Anda di halaman 1dari 25

HAMBATAN LISTRIK DAN INDUKTANSI DIRI

TUGAS INQUIRY
EKSPERIMEN FISIKA DASAR II
diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Eksperimen Fisika Dasar II
dengan dosen Dr.Setiya Utari,M.Si.

disusun oleh:
Kelompok 6
Asri Herlianti (1507492)
Hani Ramastiwi (1500454)
Tiastuti Putri Heryani (1500982)

Suhu (oC) Tekanan (cmHg)

Sebelum 24.50 ± 0.25 68.50 ± 0.005

Sesudah 24.50 ± 0.25 68.50 ± 0.005

DEPARTEMEN PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2016
1. Pernahkah kalian mendengar kata hambatan?
Jawab:
Ya, kita pernah mendengar kata hambatan. Hambatan itu merupakan suatu hal yang
menghambat aliran listrik.
2. Apakah setiap elemen listrik merupakan hambatan?
Jawab:
Ya setiap elemen listrik merupakan hambatan karena elemen listrik mengandung bahan
yang dapat menghambat aliran listrik (arus).
3. Bagaimana membuktikannya? Mengapa demikian?
Jawab:
Membuktikannya dengan cara menggunakan arus yang kecil karena dengan penggunaan
arus yang kecil maka jumlah arus yang masuk tidak sama dengan jumlah arus yang keluar
(Imasuk ≠ Ikeluar). Selain itu, dapat juga diuji dengan menggunakan multitester. Namun akan
lebih akurat apabila dengan cara memberi tegangan pada elemen listrik tersebut kemudian
mengukur tegangan yang diberikan menggunakan voltmeter dan arus yang mengalir
menggunakan amperemeter, kemudian kita dapat menghitung nilai hambatanpada elemen
listrik tersebut.
4. Prediksikan apa kira-kira fungsi hambatan?
Jawab:
Hambatan berfungsi untuk menghambat besarnya arus yang mengalir pada kondisi
kondisi tertentu dan merubah besarnya arus. Elektron-elektron diperlambat karena adanya
interaksi dengan atom-atom kawat. Semakin tinggi hambatan semakin kecil arus untuk
suatu tegangan V, Sehingga arus berbanding terbalik dengan hambatan
𝟏 𝑽
𝑰 = ( ) 𝑽 𝒂𝒕𝒂𝒖 𝑰 =
𝑹 𝑹

𝑽
𝑹=
𝑰
Namun adapula kondisi rangkaian yang mempunyai kekekalan muatan, sesuai Hukum
kedua Kirchhoff atau hukum percabangan (Tipler, 2001: 175)
5. Bagaimana anda dapat membuktikan fungsi dari hambatann? Jelaskan!
Jawab:
Dengan menggunakan rangkaian hambatan geser. Sehingga nilai hambatan dapat diubah-
ubah dengan cara menggeserkan kontak geser hambatan. Dari peristiwa tersebut dapat
diamati nyala lampu dan besar arus yang ditunjukan pada skala amperemeter yang
disusun seri pada rangkaian.
Hambatan Geser
1. Perhatikan hambatan geser yang ada di mejamu! Prediksikan bagaimana menggunakan
hambatan geser tersebut! Buktikan prediksi anda melalui kegiatan

A A

Benarkan prediksi anda! kesimpulan apa yang anda dapatkan dari eksperimen ini !
Jawab:
Cara menggunakan hambatan geser dengan merangkaikannya secara seri dengan lampu
(indikator), saklar, amperemeter, dan sumber tegangan. Penggunaan hambatan geser
dengan cara menggeserkan kontak geser yang terdapat pada hambatan geser. Kita dapat
menambah atau mengurangi hambatan untuk rangkaian.
Prediksi kami, hambatan geser merupakan hambatan yang dapat merubah besarnya arus
dengan cara menggeserkan kontak geser yang ada pada hambatan geser hal tersebut yang
berfungsi untuk merubah nilai R pada rangkaian yang dihubungkan dengan hambatan
geser. Hal ini dapat dibuktikan dengan cara membandingkan nilai arus yang terbaca pada
amperemeter untuk kedudukan kontak geser yang berbeda-beda, maka akan terbukti
bahwa hambatan geser dapat memiliki R yang berbeda-beda dengan cara menggeserkan
kontak geser karena nilai arus yang terbaca pada amperemeter berubah. Setelah
melakukan kegiatan, dapat dilihat bahwa hasil yang diperoleh sesuai dengan prediksi.
Kesimpulannya yaitu hambatan geser dapat digunakan untuk merubah besarnya arus yang
mengalir pada rangkaian dengan cara menggeser kontak geser pada hambatan geser yang
dihubungkan dengan rangkaian.
2. Bagaimana mengukur besar sebuah hambatan?
Jawab:
V=I.R
𝟏
𝑰 = ( )𝑽
𝑹
𝑽
𝑹=
𝑰
Buatlah rangkaian seperti pada gambara berikut ini!

Rangkaian a Rangkaian b
1. Berdasarkan sketsa yang anda buat, perkirakan rangkaian mana yang lebih baik
digunakan, dan tentukan bagaimana mendapatkan nilai hambatan ?
Jawab:
Rangkaian yang ada pada sketsa sama-sama baik digunakan karena hambatan
amperemeternya yang digunakan kecil atau arusnya kecil.
 Rangkaian a arus yang mengaliri amperemeter dan lampu akan sama besar.
Voltmeter pada rangkaian a akan mengukur tegangan yang ada pada amperemeter
dan lampu
 Rangkaian b arus yang mengaliri amperemeter tidak sama dengan arus yang
mengaliri lampu. Dan voltmeter pada rangkaian b hanya akan mengukur tegangan
pada lampu.
Variabel bebas = Arus
Variabel Terikat = Beda potensial
Variabel Kontrol = Nilai hambatan
Untuk mendapatkan nilai hambatan dapat diperoleh dengan cara membuat grafik V=f(I).
Namun, sebelum membuat grafik V=f(I) kita harus mengukur arus dan tegangan pada
kedua rangkaian dengan menggunakan amperemeter dan voltmeter. Setelah kita
mendapatkan nilai arus (I) dan nilai tegangan (V) kita masukan ke dalam rumus
matematis dan kita akan mendapatkan nilai hambatan.
𝑽 = 𝑰. 𝑹
𝑽
𝑹=
𝑰
2. Lakukan eksperimen untuk dan tentukan nilai hambatan hambatan lampu !
Jawab:
Misalnya
 Rangkaian a
V = 1,5 V
I = 225 mA
= 0,225 A
𝑽 𝟏,𝟓 𝑽
Maka nilai 𝑹𝒂 = = = 𝟔, 𝟔𝟕 𝞨
𝑰 𝟎,𝟐𝟐𝟓 𝑨

 Rangkaian b
V = 1,5 V
I = 225 mA
= 0,225 A
𝑽 𝟏,𝟓 𝑽
Maka nilai 𝑹𝒃 = = = 𝟔, 𝟔𝟕 𝞨
𝑰 𝟎,𝟐𝟐𝟓 𝑨
3. Dapatkah kalian menemukan kelemahan dari eksperimen ini? Jelaskan!
Jawab:
Kelemahan dari eksperimen ini adalah lampu akan panas. Untuk arus yang tinggi tidak
dapat dilakukan karena elemen lampu akan panas sehingga ada energi yang terdisipasi
sehingga lampu akan panas bahkan putus. Oleh karena itu, pada eksperimen ini arus yang
digunakan harus kecil.
4. Bagaimana mengatasinya?
Jawab:
Dilakukan pengambilan data secara berulang atau dengan menggunakan rangkaian yang
lebih tepat, yaitu dengan rangkaian jembatan weaston.

Merupakan rangkaian yang mempunyai empat simpal yang simetri sehingga titik a dan b
mempunyai potensial yang sama jadi tidak ada arus dalam Galvanometer (Tipler, 2001:
184).

Penjelasan Konsep Jembatan Weitston:


Pada rangkaian simetris, maka arus yang mengalir pada galvanometer adalah nol, karena
galvanometer menghubungkan tegangan yang sama besar.
Jika R3 dan R4 adalah elemen kawat, dengan nilai hambatan :


R
A

Dan R2, adalah nilai hambatan ketahui, maka hambatan R1 dapat kita tentukan ! Dengan
menggunakan hukum kirchoff, tentukanlah persamaan yang akan anda gunakan dalam
mennerukan R1

R1 = ?
Cg = 0 Vg = 0
Va = Vb
Vca = Vcb Vad = Vbd
Va – Vc = Vc – Vb Va – Vd = Vb – Vd
R1 I1 = I2 R3 R1 I2 = I2 R4
𝐼1 𝑅3 𝐼1 𝑅4
= =
𝐼2 𝑅1 𝐼2 𝑅2
𝑅3 𝑅4
=
𝑅1 𝑅2

R1 R4 = R2 R3
𝐼 𝐼
R1 𝜌 𝐴4 = R2 𝜌 𝐴3

𝒍𝟑 𝑹𝟐
Sehingga diperoleh: 𝑹𝟏 = 𝒍𝟒
1. Sketsa Rancanglah eksperimen untuk menentukan hambatan suatu lilitan !
Jawab:

Dengan R2 adalah hambatan bangku yang nilainya diubah ubah, sedangkan 𝑙3 dan 𝑙4
adalah panjang kawat pada hambatan bangku weatstone yang diatur sedemikian rupa
sehingga galvanometer menunjukan nilai arus 0.
2. Tentukan variabel bebas, variabel terikat dan variabel yang harus di kontrol dalam
eksperimen ini!
Jawab:
Variabel bebas = Besar nilai hambatan bangku
Variabel Terikat = Jumlah lilitan kumparan (Rx), panjang kawat (L)
Variabel Kontrol = Nilai arus nol pada galvanometer
3. Buatlah prosedur eksperimen yang akan kalian gunakan untuk menetukan nilai hambatan
pada lilitan, peralatan apa saja yang anda gunakan.
Jawab:
 Alat dan bahan

No. Nama Alat/Bahan Jumlah Spesifikasi


1 Bangku wheatstone 1 -
2 Basicmeter/galvanometer 1 0,5 x 10-5 A
3 Multitester 1 -
4 DC ammeter 1 ± 0,05 A
5 DC voltmeter 1 ± 0,05 V
6 Power Supply 1 -
7 Rheostat 1 -
8 Kabel Penghubung 13 -
9 Mistar 1 ±0,05 cm
10 Kawat Kumparan 1 -
(Lilitan Kawat)
11 Hambatan Bangku 1 8 Ω, 10 Ω, 12 Ω, 15 Ω, dan 18 Ω

 Prosedur eksperimen

1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan


2. Mencatat suhu dan tekanan laboratorium sebelum praktikum
3. Memastikan semua komponen listrik bekerja dengan baik menggunakan
multitester
4. Membuat sketsa rangakaian seperti berikut:

5. Merangkai alat eksperimen seperti sketsa rangkaian yang telah dibuat


6. Memberikan sumber tegangan dari power supply
7. Menentukan nilai R2 pada hambatan bangku yang akan digunakan
8. Mengatur posisi pada kawat bangku Jembatan Wheatstone sehingga
menunjukan angka nol pada galvanometer
9. Mencatat hasil pengukuran l3 dan l4
10. Mengulangi langkah 7-8 untuk besar hambatan bangku yang berbeda-beda
sebanyak 5x percobaan
11. Mencatat suhu dan tekanan laboratorium setelah praktikum
12. Merapikan alat dan bahan yang telah digunakan
4. Bagaimana caranya anda dapat menentukan nilai suatu hambatan! Rancang prosedur
eksperimenmu! Teori kesalahan apa yang akan anda gunakan!
Jawab:
 Nilai hambatan (R1) yaitu hambatan pada kumparan akan diperoleh dengan
menggunakan persamaan yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, yaitu :

𝒍𝟑 𝑹𝟐
𝑹𝟏 = 𝒍𝟒

Dengan R2 adalah hambatan bangku yang nilainya diubah ubah, sedangkan 𝑙3 dan 𝑙4
adalah panjang kawat pada hambatan bangku weatstone yang diatur sedemikian rupa
sehingga galvanometer menunjukan nilai arus 0.

 Prosedur eksperimen untuk menentukan nilai hambatan adalah sebagai


berikut:

1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan


2. Mencatat suhu dan tekanan laboratorium sebelum praktikum
3. Memastikan semua komponen listrik bekerja dengan baik menggunakan
multitester
4. Membuat sketsa rangakaian seperti berikut:

5. Merangkai alat eksperimen seperti sketsa rangkaian yang telah dibuat


6. Memberikan sumber tegangan dari power supply
7. Menentukan nilai R2 pada hambatan bangku yang akan digunakan
8. Mengatur posisi pada kawat bangku Jembatan Wheatstone sehingga
menunjukan angka nol pada galvanometer
9. Mencatat hasil pengukuran l3 dan l4
10. Mengulangi langkah 7-8 untuk besar hambatan bangku yang berbeda-beda
sebanyak 5x percobaan
11. Mencatat suhu dan tekanan laboratorium setelah praktikum
12. Merapikan alat dan bahan yang telah digunakan
 Teori kesalahan yang digunakan adalah, teori ketidakpastian berulang dengan
menggunakan rumus statistik :
𝟐
√∑|𝑹𝟏 − ̅̅̅̅
𝑹𝟏 |
∆𝑹𝟏 =
𝒏−𝟏

Dan dengan menggunakan rumus Nilai presisi (kesalahan) pada pengukuran:


∆𝑹𝟏
𝜶= × 𝟏𝟎𝟎%
𝑹𝟏

Sehingga, 𝑹𝟏 = (̅̅̅̅̅
𝑹𝟏 ± ∆𝑹𝟏 ) 𝜴
5. Berikan hasil evaluasimu , bagaimana caranya anda mendapatkan hasil yang lebih baik?
Dan pikirkan bagaimana akurasinya!
Jawab:
Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan dengan kemungkinan salah yang kecil
maka pengambilan data dilakukan secara berulang dan lebih dari 5x percobaan sehingga
hasilnya akan lebih akurat. Selain itu, pastikan alat-alat yang digunakan dalam kondisi
baik dan pembacaan hasil posisi pada kawat bangku Jembatan Wheatstone saat
menunjukan angka nol pada galvanometer dengan baik dan teliti.
Dengan persamaan:
𝒍𝟑 𝑹𝟐
𝑹𝟏 = 𝒍𝟒
Dengan R2 adalah hambatan keramik/duduk yang nilainya diubah ubah, sedangkan 𝑙3 dan
𝑙4 adalah panjang kawat pada hambatan bangku weatstone yang diatur sedemikian rupa
sehingga galvanometer menunjukan nilai arus 0.
Berdasarkan hasil percobaan maka diperoleh:
 Data percobaan:
Arus (I) R2 = Hambatan
No l3 (cm) l4 (cm)
Ampere bangku (Ohm)
1 0,6 8 19,8 80,2

2 0,6 10 18,6 81,4

3 0,6 12 16,8 83,2


4 0,6 15 14,9 85,1

5 0,6 18 12,1 87,9

 Pengolahan Data

Arus (I) R2 = Hambatan 𝒍𝟑 𝑹 𝟐


No l3 (cm) l4 (cm) 𝑹𝟏 = (ohm)
Ampere bangku (Ohm) 𝒍𝟒

1 0,6 8 19,8 80,2 1,98

2 0,6 10 18,6 81,4 2,29

3 0,6 12 16,8 83,2 2,42

4 0,6 15 14,9 85,1 2,63

5 0,6 18 12,1 87,9 2,48

∑𝑅𝑖 1,98+2,29+2,42+2,63+2,48
Maka, ̅̅̅
𝑅1 = = = 2,36 Ω
𝑛 5

N I R2 𝒍 𝟑 𝑹𝟐
l3 (cm) l4 (cm) 𝑹𝟏 = (ohm) ̅
𝑹𝟏 − 𝑹 ̅| 2
| 𝑹𝟏 − 𝑹
o (Ampere) (Ohm) 𝒍𝟒

1 0,6 8 19,8 80,2 1,98 -0,382 0,146

2 0,6 10 18,6 81,4 2,29 -0,072 0,005

3 0,6 12 16,8 83,2 2,42 0,066 0,004

4 0,6 15 14,9 85,1 2,63 0,269 0,072

5 0,6 18 12,1 87,9 2,48 0,120 0,014

Jumlah 11,79 0,243

2
√∑|𝑅𝑙 − ̅̅̅
𝑅𝑙 | 0,243
∆𝑅1 = =√ = 𝟎, 𝟎𝟔𝟏 𝜴
𝑛−1 4
Nilai presisi (kesalahan) pada pengukuran
∆𝑅1 0,061
𝛼= × 100% = × 100% = 𝟐, 𝟓𝟖𝟓 %
̅̅̅
𝑅1 2,36
̅̅̅̅𝟏 ± ∆𝑹𝟏 ) Ω = (𝟐, 𝟑𝟔 ± 𝟎, 𝟎𝟔𝟏) Ω
Maka nilai hambatan lilitan kawat adalah (𝑹
dengan kesalahan pengukuran 𝜶 = 𝟐, 𝟓𝟖𝟓 %

 Analisis Data
Berdasarkan percobaan dengan penggunakan rangkaian jembatan weaston
̅̅̅̅𝟏 ± ∆𝑹𝟏 ) Ω adalah (𝟐, 𝟑𝟔 ± 𝟎, 𝟎𝟔𝟏) Ω
diperoleh nilai hambatan lilitan kawat (𝑹
dengan kesalahan pengukuran 𝛼 = 2,585 %. Kesalahan pengukuran ini dikarenakan
oleh beberapa faktor, diantaranya:
1. Kesalahan dalam menentukan nilai arus nol pada galvanometer, karena jarum
penunjuk skala yang sangat sensitif erhadap keadaan sekitar sehingga mudahh
berubah.
2. Kabel penghubung yang longgar menyebabkan skala galvanometer yang terbaca
berubah ubah, apabila dikuatkan dengan tangan dan dilepaskan menunjukan nilai
yang berbeda.
Untuk memperoleh nilai yang lebih baik diperlukan ketelitian pengamatan
yang tinggi disertai dukungan peralatan praktikum yang baik.

Arus Bolak Balik (AC)


1. Apa yang kalian ketahui tentang arus DC dan AC?
Jawab:
Rangkaian arus searah (DC) arus yang mengalir dalam rangkaian tersebut selalu memiliki
arah yang sama. Rangkaian arus bolak-balik (AC) yaitu rangkaian yang arus di dalamnya
selalu bergerak bolak-balik (Tilper, 2001:173).
2. Apa perbedaan spesifik tentang arus AC dan DC? Dapatkah menjelaskan perbedaannya?
Jawab:
 Rangkaian arus searah (DC) arus yang mengalir dalam rangkaian tersebut selalu
memiliki arah yang sama. Rangkaian arus bolak-balik (AC) yaitu rangkaian yang
arus di dalamnya selalu bergerak bolak-balik (Tilper, 2001:173).
 Arus bolak-balik dengan mudah dihasilkan dengan induksi magnetik pada generator
AC (Tipler, 2001:348)
 Perbedaan arus DC dan AC juga terlihat pada bentuk gelombang dan polaritas.
1. Arus DC (Direct Current)
Arus DC (Direct Current) adalah arus yang mempunyai nilai tetap atau konstan
terhadap satu satuan waktu, yang berarti dimanapun kita meninjau arus tersebut
pada waktu yang berbeda akan didapatkan nilai yang sama. Grafik I=f(t) arus DC
yaitu:
2. Arus AC (Alternating Current)
Arus AC (Alternating Current) adalah arus yang mempunyai nilai yang berubah
terhadap satuan waktu, dengan karakteristik selalu berulang untuk periode waktu
tertentu. Grafik I=f (t) arus AC yaitu:
I

t
𝑰 = 𝑰𝟎 𝐬𝐢𝐧 𝝎𝒕
Dalam rangkaia AC kita akan mempelajari berbagai perilaku hambatan
pada rangkaian yang terkait dengan elemen R, L, dan C. Namun terkait
dengan konten induktansi kali ini hanya mempelajari variabel L dalam
rangkaian AC.

Induktansi diri
1. Ada yang dapat menjelaskan istilah menginduksi ! Jika ada jelaskan.
Jawab:
Menurut KBBI induksi adalah proses pembangitan tenaga listrik (elektrik) di dalam
sirkulasi tertutup oleh arus (gerak) megnetik melalui gerak putar. Menginduksi terjadi
ketika fluks magnetik yang melalui suatu rangkaian dapat dihubungkan dengan arus
dalam rangkaian tersebut dan arus di rangkaian lain yang didekatnya. Arus ini
menghasilkan medan magnetik (Tipler, 2001:298).
Selain itu, ada juga yang menyebutkan bahwa istilah menginduksi dalam fisika adalah
kegiatan suatu komponen yang menyebabkan timbulnya GGL di dalam rangkaian sebagai
akibat perubahan arus yang melewati rangkaian atau akibat perubahan arus yang
melewati rangkaian tetangga yang dihubungkan secara magnetis (induktansi bersama).
Pada akhirnya, kedua keadaan tersebut perubahan arus berarti ada perubahan mean
magnetik yang menghasilkan GGL.
Sumber: fisikazone.com
2. Berdasarkan persamaan di aatas, apa satuan dari Induktansi diri !
Jawab:
Henry, fluks magnetik yang melalui suatu rangkaian dihubungkan dengan arusnya di
dalam rangkaian oleh (Tipler, 2001:307):
∅𝑚 = 𝐿𝐼
𝑑∅𝑚 𝑑𝐼 ∆𝐼𝑖
𝜀= − = −𝐿 = −𝑀
𝑑𝑡 𝑑𝑡 ∆𝑡
Dengan L merupakan induktansi diri dari rangkaianya, yang bergantung pada susunan
geometrik rangkaian tersebut. Satuan SI untuk induktansi ialah henry (H):
1 H = 1 Wb/A = 1 T.m2/A
3. Bagaimanakah kita dapat menentukan harga konstanta induktansi diri (L)?
Jawab:
Untuk mendapatkan nilai L, kita harus menemukan nilai Z terlebih dahulu
Dalam rangkaian AC, harga hambatana dinyatakan oleh Impedansi (Z) yang dalam
implementasinya di pengaruhi oleh R, L dan C (bergantung dari elemen yang dipasangkan) ,
agar lebih jelas anda dapat mempelajari diagram fasor pada bab Arus AC.

Z  ( R) 2  ( X L  X c ) 2 jika Xc  0
Z 2  R2  X L X L  L
2
:
Untuk mendapatkan nilai L, kita harus menemukan nilai Z.
1. Rancang eksperimen berdasarkan dari persamaan. Pikirkan apa varibel bebas, apa
variabel terikat dan apa variabel kontrolnya
Jawab:
Persamaan Z2 = R2 + XL2.

𝑍² = 𝑅² + 𝑋𝐿 ² 𝑍 = √𝑅² + 𝑋𝐿 ²
𝑉
𝑉 = 𝐼. 𝑍 → 𝑍=
𝐼
Besarnya nilai induktansi pada suatu kumparan dengan rangkaian secara seri yaitu
(Tipler, 2001:354):

𝑋𝐿 = 𝜔𝐿
Maka,
𝑋𝐿
𝐿= ; 𝜔 = 2𝜋𝑓
𝜔
𝑿𝑳
𝑳=
𝟐𝝅𝒇
Nilai ketidakpastian menggunkaan statistik, dengan rumus:
√𝑳−𝑳̅)𝟐
∆L =
𝒏−𝟏
Dan presentasi kesalahan dengan rumus:
∆𝑳
𝑿 𝟏𝟎𝟎%
𝑳
 Variabel Bebas = R ( hambatan duduk )
 Variabel Terikat = Arus (A)
 Variabel Kontrol = Tegangan pada voltmeter
2. Sketsalah desain eksperimen yang akan anda gunakan!
Jawab:

Eksperimen untuk menentukan Induktansi diri (L)


1. Berdasarkan sketsa anda, tentukanlah peralatan yang akan anda gunakan dalam
eksperimen ini!
Jawab:
 Alat dan Bahan
No Nama Alat dan Bahan Jumlah Keterangan
1 Power Supply 1 buah -
2 Hambatan Bangku 1 buah 8 Ω, 10 Ω, 12 Ω, 15 Ω,
dan 18 Ω
3 Kumparan dari inti besi 1 buah -
(Lilitan Kawat)
4 Voltmeter (AC) 1 buah -
5 Ammeter (AC) 1 buah -
6 Kabel penghubung 10 buah -

 Percobaan Eksperimen
1. Menyiapkan alat dan bahan untuk eksperimen
2. Mencatat suhu dan tekanan sebelum melakukan eksperimen
3. Membuat sketsa rangkaian seperti berikut:

4. Menyusun rangkaian berdasarkan sketsa rangkaian yang telah dibuat


sebelumnya
5. Menghubungkan DC ammeter dan DC voltmeter pada sumber listrik
6. Menentukan nilai R (hambatan bangku)
7. Mencatat arus yang mengalir dan tegangan pada rangkaian sesuai dengan yang
ditunjukan pada Ammeter dan Voltmeter (pada percobaan ini tegangan dibuat
tetap).
8. Mengulangi langkah 6-7 sebanyak 5x percobaan dengan nilai R yang berbeda-
beda.
9. Mencatat suhu dan tekanan sesudah percobaan.
10. Merapikan alat dan bahan yang telah digunakan.
2. Bagaimana caranya anda dapat menetukan nilai Reaktansi Induktif (XL)?
Jawab:
𝑍² = 𝑅² + 𝑋𝐿 ² → 𝑍 = √𝑅² + 𝑋𝐿 ²
𝑉
𝑉 = 𝐼. 𝑍 → 𝑍=
𝐼
Besarnya nilai induktansi pada suatu kumparan dengan rangkaian secara seri yaitu
(Tipler, 2001:354):

𝑋𝐿 = 𝜔𝐿
Maka,
𝑋𝐿
𝐿= ; 𝜔 = 2𝜋𝑓
𝜔
𝑋𝐿
𝐿=
2𝜋𝑓
Maka, 𝑋𝐿 = 2𝜋𝑓 . 𝐿
𝑿𝑳 = 𝝎𝑳
Berdasarkan percobaan diperoleh:
 Data percobaan

No Tanpa Inti Besi

R (ohm) V (volt) I (A)


1 8 2 0.60
2 10 2 0.49

3 12 2 0.42

4 15 2 0.37

5 18 2 0.32

 Pengolahan data

Tanpa Inti Besi


No Z= V/I R^2
R (ohm) V (volt) I (A) Z^2
(ohm) (ohm) (ohm)
1 8 2 0.60 3.33 11.11 64
2 10 2 0.49 4.08 16.66 100

3 12 2 0.42 4.76 22.68 144

4 15 2 0.37 5.41 29.22 225


5 18 2 0.32 6.25 39.06 324

Grafik Z2 = f (R2)

𝑧 2 = 𝑅 2 + 𝑋𝐿 ² analogi dengan 𝑦 = 𝐴 + 𝐵𝑥 saat x = 0 , 𝑦 = 𝐴

Maka 𝑧 2 = 𝑅 2

𝑋𝐿2 = 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 𝐴

𝑋𝐿2 = 5,94

𝑋𝐿 = 2,437𝛺

∆𝑋𝐿 ² = 𝑒𝑟𝑜𝑟 𝐵

∆𝑋𝐿 ² = 1,297𝛺

∆𝑋𝐿 = 1,139 𝛺

Jadi besarnya nilai reaktansi induktif (𝑋𝐿 ) sebesar (𝑋𝐿 ± ∆𝑋𝐿 ) = (2,437 ±
1,139) 𝛺
3. Jika rekuensi sumber PLN adalah 60Hz, Bagaimana caranya anda dapat menentukannilai
induktansi diri?
Jawab:
 Data percobaan

No Tanpa Inti Besi


R (ohm) V (volt) I (A)
1 8 2 0.60
2 10 2 0.49

3 12 2 0.42

4 15 2 0.37

5 18 2 0.32

 Pengolahan data dengan origin

Tanpa Inti Besi


No Z= V/I R^2
R (ohm) V (volt) I (A) Z^2
(ohm) (ohm) (ohm)
1 8 2 0.60 3.33 11.11 64
2 10 2 0.49 4.08 16.66 100

3 12 2 0.42 4.76 22.68 144

4 15 2 0.37 5.41 29.22 225

5 18 2 0.32 6.25 39.06 324

Grafik Z2 = f (R2)
𝑧 2 = 𝑅 2 + 𝑋𝐿 ² analogi dengan 𝑦 = 𝐴 + 𝐵𝑥 saat x = 0 , 𝑦 = 𝐴

Maka 𝑧 2 = 𝑅 2

𝑋𝐿2 = 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 𝐴

𝑋𝐿2 = 5,94

𝑋𝐿 = 2,437𝛺

∆𝑋𝐿 ² = 𝑒𝑟𝑜𝑟 𝐵

∆𝑋𝐿 ² = 1,297𝛺

∆𝑋𝐿 = 1,139 𝛺

Jadi besarnya nilai reaktansi induktif (𝑋𝐿 ) sebesar (𝑋𝐿 ± ∆𝑋𝐿 ) = (2,437 ±
1,139) 𝛺

Berdasarkan hasill pengolahan data, besarnya harga reaktansi induktif


berdasarkan pengolahan Origin yaitu :

𝑋𝐿 = 2,437𝛺

∆𝑋𝐿 = 1,139𝛺

Maka besarnya induktansi diri yaitu sebesar:

Jika frekuensi PLN 60 Hz maka Induktansi diri (L):

𝑋𝐿 2,437
𝐿= = = 6,468𝑋 10−3 𝐻
2𝜋𝑓 2 𝑋 3,14 𝑋 60

∆𝑋𝐿 0,140
∆𝐿 = = = 3,023𝑋 10−3 𝐻
2𝜋𝑓 2 𝑋 3,14 𝑋 60

Nilai presisi (kesalahan) adalah:

∆𝐿 3,023
𝑋 100% = 6,468 X 100% = 46,74 %
𝐿

Jadi, besarnya nilai induktansi diri (L) sebesar adalah (𝑳 ± ∆𝑳) =


(𝟔, 𝟒𝟔𝟖 𝒙 𝟏𝟎−𝟑 ± 𝟑, 𝟎𝟐𝟑𝑿 𝟏𝟎−𝟑 ) 𝑯 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒑𝒓𝒆𝒔𝒊𝒔𝒊 𝒌𝒆𝒔𝒂𝒍𝒂𝒉𝒂𝒏 𝟒𝟔, 𝟕𝟒 %
 Pengolahan data dengan Ms. Excell

Tanpa Inti Besi


No Z= V/I Z^2 R^2
R (ohm) V (volt) I (A)
(ohm) (ohm) (ohm)
1 8 2 0.60 3.33 11.11 64
2 10 2 0.49 4.08 16.66 100
3 12 2 0.42 4.76 22.68 144
4 15 2 0.37 5.41 29.22 225
5 18 2 0.32 6.25 39.06 324

Grafik Z2 = f (R2)
45.00
40.00 y = 0.1039x + 5.9419
35.00 R² = 0.9879
30.00
25.00
Z2

20.00
15.00
10.00
5.00
0.00
0 50 100 150 200 250 300 350
R2

Pada saat x = 0; 𝑍 2 = 𝑋𝐿 2 sehingga besarnya reaktansi induktif (𝑋𝐿 ) yaitu:


y = mx + c
y = 0,1039x + 5,9419 ;
y = 5,9419

𝑋𝐿 2 = 5,9419
𝑋𝐿 = 2,4376
Jika frekuensi PLN 60 Hz mak induktansi diri (L):
𝑋𝐿 2,4376
𝐿= = = 0,0065 𝐻 = 6,5 𝑋 10−3 𝐻
2𝜋𝑓 2 𝑋 3,14 𝑋 60
 Analisis Data

Berdasarkan Berdasarkan data hasil percobaan, nilai induktansi diri dihitung


dengan 3 cara yaitu Ms. Excell, Origin dan Statistik. Adapum hasil nilai induktansi
dari ketiga cara tersebut yatu

1. Microsoft Excell
Tanpa inti besi
L = 6,5 𝑋 10−3 𝐻
2. Ms. Origin
Tanpa Inti besi

L=L±∆L= (6,468 x 10−3 ± 3,023X 10−3 ) H

∆𝐿 3,023
𝑋 100% = 6,468 X 100% = 46,74 %
𝐿

Apabila arus dalam rangkaian berubah, fluks magnetik akibat arus juga
berubah sehingga GGL akan diinduksi dalam rangkaiannya (Tipler, 2001:299).
Semakin besar fluks magnet, maka semakin besar nilai induktansi diri pada
kumparan tersebut. Tetapi berdasarkan hasil percobaan yang kami lakukan, masih
banyak sekali kesalahan-kesalahan. Banyak sekali faktor-faktor yang menyebabkan
kesalahan yaitu diantaranya :

1. Kurangnya ketelitian dalam pengukuran


2. Kesalahan dalam perhitungan khususnya dalam angka penting
3. Keterbatasan alat yang digunakan

4. Rancanglah tabel data pengamatan, dan tentukan teori kesalahan yang akan anda
gunakan!
Jawab:
 Rancangan tabel data pengamatan
Percobaan ke - R (ohm) V (volt) I (A)

 Teori kesalahan yang digunakan adalah, teori ketidakpastian berulang dengan


menggunakan rumus statistik :
√𝑳−𝑳̅)𝟐
∆L =
𝒏−𝟏
Dan dengan menggunakan rumus Nilai presisi (kesalahan) pada pengukuran :
∆𝑳
𝑿 𝟏𝟎𝟎%
𝑳
Sehingga, 𝑳 = (𝑳̅ ± ∆𝑳)𝑯
Daftar Pustaka

Tipler, Paul A. (1991). Fisika Untuk Sains dan Teknik Edisi 3 Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Andy. (2013). Hambatan Geser atau rheostat. [Online]. Diakses dari:

http://www.fourseasonnews.com/2013/12/hambatan-geser-atau-rheostat.html. Pada

tanggal 7 November 2016.

Tanpa Nama. (2014). Induktansi. [Online]. Diakses dari: http://fisikazone.com/induktansi/.

Pada tanggal 7 November 2016.

Tanpa Nama. (2015). Rangkaian Arus Bolak-Balik. [Online]. Diakses dari:

http://fisikazone.com/rangkaian-arus-bolak-balik/. Pada tanggal 7 November 2016.

Suprianto. (2015). Pengertian Rheostat. [Online]. Diakses dari:

http://blog.unnes.ac.id/antosupri/pengertian-rheostat/. Pada tanggal 7 November 2016.


Lampiran