LAPORAN TUTORIAL
SKENARIO 1
MODUL 2.1
Tutor :
dr. Dian Inayati M. Kes
Disusun Oleh :
Nama : Naelur Rohmah
NIM : 19109011035
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG
2019/2020
Skenario 3
Nenek Saki tapa ya?
Seorang perempuan usia 67 tahun datang bersama keluarganya ke Klinik Anda untuk
berkonsultasi. Pasien memiliki riwayat stroke satu tahun yang lalu. Keluarga bingung, saat ini
pasien masih mengalami keluhan sebagai berikut: Lemah separuh badan, Pasien mampu
mendengar dan memahami pembicaaraan yang diucapkan orang lain, tetapi sulit untuk
berbicara. Keluarga pasien ingat, dokter yang merawat pasien ini mengatakan bahwa kelainan
fungsi tubuh yang terjadi pada pasien tergantung pada struktur dan bagian otak mana saja
yang pembuluh darahnya terganggu. Kemudian dokter mengusulkan untuk pemeriksaan tes
Electro Encepalo Gram ( EEG).
BAB I
Terminologi
1. Stroke : Adalah adanya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah pada otak sehingga
mengakibatkan gangguan saraf sensorik dan motoric
2. Test EEG : Tes yang digunakan untuk mengetahui aktivitas kelistrikan pada otak
3.
BAB II
Rumusan Masalah
1. Apa gejala stroke ?
2. Apa yang membuat pasien tersebut sulit untuk berbicara ?
3. Apa yang membuat pasien tersebut lemah separuh badan ?
4. Apakah resiko terjadinya stroke?
BAB III
Menganalisis Masalah
1. Sulit berbicara, lemah pada bagian tubuh tertentu, penglihatan kurang jelas,
kesemutan.
2. Terjadinya kerusakan otak pada daerah broca’s
3. Terjadi kerusakan pada salah satu hemisfer karena adanya penyumbatanatau pecahnya
pembuluh darah sehingga terjadi kerusakan separuh badan
4. Hipertensi, penyakit jantung, atherosclerosis, diabetes melitus.
BAB IV
Peta konsep
BAB V
Learning Objective
1. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami tentang anatomy dan histologi SSP
2. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami tentang Fungsi bagian bagian otak
BAB VI
Belajar Mandiri
1. ANATOMI DAN HISTOLOGI SISTEM SARAF PUSAT
Otak dibagi menjadi empat bagian, yaitu:
1. Cerebrum (Otak Besar)
2. Cerebellum (Otak Kecil)
3. Brainstem (Batang Otak)
4. Limbic System (Sistem Limbik)
1. Cerebrum (Otak Besar)
Cerebrum adalah bagian terbesar dari otak manusia yang juga disebut
dengan nama Cerebral Cortex, Cerebrum membuat manusia memiliki kemampuan
berpikir, analisa, logika, bahasa, kesadaran, perencanaan, memori dan kemampuan
visual. Kecerdasan intelektual atau IQ. Cerebrum terbagi menjadi 4 (empat) bagian
yang disebut Lobus. Bagian lobus yang menonjol disebut gyrus dan bagian lekukan
yang menyerupai parit disebut sulcus. Keempat Lobus tersebut masing-masing
adalah:
Lobus Frontal merupakan bagian lobus yang ada di paling depan dari Otak Besar.
Lobus ini berhubungan dengan kemampuan membuat alasan, kemampuan gerak,
kognisi, perencanaan, penyelesaian masalah, memberi penilaian, kreativitas,
kontrol perasaan, kontrol perilaku seksual dan kemampuan bahasa secara umum.
Lobus Parietal berada di tengah, berhubungan dengan proses sensor perasaan
seperti tekanan, sentuhan dan rasa sakit.
Lobus Temporal berada di bagian bawah berhubungan dengan kemampuan
pendengaran, pemaknaan informasi dan bahasa dalam bentuk suara.
Lobus Occipital ada di bagian paling belakang, berhubungan dengan rangsangan
visual yang memungkinkan manusia mampu melakukan interpretasi terhadap objek
yang ditangkap oleh retina mata.
Secara umum, belahan otak kanan mengontrol sisi kiri tubuh, dan belahan otak kiri
mengontrol sisi kanan tubuh. Otak kanan terlibat dalam kreativitas dan kemampuan
artistik. Sedangkan otak kiri untuk logika dan berpikir rasional.
2. Cerebellum (Otak Kecil)
Otak Kecil atau Cerebellum terletak di bagian belakang kepala, dekat dengan ujung
leher bagian atas. Cerebellum mengontrol banyak fungsi otomatis otak,
diantaranya: mengatur sikap atau posisi tubuh, mengkontrol keseimbangan,
koordinasi otot dan gerakan tubuh.
3. Brainstem (Batang Otak)
Batang otak (brainstem) berada di dalam tulang tengkorak atau rongga kepala
bagian dasar dan memanjang sampai ke tulang punggung atau sumsum tulang
belakang. Bagian otak ini mengatur fungsi dasar manusia termasuk pernapasan,
denyut jantung, mengatur suhu tubuh, mengatur proses pencernaan, dan merupakan
sumber insting dasar manusia
Batang Otak terdiri dari tiga bagian, yaitu:
Mesencephalon atau Otak Tengah (disebut juga Mid Brain) adalah bagian teratas
dari batang otak yang menghubungkan Otak Besar dan Otak Kecil. Otak tengah
berfungsi dalam hal mengontrol respon penglihatan, gerakan mata, pembesaran
pupil mata, mengatur gerakan tubuh dan pendengaran.
Medulla oblongata adalah titik awal saraf tulang belakang dari sebelah kiri badan
menuju bagian kanan badan, begitu juga sebaliknya. Medulla mengontrol funsi
otomatis otak, seperti detak jantung, sirkulasi darah, pernafasan, dan pencernaan.
Pons merupakan stasiun pemancar yang mengirimkan data ke pusat otak bersama
dengan formasi reticular. Pons yang menentukan apakah kita terjaga atau tertidur.
4. Limbic System (Sistem Limbik)
Sistem limbik terletak di bagian tengah otak, membungkus batang otak. Komponen
limbik antara lain hipotalamus, thalamus, amigdala, hipocampus dan korteks
limbik. Sistem limbik berfungsi menghasilkan perasaan, mengatur produksi
hormon, memelihara homeostasis, rasa haus, rasa lapar, dorongan seks, pusat rasa
senang, metabolisme dan juga memori jangka panjang.
Serebelum (Otak Kecil)
a. Ciri-cirinya adalah :
1. Terletak pada bagian bawah dan belakang tengkorak dipisahkan dengan
serebrum oleh fisura transversalis dibelakangi oleh pons varoli dan di atas
medula oblongata.
2. Bentuknya oval, bagian yang mengecil pada sentral disebut vermis dan
bagian yang melebar pada lateral disebut hemisfer.
b. Korteks serebelum dibentuk oleh substansi grisea yang terdiri dari 3 lapisan,
yaitu :
1. Lapisan granular luar.
2. Lapisan purkinye
3. Lapisan granular dalam.
Serabut saraf yang masuk dan yang ke luar dari serebrum harus melewati
serebelum.
c. Fungsi serebelum adalah :
1. Arkhioserebelum (Vestibulo Serebelum)
serabut aferen berasal dari telinga dalam diteruskan oleh venus VIII
(auditorius) untuk keseimbangan dan rangsangan pendengaran ke otak.
2. Paleaserebelum (Spinoserebelum)
sebagai pusat penerima impuls dari reseptor sensasi umum medula spinalis dan
nervus vagus (Nervus Trigeminus) kelopak mata, rahang atas dan bawah, serta
otot pengunyah.
3. Neoserebelum (Ponto Serebelum)
untuk menerima informasi tentang gerakan yang sedang dan yang akan
dikerjakan dan mengatur gerakan sisi badan.
Pada otak terdapat suatu cairan yang dikenal dengan cairan serebrospinalis. Cairan
cerebrospinalis ini mengelilingi ruang sub araknoid disekitar otak dan medula
spinalis. Cairan ini juga mengisi ventrikel otak. Cairan ini menyerupai plasma darah
dan cairan interstisial dan dihasilkan oleh plesus koroid dan sekresi oleh sel-sel
epindemal yang mengelilingi pembuluh darah serebral dan melapisi kanal sentral
medula spinalis. Fungsi cairan ini adalah sebagai bantalan untuk pemeriksaan lunak
otak dan medula spinalis, juga berperan sebagai media pertukaran nutrien dan zat
buangan antara darah dan otak serta medula spinalis (Nugroho, 2013).
Medula Spinalis
Dibagian dalam ada :
- Akar dorsal mengandung neuron sensorik
- Akar ventral mengandung neuron motorik
Histologi sistem saraf pusat
Sel struktural dan fungsional jaringan saraf adalah neuron. Setiap neuron
terdiri dari soma atau badan sel, banyak dendrit, dan satu akson. Badan sel atau
soma mengandung nukleus, nukleolus, berbagai organel, dan sitoplasma atau
perikarion. Dari badan sel muncul tonjolan-tonjolan sitoplasma yang disebut
dendrit yang membentuk percabangan dendritik. Neuron dikelilingi oleh sel yang
lebih kecil dan lebih banyak yaitu neuroglia, yaitu sel penunjang nonneural yang
memiliki banyak percabangan di SSP dan mengelilingi neuron, akson, dan dendrit.
Sel ini tidak terangsang atau menghantarkan impuls karena secara morfologis dan
fungsional berbeda dari neuron.
Empat jenis sel neuroglia adalah astrosit, oligodendrosit, mikroglia, dan sel
ependimal. Astrosit adalah sel neuroglia terbesar dan paling banyak ditemukan di
substansia grisea. Astrosit terdiri dari dua jenis, yaitu astrosit fibrosa dan astrosit
protoplasmik. Oligodendrosit membentuk selubung mielin akson di SSP. Mikroglia
berasal dari sumsum tulang dan fungsi utamanya mirip dengan makrofag jaringan
ikat. Sel ependimal adalah sel epitel kolumnar pendek atau selapis kuboid yang
melapisi ventrikel otak dan kanalis sentralis medula spinalis.
Astrosit
Oligodendrosit
Mikroglia
Sel Ependimal
Medula spinalis
Sumsum tulang belakang sedikit bervariasi dengan diameter sepanjang panjangnya
tetapi dalam bagian lintas selalu menunjukkan sekitar simetri bilateral kecil, CSS
penuh kanal pusat (C). tidak seperti otak dan otak kecil, di sumsum tulang
belakang gray matter intern, membentuk struktur kasar berbentuk-H yang terdiri
dari dua posterior (P) (sensorik) dan dua kornu anterius (A) (motorik) yang
kesemuanya dihubungkan oleh commissura grisea di sekitar kanalis sentralis
(a): Gray matter berisi astrosit melimpah dan badan sel saraf besar, terutama dari
neuron motorik dalam tanduk ventral.
(b): White matter mengelilingi Gray matter dan berisi terutama oligodendrosit dan
saluran akson mielin berjalan di sepanjang kabel korda. Bermielin yang berjalan di
sepanjang bagian medula.
(c): Mikrograf neuron motorik besar di kornu anterius memperlihatkan inti yang
besar, nukleoli yang mencolok, dan sitoplasma yang kaya akan substansi
kromatofilik (substansi Nissl); kesemuanya mengindikasikan banyaknya sintesis
protein untuk mempertahankan akson sel-sel tersebut yang memanjang beberapa
jarak.
(d): Di commissura alba di sebelah ventral dari kanalis sentralis, jaras-jaras
berjalan di sepanjang medula, yang tampak pada gambar ini berupa selubung
mielin kosong yang mengelilingi akson, serta jaras yang berjalan dari satu sisi
medula ke sisi lainnya, yang tampak pada gambar ini berupa sejumlah jaras akson
eosinofilik yang terpotong secara longitudinal. Gambar tengah: 5x; a-d: 200x.;
Gambar tengah, a, b: perak; c, d: H&E.
2. BAGIAN BAGIAN DAN FUNGSI OTAK
Otak
Otak merupakan alat tubuh yang sangat penting dan sebagai pusat pengatur
dari segala kegiatan manusia yang terletak di dalam rongga tengkorak. Bagian
utama otak adalah otak besar (cerebrum), otak kecil (cereblum) dan otak tengah
(Khanifuddin, 2012).
Otak besar merupakan pusat pengendali kegiatan tubuh yang disadari. Otak
besar ini dibagi menjadi dua belahan, yaitu belahan kanan dan kiri.
Tiap belahan tersebut terbagi menjadi 4 lobus yaitu frontal, parietal,
okspital, dan temporal.
FRONTAL
PARIETAL
OCCIPITAL TEMPORAL
CEREBELUM
Sedangkan disenfalon adalah bagian dari otak besar yang terdiri dari
talamus, hipotalamus, dan epitalamus (Khafinuddin, 2012). Otak belakang/ kecil
terbagi menjadi dua subdivisi yaitu metensefalon dan mielensefalon. Metensefalon
berubah menjadi batang otak (pons) dan cereblum. Sedangkan mielensefalon akan
menjadi medulla oblongata (Nugroho, 2013). Otak tengah/ sistem limbic terdiri
dari hipokampus, hipotalamus, kelenjar pituitari dan amigdala.
1. Hipothalamus
Berukuran kecil, seperti mutiara. Bagian orak ini memegang peranan penting
dalam aliran adrenalin, pusat emosi, mengontrol molekul-molekul yang
membuat seseorang merasa marah, atau tidak senang. Hipotalamus adalah
bagian otak yang berisi sejumlah nukleus kecil. Hipotalamus terletak di bawah
thalamus, tepat di atas batang otak. Dalam terminologi neuroanatomy,
membentuk bagian ventral diencephalon tersebut. Semua otak vertebrata yang
mengandung hipotalamus. Pada manusia, itu adalah kira-kira ukuran ssbadam.
Hipotalamus bertanggung jawab untuk proses metabolisme tertentu dan
kegiatan lain dari Sistem Saraf otonom. Ini mensintesis dan mengeluarkan
neurohormonnya, sering disebut hipotalamus-melepaskan hormon, dan ini
pada gilirannya merangsang atau menghambat sekresi hormon hipofisis.
2. Kelenjar pituitari atau kelenjar hipofisis
merupakan kelenjar endokrin yang terletak di dasar otak dan menghasilkan
banyak hormon yang penting bagi tubuh. Kelenjar hipofisi atau kelenjar
Pituitari ini sering disebut dengan Master of Gland atau Kelenjar Pengendali,
hal itu karena kelenjar ini memiliki fungsi yang sangat penting. Kelenjar ini
berukuran sekitar 1,25 cm dengan berat sekitar 0,5 gram
3. Hipokampus
Hipokampus (bahasa Inggris: Hippocampus) adalah bagian dari otak besar
yang terletak di lobus temporal. Manusia memiliki dua hippocampus, yakni
pada sisi kiri dan kanan. Hipokampus merupakan bagian dari sistem limbik
dan berperan pada kegiatan mengingat (memori) dan navigasi ruangan
4. amygdala
adalah bagian fugsi otak yang mengelola marah dan agresi dimana dalam satu kali
bekerja akan mengirimkan perbandingan ke semua titik pusat sebagai isyarat bagi
struktur-struktur otak lainnya, berupa respon rasa takut yang klasik yang secara
fisiologis berupa tubuh berkeringat, detak jantung yang cepat, tekanan darah
meningkat dan pecahnya andrenalin
Pada otak terdapat suatu cairan yang dikenal dengan cairan serebrospinalis.
Cairan cerebrospinalis ini mengelilingi ruang sub araknoid disekitar otak dan
medula spinalis. Cairan ini juga mengisi ventrikel otak. Cairan ini menyerupai
plasma darah dan cairan interstisial dan dihasilkan oleh plesus koroid dan sekresi
oleh sel-sel epindemal yang mengelilingi pembuluh darah serebral dan melapisi
kanal sentral medula spinalis. Fungsi cairan ini adalah sebagai bantalan untuk
pemeriksaan lunak otak dan medula spinalis, juga berperan sebagai media
pertukaran nutrien dan zat buangan antara darah dan otak serta medula spinalis
(Nugroho, 2013).
BAB VII
Kesimpulan
Sistem saraf merupakan sistem koordinasi (pengaturan tubuh) berupa penghantaran
impul saraf ke susunan saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan perintah untuk memberi
tanggapan rangsangan. Unit terkecil pelaksanaan kerja sistem saraf adalah sel saraf atau
neuron.
Menurut scenario yang mempunyai keluhan sulitnya berbicara menandakan terjadinya
kerusakan ( penyumbatan atau pecahnya ) bagian otak pada area broca’s yang berada pada
lobus frontal.
Dalil
ِ صيَ ٍة ٰ َك ِذبَ ٍة َخ
اطئَ ٍة ِ نَا
artinya :
(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.
Quran Surat Al-‘Alaq Ayat 16
Daftar Pustaka
• Sherwood, L. 2007. Human Physiology: From Cells to Systems. 6th ed. Singapore:
Cengange Learning Asia Pte Ltd. Edisi Ke-6. Jakarta: EGC, 155
• Mescher, A.L., 2009. Junqueira’s Basic HistologyText & Atlas. 12th ed. United
States of America: The McGraw-Hill Professional)
• Eroschenko, V.P., 2008. diFiore’s Atlas of Histology with Functional Correlations.
11th ed. United States of America: Lippincott Williams & Wilkins.
• Schunke m, Schulte e, Prometheus atlas anatomi manusia kepala, leher dan
neuroanatomi edisi 3 EGC