0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan10 halaman

Sistem Saraf Pusat

Dokumen ini menjelaskan tentang sistem saraf pusat (SSP) yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang, serta struktur dan fungsi masing-masing bagian. SSP dilindungi oleh lapisan meninges dan terdiri dari materi kelabu dan putih, serta sel-sel pendukung neuroglia. Fungsi otak meliputi pengaturan aktivitas mental, sedangkan sumsum tulang belakang berfungsi sebagai penghubung impuls antara otak dan tubuh.

Diunggah oleh

dzakiexcelh
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan10 halaman

Sistem Saraf Pusat

Dokumen ini menjelaskan tentang sistem saraf pusat (SSP) yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang, serta struktur dan fungsi masing-masing bagian. SSP dilindungi oleh lapisan meninges dan terdiri dari materi kelabu dan putih, serta sel-sel pendukung neuroglia. Fungsi otak meliputi pengaturan aktivitas mental, sedangkan sumsum tulang belakang berfungsi sebagai penghubung impuls antara otak dan tubuh.

Diunggah oleh

dzakiexcelh
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

CARDION 2025

Sistem Saraf Pusat

A. Pengertian Sistem Saraf Pusat


Sistem saraf pusat (SSP) meliputi otak (Ensefalon) dan sumsum tulang belakang
(Medula spinalis). Keduanya merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi
yang sangat penting maka perlu perlindungan.
Selain cranial dan ruas-ruas vertebrae, otak juga dilindungi 3 lapisan selaput
meninges. Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang
disebut meningitis. Ketiga lapisan membran meninges dari luar ke dalam adalah
sebagai berikut:
1. Durameter; terdiri dari dua lapisan, yang terluar bersatu dengan tengkorak
sebagai endostium dan lapisan lain sebagai duramater yang mudah dilepaskan dari
tulang kepala. Di antara tulang kepala dengan duramater terdapat rongga epidural.
2. Arachnoidea mater; disebut demikian karena bentuknya seperti sarang
labah- labah. Di dalamnya terdapat cairan yang disebut liquor cerebrospinalis;
semacam cairan limfa yang mengisi sela-sela membran araknoid. Fungsi selaput
arachnoidea adalah sebagai bantalan untuk melindungi otak dari bahaya
kerusakan mekanik.
3. Piameter. Lapisan terdalam yang mempunyai bentuk disesuaikan dengan
lipatan-lipatan permukaan otak.
Otak dan sumsum tulang belakang mempunyai 3 materi esensial yaitu:
1. Badan sel yang membentuk bagian materi kelabu (substansi grissea).
2. Serabut saraf yang membentuk bagian materi putih (substansi alba).
3. Sel-sel neuroglia, yaitu jaringan ikat yang terletak di antara sel-sel saraf di
dalam sistem saraf pusat.
Substansia grisea (grey matter) terlihat lebih gelap dibandingkan substansia alba
(white matter). Hal ini sesuai dengan komposisi penyusunnya, di mana substansia
grisea dibentuk dari sekumpulan badan sel yang memiliki nukleus. Sedangkan
substansia alba terlihat lebih cerah karena dibentuk oleh akson-akson ber-myelin.
Akan tetapi,
substansia grisea juga terdapat akson yang tidak bermyelin. Badan sel dalam
konsentrasi sedikit juga terdapat pada substansia alba.

Gambar 1. Potongan Coronal Otak yang Memperlihatkan Substansia Alba dan Grisea

Selain itu, sistem saraf pusat juga memiliki sel-sel pendukung yang
disebut neuroglia. Tidak seperti neuron, sel glia tidak membentuk atau me
nyalurkan impuls saraf. Namun, sel ini berkomunikasi dengan neuron dan di
antara mereka sendiri melalui sinyal kimiawi. Terdapat empat jenis utama sel glia
di SSP, yaitu astrosit, oligodendrosit, mikroglia, dan sel ependimal.

Gambar 2. Neuroglia
1. Astrosit; disebut demikian karena berbentuk seperti bintang. Astrosit adalah
neuroglia yang paling banyak. Astrosit juga memiliki berbagai fungsi penting.
Sel- sel glia ini memicu pembuluh darah halus otak (kapiler) menjalani
perubahan anatomik dan fungsional yang berperan dalam pembentukan sawar
darah- otak. Astrosit membantu memindahkan nutrien dari darah ke neuron.
Sel ini juga berperan dalam perbaikan cedera otak dengan membentuk
jaringan parut saraf.
2. Oligodendrosit; glia yang membentuk selubung mielin di sekitar akson di SSP.
3. Mikroglia; yang merupakan sistem pertahanan imun di SSP. Sel glia ini
menyerupai sel monosit, yaitu leukosit yang berperan sebagai fagosit.
4. Sel ependimal; yang melapisi bagian dalam ronggarongga berisi cairan di SSP.
Sel- sel ependimal adalah salah satu dari beberapa jenis sel yang memiliki
silia. Gerakan silia sel ependimal ikut berperan mengalirkan cairan
serebrospinal di seluruh ventrikel.
Walaupun otak dan sumsum tulang belakang mempunyai materi sama tetapi
susunannya berbeda. Pada otak, materi kelabu terletak di bagian luar (korteks) dan
bagian putih terletak di tengah. Pada sumsum tulang belakang bagian tengah
berupa materi kelabu berbentuk kupu-kupu, sedangkan bagian korteks berupa
materi putih.

B. Otak
Otak terdiri dari dua belahan (hemisfer), hemisfer kiri mengendalikan tubuh
bagian kanan, hemisfer kanan mengendalikan belahan kiri. Mempunyai
permukaan yang berlipat-lipat untuk memperluas permukaan sehingga dapat
ditempati oleh banyak saraf. Otak juga sebagai pusat penglihatan, pendengaran,
kecerdasan, ingatan, kesadaran, dan kemauan. Bagian dalamnya yang berwarna
putih berisi serabut saraf, bagian luarnya yang berwarna kelabu berisi banyak
badan sel saraf.
Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktivitas mental, yaitu
yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan
pertimbangan.
Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau
gerakan yang sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga beberapa gerakan
refleks otak. Pada bagian korteks otak besar yang berwarna kelabu terdapat bagian
penerima rangsang (area sensor) yang terletak di sebelah belakang area motor
yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan. Selain itu
terdapat area asosiasi yang menghubungkan area motor dan sensorik. Area ini
berperan dalam proses belajar, menyimpan ingatan, membuat kesimpulan, dan
belajar berbagai bahasa. Di sekitar kedua area tersebut adalah bagian yang
mengatur kegiatan psikologi yang lebih tinggi. Misalnya bagian depan merupakan
pusat proses berpikir (yaitu mengingat, analisis, berbicara, kreativitas) dan emosi.
Pusat penglihatan terdapat di bagian belakang.

● Otak Besar (Cerebrum)

Gambar 3. Potongan Sagital Otak


Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktivitas mental, yaitu
yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan
sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga beberapa gerakan reflex otak. Pada
bagian korteks otak besar yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima
rangsang (area sensor) yang terletak di sebelah belakang area motor yang
berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan. Selain itu terdapat
area asosiasi yang menghubungkan area motor dan sensorik. Area ini berperan
dalam proses belajar, menyimpan ingatan, membuat kesimpulan, dan belajar
berbagai bahasa. Di sekitar kedua area tersebut adalah bagian yang mengatur
kegiatan psikologi yang lebih tinggi. Misalnya bagian depan merupakan pusat
proses berfikir (yaitu mengingat, analisis, berbicara, kreativitas) dan emosi. Pusat
penglihatan terdapat di bagian belakang.
Merupakan bagian terluas dan terbesar dari otak, bentuk telur dan mengisi
penuh bagian atas rongga tengkorak. Adapun fungsi serebrum yaitu untuk pusat
pengaturan semua aktivitas mental yaitu berkenaan dengan kepandaian
(Intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, pusat menangis, keinginan buang air
besar maupun kecil. Terdiri atas:

Gambar 4. Lobus Cerebri


a. Lobus frontalis (depan), sebagai area motorik yang membangkitkan
impuls untuk pergerakan volunteer. Area motorik kiri mengatur pergerakan sisi
kanan tubuh dan sebalikya.
b. Lobus oksipital (belakang), untuk pusat penglihatan
d. Lobus parietal (tengah), untuk pusat pengatur kulit dan otot terhadap
panas, dingin, sentuhan, tekanan. Antara bagian tengah dan belakang merupakan
pusat perkembangan kecerdasan, ingatan, kemauan, dan sikap.

● Thalamus
Thalamus terdiri dari sejumlah pusat syaraf dan berfungsi sebagai tempat
penerimaan untuk sementara sensor data dan sinyal-sinyal motorik, contohnya
untuk pengiriman data dari mata dan telinga menuju bagian yang tepat dalam
korteks.

● Hipotalamus
Hipotalamus berfungsi untuk mengatur nafsu makan dan syahwat dan mengatur
kepentingan biologis lainnya. Adapun fungsi lain dari Hhpotalamus adalah
sebagai berikut.
a. Berperan penting dalam pengendalian aktivitas SSO yg melakukan fungsi
vegetative penting untuk kehidupan seperti pengaturan frekuensi jantung, TD,
Suhu tubuh, keseimbangan air, selera makan, saluran pencernaan, dan aktivitas
seksual
b. Sebagai pusat otak untuk emosi seperti kesenangan, nyeri, kegembiraan,
dan kemarahan.
c. Memproduksi hormon yang mengatur pelepasan atau inhibisi hormion
kelenjar hipofisis, sehingga mempengaruhi keseluruhan sistem endokrin.

● Otak Tengah (Mesencephalon)


Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di depan otak tengah
terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar
endokrin. Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang
mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat
pendengaran. Otak tengah tidak berkembang dan tetap menjadi otak tengah.
Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi
secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang
merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin
dilaksanakan. Terletak di bagian bawah dan belakang tengkorak dipisahkan
dengan cerebrum, diatas medula oblangata, Adapun fungsinya yaitu:
a. Pusat keseimbangan
b. Mengoordinasi dan mengendalikan ketepatan gerakan otot dengan baik
c. Menghantarkan impuls dari otot-otot bagian kiri dan kanan tubuh.

● Sumsum Sambung (Medulla Oblongata)


Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis
menuju ke otak. Sumsum sambung juga memengaruhi jembatan, refleks fisiologi
seperti detak jantung, tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat
pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan. Selain itu, sumsum sambung juga
mengatur gerak refleks yang lain seperti bersin, batuk, dan berkedip.

C. Sumsum Tulang Belakang (Medula Spinalis)

Gambar 5. Medula Spinalis


Pada penampang melintang sumsum tulang belakang tampak bagian luar
berwarna putih, sedangkan bagian dalam berbentuk kupu-kupu dan berwarna
kelabu. Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada bagian seperti
sayap yang terbagi atas sayap atas disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut
tanduk ventral. Impuls sensori dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang
belakang melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar dari sumsum tulang
belakang melalui tanduk ventral menuju efektor. Pada tanduk dorsal terdapat
badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang akan menerima impuls dari
sel saraf sensori dan akan menghantarkannya ke saraf motorik.
Sumsum tulang belakang adalah bagian SSP yang terletak di dalam
canalis cervikalis bersam ganglion radix pos yang terdapat pada setiap toramen
intervertebralis, terletak berpasangan kiri dan kanan. Fungsi sumsum tulang
belakang adalah:
a. Penghubung impuls dari dan ke otak
b. Memungkinkan jalan terpendek pada gerak refleks
c. Organ ini mengurus persyarafan tubuh, anggota badan, dan bagian kepala
Referensi

Astuti, P. 2007. Sistem Saraf dan Otot. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas
Gadjah Mada. Yogyakarta

Diana, Et All. 2012. Sistem Saraf Pusat (Anatomi Fisiologi). S1 Kesehatan


Masyarakat STIKES M. H. Thamrin

Guyton, A.C. and J.E Hall. 2006. Text Book of Medical Physiology 11th edition.
Philadelphia: Elsevier Saunders

Anda mungkin juga menyukai