Anda di halaman 1dari 28

ECT

(ELECTRO CONVULSIVE
THERAPY)

ALI MUSTOFA, S.Kep,Ns.

Ali Mustofa, Bagian Keperawatan


Jiwa

ECT
(ELECTRO CONVULSIVE THERAPY)
TERAPI KEJANG LISTRIK
Suatu intervensi non farmakologis
menggunakan aliran listrik yg
singkat melalui otak untuk
menginduksi kejang menyeluruh
(grand mall) di SSP, dibawah
anestesi umum dan relaksan otot
Efektif pada neuropsikiatrik dan
klien yg tidak berespon pada terapi
farmakologis
Ali Mustofa, Bagian Keperawatan
Jiwa

SEJARAH ECT
PERTAMA KALI DIPERKENALKAN
OLEH :
1938-CERLETTI DAN L. BINNI
Sejak digunakan ECT mrpk terapi
yg menmimbulkan kontroversi, krn
mrpk tindkan yg kejam dan
Barbar
1950- AE Arnet MUSCLE RELAXANT
dan ANAESTHESIE
Ali Mustofa, Bagian Keperawatan
Jiwa

MEKANISME KERJA
Efektifitas secara klinis ditentukan
kejang pd SSP, Kejang perifir tidak
penting
Tujuan dari ECT melampaui ambang
kejang ( jumlah minimum muatan
listrik yg menginduksi kejang pd SSP).
Cara kerja sehingga mempunyai efek
terapiutik belum diketahui
Ali Mustofa, Bagian Keperawatan
Jiwa

Lanjutan:
Teori Psikodinamik:
Pemberian hukuman thd perasaan bersalah
Amnesia akan menghilangkan ingatan yg
tdk menyenagkan, teori ini sangat lemah,
kenyataan klien neurosis dengan fungsi
psikogenik bukan indikasi untuk ECT.

Ali Mustofa, Bagian Keperawatan


Jiwa

Lanjutan:

Teori Organik:
Hipotesa : terjadi perubahan
Neuriotrnasmiter pd membran sel
Salzman 1970: dopamin dan
serotonin, melepaskan NE dari
neuron ke reseptor (ECT mirip kerja
anti depresan).

Ali Mustofa, Bagian Keperawatan


Jiwa

Lanjutan:
Setyonegoro dan Iskandar 1981
pd depresi tjd penurunan NE,
serotonin, Dopamin dg ECT tjd
peningkatan NE, Serotonin,
dopamin (sembuh)
Pada Manik terjadi peningkatan
fungsi dopaminergik, dopamin
dicelah sinap meningkat dg ECT
dopamin menjd normal.
Ali Mustofa, Bagian Keperawatan
Jiwa

INDIKASI ECT

DEPRESI
PENDERITA MENOLAK OBAT
TAK RESPON PSIKOFARMAKA
SKIZOFRENIA
AGITASI/EKSALTASI
MANIA
PENDERITA TAK DAPAT DIBERI
PSIKOFARMAKA
Ali Mustofa, Bagian Keperawatan
Jiwa

KONTRA INDIKASI ECT

PENYAKIT TULANG
PENYAKIT JANTUNG
TBC PARU CAVERNE
TUMOR OTAK
PERDARAHAN
TEKANAN INTRA CRANIAL YANG
MENINGGI
Ali Mustofa, Bagian Keperawatan
Jiwa

PEMERIKSAAN PRA-ECT

FISIK STANDAR-MENYELURUH
RIWAYAT MEDIS
LAB.DARAH DAN URINE
ECG
RONTGEN PHOTO TULANG
BELAKANG & TULANG KEPALA
EEG (PADA KASUS-KASUS
TERTENTU)
Ali Mustofa, Bagian Keperawatan
Jiwa

10

PERSIAPAN ECT

LAMBUNG HARUS KOSONG 8 JAM SEBELUMNYA

BERI OBAT ANTI CHOLINERGIK (ATROPIN ATAU


METSCHOPOLAMINSC/IM DALAM DOSIS KECIL 30
MENIT SEBELUM ECT (UNTUK MENGURANGI SEKRESI
BRONKHUS, MEMBUAT RELATIF TAKIKARDIA
SEHINGGA MENCEGAH BRADIKARDIA

ATROPINSC/IM : 0,6-1,0 MG LEBIH


MENYENANGKAN OLEH KARENA METHOSKOPOLAMIN
TAK DAPAT MENEMBUS BLOOD BRAIN BARRIER

GIGI PALSU DAN BARANG LOGAM APAPUN DILEPAS


UNTUK MENCEGAH KOMPLIKASI

Ali Mustofa, Bagian Keperawatan


Jiwa

11

PEMBERIAN
ANESTESI, MUSCLE RELAXAN,
OXIGENASI

BARBITURAT DENGAN MASA KERJA SINGKAT :


METHOLEXITAL (BREVITAL) ATAU THIOPENTAL
(PENTOTAL)SECARA INTRA VENUS ATAU PERDRIP
DG DOSIS 6 mg UNTUK DEWASA, EFEK ANESTESI
TIMBUL SETELAH BEBERAPA MENIT

MUSCLE RELAXAN UNTUK MELEMASKAN OTOT,


MENCEGAH HIPOKSIA (SUCCINYLCHOLINE MUSCLE
RELAXAN ULTRA FAST ACTING DOSIS 60 mg)

OXIGENASI UNTUK MENCEGAH HOPOKSIA OTAK


AKIBAT KEJANG DIBERIKAN SEJAK ONSET ECT
SAMPAI SAAT PERNAFASAN SPONTAN
Ali Mustofa, Bagian Keperawatan
Jiwa

12

PROSEDUR ECT
Berikan penyluhan kpd pasien dan
leluarga
Daptkan perstujuan tindakan
Pastikan klien dalam keadaan puasa
Lepas gigi palsu
Pakain baju yang longgar dan
nyaman
Kosongkan kandung kemih
Ali Mustofa, Bagian Keperawatan
Jiwa

13

Berikan obat praterapi


Pastikan obat dan peralatan tersedia
dan siap pakai
Bantu pelaksanaan ECT
Tenangkan pasien
Dokter /ahli anastesi memberikan
oksigen
Berikan obat
pasang spatel lidah
Pasang elektrooda kmd berikan syok

Ali Mustofa, Bagian Keperawatan


Jiwa

14

Bantu pasien selama pemulihan


Bantu pemberian obat dan pengisapan
lendir
Pantau tanda-tanda vital
Setelah pernafasan pulih kembali, atur
posisi miring sampai sadar.

Ali Mustofa, Bagian Keperawatan


Jiwa

15

PENEMPATAN
ELEKTRODE
PEMBERIAN ARUS LISTRIK MELALUI DUA
ELEKTRODE BILATERAL / UNILATERAL,
MELINTASI BAGIAN ANTERIOR HEMISFER
NON DOMINAN
CARA YANG BIASA :
BIFRONTOTEMPORAL
PENGGUNAAN ELEKTRODE UNILATERAL
NON DOMINAN DIMAKSUD UNTUK
MENGURANGI KEBINGUNGAN DAN
AMNESIA AKUT HANYA SATU
ELEKTRODE YANG DILETAKKAN PADA
AREA FRONTOTEMPORAL NON DOMINAN
Ali Mustofa, Bagian Keperawatan
Jiwa

16

Ali Mustofa, Bagian Keperawatan


Jiwa

17

Ali Mustofa, Bagian Keperawatan


Jiwa

18

STIMULUS LISTRIK DAN DOSIS


PEMBERIAN ECT
ARUS BOLAK BALIK, VOLTAGE : 110 VOLT
DOSIS KOMBINASI : VOLTAGE + WAKTU YAITU :
70 -130 VOLT + 0,1 0,5 DETIK
MULAI DENGAN 80 VOLT + 0,2 DETIK NAIKKAN
90-100 VOLT
HARUS TIMBUL KEJANG MENYERUPAI
GRANDMAL
3 KALI SEMINGGU
PENDERITA AGITASI : 2 KALI/HARI 3-4 HARI
PADA DEPRESI : ECT PERTAMA DAN PUNCAK
RESPON 5 10 KALI
PADA MANIK, SKIZOFREN KATATON &
SKIZOAFEKTIF 6-10 KALI ECT
Ali Mustofa, Bagian Keperawatan
Jiwa

19

CARA PEMBERIAN ECT


JUMLAH YANG PASTI BELUM
DIKETAHUI
BERSIFAT INDIVIDUAL
BILA DILAKUKAN ENAM KALI
MEMBAIK DAPAT DILANJUTKAN
SAMPAI MAKSIMAL 20 KALI
DILAKUKAN 2 ATAU 3 KALI
SEMINGGU
UNILATERAL ATAU BILATERAL
Ali Mustofa, Bagian Keperawatan
Jiwa

20

KERJA ECT
MENIMBULKAN STRES AKUT PADA
- SISTEM CARDIOVASKULER
- SISTEM RESPIRASI
- MUSCULOSKELETAL
- SARAF
MENIMBULKAN KEJANG
Ali Mustofa, Bagian Keperawatan
Jiwa

21

KERJA / AKSI ECT


SECARA BIOKIMIA
PLACEBO EFFECT
MENGHILANGKAN INGATAN AKAN
PERISTIWA TELAH LALU YANG
TIDAK MENYENANGKAN
Ali Mustofa, Bagian Keperawatan
Jiwa

22

EFEK SAMPING

MEMORY LOSS
CONFUSION
ANAESTHETIC COMPLICATION
FRACTURES
PRECIPITAT MANIA
MORTALITY 1/30.000
Ali Mustofa, Bagian Keperawatan
Jiwa

23

RESPON KLIEN PADA ECT:


Kejang tonik (pd waktu arus
listrik masuk)
Kejang Klonik (pd waktu arus
listrik terputus)
Kejang tonik-klonik
Apnea
Confuse dan tertidur 1 jam bila
tdk terganggu.
Ali Mustofa, Bagian Keperawatan
Jiwa

24

ASUHAN KEPERAWATAN
PENGKAJIAN
Identitas
Pemeriksaan: TTV, EKG, Ro, darah rutin,
kebersihan jalan nafas, riwayat penyakit
(stroke, panas, malaria)

DIAGNOSA KEPERAWATAN:
Sebelum tindakan
Cemas
Kurang pengethuan tg prosedur pengobatan
Ali Mustofa, Bagian Keperawatan
Jiwa

25

Selama tindakan
Inefektive breating patern
Risk trauma

Sesudah tindakan
Risk trauma
Confuse acut
Impaired memory

Intervensi/implementasi

Anxiety reduction
Inviroment management : savety
Prevention fall
Phisical restrain
Ali Mustofa, Bagian Keperawatan
Jiwa

26

Lanjutan:

Vital sign monitor


O2 terapi
Reality orientation
Memory training

Evaluasi:
Nafas spontan
TTV dalam batas normal
Keluhan pusing (-)
Tidak terjadi mual muntah.

Ali Mustofa, Bagian Keperawatan


Jiwa

27

Ali Mustofa, Bagian Keperawatan


Jiwa

28