0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan34 halaman

SAT Presentation - MRK

Dokumen ini membahas pelatihan Kesadaran Keamanan (Security Awareness Training) yang wajib diikuti oleh personel maritim untuk mengidentifikasi dan mengatasi ancaman keamanan seperti pembajakan dan terorisme. Kebijakan keamanan maritim dan tanggung jawab berbagai peran seperti Petugas Keamanan Kapal dan Petugas Keamanan Fasilitas Pelabuhan juga dijelaskan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman di lingkungan maritim.

Diunggah oleh

rnggamosja
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan34 halaman

SAT Presentation - MRK

Dokumen ini membahas pelatihan Kesadaran Keamanan (Security Awareness Training) yang wajib diikuti oleh personel maritim untuk mengidentifikasi dan mengatasi ancaman keamanan seperti pembajakan dan terorisme. Kebijakan keamanan maritim dan tanggung jawab berbagai peran seperti Petugas Keamanan Kapal dan Petugas Keamanan Fasilitas Pelabuhan juga dijelaskan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman di lingkungan maritim.

Diunggah oleh

rnggamosja
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SECURITY

AWARENESS
TRAINING

POLITEKNIK ILMU PELAYARAN MAKASSAR


TABLE OF CONTENTS.
01 02 03
We will talk about Then, we will talk
Introduction. Maritime Security about Security
Policy. Responsibility.

04 05 06
And last, we will talk
After that we will We will also talk
about this Emergency
talk about Threat about Ship Security
Preparedness, Drills,
Identification. Actions.
and Exercises.
INTRODUCTION
01

Security Awareness Training


DID YOU KNOW? WHAT IS SAT?
Security Awareness Training adalah pelatihan yang bertujuan untuk membina kesadaran
orang-orang yang bekerja di bidang maritim atas pengamanan kapal dan muatannya.
Pelatihan ini didasarkan pada Peraturan Dalam Negeri, Konvensi Internasional, dan
peraturan lain yang terkait.
Berdasarkan STCW Amandemen 2010 Manila, setiap personal yang bekerja di kapal dan
pelabuhan, tanpa terkecuali, yang memiliki tugas khusus dengan bidang pengamanan, wajib
mengikuti pelatihan Security Awareness Training.
Personil yang menerima pelatihan ini harus merasakan masalah keamanan saat ini, yang
meliputi pembajakan, terorisme, penyelundupan, pencurian muatan, dan kerusakan jaminan.
Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan setiap personal di kapal dan pelabuhan mampu
mengidentifikasi, mencegah, dan/atau mengurangi ancaman keamanan melalui perencanaan
yang tepat, persiapan, dan koordinasi dengan berbagai pihak.
Standard of Competence?
Sebelum ditugaskan di atas kapal, semua orang yang dipekerjakan atau terlibat di kapal
yang diharuskan mematuhi ketentuan ISPS Code, harus menerima pelatihan pengenalan terkait
keamanan yang disetujui, dengan mempertimbangkan pedoman yang diberikan pada STCW Part B,
agar mampu:

1. Melaporkan Insiden Keamanan, termasuk Pembajakan, Perampokan


Bersenjata, ataupun Penyerangan;

2. Mengetahui prosedur yang harus diikuti ketika menyadari adanya


ancaman keamanan;

3. Mengambil bagian dalam Prosedur Darurat yang terkait dengan


Keamanan.
How it was Formed?

1. Setelah terjadinya
3. Konferensi London pada Desember
Peristiwa Tragis 11
2002 menetapkan persyaratan baru
September 2001 di World pada Konvensi Internasional
Trade Centre terbakar dan tentang Keselamatan Jiwa di Laut
serangan Markas Pentagon. (SOLAS) terkait Keamanan
Maritim.
2. International Maritime
Organization menyiapkan 4. ISPS Code, The International
Ship and Port Facility Security
pengembangan Upaya
Code, berlaku mandatori sejak
Pengamanan Kapal dan
July 2004 tercantum Amandement
Fasilitas Pelabuhan. Chapter XI-2 pada SOLAS.
DID YOU KNOW THESE TERMS?
SHIP SECURITY OFFICER
Merupakan personal di atas kapal yang bertanggung jawab kepada Master. Ditunjuk oleh Perusahaan yang bertanggung
jawab terhadap keamanan di atas kapal, termasuk menerapkan dan memelihara Rencana Keamanan Kapal (Ship Security
Plan) mewakili kapal terkait komunikasi dengan Port Facility Security Officer (PFSO) dan Company Security Officer (CSO).

COMPANY SECURITY OFFICER


Personil yang ditunjuk oleh Perusahaan guna melaksanakan Penilaian Keamanan Kapal (Ship Security Assessment),
mengembangkan Rencana Keamanan Kapal (Ship Security Plan), melaksanakan pengajuan approval, penerapan, dan
pemeliharaan SSP serta bertindak mewakili Perusahaan terkait komunikasi dengan Port Facility Security Officer (PFSO)
dan Ship Security Officer (SSO).

PORT FACILITY SECURITY OFFICER


Personil yang ditunjuk sebagai penanggung jawab pengembangan, penerapan, perbaikan, dan pemeliharaan Rencana
Keamanan Fasilitas Pelabuhan (Port Facility Security Plan) serta mewakili terkait komunikasi dengan Ship Security
Officer (SSO) dan Company Security Officer (CSO).
How about THESE TERMS?
SHIP SECURITY PLAN
Merupakan rencana yang dikembangkan guna meyakini penerapan tindakan keamanan di atas
kapal guna melindungi orang di atas kapal, muatan, ship store, maupun kapal itu sendiri
dari resiko insiden keamanan yang dapat terjadi.

PORT FACILITY SECURITY PLAN


Merupakan rencana yang dikembangkan guna meyakini aplikasi terhadap tindakan melindungi
Fasilitas Pelabuhan dan Kapal (Port Facility and Ships), personal, muatan, unit
transportasi muatan, ship’s store di lingkungan fasilitas pelabuhan terhadap resiko insiden
keamanan.

RECOGNIZED SECURITY ORGANIZATION


Merupakan organisasi yang ditunjuk atau ditetapkan oleh Pemerintah, dalam hal ini
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL) di bawah Kementerian Perhubungan untuk
melakukan tugas-tugas terkait keamanan maritim sesuai dengan ketentuan International Ship
and Port Facility Security (ISPS) Code.
And Last THESE TERMS?
DECLARATION OF SECURITY (DOS)
Sebuah kesepakatan antara personil yang bertanggung jawab terhadap keamanan (SSO dan PFSO) atau
antar sesame SSO pada kegiatan Ship to Ship (STS). Kesepakatan dimaksud untuk menjamin
terselenggaranya pertukaran informasi terkait keamanan selama kapal sandar di lingkungan
fasilitas pelabuhan maupun pada saat kegiatan STS.

DESIGNATED AUTHORITY
Merupakan Organisasi atau Lembaga Administrasi yang diidentifikasi oleh atau berada di lingkungan
pemerintah. Bertanggung jawab melaksanakan pengembangan, penerapan, dan pemeliharaan Ship
Security Plan (SSP) negara bendera atau Port Facility Security Plan (PFSP).

CONTRACTING GOVERMENT
Merujuk pada pemerintah negara yang telah menandatangani dan meratifikasi Konvensi Internasional
untuk Keselamatan Jiwa di Laut (SOLAS), yang di dalamnya termasuk ISPS Code. Pemerintah ini
bertanggung jawab untuk memastikan kepatuhan terhadap ISPS Code di wilayah mereka, termasuk di
pelabuhan-pelabuhan dan kapal-kapal yang beroperasi di bawah yurisdiksi mereka.
02
NOW WE WILL TALK ABOUT
MARITIME
SECURITY POLICY
Security Awareness Training
KEBIJAKAN
KEAMANAN
MARITIM
Kebijakan yang dibuat untuk melindungi kapal dan operasi maritim dari berbagai ancaman. Keamanan
maritim mencakup perlindungan kapal secara internal dan external.
Kebijakan Maritim
Convention
1. International Convention for SOLAS 1974,
and Amandment;
2. International Convention on Standard of
Training, Certification, and
Watchkeeping for Seafarers (STCW) 1978
and Amandments;
3. Convention relating to Maritime Safety &
Security and Ship-port Interface (Colreg
1972, Loadline Conv. 1966, SAR 1979).
Kebijakan Maritim 3. SOLAS Amandment 2002 –

International Chapter V Implentation of


AIS;
4. SOLAS Amandment 2002 – XI-
Codes 1 Ship Identification
Number – Continous
1. ISPS Code – International Synopsis Record;
Ship and Port Facility 5. The International Labour
Code; Organization's (ILO)
2. SOLAS Amandment 2002 – XI-2 Seafarers' Identity
International Ship and Port Documents Convention
Facility Security Code; (Revised), 2003 (No. 185).
APPLIES
TO?
● Kapal yang melakukan Pelayaran
Internasional;

● Semua Kapal termasuk Passenger


Ship, Cargo Ship GT 500, dan
Mobile Offshore Drilling Units;

● Fasilitas Pelabuhan yang melayani


Kapal dengan Rute Internasional
NEXT SECURITY
03

RESPONSIBILITIES
Security Awareness Training
Company Security Officer
● Membuat SSP, Melakukan SSA, dan mengawasi pengembangan
dan pelaksanaan ISPS Code di atas kapal.
● Melakukan internal Audit dan pengaturan External Audit.
● Menjadi penghubung Manajemen Keamanan Kapal (SSO)
dengan PFSO.
● Evaluasi/review SSP dan revisi sesuai peraturan terbaru
atau perubahan yang ada, kemudian mengajukan ke RSO
untuk disahkan sebelum diimplementasikan.
Ship Security Officer
● Bertanggung jawab atas keamanan kapal, ABK/Penumpang,
Muatan, Pelaksanaan Sistem Manajemen Keamanan di Kapal.
● Menjadi penghubung antara Manajemen Kapal dengan CSO
dan PFSO.
● Memotivasi ABK dalam pelaksanaan SSP.
● Melakukan Evaluasi/Review SSP, jika didapati
ketidaksesuaian dan perlu direvisi, kemudian
mengajukannya ke CSO.
Port Facility Security Officer
● Memelihara, mengembangkan, dan menerapkan Rancangan
Keamanan Fasilitas Pelabuhan (PFSP).
● Berkoordinasi dengan petugas keamanan kapal dan
keamanan perusahaan untuk memastikan keamanan maritim
secara keseluruhan.
● Menyusun dan memperbarui Rencana Keamanan Fasilitas
Pelabuhan sesuai dengan persyaratan ISPS Code.
● Melakukan penilaian keamanan secara berkala untuk
mengidentifikasi potensi ancaman dan kerentanan di
fasilitas pelabuhan.
Ship Personnel Watch
Selain dari SSO, diantara Kru Kapal dapat
ditunjuk untuk melaksanakan tugas keamanan
sehubungan dengan Ship Security Plan.

Kru kapal yang memiliki tugas keamanan


khusus harus memahami tanggung jawab mereka
terkait keamanan kapal seperti yang
dijelaskan dalam Ship Security Plan (SSP).

Serta memiliki pengetahuan yang cukup dan


kemampuan untuk melaksanakan tugas jaganya.
SECURITY LEVEL Merupakan Tingkat Keamanan sebagaimana tercantum
pada ISPS Code dan secara internasional dikenal
juga dengan istilah Marsec Level.
LEVEL KEAMANAN

Level 2
Level 1 Meningkat,
Level 3
Keadaan Normal Adanya Ancaman Pengecualian,
Keamanan Ancaman Keamanan
yang Nyata
Ada 3 tingkatan pada Security Level (Tingkat Keamanan) yaitu:
❑ Security Level – 1
Tingkat dimana fasilitas pelabuhan dan kapal beroperasi secara
normal. Ada Cargo Operation (Bongkat-Muat), Bunker, Supply
Barang/Air Tawar, Perawatan dan Perbaikan Kapal, dll.

❑ Security Level – 2
Tingkat digunakan sepanjang ada suatu resiko yang meningkat dari
suatu insiden atau kejadian keamanan.

❑ Security Level – 3
Digunakan untuk periode waktu apabila ada resiko yang kemungkinan
segera/pasti terjadinya suatu peristiwa keamanan.
04
THEN
THREAT IDENTIFICATION,
RECOGNITION
Security Awareness Training
THANK
YOU! marikharmuh@gmail.com
+62 823 8444 4335

@mrikhar.m
Do you have any questions?

Anda mungkin juga menyukai