Anda di halaman 1dari 48

Energi Dalam Ekonomi

Mikro
Created By:
Chinthia Octadinda
Dea Anggraeni
Fatimah Shohina Putri
Imam Nuradha Pramubelta
Mirza Pratama
Poppi Vamella Putri

Ilmu ekonomi
Ilmu Ekonomi adalah suatu studi mengenai bagaimana
orang-orang dan masyarakat membuat pilihan dengan
atau tanpa uang dengan menggunakan sumber daya yang
terbatas
berbagai

dalam
jenis

berbagai
barang

cara
dan

untuk
jasa,

menghasilkan
kemudian

mendistribusikannya untuk keperluan konsumsi untuk


masa kini dan masa datang.

Pembagian Ilmu Ekonomi


Berdasarkan Ruang Lingkupnya

Ekonomi Mikro
Suatu bidang dalam ilmu ekonomi yang
menganalisis bagian-bagian kecil dari
keseluruhan kegiatan perekonomian.

Ekonomi Makro
Suatu bidang dalam ilmu ekonomi yang
menganalisis keseluruhan dalam permasalahan
kegiatan perekonomian.

Energi Dalam Ekonomi


Mikro

Analisa Statis
Analisa statis melihat alokasi energi berdasarkan
permintaan dan penawaran dalam suatu kurun waktu
tertentu

Analisa Dinamis
analisa dinamis melihat
mempengaruhi energi

kerangka

waktu

yang

Penyebab masalah dalam


ekonomi Mikro

Terjadi disalokasi penggunaan sumber daya energi

ANALISA STATIS

1. Pareto Optimum
Pareto optimum adalah keadaan dimana seorang
individu atau kelompok individu tidak mungkin
lagi melakukan realokasi sumber daya energi
untuk membuat kesejahteraannya lebih baik
tanpa membuat kesejahteraan individu atau
kelompok individu lain menjadi semakin buruk.

Tahapan untuk mencapai pareto optimum

Kurva optimalisasi terhadap konsumen

Indifference curve

Kurva optimalisasi
terhadap produsen

Kurva optimalisasi terhadap


konsumen dan produsen

2. Efisiensi alokasi sumber


daya energi
Dilihat dari sisi efisiensi penggunaan sumber daya energi,
keadaan pareto optimum akan tercapai bila manfaat bersih (net
benefit) yang diperoleh dari alokasi sumber daya energi tersebut
mencapai nilai maksimalnya. Manfaat bersih itu diperoleh bila
manfaat dapat menutup semua biaya (cost)alokasi penggunaan
sumber daya energi.
Permasalahan : bagaimana menghitung manfaat dan biaya
sehingga dapat menutupi biaya.

a. Manfaat
Manfaat dapat didefinisikan sebagai
kesediaan konsumen atau masyarakat
untuk membayar (wilingness to pay)
beberapa barang tertentu dengan
asumsi tingkat kesejahteraan (welfare)
yang tidak berubah.
Manfaat dapat dicari lewat derivasi kurva
permintaan kuantitas barang

b. Biaya
biaya (cost) berkaitan dengan biaya
riel sumber daya energi yang
digunakan dalam memproduksi barang
tertentu.
pengertian biaya yang terpenting
adalah user cost atau opportunity
pengggunaan sumber daya energi.

c. Surplus konsumen dan surplus


produsen
Surplus konsumen dapat diartikan sebagai manfaat yang diterima
konsumen.
hasil itu merupakan selisih antara jumlah yang sedia dibayar
konsumen pada harga tertentu.

Surplus produsen yaitu manfaat yang diterima produsen pada


keadaan keseimbangan.
hasil itu adalah selisih antara nilai barang yang sedia dijual produsen
pada harga tertentu dengan nilai minimal yang diterima produsen.
Dalam arti lebih sederhana surplus produsen merupakan selisih nilai
yang sesungguhnya diterima oleh produsen dengan nilai yang harus
dikeluarkan produsen untuk memproduksi barang tersebut.

d. Rente ekonomi
Rente ekonomi dalam perspektif
produsen dapat didefinisikan sebagai
surplus manfaat yang diperlukan
produsen untuk tetap terus
memproduksi barang tersebut.

Rente ekonomi sebenarnya merupakan


gabungan dari 3 macam pengertian.
1. Pure Rent
2. Rent due to the supply-constraint
3. Quasi rent

Pure rent
pure rent adalah besarnya ekstra surplus
yang diberikan pada satu faktor produksi
yang mempunyai produktivitas lebih tinggi
ketimbang faktor produksi lainnya untuk
memproduksi barang yang sama.
ekstra surplus
nilai tambah
pengolahan
dibandingkan
lainnya.

ini mencerminkan besarnya


yang dijanjikan dari hasil
faktor
produksi
tersebut
dengan
faktor
substitusi

Rent due to the supply constraint


rent due to the supply constraint menitikberatkan pada
rente yang didapat karena keterbatasan penawaran.
dalam kaitannya dengan penawaran . Sumber daya
energi , rente jenis ini memiliki keterbatasan. 3
keterbatasan diantaranya ialah
1.

Keterbatasan dalam output

2.

Keterbatasan dalam kapasitas

3.

Keterbatasan dalam besar cadangan.

Quasi Rent
Quasi rent merupakan surplus yang diperoleh hanya dari
komponen biaya variabel. Dengan menganggap bahwa
penawaran faktor produksi dalam jangka pendek adalah
tetap, maka selama jangka waktu ini komponen biaya akan
mempengaruhi keuntungan hanya biaya variabel.
Quasi rent akan timbul bila total pendapatan masih lebih
besar dari pada biaya rata-rata.

ANALISA DINAMIS

Analisa intertemporal
secara matematis analisa intertemporal dapat diterjemahkan lewat konsep
present value. Pada dasarnya konsep ini menggambarkan nilai uang yang
sebenarnya saat sekarang maupun nilai uang dimasa akan datang yang
dipengaruhi oleh faktor waktu.
Rumus yang dapat ditulis sebagai berikut :

Dimana:
PV = present value (nilai sekarang)
FV = future value (niali akan datang)
r

= interest (tingkat suku bunga)

n = banyak periode

Biaya Pemakaian
biaya pemakaian (user cost atau opportunity cost)
merupakan besarnya nilai yang sedia dikorbankan untuk
memproduksi dan menjual sumber daya energi dimasa
mendatang.
Biaya pemakaian pada satu periode mencerminkan nilai
yang dikorbankan, karena sumber daya energi tersebut
tidak dapat digunakan lagi pada periode mendatang.

Perubahan ekspektasi
Ekspektasi mengakibatkan berubahnya
pola biaya pemakaian yg diperkirakan
sebelumnya, sumber daya cadangan
yg berubah, contohnya ditemukan
ekspektasi cadangan baru dari
perkembangan teknologi.

TEORI PENGURASAN
OPTIMAL
Kenaikan permintaan yg melebihi kemampuan penawaran
akan menimbulkan kelangkaan, sehingga pengurasan SDE
lebih besar daripada laju pertumbuhannya. SDE yg dapat
diperbarui dapat menjadi SDE yg tidak dapat diperbarui

a. Tidak dapat diperbarui


ekonom harold hotelling mambahas
model analisa dinamis tentang
optimalisasi alokasi sumber daya
energi dari sudut pandang pemerintah
sebagai agen sosial yang berusaha
memaksimalkan tingkat kesejahteraan
masyarakat.

hotelling membuat beberapa asumsi penting dalam


analisanya :
1.

Industri beroperasi dalam jangka panjang. Kinerjanya sama


dengan produsen energi yaitu pendapatan marjinal sama
dengan biaya marjinal.

2.

Perusahaan-perusahaan beroperasi di pasar kompetitif,


terutama dalam formulasi harga dan output.

3.

Marginal cost produksi adalah 0

Syarat kompetitif :
4.

Perusahaan banyak, pembeli dan penjual bersaing

5.

pembeli dan penjual jujur dan saling mengerti kriteria


barang

Backstop Technology
Yaitu Penggabungkan konsep energi substitusi model
Hotelling dengan perkembangan teknologi akan diperoleh
biaya produksi yang memungkinkan dapat mengganti
bentuk energi lama pada tingkat harga tertentu.
Batasan suatu sumber energi substitusi ditunjukan
dengan choke price atau backstop price

- Efek perubahan price path

Perubahan tingkat suku bunga


Perubahan tingkat suku bunga otomatis mengubah pola harga
(price path) yang terjadi sebelumnya.

Perubahan biaya produksi

Perubahan cadangan
Perubahan cadangan membuat price path
Hotelling ikut berubah. Perubahan tersebut
dilandasi mekanisme harga. Jika penawaran
bertambah yang dilukiskan dengan ditemukanya
cadangan baru, sedangkan permintaan
cenderung tetap, maka harga awal price path
akan turun dari P0 ke P1 atau AA ke BB. Efek
perubahan harga maupun kuantitas tersebut
dilukiskan dalam gambar

b. Dapat diperbarui
Sumber daya energi yang dapat diperbarui tumbuh dalam skala
waktu tertentu. Bila laju pengurasan dalam skala waktu lebih
besar daripada laju pertumbuhan, sumber daya energi menjadi
tidak dapat diperbarui. Diperlukan waktu cukup lama untuk
memperbaikinya, bahkan melalui beberapa generasi. Karena itu
besarnya pengurasan optimal secara fisik maupun ekonomi patut
dibahas. Optimal yang dimaksud adalah tercapainya kondisi
steady state dengan laju pengurasan tertentu yang dapat
mempertahankan cadangan.

Model fisik : Hukum Pertumbuhan Alam


Sumber daya energi yang dapat diperbarui memiliki satu
kekhususan
Pertumbuhan

yakni

mengikuti

merupakan

hokum

fungsi

pertumbuhan

sederhana

atas

alamiah.
besarnya

cadangan sumber daya alam tersebut. Fungsi pertumbuhan tidak


monoton, tetapi diasumsikan meningkat seiring dengan besarnya
cadangan dan mengalami penurunan setelah mencapai titik
puncak.

Hukum pertumbuhan alamiah tersebut merupakan model


fisik bersifat statis. Secara dinamis pertumbuhan itu
ditunjukan pada gambar (2.22) dengan grafik kumulatif
cadangan sumber daya alam sebagai fungsi waktu.

Perubahan suku bunga diskonto


menggunakan

pendekatan

lagrangian

hamiltonian.

dan

matematika
Dengan

ekonomi

pengembangan

model pengurasan sumber daya energi.


asumsi penting yang perlu diperhatikan yaitu :
1.

Hak milik pribadi berlaku dalam pengelolaan

2.

Industri beroperasi dalam jangka panjang

3.

Struktur pasar yang kompetitif terutama dalam formulasi


harga

4.

Biaya marjinal pengurasan tidak dibatasi sama

THANK YOU