Anda di halaman 1dari 6

PEMERIKSAAN TITIK LEMBEK BITUMEN KEAS (ASPAL)

{Softening Point of Asphalt in Ethylene Glycol (Ring and Ball)}


BINA MARGA 2010 REVISI 2
1. Tujuan Umum
Praktikum ini memberikan pengertian dan kemampuan dasar kepada mahasiswa
untuk dapat menentukan nilai/suhu titik lembek aspal dan dapat mengetahui suhu dimana
aspal mulai lembek dengan menggunakan alat ring and ball dimana suhu ini akan
menjadi acuan dilapangan atas kemampuan aspal menahan suhu yang tejadi untuk tidak
lembek sehingga dapat menguangi daya lekat.

2.

Tujuan Khusus

a. Mahasiwa dapat menentukan titik lembek aspal.


b. Dapat memahami prosedur pelaksanaan pengujian titik lembek aspal dan ter.
c. Dapat terampil menggunakan peralatan pengujian titik lembek aspal dan ter dengan
baik dan benar.
d. Dapat melakukan pencatatan dan analisa data pengujian yang diperoleh.
e. Dapat menyimpulkan besarnya suatu titik lembek aspal dan ter yang diuji berdasarkan
standar yang diacu.

3. Dasar Teori
Aspal adalah material termoplastik yang secara bertahap mencair, sesuai dengan
pertambahan suhu dan berlaku sebaliknya pada pengurangan suhu. Namun demikian
perilaku/respon material aspal tersebut terhadap suhu pada prinsipnya membentuk
suatu spektrum/beragam, tergantung dari komposisi unsur-unsur penyusunnya.
Percobaan ini diciptakan karena pelembekan (softening) bahan-bahan aspal dan ter,
tidak terjadi secara sekejap pada suhu tertentu, tapi lebih merupakan perubahan gradual
seiring penambahan suhu. Oleh sebab itu, setiap prosedur yang dipergunakan/di-adopt
untuk menentukan titik lembek aspal atau ter, hendaknya mengikuti sifat dasar tersebut,
artinya penambahan suhu pada percobaan hendaknya berlangsung secara gradual dalam
jenjang yang halus. Metoda Ring and Ball yang umumnya diterapkan pada bahan aspal
dan ter ini, dapat mengukur titik lembek bahan semi solid sampai solid. Titik lembek
adalah besaran suhu dimana aspal mencapai kelembekan dibawah kondisi spsic tes.
Spesifikasi bina marga tentang titik lembek untuk aspal keras pen 40 (ing and ball) adalah

51 derajat celcius dan 63 derajat celcius, sedangkan pen 60 adalah minimal 48 derajat
celcius dan maksimal 58 derajat celcius.
Yang dimaksudkan dengan titik lembek adalah suhu pada saat bola baja, dengan berat
tertentu mendesak turun suatu lapisan aspal atau ter yang tertahan pada cincin berukuran
tertentu. Sehingga aspal atau ter tersebut menyrntuh bidang pelat dasar yang terletak di
bawah ring atau cincin dengan ketinggian 25,4 mm. Mendesaknya bola baja disebabkan
aspal atau ter yang meleleh oleh pemanasan tertentu.
Titik lembek adalah besarnya suhu dimana aspal mencapai derajat kelembekan
(mulai meleleh) dibawah kondisi spesiikasi dari es :
a. Berat bola isi. ( diukur dengan timbangan )
b. Jarak antara ring dan doser plat besi. ( diukur dengan mistar )
c. Besarnya suhu pemanas. ( diukur menggunakan oven )

4. Terminologi
Duplo

Istilah yang menyatakan bahwa sampel yang di uji adalah

ganda dan dipersiapkan, dibuat dan dijaga pada kondisi yang sama.
Ring And Ball :

Istilah

umum

yang

digunakan

untuk

menyatakan

jenis

praktikum ini (pemeriksaan titik lembek aspal dan ter), karena peralatan utama yang
digunakan adalah seperangkat cincin kuningan dan bola baja.

5. Prosedur Praktikum (AASHTO T 53-89: 1990)


5.1 Peralatan yang Digunakan
a. Cincin kuningan.
b. Bola baja, diameter 9,53 mm berat 3,45 gr sampai 3,55 gr.
c. Dudukan benda uji, lengkap dengan pengarah bola baja dan plat dasar yang
mempunyai jarak tertentu.
d. Bejana gelas tahan pemanasan mendadak diameter dalam 8,5 cm dengan tinggi
sekurang-kurangnya 12 cm berkapasitas 800 ml
e. Stopwacth
f. Termometer.
g. Penjepit.
h. Alat pengarah bola.
i. Kompor.
j. Kuali (Tempat memasak aspal).

k. Air bersih.
l. Es batu.
m. Desikator.
n. Aspal keras
o. Spatula

5.2 Penyiapan Sampel


a. Menyiapkan semua peralatan dan bahan yang diperlukan.
b. Panaskan contoh benda uji aspal secara perlahan sambil diaduk secara terus menerus
hingga cairan merata.
c. Pemanasan pengadukan dilakukan secara perlahan lahan agar gelembung udaranya
cepat keluar.
d. Panaskan juga 2 cincin sampai mencapai suhu ruang (24 derajat celcius) contoh dan
letakkan kedua cincin plat kuningan yang telah diberi gliserin(subtitusi).
e. Setelah air merata tuangkan aspal kedalam 2 buah cincin yang mana suhu pemanasan
aspal tidak melebihi 56 derajat celcius diatas titik lembeknya 100 derajat celcius.
f. Setelah aspal dingin, ratakan permukaan contoh dalam cincin dengan spatula atau
pisau yang telah dipanaskan.

5.3 Pengujian Titik Lembek


a. Pasang dan aturlah kedua benda uji diatas kedudukan dan letakkan pengarah bola
diatasnya. Kemudian masukkan seluruh peralatan tersebut kedalam bejana gelas.
b. Isilah bejana dengan air suling baru, dengan suhu (5 1)C sehingga tinggi
permukaan air berkisar antara 101,6 sampai 108 mm.
c. Letakkan termometer yang sesuai untuk pekerjaan ini diantara kedua benda uji (kurang
lebih dari 12,7 mm dari tiap cincin).
d. Periksa dan aturlah jarak antara permukaan pelat dasar dengan dasar benda uji benda
uji sehingga menjadi 25,4 mm.
e. Letakkan bola baja tersebut ditengah-tengah posisi benda uji dengan menggunakan
penjepit.
f. Letakkan bejana gelas diatas pemanas setelah suhu bejana gelas tersebut mencapai
kurang lebih 1 derajat celcius.
g. Panaskan bejana gelas dan catat penambahan/kenaikan suhu per 5 derajat celcius
beserta waktu pada suhu tersebut dengan stopwatch terhitung sejak awal pemanasan.

h. Perhatikan dengan teliti dari penambahan/kenaikan suhu. Pada suhu tertentu dengan
berjalannya waktu maka benda uji aspal yang ditimpa bola baja akan meleleh dan
menyentuh plat dasar.

6.

Perhitungan
Titik lembek aspal
=
=

(20 500. )
(1 + 50. )

(log 800 log )


( 24)

Syarat :
0,015 A 0,06
-3 A +7
PI (+) berarti kurang peka terhadap temperatur
PI (-) berarti peka terhadap temperatur
Keterangan :
PI = penetration index
sampel a
=

(log 800log 60)


=
(5225)

0,0402

(20500.)
(1+50.)

= -0,0332

Sampel b
=

(log 800log 60)


=
(5225)

(20500.)
(1+50.)

0,0402

= -0,0332

Laboratorium Jurusan Teknik Sipil


Fakultas Teknik Sipil
Universitas Bengkulu

PEMERIKSAAN TITIK LEMBEK ASPAL


Kelompok
Jurusan
Fakultas
No.
1

: 2 ( Dua) A
: Teknik Sipil (smstr 5)
: Teknik

Kegiatan
Pembukaan Contoh

Tanggal : 12 Oktober 2014


Asisten : Muhammad Fakhrullah

Uraian
Contoh mulai dipanaskan

Pembacaan suhu 80 0C

Mulai jam 09.30 10.00


2

Mendinginkan Contoh

Didiamkan suhu ruangan


Mulai jam 13.00 13.30

Mencapai Suhu Pemeriksaan

Direndam pada suhu 24 0C


Mulai jam 13.40-14.40

No.

Suhu yang diamati


(oC)

27

32

Waktu
A

00 00'

37

04 12'
07o 32'

04o 12'
07o 32'

42

10o 58'

10o 58'

47

14o 15'

14o 15'

52

17o 18'

17o 18'

00 00'

No.

Titik lembek aspal

1
2

A
PI

Sampel
A
0,0402
-0,0332

Sampel
B
0,0402
-0,0332

Pembacaan Suhu 270C

Titik lembek
A
B

52o

52o

Rata-rata
0,0402
-0,0332

7. Kesimpulan
a. Spesifikasi Bina Marga untuk aspal keras penentrasi 60 adalah minimum 480C dan
maksimum 63,50C. Dari hasil pengujian untuk sampel A dan B masing-masing
didapat 520C. Dengan demikian, aspal telah memenuhi standar yang ditetapkan.
b. Penetrasi indeks (PI) untuk sampel A dan B adalah sama yaitu -0,0332. Dan titik
lembek untuk masing-masing sampel adalah 0.0402.

PI (-) hal ini menunjukkan bahwa aspal tersebut peka terhadap temperatur.

Aspal adalah material termoplastik yang secara bertahap mencair, sesuai dengan
pertambahan suhu dan berlaku sebaliknya pada pengurangan suhu

Respon material aspal tersebut terhadap suhu tergantung dari komposisi unsurunsur penyusunnya.