Anda di halaman 1dari 9

TUGAS 1

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK / MKDK4002

WULAN TRIANI
NIM: 859906813

Prodi: PGSD
UPBJJ : BANDAR LAMPUNG

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Terbuka

2022.2
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat-Nya dan
karunia-Nya saya dapat menyelesaikan tugas ini pada tepat waktunya. Pada
kesempatan kali ini,

saya mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen perkembangan


peserta didik yang telah membimbing saya untuk menyelesaikan tugas ini. Selain
itu, saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah
membantu saya dalam menyelesaikan makalah singkat ini.

Penulis menyadari bahwa dalam menulis tugas ini masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun diharapkan dapat
membuat tugas ini menjadi lebih baik serta bermanfaat bagi penulis dan pembaca.
PEMBAHASAN
Dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), apakah seorang guru
perlu mempertimbangkan tahapan perkembangan peserta didik di kelas yang ia
ampu? Mengapa demikian?

Jawab
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana pembelajaran yang
dibuat oleh guru untuk mempermudah pembelajaran, dan ini sangat berguna
agar para guru bisa memfokuskan materi apa saja yang harus di berikan kepada
siswa. Dalam hal membuat rpp para guru harus mengerti karakter para siswanya
agar bisa membuat rpp yang tepat dengan tingkat pemahaman siswanya.
A. Prinsip-prinsip RPP
prinsip-prinsip RPP yang di kemukakan oleh Nanang Hanafiah dan Cucu
Suhana (2012 hlm:122) yaitu:
Memperhatikan perbedaan individu peserta didik.
RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin,
kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, latar
belakang budaya, norma, nilai dan lingkungan peserta didik.
Mendorong partisipasi aktif peserta didik.
Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik
untuk mendorong motivasi, minat, aktivitas, inisiatif, inspiratif,
kemandirian semangat belajar.
Mengembangkan membaca dan menulis proses pembelajran
dirancang
untuk mengembangkan kegemaran membaca, dan berkreasi dalam
beragam bentuk tulisan.
Memberikan umpan balik dan tindak lanjut. RPP memuat rancangan
program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan,
dan remedi.
Keterkaitan dan keterpaduan.
RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan
antara SK, KD, materi pembelajaran kegiatan pembelajaran,
indikator pencapaian kompetensi, penilaian dan sumber belajar
dalam suatu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan
mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata
pelajaran, lintas aspek belajar dan keragaman budaya.
Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi.
RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi
informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif
sesuai dengan situasi dan kondisi. Sebagaimana dalam
permendikbud No 22(2016)
adalah prinsip penyusunan RPP dalam menyusun RPP hendaknya
memperhatikankan prinsip-prinsip sebagai berikut:
Perbedaan individual peserta didik anatar lain kemampuan awal
tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi, belajar
kemampuan sosial, gaya belajar, kebtuhan kecepatan belajar,
latar belakang budaya, norma, nilai dan lingkungan peserta
didik.
artisipasi aktif peserta didik.
Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar
motivasi, minat, kreatifitas, inisiatif inovatif, dan kemandirian.
Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang
untuk mengembangkan kegemaran membaca dan menulis,
pemahaman keberagaman bacaan dan berekspresi dalam
berbagai bentuk tulisan.
Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan
program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan,
dan remedi.
Penekanan pada keterkaitan antara KD, materi pembelajaran,
kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi,
penilaian dan sumber belajar dalam satu keutuhan dalam satu
pembelajaran.
Penerapan tekhnologi informasi dan komunikasi secara integrasi,
sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi kondisi. Sedangkan
menurut Niron (2009, hlm:12) RPP sangat dipengaruhi oleh

beberapa prinsip pembelajaran, yaitu:

Perencanaan pembelajaran harus berdasarkan kondisi peserta


didik
Perencanaan pembelajaran harus berdasarkan kuikulum yang
berlaku
Perencanaan pembelajaran harus memperhitungkan waktu
yang tersedia
Perencanaan pembelajaran harus merupakan urutan kegiatan
 pembelajaran yang sistematis
Perencanaan pembelajaran bila perlu dilengkapi dengan
lembaranerja/tugas dan atau lembar observasi
 Perencanaan pembelajaran harus bersifat fleksibel
Perencanaan pembelajaran harus berdasarkan pada
pendekatan sistem yang mengutamakan keterpaduan
antara tujuan/kompetensi, materi, kegiatan belajar dan
evaluasi.
Sedangkan menurut Kosasih (2014, hlm 144-145) prinsip
pengembangan penyusunan RPP sebagai berikut:
Disusun berdasarkan kurikulum atau silabus yang telah disusun
di tingkat nasuional, oleh karena itu setiap RPP harus
memilki kejelasan rujukan KI/KD-nya setiap KD (KI-3/KI-4)
dikembangkan ke dalam satu RPP yang di dalamnya
 mencakup satu ataupun beberapa pertemuan.
Menyesuaikan dalam pengembanganya dalam kondisi di sekolah
dan karakteristik para siswanya, oleh karena itu, RPP
idealnya berlaku untuk perkelas dengan asumsi bahwa para
siswa di setiap kelas memilki karakteristiknya yang berbeda-
 beda
Mendorong partisipasi aktif siswa, oleh karena itu di dalam
pembelajaranya, siswa selalu berperan sebagai pusat belajar,
yakni dengan mengembangkanya motivasi, minat, rasa ingin
tahu, kreativitas, inisiatif, inspiratif, kemandirian, semangat
belajar, serta keterampilan dan kebiasaan belajar, dengan
pendekatan saintifik yang dikembangkan dalam kurikulum
2013, hal tersebut sudah bisa terakomodasi.

Mengembangkan kegemaran siswa dalam membaca beragam
referensi (sumber belajar) sehingga siswa terbiasa dalam
berpendapat dengan rujukan yang jelas, hal itu tercermin
didalam langkah-langkah pembelajaran di dalam RPP.
Adapun peran guru adalah memberikan fasilitas belajar
untuk mendorong kearah itu, misalnya dengan selalu
menyediakan referensi-referensi yang sesuai dengan KD,
guru mendorong siswa untuk selalu menggunakan
perpustakaan sekolah, internet dan beragam sumber serta
media belajar lainya dalam memperdaya wawasan dan
 pengetahuan mereka
Memberikan banyak peluang kepada siswa untuk berekspresi
dalam berbagai bentuk tulisan, lisan, dan dalam bentuk
karya-karya lainya. Diharapkan setiap proses pembelajaran,
para siswa dapat menghasilkan suatu produk yang
bermanfaat, setiap wujud penghargaan atas minat dan
kreativitas, mereka berkenaan dengan KD yang sedang
dipelajari.
Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, antara lain
dengan menghadirkan beragam media dan sarana belajar
yang menumbuhkan minat atau motivasi belajar siswa,
termasuk dengan metode belajar
Memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara komponen
pembelajaran yang satu dengan komponen
pembelajaran yang lainya sehingga bisa memberikan
keutuhan pengalaman belajar kepada para siswa, keutuhan
pengalaman belajar kepada para siswa, keutuhan
pengalaman jika memungkinkan juga terjadi korelasi antara
mata pelajaran, dengan demikian, penyusunan RPP dalam
satu mata pelajaran tertentu harus pula memperhatikan
pengalaman belajar siswa yang diperoleh dari pelajaran
lainya,

Berdasarkan ketiga teori diatas dapat disimpulkan bahwa bahwa prinsip


prinsip RPP adalah:

Perbedaan individu peserta didik.


Partisipasi aktif peserta didik.
Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP.
Keterkaitan dan keterpaduan.
Penerapan teknologi informasi dan komunikasi

Karakterristik RPP
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terdapat karakteristik RPP
sebagaimana dijelaskan oleh Jamil Suprihatiningrum (2018, hlm:114)
karakteristik rencana pelaksanaan dijabarkan dari silabus untuk
mengarahkan kegiatan belajar siswa dalam upaya dalam mencapai KD.
Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara
lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara aktif,
insfiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi serta
memberikan ruang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian
sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis
siswa.
Sebagaimana dalam permendikbud No 22 tahun 2016, karakteristik
Rencana Pelaksanan Pembelajaran dijabarkan dari silabus untuk
mengarahkan kegiatan belajar siswa dalam upaya mencapai KD. Setiap
guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP harus
sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif didalam
kelas, dan menyenangkan siswa dalam proses pembelajaran di
kelas.Terdapat beberapa karakteristik dari sebuah RPP yang baik
sehingga dapat digunakan oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran
untuk dijadikann sebuah pedoman agar pembelajaran sesuai dengan
harapan, begitu juga menurut kokom komalasari ( 2011, hlm 197)
diantaranya:

 RPP harus memenuhi komponen dan struktur minimal sebagai berkut:


materi ajar, metode pembelajara, langkah-langkah pembelajaran,
sumber dan penialaian hasil belajar.
Komponen-komponen RPP saling berhubungan dalam menunjang
pencapaian indikator kompetensin dasar.
RPP penyajian cakupan, tingkatan, kedalaman, tingkat kesukaran dan
urutan materi yang sesuai dengan tingkatan perkembangan peserta
 didik.
RPP menyajikan metode dan langkah-langkah pembelajaran yang aktif,
kreatif, efektif dan menyenangkan .
RPP menyajikan penialain hasil belajar yang beragam aspek dan teknik
penilaian.
RPP menyajikan sumber belajar yang beragam dan mudah diperoleh.
Keseluruhan komponen RPP dapat digunakan guru atau disesuaikan
dengan perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.

Berdasarkan teori diatas dapat disimpulkan bahwa k Rencana


Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan suatu proses dalam
pembelajaran yang sesuai dengan standar kompetensi kelulusan,
sasaran pembelajaran mencakup pengembangan ranah sikap,
pengetahuan, ketarampilan yang dielaborasi untuksetiap satuan
pendidikan, yang disesuaikan dengan penjadwalan disatuan pendidikan.

C. Berikan alasan mengapa Anda sebagai seorang guru harus memahami


tingkat perkembangan dan pertumbuhan siswa?
Jawab :
Terdapat 4 alasan seorang guru harus mempelajari pertumbuhan dan
perkembangan siswa. Berikut ini penjelasannya satu persatu.
Alasan pertama guru harus mempelajari pertumbuhan dan perkembangan siswa

Pertama, kita akan mempunyai ekspektasi/harapan yang nyata


tentang anak dan remaja. Dari psikologi perkembangan akan
diketahui pada umur berapa anak mulai berbicara dan mulai
mampu berpikir abstrak. Hal-hal itu merupakan gambaran
umum yang terjadi pada keban yakan anak, di samping itu akan
diketahui pula pada umur berapa anak tertentu akan
memperoleh ketrampilan perilaku dan emosi khusus.

Alasan kedua guru harus mempelajari pertumbuhan dan


perkembangan siswa
Pengetahuan tentang psikologi perkembangan anak membantu kita
untuk merespon sebagaimana mestinya pada perilaku tertentu dari
seorang anak.Bila seorang anak TK tidak mau sekolah lagi karena
diganggu temannya apakah dibiarkan saja? Psikologi perkembangan
akan membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dan
menunjukkan sumber-sumber jawaban serta pola-pola anak
mengenai pikiran, perasaan dan perilakunya.

2. Alasan ketiga guru harus mempelajari pertumbuhan dan


perkembangan siswa
Pengetahuan tentang perkembangan anak, akan membantu
mengenali berbagai penyimpangan dari perkemabangan yang
normal. Bila anak umur dua tahun belum berceloteh (banyak bicara)
apakah dokter dan guru harus menghawatirkannya? Bagaimana bila
hal itu terjadi pada anak umur tiga tahun atau empat tahun? Apa
yang perlu dilakukan bila remaja umur lima belas tahun tidak mau
lagi sekolah karena keinginannya yang berlebihan yaitu ingin
melakukan sesuatu yang menunjukkan sikap “jagoan”?. Jawaban
akan lebih mudah diperoleh apabila kita mengetahui apa yang
biasanya terjadi pada anak atau remaja.
Alasan keempat guru harus mempelajari pertumbuhan dan
perkembangan siswa
Keempat, dengan mempelajari perkembangan anak akan
membantu memahami diri sendiri. Psikologi perkembangan akan
secara terbuka mengungkap proses pertumbuhan psikologi, proses-
proses yang akan dialami pada kehidupan sehari-hari. Yang lebih
penting lagi, pengetahuan

Seorang guru harus menguasai karakteristik peserta didik karena


guru merupakan contoh teladan kepada anak-anak dan remaja.
Guru merupakan pendidik formal, karena latar belakang pendidikan,
kepercayaan masyarakat kepadanya serta pengangkatannya sebagai
pendidik. Sedangkan pendidik lainnya disebut pendidik informal.
Guru harus menguasai karakteristik setiap individu peserta didik
supaya dapat memahami keseluruhan kepribadiannya dengan
segala latar belakang dan interaksi dengan lingkungannya.
DAFTAR PUSTAKA/REFERENSI
http://repository.unpas.ac.id/39269/7/BAB%20II%20PDF%20NURYAMAH.pdf .
https://www.muttaqin.id/2017/11/alasan-guru-harus-mempelajari-
pertumbuhan-siswa.html

Referensi: National Research Council. (2001). How People Learn: Brain, Mind,

Experience, and School. Washington, DC: National Academy Press..

Lampung , 24 April 2024

Wulan Triani

Anda mungkin juga menyukai