0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
178 tayangan16 halaman

Panduan Lengkap Polarimeter dan Fungsinya

Polarimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur besarnya putaran optik yang dihasilkan oleh senyawa optis aktif dalam larutan. Alat ini terdiri dari sumber cahaya, prisma polarisator, tabung sampel, prisma analisator, mikroskop dan skala. Ada tiga jenis polarimeter yaitu manual, semi otomatis dan otomatis. Polarimeter digunakan untuk mengidentifikasi jenis pemutar cahaya suatu senyawa organik.

Diunggah oleh

yenifitriana44
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
178 tayangan16 halaman

Panduan Lengkap Polarimeter dan Fungsinya

Polarimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur besarnya putaran optik yang dihasilkan oleh senyawa optis aktif dalam larutan. Alat ini terdiri dari sumber cahaya, prisma polarisator, tabung sampel, prisma analisator, mikroskop dan skala. Ada tiga jenis polarimeter yaitu manual, semi otomatis dan otomatis. Polarimeter digunakan untuk mengidentifikasi jenis pemutar cahaya suatu senyawa organik.

Diunggah oleh

yenifitriana44
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

POLARIMETER

KELOMPOK 7
1.

EKA RUSADI

(4311413067)

2.

RAHAYU HANDAYANI

(4311413081)

KEGUNAAN
Polarimeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur
besarnya putaran optik yang dihasilkan oleh suatu zat yang
bersifat optis aktif yang terdapat dalam larutan. Jadi
polarimeter ini merupakan alat yang didesain khusus untuk
mempolarisasi cahaya oleh suatu senyawa optis aktif.
Senyawa optis aktif adalah senyawa yang dapat memutar
bidang polarisasi, sedangkan yang dimaksud dengan
polarisasi adalah pembatasan arah getaran (vibrasi) dalam
sinar atau radiasi elektromagnetik yang lain.
Untuk mengetahui besarnya polarisasi cahaya oleh suatu
senyawa optis aktif, maka besarnya perputaran itu
bergantung pada beberapa faktor yakni struktur molekul,
temperatur, panjang gelombag, banyaknya molekul pada
jalan cahaya, jenis zat, ketebalan, konsentrasi dan juga
pelarut.

Beberapa senyawa organik seperti alkaloid,


antibiotika, gula, dan komponen minyak atsiri
mempunyai sifat memutar bidang polarisasi sinar
terpolarisasi yang melewati senyawa yang
memutar bidang polarisasi kearah kanan( searah
dengan perputaran jarum jam) dinamakan
pemutar kanan. Yang memutar kiri disebut
pemutar kiri. Biasanya didepan nama senyawa
tersebut diberi tanda dengan tanda + atau d
(dexrorotatory) untuk pemutar kanan, dan atau L
(Levororatory) untuk pemutar kiri. Suatu
senyawa dapat sekalligus menjadi pemutar
kanan dan kiri dinamakan zat rasemi

JENIS-JENIS POLARIMETER
1. Polarimeter Manual

Merupakan polarimeter paling awal pada tahun


1830-an, yang dibutuhkan pengguna secara fisik
untuk memutar analyzer, dan detektor itu mata
pengguna menilai saat cahaya yang paling bersinar.
Sudut ditandai pada skala yang mengelilingi
analyzer tersebut.

2. Polarimeter Semi Otomatis

Polarimeter semi-otomatis adalah polarimeter


yang membutuhkan deteksi visual tetapi push
menggunakan tombol untuk memutar analisa
dan menawarkan tampilan digital.

3. Polarimeter Otomatis

Merupakan polarimeter yang paling modern yang


sepenuhnya otomatis dan hanya memerlukan user untuk
menekan tombol dan menunggu pembacaan digital.

GAMBAR DAN BAGIAN-BAGIANNYA

Alat polarimeter terdiri dari beberapa bagian.


Bagian yang pertama ialah sumber cahaya.
Sumber cahaya terdiri dari dua jenis, yaitu
sumber cahaya filament dan sumber cahaya
natrium.s
Sumber cahaya filament digunakan untuk alat
model lama, sedangkan sumber cahaya
natrium digunakan untuk alat model baru.
Filter dari sumber cahaya natrium ialah filter
orange dengan panjang gelombang 589 nm.
Sumber cahaya ditutup agar cahayanya focus
dan tidak ada udara.
b.Prisma Nicole
Bagian lain dari polarimeter ialah prisma
Nicole. Bagian ini disebut polarisator yang
berfungsi mengubah cahaya monokromatis
menjadi lebih terpolarisasi. Ilustrasi

c. Tabung Sampel
Bagian berikutnya ialah tabung sampel. Tabung sampel
terbuat dari kaca yang memiliki dua pengaman, yaitu karet
dan skrup. Pemasangan pengaman harus dilakukan secara
berurutan jika tidak akan merusak lensa. Urutan
pemasangan ialah lensa, karet, setelah itu baru skrup.
d. Prisma Analisator
Prisma analisator merupakan bagian lain dari alat ini. Fungsi
prisma ini ialah untuk mensejajarkan sudut yang dihasilkan
dari senyawa aktif optik. Bagian lain dari polarimeter ialah
mikroskop dan skala. Mikroskop berguna untuk
menentukkan cahaya yang sudah sejajar sehingga sudut
hitung rotasinya dapat dilihat dari skala. Bagian yang diatur
pada alat polarimeter ini ialah lensa analisator. Sudut putar
adalah sudut yang ditunjukkan oleh analisator setelah sinar
melewati larutan dan membentuk cahaya yang redup.
Apabila bidang polarisasi berputar kea rah kiri (levo) dilihat
dari pihak pengamat, peristiwa ini disebut polarisasi putar
kiri. Demikian juga untuk peristiwa sebaliknya (dextro).

e. Skala Lingkar
Skala lingkar merupakan akala yang bentuknya
melingkar dan pembiasan skalanya dilakukan
jika telah didapatkan pengamatan tepat baurbaur.
f. Detektor
Detektor pada polarimeter manual yang
digunakan sebagai detector adalah mata,
sedangkan polarimeter lain dapat digunakan
detector fotoelektrik.

5. Wadah sampel
Berbentuksilinder yang terbuat dari kaca yang
tertutup.Kedua ujungnya berukuran besar dan yang lain
berukuran kecil.biasanya 0,5;1;2 dm.Wadah harus
dibersihkan secara hati-hati dan tidak boleh ada
gelembung udara yang terperangkap di dalamnya.
6. Detector
Pada polarimeter manual yang menjadi detector yaitu
mata,sedangkan di polarimeter lain dapat digunakan
detector fotoeletrik.

CARA PEMAKAIAN
1. Siapkan aqua desilata (200ml) masukkan dalam tabung
observasi (pilih yang 200mm atau 100mm, tergantung kondisi
sampel) tutup dengan karet seal dan kaca sedemikian rupa
sehingga tidak ada gelembung dalam tabung.
2. Letakkan tabung dalam polarimeter, tekan tombol ON untuk
melihat apakah lampu pilot menyala ataukah tidak. Jika menyala
berarti posisi ZERO sebagai tanda alat siap dioperasikan. Jika
tidak menyala, putar tombol rotasi (kiri/kanan) sampai lampu pilot
menyala, pads posisi ZERO, garis vertikal muncul saat lensa
observasi diintip. Jika lampu tidak menyala tetapi garis vertikal
ada, putar tombol rotasi sampai 180.
3. Perhatikan kondisi citra cahaya dalam lensa observasi. Jika bagian
kiri lebih terang dari kanan, tekan tobol rotasi kiri. Sebaliknya jika
bagian kanan lebih terang, tekan tombol rotasi kanan. Dengan
demikian akan diperoleh posisi cahaya yang sama terang antara
bagian kiri dan bagian kanan. Ketka dicapai posisi sama terang,
tekan tombol ZERO supaya display menunjukan angka 0.
4. Masukkan larutan sampel ke dalam tabung observasi kemudian
tempatkan dalam polarimeter (panjang tabung observasi sempel
harus sama dengan tabung untuk posisi ZERO). Periksa citra
cahaya melalui lensa observasi, posisi sama terang bagian kiri dan

CARA KALIBRASI

Polarimeter dapat dikalibrasi atau


setidaknya diverifikasi, dengan mengukur
piring kuarsa, yang dibangun untuk selalu
membaca di sudut rotasi tertentu
(biasanya 34 , tetapi +17 dan 8,5
juga, tergantung pada sampel. Piring
Quartz disukai banyak pengguna karena
contoh padat jauh lebih sedikit
dipengaruhi oleh variasi suhu, dan tidak
perlu dicampur on-demand seperti solusi
sukrosa.

CARA PERAWATAN
1. Arus listrik yang diberikan pada alat harus stabil
sehingga digunakan stabilizer.
2. Meja yang digunakan untuk menyimpan harus meja
permanen.
3. Suhu ruang penempatan alat stabil.
4. Alat tidak terkena cahaya langsung.
5. Pemeliharaan khusus pada alat ini ialah tempat tabung
sampel pada rangkaian alat harus terjaga kebersihannya.
6. Pembersihan bagian tersebut dilakukan dengan cara
dibersihkan menggunakan tisu yang dibasahi dengan
alcohol.
7. Pastikan prisma analisator dalam keadaan baik jangan
sampai tergores.

TERIMA
KASIH

Anda mungkin juga menyukai