Anda di halaman 1dari 26

FAKTOR-FAKTOR YANG

MEMPENGARUHI
KEHAMILAN

1
SUB POKOK BAHASAN

1. FAKTOR FISIK
2. FAKTOR PSIKOLOGIS
3. FAKTOR LINGKUNGAN

2
FAKTOR FISIK

Status Kesehatan
Status Gizi
Gaya Hidup
Perokok, mengkonsumsi obat-obatan, alkohol
Terpapar zat kimia berbahaya
Hamil diluar nikah dan kehamilan yang tidak
diharapkan

3
Status Kesehatan

Kondisi kesehatan sangat penting, baik


kondisi kesehatan sebelum atau selama
kehamilan.
Serangan penyakit sebelum dan selama
kehamilan yg dpt membahayakan janin
terbagi atas 2 kategori utama yaitu :
Penyakit umum seperti diabetes, anemia berat,
penyakit ginjal kronis
Penyakit menular antara lain rubella dan sipilis

4
Lanjutan
Jika seorang wanita hamil memiliki status kesehatan yg
tdk baik atau sedang menderita suatu penyakit maka ia
perlu mendapatkan pertolongan medis utk
merencanakan apa saja yang diperlukan & memutuskan
apakah ia sebaiknya melahirkan di RS atau tidak.
Bidan perlu mengkaji kembali kondisi wanita tersebut
utk mengetahui apakah ia masih menghadapi masalah
yg berhubungan dgn penyakit tersebut. Hal ini sangat
penting karena beberapa penyakit yg dibawa ibu dpt
berdampak pd bayi yg dikandungnya.

5
Status Gizi
Ibu merupakan sumber nutrisi bagi bayi yg
dikandungnya. Apa yg ibu makan akan mempengaruhi
kondisi bayi.
Apabila wanita hamil memiliki status gizi kurang selama
kehamilannya maka ia berisiko memiliki bayi dgn
kondisi kesehatan yg buruk, begitu juga sebaliknya.
Wanita hamil dgn status gizi kurang memiliki kategori
risiko tinggi keguguran, kematian bayi dlm kandungan,
kematian bayi baru lahir, cacat & Berat Lahir Rendah.

6
Lanjutan
Ibu dgn status gizi kurang tersebut dpt terjadi 2
komplikasi yg cukup berat selama kehamilan yaitu
anemia dan pre eklampsia/eklampsia.
Untuk menilai status gizi pd ibu hamil umumnya
dilakukan pd awal asuhan prenatal, diikuti tindak lanjut
yg kontinu selama masa kehamilan.
Pengkajian menilai status gizi ibu dpt dilakukan melalui :
Wawancara : kebiasaan atau pola makan, asupan makanan yg
dikonsumsi, masalah yg berkaitan dgn makanan yg dikonsumsi,
adanya pantangan thd makanan tertentu /mengidam
Pemeriksaan fisik : penimbangan berat badan utk mengetahui
peningkatan berat badan selama kehamilan, uji laboratorium
seperti menentukan Hemoglabin dan hematokrit

7
Gaya Hidup
Perokok, mengkonsumsi obat-obatan,
alkohol
Rokok, minuman beralkohol & obat-obatan
sangat berbahaya bagi ibu dan bayinya karena
dpt terserap dlm darah ibu kemudian terserap
dlm darah bayi melalui system sirkulasi
plasenta.
Sangat dianjurkan pd ibu hamil terutama
selama trimester I utk menghindari rokok,
minuman beralkohol & obat-obatan yg tdk
dianjurkan oleh dokter atau bidan.
8
Lanjutan
Jika wanita hamil merokok selama kehamilan maka ia
sudah terpapar tiga zat yg dpt membahayakan janinnya
yaitu :
Karbon monoksida yg bercampur dgn haemoglobin dlm
darah dpt mengakibatkan jumlah oksigen yg tersedia bagi
bayi berkurang.
Sianida adalah zat beracun, & jika bercampur dgn makanan
bisa mengurangi jumlah gizi bagi janin. Untuk mlepaskan
sianida, tubuh membutuhkan banyak vitamin B-12.
Nikotin mengurangi gerakan pernafasan fetus & juga
menyebabkan kontraksi pembuluh arteri pd plasenta dan
tali pusat sehingga mengurangi jumlah oksigen yg sampai
ke janin.
Wanita perokok maupun perokok pasif juga dpt
mengalami komplikasi kehamilan seperti perdarahan
pervaginam, keguguran, tertanamnya plasenta pd tempat
yg tdk normal, pecah ketuban dini persalinan premature.9
Lanjutan
Bila seorang wanita merupakan peminum berat terutama
saat hamil (5-6 gelas sehari), maka besar kemungkinan
akan mengalami yg disebut Sindrom Alkohol pd janin (FAS).
Bayi lahir dgn mental terbelakang & kelainan bentuk tubuh (terutama pada
kepala, wajah, tangan dan kaki, jantung & susunan saraf pusat).
Bayi semacam ini bisa mengalami kesulitan pernafasan, control suhu tubuh
yg buruk, daya tahan tubuh melawan infeksi rendah & kurangnya nafsu
makan.
Wanita hamil yg mengkonsumsi alcohol dpt beresiko
mengalami keguguran, lahir premature atau lahir mati.
Sampai saat ini tdk ada batas aman alcohol bagi kehamilan,
jadi dianjurkan bagi ibu hamil sebaiknya menghindari
alcohol selama kehamilan. Bila tdk memungkinkan
cukupkan 2 / 3 gelas seminggu & diimbangi dgn makanan
yg sehat.
10
Lanjutan
Jika wanita hamil pernah / masih menggunakan
obat-obat bius seperti opium, heroin, kokain,
jenis obat tidur / penenang & berbagai obat-
obatan yg dijual bebas tanpa melalui resep
dokter dgn dosis yg berlebihan dpt
membahayakan kehamilannya.
Obat-obat yg dibeli bebas tanpa rekomendasi
dr dokter / petugas kesehatan memberi efek
samping yg berbahaya thd janin.
Efek samping obat-obatan pd ibu hamil paling
sering ditemukan adalah terjadinya cacat pd
janin

11
Gaya Hidup
Terpapar zat kimia berbahaya
Diketahui bahwa beberapa zat cukup berbahaya bagi
wanita hamil. Zat tersebut sering berkaitan dgn
kerusakan pada janin.
Golongan zat tersebut antara lain zat fisik misalnya
radiasi, vibrasi, panas dan kebisingan. Zat kimia
seperti toluene (bahan perekat) dan timah. Untuk itu
ibu hamil perlu melindungi dirinya dan bayinya dari
zat berbahaya dgn menghindari lingkungan kerja yg
terpapar polusi ataupun tdk menggunakan bahan
kimiawi berbahaya dirumah.

12
Gaya Hidup
Hamil diluar nikah dan kehamilan yang tidak
diharapkan
Sebagian masyarakat tdk menghargai ibu-ibu yg tdk
bersuami / hamil diluar nikah. Shg akan mempengaruhi
kejiwaan & menyebabkan ibu tdk mengharapkan
kehadiran bayinya & menolak kehamilannya.
Pada kehamilan yg tdk diharapkan dgn berbagai alasan
dpt menimbulkan masalah klinis yg dpt memberatkan
kehamilan. Misalnya :
morning sickness berlebihan dpt menjadi hiperemisis
gravidarum yg memerlukan perawatan khusus hingga
melahirkan bayi BBLR.
Usaha utk menggugurkan kandungannya akan
membahayakan diri & dpt menyebabkan infeksi, cacat yg
akhirnya justru akan menjadi beban keluarga.

13
FAKTOR PSIKOLOGIS

Stessor Internal & External


Dukungan Keluarga
Dukungan Suami

14
Stessor Internal & External

Factor psikologis yg berpengaruh dalam


kehamilan dpt berasal dari :
dalam diri ibu hamil (internal)
luar diri ibu hamil (eksternal)
Faktor psikologis dr dlm diri ibu dpt
berupa : latar belakang kepribadian ibu
dan pengaruh perubahan hormonal yg
terjadi selama kehamilan.

15
Lanjutan
Kepribadian immature (kurang matang) :
biasanya dijumpai pd calon ibu dgn usia yg masih sangat muda,
introvert (tidak mau berbagi dengan orang lain)
tidak seimbang antara prilaku dan perasaannya,
cenderung menunjukkan emosi yg tdk stabil dlm menghadapi
kehamilannya
menunjukkan kecemasan & ketakutan yg berlebihan thd dirinya &
bayi yg dikandungnya.
mudah mengalami depresi selama kehamilannya.
merasa kehamilannya merupakan beban yg sangat berat & tdk
menyenangkan.
Pengaruh perubahan hormone yg berlangsung selama
kehamilan juga berperan dlm perubahan emosi, membuat
perasaan jadi tdk menentu, konsentrasi berkurang &
sering pusing. Hal ini menyebabkan ibu merasa tdk
nyaman selama kehamilan & memicu timbulnya stress yg
ditandai ibu sering murung.
16
Lanjutan
Faktor psikologis yg berasal dr luar diri ibu dpt
berupa pengalaman ibu misalnya
Ibu mengalami masa anak-anak yg bahagia &
mendapatkan cukup cinta kasih, berasal dr keluarga yg
bahagia shg mempunyai anak dianggap sesuatu yg
diinginkan & menyenangkan maka ia pun akan
terdorong secara psikologis utk mampu memberikan
kasih sayang kpd anaknya.
Pengalaman ibu yg buruk ttg proses kehamilan atau
persalinan yg meninggalkan trauma berat bagi ibu dpt
juga menimbulkan gangguan emosi yg mempengaruhi
kehamilannya.
17
Dukungan Keluarga
Bagi pasangan baru, kehamilan merupakan kondisi dr
masa anak menjadi orang tua shg kehamilan dianggap
suatu krisis bagi kehidupan berkeluarga yg dpt diikuti
oleh stress & kecemasan.
Jika krisis tersebut tdk dpt dipecahkan maka
mengakibatkan timbulnya tingkah laku maladatif dlm
anggota keluarga & kemungkinan terjadi perpecahan
antara anggota keluarga.
Kemampuan utk memecahkan krisis dgn sukses adalah
kekuatan bagi keluarga utk menciptakan hubungan yg
baik.
Tugas keluarga yg saling melengkapi shg dpt
menghindari konflik yg diakibatkan oleh kehamilan dpt
ditempuh dgn jalan :
Merencanakan & mempersiapkan kehadiran anak
Mengumpulkan & memberikan informasi bagaimana merawat
& menjadi ibu atau ayah 18
Lanjutan
Dukungan keluarga yg dpt diberikan agar
kehamilan dpt berjalan lancar antara lain :
Memberikan dukungan pd ibu utk menerima
kehamilannya
Memberi dukungan pd ibu utk menerima dan
mempersiapkan peran sbg ibu
Memberi dukungan pd ibu utk menghilangkan rasa
takut & cemas thd persalinan
Memberi dukungan pd ibu utk menciptakan ikatan yg
kuat antara ibu & anak yg dikandungnya melalui
perawatan kehamilan & persalinan yg baik
Menyiapkan keluarga lainnya utk menerima kehadiran
anggota keluarga baru.
19
Dukungan Suami
Orang yg paling penting bagi seorang wanita
hamil adalah suaminya.
Banyak bukti yg ditunjukan bahwa wanita yg
diperhatikan & dikasihi oleh pasangannya selama
kehamilan akan menunjukkan lebih sedikit gejala
emosi & fisik, lebih mudah melakukan penyesuaian
diri selama kehamilan & sedikit resiko komplikasi
persalinan.
Hal ini diyakini krn ada dua kebutuhan utama yg
ditunjukan wanita selama hamil yaitu menerima
tanda-tanda bahwa ia dicintai & dihargai serta
kebutuhan akan penerimaan pasangannya thd
anaknya.
20
Lanjutan
Empat jenis dukungan yg dpt diberikan suami
sbg calon ayah bagi anaknya antara lain :
Dukungan emosi yaitu suami sepenuhnya memberi
dukungan secara psikologis kpd istrinya dgn
menunjukkan kepedulian & perhatian kpd kehamilannya
serta peka thd kebutuhan & perubahan emosi ibu hamil.
Dukungan instrumental yaitu dukungan suami yg
diberikan utk memenuhi kebutuhan fisik ibu hamil dgn
bantuan keluarga lainnya.
Dukungan informasi yaitu dukungan suami dlm
memberikan informasi yg diperolehnya mengenai
kehamilan.
Dukungan penilaian yaitu memberikan keputusan yg
tepat utk perawatan kehamilan istrinya.

21
FAKTOR LINGKUNGAN

Kebiasaan adat istiadat


Fasilitas kesehatan
Sosial Ekonomi

22
Kebiasaan adat istiadat
Bidan harus mengkaji apakah ibu hamil
menganut / mempunyai kepercayaan / adat
kebiasaan tabu setempat yang berpengaruh thd
kehamilan.
Kemudian menilai apakah hal tsb bermanfaat,
netral (tidak berpengaruh pada keamanan atau
kesehatan), tidak jelas ( efek tidak
diketahui/tidak dipahami) atau membahayakan.
Terutama bila factor budaya tsb dpt menghambat
pemberian asuhan yg optimal bagi ibu hamil.
Bidan harus mampu mencari jalan utk
menolongnya atau meyakinkan ibu utk merubah
kebiasaannya dgn memberikan penjelasan yg
benar 23
Fasilitas kesehatan
Fasilitas kesehatan berhubungan dgn tempat ibu
mendapatkan pelayanan kesehatan utk memeriksakan
kehamilannya sampai ibu dpt melahirkan dgn aman.
Tersedianya fasilitas kesehatan yg memadai dgn jarak yg
mudah terjangkau akan memberi kemudahan bagi ibu
hamil utk sering memeriksakan kehmilannya & utk
mendapatkan penanganan dlm keadaan darurat.
Bidan dpt memberikan informasi atau petunjuk kpd ibu
dan keluarga tentang pemanfaatan sarana keshatan
seperti rumah bersalin, polindes, PKM dan fasilitas
kesehatan lainnya yg sangat penting & aman bagi
kehamilan dan persalinannya.

24
Sosial Ekonomi
Keadaan ekonomi sangat mempengaruhi
kehamilan ibu krn berhubungan dgn
pemenuhan kebutuhan-kebutuhan ibu selama
kehamilan antara lain makanan sehat, bahan
persiapan kelahiran,obat-obatan, tenaga
kesehatan dan transportasi/sarana angkutan
Masalah keuangan sering timbul didlm
kehidupan keluarga.

25
HATUR NUHUN
26