Anda di halaman 1dari 20

AUDIT LAPORAN KEUANGAN

KHUSUSNYA LAPORAN LABA RUGI


DISUSUN OLEH:
1. Dyah Retyawidanti (7211412137)
2. Noor Yudawan Putra (7211412148)
3. Rivai Adhi Wijaya H (7211412163)
4. Ina Bayu Mardiana (7211412184)
APA ITU LAPORAN LABA RUGI??
Menurut PSAK 2002
Laporan laba rugi
No.1 (revisi 1998),
merupakan laporan
laporan laba rugi
yang menunjukkan
perusahaan
hasil usaha dan
disajikan
biaya-biaya selama
sedemikian rupa
satu periode
yang menonjolkan
akuntansi.
unsur kinerja
keuangan yang
diperlukan bagi
penyajian secara
wajar.
POS-POS LAPORAN LABA RUGI
1. Pendapatan
2. Laba rugi usaha
3. Beban pinjaman
4. Bagian dari laba atau rugi perusahaan afiliasi dan
asosiasi yang diberlakukan menggunakan metode
ekuitas
5. Beban pajak
6. Laba atau rugi dari aktivitas normal perusahaan
7. Pos luar biasa
8. Hak minoritas
9. Laba atau rugi bersih untuk periode berjalan
FUNGSI LAPORAN LABA RUGI

sebagai alat untuk


mengetahui kemajuan
yang dicapai perusahaan
dan juga mengetahui
berapakah hasil bersih
atau laba yang didapat
dalam suatu periode.
ISTILAH DALAM LAPORAN
LABA RUGI
PENDAPAT Merupakan aliran masuk atau kenaikan
lain aktiva suatu badan usaha atau
AN pelunasan utangnya (atau kombinasi
keduanya) selama suatu periode yang
berasal dari penyerahan atau pembuatan
(REVENUE barang, penyerahan jasa, atau dari
kegiatan lain yang merupakan kegiatan
) utama badan usaha.

Merupakan aliran keluar atau pemakaian


lain aktiva atau timbulnya utang (atau
BIAYA kombinasi keduanya) selama satu periode
yang berasal dari penyerahan atau
(EXPENSE) pembuatan barang, penyerahan jasa, atau
dari pelaksanaan kegiatan lain yang
merupakan kegiatan utama badan usaha.
PENGHASIL Merupakan selisih penghasilan-penghasilan
sesudah dikurangi biaya-biaya. Bila pendapatan
AN lebih kecil daripada biaya, selisihnya sering
disebut rugi.
(INCOME)

Merupakan kenaikan modal (aktiva bersih) yang


berasal dari transaksi sampingan atau transaksi
yang jarang terjadi dari suatu badan usaha, dan
LABA dari semua transaksi atau kejadian lain yang
mempengaruhi badan usaha selama suatu
(GAIN) periode kecuali yang timbul dari pendapatan
(revenue) atau investasi oleh pemiliknya.
Contohnya adalah laba yang timbul dari
penjualan aktiva tetap.
Merupakan penurunan modal (aktiva bersih)
dan transaksi sampingan atau transaksi yang
jarang terjadi dari suatu badan usaha dan dari
RUGI semua transaksi atau kejadian lain yang
mempengaruhi badan usaha selama suatu
(LOSS) periode kecuali yang timbul dari biaya
(expense) atau distribusi pada pemilik.
Contohnya adalah rugi penjualan surat
berharga.

HARGA
Merupakan kenaikan modal (aktiva bersih) yang
berasal dari transaksi sampingan atau transaksi
yang jarang terjadi dari suatu badan usaha, dan
PEROLEH dari semua transaksi atau kejadian lain yang
mempengaruhi badan usaha selama suatu
AN periode kecuali yang timbul dari pendapatan
(revenue) atau investasi oleh pemiliknya.

(COST) Contohnya adalah laba yang timbul dari


penjualan aktiva tetap.
UNSUR LAPORAN LABA RUGI

PENDAPAT
BEBAN
AN
PENDAPATAN
Dalam pengertian akuntansi, penghasilan meliputi
pendapatan dari penjualan (sales) barang/jasa,
pendapatan sewa, dividen, bunga, royalti, honorarium
profesioanal, komisi dan keuntungan (gains) dari
penjualan surat berharga atau aktiva tetap.

Terjadinya penghasilan mengakibatkan penambahan


terhadap aktiva atau pengurangan terhadap kewajiban.

Penghasilan diakui dalam laporan laba rugi kalau


kenaikan nilai aktiva atau penurunan nilai kewajiban
sebagai akibatnya telah terjadi dan dapat diukur
dengan andal.
Pendapatan diakui sebagai
berikut:

Pendapatan dari penjualan barang (produk)


diakui pada saat terjadi transaksi penjualan.
Pendapatan dari penjualan jasa diakui pada
saat terjadi transaksi penyerahan jasa.
Pendapatan yang diperoleh sebagai imbalan
atas penggunaan sumber ekonomi
perusahaan oleh pihak lain seperti
pendapatan sewa, bunga atau royalti diakui
secara proporsional (sebanding) dengan
waktu penggunaan sumber ekonomi yang
bersangkutan. Keuntungan (gains) yang
diperoleh dari penjualan aktiva selain barang
dagangan seperti aktiva tetap atau surat
GOLONGAN PENDAPATAN
Pendapatan usaha (operating Pendapatan di luar usaha
income) (non operating income)

Penghasilan yang
diperoleh dari aktivitas
di luar aktivitas pokok
perusahaan, atau dari
kegiatan usaha
sampingan yang
dilakukan sewaktu-
waktu.
BEBAN
Terjadinya beban (expenses) adalah
berkurangnya nilai aktiva atau
bertambahnya kewajiban yang
mengakibatkan penurunan ekuitas yang
tidak berhubungan dengan penarikan modal
dan Beban
pembagian
usaha laba kepada penanam modal.
Beban di luar
adalah beban - usaha adalah
beban yang secara beban yang timbul
langsung atau dari aktivitas di
tidak langsung luar usaha pokok
berhubungan perusahaan,
dengan aktivitas misalnya: rugi
usaha pokok penjualan aktiva
perusahaan. tetap, dan beban
bunga.
Penggolongan beban usaha:

Harga pokok penjualan (cost of goods sold) tepatnya


beban pokok penjualan, adalah harga pokok barang yang
dijual selama suatu periode akuntansi.
Beban penjualan (selling expenses), adalah beban-beban
yang berhubungan dengan usaha memperoleh pembeli
(pelanggan) dan usaha melayani pelanggan. Termasuk
beban penjualan, antara lain: gaji pegawai bagian
penjualan, beban iklan, dan beban pengiriman barang ke
luar.
Beban administrasi (administrative expenses) atau beban
umum (general expenses), yaitu beban-beban yang
berhubungan dengan aktivitas umum perusahaan,
misalnya: gaji pegawai kantor, perlengkapan kantor yang
habis dipakai, beban penyusutan gedung dan peralatan
kantor.
PRINSIP AKUNTANSI DALAM LAPORAN
LABA RUGI
1. Prinsip
konservati Beban yang belum pasti terjadi tetapi
sme diperkirakan akan menjadi beban perusahaan
(conservat pada periode yang diperiksa, jumlahnya bisa
ism) diestimasi dan cukup material, harus dicatat
sebagai beban.

Pendapatan yang pasti terjadi, belum boleh


dicatat sebagai pendapatan perusahaan.
Pengecualian :
Pengakuan saat penerimaan uang (penjualan
tunai dan kredit)
2. Prinsip
matching Membandingkan pendapatan yang menjadi hak
cost perusahaan dalam periode yang diperiksa
against dengan biaya yang menjadi beban perusahaan
revenue untuk periode yang sama (tanpa
memperhatikan apakah uangnya sudah
diterima untuk pendapatan dan
dibayarkan/belum untuk biaya.
Menurut PSAK/PABU, pendapatan dan beban
harus dicatat dengan dasar akrual (accrul
basis) bukan dasar kas (cash basis). Periksa
pendapatan/biaya, perhatikan jangan sampai
ada pergeseran waktu dalam pengakuan
pendapatan dan beban.
TUJUAN PENGUJIAN LAPORAN LABA
RUGI
1. Untuk mengetahui apakah terdapat internal control yang baik atas
pendapatan dan beban termasuk apakah perusahaan menggunakan
acrual basis untuk mencatat pendapatan maupun beban.
2. Untuk memeriksa apakah semua pendapatan yang menjadi hak
perusahaan telah dicatat di buku perusahaan, dan apakah pendapatan
yang dicatat betul betul merupakan hak perusahaan dengan
menggunakan cut-off yang tepat.
3.Untuk memeriksa apakah semua biaya yang menjadi beban
perusahaan telah dicatat di buku perusahaan, dan apakah semua biaya
yang dicatat betul betul merupakan beban perusahaan, dengan
memperhatikan cut-off yang tepat.
4. Untuk memeriksa apakah terdapat fluktuasi yang besar dalam
perkiraan pendapatan dan beban jika dibandingkan dengan tahun
sebelumnya maupun jika dibandingkan bulan per bulan atau jika
dibandingkan dengan anggaran pendapatan dan beban.

5. Untuk memeriksa apakah pendapatan dan beban telah dilaporkan


sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan ETAP/PSAK/IFRS
PROSEDUR AUDIT UNTUK LAPORAN
LABA RUGI

1. Pelajari dan evaluasi internal


control atas pendapatan dan biaya
(gunakan internal control quetionnaires,
flow chart atau narrative memo)

2. Minta rincian laporan laba rugi untuk periode yang


diperiksa dengan angka perbandingan untuk periode
sebelumnya, dan lakukan analytical review procedures. Buat
analisis rasio dan hitung juga ROI dan ROE. Rasio yang dihitung
untuk tahun yang diperiksa dibandingkan denga rasio tahun lalu
dan rasio industri.
3. Minta rincian laba rugi untuk periode yang diperiksa, yang
dibandingkan dengan budget untuk periode yang sama. Hitung
variance yang terjadi dalam rupiah maupun persen. Viarance yang
jumlahnya material harus diselidiki sebab-sebabnya. Dari analisis
variance tersebut kemungkinan bisa diketahui seandainya perusahaan
melaporkan angka yang tidak sebenarnya dengan tujuan agar tidak
terjadi penyimpangan yang besar dari budget yang sudah ditetapkan.
Misalnya window dressing penjualan, pergeseran mata anggaran atau
pergeseran waktu pencatatan.

4. Minta rincian penjualan menurut jenis barangnya


atau menurut area penjualannya yang
mencantumkan kuantitas barang yang dijual
maupun nilai uangnya selama setahun (dibuat per
bulan). Kemudian bandingkan kuantitas yang dijual, secara
tes basis, dengan pengeluaran barang yang tercatat pada
kartu persediaan.
5. Periksa cut - off penjualan, untuk mengetahui ada atau
tidaknya pergeseran waktu pencatatan penjualan. Periksa cut-
off pembelian, untuk mengetahui adanya pergeseran waktu
pencatatan pembelian.

6. Periksa subsequent payment (pembayaran sesudah tanggal


neraca) untuk mengetahui kemungkinan adanya unrecorded
liabilities. Periksa juga subsequent collection (penagihan
sesudah tanggal neraca) untuk mengetahui kemungkinan
adanya unrecorded receivables.

7. Buat analisis terhadap beberapa perkiraan biaya atau


pendapatan yang kemungkinan bisa ditanyakan oleh pihak
pajak atau diperlukan dalam pengisian SPT untuk membuat
koreksi fiskal, atau yang memungkinkan timbulnya contingent
liability.

8. Untuk biaya biaya dan pendapatan yang ada kaitannya


dengan pajak harus diperiksa apakah peraturan perpajakan
yang berlaku telah ditaati.
9. a. Periksa daftar gaji untuk satu atau beberapa bulan, kemudian
Khusus tes perhitungan PPh 21 untuk mengetahui apakah
untuk perhitungannya sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.
biaya
gaji
b. Bandingkan total biaya gaji yang tercantum dalam
perhitungan laba rugi dengan SPT PPh 21. (perhatikan apakah
PPh 21 ditanggung karyawan atau perusahaan)

c. Secara tes basis bandingkan data yang ada dalam daftar gaji
dengan personnel file untuk mengetahui apakah jumlah gaji,
status keluarga sama atau tidak.

d. Lakukan observasi pada saat pembayaran gaji (biasanya


dilakukan pada perusahaan yang pegawainya sangat banyak)
untuk mengetahui apakah ada pegawai yang fiktif.

10. Periksa apakah penyajian pos pos laba rugi sudah sesuai
dengan Standar Akuntansi Keungan ETAP/PSAK/IFRS.