Anda di halaman 1dari 2

Halitosis

A. Halitosis Bau mulut atau Halitosis merupakan suatu keadaan di mana terciumnya bau mulut pada saat seseorang mengeluarkan nafas (biasanya tercium pada saat berbicara). Bau nafas yang bersifat akut, disebabkan kekeringan mulut, stress, berpuasa, makanan yang berbau khas, seperti petai, durian, bawang merah, bawang putih dan makanan lain yang biasanya mengandung senyawa sulfur. Setelah makanan di cerna senyawa sulfur tersebut diserap kedalam pembuluh darah dan di bawa oleh darah langsung ke paru-paru sehingga bau sulfur tersebut tercium pada saat mengeluarkan nafas. Beberapa penelitian telah di lakukan untuk mengetahui bakteri-bakteri spesifik penyebab bau mulut tersebut. Di dalam mulut normal diperkirakan rata2 terdapat sekitar 400 macam bakteri dengan berbagai tipe. Meskipun penyebab bau mulut belum diketahui dengan jelas, kebanyakan dari bau tersebut berasal dari sisa makanan di dalam mulut. Masalah akan muncul bila sebagian bakteri berkembang biak atau bahkan bermutasi secara besar2an. Kebanyakan dari bakteri ini bermukim di leher gigi bersatu dengan plak dan karang gigi, juga di balik lidah karena daerah tersebut merupakan daerah yang aman dari kegiatan mulut sehari-hari. Bakteri tersebut memproduksi toxin atau racun, dengan cara menguraikan sisa makanan dan sel-sel mati yang terdapat di dalam mulut. Racun inilah yang menyebabkan bau mulut pada saat bernafas karena hasil metabolisme proses anaerob pada saat penguraian sisa makanan tersebut menghasilkan senyawa sulfide dan ammonia. Bau mulut juga dapat di sebabkan oleh penyakit diabetes, penyakit ginjal, sinusitis, tonsillitis, kelainan fungsi pencernaan, penyakit liver, alkohol dan juga berbagai macam obatobatan yang dapat menyebabkan kekeringan mulut. Pada kasus ini mungkin karena kelainan saluran pencernaan dan kurangnya higienitas penderita merawat mulut yang menyebabkan bau tak sedap dari mulut. Perawatan yang dilakukan, berdasarkan penyebab bau mulut tersebut, bila perlu dilakukan pemeriksaan mikrobiologi untuk melihat bakteri penyebab, sebaiknya hubungi dokter gigi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
GEJALA Jenis yang tepat dari napas bau bervariasi tergantung sumber atau apa yang menjadi penyebab napas bau. Penyebab & Faktor Risiko Penyebab Kebanyakan bau mulut berasal dari dalam mulut anda. Penyebab napas tak sedap bermacammacam. Di antaranya adalah: Makanan. Partikel yang pecah pada dan di sekitar gigi anda dapat menyebabkan napas menjadi bau. Makan makanan yang mengandung minyak tertentu adalah sumber napas bau. Bawang merah dan bawang putih adalah contoh yang paling mudah, tetapi sayuran lain dan bumbu-bumbu juga dapat menyebabkan napas bau. Setelah makanan-makanan tersebut tercerna dan minyak-minyak yang keras yang terkandung di dalamnya terserap ke dalam

peredaran darah anda, mereka akan terbawa ke paru-paru anda dan tercium pada napas anda sampai makanan tersebut benar-benar hilang dari tubuh anda. Bawang merah dan bawang putih dapat menyebabkan napas bau selama 72 jam setelah anda memakannya. Masalah gigi. Kebersihan gigi yang rendah dan penyakit pada gigi dapat menjadi sumber napas bau. Jika tidak di gosok, plak dapat mengiritasi gusi (gingivitis) dan menyebabkan kebusukan gigi. Dengan cepat, plak akan terbentuk di antara gusi dan gigi anda (periodontitis), memperburuk masalah ini - dan juga napas anda. Gigi palsu yang tidak dibersihkan secara teratur atau tidak tepat juga dapat menyebabkan napas bau karena bakteri dan partikel makanan. Mulut kering. Air ludah membatu membersihkan dan membasahi mulut anda. Mulut yang kering memungkinkan sel mati berkumpul di lidah anda, gusi atau dinding pipi anda. Sel-sel ini kemudian membusuk dan menyebabkan napas tidak sedap. Mulut kering secara alami terjadi saat tidur. Inilah yang menyebabkan napas bau di pagi hari. Mulut kering lebih bermasalah jika anda tidur dengan mulut terbuka. Beberapa pengobatan medis dapat menyebabkan mulut kering secara kronis sama parahnya dengan merokok, yang menyebabkan masalah pada kelenjar ludah anda. Penyakit. Infeksi paru-paru yang kronis dan bengkak bernanah pada paru-paru dapat menghasilkan napas bau yang parah. Penyakit lain, seperti beberapa kanker dan penyakit metabolisme tertentu, dapat menyebabkan bau mulut yang khas. Kegagalan ginjal dapat menyebabkan bau napas seperti urin, dan kegagalan hati menyebabkan napas berbau seperti ikan. Orang dengan diabetes yang tidak terkontrol sering mengalami napas yang berbau seperti buah. Penyakit asam lambung yang parah pada perut anda (gastroesophageal reflux disease, atau GERD) juga terkait dengan napas bau. Kondisi mulut, hidung, dan tenggorokan. Napas bau juga berkaitan dengan infeksi sinus (lubang yang menghubungkan rongga hidung dengan batok kepala). Anak-anak dengan napas bau mungkin saja ada benda asing yang menyangkut pada hidungnya. Kacang atau benda asing yang tersangkut di dalam hidung menyebabkan napas yang berat dan bau mulut. Infeksi tenggorokan dapat menyebabkan napas bau sampai penyakit itu sembuh. Bronkhitis dan infeksi pernapasan atas lainnya dimana ketika anda batuk, dahak yang terdapat di dalamnya adalah sumber dari napas bau. Produk tembakau. Asap membuat mulut anda kering dan menyebabkan bau napas yang tidak sedap. Pengguna tembakau juga lebih mudah terkena penyakit gigi dan gusi serta sumber napas bau lainnya.

Price, Sylvia A.; Lorraine M., Wilson. 2006. Buku Ajar Patofisiologi : Konsep Klinis ProsesProses Penyakit Edisi 6, Volume 1. Jakarta: EGC