0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan22 halaman

Modul Ajar PKK Kelas Xi

Diunggah oleh

Ve3a Dewi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan22 halaman

Modul Ajar PKK Kelas Xi

Diunggah oleh

Ve3a Dewi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

MATA PELAJARAN PROJEK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN


Nama Penyusun : Elvi Sasmita, SE, M.PdE
Sekolah : SMKN 1 Payakumbuh
Program Keahlian : Akuntansi dan Keuangan Lembaga
Tahun Penyusunan 2024
Semester : Ganjil

Alokasi Waktu : 15 JP (3xpertemuan)


FASE F (KELAS XI)

ELEMEN/SUB ELEMEN KEWIRAUSAHAAN

CAPAIAN Pada akhir fase F peserta didik mampu membaca peluang usaha
PEMBELAJARAN dengan mengidentifikasi potensi yang ada di lingkungan internal
dan eksternal SMK, serta menetapkan jenis usaha. Peserta didik
mampu menyusun proposal usaha (business plan) yang meliputi
perencanaan usaha, biaya produksi, break even point (BEP), dan
return on investment (ROI). Peserta didik mampu memasarkan
produk dengan menentukan segmen pasar, menentukan harga
produk, dan menentukan media yang digunakan untuk memasarkan
produk. Peserta didik mampu menerapkan prinsip Hak Atas
Kekayaan Intelektual (HAKI), menjelaskan konsep HAKI, dan
mematuhi peraturan tentang HAKI. Pada akhir fase F, peserta didik
mampu menyusun laporan keuangan berupa laporan neraca,
laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.
KOMPETENSI AWAL Peserta didik memiliki pemahaman tentang kewirausahaan
dan karakteristik wirausaha.
PROFIL PELAJAR Beriman & Bertaqwa kepada TYME, Bergotongroyong, Berpikir
PANCASILA kritis & Kreatif, Mandiri.

SARANA PRASARANA Laptop/Smartphone, koneksi internet

TARGET PESERTA DIDIK Gaya belajar Berbeda, kompetensi awal berbeda

MODEL, METODE Problem Based Learning, diskusi/Tanya jawab

Tujuan Pembelajaran Indikator Ketercapaian


T.1 1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian
Peserta didik mampu
peluang usaha
membaca peluang usaha
2. Peserta didik dapat mengidentifikasi peluang
dengan mengidentifikasi
usaha yang ada di lingkungan internal dan
potensi yang ada di eksternal SMK (analisis SWOT)
lingkungan internal dan
3. Peserta didik dapat menetapkan jenis usaha
eksternal SMK, serta sesuai dengan potensi dan peluang yang ada
menetapkan jenis usaha.
Persiapan Pembejaran :
1. Guru membuat Bahan Ajar
2. Guru membuat Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
3. Guru membuat Asesmen
4. Kesiapan ruang kelas
5. Kesiapan peserta didik
6. Sumber Belajar, terdiri dari buku PKK SMK/MAK Kelas XI, Surakarta: CV
Mediatama,2018.
7. Guru mempersiapkan video/Youtobe pembelajaran

ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN


1. Coba ananda jelaskan tentang gambar di bawah ini!

2. Apa yang anda ketahui perbedaan wirausaha dan kewirausahaan? Jelaskan!

Tindak lanjut Asesmen Awal


Hasil Asesmen Tindak lanjut Keterangan
Mampu menjelaskan Peserta didik melanjutkan
tentang isi gambar pembelajaran tanpa
pendampingan khusus
Belum mampu Peserta didik melanjutkan
menjelaskan tentang isi pembelajaran dengan
gambar pendampingan
khusus/bimbingan teman
sejawat
Mampu memahami Peserta didik dapat
perbedaan antara melanjutkan pembelajaran
wirausaha dan Tanpa pendampingan khusus
kewirausahaan
Belum mampu memahami Peserta didik melanjutkan
perbedaan antara wirausaha pembelajaran dengan
dan kewirausahaan pendampingan
khusus/bimbingan teman
sejawat
KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan awal Kegiatan Inti


- Guru meminta peserta didik untuk 1. Penentuan Pertanyaan Mendasar
mengecek kerapihan diri dan ● Guru mengajak murid mengamati tayangan
kebersihan kelas (gotong beberapa permasalahan wirausaha, lalu mengajak
royong) sebelum memulai murid berdiskusi: (untuk menumbuhkan nalar
pembelajaran kritis)
- Peserta didik berdo’a dan membaca - Konsep apa yang Ananda dapatkan dari
beberapa ayat Al’Quran sebagai tayangan tadi tentang analisis SWOT?
pembuka pembelajaran (beriman • Guru menfasilitasi siswa untuk menyampaikan
dan bertaqwa kepada TYME) pendapat secara terbuka.
- Menyampaikan tujuan pembelajaran • Guru menayangkan video pemanfaatan peluang
- Peserta didik diberi motivasi untuk usaha, dan melalui tanya jawab dengan siswa
memusatkan perhatian pada topic menentukan keberhasilan dan kegagalan
yang akan dipelajari, melalui wirausaha
pertanyaan pemantik: • Guru mengajukan pertanyaan, mengajak siswa
membandingkan dua konsep yang berbeda.
Jika Ananda melihat
• Guru memotivasi siswa yang pasif untuk aktif dalam
keramaian di lapangan, apa pembelajaran, diantaranya dengan mengajukan
yang terfikir oleh ananda? pertanyaan sesuai dengan kemampuan
awal/Tingkat kompetensinya.
PEMAHAMAN BERMAKNA 2. Mendesain Perencanaan Proyek
● Guru meminta murid duduk berkelompok,
Setelah melaksanakan kegiatan
beranggotakan 5-6 orang dan membagikan LKPD
pembelajaran peserta didik memperoleh ● Melalui diskusi kelompok murid menentukan judul
pemahaman bahwa dalam kehidupan proyek terkait penerapan konsep peluang usaha.
sehari- hari peluang usaha bermanfaat Sebagai bahan referensi, guru memberikan bahan
dalam: mengidentifikasi potensi yang ajar digital melalui grup WA, buku paket, video
ada di lingkungan internal dan eksternal youtube, mereka bisa memilih seusia dengan
gaya belajarnya(mandiri)(Diferensiasi Proses)
SMK
● Secara proaktif dalam kelompok murid
• Guru memandu peserta didik untuk mengidentifikasi masalah dan strategi untuk
melakukan ice breaking untuk menyelesaikan masalah tersebut (menalar)
menciptakan suasana rileks ● Peserta didik saling mengemukakan ide secara
lisan/tulisan dalam kelompok masing-masing

3. Menyusun jadwal
● Melalui diskusi peserta didik membuat jadwal
aktifitas pelaksanaan proyek proyek yang sudah
ditetapkan.
● Dengan bantuan media/bahan ajar yang
disediakan/direkomendasikan guru, peserta didik
berdikusi mengaitkan permasalahan yang akan
dipecahkan dengan konsep peluang usaha
● Peserta didik berbagi peran dalam pelaksanaan
proyek sesuai dengan kompetensi/minat mereka.
● Guru berkeliling mengamati aktifitas peserta didik
dan membantu jika ada yg kesulitan.
● Peserta didik mempresentasikan jadwal dan
perencanaan proyek yang sudah dirancang dengan
gaya kelompok masing-masing, melalui powerpoint,
canva, flipchart (diferensiasi Produk)
● Peserta didik lain memberikan
tanggapan/pertanyaan
● Guru memberikan penguatan

Kegiatan Penutup Referensi


● Dengan bimbingan guru, peserta didik
membuat kesimpulan berkaitan dengan
● Buku PKK kelas XI untuk SMK/MAK
pembelajaran dan menyampaikan naktivitas
pada pertemuan berikutnya
● Memandu peserta didik untuk melakukan
refleksi tentang kegiatan PBM
● Di akhir jam pelajaran peserta didik
merapikan kembali tempat duduk dan tetap
menjaga keberisihan kelas

ASESMEN

A. KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN:

No. Tujuan
Materi Indikator Ketercapaian
Pembelajaran

1 Peserta didik Peluang Usaha Peserta didik dapat menjelaskan


mampu membaca Produk Barang/Jasa pengertian peluang usaha
peluang usaha
dengan Peserta didik dapat mengidentifikasi
mengidentifikasi peluang usaha yang ada di lingkungan
potensi yang ada internal dan eksternal SMK (analisis
di lingkungan SWOT)
internal dan
eksternal SMK, Peserta didik dapat menetapkan jenis
serta menetapkan usaha sesuai dengan potensi dan
jenis usaha. peluang yang ada

KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN : INTERVAL NILAI

Untuk Nilai yang berasal dari nilai tes tertulis atau ujian

Interval Kriteria Intervensi

0-40% Belum Mencapai Tujuan Remedial diseluruh bagian


Remedial bagian yang
41-65% Belum Mencapai Tujuan
diperlukan
66-85% Sudah Mencapai Tujuan Tidak Perlu Remedial
Perlu Pengayaan atau
86-100% Sudah Mencapai tujuan
Tantangan Lebih
a. ASSESMEN FORMATIF
Siswa mengisi/menjawab pertanyaan yang terdapat pada LKPD

b. ASESMEN SUMATIF
Selesaikan soal berikut:

1. Jelaskan yang dimaksud analisis SWOT

2. Jelaskan manfaat dan tujuan analisis SWOT

PENGANYAAN DAN REMEDIAL

Pengayaan
Diberikan kepada siswa yang pencapaian pembelajaran 86-
100%, berupa pemberian soal-soal pemecahan masalah kontekstual.

Remedial
Diberikan kepada peserta didik yang belum menuntaskan tujuan
pembelajaran , dengan cara bimbingan individu dan atau tutor teman
sebaya.

REFLEKSI PESERTA DIDIK DAN GURU


1. Apakah kendala yang dialami peserta didik dalam mengikuti
kegiatan pembelajaran?
2. Bagaimana perasaan peserta didik setelah mengikuti pembelajaran
dengan metode atau tindakan yang dilakukan oleh guru ?
3. Hal baru apa yang peserta didik peroleh setelah mengikuti kegiatan
pembelajaran?
4. Apakah siswa memiliki kesulitan ketika mengerjakan LKPD?
5. Apa strategi tersebut dapat membuat siswa aktif dan berpikir kritis?
6. Apakah tujuan pembelajaran yang ditetapkan tercapai sampai akhir
pembelajaran?

D. DAFTAR PUSTAKA
Ulfa Rahmah Ayuningsih, dkk (2018).Produk Kreatif dan Kewirausahaan untuk SMK/MAK Kelas
XI.Surakarta. CV Mediatama
LAMPIRAN :

JURNAL PENILAIAN SIKAP


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
BAHAN AJAR

Mengetahui : Diperiksa Oleh : Payakumbuh, Mei 2024


Kepala SMK N 1 Payakumbuh Waka Kurikulum Guru Mata Pelajaran

YUNITA ROSANTI, M. Pd IMELDA.D, S.E ELVI SASMITA, M.PdE


NIP. 197206201997022001 NIP.198209242024212010
Lampiran 1:
JURNAL PENILAIAN SIKAP
(PROFIL PELAJAR PANCASILA)
KELAS :
PERTEMUAN KE :
Beriman & Nilai Akhir
Nama Peserta Gotong
Bertaqwa Kreatif Kritis
No didik/ Royong (Modus)
kepada TYME
Kelompok 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Dst

Indikator penilaian sikap:


Beriman dan bertaqwa kepada TYME
a. Berdo’a dengan khusuk saat memulai dan mengakhiri pembelajaran
b. Melaksanakan sholat lima waktu
c. Melaksanakan sholat/puasa sunat
d. Patuh dan sopan

Gotong Royong
a. Telibat aktif dalam diskusi kelompok
b. Suka membantu
c. Akktif memperhatikan kebersihan dan kerapian kelas
d. Melaksanakan piket kelas sesuai jadwal

Kreatif
a. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi
b. Berwawasan masa depan dan penuh imajinasi
c. Mampu memproduksi gagasan-gagasan baru
d. Mampu menemukan masalah dan mampu memecahkannya.
Kritis
a. Menanyakan dan menjawab pertanyaan
b. Mencari cara-cara yang dapat dipakai untuk mengatasi masalah-masalah
c. Berusaha mendapatkan informasi sebanyak mungkin dari sumber lain
d. Berpikir terbuka, yaitu berbicara secara kongkret.
Pedoman Penilaian
4 jika memperlihatkan keempat indicator
3 jika memperlihatkan tiga indicator
2 jika memperlihatkan dua indicator
1 jika memperlihatkan 1 indicator
Lampiran 2 :

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK 1


(LKPD 1)

Satuan Pendidikan : SMK N 1 Payakumbuh


Mata Pelajaran : PKK
Kelas/ Fase : XI/ F
Tahun Pelajaran : 2024/2025
Semester : Ganjil

Nama Siswa:
Kelompok :

❖ CAPAIN PEMBELAJARAN
Peserta didik dapat mengamati kegiatan usaha yang ada di lingkungan
internal dan eksternal SMK

❖ TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik diharapkan mampu : Mengidentifikasi analisis SWOT dari perusahaan yang
diamati

❖ PETUNJUK PENGERJAAN
1. Tuliskan nama & kelompok di tempat yang telah disediakan
2. Diskusikanlah dengan anggota kelompokmu mengenai penyelesaian dari
permasalahan yang diberikan.
3. Pastikan setiap anggota kelompok mengetahui dan memahami jawaban untuk
setiap persoalan yang diberikan.
4. Lakukan presentasi hasil diskusi kelompok di depan kelas.
Lampiran 3 :

BAHAN AJAR
A. Peluang Usaha
Harus diakui bahwa sebenarnya peluang usaha di sekitar kita sangat banyak. Namun tidak semua peluang
usaha atau bisnis tepat dilakukan pada sembarang waktu dan tempat. Bagi calon wirausaha yg akan
membuka usaha baru, perlu terlebih dahulu melakukan observasi, survei lapangan, dan banyak bertanya
mengenai seluk beluk bisnis yang akan digelutinya. Peluang usaha terdiri dari dua kata, Peluang dan
usaha. Peluang berarti kesempatan, dan usaha berarti upaya untuk mencapai tujuan yang diinginkan
dengan berbagai daya atau sumber daya yang dimiliki. Secara sederhana peluang usaha merupakan suatu
kesempatan yang dimiliki oleh seseorang untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai dengan
menggunakan sumber daya yangmiliki.
Tujuan yang hendak dicapai bisa dalam keuntungan, uang, kekayaan, kepuasan batin, popularitas, status
sosial dan lain-lain. Untuk mencapai tujuan tersebut seseorang dapat memanfaatkan sumber daya yang
dimiliki. Sumber daya itu dapat berupa uang/modal, pengetahuan, skill, relasi yang luas, pengalaman dan
lain-lain. Artinya sumber daya ini mencakup segala sesuatu yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang
kegiatan usaha. Seorang wirausaha harus berfikir tentang seperti apa peluang usaha yang baik itu.
Berikut adalah ciri- ciri peluang usaha yang baik.
1. Bersifat orisinil
2. Harus dapat mengantisipasi peruabahan persaingan dan kebutuhan pasar
3. Sesuai dengan minat
4. Tingkat kelayakan usaha teruji
5. Bersifat ide kreatif
6. Ada keyakinan untuk mewujudkan
7. Ada rasa senang saat menjalankan

Dalam kenyataannya peluang yang baik saja tidak cukup, tapi juga harus potensial. Banyaknya peluang
usaha di sekitar kita, mengharuskan seorangwirausaha untuk cermat dalam mengkaji mana peluang usaha
yang potensial. Ciri-ciri peluang usaha yang Potensial adalah sebagai berikut.
1. Memiliki nilai jual
2. Usaha bukan hanya ambisi pribadi semata, dan bersifat nyata
3. Usaha tersebut mamapu bertahan lama di pasar
4. Tidak menghabiskan modal, karena terlalu besar investasinya
5. Bisa ditingkatkan skalanya menjadi industri
Peluang usaha yang bernilai jual memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1. Mampu memenuhi kebutuhan konsumen
2. Memiliki keunggulan bersaing
3. Tidak bersifat sementara
4. Ada nilai uang
5. Memenuhi aspek kreatif dan inovatif

Tidak semua peluang yang ada dihadapan kita secara otomatis bisa dikerjakan. Namun terlebih dahulu
harus dilakukan analisis. Analisis peluang usaha adalah suatu analisis untuk mengetahui berbagai
kemungkinan dari berbagai macam kesempatan usaha, mana yang bisa dilakukan dan bisa memberikan
keuntungan dengan berbagai tingkat resiko yang akan di hadapi. Untuk dapat menggali dan
memanfaatkan peluang usaha, seorang wirausaha harus dapat berfikir secara positif dan kreatif,
diantaranya yaitu:

8. Percaya dan yakin bahwa usaha tersebut dapat dilaksanakan


9. Mau menerima gagasan atau ide-ide baru
10. Memiliki semangat kerja yang tinggi
11. Mampu berkomunikasi dengan baik
12. Bertanya pada diri sendiri
13. Mau mendengarkan saran orang lain

B. PERSIAPAN PELUANG USAHA


Untuk melakukan analisis peuang usaha di butuhkan persiapan sebagai berikut.
1. Meneliti luas usaha yang dipilih
2. Bentuk usaha
3. Jenis usaha yang ditekuni
4. Mengenal informasi usaha yang diterima
5. Memiliki peta peluang usaha yang menguntungkan
Langkah-langkah analisis peluang usaha :
1. Membuat sketsa bidang usaha yang ditekuni
2. Penyediaan modal
3. Mengurus izin usaha
4. Menyiapkan tenaga kerja
5. Menyiapkan sarana
6. Menyiapkan bahan baku
7. Menetapkan lokasi
8. Menetapkan metodologi
9. Menetapkan teknologi usaha
10. Menetapkan Manajemen
11. Mencari Mitra Usaha

C. TUJUAN ANALISIS PELUANG USAHA


Secara umum tujuan analisis peluang usaha adalah untuk mengetahui apakah usaha tersebut layak
dikerjakan atau tidak. Oleh sebab itu seorang wirausaha harus cermat, yakin dan berani. Tujuan analisis
peluang usaha :
a. Untuk menemukan peluang usaha.
b. Untuk menemukan potensi usaha.
c. Untuk mengetahui besarnya potensi usaha yang tersedia.
d. Untuk mengetahui berapa lama usaha bertahan

D. KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN WIRAUSAHA


Seorang wirausaha senantiasa dihadapkan dalam dua kemungkinan, yakni keberhasilan dan kegagalan
dalam menjalankan usaha. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan keberhasilan dan kegagalan
usaha.
1. Faktor-faktor penyebab keberhasilan wirausaha
Keberhasilan dan kegagalan dalam menjalankan suatu usaha dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut
adalah faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan seorang wirausaha dalam mengelola usaha :
a. Faktor manusia
1) Kepribadian
Kepribadian atau karakter seseorang sangat menunjang keberhasilannya. Karakter bisa bawaan dari lahir
namun bisa juga di latih secara terus-menerus. Kemauan keras untuk berubah dan lingkungan sangat
berpengaruh bagi pembentukan karakter.
2) Ilmu Pengetahuan
Ilmu, membantu kita dalam menghadapi berbagai persoalan. Dalam mengelola usaha seorang wirausaha
dihadapkan dengan berbagai macam kondisi.
3) Pengalaman yang dimiliki
Seperti kata pepatah, pengalaman adalah guru terbaik. Kita bisa belajar dari pengalaman diri sendiri
maupun pengalaman orang lain. Pengalaman orang lain bisa kita amati secara langsung, bisa juga berupa
kisah inspiratif bisa di dapatkan melalui buku, maupun media elektronik seperti televisi, internet.
b. Keuangan
Faktor keuangan merupakan salah satu pendukung keberhasilan dalam usaha. Tanpa adanya modal,
usaha tidak mungkin bisa berjalan. Modal tersebut digunakan untuk membiayai pengeluaran, seperti
pembelian bahan baku, peralatan, perlengkapan kerja, gaji karyawan, promosi dan kegiatan operasional
lainnya. Uang memang bukan segalanya tapi segalanya membutuhkan uang.
c. Perencanaan
Perencanaan yang matang sangat dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan usaha. Agar usaha yang mau
dijalankan bisa terarah, dan tidak asal berjalan maka dibutuhkan planning yang matang. Perencanaan
dapat dimulai saat usaha itu mau didirikan, misal:
- Produk apa yang mau dibuat
- Berapa modal yang dibutuhkan
- Siapa calon konsumen sasarannya
- Dimana tempat usahanya
- Siapa yang terlibat dalam kegiatan usaha
d. Pemasaran
Pemasaran produk merupakan faktor sangat penting. Sebagus apapun produk, bila tidak mampu
memasarkannya, maka produk tidak dapat menjangkau konsumen yang dituju. Oleh sebab itu harus
dipikirkan, misalnya:
- Siapa yang akan memasarkan produk
- Siapa yang akan beli (pembeli potensial) produk
- Apa strategi yang digunakan
Selain faktor diatas, keberhasilan seorang wirausaha dalam menjalankan usaha menurut Adyaksa Dault
harus dilandasi dengan falsafah yang dikenal dengan nama “ DORAEMON”, yaitu sebagai berikut:
• Dream : memiliki impian
• Opportunity : mampu mencari peluang usaha
• Reform : menyusun perencanaan dan mengimplementasikansecara sistematis
• Action : melakukan suatu tindakan
• Energy : memiliki semangat yang tinggi
• Mapping : bisa melakukan pemetaan usaha dengan analisis SWOT
• Organizing : bergabung dengan organisasi atau perkumpulan
• Network : memiliki jaringan atau relasi yang luas

2. Faktor-faktor penyebab kegagalan wirausaha


Keberhasilan dan kegagalan wirausaha sangat tergantung dari kepribadian wirausaha itu sendiri. Menurut
Zimmerer yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usahanya adalah:
• Tidak kompeten dalam manajerial’
• Kurang berpengalaman
• Tidak bisa mengelola keuangan
• Lokasi yang kurang mendukung
• Gagal dalam perencanaan
• Sikap yang kurang bersungguh-sungguh
• Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan atau transisi kewirausahaan
• Kurang pengawasan peralatan
E. Memanfaatkan Peluang Secara Kreatif Dan Inovatif
Salah satu faktor keberhasilan seorang wirausaha adalah kemampuannya dalam memanfaatkan peluang
secara kreatif dan inovatif. Kreatifitas merupakan kemampuan untuk menciptakan sesuatu. Sedangkan
orang yang kreatif adalah mereka yang memiliki daya cipta.
Berdasarkan penelitian kreatifitas dapat diidentifikasikan yaitu:
a. Menciptakan (to create) adalah proses berupa mencari atau menciptakan dari yang tidak ada
menjadi ada.
b. Memodifikasikan (to modify) dalam memodifikasi sesuatu berupa mencari cara
membentuk fungsi-fungsi baru atau menjadikan sesuatu menjadi berbeda penggunaanya
oleh orang lain
c. Mengkombinasikan (to combine) yaitu mengkombinasikan dua hal atau lebih yang
sebelumnya tidak saling berhubungan.
Seorang wirausaha harus bisa berfikir bagaimana memanfaatkan peluang usahaMdi sekitar secara kreatif
dan inovatif, dengan cara:
1) Memanfaatkan barang yang tidak terpakai
Misalnya memanfaatkan kain perca, sedotan, stik es krim menjadi produk yang punya nilaijual
2) Memanfaatkan barang yang disediakan oleh alam
Misalnya memanfaatkan akar pohon, tanah liat menjadi kerajinan
3) Memanfaatkan kejadian atau peristiwa yang ada
Misalnya saat musim hujan dengan menjual payung dan jas hutan, musim panas menjual masker muka,
jaket dll
4) Memanfaatkan segala sesuatu yang bisa memberikan peluang usaha.

F. JENIS-JENIS INOVASI
Pengertian inovasi menurut Stephen Robbins adalah sebuah ide atau gagasan baru yang diterapkan untuk
memperbaiki suatu produk.
Adapun ciri-ciri inovasi diantaranya adalah:
1) Memiliki kekhasan atau khusus, artinya suatu inovasi memiliki ciri yang khas dalam arti
ide, program, tatanan, sistem, termasuk kemungkinan hasil yang diharapkan
2) Memiliki ciri atau unsur kebaruan, dalam arti suatu inovasi harus memiliki karakteristik
sebagai sebuah karya dan pemikiran yang memiliki kadar orisinalitaasi
3) Dilaksanakan melalui program yang terencana, dalam arti bahwa suatu inovasi dilakukan
melalui proses yang tidak tergesa-gesa dan dipersiapkan secara matang terlebih dahulu
4) Memiliki tujuan, program inovasi yang dilakukan harus memiliki arah yang ingin dicapai,
termasuk strategi untuk mencapai tujuan.Sedangkan jenis Inovasi menurut Kuratko ada 4
jenis inovasi, yaitu:
a. Invensi (penemuan BAru)
b. Ekstensi (pengembangan dari yang sudah ada sebelumnya )
c. Duplikasi (penggandaan, memperbanyakproduk yang sudah ada dan terkenal )
d. Sintesis ( penggabungan atau mengkombinasikan konsep dan formula
e. yang sudah ada menjadi formula yang baru

G. SUMBER PELUANG USAHA


Peluang usaha bersumber atau diawali dengan adanya ide atau Inspirasi yang bersumber darifaktor internal
dan eksternal
1. Faktor internal
• Pengetahuan yg dimiliki
• Pengalaman dari individu itu sendiri
• Pengalaman dari orang lain
• Intuisi/pemikiran yg muncul dari diri sendiri
2. Faktor eksternal
• Masalah yang dihadapi dan belum terpecahkan
• Kesulitan yang dihadapi sehari-hari
• Kebutuhan yang belum terpenuhi
Cara Memanfaatkan Peluang menurut Dr. DJ. Schwartz
1) Percaya & yakin bahwa usaha bisa dilaksanakan
2) Jangan bergaul pada lingkungan statis yang akan melumpuhkan pikiran
3) Senantiasa bertanya pd diri sendiri, “bagamana saya dapat melakukan usaha yg lebih baik”
4) Banyak bertanya & mendengarkan
5) Perluas pikiran

H. PENDEKATAN ANALISIS PELUANG USAHA


Ada beberapa pendekatan yang digunakan dalam menganalisis peluang usaha, yaitu.
1. Analisis SWOT
Merupakan analisis untuk mengetahui faktor internal (Strenght dan Weaknes) dan eksternal (Opportunity
dan Threats) perusahaan. SWOT sangat penting untuk mengetahui kelebihan, kelemahan, peluang dan
ancaman, sehingga wirausaha bisa melakukan strategi yang tepat. Analisis SWOT digunakan untuk
mengetahui:
a. Strenght yaitu kekuatan atau kelebihan yang dimiliki perusahaan yang dapat digunakan
untuk mendukung usaha, contoh: memiliki produk yang berkualitas dan sudah dikenal
masyarakat, memiliki tenaga kerja (SDM) yang kompeten dan loyal
b. Weakness yaitu kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan, bila tidak diatasi akan
menghambat kinerja usaha, contoh: karyawan yang kurang pengalaman,
c. Opportunity : Peluang atau kesempatan untuk mengembangkan usaha
d. Threat: Ancaman, gangguan, hambatan

2. Analisis 5 W + 1 H
Analisis ini untuk menjawab pertanyaan :
What : produk apa?
Where : dimana lokasi? When : kapan akan memulai?
Why : Mengapa memilih produk ini?
Who : Siapa orang yang akan terlibat di dalamnya
How : Bagaimana menjalankan usaha ini?

B. PENGERTIAN ANALISIS SWOT


Menurut Wiradi; analisis merupakan sebuah aktivitas yang memuat kegiatan memilah, mengurai,
membedakan sesuatu untuk digolongkan dan dikelompokkan menurut kriteria tertentu lalu dicari ditaksir
makna dan kaitannya. Analisis bertujuan untuk mengetahui kondisi sesuatu, resiko, dan kemungkinan
keberhasilan dan kegagalan suatu usaha. Salah satu metode analisis yang sering digunakan adalah analisis
SWOT yang merupakan suatu teknik perencanaan strategi yang bermanfaat untuk mengevaluasi
Kekuatan (Strength) dan Kelemahan (Weakness), Peluang (Opportunities) dan Ancaman (Threats) dalam
suatu usaha, baik proyek yang sedang berlangsung maupun dalam perencanaan proyek baru. Analisis
SWOT bukan hanya dapat digunakan dalam bisnis, tetapi juga dapat digunakan pada pribadi kita sendiri
dalam pengembangan karir.
Analisis SWOT merupakan salah satu metode untuk menggambarkan
kondisi dan mengevaluasi suatu masalah, proyek, atau konsep
bisnis/usahanya yang berdasarkan faktor internal (dalam) dan faktor
eksternal (luar). Metode ini paling sering digunakan dalam metode
evaluasi bisnis untuk mencari strategi yang akan dilakukan. Analisis
SWOT hanya menggambarkan situasi yang terjadi bukan sebagai
pemecahan masalah. Analisis SWOT pertama kali diperkenalkan oleh
Albert S Humphrey pada tahun 1960-an dalam memimpin proyek riset di
Stanford Research Institute yang menggunakan data dari perusahaan-
perusahaan Fortune 500.
Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi
perusahaan. Analisis ini didasarkan pada hubungan atau interaksi antara
unsur internal, yaitu kekuatan dan kelemahan, terhadap unsur eksternal yaitu peluang dan ancaman
(Freddy Rangkuti, 2005).
Hal yang penting dan menjadi kunci dalam pelaksanaan SWOT ini adalah mengidentifikasi dan
menganalisis kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman yang dimiliki organisasi. Sehingga dengan
analisis SWOT memungkinkan organisasi memformulasikan dan mengimplementasikan strategi utama
sebagai tahap lanjut pelaksanaan dan tujuan organisasi. Hasil analisis dapat menyebabkan dilakukan
perubahan pada misi, tujuan, kebijaksanaan, atau strategi yang sedang berjalan.
Analisa SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang
mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana
aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari
peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah
keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan
(strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagimana cara
mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau
menciptakan sebuah ancaman baru.
Analisis SWOT mengarahkan analisis strategi dengan cara memfokuskan perhatian pada kekuatan
(strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang merupakan hal
yang kritis bagi keberhasilan perusahaan. Maka perlunya identifikasi terhadap peluang dan ancaman
yang dihadapi serta kekutan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan melalui telaah terhadap lingkungan
usaha dan potensi sumber daya perusahaan dalam menetapkan sasaran dan merumuskan strategi
perusahaan yang realistis dalam mewujudkan misi dan visinya.
Analisis SWOT secara sederhana dipahami sebagai pengujian terhadap kekuatan dan kelemahan internal
sebuah organisasi, serta peluang dan ancaman lingkungan eksternalnya.
Proses pengambilan keputusan strategi selalu berkaitan dengan pengambilan misi, tujuan, strategi dan
kebijakan perusahaan. Dengan demikian perencanaan strategi harus menganalisis faktor-faktor
perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dalam kondisi yang ada saat ini.

C. MANFAAT DAN TUJUAN ANALISA SWOT


Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan
(strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek
atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths,
weaknesses, opportunities, dan threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari
spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang
tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisa SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan
memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar
matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil
keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan
(weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, selanjutnya
bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah
bagimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi
nyata atau menciptakan sebuahancaman baru.
Analisis SWOT bermanfaat apabila telah secara jelas ditentukan dalam bisnis apa perusahaan beroperasi,
dan arah mana perusahaan menuju ke masa depan serta ukuran apa saja yang digunakan untuk menilai
keberhasilan manajemen dalam menjalankan misinya dan mewujudkan visinya. Manfaat dari analisis
SWOT adalah merupakan strategi bagi para stakeholder untuk menetapkan sarana-sarana saat ini atau
kedepan terhadap kualitas internal maupun eksternal.
Analisa SWOT | Pembelajaran yang Mendidik 13
Metode analisis SWOT bisa dianggap sebagai metode analisis yang paling dasar, yang bermanfaat untuk
melihat suatu topik ataupun suatu permasalahan dari 4 empat sisi yang
berbeda. Hasil dari analisa biasanya berupa arahan ataupun rekomendasi untuk mempertahankan
kekuatan dan untuk menambah keuntungan dari segi peluang yang ada, sambil mengurangi kekurangan
dan juga menghindari ancaman. Jika digunakan dengan benar, analisis ini akan membantu untuk melihat
sisi-sisi yang terlupakan atau tidak terlihat selama ini.
Dari pembahasan diatas tadi, analisis SWOT merupakan instrumen yang bermanfaat dalam melakukan
analisis strategi. Analisis ini berperan sebagai alat untuk meminimalisasi kelemahan yang terdapat dalam
suatu perusahaan atau organisasi serta menekan dampak ancaman yang timbul dan harus dihadapi.
Metode analisis SWOT merupakan alat yang tepat untuk menemukan masalah dari 4 (empat) sisi yang
berbeda, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan dari
sebuah peluang (opportunities) yang ada, kemudian bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses)
yang mencegah keuntungan, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman
(threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu
membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.
Dengan saling berhubungannya 4 faktor tersebut, maka membuat analisis ini memberikan kemudahan
untuk mewujudkan visi dan misi suatu perusahaan.

D. TUJUAN MELAKUKAN ANALISA SWOT ADALAH :


1. Mengetahui keuntungan-keuntungan yang dimiliki perusahaan kompetitor.
2. Menganalisis prospek perusahaan untuk penjualan, keuntungan, dan pengembangan produk
yang dihasilkan.
3. Menyiapkan perusahaan untuk siap dalam menghadapi permasalahan-permasalahan yang
terjadi.
4. Menyiapkan untuk menghadapi adanya kemungkinan dalam perencanaan pengembangan
di dalam perusahaan.
Selain itu, tujuan dilakukannya analisa SWOT adalah mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal
yang terlibat sebagai inputan untuk perancangan proses sehingga proses yang dirancang dapat berjalan
optimal, efektif, dan efisien.
Analisis SWOT mengarahkan analisis strategi dengan cara memfokuskan perhatian pada kekuatan
(strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang merupakan hal
yang kritis bagi keberhasilan perusahaan. Untuk mengetahui kelemahan dan menciptakan kelemahan itu
menjadi suatu kekuatan, serta mencoba menghilangkan ancaman untuk dijadikan peluang, maka perlunya
identifikasi terhadap peluang dan ancaman yang dihadapi serta kekutan dan kelemahan yang dimiliki
perusahaan melalui telaah terhadap lingkungan usaha dan potensi sumber daya perusahaan dalam
menetapkan sasaran dan merumuskan strategi perusahaan yang realistis dalam mewujudkan misi dan
visinya.
Maka tujuan analisis SWOT pada perusahaan adalah untuk membenarkan faktor- faktor internal dan
eksternal perusahaan yang telah dianalisis. Apabila terdapat kesalahan, agar perusahaan itu berjalan
dengan baik maka perusahan itu harus mengolah untuk mempertahankan serta memanfaatkan peluang
yang ada secara baik begitu juga pihak perusahaan harus mengetahui kelemahan yang dihadapi agar
menjadi kekuatan serta mengatasiancaman menjadi peluang.
Ketika suatu perusahan mengorbitkan suatu produk tentunya pasti telah mengalami proses penganalisaan
terlebih dahulu oleh tim teknis corporate plan. Sebagian dari pekerjaan perencanaan strategi terfokus
kepada apakah perusahaan mempunyai sumber daya dan kapabilitas memadai untuk menjalankan
misinya dan mewujudkan visinya. Pengenalan akan kekuatan yang dimiliki akan membantu perusahaan
untuk tetap menaruh perhatian dan melihat peluang-peluang baru. Sedangkan penilaian yang jujur
terhadap kelemahan-kelemahan yang ada akan memberikan bobot realisme pada rencana-rencana yang
akan dibuat perusahaan.
Maka, fungsi dari analisis SWOT adalah untuk menganalisa mengenai kekuatan dan kelemahan yang
dimiliki perusahaan yang dilakukan melalui telaah terhadap kondisi internal
perusahaan, serta analisa mengenai peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan yang dilakukan
melalui telaah terhadap kondisi eksternal perusahaan.
Tidak hanya organisasi profit yang memerlukan pemasaran tetapi organisasi non- profit juga
memerlukan pemasaran guna meningkatkan pemasukan dan upaya yang akan dicapai. Terdapat 2
pengertian pemasaran menurut Kotler dan Armstrong (2010) dari sudut pandang sosial dan manajer
pemasaran :
b. Sudut pandang sosial
Pemasaran adalah dan inginkan melalui penciptaan, permintaan, dan kebebasan dalam menukar nilai
produk dan jasa dengan yang lain.

b. Sudut pandang manajer pemasaran


Seni untuk menjual produk dimana pemasaran mengetahui dan mengerti konsumen dengan baik sehingga
produk atau pelayanan yang diciptakan tepat untuk konsumen dan terjual dengan sendirinya. Dan seiring
perkembangan waktu maka konsep pemasaran juga mengalami perubahan. Lima konsep dasar
pemasaran menurut Kotler dan Keller (2006) :
1. Konsep Produksi
Konsep produksi adalah konsep pertama didunia bisnis. Dimana konsumen konsumen akan memilih
produk yang tersedia dan tidak mahal. Manajer produksi berorientasi pada pencapaian efisiensi produk,
biaya rendah dan distribusi.
2. Konsep Produk
Konsep produk dimana konsumen akan meminta produk yang paling berkualitas, memiliki peforma atau
fitur yang inovatif. Manajer yang fokus pada konsep ini membuat produk yang superior dan terus di
tingkatkan dari waktu ke waktu. Produk yang baru atau produk yang baru ditingkatkan belum tentu
sukses tanpa penetapan biaya, distribusi, pengiklanan dan penjualan yang tepat.
3. Konsep Penjualan
Konsep penjualan menetapkan penjualan yang agresif dengan upaya promosi, dimana jika tidak
diterapkan maka produk tidak akan terjual secara memuaskan.
4. Konsep Pemasaran
Falsafah pemasaran yang berkeyakinan bahwa pencapaian sasaran organisasitergantung pada penentuan
kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan penyampaian kepuasan lebih efektif dan efisien daripada
pesaing.
5. Konsep Pemasaran Sosial
Dimana organisasi harus menentukan kebutuhan, keinginan, dan minat pasar sasaran dan menyerahkan
kepuasan yang didambakan itu secara lebih efektif dan efisiendaripada pesaing dengan cara yang bersifat
memelihara atau memperbaiki kesejahteraan konsumen dan masyarakat.
E. METODE PENDEKATAN ANALISIS PELUANG USAHA
Peluang usaha baru dapat muncul dari sekitar kita ,biasanya dari siituasi yang tidak diduga.Untuk
mengembangkan ide dan gagasan tentang peluang usaha kita harus berpikir secara :
a. Positif arahkan pada hal hal yang mempermudah dan bermanfaat
b. Kreatif arahkan pada hal hal yang akan membuat orang tertarik pada produk kita
c. Iinovatif arahkan pada penciptaan produk baru yang berguna dimasyarakat
d. Inisiatif langsung bergerak jangan di tunda lagi
e. Fleksibel sesuaikan dengan perubahan yang terjadi
f. Responsible dapat selalu mengikuti perkembangan yang terjadi
Analisis peluang usaha merupakan salah satu cxara /strategi dalam memulai sebuah usaha agar dalam
menjalankan usahanya seorang wirausahawan sudah memiliki gambaran seperti apa usahanya dan
bagaimana cara mengelola dan menjalankan usahanya.adapun dalam pemilihan produk berupa barang
yang dapat menciptakan peluang usaha adalah dengan mempertimbangkan produk produk yang :
a. Mudah dalam pemakaian
b. Efisien dalam penggunaanya
c. Kualitas produk terjamin
d. Hemat dalam pemakaian
e. Adanya jaminan keamanan dalam pemakaian
Pemetaan analisis produk dapat diperjelas dan dikelompokan sbb:
a. Produk yang dapat memeprmudah pekerjaan rumah
b. Produk yang dapat mempermudah pekerjaan diluar rumah
c. Produk lainnya yang dibutuhkan tanpa mengenal tempat

B. Pendekatan Analisis Peluang Usaha


Ada beberapa pendekatan yang digunakan dalam menganalisis peluang usaha, yaitu.
1. Analisis SWOT
Merupakan analisis untuk mengetahui faktor internal (Strenght dan Weaknes) dan eksternal (Opportunity
dan Threats) perusahaan. SWOT sangat penting untuk mengetahui kelebihan, kelemahan, peluang dan
ancaman, sehingga wirausaha bisa melakukan strategi yang tepat. Analisis SWOT digunakan untuk
mengetahui:
a. Strenght (Kekuatan)
Yaitu kekuatan atau kelebihan yang dimiliki perusahaan yang dapat digunakan untuk mendukung usaha,
contoh: memiliki produk yang berkualitas dan sudah dikenal masyarakat, memiliki tenaga kerja (SDM)
yang kompeten dan loyal. Strength merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi, proyek,
atau konsep bisnis yang ada. Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh
organisasi, proyek, atau konsep bisnis itu sendiri yaitu karakteristik organisasi ataupun proyek yang
memberikan kelebihan / keuntungan dibandingkan dengan yang lainnya. Yang perlu di lakukan di dalam
analisis ini adalah setiap perusahaan atau organisasi perlu menilai kekuatan-kekuatan dan kelemahan di
bandingkan dengan para pesaingnya. Misalnya jika kekuatan perusahaan tersebut unggul di dalam
teknologinya,maka keunggulan itu dapat di manfaatkan untuk mengisi segmen pasar yang membutuhkan
tingkat teknologi dan juga kualitas yang lebih maju.
b. Weakness (Kelemahan)
Yaitu kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan, bila tidak diatasi akan menghambat kinerja usaha,
contoh: karyawan yang kurang pengalaman. Weakness merupakan kondisi kelemahan yang terdapat
dalam organisasi, proyek, atau konsep bisnis yang ada. Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor
yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek, atau konsep bisnis itu sendiri. yaitu karakteristik yang
berkaitan dengan kelemahan pada organisasi ataupun proyek dibandingkan dengan yang lainnya.
c. Opportunity (Peluang atau kesempatan)
Opportunities merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang akan terjadi. Kondisi yang
terjadi merupakan peluang dari organisasi, proyek, atau konsep bisnis itu sendiri misalnya, competitor,
kebijakan pemerintah, dan kondisi lingkungan sekitar. yaitu Peluang yang dapat dimanfaatkan bagi
organisasi ataupun proyek untuk dapat berkembang di kemudian hari. Cara ini adalah untuk mencari
peluang ataupun terobosan yang memungkinkan suatu perusahaan ataupun organisasi bisa berkembang
di masa yang akan depan atau masa yang akan datang
d. Threat (Ancaman, gangguan, hambatan)
Threat merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat menggangguorganisasi, proyek,
atau konsep bisnis itu sendiri. Yaitu Ancaman yang akan dihadapi oleh organisasi ataupun proyek yang
dapat menghambat perkembangannya. Jika tidak segera di atasi, ancaman tersebut akan menjadi
penghalang bagi suatu usaha yang bersangkutan baik di masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Intern Eksterna Opportunity, Threat


Strenght, Weakness al l

Dari keempat komponen dasar tersebut, Strength (kekuatan) dan Weakness (Kelemahan) adalah faktor
internal organisasi/proyek itu sendiri, sedangkan Oppoturnities (Peluang) dan Threats (Ancaman)
merupakan faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan
organisasi ataupun proyek. Oleh karena itu, Analisis SWOT juga sering disebut dengan Analisis Internal-
Eksternal (Internal-External Analisis) dan Matriks SWOT juga sering dikenal dengan Matrix IE (IE
Matrix).

5. Analisis 5 W + 1 H
Analisis ini untuk menjawab pertanyaanWhat : produk
apa?
Where : dimana lokasi? When : kapan akan
memulai?
Why : Mengapa memilih produk ini?
Who : Siapa orang yang akan terlibat di dalamnya How :
Bagaimana menjalankan usaha ini?

Dengan menggunakan analisis tersebut wirausaha akan lebih mengetahui tentang usaha yang akan
dipilihnya sehingga dapat memberikan gambaran mengenai pelaksanaan usaha tersbeut.adapun langkah
langkah penyusunan analisis kelayakan secara lebih jelas agar memperhatikan seperti :
a. amati kebutuhan yang paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat
b. kapan saja mereka membutuhkannya
c. lihat karekteristik konsumen sperti kebutuhannya apa saja jadi produk dapat
disesuaikan dengan segmen konsumennya.
d. Bagaimana daya beli konsumen
e. Lihat ada pesaing atau tidak ,cari peluang usaha yang belum digarap oleh pesaing.
Setiap analisis peluang usaha akan menyesuaikan produk dan lingkungan sekitanya
karena setiap produk dan lingkungan ( wilayah pemasaran) akan memiliki
karekteristik dan wilayah yang berbeda ,sehingga seorang wirausaha juga harus
mengetahui :
a. Situasi dan kondisi kebiasaaan masyarkat
b. Sosial dan budaya,pola hidup masyarakat
c. Tingkat pendapatan dan pengeluaran serta pola ekonominya
d. Keberagamana masyarakat juga yang mendiami wilayah dari mana saja
e. Pola kebutuhan masyarakat
Ketika perkembangan teknologi dan komunikasi yang semakin cepat dengan teknologi yang semakin
banyak memberi perubahan maka berkembanglah suatu pola baru yang harus diikuiti oleh seorang
wirausahawan .maka munculah aplikasi dalam smartpohe memberikan peluang tambahan yang harus
dianalisis secara cermat agar memberikan laba. Contoh: orang banyak yang tidak akan mengira GOJEK
semakin berkembang,dan hampir merubah pola hidup masyarakat hanya dari suatu aplikasi ,namun disisi
lain memberikan manfaat yang berefek domino adalah reaksi berantai yang terjadi ketika perubahan kecil
menyebabkan perubahan serupa didekatnya yang kemudian menyebakan perubahan lain yang serupa.
Contoh melakukan analisis SWOT :
PRODUK KRIPIK PISANG
Strength (kekuatan) Weakness (kelemahan)
Faktor Internal 1. Modal Terjangkau 1. Bau tengik jika sudah lama
2. Harga terjangkau bagi semua 2. Mudah Hancur jika terkena
kalangan tekanan
3. Produk memiliki nilai gizi 3. Jika terpapar angin terlalu lama
tinggi tidak renyah lagi
4. Tahan Lama
5. Bahan baku produk berpotensi
untuk dihidangkan bersama
seluruh jenis makanan, baik
makanan ringan maupun berat,
baik rasanya asin ataupu manis
Opportunity (Peluang) Threat (Hambatan)
Faktor Eksternal 1. Sumber bahan baku dan SDM 1. Konsumen mudah bosan
melimpah 2. Pesaing yang banyak
2. Banyak Peminat 3. Banyak menjual Produk cemilan
3. Bisa menjual sebagai Reseller yang lebih menarik sehingga
4. Wilayah pemasaran produk keripik Pisang mudah
luas terbelakangi.
5. Infrastruktur yang mendukung 4. Kurangnya tempat pariwisata
transportasi untuk sarana promosi produk

STARATEGI Strength and Opportunity (SO), Strength and Threat (ST) , Weakness and
Opportunity (WO), Weakness and Threat (WT)
STARATEGI SO Strategi WO
1. Meningkatkan kualitas produksi kripik 1. Meningkatkan kemampuan pengepakan
pisang dan pengemasan yang steril
2. Memperluas wilayah pemasaran dengan 2. Meningkatkan volume penjualan kripik dan
target Ekspor bekerjasama dengan lembaga keuangan
untuk meningkatkan modal
STARATEGI ST Strategi WT
1. Meningkatkan harga jual bahan baku pisang 1. Membuat surat kontrak perjanjian dalam
Agung kepada petani dan melihat prospek kemitraan atau reseller
pesaing untuk dijadikan tolak ukur 2. Memperhatikan selera dan daya beli
2. Memperbaiki mutu pisang agung agar konsumen.
produk yang dihasilkan berkualitas tinggi
LEMBAR ASESMEN DIAGNOSTIK NON KOGNITIF
1. Coba amati lingkungan rumahmu saat ini, lalu pilih emoji berikut yang mewakili
perasaanmu. (silang pada gambar)

2. Berikan pendapatmu tentang bagaimana kondisi lingkungan akan berdampak pada


semangat belajarmu?

3. Apa saja yang dapat kamu lakukan untuk menciptakan kenyamanan lingkungan belajardi
rumah?

4. Apa tanggapanmu setelah kamu mempelajari tentang beberapa karakteristik wirausaha?

5. Apa harapanmu saat kamu mempelajari tentang wirausaha?

Anda mungkin juga menyukai