0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan2 halaman

Bioremediasi: Solusi Pencemaran Lingkungan

1. Bioremediasi dapat digunakan untuk menangani berbagai jenis pencemaran tanah dan air dengan mempertimbangkan jenis kontaminan, lokasi, konsentrasi, dan dampaknya. Metode ini mengubah zat berbahaya menjadi senyawa yang tidak berbahaya menggunakan mikroorganisme.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan2 halaman

Bioremediasi: Solusi Pencemaran Lingkungan

1. Bioremediasi dapat digunakan untuk menangani berbagai jenis pencemaran tanah dan air dengan mempertimbangkan jenis kontaminan, lokasi, konsentrasi, dan dampaknya. Metode ini mengubah zat berbahaya menjadi senyawa yang tidak berbahaya menggunakan mikroorganisme.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Ketika menghadapi kasus pencemaran hal yang harus dipertimbangkan yaitu jenis
pencemaran, lokasi, konsentrasi kontaminan, dampak lingkungan.
● Pencemaran dapat berupa bahan kimia, minyak, atau zat-zat organik lainnya.
Bioremediasi dapat efektif dalam mengurangi kontaminan pestisida di tanah, yang
merupakan salah satu jenis pencemaran yang umum terjadi di lahan pertanian.
● Lokasi pencemaran sangat penting. Bioremediasi dapat dilakukan di tanah, air, atau
tempat lain, tergantung pada jenis kontaminan dan kondisi lingkungan. Misalnya,
bioremediasi pada tanah dapat dilakukan secara langsung di lapangan, laboratorium,
atau dapat digabungkan dengan metode kimia dan fisika.
● Konsentrasi kontaminan juga menjadi faktor penting. Misalnya, dalam kasus
pencemaran tanah oleh pestisida, konsentrasi residu pestisida yang tinggi dapat
menjadi tantangan dalam proses bioremediasi. Namun, dengan penggunaan
mikroorganisme yang tepat dan kondisi lingkungan yang optimal, bioremediasi dapat
mengurangi konsentrasi kontaminan.
● Dampak pencemaran terhadap ekosistem dan kesehatan manusia juga harus
dipertimbangkan. Bioremediasi dapat mengurangi dampak negatif dari pencemaran
dengan mengubah senyawa berbahaya menjadi senyawa yang tidak berbahaya, seperti
karbon dioksida, air, dan sel biomassa. Hal ini membuat bioremediasi menjadi pilihan
yang ramah lingkungan dan efisien dalam mengatasi masalah pencemaran.

2. macam- macam bioremediasi:


a. ex situ:
● biopile
● winddraw
● Bioreaktor
● land farming
b. In Situ
● bioventing
● bioslurping
● biosparging
● fitoremediasi
3. Penanganan limbah cair, khususnya yang terkontaminasi dengan logam berat atau polutan
lainnya.
● Fitoremediasi
Fitoremediasi adalah teknik rehabilitasi yang menggunakan tumbuhan untuk mengekstrak dan
merombak bahan pencemar yang ada dalam dan/atau permukaan tanah. Teknik ini melibatkan
penggunaan tumbuhan seperti pohon, rumput-rumputan, dan tumbuhan air untuk menyerap
dan merombak kontaminan. Fitoremediasi merupakan metode yang sangat sederhana, relatif
murah, efektif, dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Beberapa jenis
tanaman telah diketahui memiliki potensi sebagai fitoremediator karena kemampuannya dalam
menyerap kontaminan. Pendekatan fitoremediasi mencakup fitoremediasi, fitodegradation
direct, rhizofiltrasi, dan kolam rawa buatan yang melibatkan interaksi mikroorganisme dalam
proses rhizoremediassi.
● Remediasi Mikroba
Remediasi mikroba melibatkan penggunaan mikroorganisme, baik bakteri maupun fungi, untuk
menyerap dan merombak polutan dari lingkungan. Teknik ini memanfaatkan kemampuan
mikroorganisme dalam memecah polutan organik atau mengubah kontaminan eksternal
menjadi bentuk yang lebih sederhana melalui enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme.
Remediasi mikroba juga dapat melibatkan teknik seperti fitovolatilisasi, di mana tanaman
mengambil dan mengubah polutan menjadi bentuk gas, memudahkan penghilangan dari
lingkungan.
4. limbah B3 dapat diartikan sebagai suatu buangan atau limbah yang sifat dan konsentrasinya
mengandung zat yang beracun dan berbahaya sehingga secara langsung maupun tidak
langsung dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, dan mengancam kelangsungan
hidup manusia serta organisme lainya.
karakteristik limbah b3:
● mudah meledak
● Beracun/ moderaterly toxic
● Mudah menyala / flammable
● berbahaya/ harmful
● Korosif
● bersifat iritasi
● berbahaya bagi lingkungan
● Karsinogenik
5. H2S (hidrogen sulfida) adalah senyawa nuklir yang berasal dari proses anaerobik dalam
pengolahan limbah, khususnya dalam proses anaerobik tingkat padat tinggi (High Solid
Anaerobic Digestion, HSAD).
Karakteristik H2S:
1. Sangat beracun dan mematikan
2. Tidak Berwarna
3. Lebih Berat Dari udara sehingga cendrung berkumpul dan diam pada daerah yang rendah
4. mudah terbakar dan beracun
5. Sangat Korosif mengakibatkan berkarat pada logam tertentu

Anda mungkin juga menyukai