Anda di halaman 1dari 5

BEBERAPA KRITIKAN TERHADAP JEMAAH TABLIGH

Kalau kita mau jujur melihat kritikan yang beredar sejak awal usaha didirikan oleh Syaikh Maulana
Muhammad Ilyas Rah A, maka kita akan dapati kritikan dengan materi yang sama. Karena usut punya
usut selalu bersumber dari kitab yang sama yang selalu dijadikan topik yang berulang-ulang. Di
antara kritikan yang berulang-ulang itu adalah :

1. Mereka tak memiliki Tauhid Uluhiyyah hanya membicarakan Tauhid Rubbubiyyah saja.

Kalian Ilmu Agama Tinggi tetapi Jiwa agama Kerdil

2. Mereka memiliki kebiasaan TAWAF di kuburan.

Ini fitnah murahan, kuburan dimana ? Ngaku ngaku Salaf lagi, Fitnah !

3. Masjid-masjid mereka di dalamnya ada kuburan.

Ngomnong sembarangan dasar Wahabi / Salafi nyamuk, di mesjid Nabawi ada Kuburan Nabi saw

4. Buku Fadhilah amal mengandungi hadits-hadits dhoif.

Hadits ttg jari Nabi saw bergerak gerak kamu artikan salah, malah memperolok olok Nabi yang
kelaparan.

5. Mereka ahli bid’ah di dalam ibadah.

Akhli apanya men…..cret ! Kamu ada nggak salat Subuh dan Isya berjemaah .

6. Dakwah mereka kepada hal yang rendah yaitu shalat bukan dakwah untuk murnikan agama yakni
anti terhadap bid’ah sehingga tak beresiko seperti Rasulullah saw.

Inilah Gobloknya kamu. Bukankah shalat tiang Agama, bukankah orang orang yang meramaikan
mesjid atau bolak balik kemesjid untuk shalat berjemaah adalah orang mukmin ? Kamu bicara tentang
murnikan Agama tetapi salatnya masbuk, sendirian. Siapa bilang tidak beresiko seperti Rasulullah
saw. Jemaah Tabligh diusir , tengat malam hujan lagi, suruh cari mesjid lain, mesjid berikutnya telah
mereka kunci lagi, berjalan sampai subuh tanpa tidur. Ingat nggak Nabi di usir di Tha’if ? Ucapan
diatas bukan keluar dari seorang Muslim yang salaf tetapi keluar dari mulut seorang salafi and geng
dengan donor dari Negara kafir.

7. Mereka merupakan gerakan sufi modern.

Masih mendinglah ada kata modrennya, berarti mereka mampu menyesuaikan diri, bukankah agama
islam itu sampai akhir zaman ? Islam siap menjawab tantangannya, tanpa umat islam terkucil atau
dilaknat Allah swt.

8. Tinggalkan anak istri dan tidak mengurusnya adalah suatu kedzoliman

Mbahmu…! Darimana kamu tahu saya tak mengurus anak saya, malah selama saya tinggalkan 4 bulan
Allah menjaganya dan mereka sehat dan gemuk. Sebaliknya karena sering bergaullah maka ia tak
kenal kebesaran Allah malah jadi kurus dan sakit sakitan. Coba tafsirkan ayat At Taubah 24, baru
ngomong !

9. Mereka dakwah tanpa ilmu sehingga berbahaya untuk umat Islam

Bahkan sedereatan cacian yang kamu bikin ini malah yang memecah belah umat membuat umat
semakin jauh dari yang benar

10. Haji mereka ke India Pakistan.

Dasar Salafi sampah..! Saya telah Haji dan akan pergi Haji lagi ke Mekah

11. Mereka berlebihan dalam memuji masyaikh mereka (Ghuluw)


Yang benar saja malaah kamu yang Ghuluw, atau Goblok, dan Fanatik, kalau bukan kelompok kamu
kamu cemberut. Tak satupun berwajah lembut dan murah senyum, bila berpapasan dengan orang JT
kamu menghindar. Seperti Syetan takut sama Umar ra dan Abu Bakar ra. ………………..>21122008

TANGGAPAN MEREKA TERHADAP KRITIKAN

Umumnya mereka tidak menanggapi kritikan-kritikan yang beredar bahkan mereka anggap angin lalu
saja sehingga semakin menambah sakit hati orang yang mencemooh mereka. Karena jika kritikan
ditanggapi maka orang yang kritik merasa kritikannya berarti atau merasa menang atas mereka.
Tetapi aneh! Mereka tak tanggapi kritikan sehingga banyak ahli kritik yang benci mereka stress atas
sikap mereka.

Tak ada satu buku pun ditulis untuk jawab kritikan. Dakwah mereka istikhlash seperti kuda INDIA
yang dipakaikan kaca mata kuda tak lihat kiri kanan, tak lihat kerja orang lain, tak lihat apa kata
orang, mereka tawajjuh hanya kepada tertib yang mereka telah sepakati.

Dalam mudzakaroh enam sifat mereka ada point tentang tashihun niyat / meluruskan niat. Di sana
dikatakan bahwa cirri orang ikhlash adalah Sikapnya sama saja dengan orang memuji atau orang yang
membenci. Mereka telah buktikan, walaupun dihina, dicaci, tetap mereka memberi salam kepada
siapapun, selalu tersenyum, bahkan justru para pengkritik banyak yang tak mau jawab salam mereka,
memalingkan muka dari senyum mereka, bahkan meludah di hadapan mereka.

BETULKAH JEMAAH TABLIGH SUATU ALIRAN KESUFIAN GAYA BARU ?

Banyak yang katakan bahwa para masyaikh jemaah tabligh adalah penganut Thariqat Chistiyyah. Hal
ini tak bias dipungkiri terlihat dari buku yang ditulis oleh Syaikh Zakariya Al Kandahlawi dalam
bukunya “Thariqat menurut Maulana Zakariya yang diterjemahkan oleh Ustadz Qosim Timori. Thariqat
mereka bersanad sampai Ali Bin Abi Thalib R A.

Tetapi keanehan terjadi di dalam kerja dakwah yang mereka sebarkan tak pernah sedikit pun perintah
orang untuk amalkan thariqat tertentu, hatta kepada orang yang sudah puluhan tahun ikur kerja
dakwah sekalipun. Bahkan menurut sejarah yang shahih kerja tabligh yang ada sekarang dimulai
ketika Syaikh Maulana Muhammad Ilyas Rah A menganggap cara-cara taklim, pengajian, thariqat
yang pernah dinuatnya atas orang Mewat mengalami kegagalan dalam merubah mereka.

Dengan keilmuan yang luas Syaik Ilyas Rah A pernah membayar orang-orang Mewat untuk duduk di
majlisnya dan dengan thariqatnya beliau pernah ajarkan orang Mewat untuk bersihkan Iman mereka.
Tetapi semua mengalami kegagalan, barulah Allah beri taufiq untuk kerja Tabligh ini.

Lihatlah!! Mereka di masjid bukan untuk berdzikir saja tetapi mereka bertemu manusia untuk jadikan
seluruh manusia berdzikir kepada Allah. Setelah itu mereka hidupp seperti biasa punya istri dan anak,
punya pekerjaan. Adakah ajaran sufi seperti ini? Perlu kejujuran dalam menjawabnya.

Anehnya mereka pencemooh mengatakan Tabligh Sufi Modern karena kesamaan ucapan antara Syaikh
Yusuf Rah A dengan tokoh sufi seperti Al Busyairi Rah A, dsb. Bukankah ucapan yang baik dan haq
perlu selalu disampaikan walau dari siapapun. Bahkan pepatah Arab katakan : Ambillah nasehat
walaupun dari dinding.

Lihatlah dalam hadits tentang perkataan Raja Hiraclius dikutip kembali oleh para shahabat dan para
perawi hadits, tidak menjadikan shahabat atau perawi hadits dikatakan sebagai orang Romawi.

Inilah kedangkalan ilmu para pencemooh yang hanya didasari hasad sehingga Allah SWT tampakkan
kebodohan mereka walaupun mereka dikecam justru menjadi promosi gratis bagi mereka sehingga
orang yang berhati bersih jadi tablighi karena ingin tahu yang sebenarnya.

Ketika mereka katakan Jemaah Tabligh Khawarij Modern, maka orang langsung bisa lihat siapa yang
Khawarij.

Ternyata sifat Khawarij yang tak mau salah (Ali RA dan Muawiyyah RA dimata Khawarij keduanya
salah yang betul dia sendiri) justru ada pada para pencemooh.

Adakah Jemaah Tabligh salahkan orang ?? Baik dalam buku maupun dalam bayan mereka ?? Tidak!!
Adakah Jemaah Tabligh membid’ahkan orang sehingga tak mau shalat berjemaah di masjid, atau mau
shalat hanya di masjid tertentu ?? Tidak !!

Adakah pelarangan dari syuro mereka atau ustadz mereka yang melarang duduk di majlis taklim yang
diajar oleh ustadz yang bukan karkun ?? Tidak!!

Bahkan setelah khuruj dianjurkan agar lebih dekat dengan ulama di kampung mereka masing-masing.

Dengarlah ucapan Syaikh Maulana Muhammad Saad Al Kandahlawi : Wallahi!! Doa Masnunah (Doa
masuk WC, Doa makan, dsb) yang diajarkan oleh Rasulullah saw jauh lebih hebat jika dibandingkan
amalan yang diajarkan mursyid-mursyid dzikir.

Inikah yang dinamakan sufi?? Tidak, bahkan mereka adalah orang yang cinta sunnah Nabi saw.

Sufi menurut Ibnu Taimiyyah berasal dari kata suf artinya wol, yakni sebagian penduduk Kufah yang
ahli ibadah berpakaian wol. Lihatlah baju jemaah tabligh apakah berasal dari wol?? Capek deh…

JEMAAH TABLIGH TINGGALKAN ANAK ISTRI LI I’LAI KALIMATILLAH

Jadi perginya seorang keluar di jalan Allah bukan untuk habiskan waktu di masjid, duduk, dzikir,
pegang tasbih, kalaulah ini yang dibuat maka ini adalah bentuk kedzaliman terhadap keluarga. Tetapi
para shahabat dahulu tinggalkan istri berbulan-bulan bahkan ada Al Faruq ayah dari Rabi’ah Al Faruq
seorang muhaddits telah tinggalkan istri 27 tahun adalah untuk meniggikan kalimat Allah dengan
berdakwah.

Datang dari kampung ke kampung, Bandar ke Bandar, dengan cara membentuk Jemaah dakwah.
Bahkan di zaman Rasulullah saw tak kurang dari 150 jemaah telah dihantar Rasulullah saw. Dan Nabi
sendiri telah ikut tak kurang dari 25 kali. Kini orang mau tegakkan agama hanya duduk di majlis
taklim dan mencela sesama muslim…Mungkinkah???

TERTIB DAKWAH JEMAAH TABLIGH ADA DALAM KITAB HAYATUSHAHABAH

Amir dakwah mereka yang kedua yakni Maulana Muhammad Yusuf Rah A telah berkata: Kalau saya
tuliskan suatu kitab ushul atau tertib kerja dakwah ini maka yang membaca hanyalah orang-orang
yang ikut dalam kerja dakwah saja sedangkan yang lain tak baca. Padahal dakwah ini memiliki ushul
dalam kehidupan sahabat. Karena Allah jadikan shahabat sebagai contoh tauladan umat. Untuk itulah
saya tuliskan kitab HAYATUSSHAHABAH.

Maulana Ahmad Lat telah berkata bahwa kitab Hayatusshahabah sudah cukup untuk dijadikan ushul
dalam kerja dakwah, tak perlu tambahan apa-apa, siapa yang ikut cara mereka akan ada jaminan
keselamatan baginya.

Hayatusshahabah dihimpun dalam 3 jilid. Ketiga jilid merupakan keajaiban yang besar, karena belum
ada kitab hadits yang ditulis dengan cara seperti ini.

Permulaan kitab ditulis dengan ayat :

“Dari kalangan orang beriman ada laki-laki yang telah membenarkan janjinya kepada Allah yakni
mereka syahid dan mencari cari jalan untukk syahid”

Seolah-olah Maulana Yusuf Rah A ingin katakan inilah kitab yang berisi kisah orang yang telah
tunaikan janjinya kepada Allah SWT. Akhir dari kitab ini adalah carita tentang bantuan-bantuan Allah
secara ghaib yang diberikan kepada para shahabat. Sehingga tengah-tengah antara keduanya adalah
berisi cara untuk datangkan bantuan itu. Mereka menamsilkan bahwa kehidupan shahabat ibarat
lautan yang mana jika orang akan berenang di dalamnya harus tanggalkan dulu pakaiannya dan
diganti dengan baju renang.

Ayat pembuka seolah pakaian yang bias menyelam dalam kehidupan mereka. Selama kita tak
tanggalkan pakaian kita dan diganti dengan pakaian shahabat maka kita tak akan faham kehidupan
mereka. Pakaian kita yakni saya seorang dokter, seorang guru, seorang ayah, seorang suami, harus
kita tanggalkan dahulu dan menggantinya dengan pakaian mereka yakni Syahid dan Bersiap-siap
Syahid.
Sehingga aneh jika ada seorang ustadz yang mengkritik mereka dan menanyakan mana dalil dakwah
dengan cara keluar di jalan Allah ?? Mana dalilnya tinggalkan anak istri untuk dakwah ?? Mana dalilnya
4 bulan 40 hari, karena kisah tersebut telah ada dalam kitab hayatusshahabah dengan sanad hadits
yang jelas.

Hanya saja menurut mereka orang yang tak mau mujahadah untuk meniru kehidupan shahabat tak
akan faham dengan kehidupan mereka. Bagaimana mungkin orang akan faham agama dengan cara
satu keadaan yang tak sama. Hanya mengkajinya di majlis taklim setelah itu pulang ke rumah ngobrol
sama anak istri, bahkan nonton TV, kemudian shalat, dll.

Sementara para shahabat Nabi bermujahadah dalam terik matahari, kehausan, berhadapan dengan
musush, musim dingin, dsb. Sedangkan Al Quran turun kepada mereka dalam keadaan suasana yang
berlainan bukan di majlis taklim. Surat At Taubah turun di musim panas, surat Al Ahzab di musim
dingin dsb. Mustahil akan bias memahami Al Quran tanpa mengambil pengorbanan mereka.

JEMAAH TABLIGH BUKAN ORGANISASI TETAPI DALAM KERJA DAKWAHNYA TERORGANISIR

Di mulai dari penanggung jawab mereka untuk seluruh dunia yang dikenal dengan Ahli Syura di
Nizamuddin, New Delhi, INDIA. Kemudian di bawahnya ada syura Negara, misalnya : SYura Indonesia,
Malaysia, Amerika, dll. Menurut pengakuan mereka ada lebih dari 250 negara yang memiliki markaz
seperti Masjid Kebon Jeruk Jakarta.

Kemudian ada penanggung jawab propinsi, untuk Indonesia sudah ada di semua propinsi. Di
bawahnya ada peannggungjawab Kabupaten, seperti : penanggung jawab Solo, Purwokerto, dll. Di
bawahnya ada Halaqah yang terdiri dari banyak mahalah yang minimal 10 mahalah yakni masjid yang
hidup amal dakwah dan masing-masing mereka ada penanggungjawab yang dipilih oleh musyawarah
tempatan masing-masing.

Di India ada masjid yang menjadi Muhallah sekaligus halaqah dimana di dalam masjid hidup 10
kelompok kerja (jemaah yang dihantar tiap bulan 3 hari). Semua permasalahan diputus dalam
musyawarah sehingga tak ada perselisihan di antara mereka dan mereka punya sifat taat kepada hasil
musyawarah.

Walaupun mereka tak pernah katakan bentuk mereka kekhalifahan seperti harakah lain yang
mempropagandakan Khilafatul Muslimin, tetapi system jemaah tabligh terlihat begitu rapi sehingga
mereka saling kenal satu sama lain karena jumlah orang yang pernah keluar di jalan Allah tercatat
dan terdaftar di markaz dunia.

Setiap 4 bulan mereka berkumpul musyawarah Negara masing-masing kemuadian dibawa ke


musyawarah dunia di Nizamuddin.

Musyawarah harian ada di mahalah masing-masing untuk memikirkan orang kampung mereka
masing-masing sehingga biarpun ada yang pergi tasykiil tetaplah ada orang di maqami yang garap
dakwah di sana. Orang yang suka dakwah sendiri-sendiri / penceramah suka kritik mereka katanya
kenapa harus dakwah jauh-jauh ke luar negeri kalau tempat tinggal sendiri aja belum beres. Hal ini
karena dakwah jemaah tabligh berjamaah sehingga walaupun mereka pergi tasykiil di maqami ada
orang yang tetap jalankan dakwah.

Yang jelas mereka telah amalkan ayat :

“Hendaklah ada di antara kamu umat (Ibnu Abbas mengartikan jemaah) yang mengajak kepada
kebaikan, memerintah kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang yang
mendapat kejayaan.” (QS Ali Imran)

PANDANGAN JEMAAH TABLIGH TENTANG KEKHALIFAHAN

Kekhalifahan adalah janji Allah dalam AlQuran, artinya pasti Allah beri sebagaimana dalam surat An
Nuur :

Allah berjanji kepada orang yang beriman di antara kalian dan beramal shalih pasti sungguh mereka
akan dijadikan khalifah di muka bumi.
Syura mereka beri bayan : Dua orang anak dijanjikan ayahnya : Nak, jika kamu lulus dan nilai kamu
baik maka ayah akan beri kalian mobil. Anak yang pertama sibuk memenuhi syaratnya, belajar
semakin rajin, siang dan malam, tak fikir mobil, maka pada waktunya akhirnya ia lulus dengan nilai
yang baik. Anak yang kedua sibuk pergi ke showroom mobil, lihat-lihat, Tanya harga, duduk-duduk di
joknya, dll. Setiap hari tidak pernah belajar hanya sibuk bicarakan mobil. Maka pada waktunya
akhirnya ia tak lulus, karena nilainya jelek.

Tuan-tuan begitulah kekhalifahan, ada orang yang sibuk propagandakan, bicarakan, diskusikan tetapi
lupa penuhi syaratnya. Bahwa syarat kekhalifahan diberikan Allah SWT adalah karena Iman dan Amal
Shalih.

JEMAAH TABLIGH ALIRAN MASYAIKH MANIA / BERLEBIHAN DALAM IKUT MASYAIKH (GHULLUW),
BENARKAH ???

Datanglah ke markaz Nizamuddin, dengarkan ceramah masyaikh mereka, Syaikh Maulana Muhammad
Saad Alkandahlawi : Seandainya Maulana Ilyas Rah A hidup kembali dan beliau mengatakan wahai
manusia dengar !! Jangan jalani kerja tabligh yang saya ajarkan kepada kalian, karena saya keliru dan
ini kesesatan.” Maka kita jangan percayai Maulan Ilyas Rah A karena kerja ini adalah kerja Anbiya,
kerja yang haq di sisi Allah SWT.

Bahkan orang-orang yang pergi ke Nizamuddin tak ada satupun yang menziarahi Makam Syaikh Ilyas
Rah A, tak ada targhib / anjuran, apalagi diharuskan untuk ziarah ke makam Syaikh Ilyas Rah A.
Kebanyakan mereka pergi ke Nizamuddin 40 hari tetapi selama itu tak ada program ziarah makam
seperti kebanyakan orang yang adakan ziarah ke wali-wali. Bahkan banyak yang pergi ke sana sampai
pulang tak tahu tempat makam Syaikh Ilyas Rah A termasuk penulis yang pernah datang ke sana tak
ada yang mau tunjuki dimana makam itu. Wallahi!!

Tuan-tuan buktikanlah!! Datang ke sana, kalian akan tahu jawabannya bahwa mereka bukan kepada
masyaikh mereka tetapi mereka taat kepada Rasulullah saw untuk meneruskan kerja mereka.
Berbeda dengan para pencemooh yang suka menggunakan lisan Syaikh mereka dalam keburukan
akhlaq. Menurut Syaikh anu, anu…jemaah tabligh sesat. Jadi mereka kutip omongan syaikh bukan
dalam kebaikan, sedang jemaah tabligh ikut dalam kebaikan kepada masyaikh mereka.