0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan19 halaman

Makalah PMS Tugas Epid Kespro

Makalah ini membahas tentang Penyakit Menular Seksual (PMS), termasuk pengertian, jenis-jenis, gejala, dampak, dan pencegahan. Penyakit ini dapat menular melalui hubungan seksual dan dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak diobati. Pencegahan meliputi penggunaan kondom, tidak berganti-ganti pasangan, dan sunat pada pria.

Diunggah oleh

Ayuuu
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan19 halaman

Makalah PMS Tugas Epid Kespro

Makalah ini membahas tentang Penyakit Menular Seksual (PMS), termasuk pengertian, jenis-jenis, gejala, dampak, dan pencegahan. Penyakit ini dapat menular melalui hubungan seksual dan dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak diobati. Pencegahan meliputi penggunaan kondom, tidak berganti-ganti pasangan, dan sunat pada pria.

Diunggah oleh

Ayuuu
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

“PENYAKIT MENULAR SEKSUAL”

Tugas mata kuliah : Epidemiologi Kespro

Dosen pengampuh : Dewi Nuriana Majid,S.KM.,M.Kes

Di susun oleh :

1. HASNI 52105058
2. AHMAD 52105020

PEMINATAN EPIDEMIOLOGI

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS PANCASAKTI MAKASSAR

2024
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur atas khadiarat Tuhan Yang Maha Esa atas karunianya
kepada kita semua sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang
membahas tentang “ Penyakit Menular Seksual”.

Sholawat beriringkan salam kami hadiahkan kepada nabi besar junjungan kita nabi
Muhammad Saw. Kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Ibunda Dewi
Nuriana Majid,S.KM.,M.Kes selaku dosen mata kuliah Epidemiologi Kesehatan
Reproduksi yang telah memberikan kesempatan waktu untuk menyelesaikan
makalah ini, tugas ini berguna untuk memenuhi tugas kelompok pada mata kuliah
ini.

Kami menyakini bahwa di dalam penulisan makalah ini tentu masih banyak terdapat
kesalahan dan kekurangan dalam penulisan maupun penguasaan materi dan
makalah ini jauh dari kata sempurna, oleh karna itu kami menerima segala kritikan
positif dan saran dari seluruh pembaca yang membangun kemajuan dalam berfikir
untuk menyempurnakan makalah ini.

Akhirnya hanya kepada Allah SWT penulis minta ampun, semoga dengan
adanyamakalah ini dapat memberikan sedikit ilmu pengetahuan yang bermanfaat
dan dapatmenambah pengetahuan kita yang sudah ada sebelumnya.

Makassar , 08 November 2024

Penulis
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ............................................................................................................................. 3


BAB I......................................................................................................................................... 4
PENDAHULUAN..................................................................................................................... 4
A. LATAR BELAKANG ................................................................................................... 4
B. RUMUSAN MASALAH .............................................................................................. 5
C. TUJUAN ................................................................................................................... 5
BAB II ....................................................................................................................................... 6
PEMBAHASAN ....................................................................................................................... 6
1. PENGERTIAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL ................................................ 6
2. JENIS-JENIS PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS) ..................................... 7
3. GEJALA PENYAKIT MENULAR SEKSUAL ........................................................... 9
4. DAMPAK PENYAKIT MENULAR SEKSUAL ....................................................... 10
5. PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR ............................................................... 11
BAB III .................................................................................................................................... 16
PENUTUP .............................................................................................................................. 16
A. KESIMPULAN ........................................................................................................... 16
B. SARAN ....................................................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 18
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang ditularkan melalui


hubungan seks. Penyakit menular seksual akan lebih beresiko bila melakukan
hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina,oral,maupun
anal.

PMS dapat menyebabkan infeksi alat reproduksi yang harus dianggap serius.
Bila tidak diobati secara tepat, infeksi dapat menjalar dan menyebabkan
penderitaan, sakit berkepanjangan, kemandulan dan bahkan kematian.

Wanita lebih beresiko untuk terkena PMS lebih besar dari pada laki-laki sebab
mempunyai alat reproduksi yang lebih rentan. Dan seringkali berakibat lebih parah
karenagejala awal tidak segera dikenali, sedangkan penyakit melanjut ke tahap lebih
parah.

Penyakit kelamin adalah penyakit yang penularannya terutama melalui


hubungan seksual. Cara hubungan kelamin tidak hanya terbatas secara genito-
genital saja, tetapi dapat juga secara ora-genital, atau ano-
genital, sehingga kelainan yang timbul akibat penyakit kelamin ini tidak terbatas
hanya pada daerah genital saja, tetapi juga pada daerah-daerah ekstra genital.

Meskipun demikian tidak berarti bahwa semuanya harus melalui hubungan


kelamin,tetapi ada beberapa yang dapat juga ditularkan melalui kontak langsung
dengan alat – alat,handuk, termometer, dan sebagainya. Selain itu penyakit kelamin
ini juga dapat menularkan penyakitnya ini kepada bayi dalam kandungan.
B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang dimaksud dengan penyakit menular seksual?


2. Apa saja tipe-tipe penyakit menular seksual?
3. Apa saja gejala penyakit menular seksual
4. Apa saja dampak dari penyakit menular seksual?
5. Apa saja pencegahan dari penyakit menular seksual?

C. TUJUAN

1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dari penyakit menular seksual.


2. Untuk mengetahui tipe-tipe penyakit menular seksual.
3. Untuk mengetahui gejala dari penyakit menular seksual.
4. Untuk mengetahui dampak dari penyakit menular seksual
5. Untuk mengetahui pencegahan dari penyakit menural seksual
BAB II

PEMBAHASAN

1. PENGERTIAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL

Penyakit menular seksual (PMS) merupakan salah satu infeksi saluran


reproduksi yang ditularkan melalui hubungan kelamin. Infeksi saluran reproduksi
merupakan infeksi yang disebabkan oleh masuk dan berkembang biaknya kuman
penyebab infeksi tersebut dapat berupa jamur, virus danparasit. Meskipun PMS
dapat disebabkan oleh kuman yang berbeda, namun sering memberikan keluhan
dan gejala yang sama.

Infeksi menular seksual (IMS) merupakan sindrom klinis dan infeksi yang
disebabkan oleh pathogen dan ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui
kontak seksual. Penyakit menular seksual dapat terjadi pada laki-laki maupun
perempuan, penularan dapat terjadi walaupun hanya sekali melakukan hubungan
seksual tanpa memakai kondom dengan penderita PMS. Penularan penyakit ini bisa
melalui darah, sperma, atau cairan tubuh lainnya. Terkadang, penyakit ini bisa
menular melalui kontak fisik intim lainnya. Beberapa PMS, seperti herpes dan HPV,
bisa menyebar melalui kontak kulit ke kulit.

Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2021 menyatakan bahwa


setiap tahun ada 357 juta kasus baru dari empat infeksi menular seksual yang dapat
disembuhkan pada usia 15-49 tahun. Kasus chlamydia trachomatis sebanyak 131
juta, Neisseria Gonorrhoeae sebanyak 78 juta, sifilis sebanyak 6 juta dan
trichomonas vaginalis sebanyak 142 juta. Upaya pencegahan negara adalah dengan
memiliki sistem surveilans infeksi menular seksual yang mampu memantau penyakit
menular seksual sebesar 70%. Angka ini menunjukkan bahwa beban global yang
sangat tinggi dari infeksi menular seksual, sehingga perlu dilakukan uapay
pencegahan. WHO menyatakan bahwa perlu aksi bersama mulai dari pendidikan
kesehatan seksual, penggunaan kondom yang efektif, upaya meningkatkan
pengawasan penyakit menular seksual dan mengembangkan perawatan dan
diagnostik baru (WHO, 2021).

2. JENIS-JENIS PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS)


Terdapat banyak jenis penyakit menular seksual, misalnya:

a) Klamidia

Salah satu jenis PMS yang umum ditemui, klamidia disebabkan infeksi
bakteri Chlamydia trachomatis.
PMS jenis ini dapat menyebabkan gangguan kesuburan, juga masalah dalam
kehamilan seperti kehamilan di luar kandungan.

b) Gonore

Gonore atau kencing nanah juga merupakan bentuk PMS yang umum ditemui.
Kondisi ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.
Penyakit gonore menyebabkan keluhan pada kelamin, dubur, dan tenggorokan.

c) HIV/AIDS

Penyakit ini merupakan PMS yang disebabkan infeksi virus HIV. Penularannya
melalui kontak seksual atau cairan tubuh lain, khususnya darah.
HIV/AIDS menyebabkan kelemahan pada sistem imunitas tubuh, sehingga
penderitanya menjadi mudah terkena penyakit.

d) Sifilis
Sifilis atau raja singa disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema Pallidum. PMS
berpotensi menyebabkan komplikasi serius apabila tidak diobati dengan baik.
Kondisi ini dapat menyebabkan luka pada area kelamin, mulut, atau dubur. Kontak
dengan luka sifilis yang menyebabkan penularannya.

e) Herpes Genitalis

Sesuai namanya, herpes genitalis disebabkan virus herpes. Penularan


disebabkan oleh kontak dengan lesi herpes, air liur pasangan yang terinfeksi, cairan
tubuh, area kulit kelamin pada pasangan dengan herpes kelamin.

f) Kutu Kemaluan

Kutu kemaluan hidup di area kelamin, khususnya pada area rambut kemaluan.
Kontak erat saat melakukan hubungan seksual menyebabkan kutu kemaluan dari
pasangan menulari Anda.

g) Infeksi HPV

HPV merupakan jenis virus yang dapat menimbulkan berbagai masalah


kesehatan, misalnya kutil kelamin dan kanker. Penularan terjadi melalui kontak
seksual, juga sentuhan kulit saat berhubungan intim.

h) Trikomoniasis

Trikomoniasis disebabkan oleh infeksi parasit Trichomonas vaginalis.


Penularannya dengan cara kontak seksual. Trikomoniasis merupakan jenis PMS
yang umum ditemui, dan sering kali tidak bergejala.

i) Hepatitis

Infeksi virus hepatitis yang menyebabkan peradangan pada hati, yang dapat
berkembang menjadi hepatitis kronis bahkan kanker hati. Penularannya melalui
kontak seksual dan cairan tubuh khususnya darah.
j) Chancroid

Chancroid merupakan infeksi akibat bakteri H. ducreyi. Gejala khasnya adalah


luka pada area kelamin yang sangat nyeri. PMS ini sudah lebih jarang ditemui
dibandingkan sebelumnya.

k) Limfogranuloma Venereum

Limfogranuloma Venereum adalah PMS yang disebabkan bakteri Klamidia


varian tertentu. Infeksi ini merupakan bentuk PMS yang lebih jarang ditemui.
Limfogranuloma venereum lebih umum ditemui pada pria, khususnya yang
melakukan kontak seksual dengan pria. Kondisi ini amat jarang ditemui pada wanita.

3. GEJALA PENYAKIT MENULAR SEKSUAL


Gejala PMS tergantung dari diagnosis penyakitnya. Beberapa contoh gejala
penyakit menular seksual adalah sebagai berikut:

a) Keluar Cairan/keputihan yang tidak normal dari vagina atau penis. Pada
wanita, terjadi peningkatan keputihan. Warnanya bisa menjadi lebih putih,
kekuningan, kehijauan, ataukemerah mudaan. Keputihan bisa memiliki bau
yang tidak sedap dan berlendir.
b) Pada pria, rasa panas seperti terbakar atau sakit selama atau setelah
kencing, biasanyadisebabkan oleh PMS. Pada wanita, beberapa gejala dapat
disebabkan oleh PMS tapi juga disebabkan oleh infeksi kandung kencing
yang tidak ditularkan melalui hubungan seksual.
c) Luka terbuka dan atau luka basah disekitar alat kelamin atau mulut. Luka
tersebut dapatterasa sakit atau tidak.
d) Tonjolan kecil-kecil (papules) disekitar alat kelamin.
e) Kemerahan di sekitar alat kelamin.
f) Pada pria, rasa sakit atau kemerahan terjadi pada kantung zakar.
g) Rasa sakit diperut bagian bawah yang muncul dan hilang, dan tidak
berhubungan denganmenstruasi.
h) Bercak darah setelah hubungan seksual.
i) Anus gatal atau iritasi.
j) Pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan.
k) Nyeri di paha atau perut lebih rendah.
l) Pendarahan pada vagina .
m) Nyeri atau pembengkakan testis.
n) Pembengkakan atau kemerahan dari vagina.
o) Nyeri seks.
p) Perubahan pada kulit di sekitar kemaluan.
q) Terasa sakit pada daerah pinggul (wanita).
r) Meski tanpa gejala dapat menularkan penyakit bila tenang

4. DAMPAK PENYAKIT MENULAR SEKSUAL


Dampak penyakit menular seksual yang tidak tertangani dengan baik dapat
menyebabkan komplikasi, seperti:

a) radang panggul
b) gangguan kesuburan
c) masalah kehamilan, penularan ke janin
d) kanker (serviks, hati, dsb)
e) penyakit jantung
f) peradangan mata
g) peradangan sendi
h) abses anus

Meskipun PMS umumnya dilihat dari perspektif fisik, berbagai studi menunjukkan
bahwa kondisi ini juga dapat menjadi pemicu dan memperparah masalah kesehatan
mental seperti depresi dan ansietas. Bagi sebagian individu, pengalaman hidup
dengan PMS dapat menciptakan rasa isolasi dan kesepian, memengaruhi kehidupan
sosial dan hubungan interpersonal.

Selain itu, dampak psikologis dapat bersifat jangka panjang, mempengaruhi


kualitas hidup dan kesejahteraan emosional. Oleh karena itu, memahami bahwa
PMS adalah kondisi yang melibatkan kompleksitas kesehatan fisik dan mental
menjadi kunci untuk memberikan pendekatan perawatan yang menyeluruh,
mengakui dan mengatasi dampak psikologis yang mungkin muncul seiring
perjalanan penyakit ini.

Penyakit menular seksual (PMS) dapat berdampak secara sosial pada


penderitanya, seperti: Mengalami rasa isolasi dan kesepian, Memengaruhi
kehidupan sosial dan hubungan interpersonal, Mengalami gangguan hubungan
seksual setelah menikah, Mengalami rendah diri dan malu.

5. PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR


Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan infeksi
menular seksual, terutama pada orang yang sudah aktif melakukan aktivitas
seksual. Berikut uraian selengkapnya.

a) Menggunakan Kondom

Langkah pencegahan infeksi menular seksual yang pertama adalah dengan


menggunakan pengaman, seperti kondom, saat melakukan hubungan seksual.
Penggunaan kondom berbahan lateks diyakini cukup efektif dalam mencegah
penularan IMS.

Apabila memiliki alergi terhadap lateks, gunakan alternatif kondom nonlateks.


Namun, perlu diketahui bahwa kondom berbahan nonlateks memiliki tingkat
kerusakan lebih tinggi jika dibandingkan dengan bahan lateks.

Selain menggunakan kondom, hindari berbagi handuk atau pakaian dalam


dengan orang lain atau pasangan. Pastikan untuk membersihkan area genital
sebelum dan sesudah berhubungan seksual.
b) Hindari Bergonti-ganti Pasangan

Cara mencegah infeksi menular seksual berikutnya adalah mengusahakan untuk


tidak bergonta-ganti pasangan. Membuat komitmen dengan satu orang agar setuju
untuk aktif secara seksual hanya dengan satu sama lain dalam jangka panjang
merupakan salah satu upaya paling efektif dalam mencegah penularan IMS.

Namun, untuk memastikan bahwa Anda maupun pasangan Anda tidak


mengalami infeksi, ada baiknya melakukan pemeriksaan IMS dan terbuka terhadap
hasil pemeriksaan satu sama lain. Mengetahui status infeksi Anda adalah langkah
penting untuk menghentikan penularan PMS. Jika Anda mengetahui bahwa Anda
terkena IMS, Anda dapat mengambil langkah untuk melindungi diri Anda dan
pasangan Anda.

Jika Anda atau pasangan terinfeksi, Anda dan pasangan Anda perlu menerima
pengobatan pada waktu yang sama untuk menghindari terjadinya infeksi ulang.

c) Sunat pada Pria

Langkah pencegahan infeksi menular seksual lainnya adalah sunat. Dari sisi
kesehatan, sunat memberikan banyak manfaat pada pria, salah satunya mengurangi
risiko terkena infeksi menular seksual seperti HIV. Tidak hanya itu, sunat juga dapat
membantu mencegah penularan jenis IMS lainnya, seperti herpes dan infeksi HPV.

Preputium penis (kulup penis) yang tertarik ke batang penis selama hubungan
seksual dapat menyebabkan mukosa atau lapisan preputium bisa terkena cairan
vagina dan serviks sehingga virus dapat memasuki mukosa melalui robekan mikro
pada mukosa tersebut. Selain itu, rongga pada lipatan di bawah preputium yang
lembab juga dapat menyediakan lingkungan yang mendukung kelangsungan hidup
virus.
Dengan menghilangkan preputium atau kulup melalui pembedahan, sunat
secara permanen dapat menghilangkan ruang di bawah preputium dan membuat
kepala penis terkena udara baik pada penis yang ereksi maupun yang tidak ereksi.

d) Menghindari Seks Bebas

Seks bebas adalah salah satu faktor risiko terbesar dalam penularan infeksi
menular seksual, mulai dari gonore, sifilis, hingga herpes genital. Pada dasarnya,
seks bebas memiliki berbagai definisi, tergantung dari norma dan aturan dalam
masyarakat, namun salah satu definisinya adalah dilakukan dengan banyak orang
tanpa ikatan pernikahan.

Melakukan hubungan seksual dengan banyak orang inilah yang dapat


meningkatkan risiko penularan infeksi menular seksual, terutama jika tidak pernah
menggunakan kondom. Karenanya, menghindari seks bebas bisa menjadi langkah
pencegahan penyakit menular yang bisa diterapkan.

e) Hindari Berhubungan Seksual dengan Orang yang Terinfeksi

Memiliki pasangan seks yang terinfeksi infeksi menular seksual dapat membuat
seseorang berisiko tinggi tertular. Jika hal ini terjadi, sebaiknya lakukan pengobatan
terlebih dahulu hingga pasangan benar-benar pulih dari penyakitnya. Dokter
biasanya juga akan memberikan saran mengenai waktu yang tepat untuk memulai
hubungan seksual kembali.

f) Membatasi Konsumsi Minuman Beralkohol

Secara tidak langsung, membatasi konsumsi alkohol juga bisa dilakukan sebagai
langkah pencegahan infeksi menular seksual. Pasalnya, orang yang berada di
bawah pengaruh alkohol cenderung sulit dikendalikan dan berisiko melakukan
hubungan seksual secara tidak aman.
g) Melakukan Vaksinasi

Langkah pencegahan infeksi menular seksual yang tidak kalah penting adalah
melakukan vaksinasi, seperti vaksinasi hepatitis B dan HPV. Vaksinasi HPV berguna
untuk mencegah kanker serviks. Sebagai informasi, kanker serviks adalah satu-
satunya jenis kanker yang bisa dicegah oleh vaksin.

Vaksinasi hepatitis B disarankan untuk segera diberikan dalam 24 jam pertama


sejak kelahiran bayi. Kemudian, dilanjutkan dengan dosis kedua dan ketiga dengan
masing-masing jarak selama 4 minggu.

Sementara vaksinasi HPV sudah bisa diberikan pada anak perempuan sejak
berusia 9 tahun hingga wanita dewasa berusia 26 tahun. Pada anak usia 9–12
tahun, vaksin HPV diberikan 2 dosis dengan jarak 6–12 bulan. Pada anak usia >15
tahun, vaksin HPV diberikan 3 dosis dengan jarak 6 bulan.

Pada orang dewasa >26 tahun tidak direkomendasikan untuk diberikan vaksin
HPV karena biasanya pada usia ini seseorang sudah terpapar HPV. Vaksinasi HPV
berfungsi untuk mencegah infeksi HPV baru dan tidak mengobati infeksi atau
penyakit yang sudah ada. Inilah mengapa vaksin HPV bekerja paling baik bila
diberikan sebelum terpapar HPV.

Untuk wanita 26 tahun ke atas yang belum pernah vaksin HPV, langkah
selanjutnya yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker serviks adalah dengan
melakukan skrining rutin, seperti Pap smear dan tes HPV sebagai upaya mendeteksi
dini human papillomavirus dalam tubuh.

Adapun orang-orang yang beresiko tinggi terkena penyakit menular seksual ,


Setiap orang bisa tertular IMS. Orang yang paling berisiko terkena PMS adalah
orang yang suka berganti pasangan seksual dan orang yang walaupun setia pada
satu pasangan namun pasangan tersebut suka berganti-ganti pasangan seksual.
Kebanyakan yang terkena IMS berusia 15 – 29 tahun, tapi ada pula bayi yang lahir
membawa IMS karena tertular dari ibunya. Menurut Aria Pranata, yang tergolong
kelompok resiko tinggi terkena PMS adalah :

a) Usia
20 – 34 tahun pada laki – laki . 16 – 24 tahun pada wanita. 20 – 24 tahun
pada kedua jenis kelamin.
b) Pelancong
c) Pekerja seksual komersial atau wanita tuna susila
d) Pecandu narkotik
e) Homoseksual.

Peningkatan angka kejadian PMS pada umumnya disebabkan oleh hal berikut:

a) Kontrasepsi, timbul perasaan aman tidak terjadi kehamilan


b) Seks, bebas, norma moral yang menurun.
c) Kurangnya pemahaman tentang seksualitas dan PMS.
d) Transportasi yang makin lancar, mobilitas tinggi.
e) Urbanisasi dan pengangguran.
f) Kemiskinan.
g) Pengetahuan.
h) Pelacuran.
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang ditularkan melalui
hubungan seks. Penyakit menular seksual akan lebih beresiko bila melakukan
hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina,oral,maupun
anal.

PMS dapat menyebabkan infeksi alat reproduksi yang harus dianggap serius.
Bila tidak diobati secara tepat, infeksi dapat menjalar dan menyebabkan
penderitaan, sakit berkepanjangan, kemandulan dan bahkan kematian.

Infeksi menular seksual (IMS) merupakan sindrom klinis dan infeksi yang
disebabkan oleh pathogen dan ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui
kontak seksual. Penyakit menular seksual dapat terjadi pada laki-laki maupun
perempuan, penularan dapat terjadi walaupun hanya sekali melakukan hubungan
seksual tanpa memakai kondom dengan penderita PMS. Penularan penyakit ini bisa
melalui darah, sperma, atau cairan tubuh lainnya. Terkadang, penyakit ini bisa
menular melalui kontak fisik intim lainnya. Beberapa PMS, seperti herpes dan HPV,
bisa menyebar melalui kontak kulit ke kulit.

Gejala penyakit menular seksual yaitu Keluar Cairan/keputihan yang tidak


normal dari vagina atau penis, Pada pria, rasa panas seperti terbakar atau sakit
selama atau setelah kencing, biasanyadisebabkan oleh PMS. Pada wanita,
beberapa gejala dapat disebabkan oleh PMS tapi juga disebabkan oleh infeksi
kandung kencing yang tidak ditularkan melalui hubungan seksual , Luka terbuka dan
atau luka basah disekitar alat kelamin atau mulut,Tonjolan kecil-kecil (papules)
disekitar alat kelamin,Kemerahan di sekitar alat kelamin, Pada pria, rasa sakit atau
kemerahan terjadi pada kantung zakar, Rasa sakit diperut bagian bawah yang
muncul dan hilang, dan tidak berhubungan dengan menstruasi. Dll.

Selain berdampak pada kesehatan, dampak psikologis dapat bersifat jangka


panjang, mempengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan emosional. Oleh karena
itu, memahami bahwa PMS adalah kondisi yang melibatkan kompleksitas kesehatan
fisik dan mental menjadi kunci untuk memberikan pendekatan perawatan yang
menyeluruh, mengakui dan mengatasi dampak psikologis yang mungkin muncul
seiring perjalanan penyakit ini.

Orang yang paling berisiko terkena PMS adalah orang yang suka berganti
pasangan seksual dan orang yang walaupun setia pada satu pasangan namun
pasangan tersebut suka berganti-ganti pasangan seksual. Kebanyakan yang terkena
IMS berusia 15 – 29 tahun, tapi ada pula bayi yang lahir membawa IMS karena
tertular dari ibunya.

B. SARAN
Setelah mengetahui beberapa pengertian penyakit menular seksual diatas, kami
sebagai penulis mengharapkan agar para pembaca lebih berhati-hati terhadap
penyakit ini, dan dapat mengetahui dengan jelas beberapa faktor penyebab, cara
mengatasi dan cara penularanya penyakit menular seksual.
DAFTAR PUSTAKA

Arismawati, R., Muhammadiyah, U., & Aceh, B. (2022). 3 1,2,3. 1, 183–195.

Iii, B. A. B. (2017). No Title. 29–49.

Sosial, A., & Infeksi, K. (2021). Track Record Article. 3(1).

https://columbiaasia.co.id/artikel/kesehatan/penyakit-menular-seksual-dan-
dampaknya-pada-kesehatan-mental/

https://www.klikdokter.com/penyakit/penyakit-menular-seksual/penyakit-menular-
seksual?srsltid=AfmBOoq70mTop-
jmnx_O79zX7yMWyDzMbxkX3qhpryVCDFraBgkDrxqS

Anda mungkin juga menyukai