0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
100 tayangan8 halaman

Asuhan Keperawatan Gangguan Tidur Ibu

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Kasus seorang ibu yang datang dengan keluhan tidak bisa tidur selama 2 tahun dan terakhir 2 bulan hampir tidak bisa tidur sama sekali. 2. Hasil pengkajian menunjukkan gangguan tidur disebabkan oleh hubungan suami istri yang kurang harmonis karena komunikasi yang kurang efektif. 3. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan adalah gangguan pola tidur dan ketidakefe
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
100 tayangan8 halaman

Asuhan Keperawatan Gangguan Tidur Ibu

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Kasus seorang ibu yang datang dengan keluhan tidak bisa tidur selama 2 tahun dan terakhir 2 bulan hampir tidak bisa tidur sama sekali. 2. Hasil pengkajian menunjukkan gangguan tidur disebabkan oleh hubungan suami istri yang kurang harmonis karena komunikasi yang kurang efektif. 3. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan adalah gangguan pola tidur dan ketidakefe
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS

Dosen : Sri Setyowati, S.Kep.,Ns.,M.Kep.

Di susun oleh :
Nama : Agung Mingguantoro
NIM : 04184727
Kelas : D KP VI

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


SURYA GLOBAL YOGYAKARTA

2020/2021
ASUHAN KEPERAWATAN I

A. KASUS
Seorang ibu datang ke tempat praktik keperawatan mandiri dengan keluhan
tidak dapat tidur dan menyatakan ingin mendapatkan terapi dari perawat karena sudah
sangat mengganggunkehidupannya. Perawat tersebut mempersilahkan ibu untuk
duduk dan melakukan pemeriksaan fisik dan wawancara. Hasil pemeriksaan
didapatkan usia 38 tahun, data tekanan darah 100/60 mmhg dan tanda vital lainnya
dalam batas normal, tampak wajah mengantuk, kurang bersemangat. Hasil wawancara
didapatkan ibu sudah 2 tahun ini tidak bisa tidur dengan nyenyak. 2 bulan terakhir
hampir tidak bisa tidur sama sekali tepatnya sejak mengunjungipraktik pengobat
tradisional (batra) yang membuka kancing dari keningnya (walaupun perawat tidak
memahami apa yang diterima oleh klien, sikap yang dilakukan tetap percaya dan
mendengarkan secara seksama). Selanjutnya klien meminta untuk diberi tindakan agar
ia dapat tidur setiap harinnya. Hal ini tidak langsung dilakukan oleh perawat tersebut
karena ada hal yang belum tergali sumber klien tidak dapat tidur hingga 2 tahun,
dengan kondisi tanda vital yang umumnya masih dalam batas normal, menunjukkan
kemungkinan masih dapat tidur. Hal ini mendorong perawat untuk menyepakati
dengan klien untuk berbincang lebih jauh agar mendapatkan sumber penyebab
gangguan tidurnya.
Hasilnya didapatkan klien telah pergi ke psikiater dan mendapatkan obat tidur
selama 2 tahun terakhir dan ia merahasiakan ke setiap pengobat tradisional yang
dikunjungi. Hasil pengkajian juga didapatkan bahwa klien ternyata sudah bebrapa
tahun ini bekerja dan telah mendapatkan fasilitas rumah dan kendaraan roda 4 dari
suaminya, sehingga secara ekonomi udah tercukupi dan puas. Seteleh digali lebih jauh
didapatkan klien dan suami tidak memiliki hobi yang sama, berbincang secukupnya
dan apabila salah satu tidur yang lain menjalankan hobinya di rumah. Pembicaraan ini
menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam dan perawat mendapatkan simpulan bahwa
sumber utama dari masalah tidak bisa tidurnya adalah hubungan dengan suami yang
kurang harmonis karena komunikasi yang kurang efektif, hal ini mengejutkan klien
karena selama ini ia kurang menyadari dan tidak pernah tergali pergi ke pelayanan
kesehatan lainnya. Setelah diperoleh penyebab utama dari diagnosis keperawatan
gangguan tidur tersebut disepakati rencana penyeesaian masalah terkait dengan
komunikasi di keluarga, konseling dan tindakan yang membantu peningkatan keluhan
tidur. Adapun tindakan terapi komplementer yang diberikan untuk membantu klien
dapat tidur disepakati menggunakan relaksasi, massase atau akupresure untuk
memberikan rilex pada tubuh sehingga klien dapat tidur. Selain perawat melakukan
konseling pada klien untuk memperbaiki pola komunikasi suami-istri dengan
mengidentifikasi hambatan komunikasi yang terjadi dan mengintervensi komunikasi
efektif suami-istri.
Kasus ini mennjukkan bahwa, seorang praktisi perawat apabila menggunakan
proses keperawatan dalam memberikan intervensi pada kliennya, dapat memberikan
tindakan yang holistik sehingga penyebab masalah dapat ditemukan dan terapi
komplementer sebagai pelengkap dari intervensi yang dibutuhkan. Perawat tetap
melakukan tahapan yang sesuai dengan proses keperawatan melalui pengkajian,
mendiagnosis, merencanakan, melaksanakan intervensi dan melakukan evaluasi.

B. PENGKAJIAN
- Data Demografi :
Nama : ibu
Usia : 38 tahun
Status : Menikah
- Data Subjektif :
1. Klien mengeluhkan tidak dapat tidur dan menyatakan ingin mendapatkan
terapi dari perawat karena sudah mengganggu kehidupannya
2. Klien mengatakan 2 tahun ini tidak bisa tidur nyenyak dan 2 bulan terakhir
hampir tidak bisa tidur sama sekali.
- Data Objektif :
1. KU : composmentis.
2. Tanda-tanda vital TD: 100/60mmHg dan tanda vital lainnya dalam batas
normal
3. Klien tampak wajah mengantuk, kurang bersemangat
4. Didapatkan hasil wawancara bahwa klien dan suami tidak memiliki hobi yang
sama, berbincang secukupnya dan apabila salah satu tidur yang lain
menjalankan hobinya di rumah
C. ANALISIS DATA
No. Problem Etiologi Sysmtom
1. Gangguan pola tidur Gangguan tidur DO : KU : composmentis.
(Domain 4 Kelas 1; NANDA) karena cara tidur Tanda-tanda vital TD:
Definisi : Interupsi jumlah pasangan tidur 100/60mmHg, dan tanda
waktu dan kualitas tidur akibat vital lainnya dalam batas
faktor eksternal normal

DS : Klien mengeluhkan
tidak dapat tidur dan
menyatakan ingin
mendapatkan terapi dari
perawat

2. Ketidakefektifan hubungan Keterampilan DO : Klien dan suami tidak


(Domain 7 Kelas 3; NANDA) komunikasi tidak memiliki hobi yang sama,
Definisi : Suatu pola kemitraan efektif berbincang secukupnya dan
mutual yang tidak mencukupi apabila salah satu tidur
untuk saling memenuhi yang lain menjalankan
kebutuhan satu sama lain hobinya di rumah,
hubungan dengan suami
kurang harmonis karena
komunikasi yang kurang
efektiv

DS :
D. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Diagnosa prioritas :
1. Gangguan pola tidur berhubungan dengan gangguan tidur karena cara tidur
pasangan tidur ditandai dengan tidak merasa cukup istirahat dan kesulitan
mempertahankan tetap tidur.
2. Ketidakefektifan hubungan berhubungan dengan keterampilan komunikasi tidak
efektiv ditandai dengan komunikasi tidak memuaskan dengan pasangan,
kurangnya respek di antara pasangan.

E. INTERVENSI KEPPERAWATAN
No. Masalah NOC NIC Rasional
Keperawatan
1. Gangguan pola tidur Kelelahan : efek yang Peningkatan tidur 5100 - Mengetahui
berhubungan dengan mengganggu 0008 Observation : kebutuhan jam
gangguan tidur karena Setelah dilakukan monitor/catat pola tidur tidur klien dan
cara tidur pasangan asuhan keperawatan pasien dan jumlah tidur, efek secara fisik
tidur ditandai dengan selama 5x24 jam, catat kondisi fisik dan psikologis
tidak merasa cukup dengan kriteria hasil : (nyeri/ketidaknyamanan) - Menghilangkan
istirahat dan kesulitan - Gangguan dan kondisi psikologis situasi stres dan
mempertahankan tetap hubungan (misalnya ketakutan atau memancing
tidur interpersonal kecemasan) keadaan tidur
dapat teratasi dari yang mengganggu tidur
skala 1 (berat) ke Nursing Treatment:
skala 5 (tidak ada) tentukan pola
tidur/aktivitas klien,
seuaikan lingkungan
(misalnya cahaya,
kebisingan, suhu kasur,
dan tempat tidur), bantu
untuk menghilangkan
situasi stress sebelum
tidur, ajarkan pasien
bagaimana melakukan
relaksasi otot autogenik
atau bentuk non-
farmakologi lainnya
seperti relaksasi, masase,
atau akupresur untuk
memancing tidur
Education : jelaskan
pentingnya tidur yang
cukup terhadap tekanan
psikososial,
Collaboration :
diskusikan dengan
pasien dan keluarga
mengenai teknik untuk
meningkatkan tidur

Terapi relaksasi 6040


Observation :
Nursing treatment :
dorong klien untuk
mengambil posisi yang
nyaman dengan pakaian
longgar dan mata
tertutup, dapatkan
perilaku yang
menunjukkan terjadinya
relaksasi, misalnya
bernafas dalam,
menguap, pernafasan
perut, atau bayangan
yang menenangkan,
minta klien untuk rileks
dan merasakan sensasi
yang terjadi, tunjukkan
dan praktikkan teknik
relaksasi pada klien,
dorong klien untuk
megulangi teknik
relaksasi jika
memungkinkan, berikan
terapi non farmakologi
dapat berupa terapi
pijat/massage
Education : berikan
informasi tertulis
mengenai persiapan dan
keterlibatan di dalam
teknik relaksasi
Collaboration :
2. Ketidakefektifan Ketrampilan interaksi Terapi keluarga 7150 - Mengetahui
hubungan berhubungan sosial 1502 Observation :gunakan penyebab
dengan keterampilan Setelah dilakukan riwayat keluarga untuk permasalahan
komunikasi tidak asuhan keperawatan mendukung diskusi dari hubungan
efektiv ditandai dengan selama 5x24 jam, keluarga, identifikasi keluarga tidak
komunikasi tidak perilaku interpersonal bagaimana keluarga harmonis
memuaskan dengan pasien meningkat menyelesaikan masalah, - Menjalin
pasangan, kurangnya dengan kriteria hasil : identifikasi gangguan komunikasi
respek di antara - Menunujukkan khusus terkait dengan yang baik
pasangan. perhatian dari harapan peran dengan
skala 1 (tidak Nursing treatment : anggota
pernah tentukan pola keluarga
menunjukkan) ke komunikasi keluarga,
skala 5 (secara bantu anggota keluarga
konsisten memprioritaskan dan
menunjukkan) menyeleksi masalah yan
- Menunjukkan paling diprioritaskan
perhatian dari Education : berikan
skala 1 (tidak pendidikan dan
pernah informasi
menunjukkan) ke Collaboration : libatkan
skala 5 (secara selalu anggota keluarga
konsisten dalam menjalin
menunjukkan) komunikasi
- Menggunakan
kompromi yang
tepat dari skala 1
(tidak pernah
menunjukkan) ke
skala 5 (secara
konsisten
menunjukkan)

Anda mungkin juga menyukai