Anda di halaman 1dari 28

TUTORIAL MODUL

KAKI BENGKAK

SKENARIO 1
KELOMPOK 2
TUTOR:
dr. Hj. Shulhana Mokhtar

KELOMPOK 2
110 209 0153
110 210 0127
110 210 0141
110 213 0018
110 213 0019
110 213 0048
110 213 0049
110 213 0078
110 213 0079
110 213 0108
110 213 0109
110 213 0137
110 213 0148
110 213 0149

Hasra Hamid Abdi Negara


Nurhatimah Fratiwi
Muhammad Rizky Wirnawan Somai
Nur Aini Pido
Gita Wulandari
A. Nadiah Nurul Fadilah
Ulul Azmi Rumalutur
Puji Amanda Ibrahim
Muhammad Amal Majid
Ghina Salsabila R.
Nurul Andriyati AT.
Firdha Annysa
Rahmi Aulia Rauf
Nur Ainun Darwis

SKENARIO 1
Seorang pria 40 tahun datang ke Poliklinik
dengan keluhan bengkak pada kaki kirinya.
Bengkak sudah dirasakan sejak 1 bulan yang
lalu dan makin terasa berat penderita mengeluh
sering demam naik turun. Penderita belum
pernah memeriksakan diri sebelumnya.

KATA KUNCI
Pria 40 tahun
Bengkak pada kaki kirinya dirasakan sejak 1
bulan lalu
Demam niak turun

PERTANYAAN:
1. Jelaskan anatomi, histologi, fisiologi, serta biokimia dari organ ginjal,
hepar dan jantung !
2. Jelaskan hubungan hepar, jantung dan ginjal terhadap edema!
3. Jelaskan fisiologi cairan tubuh dan keseimbangan elektrolit pada
manusia !
4. Jelaskan patogenesis edema!
5. Jelaskan mengenai edema unilateral!
6. Jelaskan hubungan edema dengan demam!
7. Sebutkan dan jelaskan bakteri/parasit penyebab bengkak !
8. Bagaimana morfologi edema pada kaki?

JAWABAN:

Anatomi, Histologi, Biokimia, Fisiologi Ginjal, Jantung,


Hepar

GINJAL
Anatomi

Histologi

Ginjal
Biokimia

Fisiologi
Filtrasi Glomerulus
Reabsorpsi Tubulus
Sekresi Tubulus
Ekskresi Urin

JANTUNG
Anatomi

Histologi

Jantung
Fisiologi
sirkuit pulmonar
Atrium kanan
katup semilunar
kanan dan kiri

katup tricuspid
ventrikel kanan
trunkus pulmonary arteri pulmonary
kapiler paru vena pulmonar atrium kiri

sirkuit sistemik
Atrium kiri katup bicuspid
semilunar trunkus aorta
ginjal, otak, dll.)

ventrikel kiri
katup
regia dan organ tubuh (otot,

HEPAR
Anatomi
Histologi

Fisiologi
Hati memproduksi empedu yang berperan dalam emulsifikasi
dan absorpsi lemak
Hati memetabolisme protein, lemak dan karbohidrat tercerna.
Hati menyimpan mineral, seperti zat besi dan tembaga, serta
vitamin larut lemak
Hati melakukan inaktivasi hormon dan dektosifikasi toksin dan
obat
Bersama dengan limpa mengatur volume darah yang
diperlukan tubuh.

Hepar
Biokimia

Hubungan antara Ginjal, Jantung dan


Hepar dengan terjadinya edema

GINJAL

Gangguan permeabilitas
selektif pada penyaringan
glomerulus
Reabsorbsi tubulus
proteinuria
Defisiensi lipoprotein
lipase
Hipoproteinemia

Sintesis
lipoprotein
hiperlipidemia

Tekanan onkotik pada


sistem vaskular meurun
EDEMA

JANTUNG
Gagal jantung Kongesti

Curah
Jantung

Aldosteron
(retensi
natrium &
air)

Volume
plasma &
tekanan
intravaskul
er

Edema

HEPAR

Ganggua
n sistesis
protein di
hepar

Kadar
Albumin
(Hipopro
teinemia
)

Tekanan
Onkotik

akumulasi
cairan di
ruang
jariangan
intertisial
(Edema)

Fisiologi cairan tubuh manusia

CES (20%)

Cairan
Interstisiel
(15%)
Cairan
intravaskul
er
(5%)

Cairan
tubuh
CIS (40%)

Patogenesis Edema

Normal

Tekanan hidrostatik darah mendesak air keluar


kapiler pada akhir arteri,tetapi tekanan osmotik
plasma menyebabkan albumin menariknya kembali
ke dalam kapiler pada akhir vena. Sedikit air keluar
dari jaringan melalui saluran limfatik.

Patogenesis Edema
Edema Radang

Celah antara sel endotel memungkinkan air dan


albumin (bahan plasma lainnya keluar dari kapiler.
Pembuangan limfatik meningkat, tetapi tidak
membuang seluruh cairan sehingga terjadi edema.

Patogenesis Edema

Edema Vena

Tekanan vena naik menyebabkan dilatasi pasif.


Naiknya tekanan vena berlebihan dibandingkan
tekanan osmotik plasma sehingga air tetap tinggal di
dalam jaringan.

Patogenesis Edema
Edema Limfatik

Obstruksi limfatik (karena tumor atau parasit filaria)


menghambat pengeluaran air dari jaringan.

Patogenesis Edema
Edema Hipoalbuminamik

Konsentrasi plasma albumin menurunkan tekanan


osmotik plasma sehingga air tidak dapat terserap
kembali ke dalam kapiler pada akhir vena.

Edema Unilateral
Edema tungkai satu sisi seringkali memiliki
penyebab lokal seperti:
Obstruksi Limfatik
Obstruksi Vena
Selulitis
Rupturnya Kista Baker

Hubungan edema dengan demam


Edema yang terjadi karena adanya bakteri atau
virus yang menyerang sel. Apabila hasil pemecahan
bakteri di dalam jaringan atau dalam darah,
keduanya akan difagositosis oleh leukosit darah,
makrofag jaringan dan lomfosit pembuluh
bergranula besar. Seluruh sel ini selanjutnya
mencerna hasil pemecahan bakteri dan
melepaskan zat interleukin-1 aat mencapai
hipotalamus, segera mengaktifkan proses yang
menimbulkan demam.

Bakteri/Parasit penyebab edema

Wuchereria bancrofti
Wuchereria bancrofti merupakan parasit manusia
yang menyebabkan filariasis bancrofti Jika jumlah
cacing dewasa banyak secara intensif menyebabkan
disfungsi system limfatik. Cacing dewasa yang mati
menyebabkan reaksi inflamasi. Sumbatan sirkulasi
terus berlanjut pada individu yang terinfeksi berat
sampai semua saluran limfatik tertutup
menyebabkan limfedema di daerah yang terkena,
selain itu juga terjadi hipertrofi otot polos di sekitar
daerah terkena.

Daur Hidup Wuchereria bancrofti

Morfologi edema pada kaki

KESIMPULAN:
Edema adalah suatu pembengkakan yang
disebabkan oleh adanya akumulasi cairan di
ruang intertisiel.
Organ-organ yang berpengaruh terhadap
terjadinya edema yaitu: Ginjal, Hepar dan
Jantung
Pada skenario, di atas kaki bengkak yang
dialami hanya satu kaki saja (edema tungkai
unilateral) yang biasanya disebabkan oleh
penyebab lokal seperti; obstruksi limfatik,
obstruksi vena dan lain-lain

KELOMPOK 2