Persyarat khusus sebagaimana yang di
maksud pada ayat (I) yaitu persyaratan yang bersifat khusus dengan
memperhatikan hak asal usul dan nilai sosial budaya masyarakat
setempat dan syarat lainya.
c. Peraturan Pemerintah No 43 tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.
Pasal 57
(1) Dalam hal terjadi kebijakan penundaan pelaksanaan pemilihan kepala
Desa, kepala Desa yang habis masa jabatannya tetap diberhentikan dan
selanjutnya bupati/walikota mengangkat penjabat kepala Desa.
(2) Kebijakan penundaan pelaksanaan pemilihan kepala Desa sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri
(3) Bupati/walikota mengangkat penjabat kepala Desa sebagaimana
dimaksud pada ayat
(1) dari pegawai negeri sipil dari pemerintah daerah kabupaten/kota.
Pasal 58
(1) Pegawai negeri sipil yang diangkat sebagai penjabat kepala Desa
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55, Pasal 56, dan Pasal 57 ayat (3)
paling sedikit harus memahami bidang kepemimpinan dan teknis
pemerintahan.
(2) Penjabat kepala Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) melaksanakan
tugas, wewenang, dan kewajiban serta memperoleh hak yang sama dengan
kepala Desa.
d. Peraturan daerah kabupaten Minahasa Selatan Nomor 03 tahun 2016
Tentang Desa
Pasal 35
Angka (1) : Hukum tua bertugas menyelenggarakan pemerintahan Desa,
melaksanakan pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa
dan pemberdayaan masyarakat Desa.
Angka (2) huruf b : hukum tua berwenang mengangkat dan memberhentikan
perangkat Desa.
Angka (3) huruf d : Dalam melaksanakan tugas sebagaimana yang di maksud
pada ayat (1) Hukum Tua berhak mendapatkan perlindungan hukum
atas kebijakan yang di laksanakan.
e. Peraturan Bupati Minahasa Selatan nomor 4 tahun 2020 tentang tata
cara pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa.
Pasal 24
1. Hukum Tua memberhentikan Perangkat Desa setelah berkonsultasi
dengan Camat
2. Perangkat Desa di berhentikan karena :
a)Meninggal dunia
b)Permintaan sendiri
c)Diberhentikan
3. Perangkat desa di berhentikan sebagaimana di maksud pada ayat (1)
huruf c sebagaimana tertulis: tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai
perangkat desa.
f. Undang undang nomor 30 tahun 2014 tentang Administrasi
Pemerintahan Pasal 11
Kewenangan diperoleh melalui Atribusi, Delegasi, dan/atau Mandat.
7. Bahwa keputusan pemberhentian perangkat desa ini bersifat individual bukan bersifat
umum seperti yang disampaikan Penggugat dalam Gugatannya, Pasal 1 angka 9
Undang Undang No 51 tahun 2009 Tentang Perubahan Kedua Undang — Undang No
5 tahun 1986 tentang pengadilan tata usaha Negara mendefinisikan keputusan Tata
Usaha adalah : "suatu penetapan tertulis yang di keluarkan oleh badan atau pejabat
tata usaha Negara yang berisi tindakan hukum yang berdasarkan peraturan perundang-
undangan yang berlaku yang bersifat kongkret, individual dan final yang membawa
akibat hukum dari seseorang atau badan hukum perdata”.
8. Bahwa sesuai Keputusan Hukum Tua Desa Mopolo Esa Nomor 4 Tahun 2021
Tentang Pemberhentian Perangkat Desa Mopolo Esa pada halaman 2 tertulis bahwa
Perangkat Desa yang disebutkan pada lampiran (termasuk Penggugat) adalah
diberhentikan dengan hormat dan bukan karena pelanggaran atau melanggar larangan
perangkat desa sehingga para Pengguga tidak perlu diberikan teguran atau
sanksi dikarenakan para Penggugat sudah tidak memenuhi syarat seperti yang telah
dijelaskan pada poin di atas yaitu tidak menguasai penggunaan aplikasi software dari
proses Evaluasi secara Umum mengenai hambatan hambatan penyelenggaraan
pemerintahan dan pembangunan yang dilaksanakan oleh Tergugat.
9. Bahwa Tergugat tidak melanggar prinsip prinsip asas-asas umum pemerintahan yang
baik di antaranya :
a. asas kepastian Hukum, Bahwa Tergugat dalam mengeluarkan surat keputusan
menambahkan 1 syarat yang belum diatur dalam peraturan perundang-undangan
sangat jelas telah memperhatikan aturanaturan hukum yang ada dan memberikan
kepastian mengenai syarat —syarat yang harus dipenuhi dan bukan merupakan
syarat abstrak yang tidak bisa diukur.
b. asas kecermatan Bahwa tindakan Tergugat dalam mengeluarkan surat Keputusan
Pemberhentian Perangkat desa Mopolo Esa tidak melanggar asas kecermatan,
karena sudah melalui penilaian yang komprehensif dan terukur.
c. Asas tidak menyalahgunakan wewenang Bahwa Tergugat dalam proses
mengeluarkan keputusan terlebih dahulu telah berkonsultasi dengan Camat
Ranoyapo sehingga mendapat Rekomendasi pemberhentian dengaan nomor
138/09/SR/KR/IV-2021 dengan lampiran nama-nama perangkat desa salah
satunya Penggugat sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 43 tahun tahun
2014 tentang Desa pasal 59 huruf a, b dan c seperti yang tertulis sebagai berikut :
Pemberhentian perangkat desa dilaksanakan dengan mekanisme sebagai berikut :
a. Kepala desa melakukan konsultasi dengan camat atau sebutan lain
mengenai pemberhentian perangkat desa
b. Camat atau sebutan lain memberikan rekomendasi tertulis mengenai
pemberhentian perangkat desa yang telah ddi konsultasikan dengan
kepala Desa; dan
c. Rekomendasi camat atau sebuatan lain yang di jadikan dasar oleh
kepala Desa dalam pemberhentian perangkat Desa dengan keputusan
kepala Desa.
Dari Fakta Hukum diatas jelas Tergugat tidak melanggar asas penyalahgunaan
wewenang karena terlebih dahulu telah berkonsultasi dan kemudian mendapatkan
rekomendasi camat yang kemudian dijadikan dasar pemberhentian perangkat desa
oleh Tergugat.
DALAM REKONVEKSI
1. Bahwa Tergugat Rekonveksi tetap pada dalil-dalil Jawaban Gugatan Rekonveksi
semula dan menolak dengan tegas dalil-dalil Gugatan Rekonveksi dan Replik
Penggugat kecuali yang diakui kebenarannya;
2. Tergugat Rekonvensi tetap pada dalil Jawaban Gugatan yang menyatakan sebagai
hukum bahwa Tergugat sebenarnya tidak memiliki itikad buruk sebagaimana digugat
Penggugat;
3. Bahwa berdasarkan dalil-dalil diatas Terggugat Rekonvensi mohon kehadapan majelis
hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar berkenan menjatuhkan putusan
sebagai berikut:
Maka berdasarkan segala apa yang terurai diatas Tergugat mohon dengan hormat sudilah
sekiranya Pengadilan Tata Usaha Negara Manado berkenan memutuskan :
1. Menolak Gugatan Penggugat seluruhnya atau setidak-tidaknya menyatakan tidak
dapat diterima;
2. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara.
Demikian Duplik Tergugat, berdasarkan uraian seluruh dalil dan fakta hukum tersebut di
atas, Tergugat mohon agar Majelis Hakim berkenan menjatuhkan putusan sebagai berikut :
MENGADILI :
1. Mengabulkan Duplik Tergugat untuk seluruhnya.
2. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara ini.
ATAU
Jika Majelis Hakim berpendapat lain, Maka berdasarkan segala apa yang terurai
diatas, Tergugat mohon dengan hormat sudilah kiranya Pengadilan Negeri Bengkulu
berkenan memutuskan perkara ini dalam peradilan yang baik, mohon keadilan yang seadil-
adilnya (ex aequo et bono).
Menyatakan putusan ini dapat dijalankan terlebih dahulu (Uit woerbaar bij
voorraad) meskipun timbul verzet atau banding.