Anda di halaman 1dari 3

1.

Anatomi sistem saraf pusat


Sistem saraf pusat (SSP) meliputi otak (ensephalon) dan sumsum tulang belakang (medulla
spinalis)
Otak dan sumsum tulang belakang mempunyai 3 materi esensial yaitu:
1. badan sel yang membentuk bagian materi kelabu (substansi grissea)
2. serabut saraf yang membentuk bagian materi putih (substansi alba)
3. sel-sel neuroglia, yaitu jaringan ikat yang terletak di antara sel-sel saraf di dalam sistem saraf
pusat
Otak
Otak mempunyai lima bagian utama, yaitu:

Otak besar (serebrum)


Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktivitas mental, yaitu yang
berkaitan

dengan

kepandaian

(intelegensi),

ingatan

(memori),

kesadaran,

dan

pertimbangan.
Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau

sesuai

dengan

kehendak, walaupun ada juga beberapa gerakan refleks otak. Pada

bagian korteks otak

besar yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area

sensor) yang

terletak di sebelah belakang area motor yang berfungsi mengatur

gerakan

sadar atau merespon rangsangan. Selain itu terdapat area asosiasi yang

menghubungkan

area motor dan sensorik. Area ini berperan dalam proses belajar, menyimpan

ingatan,

membuat kesimpulan, dan belajar berbagai bahasa. Di sekitar

tersebut

dalah

kedua area

bagian yang mengatur kegiatan psikologi yang lebih tinggi.

bagian depan

Misalnya

merupakan pusat proses berfikir (yaitu mengingat, analisis,

berbicara,

kreativitas) dan emosi. Pusat penglihatan terdapat di bagian belakang.

Otak tengah (mesensefalon)


Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di depan otak tengah terdapat
talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Bagian atas
(dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur refleks mata seperti
penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat pendengaran.

Otak kecil (serebelum)


Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar,
keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka
gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan.

Sumsum sambung (medulla oblongata)


Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis menuju ke
otak. Sumsum sambung juga memengaruhi jembatan, refleks fisiologi seperti detak jantung,
tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar
pencernaan.

Jembatan varol (pons varoli)


Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan,
juga menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang.

Sumsum tulang belakang (medula spinalis)


Pada penampang melintang sumsum tulang belakang tampak bagian luar berwarna putih,
sedangkan bagian dalam berbentuk kupu-kupu dan berwarna kelabu. Pada penampang
melintang sumsum tulang belakang ada bagian seperti sayap yang terbagi atas sayap atas
disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut tanduk ventral. Impuls sensori dari reseptor
dihantar masuk ke sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar
dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor. Pada tanduk dorsal
terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang akan menerima impuls dari sel
saraf sensori dan akan menghantarkannya ke saraf motor
b). Fisiologi saraf pusat
Sekitar 90% sel-sel di dalam SSP bukanlah neuron tetapi sel glia atau neuroglia. Walaupun
jumlahnya besar, sel glia hanya menempati separuh dari volume otak karena sel-sel ini tidak memiliki
cabangcabang ekstensif seperti neuron. Tidak seperti neuron sel glia tidak memulai atau
menghatarkan impuls saraf. Namun sel-sel ini penting untuk viabilitas SSP, yaitu sebagai jaringan
ikaat SSP dan membantu menunjang neuron baik secara fisik ataupun metabolik. Terdapat empat jenis
sel glia di SSPyaitu astrosit, oligodendrosit, sel ependimal, dan microglia. Astrosit memiliki fungsi

yang penting yaitu sebagai perekat utama yang menyatukan neuron-neuron dalam hubungan spatial
yang sesuai. Oligodendrosit berfungsi membentuk sarung myelin insulatif yang mengelilingi akson
pada SSP. Sel ependimal berfungsi membatasi rongga-rongga internal SSP. Mikroglia adalah penyapu
SSP. Sel-sel ini sebagai sel fagositik yang berasal dari darah dan masuk ke jaringan saraf pusat.
Jaringan saraf pusat sangatlah lembut(lunak). Sifat ini ditambah dengan kenyataan bahwa sel
saraf yang rusak tidak dapat digantikan karena neuron tidak mampu membelah diri, meyebabkan
jaringan yang rapuh dan tidak tergantikan ini harus terlindungi dengan baik. Terdapat empat
keistimewaan yang melindungi SSP yaitu: 1) SSP terbungkus oleh struktur tulang yang keras seperti
cranium yang melindungi otak dan kolumna vertebralis yang mengelilingi korda spinalis, 2) terdapat
tiga membrane yang melindungi dan mengandung zat makanan, yaitu menings yang terletak antara
tulang penutup dan jaringan saraf yang terdiri atas durameter (lapisan luar) yaitu selaput keras yang
berasl dari jaringan ikat tebal dan kuat, di bagin tengkorak terdiri dari selapu tulang tengkorak dan
durameter propia di bagian dalam, arakhnoid yaitu selaput halus yang memisahkan durameter dengan
piameter membentuk sebuah kantong atau balon berisi cairan otak yang meliputi seluruh susunan
saraf sentral, yang terdapat pada permukaan jaringan otak, piameter berhubungan dengan arakhnoid
melalui struktur-strutur jaringan ikat yang disebut trabekel. Di dalam piameter terdapat cairan
serebrospinalis yaitu cairan yang bersifat alkali bening mirip plasma dan dihasilkan pleksus coroideus
yang ditemukan di daerah-daerah tertentu rongga ventrikel otak dan medula spinalis. Cairan ini
berfungsi untuk memberi kelembapan pada otak dan medula spinalis, melindungi alat-alat dalam
medulla spinalis dan otak dari tekanan, serta melicinkan alat-alat dalam medulla spinalis dan otak.