0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
358 tayangan24 halaman

PKL 1

Proses pengelolaan rekam medis di RSUD Kota Salatiga sudah menggunakan sistem komputerisasi untuk mempermudah pengelolaan data pasien dan rekam medis. Namun demikian, masih terdapat beberapa permasalahan seperti keterlambatan pengembalian DRM yang belum lengkap ke bangsal dan ketiadaan tracer untuk mencari DRM yang hilang di unit poliklinik.

Diunggah oleh

etsa pramesta
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
358 tayangan24 halaman

PKL 1

Proses pengelolaan rekam medis di RSUD Kota Salatiga sudah menggunakan sistem komputerisasi untuk mempermudah pengelolaan data pasien dan rekam medis. Namun demikian, masih terdapat beberapa permasalahan seperti keterlambatan pengembalian DRM yang belum lengkap ke bangsal dan ketiadaan tracer untuk mencari DRM yang hilang di unit poliklinik.

Diunggah oleh

etsa pramesta
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGELOLAAN REKAM MEDIS

DAN INFORMASI KESEHATAN


DI RSUD KOTA SALATIGA

ETSA PRAMESTA
P1337437114004
DIII RMIK
LATAR BELAKANG
Rumah sakit sangat erat hubungannya dengan
bagian rekam medis. Rekam medis merupakan
bagian penting dari seluruh pelayanan kepada
pasien, mulai saat kunjungan pertama hingga
kunjungan-kunjungan berikutnya.
Penyelenggaraan rekam medis merupakan
salah satu bentuk kegiatan yang dilaksanakan
guna mencapai pelayanan yang cepat, akurat,
dan tepat waktu sehingga informasi yang
dihasilkan lebih efektif dan efisien.
Sehingga rekam medis sangat penting bagi
rumah sakit.
HASIL DAN
PEMBAHASAN
Sistem Identifikasi Pasien di Unit Rawat Jalan
1. Pasien baru
2. Pasien lama
- Pasien yang belum pernah rawat jalan
- Pasien yang sudah pernah rawat jalan
. Sistem Identifikasi Pasien di Unit Rawat Inap
1. Pasien yang berasal dari rawat jalan
2. Pasien yang berasal dari UGD
- Pasien rujukan dari rumah sakit atau puskesmas lain
- Pasien datang sendiri ke UGD
. Sistem Identifikasi Pasien di Unit Gawat Darurat
1. Pasien lama
2. Pasien baru
A LU R P R O S ED U R D I U N IT R A W AT
JA LA N (PA S IEN B A R U )
Entryrekam
Buat
DRM dibawa
data pasien
medis
ke polibaru
A LU R P R O S ED U R D I U N IT R A W AT
JA LA N (PA S IEN LA M A )
A LU R P R O S ED U R D I U N IT R A W AT IN A P
A LU R P R O S ED U R D I U N IT G A W AT
D A R U R AT
A LU R P R O S ED U R D I U N IT R EK A M
M ED IS
ASSEM BLIN G
Pada RSUD Kota Salatiga mempunyai 3 macam
DRM, yaitu DRM biasa, DRM bayi baru lahir, dan
DRM kebidanan.
Penelitian DRM telah menggunakan sistem
komputerisasi jadi petugas hanya memasukkan
nomor rekam medis pasien dan tanggal DRM
datang setelah itu petugas melakukan KLPCM.
DRM biasa yang di KLPCM : Diagnosa dan TTD
dokter, CM 1 (Lembaran masuk dan keluar) , CM 2
(Riwayat penyakit), CM 3 (Perjalanan penyakit,
perintah dokter, dan pengobatan), CM 4 (Catatan
perawat tentang pemberian obat), CM 5
(Pengkajian keperawatan, asuhan
keperawatan),CM 15 (Resume Medis)
ASSEM BLIN G

DRM bayi baru lahir yang di KLPCM :


Diagnosa dan TTD dokter, CM 1
(Lembaran masuk dan keluar), CM 3
(Perjalanan penyakit, perintah dokter,
dan pengobatan), CM 4 (Catatan
perawat tentang pemberian obat) CM
5 diganti dengan CM 11 (berisi cap
kaki dan ibu jari bayi), CM 13 (data
bayi baru lahir), CM 14 (neonatalogi),
CM 15 (Resume Medis)
ASSEM BLIN G
DRM kebidanan yang di KLPCM : Diagnosa dan TTD
dokter, CM 1 (Lembaran masuk dan keluar), CM 2
(Riwayat penyakit), CM 3 (Perjalanan penyakit,
perintah dokter, dan pengobatan), CM 4 (Catatan
perawat tentang pemberian obat), CM 5 diganti
dengan CM 7 (asuhan kebidanan)
Jika DRM dari ICU atau HCU, CM 5 tidak terisi maka
tidak terjadi masalah karena CM 5 sudah terwakili
oleh lembar monitoring dari ICU atau HCU.
Jika CM yang di atas telah terisi maka DRM
dinyatakan lengkap, jika terdapat DRM yang belum
lengkap maka DRM dikumpulkan dahulu dan diberi
kartu kendali lalu dikembalian ke bangsal.
KODING
Dalam proses pengkodean RSUD Kota
Salatiga masih menggunakan buku ICD
10 untuk kode penyakit dan ICD 9 CM
untuk kode tindakan.
Di unit rekam medis terdapat satu dokter,
yang bertugas untuk membantu membaca
diagnosa pada DRM Rawat Inap. Kode
ditulis di sebelah diagnosa dokter dengan
menggunakan tinta merah.
INDEKSING
Proses indeksing sudah menggunakan
sistem komputerisasi.
Data yang diperiksa : Nama dan TTD
dokter, cara pasien keluar, keadaan
keluar rumah sakit, kode diagnosa dan
tindakan, golongan operasi.
Jika data tersebut telah diperiksa maka
otomatis data tersebut telah terindeks
Indeks yang dimiliki oleh RSUD Kota
Salatiga meliputi : indeks penyakit,
indeks dokter, indeks kematian, dan
indeks tindakan.
FILLING

Sistem penyimpanan yang di miliki oleh RSUD


Kota Salatiga adalah sistem penyimpanan
desentralisasi.
Setiap pasien mempunyai 2 DRM yaitu DRM
Rawat Inap dan DRM Rawat Jalan.
Sistem penjajaran nomor rekam medis yang
dimiliki RSUD Kota Salatiga adalah sistem
penjajaran Terminal Digit Filing.
FILING
Sistem penomoron yang dimiliki RSUD
Kota Salatiga adalah menggunakan unit
numbering system
Sumber atau bank nomor, telah
menerapkan sistem komputerisasi, jadi
untuk alokasi penomoran rekam medis
baru telah terprogram berubah dengan
sendirinya karena sudah dibuatkan
sistem alokasi penomoran dari bagian
SIMRS.
PERMASALAHAN
PERMASALAHAN
Pada Sistem Identifikasi Pasien
Pasien lupa membawa kartu identitas (KTP,
SIM) sehingga penulisan KIUP untuk pasien
baru ditulis seadanya tidak sesuai dengan
aslinya atau kenyataannya.
Saat pemilihan kamar di TPPRI, sering terjadi
keributan karena tidak mempunyai jaminan
kesehatan.
Pada Sistem Penamaan
Petugas pendaftaran sering lupa dalam hal tata
cara penulisan nama pasien sehingga nama
pasien ditulis sesuai KTP tidak dengan tata cara
penulisan nama. Menyebabakan terdapat
banyak nama yang sama.
PERMASLAHAN
Pada Sistem Penomoran
Setiap pasien memiliki satu nomor rekam medis. Tetapi
pada kenyataannya banyak pasien yang memiliki nomor
rekam medis lebih dari satu, bahkan pernah dijumpai
satu nama pasien memiliki nomor rekam medis lima.
Hal tersebut sering dikarenakan pasien ingin
mendapatkan pelayanan yang cepat, sehingga pasien
tidak mengaku jika pernah berobat ke RSUD Kota
Salatiga. Akhirnya petugas pendaftaran menganggap
pasien tersebut baru dan membuatkan DRM baru.
Pada TPPRI
Tidak ada ruang tunggu untuk antrian pasien. Sehingga
sering terjadi kebingungan yang dihadapi petugas,
karena pasien bertumpuk di meja TPPRI. Membuat
petugas tidak fokus dalam memberikan pelayanan.
PERMASALAHAN
Pada TPPRJ
Tidak adanya tracer, sehingga DRM Rawat Jalan yang hilang sulit
untuk dilacak.
Jika terdapat DRM pasien yang tidak ditemukan. Petugas sering
melakukan pembuatan DRM baru dengan tidak mempedulikan DRM
pasien yang lama, katanya hal itu untk mempercepat pelayanan.
Pada TPPGD
Pasien sering tidak membawa kartu identitas (KTP, SIM). Sehingga
pengentryan data sering terrjadi kesalahan atau ketidaksesuaian.
Pada Unit Rekam Medis
Belum ada permasalahan yang ditemukan.
Pada Bagian Assembling
Pengembalian DRM yang belum lengkap ke bangsal lebih dari 2 x
24 jam, sehingga proses pelayanan sering terhambat. Hal tersebut
dikarenakan dari pihak bangsal yang terlalu lama dalam hal ini.
PERMASALAHAN
Pada Bagian Koding
Belum ada permasalahan yang ditemukan.
Pada Bagian Indeksing
Belum ada permasalahan yang ditemukan.
Pada Bagian Filing Rawat Inap di Unit Rekam Medis
Belum ada permasalahan yang ditemukan.
Pada Filing Poliklinik Reguler
Tidak adanya tracer, sehingga DRM yang hilang sulit
untuk dilacak.
Pada Filing Poliklinik Eksekutif
Kurangnya rak di bagian ini, sehingga dalam pencarian
DRM sering terjadi kesulitan.
Penjajaran dokumennya tidak urut.
KESIMPULAN
KESIMPULAN
Proses pengelolaan DRM di RSUD Kota Salatiga sudah menggunakan
sistem komputerisasi, sehingga mempermudah dalam proses
pengelolaan DRM.
Proses pelayanan pasien di RSUD Kota Salatiga sudah mengggunakan

sistem komputerisasi, sehingga mempercepat proses pelayanan.


Pada RSUD Kota Saalatiga penjajaran nomor rekam medis

menggunakan Terminal Digit Filling.


Sistem peyimpanan dan penyelenggaraan rekam medis di RSUD Kota

Salatiga menggunakan sistem desentralisasi.


Untuk sistem penomoran, RSUD Kota Salatiga menggunakan unit

numbering system.
Untuk pendaftaran dalam TPPRI, TPPGD, dan TPPRJ di RSUD Kota

Salatiga sudah sesuai dengan pedoman pengelolaan rekam medis.


Pada pengelolaan rekam medis bagian assembling, DRM yang kembali

ke bangsal tidak segera dilengkapi selama 2 x 24 jam.


Pada pengelolaan rekam medis di bagian filling, RSUD Kota Salatiga

tidak menggunakan lagi Tracer karena memeperlambat pelayanan.


Untuk proses pengelolaan koding dan indeksing di RSUD Kota Salatiga

sudah sesuai dengan pedoman pengelolaan rekam medis.


TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai