Anda di halaman 1dari 36

HALOGEN

IODINE DAN ASTATIN

Disusun oleh:
Anisalia Nur I. (4311415045)
Muhammad Taufiq (4311415047)
Elsa Oktiana (43111415059)
Chika Puspa W. (4311415070)
L/O/G/O
www.themegallery.com

IODINE

Yodium (iodine) merupakan unsur


halogen yang terberat dan aktif
didapatkan pada tumbuhan laut dan
mata air/sumber air garam (brine).
Yodium
sebagai
bahan
galian
berasosiasi dengan cekungan minyak
bumi dan gas bumi ataupun ada pada
mata air garam. Yodium terdapat
bersama dengan bromium.

Secara garis besar terjadinya yodium


diawali sewaktu bitumenal batuan
berubah menjadi minyak bumi, maka
larutan yodium dan bromium ke
dalam air yang menyertai minyak.

Yodium biasanya terjadi di alam


hanya sebagai yodat dan yodida atau
kombinasi keduanya. Unsur yodium
dalam
kerak
bumi,
diantaranya
adalah lautarit (IO3)2 atau kalsium
yodat, dan dietzet (Ca(IO3)2 (CrO4)
atau kalsium yodat kromat.

SEJARAH IODINE

Ditemukan oleh Courtois ada tahun


1811

Iodium (bahasa Yunani:Iodes ungu),


adalah unsur kimia pada tabel
periodik yang memiliki symbol I dan
nomor atom 53.

Iodine tergolong unsur halogen,


terdapat dalam bentuk iodida dari air
laut yang terasimilasi dengan rumput
laut, sendawa Chili, tanah kaya nitrat
(dikenal sebagai kalis, yakni batuan
sedimen kalsium karbonat yang
keras), air garam dari air laut yang
disimpan, dan di dalam air payau dari
sumur minyak dan garam.

Iodine merupakan halogenyang


reaktivitasnya paling rendah
dan
paling
bersifat
elektropositif.
Iodin
adalah
unsure yang dibutuhkan oleh
hampir semua mahluk hidup.

KEBERADAAN IODINE

Yodium

banyak

ditemukan

dalam

bentuk

senyawa natrium iodat (NaIO3).


Dapat ditemukan di beberapa tempat yaitu
sebagai berikut:
1. Ditemukan dalam jumlah berlimpah di
daerah Chili, USA
2.Sumatera :A. Conong, Langsa aceh
Kesambah, Rejang, Gemura, Ngabang

3.Jawa Barat: Tegalwaru, Karawang (per 1000


gram air 71 mgr); Ciraos,
Karawang,
Cibarusa, Bekasi (3,4 mgr)
4.Jawa Tengah : Penasinan, Pemalang (13,0
mgr) ; Sogonerto, Weleri, Kendal ; Selokaton,

CARA PEMBUATAN IODINE

Di alam, senyawa iodin terdapat


dalam NaIO3 yang tercampur dengan
NaNO3.
Untuk memisahkan NaIO3, dilakukan
kristalisasi sehingga NaIO3 tertinggal
dalam larutan.
2NaIO3 + 5 NaHSO3 3 NaHSO4 + 2
Ke
dalam
larutan
kemudian
Na
SO
+
H
O
+
I
2
4
2
2
ditambahkan
reduktor
natrium
hidrosulfit, NaHSO3, sehingga terjadi
reaksi berikut.

IODIN
udah larut dalam
kloroform
Sedikit larut dalam air

Sifat Fisika Iodin


Titik leleh (0C)

113,5

Titik didih (0C)

184,3

Jari-jari X- ()

2,12

Jari-jari kovalen
()

1,33

Rapatan (g/cm3)

4,93

Energi pengionan pertama


(kJ/mol)

1008

Keelektronegatifan (skala pauling)

2,5

Afinitas elektron (kJ/mol)

-2,95

Potensial Reduksi

+0,535

Sifat Kimia Iodin


Molekulnya

Diatom

Wujud Zat (suhu kamar)

Padat

Warna gas / Uap

Ungu

Pelarutnya (organic)

CCl4, CS2

Warna larutan ( terhadap pelarut


4)

Ungu

Kegunaan Senyawa Iodin

Reaksi-Reaksi pada Iodin


Reaksi Halogen dengan Nonlogam
Halogen kebanyakan bereaksi dengan
unsur non logam.
P4 + 6I2 -> 4PI3

Reaksi Halogen dengan Air


Halogen (kecuali fluorin) bereaksi
dengan air. Reaksi ini disebut
dengan
reaksi
disproporsionasi,
yaitu
sebagian
unsur
halogen
mengalami oksidasi sebagian lagi
mengalami reduksi.
Contoh:
I2 + H2O HIO + HI

Reaksi antarhalogen
Jika
satu
unsur
halogen
disubstitusikan oleh unsur halogen
lainnya, akan terbentuk senyawa
antarhalogen. Untuk halogen seperti
Cl2, Br2, I2 dapat bereaksi menurut
persamaan berikut.
I2 + 7F2 2 IF7

L/O/G/O

ASTATIN

Sejarah
Astatin

Ditemukan

Astatin
diproduksi
oleh Dale R. Carson,
K.R. MacKenzie dan
Emilio Segre dengan
menembaki
sebuah
isotop
bismut,
bismut-209,
dengan
partikel alpha yang
telah
dipercepat

www.themegallery.com

Astatine is
a radioactive chemical element
with
the chemical symbol At and
atomic number 85,
and
is
the
rarest
naturally occurring element on the Earth's crust
. It occurs on Earth as the decay product of
various heavier elements. All its isotopes are
short-lived; the most stable is astatine-210,
with a half-life of 8.1 hours.
Elemental astatine has never been viewed
because any macroscopic sample would be
immediately vaporized by its radioactive
heating. It has yet to be determined if this
obstacle could be overcome with sufficient
cooling.
www.themegallery.com

Kelimpahan
Sejumlah kecil astatin ada di
alam
sebagai
akibat
dari
peluruhan
uranium
dan
thorium, meskipun jumlah total
astatin di kerak bumi pada
waktu tertentu kurang dari 30
gram.
Karena
kelangkaan
tersebut, astatin diproduksi bila
diperlukan.
Sebanyak
0,05
mikrogram (0,00000005 gram)
astatin telah dihasilkan sampai
saat ini.

www.themegallery.com

CARA PEMBUATAN
ASTATIN
Jumlah astatine di kerak bumi sangat sedikit
kurang dari 30 gram. Karena astatin tidak
terdapat dalam jumlah yang cukup di alam,
maka pengetahuan yang dimiliki tentang
unsur ini berdasarkan eksperimen yang telah
dilakukan adalah dari sejumlah kecil unsur ini
yang diproduksi secara sintetik.
Unsur ini dapat dibuat dengan menembaki
inti bismut dengan partikel alfa, dan sifat
kimianya dapat diamati apakah astatin
radioaktif ikut terbawa oleh iod melalui suatu
reaksi kimia. Berdasarkan studi tersebut
disimpulkan bahwa astatin membentuk ion
astatida (At-) dan senyawa dengan dua
bilangan oksidasi, kemungkinan +1 dan +5.
www.themegallery.com

Senyawa ini terutama menarik secara


teoritis, sedang diteliti untuk digunakan
dalam kedokteran nuklir yang potensial.
Astatin diharapkan membentuk ikatan ionik
dengan logam seperti natrium, seperti
halogen lain, tetapi dapat dipindahkan dari
garam dengan lebih mudah. Astatin juga
dapat bereaksi dengan hidrogen untuk
membentuk hidrogen astatida (HAt), yang bila
dilarutkan dalam air akan membentuk asam
hidroastatik. Beberapa contoh senyawa
astatin adalah Natrium astatida (NaAt),
Magnesium astatida (MgAt2) dan Karbon tetra
astatida (CAt4).
www.themegallery.com

Sifat fisik, atom dan kimia


Jari-jari atom
At memiliki jari-jari paling besar diantara F, Cl,Br, dan I karena
elektronnya semakin ke bawah semakin bertambah.
Energi Ionisasi
Energi ionisasi At paling kecil diantara F, Cl, Br, dan I karena pertambahan
jari-jari atom menyebabkan gaya tarik menarik antara inti dengan
elektron valensi semakin lemah, sehingga untuk melepas elektron
tersebut dibutukan energy yang semakin kecil.
Keelektronegatifan
At memiliki keelektronegatifan paling kecil diantara F, Cl, Br, dan I karena
adanya penurunan kemampuan atom dari F sampai At untuk menarik
elektron-elektron dari atom lain dalam pembentukan ikatan kimia.
Afinitas Elektron
At memiliki Afinitas elektron (kemampuan suatu atom menangkap
elektron untuk menjadi ion negatif) paling kecil diantara F, Cl, Br, dan I .
Energi ikatan
Energi ikatan pada spesies diatomik gas At adalah sekitar 80 kJ mol -1

Astatin (At) bersifat radioaktif


dan sangat tidak stabil. Dalam
jumlah kecil terkandung dalam
uranit.

Sifat Atom
Bilangan oksidasi

-1, 0, +1, +3, +5, +7

Massa molar/molekul 210g/mol


Konfigurasi Elektron

[Xe] 4f14 5d10 6s2 6p5

Electrons per kulit

2, 8, 18, 32, 18, 7

Elektronegatif

2.2 (Pauling scale)

Energi Ionisasi

1st: 89040 kJmol1

Jari-jari kovalen

145-150 pm

Jari-jari
Van
Waals
Afinitas Elektron

der 202 pm
-270 kJ/mol

Sifat Fisik
Kerapatan
Titik Leleh

302C

Titik Didih

337C

Titik Beku

-107C

Fasa

Beku

Bentuk/Wujud Fisik

Padatan hitam

Konduktivitas termal

(300 K) 1.7 Wm1K1

Kalor Penguapan

40 kJmol1

Reaksi-reaksi pada Astatin

Reaksi dengan Halogen


Astatin bereaksi dengan bromin, Br2, atau
iodin, I2, membentuk senyawa interhalogen
AtBr dan AtI masing-masing.Keduanya larut
dalam karbon tetraklorida, CCl4.
At2 + Br2 2 AtBr
2At + Br2 2AtBr
At2 + I2 2 AtI 2At + I2 2AtI

Reaksi dengan asam


Astatine larut in larutan asam nitrat HNO3
encer dan larutan asam klorida HCl encer.
At- + H+ HAt

Reaksi
garam

dengan

Na

membentuk

Astatin diperkirakan membentuk ikatan-ikatan


bersifat ion seperti dengan sodium (Na), seperti
halogen-halogen yang lain, tetapi itu dapat
dipindahkan dari garam-garam oleh geretan,
halogen-halogen yang lebih reaktif.
Beberapa
contoh-contoh
dari
campurancampuran astatin adalah:
Sodium astatide (NaAt)
At- + Na+ NaAt

Magnesium astatide (MgAt2)


2At- + Mg2+ MgAt2

Reaksi dengan Hidrogen


Karbon tetraastatide (CAt4) Astatin dapat
juga bereaksi dengan hidrogen untuk
membentuk
astatane,
yang
ketika
dihancurkan di dalam air, membentuk cuka
hydroastatic yang sangat kuat. Astatin
merupakan
unsur
halogen
yang
kereaktifannya paling kecil.
CAt4 + H2 Cat2H2 + 2At
Cat2H2 + H2O (Cuka hidro astatic)

Kegunaan Astatin dalam Kehidupan


Astatine-211 adalah suatu emiter alfa dengan
umur-paruh yang secara fisik 72 jam. Hal ini sudah
dimanfaatkan penggunaannya di dalam radiasi
terapi.
Alfa astatine-211tellurium untuk memancarkan
radiokoloid yang dapat menyembuhkan tanpa
menyebabkan ketoksikan kepada jaringan normal.
Beta yang memancarkan phosphorus-32 sebagai
koloidal chromic fosfat tidak mempunyai aktivitas
yang antineoplastik untuk pengembangan dan
penggunaan dari alpha-emitters sebagai ilmu
pengobatan radiokoloid untuk perawatan dari
tumor-tumor manusia.

THANKS FOR YOUR


ATTENTION