Anda di halaman 1dari 13

SISTEM HARGA POKOK STANDAR

I. BIAYA STANDAR UNTUK BAHAN BAKU DAN TENAGA KERJA LANGSUNG Biaya Standar untuk Bahan Baku dan Tenaga Kerja Langsung mencakup beberapa hal seperti dibawah ini : a. BIAYA STANDAR Biaya standar adalah alat atau sistem untuk mengukur dan menilai suatu prestasi pelaksanaan yang mana biaya standar ditentukan dengan berbagai penelitian teknis, penilaian prestasi, penilaian laboratorium, penelitian gerak dan waktu. Penentuan standar kuantitas dan kualitas pada suatu tingkat harga sehingga biaya standar dapat terpercaya dan disepakati sebagai suatu norma dalam mengukur pelaksanaan. Biaya standar dapat juga dikatakan sebagai biaya yang dipakai dimuka sebelum kegiatan dilaksanakan atau sebagai alat penyusunan anggaran yang sesuai dengan rekening buku besar dalam suatu perusahaan.

b. PENENTUAN STANDAR BIAYA BAHAN BAKU Standar biaya bahan baku adalah biaya bahan baku yang terjadi / terpakai dalam pengolahan satu produk. Sebelum pengolahan produk, dalam penyusunan standar biaya bahan baku perlu terlebih dahulu melakukan hal- hal sebagai berikut yaitu : a. menentukan terlebih dahulu biaya anggaran yang akurat dalam biaya bahan baku yang diperlukan dalam pengolahan produksi. b. Tidak terlalu mubazir atau yang wajar dalam pembelian rutin bahan baku yang disesuaikan dengan kapasitas yang diperlukan dalam produksi.

c. Adanya pengawasan yang ketat dalam pengiriman bahan baku yang dibeli dan diangkut oleh pengangkut. d. Adanya suatu tempat atau fasilitas yang memadai untuk penerimaan dan penyimpanan bahan baku. e. Memeriksa kembali seberapa jauh bahan baku yang terpakai dalam suatu produksi. f. Mengidentifikasikan kembali seberapa jauh yang terjadi bahan baku dalam proses. g. Menghindari terjadinya penyimpangan dari penyimpanan dan pengiriman setelah produk selesai.

c. PENENTUAN STANDAR BIAYA TENAGA KERJA Standar biaya tenaga kerja adalah biaya tenaga kerja yang terjadi / terpakai dalam proses suatu pengolahan satu satuan produk. Yang mana standar biaya tenaga kerja menyangkut mengenai buruh dan upah. Untuk penentuan standar biaya tenaga kerja yang perlu diperhatikan hal sebagai berikut : a. Melihat terlebih dahulu letak atau kondisi pabrik, peralatan, tempat kerja, fasilitas transportasi sehingga perusahaan dapat menstandardisasi pada keadaan atau tingkat praktis. b. Harus dapat mengawasi para buruh terhadap pengolahan bahan baku dari segi kuanititas dan kualitas yang mereka lakukan dengan bahan baku yang diolah dalam pabrik atau perusahaan. c. Adanya penyiapan sistem perencanaan rute dan kecepatan kerja.

d. Penyediaan instruksi kerja terhadap para buruh dengan mengadakan training atau pengarahan kerja kepada para buruh sebelum melaksanakan kegiatan pekerjaan tertentu.

d. VARIAN BAHAN BAKU DAN URAIAN TENAGA KERJA Dalam penentuan bahan baku perlu penentuan yang dapat digunakan sebagai dasar tingkat ideal dan normal pada standar tingkat harga. Standar bahan baku merupakan suatu metode statistika yang dilakukan oleh perusahaan bahkan dapat pula dilakukan dengan metode rata rata tertimbang atau median, bahkan dapat pula ditentukan langsung berdasarkan tafsiran pejabat perusahan yang mempunyai pengetahuan dalam meneliti bahan baku. Adapun spesifikasi kuantitas bahan baku mengharuskan perlunya ditetapkan standar kuantitas bahan baku yang dibeli, agar standar kuantitas dapat ditetapkan dengan teliti dan menilai bagian pembelian bahan baku untuk memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Ditambah biaya biaya lainnya dalam rangka pengadaan bahan baku sampai siap dipakai dengan mempertimbangkan faktor kepraktisan dan perlakuannya.

Tenaga kerja digolongkan sebagai tarif upah yang berbeda dengan standar untuk suatu pekerjaan tertentu. Tarif dilakukan lebih besar atau lebih kecil dibandingkan standar selama kegiatan musiman atau kegiatan darurat. Tenaga kerja standar harus mampu pada suatu tingkat efesiensi maksimum dan memungkinkan semua maju sehingga para karyawan atau buruh dapat dicapai dengan langsung.

II. BIAYA STANDAR UNTUK OVERHEAD DAN ANALISIS VARIAN ( FULL COSTING )

a. PENENTUAN STANDAR BIAYA OVERHEAD Dalam penentuan standar biaya overhead biasanya digunakan dengan metode harga pokok pesanan dalam menentukan besarnya anggaran biaya overhead untuk mengolah suatu pesanan yang akan diterima pada periode yang akan datang. Dalam anggaran biaya overhead terdapat dalam anggaran seperti baiaya overhead tetap dan biaya overhead variabel disini perlu menentukan tarif standar maka anggaran biaya overhead disusun dan dibagi berdasarkan kapasitas yang dipakai sebagai dasar penentuan standar biaya overhead misal, jam kerja, jam mesin dan lain lain. Dalam analisis varian Full Costing biasanya dipisahkan pada tarif biaya tetap dan biaya overhead variabel besarnya standar biaya overhead biasanya diperoleh dengan cara mengalikan antara kapasitas standar dengan besarnya standar total biaya overhead perusahaan atau pabrik. Apabila pesanan diolah dengan beberapa departemen produksi maka standar biaya overhead ditentukan melalui langkah distribusi dan alokasi.

b. METODE STANDAR OVERHEAD Dalam metode standar biaya overhead digunakan dengan berbagai langkah langkah sebagai berikut : Metode Analisa Dua Selisih.

Selisih terkendali ( Contollable Variance ) adalah selisih yang disebabkan oleh perbedaan antara biaya overhead yang terjadi pada biaya overhead yang dianggarkan melalui jam atau kapasitas standar ( anggaran fleksibel pada jam atau kapasitas standar ) atau disebabkan oleh elemen biaya variabel yang sifatnya dikendalikan oleh kepala departemen atau seksi yang bersangkutan.

Selisih Volume ( Volume Variance ) adalah selisih yang diakibatkan perbedaan antara anggaran fleksibel yang dibebankan melalui rekening barang dalam proses selisih volume yang timbul karena kapasitas standar lebih kecil atau lebih besar dibandingkan dengan kapasitas normal, dalam selisih volume terletak kepada manajemen atas ( Top Management ) sebab tidak dapat dikendalikan oleh kepala departemen atau seksi dimana timbul selisih.

Metode Analisa Tiga Selisih Selisih Anggaran ( Selisih Budget/ selisih dibelajakan/ selisih spending ( Spanding Variance ) ) adalah adanya perbedaan antara biaya overhead dibandingkan dengan biaya overhead yang dianggarkan pada kapasitas yang sebenarnya ( budget fleksibel pada kapasitas yang sebenarnya ) atau dikarenakan oleh elemen biaya overhead variabel pada umumnya selisih anggaran dapat dikendalikan oleh kepala departemen atau seksi yang timbul akibat selisih, selisih ini dipertanggung jawabkan oleh kepala departemen atau seksi yang bersangkutan. Selisih Kapasitas ( Copacity Variance ) adalah elemen biaya overhead tetap yang diakibatkan oleh kapasitas yang sebenarnya lebih besar atau lebih kecil dari kapasitas yang terpakai timbul ( eksternal ) dan tidak dapat

dikendalikan oleh kepala departemen atau kepala seksi tetap merupakan tanggung jawab dari manajemen atas ( Top Manajement ) Selih Efisiensi ( Efficiency Variance ) adalah perbedaan antara kapasitas standar dengan kapasitas sebenarnya yang dipakai untuk mengolah suatu produk yang dikalikan dengan tarif total biaya overhead. Adapun penyebab selisih efisienci adalah elemen biaya overhead tetap dan elemen biaya overhead variabel yang ditunjukkan oleh suatu perusahaan yang bekerja dengan efisien atau bekerja tidak efesien. Apabila selisih efisensi biaya tenaga kerja langsungsifatnya menguntungkan maka selisih efisensi biaya overhead juga bersifat menguntungkan demikian pula apabila selisih tidak menguntungkan.

Metode Analisa Empat Selisih Dalam metode empat selisih terbagi kedalam empat selisih biaya overhead yaitu : a. Selisih Anggaran b. Selisih Kapasitas c. Selisih Efisiensi Variabel d. Selisih Efisiensi tetap

c. ANALISA VARIAN

Pada konsep varian full costing biasanya suatu laba dihitung dengan laba bersih, hasil setiap laba dikurangi dengan besarnya laba, baik biaya laba tetap maupun biaya variabel. Langkah langkah dalam menggunakan Analisa Varian Full Costing yaitu : 1. Menggolongkan hasil penjualan dalam setiap laba yang akan dianalisa. 2. Menggolongkan harga pokok penjualan untuk setiap laba. 3. Menghitung laba kotor atas penjualan. 4. Mengalokasikan biaya pemasaran pada setiap fungsi laba. 5. Menghitung laba bersih sebelum menghitung berapa administrasi umum untuk laba. 6. Menghitung biaya andministrasi atau umum 7. Menghitung laba bersih setiap laba.

III. BIAYA STANDAR BAHAN BAKU DAN TENAGA KERJA LANGSUNG (VARIAN POSTING ) 1. Biaya Sistem Standar Biaya Sistem Standar adalah salah satu harga pokok yang ditentukan untuk mengolah suatuproduk atau pesan tertentu dengan cara menentukan besarnya biaya standar dan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead untuk mengolah suatu produksi atau jasa tertentu. Biaya sistem standar dapat pula dipakai sebagai alat mengukur dan menilai prestasi dalam pelaksanaan , karena biaya standar harus ditentukan dengan teliti dan ilmiah melalui penelitian teknis, penilaian prestasi, penelitian laboratorium, gerak dan waktu untuk penentuan standar kuantitas dan kualitas.

2. Penentuan Standar Bahan Baku Dalam penetapan standar bahan baku adalah harga bahan baku persatuan yang terjadi dalam pembelian bahan baku. Untuk penentuannya dapat digunakan tingkat harga ideal, dan normal. Penentuan Standar Bahan Baku didasarkan atas tingkat standar harga bahan baku, maka didasarkan pada :

Harga bahan baku yang disetujui dalam kontrak pembelian jangka panjang. Perubahan harga bahan baku yang terjadi dengan menggunakan metode statistika yang dikelola perusahaan sendiri maupun diluar perusahaan.

Pesanan pembelian dihitung paling akhir dengan metode rata rata tertimbang atau median.

Penentuan daftar harga dikeluarkan oleh supplier.

Dalam penentuan standar harga bahan baku meliputi harga faktur bahan baku dikurangi pemetongan pembelian bahan baku ditambah biaya lainnya dalam pengadaan bahan baku yang siap pakai. 3. Penentuan Standar Tenaga Kerja Penentuan Standar Tenaga Kerja adalah tarif upah langsung yang terjadi pada setiap pengupahan ( misalnya pada upah per jam, upah per potong ) dalam produk tertentu. Tanggung jawab penyusunan standar tarif upah dilakukan oleh bagian akuntansi biaya, bagian produksi dan personalia. Dalam penentuan besarnya standar didasarkan pada :

Melakukan sistem pengajian dalam pelaksanaan perusahan misal : harian, per jam, per potong. Mengadakan perjanjian kerja kolektif antar organisasi buruh, karyawan dan perusahaan. Tarif upah dibayar sesuai dengan tingkat upah pada periode penggunaan standar. Pasaran tenaga kerja bersaing sesuai dengan kondisi dan tempat lokasi perusahaan. Selisih tarif upah langsung disebabkan perusahaan membayar langsung lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan upah langsung standar total dan selisih dapat dihitung sebesar selisih upah langsung per jam dikalikan jam kerja sesungguhnya. 4. Varian Bahan Baku Bahan baku pada dasarnya adalah tanggung jawab bagian pembelian aoleh karena itu pentingnya bahan baku dapat dipakai dalam menilai prestasi pembagian penilaian akan tetapi dapat pula bermanfaat sebagai alat pengukur laba yang di peroleh oleh suatu perusahaan. Dengan berbagai pertimbangan faktur kepraktisan dari perilakunya. Biasanya dalam jumlah selisih harga bahan baku yang timbul akibat telah dipakai kuantitas bahan baku yang lebih besar atau lebih kesil dibandingkan dengan kuantitas standar di dalam pengolahan produk. Namun selisih kuantitas bahan baku dapat dihitung sebesar selisih kuantitas bahan baku dikalikan harga standar bahan baku per satuan atau per unit. 5. Varian Tenaga Kerja Dalam penetapan varian tenaga kerja yang perlu kita perhatikan :

Kegiatan yang dilaksanakan oleh tenaga kerja langsung.

Seberapa banyak waktu yang telah diserap oleh setiap kegiatan produk yang dikerjakan. Maka dengan itu perlunya diidentifikasi besarnya waktu standar : Studi gerak dan waktu dengan menggunakan stop watch dalam menentukan dasar mencatat waktu dan gerak setiap kegiatan selama pengolahan produk berlangsung. Rata rata prestasi masa lalu penetapan dengan dasar sederhana, mudah, tetapi tidak ilmiah dan teliti karena prestasi masa lalu adalah pemborosan waktu. Test Runs pengukuran pada saat pekerjaan berlangsung standar ini merupakan koordinasi antara standar bahan baku dengan standar kegiatan. Estimasi waktu yang diperlukan untuk mengutamakan suatu kegiatan tertentu.

IV. BIAYA STANDAR OVERHEAD DAN ANALISA VARIAN (VARIABLE COSTING) Standar biaya overhead adalah biaya overhead yang terjadi saat pengolahan produk.

A. Penentuan Standar Overhead


Dalam suatu perusahaan standar biaya overhead dapat ditentukan dengan berbagai langkah langkah yaitu : Penentuan anggaran biaya overhead. Biaya overhead digolongkan menjadi biaya tetap dan biaya variabel dalam bentuk anggaran fleksibel.

Penentuan dasar pembebanan dan tingkat kapasitas menghitung tarif standar terhadap tingkatan kapasitas yang dipakai.

Perhitugan tarif standar biaya overhead dihitung sebesar anggaran biaya overhead dibagi dengan kapasitas yang telah terpakai.

B. Metode Standar Varian Overhead


1. Metode Rancangan Tunggal Apabila ada produk dalam proses awal, setiap rekening produksi di debit sebesar produksi ekuivalen dikalikan harga standar pada setiap elemen biaya dan jika di kredit sebesar harga pokok standar produk dalam proses awal. Setiap elemen biaya pada di debit sebesar produksi ekuivalen yang di produksi di kali harga pokok atau biaya sesungguhnya yang merupakan selisih biaya yang akan dianalisa pada analisa selisih. Jika produksi selesai di debit sebesar harga pokok standar dikali jumlah produk selesai sedangkan setiap kredit yang masih dalam proses sebesar harga pokok standar pada setiap elemen biaya. Produksi dalam proses akhir akan di debit pada persediaan produk setiap rekening kredit sebesar produksi ekuivalen produk dalam proses akhir dikalikan dengan harga pokok standar untuk setiap elemen biaya. 2. Metode Rancangan Berat Sebelah Dalam proses awal setiap rekening di debit sebesar produksi ekuivalen dikalikan harga pokok standar untuk setiap elemen biaya dan persediaan produk yang masih dalam proses awal.

Produk dalam proses elemen biaya di debit sebesar biaya yang sebenarnya terjadi dalam periode yang mengakibatkan biaya di kredit sebesar biaya sebenarnya. Elemen biaya persediaan produk selesai di debit sebesar harga pokok standar dikalikan jumlah produk selesai di kredit produk dalam proses sebesar harga pokokstandar pada setiap elemen biaya. Dalam proses akhir di debit persediaan produk sebesar harga pokok standar, produk dalam proses di kredit sebesar produksi ekuivalen produk dalam proses akhir dikali pada setiap elemen biaya. Pada akhir periode di perhitungkan dalam proses Berat Sebelah yang mana menunjukkan selisih biaya yang timbul, selisih Berat Sebelah di analisa dan ditutup kebudayaan rekening selisih biaya. 3. Analisa Varian Harga pokok variabel ( Variable Costing ) merupakan suatu alternatif mengambil keputusan dengan tujuan biaya pada laba harus dikelompokkan dalam elemen biaya tetap dan elemen biaya variabel. Langkah langkah yang harus diperhatikan dalam variabel costing ialah Menggolongkan hasil penjualan kedalam laba yang akan dianalisa. Menggolongkan harga pokok penjualan variabel pada laba. Menghitung batas kuntrobusi kantor pada setiap laba. Mengalokasikan biaya pemasaran variabel pada setiap fleksibel ke dalam laba. Menghitung batas kuntrobusi bersih pada setiap laba.

Menghitung biaya tetap langsung agar dapat di identifikasi pada setiap biaya. Menghitung laba bersih biasa sebelum digabungkan dengan biaya tetap tidak langsung dan biaya administrasi dan umum. Menghitung biaya tetap tidak langsung dan biaya administrasi umum. Menghitung laba bersih