0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
55 tayangan6 halaman

Kecerdasan Ganda dalam Pembelajaran

Makalah ini membahas tentang teori kecerdasan jamak menurut Howard Gardner yang menyatakan bahwa kecerdasan manusia tidak hanya terdiri dari kecerdasan intelektual dan bahasa tetapi juga terdiri dari berbagai jenis kecerdasan seperti kecerdasan musikal, kinestetik, interpersonal dan intrapersonal. Makalah ini juga membahas penerapan teori kecerdasan jamak dalam pendidikan.

Diunggah oleh

Galang Dharmawan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
55 tayangan6 halaman

Kecerdasan Ganda dalam Pembelajaran

Makalah ini membahas tentang teori kecerdasan jamak menurut Howard Gardner yang menyatakan bahwa kecerdasan manusia tidak hanya terdiri dari kecerdasan intelektual dan bahasa tetapi juga terdiri dari berbagai jenis kecerdasan seperti kecerdasan musikal, kinestetik, interpersonal dan intrapersonal. Makalah ini juga membahas penerapan teori kecerdasan jamak dalam pendidikan.

Diunggah oleh

Galang Dharmawan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KARYA TULIS ILMIAH

“KECERDASAN JAMAK PADA MANUSIA”

TUGAS BAHASA INDONESIA

Disusun oleh:

Nama: Galang Dharmawan


Kelas: XI F2
No. Abs: 11

SMA NEGERI 1 GEBOG


Jl. PR Sukun Gebog Kudus Kode Pos 59354
2024

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala rahmat-Nya makalah in dapat
tersusun hingga selesai. Tidak lupa penulis juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dari pihak yang telah
berkontribusi dengan memberikan sumbangsih baik dalam bentuk materi maupun pikiran.

Harapan penulis, semoga karya ilmiah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca
agar di lain kesempatan dapat memperbaiki makalah ini agar menjadi lebih baik lagi. Karena keterbatasan
pengetahuan maupun pengalaman penulis, penulis yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini.

Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca untuk perbaikan
makalah ini.

Kudus, 4 Juni 2024

Penulis

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
1.4 Manfaat Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kecerdasan


2.2 Jenis-jenis Kecerdasan
2.3 Penerapan Teori Kecerdasan Jamak dalam Pendidikan
2.4 Kecerdasan Ganda dan Perubahan Paradigmatik Pembelajaran
2.5 Keunggulan dan Kelemahan Kecerdasan Jamak

BAB III PENUTUP


3.1 Simpulan
3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Manusia diciptakan unik. Inilah yang sejak lama dalam ilmu pendidikan dikenal dengan konsep
perbedaan individual. Oleh karena itu, sistem klasikal sebenarnya tidak sesuai dengan konsep
perbedaan individual karena sistem klasikal menganggap semua siswa yang ada dalam suatu kelas
dipandang homogen.

Kondisi in lebih diperparah lag dengan penggunaan metode ceramah dalam proses belajar mengajar.
Adanya metode ceramah, materi yang diajarkan sama, prasyarat kemampuan yang dimiliki siswa
dianggap sama, tugas-tugas yang diberikan Kepada siswa juga sama, dan media dan alat peraga yang
digunakan juga sama.

Akhirnya, hasil akhir pengetahuan, sikap, dan keterampilan atau yang disebut sebagai tujuan
instruksional yang diharapkan juga sama, Bahkan tes hasil belajar yang digunakan untuk mengukur
kompetensi siswa juga sama. Itulah karakteristik sistem klasikal dalam proses pembelajaran.
Pelaksanaan sistem itulah yang kemudian memperoleh kritik dari banyak pakar yang berpihak kepada
sistem pendidikan individual, Salah satunya adalah Howard Gardner, seorang profesor ilmu saraf
(neurology), dari Universitas Harvard pada tahun 1984 (Suparlan, 2004:1 98).

Kontribusi Gardner yang sangat besar dalam ilmu pendidikan dan ilmu pengetahuan pada umumnya
adalah teori tentang kecerdasan ganda, sebagaimana tertuang dalam bukunya bertajuk Frame of Mind:
The Theory of Multiple Intelligence yang menyebutkan tujuh tipe kecerdasan manusia, yakni sebagai
berikut.

1. Linguistic intelligence atau kecerdasan linguistik (bahasa).


2. Musical intelligence atau kecerdasan musikal
3. Logical-mathematical intelligence tau kecerdasan
4. Visual/spatial intelligence atau kecerdasan visual/spasial
5. Body/kinesthetic intelligence atau kecerdasan
6. Ragawi/kinestetik
7. Intrapersonal intelligence atau kecerdasan intrapersonal

Metode pembelajaran Multiple intelligences merupakan salah satu metode alternatif untuk
mencairkan kebuntuan proses pembelajaran baik di sektor formal maupun informal. Multiple

1
Intelligences pada awalnya merupakan Kerangka berpikir sebagai pengembangan dari konsep
kecerdasan IQ (Intelligence Quotient).

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa pengertian kecerdasan jarak?


2. Apa saja macam-macam kecerdasan jamak tersebut?
3. Bagaimana penerapan teori kecerdasan jamak dalam pendidikan?
4. Apa saja keunggulan dan kelemahan kecerdasan jamak?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Agar mengetahui pengertian kecerdasan.


2. Mengetahui Macam-macam kecerdasan.
3. Mengetahui penerapan multi kecerdasan dalam pembelajaran.

1.4 Manfaat Penulisan

1. Menambah pengetahuan dan wawasan pembaca tentang kecerdasan jamak yang dimiliki
manusia.
2. Menambah pengetahuan dan wawasan pembaca tentang kecerdasan musik manusia.
3. Mengetahui aplikasi kecerdasan jamak dalam bidang pendidikan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kecerdasan

Kecerdasan manusia adalah kemampuan individu untuk belajar, memahami, berpikir abstrak,
menyelesaikan masalah, dan beradaptasi dengan lingkungan baru secara efektif.

2.2 Jenis-jenis Kecerdasan

Terdapat beberapa teori yang mengidentifikasi jenis-jenis kecerdasan, namun salah satu yang paling
terkenal adalah teori Howard Gardner tentang Multiple Intelligences. Menurut teori ini, beberapa jenis
kecerdasan meliputi kecerdasan verbal-linguistik, logika-matematis, visual-ruang, interpersonal,
intrapersonal, musikal, kinestetik, dan naturalis.

2.3 Penerapan Teori Kecerdasan Jamak dalam Pendidikan

1. Pengajaran yang Beragam: Guru dapat menggunakan berbagai metode pengajaran yang
memanfaatkan berbagai jenis kecerdasan, seperti cerita untuk kecerdasan verbal-linguistik,
permainan matematika untuk kecerdasan logika-matematis, atau proyek seni untuk
kecerdasan visual-ruang.
2. Evaluasi yang Komprehensif: Menggunakan beragam bentuk evaluasi seperti tes tulisan,
proyek seni, atau peran dalam kelompok untuk memastikan bahwa siswa memiliki
kesempatan untuk mengekspresikan kecerdasan mereka secara beragam.
3. Kolaborasi antar Siswa: Mendorong kolaborasi antar siswa dalam pembelajaran berbasis
proyek atau diskusi kelompok dapat membantu memanfaatkan kecerdasan interpersonal dan
intrapersonal.

2
4. Pengembangan Kurikulum yang Inklusif: Mendesain kurikulum yang memperhitungkan
berbagai jenis kecerdasan untuk memastikan bahwa setiap siswa memiliki kesempatan untuk
berkembang sesuai dengan potensinya.
5. Pengakuan atas Beragam Bakat: Menghargai dan mengakui bakat serta kecerdasan yang
berbeda-beda dalam lingkungan kelas dapat meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi
siswa.

2.4 Kecerdasan Ganda dan Perubahan Paradigmatik Pembelajaran

Teori kecerdasan majemuk Howard Gardner memainkan peran kunci dalam mempercepat perubahan
paradigmatik menuju pendekatan pembelajaran yang lebih beragam, inklusif, dan memperhatikan
kebutuhan individual setiap siswa.

2.5 Kelemahan dan Keunggulan Kecerdasan Jamak

KEUNGGULAN

1. Inklusif: Teori kecerdasan majemuk memandang kecerdasan sebagai sesuatu yang lebih dari
sekadar kecerdasan verbal atau logika-matematis.
2. Menghargai Kekuatan Individual: Dengan mengakui berbagai jenis kecerdasan, teori ini
membantu menghargai kekuatan individu yang mungkin tidak tercermin dalam tes standar
atau pendekatan pembelajaran tradisional.
3. Menyediakan Pendekatan Pendidikan yang Lebih Bermakna: Dengan memperluas
konsep kecerdasan, teori ini membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih
bermakna dan memotivasi bagi semua siswa, memungkinkan mereka untuk mengeksplorasi
dan mengembangkan potensi penuh mereka.

KEKURANGAN

1. Subjektivitas dalam Identifikasi Kecerdasan: Proses identifikasi kecerdasan dalam teori ini
cenderung subjektif, tergantung pada pengamatan dan penilaian individu.
2. Kurangnya Konsistensi dalam Pengukuran: Tidak ada metode pengukuran yang konsisten
atau terstandarisasi untuk mengukur kecerdasan berdasarkan teori ini.
3. Tidak Memberikan Solusi Langsung untuk Pendidikan: Meskipun teori ini menyoroti
pentingnya keberagaman dan inklusi dalam pendidikan, tidak memberikan panduan atau
strategi konkret untuk menerapkan konsep tersebut dalam praktek pendidikan sehari-hari.

BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan

Teori Multiple Intelligences tidak saja dapat diukur oleh kemampuan matematika, logika, dan bahasa
sebagaimana konsep kecerdasan klasik, melainkan setidaknya ada delapan kecerdasan manusia yang
dapat dikembangkan, Ke delapan jenis kecerdasan tersebut adalah kecerdasan linguistik, kecerdasan
matematis-logis, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan musik, kecerdasan
interpersonal, kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan naturalis.

3.2 Saran

Penyusun menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat kesalahan dan jauh dan kesempurnaan.
Penyusun akan memperbaiki makalah ini dengan berpedoman pada banyak sumber yang dapat
dipertanggungjawabkan. Maka dari itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran mengenai penyajian
makalah ini.

3
DAFTAR PUSTAKA

Armstrong, T. 2002. Sekolah Para juara: Menerapkan Multiple Intelligences di Dunia Pendidikan,
Bandung: Kaifa.

Budiningsih, C. Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Campbell, L, et al. 1996. Teaching and Learning through Multiple intelligences, Massachusetts: Allyn
and Bacon.

Dalton, J. 1990. Creative Thinking and Cooperative Talk in Small Group, Australia: Thomas Nelson.

Dryden,G.S. 1999. Revolusi Cara Belajar: Keajaiban Pikiran. Bandung: Kaifa,

Fadli. 2010. Teori Kecerdasan Ganda.

4
5

Anda mungkin juga menyukai