0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
54 tayangan7 halaman

Risprat FDL L1

Laporan praktikum fisika dasar lanjut tentang percobaan hambatan dan kapasitansi. Percobaan menggunakan jembatan Wheatstone dan De Sauty untuk menentukan nilai hambatan dan kapasitansi, serta menguji kebenaran rumus hambatan dan kapasitansi pada rangkaian seri dan paralel.

Diunggah oleh

dolfyhidlar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
54 tayangan7 halaman

Risprat FDL L1

Laporan praktikum fisika dasar lanjut tentang percobaan hambatan dan kapasitansi. Percobaan menggunakan jembatan Wheatstone dan De Sauty untuk menentukan nilai hambatan dan kapasitansi, serta menguji kebenaran rumus hambatan dan kapasitansi pada rangkaian seri dan paralel.

Diunggah oleh

dolfyhidlar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR LANJUT

PERCOBAAN (L2)
HAMBATAN DAN KAPASITANSI

Hari: Selasa Tanggal: 27 Februari 2024 Jam: 3-4

Oleh:

Rizky Pratama Agustiano Setiawan (182231025)

Anggota Kelompok:

1. Muhammad Asyam Abyan (182231013)


2. Rizky Pratama Agustiano Setiawan (182231025)

Dosen Pembimbing : Adri Supardi, drs., M.S.


Asisten Dosen : Fitriatun Nafiah

LABORATORIUM FISIKA DASAR LANJUT


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2024
A. TUJUAN
1. Menentukan nilai hambatan listrik dengan menggunakan jembatan
Wheatstone.
2. Menetukan nilai kapasitansi dengan menggunakan jembatan De Sauty.
3. Menguji kebenaran rumus-rumus hambatan dan kapasitansi dengan
hubungan seri atau paralel.

B. DASAR TEORI

Voltase atau tegangan dan arus listrik adalah besaran-besaran listrik yang
dilambangkan dengan V dan I. Satuan tegangan listrik adalah V atau volt,
sedangkan satuan arus listrik adalah A atau ampere. Tegangan listrik
merupakan beda potensial 2 buah muatan listrik.
Ada dua jenis arus listrik, yakni arus searah atau DC (direct current) dan
arus bolak balik atau AC (alternating current). Arus searah memiliki arah arus
tetap, sedangkan arus bolak balik memiliki arah yang berubah-ubah.
Arus listrik searah adalah arus listrik yang mengalir jika kedua muatan
listrik tegangan searah dihubungkan dengan suatu hambatan listrik sengan
lambang R dan bersatuan Ω atau Ohm. Hubungan antara tegangan, arus dan
hambatan listrik
V =IR
Hambatan listrik berfungsi menghambat arus listrik. Hubungan hambatan
listrik suatu bahan dengan panjang l dan luas penampang A adalah
ρl
R=
A
Dengan ρ adalah hambatan jenis bahan yang bersatuan Ωm.
Dua buah hambatan dapat dirangkai secara seri atau paralel masing-masing
ditunjukkan oleh gambar 1(a) dan (b). Gambar 1(c) adalah rangkaian
hambatan yang merupakan materi percobaan.
Di sisi lain, kapasitor berfungsi menyimpan muatan listrik. Kapasitor
yang paling sederhana dibuat dari 2 buah lempeng logam sejajar yang
diselipi bahan dielektrik. Kapasitor memiliki nilai kapasitansi C dengan
satuan F atau farad.
RX1 RX2

(a) b 1 2 3

(c)

CX1 CX2

(a)
1 2 3
(b) (c)

Gambar 1. (a) Rangkaian hambatan seri, (b) Rangkaian hambatan paralel,


(c) Rangkaian hambatan seri /paralel materi percobaan
Gambar 2. (a) Rangkaian kapasitor seri, (b) Rangkaian kapasitor paralel,
(c) Rangkaian kapasitor seri/paralel materi percobaan

Kapasitansi suatu kapasitor dengan luas lempeng A dan jarak antar lempeng d
adalah
εA
C=
d

Dengan ε adalah konstanta bahan dielektrik.


Dua buah kapasitor dapat dirangkai secara seri atau paralel yang
masing-masing ditunjukkan oleh gambar 2(a) dan (b). Gambar 2(c) adalah
rangkaian kapasitor yang merupakan materi percobaan.
Rangkaian jembatan Wheatstone dengan catu daya V dan galvanometer
G ditunjukkan oleh gambar 3(a). Rangkaian ini mengandung 4 buah hambatan
R1, R2, Rs sebagai hambatan standar dan Rx sebagai hambatan yang akan
ditentukan nilainya. Adanya catu daya V akan mengalir arus baik yang
melalui Rs dan R1 maupun arus yang melalui Rx dan R2 serta galvanometer.
Jika tegangan titik A sama dengan tegangan titik B maka tidak ada arus
mengalir dalam galvanometer G dan akan berlaku hubungan berikut
R1 RS
=
R2 RX

R
+ RX

- B
A G

R R

Gambar 3. (a) rangakaian jembatan Wheatstone, (b) perangkat jembatan


Wheatstone

Perangkat jembatan Wheatstone ditunjukkan oleh gambar 3(b). Antara


titik A dan B terdapat kawat dengan hambatan tertentu sebagai pengganti
hambatan R1 dan R2 serta pena logam yang menghubungkan kutub negatif catu
daya dengan titik D di antara A dan B. Dengan menggeser ujung pena logam
diatas kawat antara A dan B akan ditemukan titik D yang terkait dengan nilai
arus dalam galvanometer sama dengan nol. Jika panjang
kawat AD adalah L1 dan panjang kawat DB adalah L2 maka

R X L2
=
R S L1

Rangkaian jembatan De Sauty dengan catu daya bolak balik V dan


galvanometer G ditunjukkan oleh 4(a). Rangakain ini mengandung 2 buah
hambatan R1 dan R2 serta 2 buah kapasitor Cs sebagai kapasitor standar dan Cx
sebagai kapasitoryang akan ditentukan nilainya. Jika tegangan bolak balik titik
A sama dengan tegangan titik bolak balik B maka tidak ada arus mengalir
dalam galvanometer G dan akan berlaku hubungan berikut.
R1 C X
=
R2 CS

Perangkat jembatan De Sauty ditunjukkan oleh gambar 4(b). Dengan


menggeser ujung pena diantara kawat A dan B akan ditemukan titik D yang
terkait dengan nilai arus dalam galvanometer sama dengan nol. Jika panjang
kawat AD adalah L1 dan panjang kawat DB adalah L2 maka

C X L1
=
C S L2

V C
~
A G B

R R2

Gambar 4.(a) Rangkaian jembatan De Sauty, (b) perangkat jembatan De Sauty


C. ALAT DAN BAHAN

1. Perangkat jembatan Wheatstone / De Sauty

2. Catu daya AC/DC

3. Hambatan standar (Rs)

4. Hambatan objek (RX)

5. Kapasitor standar (Cs)

6. Kapasitor objek (CX)

7. Galvanometer DC/AC

8. Kabel-kabel penghubung

D. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Siapkan catu daya searah (DC) dan galvanometer searah (DC).
2. Siapkan perangkat jembatan Wheatstone seperti gambar 3(b) dan
lakukan pengamatan di titik-titik A, B, C dan D.
3. Hubungkan titik A dan B dengan galvanometer.
4. Hubungkan terminal positif catu daya dengan titik C dan hubungkan
terminal negatif catu daya dengan pena (D).
5. Pasang hambatan standar R Sdan hambatan R X 1. Catat nilai Rs.
6. Sentuhkan ujung pena logam pada kawat AB dan lakukan pengamatan
arus dalam galvanometer. Geser ujung pena logam pada kawat AB dan
hentikan penggeseran setelah arus yang mengalir dalam galvanometer
sama dengan nol. Catat panjang L1 (panjang AD) dan L2 (panjang DB).
7. Ulangi eksperimen butir 4 dan 5 untuk R X 2.
8. Ulangi eksperimen butir 4 dan 5 untuk R X 1seri dengan R X 2.
9. Ulangi eksperimen butir 4 dan 5 untuk R X 1paralel dengan R X 2.
10. Siapkan catu daya bolak balik (AC) dan galvanometer bolak balik (AC).
11. Siapkan perangkat jembatan De Sauty seperti gambar 4(b).
12. Hubungkan titik A dan B dengan galvanometer, terminal catu daya
(bolak balik) dengan titik C dan pena (D)
13. Pasang kapasitor standar C Sdan kapasitor C X 1. Catat nilai C S.
14. Sentukan ujung pena logam pada kawat AB dan lakukan pengamatan
arus dalam galvanometer. Geser ujung pena logam sepanjang kawat AB
dan hentikan penggeseran setelah arus yang mengalir dalam
galvanometer sama dengan nol. Catat panjang L1 (panjang AD) dan
panjang L2 (panjang DB).

15. Ulangi eksperimen butir 4 dan 5 untuk C X 2.


16. Ulangi eksperimen butir 4 dan 5 untuk C X 1seri dengan C X 2.
17. Ulangi eksperimen butir 4 dan 5 untuk C X 1 paralel dengan C X 2.

Anda mungkin juga menyukai