0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
265 tayangan62 halaman

Alignment Handbook

Diunggah oleh

zia.eve18
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • penggunaan buku panduan,
  • penggunaan brosur,
  • metode alignment,
  • penggunaan feedback,
  • penggunaan alat bantu,
  • penggunaan manual,
  • pelaporan hasil,
  • penggunaan analisis,
  • penggunaan alat,
  • toleransi misalignment
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
265 tayangan62 halaman

Alignment Handbook

Diunggah oleh

zia.eve18
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • penggunaan buku panduan,
  • penggunaan brosur,
  • metode alignment,
  • penggunaan feedback,
  • penggunaan alat bantu,
  • penggunaan manual,
  • pelaporan hasil,
  • penggunaan analisis,
  • penggunaan alat,
  • toleransi misalignment

ALIGNMENT DAN PROBLEM SOLVING

Judul buku : Alignment dan problem solving

Disusun oleh : Zaenal Choiri

Editor : Syamsul Ma’arif, ST.

Desain sampul : Zaenal Choiri


Kata pengantar : H. Totok Suwartha
Tanggapan :
Kasi. Inspeksi Pemeliharaan
(Wahyu Purnomo, ST)
Kabag. Perencanaan Teknik
(Rudhy Rianto Setiawan, Ir.)
Kadiv. Teknik
(Hassan, Ir.)

Diterbitkan : Seksi Inspeksi Pemeliharaan


PT. Semen Gresik (Persero) Tbk.
Telp. (0356) 3225001 – 3225003
Ext. 7421, 7422

Alamat Email : zaenal.choiri@semenindonesia.com

Disusun tgl. : 15 Maret 2010

Edisi : Ke-satu

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page i
Alignment dan problem solving
Created by Zaenal Choiri
Page ii
PENDAHULUAN

Pada jaman dulu orang m elakukan alignment dengan metode konvensional, yaitu dengan
menggunakan m istar m aupun be nang. Ke mudian dikembangkan dengan tingkat
keakurasian yang lebih tinggi lagi, yaitu dengan m enggunakan dial gauge. Dan pada
akhirnya tehnologi sem akin berkem bang pe sat sehingga orang dapat m enciptakan
peralatan laser alignm ent dengan m emanfaatkan sinar inf ra m erah. Laser alignm ent
memiliki tingkat ketelitian yang sangat tingg i dan tingkat akurasi data yang tinggi pula.
Dalam hal ini k ita dituntut s elalu m engikuti perkem bangan jam an. Dengan sem akin
berkembang pesatnya teknologi, jika kita dapat mengikutinya, maka semua pekerjaan kita
akan bisa semakin mudah dan ringan.

Alignment adalah m erupakan tindakan kor ektif, yang kita la kukan dalam sederetan
sistem pemeliharaan, dalam m enjaga kelu rusan dua peralatan atau lebih yang
dihubungkan dengan coupling dan atau memakai transmisi V-belt.

Permasalahan m isalignment serin g te rjadi, bahkan dis etiap per alatan p ermesinan.
Permasalahannya adalah seberapa besar m isalignment itu terjadi, dan seberapa besar
dampak terhadap kerugian produksi dari akibat yang ditimbulkannya.

Secara g aris besar ada bebera pa macam m isalignment : misalignm ent offset (para llel),
misalignment anguler (sudut). Akibat yang ditimbulkannya adalah kerusakan pada bagian
elemen peralatan permesinan semisal : seal aus (rusak), rumah bantalan (bearing housing)
yang aus, rusaknya bearing, tem peratur pa nas/ tinggi yang diti mbulkan dari efek
misalignment dapat berakibat rusaknya windi ng m otor pada electrical, serta shaft
bengkok, dsb.

Kerusakan yang ditimbulkan akibat ka sus m isalignment, jika te rjadi break down
mendadak. Break down m endadak biasanya ak an m engakibatkan kerugian yang sangat
besar yaitu : tingginya biaya pem eliharaan, hilangnya kesem patan produksi (loos
production).

Pada kesempatan ini kam i akan m engulas masalah-m asalah yang ditim bulkan akibat
misalignment, dan dampak positif maupun negatif terhadap peralatan dan perusahaan.

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page iii
Daftar isi

Judul buku ................................................................................................... i

Kata pengantar …………………………………………………………..... ii

Pendahuluan.................................................................................................. iii

Daftar isi ........................................................................................................ iv

BAB I – ALIGNMENT COUPLING........................................................... 1


1. Jenis misalignment ..................................................................................... 1
1.1. Misalignment offset (misalignment parallel) ....................................... 1
1.2. Misalignment anguler (misalignment sudut) ....................................... 2
1.3. Misalignment offset dan anguler (campuran dari kedua misalignment
offset & parallel) .................................................................................. 2
2. Ciri-ciri misalignment coupling dilihat dari analisa spectrum ................... 2
3. Efek Misalignment ..................................................................................... 3
4. Metode Alignment ..................................................................................... 4
5. Keuntungan dan kerugian dengan menggunakan metode masing-masing
metode alignment ........................................................................................ 4
5.1. Keuntungan dan kerugian melakukan alignment dengan menggunakan
penggaris (mistar) / feeler gauge ……………………………………... 5
5.2. Keuntungan dan kerugian melakukan alignment dengan menggunakan
dial gauge ............................................................................................... 5
5.3. Keuntungan dan kerugian melakukan alignment dengan menggunakan
lazer alignment ………………………………………………………... 5
6. Berikut perbandingan tingkat akurasi dengan 3 metode diatas .................. 6
7. Keuntungan menjaga presisi shaft alignment ............................................. 6
8. Study kasus dampak misalignment coupling .............................................. 7
8.1. Data base equipment ............................................................................. 7
8.2. Perhitungan penghematan power listrik ……………………………… 7
8.3. Data hasil alignment sebelum dan sesudah pembenahan ……………. 8
8.3.1. Data dimensi peralatan ................................................................ 8
8.3.2. Kondisi sebelum dilakukan pembenahan alignment ................... 9
8.3.3. Setelah dilakukan pembenahan alignment .................................. 9
8.3.4. Tabel toleransi misalignment yang diijinkan .............................. 10

BAB II - MISALIGNMENT PADA PULLEY .......................................... 11


1. Macam-macam misalignment pulley ......................................................... 11
1.1. Misalignment offset (parallel) ……………………………………….. 11
1.2. Misalignment angular (sudut) vertical/ horizontal …………………… 11
2. Ciri-ciri misalignment pulley dilihat dari analisa spectrum ....................... 13
Alignment dan problem solving
Created by Zaenal Choiri
Page iv
3. Menjaga kelurusan puley ............................................................................ 13
3.1. Keuntungan menjaga presisi kelurusan pulley ..................................... 13
3.2. Data evaluasi pemakaian V-belt ........................................................... 14
4. Proses Alignment pulley …………………………………………………. 15
4.1. Mengenal peralatan …………………………………………………... 16
4.2. Memahami cara merawat peralatan ....……………………………….. 17
4.3. Memahami cara pemakaian peralatan ……………………………….. 18
4.4. Tabel toleransi laser pulley alignment ................................................. 20
5. Keuntungan bagi kita menggunakan laser pulley alignment …………….. 20

BAB III - SOFTFOOT................................................................................... 21


1. Macam-macam penyebab softfoot …………………………………......... 21
1.1. Parallel softfoot ………………………………………………………. 21
1.2. Anguler softfoot ……………………………………………………… 21
1.3. Squishy foot (corrosion) ……………………………………………… 22
1.4. Softfoot from external forces ………………………………………… 22
2. Cara melakukan softfoot ………………………………………………… 22
3. Study kasus softfoot ……………………………………………………… 27

BAB IV - ALIGNMENT MENGUNAKAN LAZER ALIGNMENT


DENGAN ALAT MERK ”ROTALIGN ULTRA” ................................... 30
1. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam alignment …………….. 30
1.1. Mengenal peralatan dan asesorisnya …………………………………. 30
1.2. Memahami dan bisa melakukan perawatan peralatan .......................... 33
1.3. Mengetahui standart operasi peratalan (SOP) ……………………....... 33
1.4. Memahami dan dapat melakukan proses alignment ………………….. 35
1.4.1. Persiapkan peralatan dan asesoris yang dibutuhkan…………... 35
1.4.2. Lakukan senter sinar infra merah .............................................. 36
1.4.3. Membuat file baru/ membuka file dan pengisian dimensi ........ 37
1.4.4. Proses pengambilan data dan moving ....................................... 44
1.5. Memahami dan dapat melakukan proses softfoot ................................. 47
1.6. Memahami proses pelaporan ................................................................. 47
1.6.1. Cara backup data ....................................................................... 48

BAB V - PENUTUP ...................................................................................... 53

Kesimpulan …………………………………………………………………. 54

Lembar tanggapan ………………………………………………………… 55

Daftar pustaka ............................................................................................. 56

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page v
BAB I

ALIGNMENT COUPLING

Alignment a dalah m erupakan tindakan kor ektif, yang kita lakukan dalam sederetan
sistem pe meliharaan dalam m enjaga kelurusan dua peralatan yang dihubungkan
dengan coupling.

(Gambar-1.1`)

Dari definisi diatas, alignm ent m erupakan tindakan korektif yang akan dilakukan
berdasarkan data prediktif dengan data vibrasi sebagai pendukung jika di temukan ciri
seperti yang telah di uraikan di halam an depan, atau jika terjadi m isalignment.
Tindakan koreksi dengan m elakukan alignm ent suatu peralatan, agar tidak terjadi
kerugian-kerugian yang ditimbulkan akibat misalignment.

1. Jenis misalignment

1.1. Misalignment offset (misalignment parallel)


1.2. Misalignment anguler (misalignment sudut)
1.3. Misalignment offset dan anguler (campuran dari kedua misalignment offset &
parallel)

1.1. Misalignment offset atau disebut m isalignment para llel adalah bila terjadi
kemiringan sejajaran shaft dua pera latan permesinan yang dihubungkan dengan
coupling baik dalam posisi vertikal m aupun horisontal, seperti ditunjukan
(Gambar-1.2).
Alignment dan problem solving
Created by Zaenal Choiri
Page 1 of 56
(Gambar-1.2)

1.2. Misalignment anguler atau m isalignmnet sudut adalah bila terjadi kem iringan
yang membentuk sudut pada shaft dua peralatan permesinan yang dihubungkan
dengan coupling, baik dalam posisi vertikal m aupun hor isontal, seperti
ditunjukan (Gambar-1.3).

(Gambar-1.3)

1.3. Misalignment offset dan anguler adalah bila terjadi kem iringan sejajar dan
kemiringan yang m embentuk sudut pada sh aft dua peralatan perm esinan yang
dihubungkan dengan coupling baik dalam posisi vertikal m aupun horisontal,
dimana merupakan kombinasi dari kedua misalignment diatas, seperti ditunjukan
(Gambar-1.4).

(Gambar-1.4)

2. Ciri-ciri misalignment coupling dilihat dari analisa spectrum

Dalam vibrasi suatu peralatan permesinan kasus m isalignment dapat dipantau. Pada
spectrum biasanya dicirikan dengan m unculnya 2 x rpm atau 3 x rpm m uncul
dominan.

2.1. Misalignment offset/ paralel dicirikan dengan muncul 2 x rpm dominan, seperti
ditunjukan (Gambar-1.5).

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 2 of 56
A
2 x rpm

1 x rpm
3 x rpm

f
(Gambar-1.5)

2.2. Misalignment anguler/ sudut dicirikan dengan muncul 3 x rpm dominan, seperti
ditunjukan (Gambar-1.6).

A
3 x rpm

1 x rpm 2 x rpm

(Gambar-1.6) f
Banyak sekali terjadi dibeberapa peru sahaan m aupun pabr ik-pabrik, m asalah
alignment coupling dianggap rem eh, bahka n diabaikan. Oleh sebab itu pada
kesempatan ini kam i berusaha m enjelaskan pengaruh m isalignment dan akibatnya
terhadap peralatan.

Pengaruh misalignment terhadap suatu pe ralan memang tidak secara langsung dalam
jangka waktu pendek. Akan tetapi efeknya sangatlah lama, kecuali pada peralatan-
peralatan khusus yang m embutuhkan alignm ent yang presisi tinggi. Misalnya pada
roll k ertas di pabr ik k ertas, jik a tida k alignment akan m engakibatkan putusnya
lembaran bahan kertas yang akan digulung. Akan tetapi m isalignment kebanyaka n
terjadi akan menimbulkan efek dalam jangka waktu relatif panjang.

3. Efek Misalignment

Efek yang ditimbulkan akibat misalignment coupling yaitu :

1. Vibrasi tinggi
2. Meningkatnya Amper
3. Terjadi panas pada peralatan.
Alignment dan problem solving
Created by Zaenal Choiri
Page 3 of 56
4. Meningkatnya biaya pemakaian listrik
5. Keausan pada elemen peralatan permesinan
6. Kerusakan pada elemen peralatan permesinan (misal : rusaknya seal, bearing, dll.)
7. Memperpendek umur peralatan permesinan
8. Naiknya biaya pemeliharaan
9. Produksi tidak lancar
10. Kesempatan produksi yang hilang, jika terjadi break down m endadak (Lost
Production)

Terjadinya panas pada peralatan akan mengakibatkan berkurangnya um ur suatu


peralan, atau akan m empercepat k erusakan elemen pada peralatan perm esinan, baik
itu seal, bearing, maupun winding motor, bahkan bending pada shaft.(Gambar-1.7)

(Gambar-1.7)

4. Metode Alignment

Ada beberapa metode alignment :

4.1. Dengan menggunakan penggaris (mistar)/ feeler gauge.


4.2. Dengan menggunakan dial gauge.
4.3. Laser alignment.

5. Keuntungan dan kerugian dengan menggunakan metode masing-masing


metode alignment.

Jika ingin membandingkan metoda alignment atau sistem, dapat digunakan 5


kriteria, yaitu :

¾ Biaya peralatan dan training


¾ Waktu yang diperlukan untuk pekerjaan alignment
¾ Akurasi dan tingkat pengulangan
¾ Tingkat kemudahan penggunaan alat
¾ Laporan pengukuran
Alignment dan problem solving
Created by Zaenal Choiri
Page 4 of 56
5.1. Keuntungan dan kerugian melakukan alignment dengan menggunakan
penggaris (mistar) / feeler gauge

Keuntungan :

¾ Sangat cepat
¾ Mudah digunakan
¾ Hampir tidak ada biaya peralatan
¾ Hampir tidak dibutuhkan training alignment

Kerugian :

¾ Sangat tidak akurat (offset paling akurat didapatkan pada 1 mm)


¾ Tidak ada laporan dan pencatatan otomatis
¾ Pengambilan data sangat subjektif (tergantung operator)

5.2. Keuntungan dan kerugian melakukan alignment dengan menggunakan


dial gauge

Keuntungan :

¾ Tidak mahal
¾ Akurat (bila digunakan sangat hati-hati)

Kerugian :

¾ Dibutuhkan training operator tingkat tinggi


¾ Lambat jika digunakan sangat teliti
¾ Mudah rusak
¾ Bracket berbeda setiap mesin
¾ Penggambaran grafis diperlukan untuk perpindahan mesin yang akurat
¾ Tidak ada laporan dan pencatatan otomatis

5.3. Keuntungan dan kerugian melakukan alignment dengan menggunakan


laser alignment

Keuntungan :

¾ Tingkat akurasi tinggi (secara umum)


¾ Mudah mengoperasikan (secara umum)
¾ Cepat
¾ Laporan pengukuran otomatis tercatat (secara umum)
¾ Data dapat disimpan dan dilihat kembali

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 5 of 56
Kerugian :

¾ Perlu biaya investasi tinggi


¾ Pada awalnya dibutuhkan training

6. Berikut perbandingan tingkat akurasi dengan 3 metode diatas (Gambar-1.8)

(Gambar-1.8)
7. Keuntungan menjaga presisi shaft alignment

Ada dua prinsip keuntungan yang dapat diam bil dari shaft Alignm ent yang presisi,
sebagai bagian dari prosedur standar peralatan rotating :

¾ Meningkatkan MTBF ( Mean Tim e Between Failure = W aktu rata-rata antara


terjadinya kerusakan )
¾ Menghemat energi melalui pemakaian listrik.

MTBF adalah singkatan dari “Mean Ti me Between Failures” (W aktu rata-rata antara
terjadinya kerusakan). “Wakt u rata -rata antara terjadinya k erusakan ad alah waktu
dimana salah satu mesin beroperasi antara breakdown (saat stop karena kerusakan)”

Jika customer bisa m eningkatkan MTBF dari m esin, dia akan dapat keuntungan
dengan 3 cara sebagai berikut :

1. Biaya spare parts turun


2. Stock spare parts turun
3. Availability mesin naik (kesiapan peralatan permesinan meningkat)
Alignment dan problem solving
Created by Zaenal Choiri
Page 6 of 56
8. Study kasus dampak misalignment coupling

Untuk kenaikan Amper dan biaya pemakaian listrik, kami telah melakukan riset pada
salah satu peralatan di PT. SEMEN GRESIK (PERSERO) Tbk pabrik tuban yaitu
pada equipment 333BC1 pada tgl. 07 Juni 2005.

8.1. Data base equipment

Equipment : 333BC1M01
Motor : -Siemens
– Type : 1HQ6 228 0ZE40-1SV1-Z
– ARM : 460 VDC, 304 ADC
– EXCIT : 310 VDC, 5,5 A
– Power : 132 KW
– Speed : 10 – 1500 rpm
– IP : 54
– Brg ds/nds: 6217/C3

Reducer: -REXNORD “Link Belt”

– Type : LC315-12VS-LR
– Power : 263 HP
– Speed : n1= 1456 rpm
n2= 45,56 rpm
– Ratio : 31,78

Kapasitas belt conveyor = 800 t/h

8.2. Perhitungan penghematan power listrik

Saving arus (Ampere):

¾ Kondisi sebelum pembenahan : (load normal operasi)


– Arus ( I ) = 60 % (Data CCR)
= 182.40 Ampere (Actual ER-17)

¾ Kondisi setelah pembenahan : (load normal operasi)


– Arus ( I ) = 40.29 % (Data CCR)
= 122.5 Ampere (Actual ER-17)

¾ Saving arus = 19,71 % (182.4 - 122.5 = 59.9 Ampere)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 7 of 56
™ FORMULA :

V x ∆ I x pf x 1,732
KW = ────────────────
1000

KET : - V = Voltage
- ∆ I = Perbedaan arus (Ampere)
- pf = Power faktor

Anual saving = Jam operasi x Energi save x Harga per KWH

460 x 59,9 x 1 x 1,732


KW = ────────────────
1000

= 47,723528 KWH

Anual saving = 8.000 jam x 47,723528 x Rp. 434,00


= Rp. 165.696.089,22

8.3. Data hasil alignment sebelum dan sesudah pembenahan

8.3.1. Data dimensi peralatan. (Gambar-1.9)

(Gambar-1.9)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 8 of 56
8.3.2. Kondisi sebelum dilakukan pembenahan alignment. (Gambar-1.10)

(Gambar-1.10)
8.3.3. Setelah dilakukan pembenahan alignment. (Gambar-1.11)

(Gambar-1.11)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 9 of 56
8.3.4. Tabel toleransi misalignment yang diijinkan (Gambar-1.12)

(Gambar-1.12)

Bila m elihat dari data hasil riset diatas , betapa pentingnya alignm ent shaft presisi
yang harus dilakukan pada keseluruhan peralatan permesinan disuatu perusahaan atau
pabrik. Bisa dibayangkan dari satu hasil riset kam i dapat m enghemat biaya
pemakaian listrik ratusan juta dalam kur un wa ktu setahun, belum lagi penghem atan
dari biaya pem eliharaan penggantian part yang rusak. Jika ada ratusan peralatan
terjadi kasus yang serupa, m aka bisa dipastik an berapa banyak biaya yang bisa kita
efisiensi. M ilyaran rup iah biaya y ang kita ef isiensi dalam kurun waktu setiap
tahunnya. Jika demikian tidaklah sia-sia apa yang selama ini telah kita lakukan.

Memang selama ini tidak banyak orang m enyadari, dari apa yang telah dilakukannya
membuahkan hasil yang luar biasa m embanggakan, baik untuk diri kita sendiri
maupun untuk perusahaan. Apabila apa yang telah kita lakukan dalam pekerjaan kita
sehari-hari tidak kita hitung sendiri, kita tidak m encoba m embuktikannya dengan
perhitungan matematis, maka kita tidak akan tahu seberapa besar hasil dan m anfaat
yang telah kita lakukan itu. Bahkan akan m enjadikan pekerjaan yang m onoton dan
akan m embosankan. Dalam pekerjaan sesederhana apapun, saya pribadi m engajak
rekan-rekan sekerja, tem an-teman khusus nya keluarga besar PT. Sem en Gresik
(Persero) Tbk, marilah kita lakukan yang terbaik untuk diri kita sendiri maupun orang
lain dan perusahaan. S ebab sekecil apa pun kegiatan positif yang kita kerjakan
tidaklah sia-sia. Kita berpedom an beke rja dengan ikhlas dan positip, pastilah
bermanfaat bagi yang lain.

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 10 of 56
BAB II

MISALIGNMENT PADA PULLEY

1. Macam-macam misalignment pulley

1.1. Misalignment offset (parallel)

Misalignment offset pada pulley adalah dim ana kondisi antara pulley satu
dengan yang lain terjadi kem iringan lurus (sejajar). Seperti ditunjukan (Gambar-
2.1).

(Offset/ parallel)
(Gambar-2.1)
1.2. Misalignment angular (sudut) vertical/ horizontal.

Misalignment angular (sudut) pada pulley adalah dim ana kondisi antara pulley
satu dengan yang lain terjadi kemiringan yang m embentuk sudut baik vertical
seperti pada (Gambar-2.2), maupun horizontal seperti pada (Gambar-2.3).

(Anguler vertical) (Anguler horizontal)


(Gambar-2.2) (Gambar-2.3)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 11 of 56
Misalignment pada dua peralatan perm esinan yang m enggunakan transm isi V-belt,
agak sulit dideteksi dengan m enggunakan pera latan vibrasi. Akan tetapi dibeberapa
buku condition m onitoring yang m embahas tentang vibrasi akibat dari m isalignment
pulley. Misalignm ent pulley dalam vibrasi bi asanya dicirikan atau ditandai dengan
vibrasi tinggi pada bearing yang dekat dengan pulley baik pa da pulley yang dekat
dengan penggerak (driver) atau pulley yang dige rakan (driven). Biasanya terjadi pada
salah satu arah radial. Efek yang diakib atkan m isalignment pulley, biasanya akan
terjadi keausan yang tinggi pada V-Belt (memperpendek umur V-Belt). Misalignment
pulley menyumbang vibrasi tinggi pada peralatan, sehingga memungkinkan menjadi
penyebab kerusakan pada elemen perlatan permesinan juga. Misal kerusakan bearing,
mempercepat keausan V-Belt & pulley (sheeve).

Untuk m emastikan setelah data vibrasi k ita ambil dan dianalisa, m aka peralatan
permesinan yang kita curi gai terjadi m isalignment, kita lakuk an cross check
dilapanngan dengan menggunakan alat lase r pulley alignm ent, apakah terjadi
misalignment atau tidak?. Penanganan pada misalignment pulley perlu juga dilakukan
koreksi.. Yaitu melakukan alignment dengan menggunakan laser pulley alignment.

Berikut gambar alignment pulley dengan menggunakan laser (Gambar-2.4)

(Gambar-2.4)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 12 of 56
2. Ciri-ciri misalignment pulley dilihat dari analisa spectrum

Misal misalignment yang terjadi pada fan yang digerak V-Belt, maka akan terjadi 1 x
rpm motor atau 1 x rpm fan muncul dominan, ditunjukan pada (Gambar-2.5).

A 1 x rpm motor
1500 rpm

1 x rpm fan
1800 rpm
2 x rpm fan
3600 rpm

(Gambar-2.5) f
Pada spectrum kadang-kadang ditandai dengan 1 x rpm ( Gambar-2.6) atau 2 x rpm
(Gambar-2.7) dominan :

A A
1 x rpm 2 x rpm

2 x rpm 3 x rpm 1 x rpm 3 x rpm

(Gambar-2.6) f (Gambar-2.7) f

3. Menjaga kelurusan pulley

3.1. Keuntungan menjaga presisi kelurusan pulley

Menjaga kelurusan pulley m erupakan upaya yang sangat bijaksana. Dengan m enjaga
kelurusan pulley pada peralatan permesinan, banyak keuntungan yang kita dapat sbb :

1. Mengurangi terjadinya vibrasi pada peralatan permesinan.


2. Mengurangi laju keausan pada pulley.
3. Mengurangi laju keausan pada pada V-Belt.
4. Memperpanjang umur V-Belt, pulley dan bearing.
5. Menurunkan biaya pemeliharaan.
6. Menurunkan downtime, manpower dan energy costs.
7. Memperlancar produksi

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 13 of 56
Dari keuntungan diatas, betapa pent ingnya m enjaga kelurusan pulley. Dari
pengalaman yang kami dapat dengan m enjaga kelurusan pulley, kam i dapat
membuktikan dengan pengam bilan sam ple data penggantian da n pem akaian V-Belt
pada blower cooler diarea tuban-3 pada kurun waktu 2 tahun sebelum dialignm ent
pulley dan data 2 tahun setelah dialignment pulley sbb :

3.2. Data evaluasi pemakaian V-belt

(Gambar-2.8)

Dari data diatas ( Gambar-2.8) jelas bahwa, kam i dapat menurunkan 64.95 % pem akaian
V-Belt, s etelah d ilakukan korek si alignm ent p ulley. Data dia tas k ami dapa t d ari
pemakaian V-Belt m elalui pengebonan le wat JDE dari tahun 2002 s/d 2004. Unit
kerja Seks i Inspeksi Pem eliharaan m embeli ala t laser pu lley ”PULLALIGN” pada
bulan Nopember 2003. Dan kam i mulai m elakukan koreksi alignm ent pulley pada
saat overhaul diakhir tahun 2003.

Harapan kam i kedepan adalah dengan m enjaga kelurusan pulley, kita dapat
mengurangi m asalah-masalah yang ditim bulkan akibat m isalignment pulley. Kit a
juga dapat m enghindari penga ntian V-Belt yang terlalu besar pada kurun waktu
tertentu. Minim al kita dapat m enjaga pe makaian V-Belt dari tahun ketahun relatif
menurun dan konstan. Hal ini ditunjukan dari tabel dan grafik pemakaian V-Belt dari
tahun 2002 s/d 2010 seperti ditunjukan pada (Gambar-2.9 & Gambar-2.10).

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 14 of 56
(Gambar-2.9)

(Gambar-2.10)
Dari grafik diatas ( Gambar-2.10) ada kenaikan pem akaian V-Belt ditahun 2006, hal ini
diakibatkan karena penggantian di tahun 2004 & 2005 tidak secara total karena
kondisi V-belt m asih baik pada saat itu. Ji ka kita perhatikan grafik penggantian
pemakaian V-belt pada 3 tahun terakhir ini, maka kita dapat m enyimpulkan bahwa
dengan m enjaga kelurusan pada pulley kita dapat m enurunkan pem akaian V-belt
secara konstan dari tahun ketahu n. Dengan dem ikian kita dap at m eminimize
pemakaian V-belt. Lengkaplah sudah apa ya ng telah kita lakukan, betapa besar efek
dari pekerjaan yang kita lakukan. Dari ha l yang sederhana dengan m enjaga kelurusan
pulley berdampak besar terhadap biaya pemeliharaan, kerugian waktu operasi, dsb.

4. Proses Alignment pulley

4.1. Mengenal peralatan


4.2. Memahami perawatan peralan
4.3. Memahami cara pemakaian peralatan

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 15 of 56
4.1. Mengenal peralatan dan asesorisnya. (Gambar-2.11 & Gambar-2.12)

(Gambar-2.11)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 16 of 56
(Gambar-2.12)
4.2. Memahami cara merawat peralatan.

- Setelah memakai peralatan bersihkan laser maupun reflektor dari kotoran, debu, oli,
maupun grease.
- Pakailah battery Alkalin ukuran AAA 1,5 V sebanyak 4 biji.
- Jangan memakai battery 9 V.
- Hindari pemakaian pada suhu ambient > 40°C.
- Hindari goresan pada reflektor saat memakai maupun menyimpan.
- Pastikan posisi laser off.
- Simpan laser dan reflektor pada koper sesuai petunjuk. (Gambar-2.13)

(Gambar-2.13)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 17 of 56
4.3. Memahami cara pemakaian peralatan.

- Buka koper peralatan, ambil peralatan laser maupun reflektor.


- Pasang laser dan reflektor pada masing-masing pulley seperti (Gambar-2.14) berikut.

(Gambar-2.14)

- Pastikan laser nyala dan infra m erah si narnya terang dan tajam , jika redup ganti
battery baru.
- Untuk mengetahui pulley oleng atau luru s, ambil data kedua dengan m enempatkan
laser dan reflektor pada posisi pulley 180° pada pulley yang sama.
- Jika data pertam a dan kedua sam a, m aka anda siap m elakukan proses ajustm ent
sambil m emperhatikan k ekencangan/ def leksi belt (1 mm mewakili 100 mm atau
1/64” per inch), seperti ditunjukan pada (Gambar-2.15).

(Gambar-2.15)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 18 of 56
- Lakukan adujstm ent, sesuai data garis sinar infra m erah yang ditunjukan pada
reflector, seperti (Gambar-2.16).

(Gambar-2.16)
- Jika yang terjadi m isalignment vertikal anguler, m aka lakukan m enambah atau
mengurangi shim pada peralatan yang di adjust.
- Jika yang terjadi m isalignment horizontal angular, m aka lakukan adjust dengan
menggeser pada peralatan yang di adjust arah horizontal pada kaki depan atau kaki
belakang.
- Jika yang terjadi m isalignment offset (parallel), m aka lakukan adjust dengan
menggeser pada peralatan yang di adjust ar ah horizontal secara bersama pada kaki
depan maupun kaki belakang.
- Jika sudah yakin pulley sudah lurus, kerasi baut pada tiap-tiap kaki peralatan yang
di adjus t, s ambil m emantau sin as inf ra merah pada reflector pada posisi lurus
tengah, seperti ditunjukan (Gambar-2.17).
-

(Gambar-2.17)
- Proses a lignment pulley selesa i, m atikan laser d an s impan peralatan pad a
tempatnya.
Alignment dan problem solving
Created by Zaenal Choiri
Page 19 of 56
4.4. Tabel toleransi laser pulley alignment (Gambar-2.18)

(Gambar-2.18)

Catatan : Toleransi hasil alignment pulley yang diijinkan 0,1° s/d 0,5° pada (Gambar-2.18).

5. Keuntungan bagi kita menggunakan laser pulley alignment

5.1. Tingkat akurasi lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan alat


konvensional.
5.2. Waktu alignment lebih cepat.
5.3. Lebih efisien, bisa dilakukan satu orang operator.
5.4. Mudah cara pengoperasiannya, tanpa pelatihan khusus.

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 20 of 56
BAB III

SOFTFOOT

Softfoot adalah ketidak rataan (tidak flate) yang terjadi pada kaki peralatan
permesinan dengan base plate-nya. Kasus yang terjadi akibat dari perm asalahan kaki
peralatan permesinan yang miring atau base plate yang miring.

1. Macam-macam penyebab softfoot :

1.1. Parallel softfoot


1.2. Anguler softfoot
1.3. Squishy foot (corrosion)
1.4. Softfoot from external forces

1.1. Parallel softfoot

Parallel softfoot adalah terjadi gap ya ng rata pada salah sa tu kaki peralatan
permesinan yang disebabkan ketidak rataan kaki atau base plate. Pada (Gambar-3.1).

(Gambar-3.1)

1.2. Anguler softfoot

Anguler softfoot adalah terjadinya gap yang miring membentuk sudut pada salah satu
kaki peralatan perm esinan yang diseba bkan kaki atau base plate yang m iring,
sehingga kaki seperti jinjit (stap on foot), seperti ditunjukan pada (Gambar-3.2).

(Gambar-3.2)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 21 of 56
1.3. Squishy foot (corrosion)

Squishy foot adalah terjadinya gap pada sa lah satu kaki peralatan perm esinan yang
disebabkan karena korosi, seperti ditunjukan pada (Gambar-3.3).

(Gambar-3.3)

1.4. Softfoot from external forces

Softfoot from external force adalah terjad inya gap pada salah satu kaki peralatan
permesinan yang diakibatkan gaya dari luar (fa ctor external), seperti ditunjukan pada
(Gambar-4), misal : baut kendor akibat vibrasi tinggi.

(Gambar-3.4)

2. Cara melakukan softfoot

Tujuan melakukan softfoot adalah untuk m engetahui peralatan perm esinan flat pada
kaki-kakinya atau tidak. Dengan m enggunakan peralatan ”ROTALIGN ULTRA”
sama denga n alat yang digunakan untuk m elakukan alignm ent, di mana dilengkapi
dengan fasilitas untuk melakukan softfoot sbb :

Pilih menu dimensi (Gambar-3.5) atau tombol back, hingga tampil menu seperti ( Gambar-
3.6).Geser dengan m enggunakan tombol panah kearah m esin yang akan diam bil data
softfoot-nya, sesuai tampilan (Gambar-3.5).

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 22 of 56
(Gambar-3.5) (Gambar-3.6)

Tekan tombol menu, dan pilih menu softfoot (gambar kaki/ Gambar-3.7) , tekan enter.

(Gambar-3.7)

Setelah tampil seperti (Gambar-3.8), tekan enter.

(Gambar-3.8)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 23 of 56
Jika tam pil klar ifikasi New Sof tfoot m easurment (Gambar-3.9), pilih Yes dan tekan
enter.

(Gambar-3.9)
Setelah tampil seperti (Gambar-3.10) berikut, tekan enter.

(Gambar-3.10)
Pastikan kondisi baut pada kaki-kaki mesin yang akan diambil data softfootnya dalam
kondisi keras.

Pilih k aki m ana dulu yang akan diso ftfoot, d engan cara m enggeser m enggunakan
tombol panah (Gambar-3.11). Tekan enter untuk mulai pengambilan data softfoot hingga
pada posisi kaki tersebut keluar angka yang selalu berubah-ubah (live). Lakukan
dengan kendori baut pada kaki m esin yang disoftfoot hingga baut kendor, tekan enter
(menu stop) untuk mengakhiri pengambilan data softfoot.

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 24 of 56
(Gambar-3.11)
Pada kaki tersebut keluar angka hasil softfoot ( Gambar-3.12), kem udian lakukan
pengencangan kembali pada baut yang telah diambil datanya.

(Gambar-3.12)

Lakukan pengambilan data softfoot pada se mua kaki m esin yang di softfoot, hingga
anda mendapatkan hasil softfoot ( Gambar-3.13). Kaki m esin dianggap baik softfootnya
jika data softfoot antara kaki satu dengan kaki yang lain, selisi hnya tidak lebih dari
0.05 mm. Jika hasilnya terlalu jauh, lakukan penambahan shim pada angka yang
ditunjukkan sesuai hasil softfoot dengan tujuan agar kaki menjadi flat (rata).

Pembacaan softfoot adalah angka y ang dit unjukan m erupakan gap dari kaki m esin
tersebut. Perhitungkan juga hasil softfoot de ngan data hasil alignm ent pada vertikal
yang pertama, guna perhitungan penambahan atau mengurangi shim.

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 25 of 56
(Gambar-3.13)
Jika pengambilan data softfoot sudah sele sai, tekan tom bol Menu, pilih m enu Stop,
kemudian tekan enter, untuk mengakhiri pengambilan data softfoot (Gambar-3.14).

(Gambar-3.14)
Tunggu sampai m uncul klarifik asi seperti yang dutunjukan ( Gambar-3.15), pilih m enu
yes, tekan enter.

(Gambar-3.15)
Alignment dan problem solving
Created by Zaenal Choiri
Page 26 of 56
3. Study kasus softfoot

Kasus softfoot dapat mengakibatkan vibrasi pada suatu peralatan perm esinan (Lihat
Gambar-3.23). Kasus softfoot dapat dideteksi dari vibrasi. Biasanya ditandai dengan
vibrasi tinggi dan m unculnya frekuensi 1 rpm sam pai 10 x rpm dom inan (seperti
layaknya kasus looseness) (Lihat Gambar-3.20). Oleh sebab itu perlu pula dilakukan
pembenahan softfoot apabila terjad i kasus semacam ini. Dengan cara m eratakan base
plate atau dengan cara m engganjal dengan sh im sesuai dengan kebutuhan seberapa
gap yang terjadi (Lihat Gambar-3.17, Gambar-3.18 & Gambar-3.22).

(Gambar-3.16)

(Gambar-3.17)

(Gambar-3.18)
Alignment dan problem solving
Created by Zaenal Choiri
Page 27 of 56
Disini kam i akan tunjukan kasus softf oot yang pernah terjadi pada equipm ent
343FN5M01 ( Gambar-3.19). Kasus ini terjadi pada tahun sebelum Dese mber 2006 dan
dilakukan pembenahan softfoot pada saat overhaul bulan Desember 2006 dengan data
sebagai berikut :

Posisi kaki motor,


softfoot kurang baik

(Gambar-3.19)

Berikut kasus softfoot jika dilihat dari spectrum velocity (Gambar-3.20).

SPECTRUM VELOCITY

(Gambar-3.20)
Alignment dan problem solving
Created by Zaenal Choiri
Page 28 of 56
Berikut kasus softfoot jika dilihat dari spectrum ti me wa feform (domain waktu)
(Gambar-3.21).

SPECTRUM TIME WAVE FORM (DOMAIN WAKTU)

(Gambar-3.21)

Dilakukan pembenahan softfoot dengan meratakan pedestal salah satu kaki motor dan
dengan memberikan shim bersusun miring (trap).
Dengan menambah shim

(Gambar-3.22)
Disekrap dengan gerinda

Berikut trending vibrasi sebelum dan sesudah dilakukan softfoot (Gambar-3.23).

Setelah dilakukan penyekrapan pada salah


satu pedestal yang miring, dan dilakukan
softfoot, vibrasi turun drastis.

Terjadi masalah softfoot pada kaki depan

(Gambar-3.23)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 29 of 56
BAB IV

ALIGNMENT MENGGUNAKAN LASER ALIGNMENT DENGAN ALAT


MERK ”ROTALIGN ULTRA”

1. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam alignment :

1.1. Mengenal peralatan dan asesorisnya


1.2. Memahami dan bisa melakukan perawatan peralatan
1.3. Mengetahui standart operasi peratalan (SOP)
1.4. Memahami dan dapat melakukan proses alignment
1.5. Memahami dan dapat melakukan proses softfoot
1.6. Memahami proses pelaporan

1.1. Mengenal peralatan dan asesorisnya (Gambar-4.1 s/d Gambar-4.8)

ROTALIGN ULTRA

(Gambar-4.1)

KABEL KOMUNIKASI

(Gambar-4.2)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 30 of 56
LASER

(Gambar-4.3)

BATTERY

(Gambar-4.4)

RECEIVER
BRACKET
STICK

RANTAI
(Gambar-4.5)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 31 of 56
BRACKET MAGNET STICK

(Gambar-4.6) KABEL CHARGER

(Gambar-4.7)

(Gambar-4.8)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 32 of 56
1.2. Memahami dan bisa melakukan perawatan peralatan :

- Bersihkan perlatan setelah dipakai sehingga terhindar dari debu, oli, grease.
- Hindarkan dari suhu ambien > 40°C
- Bersihkan lensa laser maupun reciever, lensa bebas dari debu, minyak. Untuk
menjaga akurasi sinar infra merah.
- Bersihkan bracket.
- Bersihkan stick dan tempatkan pada tempatnya sesuai panjang stick.
- Bersihkan rantai pengait braket
- Bersihkan kabel
- Charged battery setelah peralatan dipakai, sesuai kondisi battery.

1.3. Mengetahui standart operasi peratalan (SOP)

STANDAR OPERASI PERALATAN (SOP) ROTALIGN ULTRA

1. Tekan tom bol Enter untuk m enyalakan ROTALIGN ULTRA sa mpai m uncul
tampilan menu : Resume, Shaft Alignment, Soft foot, dsb pada layar.
2. Pindah cursor ke m enu Shaft Alignment dengan m enekan tombol panah <, >, ^,
v, pada key pad, tekan Enter untuk m embuat file baru sampai m uncul dim ensi
dan isi dimensi sesuai kondisi peralatan yang akan di alignment.
3. Pinda cursor ke m enu m esin kiri atau kanan, dan ganti nam a sesuai equipm ent
serta jenis mesin, jumlah kaki pada menu pilihan yang ada, misal : Pump, Vacuum
pump, Motor, Diesel, Compressor, Blower, Fan, Shaft, Gear box, dll.
4. Tekan tom bol ( back) warna kuning pada key pad untuk kem bali ke m enu
dimensi.
5. Tekan tombol menu warna kuning, geser cursor ke menu file dan save, kem udian
pilih main folder d an tekan tombol panah > untuk m elihat detail folder dan save
file serta ketik nam a equipment dengan tombol abjad sesuai key pad sesuai nam a
file yang kita kehendaki (sebaiknya sesuai nama equipment untuk memudahkan).
6. Pasang laser & receiver sesuai posisi gambar pada menu dimensi yang ditunjukan
pada no. 4.
7. Pasang tutup pada receiver dan nyalakan laser untuk just senter sinar infra red.
8. Lepas tutup receiver.
9. Tekan tombol ( back) warna kuning pada key pad untuk kem bali kePada layar
ROTALIGN Ultra m asih pada posis i menu dimensi, tekan tom bol M (Measure)
warna biru dan tekan tombol menu warna kunin g untuk m emilih m ode : sweep
mode, m ultipoint m ode, pass m ode, dll se suai yang kita kehe ndaki (disarankan
memakai sweep mode bila kedua coupling bisa diputar 1 X putaran penuh.
10. Tekan tom bol ( back) warna kuning pada key pad untuk kem bali ke m enu
measure sampai keluar target laser pada layer, ke mudian adjust pada knop laser
sampai posisi titik tengah.
11. Tekan tom bol menu warna kuning, geser pada posisi start tekan Enter untuk
pengambilan data putar 1 X putaran, ke mudian tekan tom bol menu geser pada
posisi stop tekan Enter, tunggu sampai proses selesai, tekan tombol (back).

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 33 of 56
12. Untuk melihat hasil measure, tekan tombol (gambar coupling).
13. Untuk pengambilan data sebaiknya dilakukan lebih dari 1 kali.
14. Setelah mendapatkan data, lakukan soft foot de ngan tekan tom bol DIM geser ke
posisi mesin yang akan di soft foot, kem udian tekan menu geser cursor ke posisi
gambar kaki mesin dan tekan Enter, akan tampil gambar mesin dengan 4 kaki.
15. Lakukan soft foot dengan tekan tombol Enter, geser ke kaki m esin mana yang
akan diam bil datanya dan tekan Enter untuk mulai pengam bilan data kem udian
mulai kendori baut m esin sesuai posisi kaki m esin pada layar, tekan tom bol
menu, geser ke posisi stop measure dan tekan Enter. Proses pengam bilan data
kaki m esin selesai. Ulangi langkah diat as untuk m endapat data ke 3 kaki m esin
yang lain. Untuk m engakhiri proses soft foot tekan menu, geser keposisi Done,
tekan Enter.
16. Data dari hasil langkah no. 12 ,kita m enambahkan atau m engurangi shim pada
setiap kaki mesin yang diadjust untuk mendapatkan hasil vertikal.
Pada waktu pemasangan shim posisi setiap kaki harus bersih dari material.
17. Ulangi langkah no. 11 dan no. 12 kemudian lakukan moving mesin sesuai langkah
berikut.
18. Untuk m endapatkan hasil horizontal adjust mesin, tekan menu, geser ke posisi
move t ekan Enter, mesin siap adjust sam pai nilai toleransi yang diharapkan
kemudian kerasi baut m asing-masing ka ki m esin dengan m emantau lewat layar
monitor, jika dirasa cukup tekan menu geser ke posisi stop kem udian tekan
tombol Enter proses moving selesai.
19. Ulangi langkah no. 11 dan no. 12, sebelum nya pastikan laser pada posisi titik
tengah/ target untuk mendapatkan hasil akhir.
20. Selamat bekerja, selamat mencoba, semoga berhasil.

Selamat mencoba & selamat bekerja semoga sukses

Tuban, 11-09-2006
Disusun oleh -Zaenal Choiri

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 34 of 56
1.4. Memahami dan dapat melakukan proses alignment

1.4.1. Persiapkan peralatan dan asesoris yang dibutuhkan

Siapkan alat alignment dan asesoris yang dibutuhkan sbb :


Pilih s tick d an bracke t, pasang stick pada brack et, ser ta pas ang ranta i p ada bracke t
sesuai (Gambar-4.9) berikut :

(Gambar-4.9)

Pasang bracket pada kedua shaft diantara coupling yang akan dialignment beserta
laser dan reciever, seperti (Gambar-4.10) berikut :

(Gambar-4.10)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 35 of 56
Jika tidak mungkin mem akai bracke t norm al, gunakan bracket m agnet ( Gambar-4.11)
sbb :

(Gambar-4.11)

1.4.2. Lakukan senter sinar infra merah

Pasang kabel komunikasi antara Rotalign dengan Reciever (Gambar-4.12).

(Gambar-4.12)
Lepas tutup laser (Gambar-4.13).

(Gambar-4.13)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 36 of 56
Hidupkan laser dan adjust hingga mengena i target pada tu tup reciever ( Gambar-4.14).
Tujuannya agar target tidak terlalu jauh.

(Gambar-4.14)

1.4.3. Membuat file baru/ membuka file dan pengisian dimensi.

Hidupkan alat akan tampil menu seperti (Gambar-4.15) berikut :

(Gambar-4.15)
Biarkan sampai tam pilan Program m anager muncul dan arahkan dengan m enekan
arah panah, pilihlah menu Shaft Alignment (Gambar-4.16), kemudian tekan enter.

(Gambar-4.16)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 37 of 56
sampai keluar gambar loading Shaft Alignment (Gambar-4.17) berikut dan biarkan.

(Gambar-4.17)

hingga muncul menu (Gambar-4.18) berikut :

(Gambar-4.18)
Pilihlah m esin A sesu ai jenis m esin yang d ikehendaki dengan cara m enggeser
kekanan atau kekiri m enggunakan arah pana h, sehingga m ark (blok) pada m esin
sesuai ( Gambar-4.19) diba wah. Tekan ente r untuk m emilih mesin s esuai jenisnya ata u
yang anda kehendaki.

(Gambar-4.19)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 38 of 56
Sampai m uncul tam pilan berikut ( Gambar-4.20), tekan en ter dan pilih m esin sesuai
jenisnya atau yang kita kehendaki.

(Gambar-4.20)
Jika anda memilih Standar (Gambar-4.21).

(Gambar-4.21)
Jika anda memilih Pump (Gambar-4.22).

(Gambar-4.22)
Jika anda memilih Vacum Pump (Gambar-4.23).

(Gambar-4.23)
Alignment dan problem solving
Created by Zaenal Choiri
Page 39 of 56
Jika anda memilih Motor (Gambar-4.24).

(Gambar-4.24)
Jika anda memilih Diesel (Gambar-4.25).

(Gambar-4.25)
Jika anda memilih Compressor (Gambar-4.26)

(Gambar-4.26)
Jika anda memilih Blower (Gambar-4.27)

(Gambar-4.27)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 40 of 56
Jika anda memilih Fan (Gambar-4.28).

(Gambar-4.28)
Jika anda memilih Shaft (Gambar-4.29).

(Gambar-4.29)
Jika anda memilih Gear Box (Gambar-4.30)

(Gambar-4.30)
Jika anda memilih Generator (Gambar-4.31)

(Gambar-4.31)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 41 of 56
Jika anda memilih Gas turbin (Gambar-4.32).

(Gambar-4.32)
Jika anda memilih Steam turbin (Gambar-4.33).

(Gambar-4.33)
Jika anda memilih Fan (Gambar-4.34).

(Gambar-4.34)

Jika mesin sudah dipilih sesuai jenisnya atau yang kita kehendaki, tekan enter.
Kemudian geser kebawah dengan menggunakan tombol panah untuk memberi nama.

Tekan enter dan geser kebawah hingga pa da m enu stationary m achine kem udian
tekan enter, apabila kita menghendaki mesin tersebut sebagai bagian yang fix (diam).

Geser kebawah pada m enu Fixation dengan tombol panah, pilih feet jika m esin
menggunakan kaki, pilih flang jika m enggunakan flang, pilih bearing jik a
menggunakan bearing, dll, jika sudah sesu ai tekan enter, sesuai tam pilan ( Gambar-4.35)
sbb :

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 42 of 56
(Gambar-4.35)

Geser kebawah pada menu Fix points, untuk menentukan jum lah kaki, bearing, dll.
Tekan enter hingga kursor pindah ke kana n pada m enu j arak bering atau kaki.
Kemudian tekan tombol back, hingga tampilan pada menu dimensi (Gambar-4.36), sbb :

(Gambar-4.36)
Isilah masing-masing dimensi, sesuai jarak actual mesin dengan menggunakan satuan
mili meter (mm).

Lakukan hal serupa pada m esin B, dan pilih lah coupling sesuai yang terpasang pada
mesin. Pilih short flex, spacer, ca rdan, singg le plane. Tek an ente r s esuai coup ling
yang dip ilih. Tekan to mbol back, seper ti ditunjukan ( Gambar-4.37), b erikut a rahkan
dengan menggunakan tombol panah sampai blok pada posisi coupling.

(Gambar-4.37)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 43 of 56
1.4.4. Proses pengambilan data dan moving

Tekan tom bol M (Measurment), untuk m emulai pengam bilan data. T ekan Menu
hingga muncul seperti pada (Gambar-4.38) berikut.

(Gambar-4.38)
Pilih Mod e, kem udian tekan enter unt uk m emilih m ode, pilih Sweep mode ( Gambar-
4.39)untuk pengam bilan data dengan m emutar shaft kontinyu satu putaran penuh
(360°).

(Gambar-4.39)
Kembalikan ke menu measurment, lakukan center laser pada target dengan mengajust
knop pada lazer, seperti pada (Gambar-4.40) berikut.

(Gambar-4.40)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 44 of 56
Tekan tom bol Menu kem udian pilih Start d an tek an enter. Kem udian lakukan
pengambilan data dengan m emutar shaft sa tu putaran (360°), seperti ditunjukan
(Gambar-4.41). Rotalignm ent dapa t m engambil data va lid, jika shaf t d apat dim utar
minimal 60° dalam proses pengambilan data.

(Gambar-4.41)

Tekan tom bol Menu, p ilih m enu Stop, kem udian tekan enter un tuk m engakhiri
pengambilan data. Seperti ditunjukan (Gambar-4.42) berikut.

(Gambar-4.42)
Hingga muncul tampilan (Gambar-4.43) berikut :

(Gambar-4.43)
Alignment dan problem solving
Created by Zaenal Choiri
Page 45 of 56
Barulah tekan tombol coupling/ , untuk mengetahui hasil, hingga tampil
menu seperti (Gambar-4.44) berikut.

(Gambar-4.44)
Tekan m enu dan pilih MOVE, te kan enter, untuk m elakukan m oving. Dengan
menggeser m esin yang kita alignm ent guna mendapatkan hasil sesuai ring tabel
referensi (Lihat pada hal-10 Gambar-1.12).

Kita ulang lagi pengam bilan data yang kedua, guna m endapatkan hasil yang valid.
Dan kita lakukan moving lagi atau jika hasil horizontal sudah memenuhi, maka kerasi
baut kaki motor sambil memantau hasil pada monitor.

Setelah kita yakin baut pada kaki motor keras, maka kita lakukan pengam bilan data
sekali lagi untuk m endapatkan hasil yang real dan valid. Jika hasil sudah m asuk
toleransi tabel referensi, m aka kita lakukan penyim panan data dengan m enekan
tombol menu dan tekan save. Pastikan data anda sudah tersimpan.

Tekan tombol back, hingga tampilan pada menu berikut (Gambar-4.45). Pilih menu Turn
off untuk mem atikan Rotalignm ent, dengan ca ra pilihan pada m enu Turn off, tekan
enter.

(Gambar-4.45)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 46 of 56
Jika muncul tampilan konfirmasi berikut, pilih Yes, tekan enter (Gambar-4.46). Peralatan
akan mati.

(Gambar-4.46)

Proses align ment selesai, m atikan la ser dan tu tup lensa lase r dan rec iever. Kem asi
peralatan dan tempatkan pada tas koper sesuai tempatnya masing-masing.

1.5. Memahami dan dapat melakukan proses softfoot

Langkah softfoot ini adalah langkah yang wajib dilakukan dalam sederetan proses
alignment. Hal ini dilakukan dengan tujuan ag ar flat pada setiap kaki-kam i peralatan
permesinan yang akan dialignment. Langkah ini dilakukan, jika peralatan perm esinan
tersebut belum pernah dila kukan softfoot sebelum nya atau belum pernah dilakukan
sama sekali.

Proses sof tfoot seca ra detail bisa d ilihat pada BAB-IV tentang sof tfoot : ”Cara
melakukan softfoot” (hal-22 s/d hal-26)

Setelah dilakukan koreksi shim pada kaki m esin, m aka lakukan proses alignm ent
seperti dijelaskan pada langkah nomor 1.4. Proses alignment (hal-35)

1.6. Memahami proses pelaporan

- Bisa dilakukan m encetak hasil alignm ent langsung dari peralatan Rotalign Ultra
yang dihubungkan dengan printer, dengan menggunakan kabel USB.
- Dengan cara m elakukan down loa d dari Ro talign Ultra ke kom puter (Software
Reporter), ke back-up data dengan menggunakan kabel komunikasi.

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 47 of 56
1.6.1. Cara back-up data sebagai berikut :

1. Sambungkan kabel komunikasi antara Rotali gn Ultra dan computer yang telah di
install soft ware reporter seperti ditunjukan (Gambar-4.47).

Reporter
Software (Gambar-4.47)

2. Nyalakan Rotalign Ultra hingga tampilan menu (Gambar-4.48)

(Gambar-4.48)
3. Tekan icon menu reporter, hingga tampil menu seperti pada (Gambar-4.49).

(Gambar-4.49)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 48 of 56
4. Tekan m enu back-up, hingga proses upda ting dan reading di rectory, seperti
tampilan (Gambar-4.50).

(Gambar-4.50)
Setelah tampilan Instrum ent files backup assistant berikut muncul ( Gambar-4.51), tekan
(next >)

(Gambar-4.51)
Proses backup berlangsung seperti (Gambar-4.52, Gambar-4.53, Gambar-4.54) berikut.

(Gambar-4.52) (Gambar-4.53)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 49 of 56
(Gambar-4.54)
Setelah proses backup selesai, seperti tampilan (Gambar-4.55), tekan finish, hingga
proses backup selesai seperti tampilan (Gambar-4.56).

(Gambar-4.55) (Gambar-4.56)
5. Proses back-up data selesai, matikan Rotalign Ultra dan lepas kabel komunikasi.
6. Untuk m elihat list backup data hasil alignm ent, tekan open ( Gambar-4.57), hingga
akan tampil seperti (Gambar-4.58).

(Gambar-4.57) (Gambar-4.58)

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 50 of 56
7. Klick date last measuring, agar data terbaru ada pada posisi atas (Gambar-4.59)

(Gambar-4.59)
8. Untuk membuka laporan hasil align ment, pilih nama equipment pada equipm ent
yang akan anda lihat ( Gambar-4.60), kem udian klick 2 X akan m uncul laporan
seperti ditunjukan (Gambar-4.61, Gambar-4.62, Gambar-4.63).

(Gambar-4.60)
Tampilan print out

(Gambar-4.61) (Gambar-4.62)
Alignment dan problem solving
Created by Zaenal Choiri
Page 51 of 56
(Gambar-4.63)

9. Print pelaporan jika menghendaki dicetak.

10. Untuk keperluan proses pelaporan sebaga i back-up work order atau yang lain,
simpan pada file pdf.

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 52 of 56
BAB V

PENUTUP

Kami m engucapkan s yukur Alhamdulillah kepada Allah (SWT) dari pros es


penyusunan, hingga terwujudnya buku ini. Saya ucapkan terim a kasih kepada istri
saya tercinta, yang telah m endukung secara m oril, dan tidak lupa juga kepada rekan-
rekan kerja yang telah mendukung dari proses penyusunan awal hingga akhir sampai
selesainya buku ini dibuat.

Buku ini kam i susun de ngan penuh keterbatas an. Dan penulis m enyadari betul akan
perlunya pem benahan-pembenahan yang m ungkin terjadi. Masukan dari para
pembaca sangat kami harapkan, demi kesempurnaan yang lebih baik dari buku ini.

Pesan dari penulis, lakukan dari hal-hal yang positif, sekecil apapun pekerjaan itu dan
mulailah dari yang sederhana yang anda bisa. Yakinlah bahwa semua itu akan
bermanfaat bagi anda sendiri dan orang lain. Am alkan dan tularkan apa yang anda
bisa kepada orang lain, niscaya ilmu a nda akan bertam bah. Selam at m encoba da n
semoga meraih kesuksesan.

Bercita-citalah yang tinggi dalam berkarya , niscaya engkau akan m endapatkan hasil
yang cem erlang. Dan janganlah kam u berh arap banyak dari karyamu, hadirkan
dengan kerendahan hati dan ikhlas niscaya e ngkau akan m endapatkan kebaikan serta
pahalanya.

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 53 of 56
KESIMPULAN

Dari uraian dimuka, pada dasarnya kami ingin sekali membantu mempermudah, serta
menambah dan berbagi pengalam an mengenai alignm ent dan m embantu
menyelesaikan masalah-masalah yang mungkin terjadi akibat misalignment.

Buku ini m enjelaskan m engenai apa itu align ment. Macam -macam m isalignment,
ciri-ciri misalignment, dilihat dari analisa vibrasi dan bentuk spectrum. Buku ini jug a
menjelaskan ef ek yang ditim bulkan akiba t m isalignment, s erta dam pak bagi p roses
produksi. K euntungan dan kerugian dalam me njaga presisi shaft alignm ent juga
dipaparkan secara lengkap.

Semoga dengan hadirnya buku yang ka mi susun, akan lebih m embantu


mempermudah pekerjaan yang anda lakuk an. Buku ini m enjelaskan langkah dem i
langkah proses alignm ent cara penyelesaian masalah-masalah yang m ungkin terjadi.
Buku ini sangat m embantu m emperludah dalam pengaplikasian dilapangan. Kam i
menggunakan bahasa yang sederhana, dengan tujuan agar m udah dim engerti dan
dipahami disemua kalangan pembaca dengan disertai gambar-gambar.

Dalam buku ini juga, kam i sertakan buk ti-bukti data, serta perhitungan secara
matematis dari hasil riset sehingga dapat dila kukan efisiensi, jika kita menjaga presisi
shaft alignm ent. Sehingga tidak ragu lagi apa yang telah kam i lakukan itu adalah
benar adanya berdasarkan fakta-fakta yang ada.

Sehingga dengan hadirnya buku ini dapat mengilham i kita sem ua para pem baca
maupun sia pa saja yang ingin mem ahami lebih dalam tentang alignm ent serta
masalah-masalah yang ditim bulkan akibat m isalignment. Sem oga dengan hadirny a
buku ini bisa m erubah paradigm a lam a m enjadi paradigm a baru, yaitu dengan cara
meninggalkan alignm ent dengan cara konve nsional. Dan m arilah kita lakukan
alignment shaft presisi dengan menggunakan laser alignment.

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 54 of 56
Alignment dan problem solving
Created by Zaenal Choiri
Page 55 of 56
Daftar Pustaka

1. Buku panduan (Manual Instruction) “PU LLALIGN” dari Pruf Technik, edisi
Agustus 2002.
2. Buku panduan (Manual Instruction) “ROTAL IGN” dari P ruf Technik, edisi Mei
1995.
3. Brosur ROTALIGN pr o dan ROTALIGN UL TRA dari Pruf Technik, cetakan
tahun 1998.
4. Vibration training course book dari Mobius Institutecetakan tahun 2005.
5. Buku pelatihan getaran tingkat lanjut dari Laboratorium Dinam ika I TB tahun
2004.

Alignment dan problem solving


Created by Zaenal Choiri
Page 56 of 56

Anda mungkin juga menyukai