0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan27 halaman

Uji Batas Cair dan Plastisitas Tanah

Diunggah oleh

Ahmad Arif
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan27 halaman

Uji Batas Cair dan Plastisitas Tanah

Diunggah oleh

Ahmad Arif
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

BAB V
ATTERBERG LIMIT
(LIQUID LIMIT TEST)
SNI 1966-2008

5.1 Pendahuluan
Atterberg (1911) (dalam Hardiyatmo, 1999), memberikan cara untuk
menggambarkan batas konsistensi dari tanah berbutir halus dengan mempertimbangkan
kandungan kadar airnya. Batas batas tersebut adalah batas cair (liquid limit), batas plastis
(plastic limit), dan batas susut (shrinkage limit).
Menurut Atterberg (1911) (dalam Hardiyatmo, 1999) tingkat plastisitas tanah
dibagi dalam 4 tingkatan berdasarkan nilai indeks plastisitasnya yang ada dalam selang
antara 0 % dan 17 %. Percobaan Atterberg limit merupakan percobaan untuk mengetahui
jenis tanah dari batas cair, batas plastis dan indeks plastisitas.

5.2 Maksud dan Tujuan


Maksud dari praktikum ini adalah untuk melihat bagaimana batas cair dalam
mempengaruhi keadaan tanah. Tujuan praktikum ini agar mahasiswa mengetahui dan
dapat menentukan sifat, klasifikasi tanah dengan batas cair dan batas plastis dari suatu
tanah.

1.3 Landasan Teori


Batas plastis dihitung berdasarkan persentasi berat air terhadap berat tanah kering
pada benda uji. Pada cara uji ini, material tanah yang lolos saringan ukuran 0.425 mm atau
saringan No.40 diambil untuk dijadikan benda uji kemudian dicampur dengan air suling
atau air mineral hingga menjadi cukup plastis untuk digulung/dibentuk bulat panjang
hingga mencapai diameter 3 mm.
Metode penggulungan dapat dilakukan dengan telapak tanganatau dengan alat
penggulung batas plastis (prosedur alternatif). Benda uji yang mengalami retakan setelah
mencapai diameter 3 mm diambil untuk diukur kadar airnya. Kadar air yang dihasilkan
dari pengujian tersebut merupakan batas plastis tanah tersebut.

Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5-1


[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

Angka Indeks Plastisitas (PI) tanah didapat setelah pengujian batas cair dan batas
plastis selesai dilakukan. Angka Indeks Plastisitas (PI) tanah merupakanselisih angka
Batas Cair (liquid limit, LL) dengan Batas Plastis (plastic limit, PL).

1.4 Batas Cair


Batas cair (LL), didefinisikan sebagai kadar air tanah pada batas antara keadaan
cair dan keadaan plastis. Pengujiannya seperti gambar dibawah ini.

Gambar 1 Alat Uji Batas Cair

Tabel 5.1 Klasifikasi Kelompok Tanah


Kelompok Utama Simbol Kualifikasi Simbol
Kerikil G Gradasi Baik W
Pasir S Gradasi Buruk : P
- Seragam (uniform) Pu

- Gap-graded Pg

Tanah Berbutir Halus F Plastisitas rendah ( LL<35) L


Lanau Halus(M-soil) M Plastisitas Sedang (35≤LL<50) I
Lempung C Plastisitas Tinggi (50≤LL<70) H
Plastisitas Sangat Tinggi
V
(70≤LL<90)
Plastisitas Sangat Tinggi Sekali
E
(LL≥90)
Plastisitas Batas Atas (LL>35) U
Gambut Pt Mempunyai Kandungan Organik O
Sumber : Menurut British Soil Classification System(BSCS)

Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5-2


[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

1.4.1 Peralatan yang Digunakan


1. Tabung untuk pengambilan sampel dari handboring.
2. Extruder sample (alat untuk mengeluarkan sampel dari tabung).
3. Cawan untuk mencampur tanah dengan air.
4. Spatula.
5. Liquid limit test (alat batas cair)
6. Grooving tool.
7. Cawan
8. Timbangan dengan ketelitian 0,01 gram
9. Oven dengan suhu 110º C ± 5º C
10. Penggaris

1.4.2 Persiapan Bahan


1. Sampel tanah handboring diambil dari alat extruder sample
2. Kemudian sampel tanah tersebut diangin-anginkan untuk menguapkan
kandungan air sehingga gaya ikat antar tanah menjadi kecil (tanah gembur),
hal ini bertujuan agar pada saat pencampuran dengan air suling kadar air.
Kepadatan tanah tidak dipengaruhi oleh kandungan air dalam tanah sebelum
pencampuran.
3. Kemudian sampel tanah diambil sebanyak 250 gram.

1.4.3 Prosedur Pelaksanaan


1. Sampel tanah diambil ± 200 gram
2. Sampel tanah diletakan di dalamcawandan kemudian dicampurkan dengan air
suling sebanyak 20-40 ml (terbagi menjadi 5 sampel). Sampel tanah dicampur
merata dengan bantuan spatula.
3. Contoh tanah yang telah tercampur homogen diambil dan ditaruh dalam cawan
batas cair.
4. Permukaan sampel tanah tersebut diratakan dalam cawan sehingga sejajar
dengan alas.
5. Pada sampel tanah tersebut dibuat alur sebesar 1,7 cm dengan menggunakan
grooving tool. Cara membuat alur adalah dengan memegang alat grooving
tool tegak lurus permukaan sampel tanah.

Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5-3


[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

6. Dengan bantuan alat pemutar, cawan tersebut diangkat dan diturunkan dengan
kecepatan 2 putaran/detik.
7. Aksi tersebut dihentikan jika alur sudah tertutup sepanjang ± 1,3 cm dan
dihitung berapa ketukan yang dibutuhkan.
8. Sampel tanah tersebut diambil sebagian untuk diperiksa kadar airnya.
9. Percobaan di atas diulang kembali dengan kadar air yang berbeda.

5. 5 Batas Plastis
Batas plastis didefinisikan sebagai kadar air yang mana tanah mengalami retak-
retak bila digulung dengan jari-jari tangan menjadi diameter ±3 mm. Batas plastis
merupakan batas terendah dari kondisi plastis tanah. Batas plastis dapat ditentukan
dengan pengujian yang sederhana dengan cara menggulung sejumlah tanah (seperti
gambar 2) dengan menggunakan tanah secara berulang menjadi bentuk ellipsoidal.
Kadar air contoh yang tanah yang mana tanah mulai retak-retak didefinisikan sebagai
batas plastis. Stone &Phan (1995) menyebutkan bahwa penentuan batas plastis dengan
menggunakan metode seperti diuraikan di atas mempunyai beberapa kekurangan.
Hal ini disebabkan kesulitan dalam mengontrol :
(1) Pemberian tekanan selama penggulungan dengan tangan,
(2) Bidang kontak antara tangan dan tanah yang digulung,
(3) Gesekan antara tanah,tangan dan landasan,
(4) Kecepatan dalam menggulung.

Gambar 2 Pengujian Batas Plastis

Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5-4


[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

Batas plastis dan batas cair ditentukan dengan pengujian yang sederhana
dilaboratorium yang mana merupakan parameter yang penting diketahui untuk tanah
berbutir halus atau tanah kohesif. Hasil dari pengujian ini sangat sering digunakan untuk
menghubungkan dengan parameter fisis tanah seperti identifikasi dan klasifikasi tanah.

Grafik Plastisitas dari British Standard (BS 5930: 1990)

Sistem klasifikasi AASHTO berguna untuk menentukan kualitas tanah. Tanah-


tanah dalam kelompok ini biasanya merupakan jenis tanah lanau dan lempung. Sistem
klasifikasi menurut AASHTO didasarkan pada kriteria sebagai berikut.
1. Ukuran partikel
a. Kerikil : fraksi yang lolos saringan ukuran 75 mm (3 inch) dan tertahan pada
saringan No. 10.
b. Pasir : fraksi yang lolos saringan No. 10 (2 mm) dan tertahan pada saringan No.
200 (0,075 mm).
c. Lanau dan lempung : fraksi yang lolos saringan No. 200.
2. Plastisitas : tanah berbutir halus digolongkan lanau bila memiliki indek plastisitas, PI
≤ 10, dan dikategorikan sebagai lempung bila mempunyai indek plastisitas, PI ≥ 11.

Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5-5


[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

5.5.1 Peralatan yang digunakan


1. Tabung untuk pengambilan sampel dari handboring.
2. Extruder sample (alat untuk mengeluarkan sampel dari tabung).
3. Cawan untuk mencampur tanah dengan air.
4. Spatula.
5. Liquid limit test (alat batas cair)
6. Grooving tool.
7. Cawan
8. Timbangan dengan ketelitian 0,01 gram
9. Oven dengan suhu 110º C ± 5º C
10. Penggaris

5.5.2 Persiapan Bahan


1. Sampel tanah handboring diambil dari alat extruder sample
2. Kemudian sampel tanah tersebut diangin-anginkan untuk menguapkan
kandungan air sehingga gaya ikat antar tanah menjadi kecil (tanah gembur), hal
ini bertujuan agar pada saat pencampuran dengan air suling kadar air.
Kepadatan tanah tidak dipengaruhi oleh kandungan air dalam tanah sebelum
pencampuran.
3. Kemudian sampel tanah diambil sebanyak 250 gram.

5.5.3 Prosedur Pelaksanaan (Batas Plastis)


Prosedur pelaksanaan yang dilakukan yaitu :
1. Sampel tanah diambil sebanyak 50 gram dan dicampur dengan air suling
sampai merata dengan bantuan spatula.
2. Jika tanah sudah homogen, sampel tanah diambil dan dibuat gulungan tanah
sampai mencapai batangan-batangan dengan diameter 3 mm.
3. Contoh tanah yang tepat pada diameter 3 mm mulai retak-retak menunjukan
tanah dalam keadaan batas plastis.

Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5-6


[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

4. Sampel tanah tersebut diambil dan diperiksa kadar airnya.


Jika batangan tanah belum mencapai diameter 3 mm sudah menunjukan retak
maka tanah tersebut terlalu kering dan belum menunjukan retak tanah terlalu
basah dan perlu dikeringkan dengan jalan didiamkan/diaduk-aduk dalam
cawan pencampur.

5.6 Perhitungan
Untuk mengukur kekuatan tanah berdasarkan batas-batas konsistensi dikenal suatu
parameter yaitu indeks cair (liquidity index), LI, dimana :
a. Indeks Cair dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut.
W N −PL
LI =
PI

dengan : LI : Indeks cair


WN : Kadar air normal (%)

b. Indeks Plastisitas dihitung dengan rumus sebagai berikut :


PI = LL – PL
dengan : PI : indeks plastisitas (plasticity index) dalam %.
LL : batas cair (liquid limit) dalam %.
PL : batas plastis (plastic limit) dalam%.
W : Kadar air dalam %
Jadi, untuk lapisan tanah asli yang pada kedudukan plastis, nilai LL > WN> PL. Nilai
indeks cair akan bervariasi antara 0 dan 1. Lapisan tanah asli dengan WN> LL akan
mempunyai LI > 1.
c. Pembuatan grafik dimana jumlah pukulan adalah (N) dan ordinat kadar air contoh
tanah yang bersangkutan. Batas Cair adalah kadar air dimana N=25.

Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5-7


[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

5.7 Data Percobaan


LABORATORIUM MEKANIKA TANAH
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BENGKULU
Jalan Raya Kandang Limun, Universitas Bengkulu

ATTERBERG LIMITS
(SNI 1967 2008)

PENGUJIAN BATAS CAIR

Projek : Mekanika Tanah Dasar Tanggal Mulai : 15 September 2019


Lokasi Pekerjaan : Lab. Mekanika Tanah Tanggal Selesai : 16 September 2019
Material : Tanah Handboring 2 m Sumber Material: Depan Lab. Terpadu

Tabel 5.2 Data Percobaan Atterberg Limits Batas Cair

No Uraian 20 ml 25 ml 30 ml 35 ml 40 ml
1 Banyaknya Pukulan 67,00 57,00 51,00 45,00 32,00
2 Berat Cawan (W1)(gr) 6,00 6,30 6,00 6,50 6,30

3 Berat Cawan + Berat Tanah Basah 11,80 14,10 12,30 14,30 18,10
(W2)(gr)
4 Berat Cawan + Berat Tanah Kering 10,00 11,50 10,10 11,50 13,40
(W3)(gr)
4 Berat Air (W3- W2)(gr)
5 Berat Tanah Basah(W2- W1)(gr)
6 Berat Tanah Kering(W3- W1)(gr)

( W 2−W 3 )
Kadar Air (ω)= ×100 %
7 ( W 3−W 1 )
(%)
8 Rata-rata Kadar Air(ω ¿ (%)

Mengetahui,
Asisten 1 Asisten 2 Asisten 3

Habib Anoviandra, S.T. Muharram Nur Fikri Cik Rahmad Sabar Adi Wijaya
(G1B017011) (G1B017053)

Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5-8


[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

5.8 Data Percobaan


LABORATORIUM MEKANIKA TANAH
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BENGKULU
Jalan Raya Kandang Limun, Universitas Bengkulu

ATTERBERG LIMITS
(SNI 1966 2008)

PENGUJIAN BATAS PLASTIS


Projek : Mekanika Tanah Dasar Tanggal Mulai : 15 September 2019
Lokasi Pekerjaan : Lab. Mekanika Tanah Tanggal Selesai : 16 September 2019
Material : Tanah Handboring 2 m Sumber Material: Depan Lab. Terpadu

Tabel 5.2 Data Percobaan Atterberg Limits Batas Plastis


No Uraian 1 2 3 4 5
1 Berat Cawan (W1)(gr) 8,30 7,80 8,00 8,20 8,30

2 Berat Cawan + Berat Tanah Basah 11,80 10,10 12,10 11,50 12,10
(W2)(gr)
3 Berat Cawan + Berat Tanah Kering 11,00 9,40 10,70 10,30 10,70
(W3)(gr)
4 Berat Air (W3- W2)(gr)
5 Berat Tanah Basah(W2- W1)(gr)
6 Berat Tanah Kering(W3- W1)(gr)

( W 2−W 3 )
Kadar Air (ω)= ×100 %
7 ( W 3−W 1 )
(%)
8 Rata-rata Kadar Air(ω ¿ (%)

Mengetahui,
Asisten 1 Asisten 2 Asisten 3

Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5-9


[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

Habib Anoviandra, S.T. Cik Rahmad Sabar Adi Wijaya Muharram Nur Fikri
(G1B017053) (G1B017011)

5.9 Hasil dan Pembahasan


5.9.1 Batas Cair
Perhitungan Batas Cair (Sampel 1)
a. Berat air = (berat cawan + berat basah) – (berat cawan + berat kering)
= 11,80 – 10,00
= 1,80 gr
b. Berat tanah kering = (berat cawan + tanah kering) – berat cawan
= 10,00 – 6,00 gr
= 4,00 gr
c. Berat tanah basah = (berat cawan + tanah basah) – berat cawan
= 11,80 – 6,00 gr
= 5,80 gr

Berat Basah−Berat Kering


x100 0 0
d. Kadar air w (%) = Berat Kering
5 ,80−4 , 00
= x 100 %
4 , 00
= 45,00 %
Perhitungan Batas Cair (Sampel 2)
a. Berat air = (berat cawan + berat basah) – (berat cawan + berat kering)
= 14,10 – 11,50
= 2,60 gr
b. Berat tanah kering = (berat cawan + tanah kering) – berat cawan
= 11,50 – 6,30
= 5,20 gr
c. Berat tanah basah = (berat cawan + tanah basah) – berat cawan
= 14,10 – 6,30
= 7,80 gr

Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5 - 10


[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

Berat Basah−Berat Kering


x100 0 0
d. Kadar air w (%) =Berat Kering
7 , 80−5 , 20
= x 100 %
5 , 20
= 50,00 %

Perhitungan Batas Cair (Sampel 3)


a. Berat air = (berat cawan + berat basah) – (berat cawan + berat kering)
= 12,30 – 10,10
= 2,20 gr
b. Berat tanah kering = (berat cawan + tanah kering) – berat cawan
= 10,10 – 6,00
= 4,10 gr
c. Berat tanah basah = (berat cawan + tanah basah) – berat cawan
= 12,30 – 6,00
= 6,30 gr

Berat Basah−Berat Kering


x100 0 0
d. Kadar air w (%) =Berat Kering
6 , 30−4 , 10
= x 100 %
4 , 10
= 53,66 %
Perhitungan Batas Cair (Sampel 4)
a. Berat air = (berat cawan + berat basah) – (berat cawan + berat kering)
= 14,30 – 11,50
= 2,80 gr
b. Berat tanah kering = (berat cawan + tanah kering) – berat cawan
= 11,50 – 6,50
= 5,00 gr
c. Berat tanah basah = (berat cawan + tanah basah) – berat cawan
= 14,30 – 6,50
= 7,80 gr

Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5 - 11


[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

Berat Basah−Berat Kering


x100 0 0
d. Kadar air w (%) =Berat Kering
7 , 80−5 , 00
= x 100 %
5 , 00
= 56,00 %

Perhitungan Batas Cair (Sampel 5)


a. Berat air = (berat cawan + berat basah) – (berat cawan + berat kering)
= 18,10 – 13,40
= 4,70 gr
b. Berat tanah kering = (berat cawan + tanah kering) – berat cawan
= 13,40 – 6,30
= 7,10 gr
c. Berat tanah basah = (berat cawan + tanah basah) – berat cawan
= 18,10 – 6,30
= 11,80 gr

Berat Basah−Berat Kering


x100 0 0
d. Kadar air w (%) =Berat Kering
11, 80−7 , 10
= x 100 %
7 , 10
= 66,20 %

Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5 - 12


[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

5.10 Persamaan Kemiringan Garis Linier

Dengan menggunakan metode kuadrat terkecil untuk kurva linier dengan


persamaan g(x) = a+ bx atau y = a + bx
Tabel 5.3 Persamaan Keiringan Garis Linear
Kadar Air
Jumlah Pukulan
No (%) X.Y X2
X Y
1 67 45,00 3015 4489
2 57 50,00 2850 3249
3 51 53,66 2736.66 2601
4 45 56,00 2520 2025
5 32 66,20 2118,08 1024
Σ 252 270,86 13239,7 13388

( ∑ y )( ∑ x 2 )−( ∑ x )( ∑ x . y ) n ∑ xy−∑ x . ∑ y
a= 2 b=
n . ∑ x2 −( ∑ x ) n . ∑ x 2 −( ∑ x )
2

( 270 ,86 x 13388 )−(252 x 13239 , 7) (5 x 13239 ,7 )−(252 x 270 , 86)


a= b=
( 5 x 13388 )− ( 252 )2 ( 5 x 13388 )−(252)2

= 84,3360 = - 0,59849

Sehingga didapat persamaan kemiringan garis linier Y= - 0,5983X + 84,3235

Jumlah pukulan = 25
Y = - 0,5985X + 84,3360
Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5 - 13
[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

= - 0,5985(25) + 84,3360
= 69,37
Batas Cair (LL) % = 69,37 %

5.11 Batas Plastis


Perhitungan Batas Plastis (Sampel 1)
a. Berat air = (berat cawan + berat basah) – (berat cawan + berat kering)
=11,80 – 11,00 gr
= 0,80 gr
b. Berat tanah kering = (berat cawan + tanah kering) – berat cawan
= 11,00 – 8,30 gr
= 2,70 gr
c. Berat tanah basah = (berat cawan + tanah basah) – berat cawan
= 11,80 – 8,30 gr
= 3,50 gr
Berat Basah−Berat Kering
x100 0 0
d. Kadar air w (%) = Berat Kering
3 ,50−2 ,70
= x 100 %
2 , 70
= 29,63 %
Perhitungan Batas Plastis (Sampel 2)
a. Berat air = (berat cawan + berat basah) – (berat cawan + berat kering)
=10,10 – 9,60
= 0,50 gr
b. Berat tanah kering = (berat cawan + tanah kering) – berat cawan
= 9,60 – 7,80
= 1,80 gr

Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5 - 14


[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

c. Berat tanah basah = (berat cawan + tanah basah) – berat cawan


= 10,10 – 7,80
= 2,30 gr
Berat Basah−Berat Kering
x100 0 0
d. Kadar air w (%) = Berat Kering
2 ,30−1 ,80
= x 100 %
1 , 80
= 27,78 %

Perhitungan Batas Plastis (Sampel 3)


a. Berat air = (berat cawan + berat basah) – (berat cawan + berat kering)
= 12,10 – 11,20 gr
= 0,90 gr
b. Berat tanah kering = (berat cawan + tanah kering) – berat cawan
= 11,20– 8,00
= 3,20 gr
c. Berat tanah basah = (berat cawan + tanah basah) – berat cawan
= 12,10 – 8,00
= 4,10 gr
Berat Basah−Berat Kering
x100 0 0
d. Kadar air w (%) = Berat Kering
4 ,10−3 ,20
= x 100 %
3 ,20
= 28,12 %
Perhitungan Batas Plastis (Sampel 4)
a. Berat air = (berat cawan + berat basah) – (berat cawan + berat kering)
= 11,50 – 10,80
= 0,70 gr
b. Berat tanah kering = (berat cawan + tanah kering) – berat cawan
= 10,80 – 8,20
= 2,60 gr
c. Berat tanah basah = (berat cawan + tanah basah) – berat cawan
Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5 - 15
[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

= 11,50 – 8,20
= 3,30 gr
Berat Basah−Berat Kering
x100 0 0
d. Kadar air w (%) = Berat Kering
3 ,30−2 , 60
= x 100 %
2 , 60
= 26,92 %

Perhitungan Batas Plastis (Sampel 5)


a. Berat air = (berat cawan + berat basah) – (berat cawan + berat kering)
= 12,10 – 11,20
= 0,90 gr
b. Berat tanah kering = (berat cawan + tanah kering) – berat cawan
= 11,20 – 8,30
= 2,90 gr
c. Berat tanah basah = (berat cawan + tanah basah) – berat cawan
= 12,10 – 8,30
= 3,80 gr
Berat Basah−Berat Kering
x100 0 0
d. Kadar air w (%) =Berat Kering
3 ,80−2 , 90
= x 100 %
2 , 90
= 31,03 %

5.12 Indeks Plastis (PI), Indeks Cair (LI), Relative Consistency (Rc), Angka Pori (e),
Porositas (n), dan Derajat Kejenuhan (S)
 Data pada percobaan Batas Cair
W = rata-rata berat tanah basah
Ws = rata-rata berat tanah kering
V = W/Gs
V1 = Ws/Gs
Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5 - 16
[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

( W −W s ) −(V −V 1)
Batas Susut (SL) ¿ x 100 %
Ws
( 7 , 90−5 , 08 ) −(2 , 87−1, 85)
¿ x 100 %
5 , 08
= 35,43 %

Batas Plastis (PL) = 28,70 %


Batas Cair (LL) = 69,37 %

Maka, didapat indeks plastis (PI), indeks cair (LI), Relative Consistency (Rc) :
Indeks plastis (PI) = LL – PL
= 69,37 % – 28,70 %
= 40,67 %

W N −PL
Indeks Cair (LI) ¿
PI
36 , 66 %−28 ,70 %
¿
40 , 67 %
= -0,20

¿−WN
Relative Consistency (Rc) ¿
PL
69 ,37−36 , 66
¿
28 ,70
= 1,14
kadar air (WN) = 36,66 %
Ws
rata-rata kepadatan kering(γd) ¿
V
5 ,08
¿
2, 87
= 1,77 gr
berat jenis (Gs) = 2,75 gr/cm3
Gs . γ w
γd ¿
1+ e
2, 75 x 1
1,77 ¿
1+e
1,77 + 1,77 e = 2,75
Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5 - 17
[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

1,77 e = 0,98
Angka Pori (e) = 0,55
e
Porositas (n) ¿
1+ e
0 , 55
¿
1+ 0 ,55
= 0,35

W n .G s
Derajat Kejenuhan (S) ¿
e
(0,3666)(2 , 75)
¿
0 ,55
= 1,83

Grafik British hubungan antara LL dan PI

Grafik Plastisitas dari British Standard (BS 5930: 1990)

Berdasarkan LL= 69,37 %, dan PI = 40,67 %, tanah termasuk CH (lempung tak organik atau
lempung halus plastisitas tinggi).

Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5 - 18


[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5 - 19


[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

5.13 Hasil Percobaan


LABORATORIUM MEKANIKA TANAH
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BENGKULU
Jalan Raya Kandang Limun, Universitas Bengkulu

ATTERBERG LIMITS
(SNI 1967 2008)

PENGUJIAN BATAS CAIR


Projek : Mekanika Tanah Dasar Tanggal Mulai : 15 September 2019
Lokasi Pekerjaan : Lab. Mekanika Tanah Tanggal Selesai : 16 September 2019
Material : Tanah Handboring 2 m Sumber Material: Depan Lab. Terpadu

Tabel Hasil Percobaan Atterberg Limits Batas Cair

No Uraian 20 ml 25 ml 30 ml 35 ml 40 ml
1 Banyaknya Pukulan 67,00 57,00 51,00 45,00 32,00
2 Berat Cawan (W1)(gr) 6,00 6,30 6,00 6,50 6,30

3 Berat Cawan + Berat Tanah Basah 11,80 14,10 12,30 14,30 18,10
(W2)(gr)
4 Berat Cawan + Berat Tanah Kering 10,00 11,50 10,10 11,50 13,40
(W3)(gr)
5 Berat Air (W3- W2)(gr) 1,80 2,60 2,20 2,80 4,70
6 Berat Tanah Basah (W2- W1)(gr) 5,80 7,80 6,30 7,80 11,80
7 Berat Tanah Kering (W3- W1)(gr) 4,00 5,20 4,10 5,00 7,10

( W 2−W 3 )
Kadar Air(ω)= ×100 %
8 ( W 3−W 1 ) 45,00 50,00 53,66 56,00 66,20
(%)
9 Rata-rata Kadar Air (ω ¿ (%) 54,17

Mengetahui,
Asisten 1 Asisten 2 Asisten 3

Habib Anoviandra, S.T. Cik Rahmad Sabar Adi Wijaya Muharram Nur Fikri
(G1B017053) (G1B017011)

Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5 - 20


[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5 - 21


[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

5.14 Hasil Percobaan


LABORATORIUM MEKANIKA TANAH
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BENGKULU
Jalan Raya Kandang Limun, Universitas Bengkulu

ATTERBERG LIMITS
(SNI 1966 2008)

PENGUJIAN BATAS PLASTIS


Projek : Mekanika Tanah Dasar Tanggal Mulai : 15 September 2019
Lokasi Pekerjaan : Lab. Mekanika Tanah Tanggal Selesai : 16 September 2019
Material : Tanah Handboring 2 m Sumber Material: Depan Lab. Terpadu

Tabel Hasil PercobaanAtterberg Limits Batas Plastis


No Uraian 1 2 3 4 5
1 Berat Cawan (W1)(gr) 8,30 7,80 8,00 8,20 8,30

2 Berat Cawan + Berat Tanah Basah 11,80 10,10 12,10 11,50 12,10
(W2)(gr)
3 Berat Cawan + Berat Tanah Kering 11,00 9,60 11,20 10,80 11,20
(W3)(gr)
4 Berat Air (W3- W2)(gr) 0,80 0,50 0,90 0,70 0,90
5 Berat Tanah Basah(W2- W1)(gr) 3,50 2,30 4,10 3,30 3,80
6 Berat Tanah Kering(W3- W1)(gr) 2,70 1,80 3,20 2,60 2,90
( W 2−W 3 )
Kadar Air (ω)= ×100 %
7 ( W 3−W 1 ) 29,63 27,78 28,12 26,92 31,03
(%)
8 Rata-rata Kadar Air(ω ¿ (%) 28,70

Mengetahui,
Asisten 1 Asisten 2 Asisten 3

Habib Anoviandra, S.T. Cik Rahmad Sabar Adi Wijaya Muharram Nur Fikri
(G1B017053) (G1B017011)
Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5 - 22
[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

5.15 Kesimpulan

Berdasarkan hasil percobaan Atterberg Limit diperoleh kesimpulan sebagai berikut:


1. Batas susut (SL) = 35,43 %
2. Batas plastis (PL) = 28,70 %
3. Batas cair (LL) = 69,37 %
4. Indeks plastis (PI) = 40,67 %
5. Indeks cair (LI) = -0,20
6. Relative Consistency (Rc) = 1,14
7. Angka Pori (e) = 0,55
8. Porositas (n) = 0,35
9. Derajat kejenuhan (S) = 1,83

Grafik British hubungan antara LL dan PI

Grafik Plastisitas dari British Standard (BS 5930: 1990)

Jadi, tanah sampel termasuk tanah Lempung dengan LL = 69,37 % dengan Plastisitas tinggi
(50≤LL<70).

Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5 - 23


[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

DOKUMENTASI

a. Alat dan Bahan

1. Cawan berdiameter 115 mm 2. Timbangan ketelitian 0,1gr

3. Grooving tool 4. Liquid Limit Test

5. Cawan 6. Sampel hasil Handboring

Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5 - 24


[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

7.Extruder Sample 8. Oven dengan suhu 110ºC ± 5ºC

9. Mistar

b. Langkah Kerja (Uji batas cair)

1. Sampel dimasukkan 2. Penambahan kadar air


kedalam cawan seberat untuk batas cair
200 gr untuk uji batas cair

Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5 - 25


[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

3. Permukaan tanah 4. Mesin Liquid Limit Test


diratakan dan dibuat alur dihidupkan hingga alur
1,7 cm menjadi 1,3 cm dan dicatat
jumlah ketukannya

c. Langkah Kerja (Uji batas plastis)

1. Semua cawan kosong 2. Sampel diambil seberat


ditimbang 50 gr

3. Air ditambahkan secukupnya 4. Sampel dipilin dengan


hingga sampel bisa dipilin diameter 3 mm

Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5 - 26


[ mekanika tanah dasar ] KELOMPOK 2 C

5. Cawan + sampel yang telah 6. Sampel di Oven dengan


dipilin ditimbang sebelum di suhu 110º C± 5º C selama
oven 24 jam

7. Cawan + sampel yang telah


dipilin ditimbang setelah di
Oven dengan suhu 110ºC ±
5ºC selama 24 jam

Laporan Praktikum Mekanika Tanah Dasar Kelompok 2 C 5 - 27

Anda mungkin juga menyukai