Anda di halaman 1dari 28

BAB I TINJAUAN PUSTAKA

DEFINISI
Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan selama masa hamil, tidak seperti morning sickness yang biasa dan bisa menyebabkan dehidrasi dan kelaparan disamping itu hiperemesis gravidarum juga mengganggu pekerjaan sehari-hari dan keadaan umum menjadi buruk

ETIOLOGI
Penyebab hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti. Tidak ada bukti bahwa penyakit ini belum diketahui secara pasti. Beberapa faktor predisposisi dan faktor lain yang telah ditemukan oleh beberapa sebagai berikut : 1. Faktor predisposisi yang sering dikemukakan adalah primigravida, mola hidatidosa dan kehamilan ganda.

2. Masuknya vili khorialis dalam sirkulasi meternal dan perubahan metabolik akibat hamil serta resistensi yang menurun dari pihak ibu terhadap perubahan ini merupakan faktor organik. 3. Alergi 4. Faktor Psikologi

PATOFISIOLOGI
Ada yang menyatakan bahwa perasaan mual adalah akibat dari meningkatnya kadar estrogen, oleh karena keluhan ini terjadi pada trisemester pertama. Hiperemesis geavidarum yang merupakan komplikasi mual dan muntah pada hamil muda, bila terjadi terus-menerus dapat menyebabkan dehidrasi dan tidak imbangnya elektrolit dengan alkolosis hipokloremik.

Hiperemesis gravidarum ini dapat mengakibatkan cadangan karbohidrat dan lemak habis terpakai untuk keperluan energi. Karena oksidasi lemak yang tidak sempurna, terjadilah ketosis dengan tertimbunnya asam aseton-asetik, asam hidroksibutirik dan aseton dalam darah. Kekurangan cairan yang diminum dan kehilangan cairan karena muntah menyebabkan dehidrasi, sehingga cairan ekstraseluler dan plasma berkurang. Natrium dan khlorida darah turun, demikian pula khlorida air kemih. Selain itu dehidrasi menyebabkan hemokonsentrasi, sehingga aliran darah ke jaringan berkurang.

GEJALA dan TANDA


Hiperemesis gravidarum, menurut berat ringannya gejala dapat dibagai kedalam 3 tingkatan, yaitu : 1. Tingkat I. Ringan 2. Tingkat II. Sedang 3. Tingkat III. Berat

PENCEGAHAN
Pencegahan terhadap hiperemesis gravidarum perlu dilaksananakan dengan jalan memberikan penerangan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang fisiologik, memberikan keyakinan bahwa mual dan kadang-kadang muntah merupakan gejala yang fisiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setelah kehamilan 4 bulan, menganjurkan mengubah makanan sehari-hari dengan makanan dalam jumlah kecil, tetapi lebih sering. Waktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, tetapi dianjurakan untuk makan roti keringatau biskuit dengan teh hangat.

TERAPI
1.

Obat-obatan. Apabila dengan cara tersebut di atas keluhan dan gejala tidak mengurang maka diperlukan pengobatan. Sedativa yang sering diberikan adalah pohenobarbital, vitamin yang dianjurakan yaitu vitamin B1 dan B6, antihistaminika juga dianjurakn Pada keadaan lebih berat diberikan antimimetik seperti disklomin hidrokhloride, avomin.

2. Isolasi 3. Terapi psikologik 4. Cairan parenteral 5. Penghentian kehamilan

PROGNOSIS
Dengan penanganan yang baik prognosis hiperemesis gravidarum sangat memuaskan. Penyakit ini biasanya dapat membatasi diri, namun demikian pada tingkatan yang berat, penyakit ini dapat mengancam jiwa ibu dan janin yang menjadi pegangan bagi kita untuk menilai maju mundurnya pasien adalah adanya aseton dam urin dan berat badan sangat turun.

BAB II LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIEN Nama : Ny. R Umur : 17 tahun Pendidikan : SMP Agama : Islam Status perkawinan : Menikah Alamat : Prahu RT 05 Giri Mulyo Panggang, Gunung Kidul Pekerjaan : Ibu rumah tangga Tanggal masuk : 06 Februari 2011 Nama Suami : Tn. S Umur : 30 tahun Pekerjaan : Buruh tani

ANAMNESIS Anamnesis dilakukan secara autonamnesis di Ruang Alamanda pada tanggal 6 Februari 2011 pukul 11.30 WIB.
Keluhan Utama

Mual dan muntah lebih dari 10x dalam sehari disertai lender dan darah.
Keluhan Tambahan

Batuk kering serta dada terasa sakit dan sesak.


Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien baru dari IGD dengan keluhan mual dan muntah lebih dari 10x dalam sehari disertai lender dan darah. Nafsu makan menurun. Dada terasa sesak dan sakit. Batuk kering. Pasien dengan G1P0A0 merasa hamil 10+1 minggu,tidak merasa kenceng-kenceng. Tidak ada keluarnya air kawah, serta lendir darah.

Riwayat Ante Natal Care ANC teratur di bidan puskesmas. Riwayat Penyakit Keluarga Riwayat penyakit jantung, Asma, Diabetes Melitus, Hipertensi Disangkal. Riwayat Kehamilan Tidak ditemukan riwayat kehamilan yang serupa. Riwayat penyakit jantung, Asma, Diabetes Melitus, Hipertensi Disangkal. Riwayat Haid Menarche : 13 tahun Lama haid : 6-7 hari Siklus haid : 28-30 Disertai rasa sakit : tidak Hari pertama Mens Terakhir (HPTH) : 28 November 2010 Hari Perkiraan Lahir (HPL) : 5 Agustus 2011 Usia Kehamilan (UK) : 10+1 minggu Riwayat Perkawinan Menikah 1 x dengan suami sekarang, 6 bulan yang lalu. Riwayat Obstetri - H1 : hamil ini. Riwayat Ginekologi Keluarga berencana (KB) :Keputihan : Riwayat Operasi Tidak ada riwayat operasi sebelumnya.

Pemeriksaan Fisik

Status generalisasi Keadaan Umum : baik Kesadaran : compos mentis Vital sign : TD : 120 / 70 mmHg RR : 28 x/menit N : 80 x/menit, T: 36,5oC Tinggi Badan : 155 cm Berat Badan : 57 kg Gizi : baik Kulit : Turgor dan elastisitas cukup, wujud kelainan kulit tidak ada, Kepala : Mesocephal Mata : Konjungtiva tak anemis, sklera tidak ikterik / kuning.

Telinga

: Tidak ada sekret, tidak ada pendarahan. Hidung : Tidak ada sekret, tidak ada pendarahan. Mulut : Bibir tidak sianosis, lidah tidak kotor, lidah tidak tremor. Leher : JVP tidak meningkat, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan tidak ada pembesaran kelenjar getah bening. Dada : Simetris, tidak ada ketinggalan gerak jantung : S1 dan S2 tunggal, reguler, tidak ada bising jantung. Paru: Suara dasar vesicular, suara tambahan: ronkhi tidak ada, wheezing tidak ada. Perut : TFU tak teraba.

Anggota Gerak

Akral Hangat, pitting udem (-)

Varises (-)

Status Obstetri :
Inspeksi

Kepala : Kloasma gravidarum (-) Dada : Mammae tidak tegang, areola dan papilla mammae hiperpigmentasi. Abdomen : Perut tampak membesar kedepan, stria gravidarum (-), bekas operasi caessar (-). Urogenital : Tidak tampak keluar rembesan air ketuban.

Palpasi abdomen : Nyeri tekan epigastric (+)

Pemeriksaan Penunjang
Parameter HB AL AT HMT PPT APTT Control PPT Hasil 13,4 13,8 310 40,5 13,5 28,5 13,7 Satuan gr% ribu / ul ribu / ul % Detik Detik Detik Nilai Normal L: 13 17 P: 12 16 Dws 4-10 Anak 912 150 450 L: 42 52 P: 36 46 12,0 16 28,0 -38 11,0 16,0

Control APTT
Hbs Ag Gol. darah

33,8
Negatif AB

Detik

25 -35
Negatif

USG tanggal 6 Februari 2011 : VU terisi cukup, uterus membesar, fetus (+), CRL 3,6 cm, Gestational Age : 11 minggu.
DIAGNOSIS Hiperemesis Gravidarum. TERAPI Infus KAEN Mg : D 5% : RL = 30 tetes/menit 1 : 2 : 1 Injeksi Ranitidine 2 x 1 ampul Drip Metoclorpramid Drip Neurobion 1 x 1 ampul / 500 ml

BAB III PEMBAHASAN

Diagnosis pada kasus ini adalah hiperemesis gravidarum. Terjadinya hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti. Ada yang menyatakan bahwa, perasaan mual dan muntah adalah akibat dari meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG serum yang membuat motilitas gastrointestinal, terutama lambung dan usus menjadi lebih lambat. Dan peningkatan tersebut dapat merangsang reseptor di otak, yaitu reseptor CTZ di hipotalamus untuk merangsang muntah. Pengaruh psikologik hormon estrogen ini tidak jelas, mungkin berasal dari sistem saraf pusat atau akibat berkurangnya pengosongan lambung. Penyesuaian terjadi pada kebanyakan wanita hamil, meskipun demikian mual dan muntah dapat berlangsung berbulan-bulan.

Selain itu dehidrasi menyebabkan hemokonsentrasi, sehingga aliran darah ke jaringan berkurang. Hal ini menyebabkan jumlah zat makanan dan oksigen ke jaringan berkurang pula dan tertimbunlah zat metabolik yang toksik. Kekurangan Kalium sebagai akibat dari muntah dan bertambahnya ekskresi lewat ginjal, bertambahnya frekuensi muntah-muntah yang lebih banyak, dapat merusak hati dan terjadilah lingkaran setan yang sulit dipatahkan. Dampak negatif hiperemesis gravidarum ini dapat memengaruhi baik ibu (misalnya robek/ rupturnya kerongkongan/ esofagus) maupun janin (misalnya pertumbuhan janin menjadi terhambat,prematuritas, nilai apgar yang rendah hingga kematian janin).

Pada kasus ini diberikan terapi Infus KAEN Mg : D 5% : RL = 30 tetes/menit (1:2:1) hal ini bertujuan untuk memberikan suplai nutrisi, tenaga dan keseimbangan cairan dalam tubuh. Injeksi Ranitidine 2 x 1 ampul, Ranitidine adalah antihistamin penghambat reseptor H2 (AH2). Perangsangan reseptor H2 akan merangsang sekresi asam lambung. Dalam menghambat reseptor H2, ranitidine bekerja cepat, spesifik dan reversibel melalui pengurangan volume dan kadar ion hidrogen cairan lambung. Drip Metoclorpramid yang merupakan benzamida tersubstitusi yang merangsang motilitas saluran pencernaan makanan tanpa mempengaruhi sekresi lambung, empedu atau pankreas. Drip Neurobion 1 x 1 ampul / 500 ml yang merupakan Vitamin B1, B6, dan B12 disebut vitamin neurotropic, yaitu vitamin yang akan membantu perbaikan fungsi-fungsi syaraf dan berfungsi sebagai zat pengantar dalam metabolisme tubuh.

BAB IV KESIMPULAN

Diagnosis pada kasus ini adalah hiperemesis gravidarum. 2. Perasaan mual dan muntah dapat diakibatkan dari meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG serum yang membuat motilitas gastrointestinal, terutama lambung dan usus menjadi lebih lambat. Dan peningkatan tersebut dapat merangsang reseptor di otak, yaitu reseptor CTZ di hipotalamus untuk merangsang muntah. 3. Penegakan diagnosis secara cepat dan tepat harus ditegakkan agar dapat segera diberikan penatalaksanaan yang tepat sasaran, sehingga tidak berlanjut menjadi hiperemesis gravidarum yang lebih berat.
1.

TERIMAKASIH.