Anda di halaman 1dari 24

Morbili

Hasya 10.023

Definisi
Morbili adalah suatu penyakit akut menular yang disebabkan oleh famili virus paramyxoviridae yakni morbillivirus, ditandai gejala awal demam, batuk, pilek, hingga konjungtivitis, diikuti bercak merah pada kulit/rash

Etiologi
Order: Mononegavirales Family: Paramyxoviridae Subfamily: Paramyxovirinae Genus: Morbilivirus

virus RNA rantai tunggal yg hanya punya 1 antigen Diameter 150-300nm Bentuk sferis-pleomorfik, memiliki envelop yg terdapat penonjolan2

Selubung virus memiliki 2 jenis glikoprotein:


The F protein which has fusion activity. The attachment protein H (hemaglutinin)

Negative-stranded RNA linear genome, ukuran 15-16 kb. Mengkode 8 protein, dua diantaranya non struktural untuk translasi RNA virus Merupakan virus RNA dependent RNA polymerase

Epidemiologi
Endemis, terutama dinegara berkembang Menurut SKRT, campak menempati urutan ke 5 dari 10 penyakit utama bayi & balita (30.000 kasus/tahun) Epidemi terbanyak usia 2 tahun.

Transmisi
Droplet udara dari penderita Masa inkubasi 10-12 hari Dalam waktu 12 hari setelah infeksi IgM akan mencapai titer puncak sekitar 21 hari lalu digantikan IgG

Patogenesis
Droplet penderita campak Virus masuk saluran napas Replikasi di saluran napas

Viremia primer

Ke jaringan limfe

Menginfeksi sel dengan reseptor SLAM+ (sel dendritik, limfosit)

Jaringan dan organ limfoid, RES

Sel raksasa retikuloendotelial (Warthin-Finkledey)

Menginfeksi sel lain (manifestasi klinis)

Hari

Manifestasi

Virus campak dalam droplet kontak dengan permukaan epitel nasofaring atau kemungkinan konjungtiva Infeksi pada sel epitel dan multiplikasi virus
Penyebaran infeksi ke jaringan limfatik regional Viremia primer Multiplikasi virus campak pada epitel saluran nafas di tempat infeksi pertama, dan pada RES regional maupun daerah yang jauh Viremia sekunder Manifestasi pada kulit dan tempat lain yang bervirus, termasuk saluran nafas

1-2 2-3 3-5 5-7 7-11

11-14 Virus pada darah, saluran nafas dan organ lain 15-17 Viremia berkurang lalu hilang, virus pada organ menghilang

Manifestasi
Stadium masa inkubasi: berlangsung 10-12 hari. Stadium masa prodromal berlangsung 2-5 hari. Gejala utama yang muncul adalah demam yang terus meningkat hingga hari ke 4 atau 5 yaitu pada saat ruam muncul. Selain itu biasanya terdapat lemas, anoreksia, batuk yang makin berat, koriza/pilek, peradangan mata dan muncul bercak putih pada mukosa pipi yang merupakan tanda diagnostik dini penyakit campak yang disebut Kopliks spots.

stadium akhir dengan keluarnya ruam mulai dari belakang telinga menyebar ke muka, badan, lengan dan kaki. Ruam timbul didahului dengan suhu badan yang meningkat, ruam dapat bertahan 5-6 hari selanjutnya ruam menjadi menghitam dan mengelupas.

Diagnosis
Diagnosis klasik menurut CDC:
Ruam makulopapular menyeluruh yang terjadi dalam waktu 3 hari atau lebih. Demam 38,3oC (101oF). Terdapat salah satu dari gejala berikut, batuk, koriza/pilek atau konjungtivitis.

Pemeriksaan penunjang
Darah rutin: leukositosis dan peningkatan LED tetapi jarang Deteksi virus dengan PCR dari swab tenggorok, konjungtiva, urine. Teknik ini belum digunakan secara luas Serologi antibodi:
IgM muncul bersamaan dgn ruam atau 3 hari setelah ruam IgG untuk melihat pernah infeksi sebelumnya atau imunisasi

Warthin-Finkeldey bodies
Multinucleated cells dengan badan inklusi eosinofilik pada nukleus dan sitoplasmik.

Terapi
Simtomatik
Antipiretik: parasetamol 10-15 mg/kgBB Antitusif Ekspektoran atau mukolitik

Bila ada penyulit sebaiknya dirawat di isolasi sist. Pernapasan Vitamin A 100.000 IU per oral Antibiotik bila ada infeksi sekunder

Pencegahan
Imunisasi aktif vaksin bersamaan (MMR) 0,5 ml subkutan pada usia 9 bulan atau sebelum 2 tahun lalu diberi booster selanjutnya pada usia 6 tahun Imunisasi pasif imunoglobulin, indikasinya: - anak > 12bln imunokompromised, ada kontak, KI vaksin MMR - bayi <12bln resiko tinggi tertular.

Komplikasi
Bronkopneumonia Otitis media bakterial Kejang demam Encephalitis Subacute Slcerosing Panencephalitis (SSPE) Konjungtivitis

Prognosis
Bila tanpa penyulit/komplikasi, prognosisnya baik Bila ada penyulit(ensefalitis, pneumonia) prognosis buruk karena bisa terjadi kecacatan meskipun jarang.

Mikrobiologi UI Penyakit tropis Widoyono, Erlangga Feigin et al.2004.Textbook of Pediatric Infectious Diseases 5th edition Harrisons principles of internal medicine 17th Lecture notes: Penyakit infeksi http://www.nature.com/nrmicro/journal/v4/n12/box/ nrmicro1550_BX1.html http://viralzone.expasy.org/all_by_species/86.html http://pathologicalbodies.weebly.com/bodies-s-z.html