K E PA N I T E R A A N K L I N I K D E PA RT E M E N
OBSTETRIC AND GYNECOLOGY
R U M A H S A K I T T E N TA R A D R . S O E D J O N
OMAGELANG
PPK
PERDARAHAN UTERUS
ABNORMAL
Pembimbing : dr. Anton Tri Prasetyo , SpOG
PERDARAHAN UTERUS ABNORMAL
Merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan semua kelainan haid
baik dalam hal jumlah maupun lamanya. Manifestasi ya dapat berupa
pendarahaklinisn d yang memanjang
n dalam jumlah yang banyak atau sedikit, dan hai
(cons atau tidak beraturan. rasepsi, 2013)
2013
Perdarahan uterus abnormal (PUA) didefinisikan sebagai perdarahan dari korpus
uteri dengan volume, frekuensi, regularitas, dan/atau durasi yang abnormal.
PUA disebut kronis apabila berlangsung lebih dari 6 bulan.
(American Journal of Obstetrics & Gynecology. 2010)
2010
When is bleeding abnormal?
• Bleeding in any of the following situations is considered abnormal uterine
bleeding:
• Bleeding or spotting between periods
• Bleeding or spotting after sex
• Heavy bleeding during your period
• Menstrual cycles that are longer than 38 days or shorter than 24 days
• “Irregular” periods in which cycle length varies by more than 7–9 days
• Bleeding after menopause
2017
EPIDEMIOLOGI
PUA merupakan kondisi yang sering didapatkan pada 15-45% wanita usia reproduktif dan
memiliki dampak yang signifikan pada kualitas hidup, fisik, sosial, emosional, dan material.
Pada awal usia remaja, 75% remaja mengalami keluhan PUA. Perdarahan haid berat
(heavy menstrual bleeding; HMB) serta perdarahan haid berat dan memanjang (heavy and
prolonged menstrual bleeding; HPMB) ialah istilah yang lebih dipilih untuk perdarahan haid
berlebihan
Remaja : WHO : 10 – 19 tahun
Departemen kesehatan RI : Remaja awal = 12 – 16 tahun
Remaja akhir = 17 – 25 tahun
Jurnal Biomedik (JBM), Volume 8, Nomor 3, November 2016,
hlm 135-142
KLASIFIKASI
Berdasarkan Jenis Perdarahan :
2013
Berdasarkan penyebab perdarahan :
Federation of International Gynecology and Obstetrics (FIGO) telah
mengklasifikasikan etiologi PUA menjadi 9 kategori utama yang disingkat menjadi
PALM-COEIN
2016
PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan fisik umum
• Vital sign, BMI, anemis. 2,3
Pemeriksaan ginekologis
• Inspeksi: vulva, vagina, serviks, anus, uretra tampak normal
• Pemeriksaan bimanual: struktur uterus dan adneksa tampak normal
• Pemeriksaan rektal jika terdapat perdarahan yang dicurigai dari rektum.2,3
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan laboratorium
• Pemeriksaan serum B-HCG jika terdapat kemungkinan kehamilan
• Pemeriksaan darah lengkap jika terdapat riwayat PMB
• Pemeriksaan profil besi tidak rutin dilakukan jika darah lengkap normal
• Pemeriksaan profil tiroid hanya jika terdapat sugestif gejala penyakit tiroid saja
Ultrasonografi (USG)
USG transvaginal merupakan modalitas pencitraan lini pertama pada kasus
perdarahan uterus abnormal. Penilaian struktur dan kelainan anatomi baik
endometrium maupun uterus dapat diperlihatkan dengan baik melaui pemeriksaan
ini.
2013
Biopsi
Biopsi endometrium perlu dipertimbangkan pada wanita usia > 40 tahun
dimana perdarahan tidak respon dengan terapi medikamentosa, begitu pula pada
wanita yang lebih muda dengan faktor risiko kanker endometrium
2013
What tests may be needed to diagnose abnormal bleeding?
Based on your symptoms and your age, other tests may be needed. Some of these tests
can be done in your ob-gyn’s office. Others may be done at a hospital or surgical center:
• Ultrasound exam—Sound waves are used to make a picture of the pelvic organs.
• Hysteroscopy—A thin, lighted scope is inserted through the vagina and the opening of
the cervix. It allows your ob-gyn or other health care professional to see the inside of
the uterus.
• Endometrial biopsy—A sample of the endometrium is removed and looked at under a
microscope.
• Sonohysterography—Fluid is placed in the uterus through a thin tube while ultrasound
images are made of the inside of the uterus.
• Magnetic resonance imaging (MRI)—An MRI exam uses a strong magnetic field and
sound waves to create images of the internal organs.
• Computed tomography (CT)—This X-ray procedure shows internal organs and
structures in cross section.
2017
DIAGNOSIS
• Terdapat 1 kelainan diantara 4 parameter menstruasi meliputi: frekuensi (24-38
hari), durasi (4.5-8 hari), volume (5-80 ml/bulan), dan regularitas (variasi < 21
hari dalam 12 bulan terakhir)1,4
• Didapatkan bukti bahwa tidak ada kelainan struktural pada sistem reproduksi
wanita, didalam konteks fungsi ovulasi normal yang diperlihatkan oleh
menstruasi siklik dan terprediksi1,4
MANAGEMENT
Medikamentosa
Obat non-hormonal seperti obat anti inflamasi steroid (OAINS) dan antifibrinolitik dapat
digunakan secara efektif untuk mengobati PUA oleh karena faktor endometrium
OAINS seperti asam mefenamat dan naproxen merupakan rekomendasi utama diberikan 1
hari sebelum haid sampai dengan 5 hari setelah haid selesai.
Antifibrinolitik seperti asam traneksamat dapat diberikan 1gram/ 6 jam/ oral, atau 4 gram
dosis tunggal. Pada kasus akut bisa diberikan secara intra vena dengan dosis 10 mg/kgBB
tiap 6 jam.
Pil kontrasepsi kombinasi, injeksi progestin, dan alat kontrasepsi dalam rahim yang
mengandung levonorgestrel dapat secara signifikan menurunkan perdarahan menstruasi
dan perlu diberikan pada wanita yang menginginkan kontrasepsi efektif
2013
Operatif
Indikasi tindakan operatif pada wanita dengan PUA secara umum adalah:
• Gagal respon pada pengobatan medikamentosa
• Kontraindikasi terhadap pengobatan medikamentosa
• Anemia berat
• Berdampak pada kualitas hidup
Tindakan operatif sesuai dengan penyebab dari PUA seperti: dilatasi dan kuretase,
ablasi endometrial, myomektomi, dan histerektomi jika bersamaan dengan kondisi
poin 2
2013
PROGNOSIS
• Ad vitam: bonam
• Ad functionam: bonam
• Ad sanationam: bonam
TERIMA KASIH