Alignment Handbook
Topik yang dibahas
Alignment Handbook
Topik yang dibahas
Edisi : Ke-satu
Pada jaman dulu orang m elakukan alignment dengan metode konvensional, yaitu dengan
menggunakan m istar m aupun be nang. Ke mudian dikembangkan dengan tingkat
keakurasian yang lebih tinggi lagi, yaitu dengan m enggunakan dial gauge. Dan pada
akhirnya tehnologi sem akin berkem bang pe sat sehingga orang dapat m enciptakan
peralatan laser alignm ent dengan m emanfaatkan sinar inf ra m erah. Laser alignm ent
memiliki tingkat ketelitian yang sangat tingg i dan tingkat akurasi data yang tinggi pula.
Dalam hal ini k ita dituntut s elalu m engikuti perkem bangan jam an. Dengan sem akin
berkembang pesatnya teknologi, jika kita dapat mengikutinya, maka semua pekerjaan kita
akan bisa semakin mudah dan ringan.
Alignment adalah m erupakan tindakan kor ektif, yang kita la kukan dalam sederetan
sistem pemeliharaan, dalam m enjaga kelu rusan dua peralatan atau lebih yang
dihubungkan dengan coupling dan atau memakai transmisi V-belt.
Permasalahan m isalignment serin g te rjadi, bahkan dis etiap per alatan p ermesinan.
Permasalahannya adalah seberapa besar m isalignment itu terjadi, dan seberapa besar
dampak terhadap kerugian produksi dari akibat yang ditimbulkannya.
Secara g aris besar ada bebera pa macam m isalignment : misalignm ent offset (para llel),
misalignment anguler (sudut). Akibat yang ditimbulkannya adalah kerusakan pada bagian
elemen peralatan permesinan semisal : seal aus (rusak), rumah bantalan (bearing housing)
yang aus, rusaknya bearing, tem peratur pa nas/ tinggi yang diti mbulkan dari efek
misalignment dapat berakibat rusaknya windi ng m otor pada electrical, serta shaft
bengkok, dsb.
Kerusakan yang ditimbulkan akibat ka sus m isalignment, jika te rjadi break down
mendadak. Break down m endadak biasanya ak an m engakibatkan kerugian yang sangat
besar yaitu : tingginya biaya pem eliharaan, hilangnya kesem patan produksi (loos
production).
Pada kesempatan ini kam i akan m engulas masalah-m asalah yang ditim bulkan akibat
misalignment, dan dampak positif maupun negatif terhadap peralatan dan perusahaan.
Pendahuluan.................................................................................................. iii
Kesimpulan …………………………………………………………………. 54
ALIGNMENT COUPLING
Alignment a dalah m erupakan tindakan kor ektif, yang kita lakukan dalam sederetan
sistem pe meliharaan dalam m enjaga kelurusan dua peralatan yang dihubungkan
dengan coupling.
(Gambar-1.1`)
Dari definisi diatas, alignm ent m erupakan tindakan korektif yang akan dilakukan
berdasarkan data prediktif dengan data vibrasi sebagai pendukung jika di temukan ciri
seperti yang telah di uraikan di halam an depan, atau jika terjadi m isalignment.
Tindakan koreksi dengan m elakukan alignm ent suatu peralatan, agar tidak terjadi
kerugian-kerugian yang ditimbulkan akibat misalignment.
1. Jenis misalignment
1.1. Misalignment offset atau disebut m isalignment para llel adalah bila terjadi
kemiringan sejajaran shaft dua pera latan permesinan yang dihubungkan dengan
coupling baik dalam posisi vertikal m aupun horisontal, seperti ditunjukan
(Gambar-1.2).
Alignment dan problem solving
Created by Zaenal Choiri
Page 1 of 56
(Gambar-1.2)
1.2. Misalignment anguler atau m isalignmnet sudut adalah bila terjadi kem iringan
yang membentuk sudut pada shaft dua peralatan permesinan yang dihubungkan
dengan coupling, baik dalam posisi vertikal m aupun hor isontal, seperti
ditunjukan (Gambar-1.3).
(Gambar-1.3)
1.3. Misalignment offset dan anguler adalah bila terjadi kem iringan sejajar dan
kemiringan yang m embentuk sudut pada sh aft dua peralatan perm esinan yang
dihubungkan dengan coupling baik dalam posisi vertikal m aupun horisontal,
dimana merupakan kombinasi dari kedua misalignment diatas, seperti ditunjukan
(Gambar-1.4).
(Gambar-1.4)
Dalam vibrasi suatu peralatan permesinan kasus m isalignment dapat dipantau. Pada
spectrum biasanya dicirikan dengan m unculnya 2 x rpm atau 3 x rpm m uncul
dominan.
2.1. Misalignment offset/ paralel dicirikan dengan muncul 2 x rpm dominan, seperti
ditunjukan (Gambar-1.5).
1 x rpm
3 x rpm
f
(Gambar-1.5)
2.2. Misalignment anguler/ sudut dicirikan dengan muncul 3 x rpm dominan, seperti
ditunjukan (Gambar-1.6).
A
3 x rpm
1 x rpm 2 x rpm
(Gambar-1.6) f
Banyak sekali terjadi dibeberapa peru sahaan m aupun pabr ik-pabrik, m asalah
alignment coupling dianggap rem eh, bahka n diabaikan. Oleh sebab itu pada
kesempatan ini kam i berusaha m enjelaskan pengaruh m isalignment dan akibatnya
terhadap peralatan.
Pengaruh misalignment terhadap suatu pe ralan memang tidak secara langsung dalam
jangka waktu pendek. Akan tetapi efeknya sangatlah lama, kecuali pada peralatan-
peralatan khusus yang m embutuhkan alignm ent yang presisi tinggi. Misalnya pada
roll k ertas di pabr ik k ertas, jik a tida k alignment akan m engakibatkan putusnya
lembaran bahan kertas yang akan digulung. Akan tetapi m isalignment kebanyaka n
terjadi akan menimbulkan efek dalam jangka waktu relatif panjang.
3. Efek Misalignment
1. Vibrasi tinggi
2. Meningkatnya Amper
3. Terjadi panas pada peralatan.
Alignment dan problem solving
Created by Zaenal Choiri
Page 3 of 56
4. Meningkatnya biaya pemakaian listrik
5. Keausan pada elemen peralatan permesinan
6. Kerusakan pada elemen peralatan permesinan (misal : rusaknya seal, bearing, dll.)
7. Memperpendek umur peralatan permesinan
8. Naiknya biaya pemeliharaan
9. Produksi tidak lancar
10. Kesempatan produksi yang hilang, jika terjadi break down m endadak (Lost
Production)
(Gambar-1.7)
4. Metode Alignment
Keuntungan :
¾ Sangat cepat
¾ Mudah digunakan
¾ Hampir tidak ada biaya peralatan
¾ Hampir tidak dibutuhkan training alignment
Kerugian :
Keuntungan :
¾ Tidak mahal
¾ Akurat (bila digunakan sangat hati-hati)
Kerugian :
Keuntungan :
(Gambar-1.8)
7. Keuntungan menjaga presisi shaft alignment
Ada dua prinsip keuntungan yang dapat diam bil dari shaft Alignm ent yang presisi,
sebagai bagian dari prosedur standar peralatan rotating :
MTBF adalah singkatan dari “Mean Ti me Between Failures” (W aktu rata-rata antara
terjadinya kerusakan). “Wakt u rata -rata antara terjadinya k erusakan ad alah waktu
dimana salah satu mesin beroperasi antara breakdown (saat stop karena kerusakan)”
Jika customer bisa m eningkatkan MTBF dari m esin, dia akan dapat keuntungan
dengan 3 cara sebagai berikut :
Untuk kenaikan Amper dan biaya pemakaian listrik, kami telah melakukan riset pada
salah satu peralatan di PT. SEMEN GRESIK (PERSERO) Tbk pabrik tuban yaitu
pada equipment 333BC1 pada tgl. 07 Juni 2005.
Equipment : 333BC1M01
Motor : -Siemens
– Type : 1HQ6 228 0ZE40-1SV1-Z
– ARM : 460 VDC, 304 ADC
– EXCIT : 310 VDC, 5,5 A
– Power : 132 KW
– Speed : 10 – 1500 rpm
– IP : 54
– Brg ds/nds: 6217/C3
– Type : LC315-12VS-LR
– Power : 263 HP
– Speed : n1= 1456 rpm
n2= 45,56 rpm
– Ratio : 31,78
V x ∆ I x pf x 1,732
KW = ────────────────
1000
KET : - V = Voltage
- ∆ I = Perbedaan arus (Ampere)
- pf = Power faktor
= 47,723528 KWH
(Gambar-1.9)
(Gambar-1.10)
8.3.3. Setelah dilakukan pembenahan alignment. (Gambar-1.11)
(Gambar-1.11)
(Gambar-1.12)
Bila m elihat dari data hasil riset diatas , betapa pentingnya alignm ent shaft presisi
yang harus dilakukan pada keseluruhan peralatan permesinan disuatu perusahaan atau
pabrik. Bisa dibayangkan dari satu hasil riset kam i dapat m enghemat biaya
pemakaian listrik ratusan juta dalam kur un wa ktu setahun, belum lagi penghem atan
dari biaya pem eliharaan penggantian part yang rusak. Jika ada ratusan peralatan
terjadi kasus yang serupa, m aka bisa dipastik an berapa banyak biaya yang bisa kita
efisiensi. M ilyaran rup iah biaya y ang kita ef isiensi dalam kurun waktu setiap
tahunnya. Jika demikian tidaklah sia-sia apa yang selama ini telah kita lakukan.
Memang selama ini tidak banyak orang m enyadari, dari apa yang telah dilakukannya
membuahkan hasil yang luar biasa m embanggakan, baik untuk diri kita sendiri
maupun untuk perusahaan. Apabila apa yang telah kita lakukan dalam pekerjaan kita
sehari-hari tidak kita hitung sendiri, kita tidak m encoba m embuktikannya dengan
perhitungan matematis, maka kita tidak akan tahu seberapa besar hasil dan m anfaat
yang telah kita lakukan itu. Bahkan akan m enjadikan pekerjaan yang m onoton dan
akan m embosankan. Dalam pekerjaan sesederhana apapun, saya pribadi m engajak
rekan-rekan sekerja, tem an-teman khusus nya keluarga besar PT. Sem en Gresik
(Persero) Tbk, marilah kita lakukan yang terbaik untuk diri kita sendiri maupun orang
lain dan perusahaan. S ebab sekecil apa pun kegiatan positif yang kita kerjakan
tidaklah sia-sia. Kita berpedom an beke rja dengan ikhlas dan positip, pastilah
bermanfaat bagi yang lain.
Misalignment offset pada pulley adalah dim ana kondisi antara pulley satu
dengan yang lain terjadi kem iringan lurus (sejajar). Seperti ditunjukan (Gambar-
2.1).
(Offset/ parallel)
(Gambar-2.1)
1.2. Misalignment angular (sudut) vertical/ horizontal.
Misalignment angular (sudut) pada pulley adalah dim ana kondisi antara pulley
satu dengan yang lain terjadi kemiringan yang m embentuk sudut baik vertical
seperti pada (Gambar-2.2), maupun horizontal seperti pada (Gambar-2.3).
Untuk m emastikan setelah data vibrasi k ita ambil dan dianalisa, m aka peralatan
permesinan yang kita curi gai terjadi m isalignment, kita lakuk an cross check
dilapanngan dengan menggunakan alat lase r pulley alignm ent, apakah terjadi
misalignment atau tidak?. Penanganan pada misalignment pulley perlu juga dilakukan
koreksi.. Yaitu melakukan alignment dengan menggunakan laser pulley alignment.
(Gambar-2.4)
Misal misalignment yang terjadi pada fan yang digerak V-Belt, maka akan terjadi 1 x
rpm motor atau 1 x rpm fan muncul dominan, ditunjukan pada (Gambar-2.5).
A 1 x rpm motor
1500 rpm
1 x rpm fan
1800 rpm
2 x rpm fan
3600 rpm
(Gambar-2.5) f
Pada spectrum kadang-kadang ditandai dengan 1 x rpm ( Gambar-2.6) atau 2 x rpm
(Gambar-2.7) dominan :
A A
1 x rpm 2 x rpm
(Gambar-2.6) f (Gambar-2.7) f
Menjaga kelurusan pulley m erupakan upaya yang sangat bijaksana. Dengan m enjaga
kelurusan pulley pada peralatan permesinan, banyak keuntungan yang kita dapat sbb :
(Gambar-2.8)
Dari data diatas ( Gambar-2.8) jelas bahwa, kam i dapat menurunkan 64.95 % pem akaian
V-Belt, s etelah d ilakukan korek si alignm ent p ulley. Data dia tas k ami dapa t d ari
pemakaian V-Belt m elalui pengebonan le wat JDE dari tahun 2002 s/d 2004. Unit
kerja Seks i Inspeksi Pem eliharaan m embeli ala t laser pu lley ”PULLALIGN” pada
bulan Nopember 2003. Dan kam i mulai m elakukan koreksi alignm ent pulley pada
saat overhaul diakhir tahun 2003.
Harapan kam i kedepan adalah dengan m enjaga kelurusan pulley, kita dapat
mengurangi m asalah-masalah yang ditim bulkan akibat m isalignment pulley. Kit a
juga dapat m enghindari penga ntian V-Belt yang terlalu besar pada kurun waktu
tertentu. Minim al kita dapat m enjaga pe makaian V-Belt dari tahun ketahun relatif
menurun dan konstan. Hal ini ditunjukan dari tabel dan grafik pemakaian V-Belt dari
tahun 2002 s/d 2010 seperti ditunjukan pada (Gambar-2.9 & Gambar-2.10).
(Gambar-2.10)
Dari grafik diatas ( Gambar-2.10) ada kenaikan pem akaian V-Belt ditahun 2006, hal ini
diakibatkan karena penggantian di tahun 2004 & 2005 tidak secara total karena
kondisi V-belt m asih baik pada saat itu. Ji ka kita perhatikan grafik penggantian
pemakaian V-belt pada 3 tahun terakhir ini, maka kita dapat m enyimpulkan bahwa
dengan m enjaga kelurusan pada pulley kita dapat m enurunkan pem akaian V-belt
secara konstan dari tahun ketahu n. Dengan dem ikian kita dap at m eminimize
pemakaian V-belt. Lengkaplah sudah apa ya ng telah kita lakukan, betapa besar efek
dari pekerjaan yang kita lakukan. Dari ha l yang sederhana dengan m enjaga kelurusan
pulley berdampak besar terhadap biaya pemeliharaan, kerugian waktu operasi, dsb.
(Gambar-2.11)
- Setelah memakai peralatan bersihkan laser maupun reflektor dari kotoran, debu, oli,
maupun grease.
- Pakailah battery Alkalin ukuran AAA 1,5 V sebanyak 4 biji.
- Jangan memakai battery 9 V.
- Hindari pemakaian pada suhu ambient > 40°C.
- Hindari goresan pada reflektor saat memakai maupun menyimpan.
- Pastikan posisi laser off.
- Simpan laser dan reflektor pada koper sesuai petunjuk. (Gambar-2.13)
(Gambar-2.13)
(Gambar-2.14)
- Pastikan laser nyala dan infra m erah si narnya terang dan tajam , jika redup ganti
battery baru.
- Untuk mengetahui pulley oleng atau luru s, ambil data kedua dengan m enempatkan
laser dan reflektor pada posisi pulley 180° pada pulley yang sama.
- Jika data pertam a dan kedua sam a, m aka anda siap m elakukan proses ajustm ent
sambil m emperhatikan k ekencangan/ def leksi belt (1 mm mewakili 100 mm atau
1/64” per inch), seperti ditunjukan pada (Gambar-2.15).
(Gambar-2.15)
(Gambar-2.16)
- Jika yang terjadi m isalignment vertikal anguler, m aka lakukan m enambah atau
mengurangi shim pada peralatan yang di adjust.
- Jika yang terjadi m isalignment horizontal angular, m aka lakukan adjust dengan
menggeser pada peralatan yang di adjust arah horizontal pada kaki depan atau kaki
belakang.
- Jika yang terjadi m isalignment offset (parallel), m aka lakukan adjust dengan
menggeser pada peralatan yang di adjust ar ah horizontal secara bersama pada kaki
depan maupun kaki belakang.
- Jika sudah yakin pulley sudah lurus, kerasi baut pada tiap-tiap kaki peralatan yang
di adjus t, s ambil m emantau sin as inf ra merah pada reflector pada posisi lurus
tengah, seperti ditunjukan (Gambar-2.17).
-
(Gambar-2.17)
- Proses a lignment pulley selesa i, m atikan laser d an s impan peralatan pad a
tempatnya.
Alignment dan problem solving
Created by Zaenal Choiri
Page 19 of 56
4.4. Tabel toleransi laser pulley alignment (Gambar-2.18)
(Gambar-2.18)
Catatan : Toleransi hasil alignment pulley yang diijinkan 0,1° s/d 0,5° pada (Gambar-2.18).
SOFTFOOT
Softfoot adalah ketidak rataan (tidak flate) yang terjadi pada kaki peralatan
permesinan dengan base plate-nya. Kasus yang terjadi akibat dari perm asalahan kaki
peralatan permesinan yang miring atau base plate yang miring.
Parallel softfoot adalah terjadi gap ya ng rata pada salah sa tu kaki peralatan
permesinan yang disebabkan ketidak rataan kaki atau base plate. Pada (Gambar-3.1).
(Gambar-3.1)
Anguler softfoot adalah terjadinya gap yang miring membentuk sudut pada salah satu
kaki peralatan perm esinan yang diseba bkan kaki atau base plate yang m iring,
sehingga kaki seperti jinjit (stap on foot), seperti ditunjukan pada (Gambar-3.2).
(Gambar-3.2)
Squishy foot adalah terjadinya gap pada sa lah satu kaki peralatan perm esinan yang
disebabkan karena korosi, seperti ditunjukan pada (Gambar-3.3).
(Gambar-3.3)
Softfoot from external force adalah terjad inya gap pada salah satu kaki peralatan
permesinan yang diakibatkan gaya dari luar (fa ctor external), seperti ditunjukan pada
(Gambar-4), misal : baut kendor akibat vibrasi tinggi.
(Gambar-3.4)
Tujuan melakukan softfoot adalah untuk m engetahui peralatan perm esinan flat pada
kaki-kakinya atau tidak. Dengan m enggunakan peralatan ”ROTALIGN ULTRA”
sama denga n alat yang digunakan untuk m elakukan alignm ent, di mana dilengkapi
dengan fasilitas untuk melakukan softfoot sbb :
Pilih menu dimensi (Gambar-3.5) atau tombol back, hingga tampil menu seperti ( Gambar-
3.6).Geser dengan m enggunakan tombol panah kearah m esin yang akan diam bil data
softfoot-nya, sesuai tampilan (Gambar-3.5).
Tekan tombol menu, dan pilih menu softfoot (gambar kaki/ Gambar-3.7) , tekan enter.
(Gambar-3.7)
(Gambar-3.8)
(Gambar-3.9)
Setelah tampil seperti (Gambar-3.10) berikut, tekan enter.
(Gambar-3.10)
Pastikan kondisi baut pada kaki-kaki mesin yang akan diambil data softfootnya dalam
kondisi keras.
Pilih k aki m ana dulu yang akan diso ftfoot, d engan cara m enggeser m enggunakan
tombol panah (Gambar-3.11). Tekan enter untuk mulai pengambilan data softfoot hingga
pada posisi kaki tersebut keluar angka yang selalu berubah-ubah (live). Lakukan
dengan kendori baut pada kaki m esin yang disoftfoot hingga baut kendor, tekan enter
(menu stop) untuk mengakhiri pengambilan data softfoot.
(Gambar-3.12)
Lakukan pengambilan data softfoot pada se mua kaki m esin yang di softfoot, hingga
anda mendapatkan hasil softfoot ( Gambar-3.13). Kaki m esin dianggap baik softfootnya
jika data softfoot antara kaki satu dengan kaki yang lain, selisi hnya tidak lebih dari
0.05 mm. Jika hasilnya terlalu jauh, lakukan penambahan shim pada angka yang
ditunjukkan sesuai hasil softfoot dengan tujuan agar kaki menjadi flat (rata).
Pembacaan softfoot adalah angka y ang dit unjukan m erupakan gap dari kaki m esin
tersebut. Perhitungkan juga hasil softfoot de ngan data hasil alignm ent pada vertikal
yang pertama, guna perhitungan penambahan atau mengurangi shim.
(Gambar-3.14)
Tunggu sampai m uncul klarifik asi seperti yang dutunjukan ( Gambar-3.15), pilih m enu
yes, tekan enter.
(Gambar-3.15)
Alignment dan problem solving
Created by Zaenal Choiri
Page 26 of 56
3. Study kasus softfoot
Kasus softfoot dapat mengakibatkan vibrasi pada suatu peralatan perm esinan (Lihat
Gambar-3.23). Kasus softfoot dapat dideteksi dari vibrasi. Biasanya ditandai dengan
vibrasi tinggi dan m unculnya frekuensi 1 rpm sam pai 10 x rpm dom inan (seperti
layaknya kasus looseness) (Lihat Gambar-3.20). Oleh sebab itu perlu pula dilakukan
pembenahan softfoot apabila terjad i kasus semacam ini. Dengan cara m eratakan base
plate atau dengan cara m engganjal dengan sh im sesuai dengan kebutuhan seberapa
gap yang terjadi (Lihat Gambar-3.17, Gambar-3.18 & Gambar-3.22).
(Gambar-3.16)
(Gambar-3.17)
(Gambar-3.18)
Alignment dan problem solving
Created by Zaenal Choiri
Page 27 of 56
Disini kam i akan tunjukan kasus softf oot yang pernah terjadi pada equipm ent
343FN5M01 ( Gambar-3.19). Kasus ini terjadi pada tahun sebelum Dese mber 2006 dan
dilakukan pembenahan softfoot pada saat overhaul bulan Desember 2006 dengan data
sebagai berikut :
(Gambar-3.19)
SPECTRUM VELOCITY
(Gambar-3.20)
Alignment dan problem solving
Created by Zaenal Choiri
Page 28 of 56
Berikut kasus softfoot jika dilihat dari spectrum ti me wa feform (domain waktu)
(Gambar-3.21).
(Gambar-3.21)
Dilakukan pembenahan softfoot dengan meratakan pedestal salah satu kaki motor dan
dengan memberikan shim bersusun miring (trap).
Dengan menambah shim
(Gambar-3.22)
Disekrap dengan gerinda
(Gambar-3.23)
ROTALIGN ULTRA
(Gambar-4.1)
KABEL KOMUNIKASI
(Gambar-4.2)
(Gambar-4.3)
BATTERY
(Gambar-4.4)
RECEIVER
BRACKET
STICK
RANTAI
(Gambar-4.5)
(Gambar-4.7)
(Gambar-4.8)
- Bersihkan perlatan setelah dipakai sehingga terhindar dari debu, oli, grease.
- Hindarkan dari suhu ambien > 40°C
- Bersihkan lensa laser maupun reciever, lensa bebas dari debu, minyak. Untuk
menjaga akurasi sinar infra merah.
- Bersihkan bracket.
- Bersihkan stick dan tempatkan pada tempatnya sesuai panjang stick.
- Bersihkan rantai pengait braket
- Bersihkan kabel
- Charged battery setelah peralatan dipakai, sesuai kondisi battery.
1. Tekan tom bol Enter untuk m enyalakan ROTALIGN ULTRA sa mpai m uncul
tampilan menu : Resume, Shaft Alignment, Soft foot, dsb pada layar.
2. Pindah cursor ke m enu Shaft Alignment dengan m enekan tombol panah <, >, ^,
v, pada key pad, tekan Enter untuk m embuat file baru sampai m uncul dim ensi
dan isi dimensi sesuai kondisi peralatan yang akan di alignment.
3. Pinda cursor ke m enu m esin kiri atau kanan, dan ganti nam a sesuai equipm ent
serta jenis mesin, jumlah kaki pada menu pilihan yang ada, misal : Pump, Vacuum
pump, Motor, Diesel, Compressor, Blower, Fan, Shaft, Gear box, dll.
4. Tekan tom bol ( back) warna kuning pada key pad untuk kem bali ke m enu
dimensi.
5. Tekan tombol menu warna kuning, geser cursor ke menu file dan save, kem udian
pilih main folder d an tekan tombol panah > untuk m elihat detail folder dan save
file serta ketik nam a equipment dengan tombol abjad sesuai key pad sesuai nam a
file yang kita kehendaki (sebaiknya sesuai nama equipment untuk memudahkan).
6. Pasang laser & receiver sesuai posisi gambar pada menu dimensi yang ditunjukan
pada no. 4.
7. Pasang tutup pada receiver dan nyalakan laser untuk just senter sinar infra red.
8. Lepas tutup receiver.
9. Tekan tombol ( back) warna kuning pada key pad untuk kem bali kePada layar
ROTALIGN Ultra m asih pada posis i menu dimensi, tekan tom bol M (Measure)
warna biru dan tekan tombol menu warna kunin g untuk m emilih m ode : sweep
mode, m ultipoint m ode, pass m ode, dll se suai yang kita kehe ndaki (disarankan
memakai sweep mode bila kedua coupling bisa diputar 1 X putaran penuh.
10. Tekan tom bol ( back) warna kuning pada key pad untuk kem bali ke m enu
measure sampai keluar target laser pada layer, ke mudian adjust pada knop laser
sampai posisi titik tengah.
11. Tekan tom bol menu warna kuning, geser pada posisi start tekan Enter untuk
pengambilan data putar 1 X putaran, ke mudian tekan tom bol menu geser pada
posisi stop tekan Enter, tunggu sampai proses selesai, tekan tombol (back).
Tuban, 11-09-2006
Disusun oleh -Zaenal Choiri
(Gambar-4.9)
Pasang bracket pada kedua shaft diantara coupling yang akan dialignment beserta
laser dan reciever, seperti (Gambar-4.10) berikut :
(Gambar-4.10)
(Gambar-4.11)
(Gambar-4.12)
Lepas tutup laser (Gambar-4.13).
(Gambar-4.13)
(Gambar-4.14)
(Gambar-4.15)
Biarkan sampai tam pilan Program m anager muncul dan arahkan dengan m enekan
arah panah, pilihlah menu Shaft Alignment (Gambar-4.16), kemudian tekan enter.
(Gambar-4.16)
(Gambar-4.17)
(Gambar-4.18)
Pilihlah m esin A sesu ai jenis m esin yang d ikehendaki dengan cara m enggeser
kekanan atau kekiri m enggunakan arah pana h, sehingga m ark (blok) pada m esin
sesuai ( Gambar-4.19) diba wah. Tekan ente r untuk m emilih mesin s esuai jenisnya ata u
yang anda kehendaki.
(Gambar-4.19)
(Gambar-4.20)
Jika anda memilih Standar (Gambar-4.21).
(Gambar-4.21)
Jika anda memilih Pump (Gambar-4.22).
(Gambar-4.22)
Jika anda memilih Vacum Pump (Gambar-4.23).
(Gambar-4.23)
Alignment dan problem solving
Created by Zaenal Choiri
Page 39 of 56
Jika anda memilih Motor (Gambar-4.24).
(Gambar-4.24)
Jika anda memilih Diesel (Gambar-4.25).
(Gambar-4.25)
Jika anda memilih Compressor (Gambar-4.26)
(Gambar-4.26)
Jika anda memilih Blower (Gambar-4.27)
(Gambar-4.27)
(Gambar-4.28)
Jika anda memilih Shaft (Gambar-4.29).
(Gambar-4.29)
Jika anda memilih Gear Box (Gambar-4.30)
(Gambar-4.30)
Jika anda memilih Generator (Gambar-4.31)
(Gambar-4.31)
(Gambar-4.32)
Jika anda memilih Steam turbin (Gambar-4.33).
(Gambar-4.33)
Jika anda memilih Fan (Gambar-4.34).
(Gambar-4.34)
Jika mesin sudah dipilih sesuai jenisnya atau yang kita kehendaki, tekan enter.
Kemudian geser kebawah dengan menggunakan tombol panah untuk memberi nama.
Tekan enter dan geser kebawah hingga pa da m enu stationary m achine kem udian
tekan enter, apabila kita menghendaki mesin tersebut sebagai bagian yang fix (diam).
Geser kebawah pada m enu Fixation dengan tombol panah, pilih feet jika m esin
menggunakan kaki, pilih flang jika m enggunakan flang, pilih bearing jik a
menggunakan bearing, dll, jika sudah sesu ai tekan enter, sesuai tam pilan ( Gambar-4.35)
sbb :
Geser kebawah pada menu Fix points, untuk menentukan jum lah kaki, bearing, dll.
Tekan enter hingga kursor pindah ke kana n pada m enu j arak bering atau kaki.
Kemudian tekan tombol back, hingga tampilan pada menu dimensi (Gambar-4.36), sbb :
(Gambar-4.36)
Isilah masing-masing dimensi, sesuai jarak actual mesin dengan menggunakan satuan
mili meter (mm).
Lakukan hal serupa pada m esin B, dan pilih lah coupling sesuai yang terpasang pada
mesin. Pilih short flex, spacer, ca rdan, singg le plane. Tek an ente r s esuai coup ling
yang dip ilih. Tekan to mbol back, seper ti ditunjukan ( Gambar-4.37), b erikut a rahkan
dengan menggunakan tombol panah sampai blok pada posisi coupling.
(Gambar-4.37)
Tekan tom bol M (Measurment), untuk m emulai pengam bilan data. T ekan Menu
hingga muncul seperti pada (Gambar-4.38) berikut.
(Gambar-4.38)
Pilih Mod e, kem udian tekan enter unt uk m emilih m ode, pilih Sweep mode ( Gambar-
4.39)untuk pengam bilan data dengan m emutar shaft kontinyu satu putaran penuh
(360°).
(Gambar-4.39)
Kembalikan ke menu measurment, lakukan center laser pada target dengan mengajust
knop pada lazer, seperti pada (Gambar-4.40) berikut.
(Gambar-4.40)
(Gambar-4.41)
Tekan tom bol Menu, p ilih m enu Stop, kem udian tekan enter un tuk m engakhiri
pengambilan data. Seperti ditunjukan (Gambar-4.42) berikut.
(Gambar-4.42)
Hingga muncul tampilan (Gambar-4.43) berikut :
(Gambar-4.43)
Alignment dan problem solving
Created by Zaenal Choiri
Page 45 of 56
Barulah tekan tombol coupling/ , untuk mengetahui hasil, hingga tampil
menu seperti (Gambar-4.44) berikut.
(Gambar-4.44)
Tekan m enu dan pilih MOVE, te kan enter, untuk m elakukan m oving. Dengan
menggeser m esin yang kita alignm ent guna mendapatkan hasil sesuai ring tabel
referensi (Lihat pada hal-10 Gambar-1.12).
Kita ulang lagi pengam bilan data yang kedua, guna m endapatkan hasil yang valid.
Dan kita lakukan moving lagi atau jika hasil horizontal sudah memenuhi, maka kerasi
baut kaki motor sambil memantau hasil pada monitor.
Setelah kita yakin baut pada kaki motor keras, maka kita lakukan pengam bilan data
sekali lagi untuk m endapatkan hasil yang real dan valid. Jika hasil sudah m asuk
toleransi tabel referensi, m aka kita lakukan penyim panan data dengan m enekan
tombol menu dan tekan save. Pastikan data anda sudah tersimpan.
Tekan tombol back, hingga tampilan pada menu berikut (Gambar-4.45). Pilih menu Turn
off untuk mem atikan Rotalignm ent, dengan ca ra pilihan pada m enu Turn off, tekan
enter.
(Gambar-4.45)
(Gambar-4.46)
Proses align ment selesai, m atikan la ser dan tu tup lensa lase r dan rec iever. Kem asi
peralatan dan tempatkan pada tas koper sesuai tempatnya masing-masing.
Langkah softfoot ini adalah langkah yang wajib dilakukan dalam sederetan proses
alignment. Hal ini dilakukan dengan tujuan ag ar flat pada setiap kaki-kam i peralatan
permesinan yang akan dialignment. Langkah ini dilakukan, jika peralatan perm esinan
tersebut belum pernah dila kukan softfoot sebelum nya atau belum pernah dilakukan
sama sekali.
Proses sof tfoot seca ra detail bisa d ilihat pada BAB-IV tentang sof tfoot : ”Cara
melakukan softfoot” (hal-22 s/d hal-26)
Setelah dilakukan koreksi shim pada kaki m esin, m aka lakukan proses alignm ent
seperti dijelaskan pada langkah nomor 1.4. Proses alignment (hal-35)
- Bisa dilakukan m encetak hasil alignm ent langsung dari peralatan Rotalign Ultra
yang dihubungkan dengan printer, dengan menggunakan kabel USB.
- Dengan cara m elakukan down loa d dari Ro talign Ultra ke kom puter (Software
Reporter), ke back-up data dengan menggunakan kabel komunikasi.
1. Sambungkan kabel komunikasi antara Rotali gn Ultra dan computer yang telah di
install soft ware reporter seperti ditunjukan (Gambar-4.47).
Reporter
Software (Gambar-4.47)
(Gambar-4.48)
3. Tekan icon menu reporter, hingga tampil menu seperti pada (Gambar-4.49).
(Gambar-4.49)
(Gambar-4.50)
Setelah tampilan Instrum ent files backup assistant berikut muncul ( Gambar-4.51), tekan
(next >)
(Gambar-4.51)
Proses backup berlangsung seperti (Gambar-4.52, Gambar-4.53, Gambar-4.54) berikut.
(Gambar-4.52) (Gambar-4.53)
(Gambar-4.55) (Gambar-4.56)
5. Proses back-up data selesai, matikan Rotalign Ultra dan lepas kabel komunikasi.
6. Untuk m elihat list backup data hasil alignm ent, tekan open ( Gambar-4.57), hingga
akan tampil seperti (Gambar-4.58).
(Gambar-4.57) (Gambar-4.58)
(Gambar-4.59)
8. Untuk membuka laporan hasil align ment, pilih nama equipment pada equipm ent
yang akan anda lihat ( Gambar-4.60), kem udian klick 2 X akan m uncul laporan
seperti ditunjukan (Gambar-4.61, Gambar-4.62, Gambar-4.63).
(Gambar-4.60)
Tampilan print out
(Gambar-4.61) (Gambar-4.62)
Alignment dan problem solving
Created by Zaenal Choiri
Page 51 of 56
(Gambar-4.63)
10. Untuk keperluan proses pelaporan sebaga i back-up work order atau yang lain,
simpan pada file pdf.
PENUTUP
Buku ini kam i susun de ngan penuh keterbatas an. Dan penulis m enyadari betul akan
perlunya pem benahan-pembenahan yang m ungkin terjadi. Masukan dari para
pembaca sangat kami harapkan, demi kesempurnaan yang lebih baik dari buku ini.
Pesan dari penulis, lakukan dari hal-hal yang positif, sekecil apapun pekerjaan itu dan
mulailah dari yang sederhana yang anda bisa. Yakinlah bahwa semua itu akan
bermanfaat bagi anda sendiri dan orang lain. Am alkan dan tularkan apa yang anda
bisa kepada orang lain, niscaya ilmu a nda akan bertam bah. Selam at m encoba da n
semoga meraih kesuksesan.
Bercita-citalah yang tinggi dalam berkarya , niscaya engkau akan m endapatkan hasil
yang cem erlang. Dan janganlah kam u berh arap banyak dari karyamu, hadirkan
dengan kerendahan hati dan ikhlas niscaya e ngkau akan m endapatkan kebaikan serta
pahalanya.
Dari uraian dimuka, pada dasarnya kami ingin sekali membantu mempermudah, serta
menambah dan berbagi pengalam an mengenai alignm ent dan m embantu
menyelesaikan masalah-masalah yang mungkin terjadi akibat misalignment.
Buku ini m enjelaskan m engenai apa itu align ment. Macam -macam m isalignment,
ciri-ciri misalignment, dilihat dari analisa vibrasi dan bentuk spectrum. Buku ini jug a
menjelaskan ef ek yang ditim bulkan akiba t m isalignment, s erta dam pak bagi p roses
produksi. K euntungan dan kerugian dalam me njaga presisi shaft alignm ent juga
dipaparkan secara lengkap.
Dalam buku ini juga, kam i sertakan buk ti-bukti data, serta perhitungan secara
matematis dari hasil riset sehingga dapat dila kukan efisiensi, jika kita menjaga presisi
shaft alignm ent. Sehingga tidak ragu lagi apa yang telah kam i lakukan itu adalah
benar adanya berdasarkan fakta-fakta yang ada.
Sehingga dengan hadirnya buku ini dapat mengilham i kita sem ua para pem baca
maupun sia pa saja yang ingin mem ahami lebih dalam tentang alignm ent serta
masalah-masalah yang ditim bulkan akibat m isalignment. Sem oga dengan hadirny a
buku ini bisa m erubah paradigm a lam a m enjadi paradigm a baru, yaitu dengan cara
meninggalkan alignm ent dengan cara konve nsional. Dan m arilah kita lakukan
alignment shaft presisi dengan menggunakan laser alignment.
1. Buku panduan (Manual Instruction) “PU LLALIGN” dari Pruf Technik, edisi
Agustus 2002.
2. Buku panduan (Manual Instruction) “ROTAL IGN” dari P ruf Technik, edisi Mei
1995.
3. Brosur ROTALIGN pr o dan ROTALIGN UL TRA dari Pruf Technik, cetakan
tahun 1998.
4. Vibration training course book dari Mobius Institutecetakan tahun 2005.
5. Buku pelatihan getaran tingkat lanjut dari Laboratorium Dinam ika I TB tahun
2004.