Standar Pengujian Aspal untuk Jalan
Standar Pengujian Aspal untuk Jalan
PERKERASAN JALAN
❖ Peralatan
1. Termometer;
2. Cincin kuningan;
3. Bola baja diameter 9,53 mm, berat 3,50 ± 0,05 gram;
4. Alat pengarah bola;
5. Bejana gelas, tahan pemanasan mendadak dengan diameter
dalam 8,5 cm dgn tinggi sekurang-kurangnya 12 cm, kapasitas 800 ml.
6. Dudukan benda uji;
7. Penjepit.
❖ Pengujian Benda Uji
Urutan proses dalam pengujian ini adalah sebagai berikut :
1) Pasang dan aturlah kedua benda uji di atas dudukannya dan letakkan
pengarah bola diatasnya; kemudian masukkan seluruh peralatan tersebut
ke dalam bejana gelas.
2) Isilah bejana dengan air suling baru, dengan suhu (5±1)oC sehingga tinggi
permukaan air berkisar antara 101,6 mm sampai 108 mm.
3) Letakkan termometer yang sesuai untuk pekerjaan ini di antara kedua
benda uji (kurang lebih 12,7 mm dari tiap cincin); periksa dan aturlah jarak
antara permukaan pelat dasar dengan dasar benda uji sehingga menjadi
25,4 mm;
4) Letakkan bola-bola baja yang bersuhu 5oC di atas dan di tengah
permukaan masing-masing benda uji yang bersuhu 5oC menggunakan
penjepit dengan memasang kembali pengarah bola; tahan temperatur
5oC±1oC selama 15 menit;
5) Panaskan bejana sehingga kenaikan suhu menjadi 5oC per menit;
kecepatan pemanasan ini tidak boleh diambil dari kecepatan pemasan
rata-rata dari awal dan akhir pekerjaan ini; untuk tiga menit yang pertama
perbedaan kecepatan pemasan tidak boleh melebihi 0,5oC;
6) Apabila kecepatan pemanasan melebihi ketentuan dalam 2.3.5 maka
pekerjaan diulang;
7) Apabila dari suatu pekerjaan duplo perbedaan suhu dalam cara
pengujian ini melebihi 1oC maka pekerjaan diulang
❖ 3. Pengujian Titik Nyala dan Titik Bakar SNI.06-2433 -1991
❑ Ruang Lingkup
Pengujian ini dilakukan terhadap aspal dan semua jenis minyak bumi, kecuali minyak bakar dan
bahan lainnya yang mempunyai titik nyala open cup kurang dari 790C. hasil pengujian ini
selanjutnya dapat digunakan untuk mengetahui sifat-sifat bahan terhadap bahaya api, pada suhu
mana bahan akan terbakar atau menyala.
❑ Acuan Normatif
SNI 06-2433-1991 : Metode pengujian titik nyala dan titik bakar dengan Cleve Land open cup
❑ Pengertian
Beberapa pengertian dapat dijelaskan sebagai berikut :
✓ Titik nyala adalah suhu pada saat terlihat nyala singkat kurang dari 5 detik pada suatu titik diatas permukaan
aspal;
✓ Titik bakar adalah suhu pada saat terlihat nyala sekurang-kurangnya 5 detik pada suatu titik pada permukaan
aspal.
❑ Maksud dan Tujuan
▪ Maksud
Metode ini dimaksudkan sebagai acuan and pegangan dalam pelaksanaan pengujian titik nyala dan titik bakar
bahan aspal dengan cleveland open cup.
▪ Tujuan
Tujuan metode ini adalah mendapatkan besaran cara titik nyala dan titik bakar bahan aspal dengan clevenland
open cup.
❑ Ringkasan Pengujian
Nyalakan sumber pemanas dan aturlah pemanasan sehingga kenaikan suhu menjadi (15 ± 1)oC per menit
sampai benda uji mencapai suhu 56oC di bawah titik nyala perkiraan; Kemudian aturlah kecepatan pemanasan
5 C per menit pada suhu antara 56o C sampai 28o C dibawah titik nyala perkiraan;
Nyalakan nyala penguji dan aturlah agar diameter nyala penguji tersebut menjadi 3.2 sampai 4.8 mm, ulangi
pekerjaan tersebut setiap kenaikan suhu 2oC sampai terlihat nyala singkat pada suatu titik di atas permukaan
benda uji sebagai suhu titik nyala dan nyala singkat selama 5 detik sebagai suhu titik bakar ; bacalah suhu pada
termometer dan catat;
❑ Ringkasan Pengujian
Benda uji aspal dimasukkan ke dalam piknometer yang sudah dikalibrasi, kemudian benda uji dan piknometer
ditimbang. Isi tersisa diisi air kemudian piknometer beserta isinya dikondisikan pada temperatur pengujian yang
diinginkan (dalam hal ini 15,6oC atau 25,0C)dan ditimbang. Berat jenis benda uji dihitung berdasarkan massa
benda uji dan massa air yang dipindahkan oleh benda uji dalam piknometer
❑ Perhitungan
❑ Acuan Normatif
SNI 06-2432-1991 : Metode pengujian Daktilitas Aspal
❑ Pengertian
Daktilitas aspal adalah nilai keelastisitasan aspal, yang diukur dari jarak terpanjang, apabila antara dua cetakan
berisi bitumen keras yang ditarik sebelum putus pada suhu 250C dan dengan kecepatan 50 mm/menit
❑ Ringkasan Pengujian
Pasanglah benda uji pada alat mesin dan tariklah benda uji secara teratur dengan kecepatan 50 mm/menit
sampai benda uji putus; perbedaan kecepatan atau kurang dari 5% masih diizinkan; bacalah jarak antara
pemegang benda uji, pada saat benda uji putus (dalam sentimeter); selama percobaan berlangsung benda uji
harus selalu terendam sekurang-kurangnya 25 mm dalam air dan suhu harus dipertahankan tetap (25oC ± 0.50 c)
❑ Persiapan Benda Uji
Benda uji adalah contoh aspal sebanyak 100 gram yang
dipersiapkan sebagai berikut :
✓ Lapisi semua bagian dalam sisi-sisi cetakan daktilitas
Benda uji dalam cetakan dan bagian atas pelat dasar dengan campuran
glycerin dan dextrin atau glycerin dan talk atau
glycerin dan kaolin atau amalgan; kemudian
Cetakan Benda uji pasanglah cetakan daktilitas di atas pelat dasar
✓ Panaskan contoh aspal sehingga cair dan dapat
dituang; untuk menghindarkan pemanasan
setempat, lakukan dengan hati-hati; pemanasan
dilakukan sampai suhu antara 80oC-1000 C di atas titik
lembek; kemudian contoh disaring dengan saringan
N0. 50 dan setelah diaduk, dituamg dalam cetakan.
✓ Pada waktu mengisi cetakan, contoh dituang hati-
hati dari ujung ke ujung hingga penuh berlebihan;
Mesin uji Daktilitas kecepatan 50 mm per menit ✓ Dinginkan cetakan pada suhu ruang selama 30
sampai 40 menit lalu pindahkan seluruhnya ke dalam
bak perendam yang telah disiapkan pada suhu
pemeriksaan selama 30 menit; kemudian ratakan
contoh yang berlebihan dengan pisau atau spatula
yang panas sehingga cetakan terisi penuh dan rata
❑ Pengertian
Furol
Singkatan dari “fuel and road oils”, furol merupakan lubang pengeluaran aspal dari tabung viskometer yang
mempunyai diameter 4,3 mm ± 0,2 mm
Viskositas saybolt furol
Waktu pengaliran yang telah dikoreksi untuk mengalirkan 60 mL benda uji dalam detik melalui lubang furol
saybolt furol detik (SFS = saybolt furol second)
Waktu pengukuran viskositas dalam detik, yang dilaporkan pada temperatur tertentu
❑ Kegunaan
✓ Standar ini digunakan untuk menentukan salah satu karakteristik aspal, sebagai identifikasi dalam pengiriman.
✓ Standar ini dapat juga menentukan temperatur pencampuran campuran beraspal pada 170 cSt ± 20 cSt dan
temperatur pemadatan campuran beraspal pada 280 cSt ± 20 cSt.
❑ Kalibrasi
▪ Kalibrasi viskometer saybolt furol
secara berkala dengan mengukur
waktu mengalir pada temperatur
37,8oC dari oli standar. Hitung faktor
koreksi viskometer.
▪ Waktu pengaliran oli standar harus
sesuai dengan nilai viskositas saybolt
yang telah ditentukan, bila waktu
pengaliran berbeda lebih dari 0,2%,
hitung waktu koreksi F, untuk
viskometer sebagai berikut :
𝑉
F=
𝐹
dengan pengertian:
V adalah nilai viskositas saybolt oli
standar dalam satuan detik;
T adalah pengukuran waktu alir
pada temperatur 37,8 C dalam
satuan detik.
▪ Kalibrasi viskometer saybolt furol
pada 50oC dengan cara yang sama
seperti Butir 9.a) menggunakan
viskositas oli standar yang
mempunyai waktu alir minimum 90
detik.
▪ Viskometer atau lubang furol yang
mempunyai koreksi viskositas lebih
besar dari 1%, tidak dapat digunakan
❑ Prosedur Pengujian
✓ Pertama-tama siapakan peralatan dan bahan yang akan digunakan;
✓ Siapkan alat saybolt viscometer, lalu atur suhu dengan cara mengatur suhu
pada alat hingga mencapai 120oC;
✓ Sambil menunggu alat saybolt viscometer mencapai suhu 100oC,
panaskan aspal dengan kompor/tungku hingga mencapai 100oC,
panaskan dengan merata kemudian masukan ke dalam tabung saybolt
viscometer;
✓ Ukurlah suhu didalam tabung saybolt viscometer yang berisi aspal, apabila
suhunya sudah mencapai 100oC, mulai lakukan pengujian untuk
menghitung waktu aspal jatuh kedalam labu viscometer
✓ Letakan labu viscometer 60 ml dibawah saybolt viscometer, tabung ini
digunakan untuk menampung aspal yang mengalir kebawah;
✓ Cabut gabus penyumbat dan mulai hidupkan stopwatch disaat aspal
pertama menetes d labu viscometer
✓ Matikan stopwatch apabila aspal sudah mencapai pada batas 60 ml
(sampai leher labu viscometer);
✓ Catat waktu pengaliran dalam detik sampai 0,1 detik terdekat;
✓ Tutup lubang saybolt viscometer dengan gabus penyumbat aliran aspal tadi;
✓ Lalu catat hasil pengamatan tersebut ke dalam form praktikum yang telah
disediakan;
✓ Setelah itu rapihkan dan bereskan kembali peralatan yang telah
digunakan.
❖ 6. Kelakatan Aspal Pada Agregat SNI 03-2439-1991
❑ Ruang Lingkup
Standar ini menetapkan cara untuk menguji ketahanan penyelimutan film aspal pada permukaan suatu agregat.
Pengujian ini diterapkan pada aspal cair, aspal emulsi dan aspal semi padat
❑ Acuan Normatif
SNI 06-2439-2011 : Metode Uji penyelimutaan dan pengelupasan pada campuran agregat-aspal
SNI 03-3645-2011 : Metode pengujian pelekatan dan ketahanan aspal emulsi terhadap air
❑ Pengertian
Penyelimutan agregat terhadap aspal adalah persentase luas permukaan agregat yang diselimuti aspal
terhadap permukaan agregat
❑ Maksud dan Tujuan
▪ Maksud
Sebagai acuan dan pegangan dalam pelaksanaan pengujian kelekatan aspal terhadap agregat
▪ Tujuan
Menentukan angka kelekatan aspal terhadap agregat
❑ Ringkasan Pengujian
Agregat yang telah dipilih dan disiapkan dilapisi dengan aspal pada temperature yang telah ditentukan, sesuai
dengan kelas (grade) aspal yang digunakan
Bila digunakan aspal cair (cut back asphalt), agregat yang diselimuti aspal dibiarkan pada temperature 600C
Bila digunakan aspal emulsi, agregat yang diselimuti aspal dibiarkan pada temperature 1350C
Setelah penyelimutanm bila digunakan aspal semi padat, atau setelah mengikat untuk aspal cair, aspal emulsi,
agregat yang terselimuti direndam dalam air suling selama (16-18 jam) pada temperature ruang
Pada akhir periode perendaman dan campuran agregat-aspal masih di dalam air, luas permukaan total
permukaan agregat yang masih diselimuti film aspal diperkirakan secara visual, apakah nilaianya “di bawah
95 %" atau “diatas 95 %”.
❑ Aspal
Aspal cair material yang terdiri atas campuran aspal padat dengan pelarut jenis tertentu yang masing-masing
mempunyai daya menguap tinggi, sedang, atau rendah
▪ Aspal cair mantap sedang (medium curing, MC)
▪ Aspal cair mantap cepat (rapid curing, RC)
▪ Aspal cair mantap lambat (slow curing, SC)
❑ Aspal Emulsi
Material yang dihasilkan dengan cara mendispersikan aspal semi padat kedalam air atau sebaiknya dengan
bantuan bahan pengemulsi
▪ Aspal emulsi anionic
▪ Aspal emulsi kationik
▪ Aspal padat (solid) suatu jenis aspal keras dengan penetrasi kurang 10
▪ Aspal semi padat (semi-solid) suatu jenis aspal keras dengan penetrasi 10 sampai 300
❑ Pengertian
Penyelimutan agregat terhadap aspal adalah persentase luas permukaan agregat yang diselimuti aspal
terhadap permukaan agregat
❑ Agregat
Agregat yang lolos saringan 9,5 mm (3/8”)dan tertahan saringan 6.3 mm (1/4”) sebanyak 100 gram
Agregat dicuci dan dikeringkan pada temperature 1350C sampai dengan 1490C sampai berat tetap
❑ Persiapan Benda uji
Cara menyiapkan benda uji :
✓ Benda uji adalah agregat yang lewat saringan 9,5 mm (3/8”)
dan tertahan pada saringan 6,3 mm (1/4”) sebanyak kira-kira
100 gram;
✓ Cucilah dengan air suling, keringkan pada suhu 140 ± 5o C
hingga berat tidak berubah lagi (constant); simpan didalam
tempat yang tertutup rapat dan siap untuk diperiksa;
✓ Untuk pelapisan agregat basah perlu ditentukan berat jenis
kering permukaan jenuh (SSD) dan penyerapan dari agregat
kasar.
✓ Keluarkan adukan beserta wadahnya dari oven dan
❑ Cara Pengujian (Penyelimutan) aduk lagi sampai dingin (suhu ruang) selanjutnya agar
Pelapisan Agregat Kering Dengan Aspal Cair (Cut-Back) diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
▪ Penyelimutan terhadap agregat harus sempurna, tidak
Urutan proses dalam pengujian ini adalah sebagai berikut :
boleh ada gelembung-gelembung udara;
✓ Masukkan 100 gram benda uji, ke dalam wadah; ▪ Bila keadaan tersebut tidak tercapai, kemudian
✓ Isi aspal sebanyak 5,5 ± 0,2 gram yang telah dipanaskan pada panaskan adukan tersebut sampai agregat diselimuti
suhu yang sesuai dengan (Tabel 1); aspal dengan sempurna;
✓ Aduk aspal dan benda uji sampai merata dengan spatula ✓ Pindahkan adukan tersebut ke dalam tabung gelas
selama 2 menit; kimia;
❑ Pengikatan (curing) ✓ Isi dengan air suling sebanyak 400 ml;
✓ Diamkan pada suhu ruang selama 16 sampai 18 jam;
✓ Masukkan adukan beserta wadahnya dalam oven dengan suhu ✓ Ambil selaput aspal yang mengambang di permukaan
60oC selama 2 jam, selama proses ini lubang angin pada oven air dengan tidak mengganggu agregat di dalam
harus dibuka; tabung;
✓ Dengan melihat dari atas menembus air, perkirakan
prosentase luas permukaan yang masih terselimuti
aspal.
❑ Pelapisan Agregat Kering Dengan Aspal Keras :
✓ Masukkan 100 gram benda uji, masukkan ke dalam
wadah;
✓ Panaskan wadah beserta benda uji selama 1 jam dalam
oven dalam pada suhu tetap antara 140oC;
✓ Masukkan aspal yang sudah panas 5,5 ± 0,2 gram;
✓ Aduk sampai merata dengan spatula yang sudah
dipanasi selama 2 – 3 menit sampai benda uji terselimuti
aspal;
✓ Diamkan sampai mencapai suhu ruang;
✓ Pindahkan benda uji yang terselimuti aspal ke dalam
tabung gelas kimia kapasitas 600 ml.
❑ Pelapisan Agregat Kering Dengan Aspal Emulsi Cepat Mengendap (RS), Sedang Mengendap (MS), Lambat Mengendap
(SS). Urutan proses dalam pengujian ini adalah sebagai berikut :
✓ Masukkan 100 gram benda uji, masukkan ke dalam wadah;
✓ Isikan aspal emulsi sebanyak 80 ± 0,2 gram pada suhu ruang tanpa diaduk;
✓ Masukkan ke dalam oven pada suhu 135oC selama 5 menit;
✓ Keluarkan benda uji beserta wadah dan aduk sampai merata sehingga benda uji terselimuti aspal;
✓ Masukkan adukan beserta wadahnya dalam oven dengan suhu 135oC selama 2 jam, selama proses ini lubang angin pada
oven harus dibuka;
✓ Keluarkan adukan beserta wadahnya dari oven dan aduk lagi sampai dingin (suhu ruang)
✓ Pindahkan adukan tersebut ke dalam tabung gelas kimia;
✓ Isi dengan air suling sebanyak 400 ml;
✓ Diamkan pada suhu ruang selama 16 sampai 18 jam;
✓ Ambil selaput aspal yang mengambang di permukaan air dengan tidak mengganggu agregat di dalam tabung;
✓ Dengan melihat dari atas menembus air, perkirakan prosentase luas permukaan yang masih terselimuti aspal.
TERIMA KASIH
GANTUNGKAN CITA-CITAMU
SETINGGI LANGIT
(AIM HIGH)