Anda di halaman 1dari 14

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

KEHAMILAN

Hari / Tanggal : Senin, 16 November 2016

Waktu : Pukul 08.00 WIB 09.00 WIB

Pokok Bahasan : Kehamilan Trimester 3

Sub Pokok Bahasan : Menjelaskan mengenai Kehamilan Trimester 3

Sasaran : Dewi Cinta

Penyuluh : Disiniaja.Net

Tempat : Rumah Pasien, Jl. Kosmos Wedang no. 1 Singkiling

I. Tujuan Instruksional Umum (TIU)

Setelah dilakukan penyuluhan mengenai kehamilan trimester 3, di harapkan ibu hamil dapat
mengerti mengenai kebutuhannya selama kehamilan trimester 3, serta menyiapkan diri
untuk menghadapi proses persalinan.

II. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)

Setelah dilakukan penyuluhan tentang Kehamilan Trimester 3, di harapkan ibu mengetahui


:

1. Apa yang dimaksud dengan kehamilan trimester 3


2. Gizi yang baik selama kehamilan trimester 3
3. Kebersihan diri dan istirahat
4. Persiapan persalinan
5. Tanda dan bahaya selama kehamilan
6. Tanda-tanda persalinan
III. Garis-garis Besar Materi

1. Pengertian kehamilan trimester 3


2. Gizi yang baik bagi ibu hamil trimester 3
3. Kebersihan diri dan istirahat
4. Persiapan persalinan
5. Tanda dan bahaya selama kehamilan
6. Tanda-tanda persalinan

IV. Metode

1. Ceramah

2. Tanya Jawab

3. Demonstrasi

V. Media dan Alat Peraga

1. Leaflet

VI. Proses Kegiatan Penyuluhan

No KEGIATAN Respon Ibu Hamil Waktu

Pendahuluan : Membalas
salam 5
1. Memberi salam pembuka dan
perkenalan diri Mendengarkan Menit
Menjelaskan tujuan Memberi
Kontrak waktu respon

Penjelasan :
kehamilan trimester 3
Gizi yang baik bagi ibu hamil trimester 3 Mendengarkan
20
2. Kebersihan diri dan istirahat dengan penuh
Persiapan persalinan Menit
perhatian
Tanda dan bahaya selama kehamilan
Tanda-tanda persalinan

Menanyakan
Penutup : 15
3. hal yang belum
jelas Menit
Aktif
Tanya jawab bersama
Menyimpulkan hasil penyuluhan menyimpulkan
Memberikan salam penutup Membalas
salam
VII. Evaluasi

1. Mengajukan pertanyaan lisan.

Tes awal :
Apakah ibu mengetahui apa yang dimaksud dengan kehamilan trimester 3?
Apa saja nutrisi yang baik bagi ibu hamil?
Apa saja yang ibu perlu siapkan sebelum persalinan?
Apakah ibu tahu apa saja tanda dan bahaya dalam kehamilan?
Tes akhir :

Apa yang disebut dengan kehamilan trimester 3?


Sebutkan apa saja nutrisi yang diperlukan ibu hamil?
apa saja perawatan diri pada ibu hamil?
Sebutkan apa saja persiapan persalinan?
Sebutkan tanda dan bahaya selama kehamilan?
Apa saja tanda-tanda persalinan?

2. Observasi.

Respon/tingkah laku ibu saat diberi pertanyaan: apakah diam atau menjawab
(benar atau kurang tepat).
Ibu antusias atau tidak.
Ibu mengajukan pertanyaan atau tidak.
MATERI
KEHAMILAN TRIMESTER 3

A. Kehamilan Trimester 3

Trimester ini adalah trimester terakhir kehamilan, periode pertumbuhan janin dalam rentang
waktu 28-42 minggu. Janin ibu sedang berada di dalam tahap penyempurnaan Dan akan
semakin bertambah semakin besar dan besar sampai memenuhi seluruh rongga rahim.
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada masa ini adalah peningkatan berat badan dan
tekanan darah, rasa ketidaknyamanan dan aktifitas seksual.

Pertumbuhan danPerkembangan Kehamilan Trimester 3

1. Minggu ke-28

Gerakan janin makin kuat dengan intensitas yang makin sering, sementara denyut
jantungnya pun kian mudah didengar. Kendati dibanding minggu-minggu sebelumnya lebih
berisi dengan bertambah jumlah lemak di bawah kulitnya yang terlihat kemerahan. Jumlah
jaringan otak di usia kehamilan ini meningkat. Begitu juga rambut kepalanya terus
bertumbuh makin panjang. Alis dan kelopak matanya pun terbentuk, sementara selaput
yang semula menutupi bola matanya sudah hilang.

2. Minggu-29

Kelahiran prematur mesti diwaspadai karena umumnya meningkatkan keterlambatan


perkembangan fisik maupun mentalnya. Bila dilahirkan di minggu ini, ia mampu bernapas
meski dengan susah payah, bisa menangis, walaupun masih terdengar lirih.
Kemampuannya bertahan untuk hidup pun masih tipis karena perkembangan paru-parunya
belum sempurna. Meski dengan perawatan yang baik dan terkoordinasi dengan ahli lain
yang terkait, kemungkinan hidup bayi prematur pun cukup besar. Beratnya sekitar 1250
gram dengan panjang rata-rata 37 cm.

3. Minggu ke-30

Puncak rahim yang berada sekitar 10 cm di atas pusar memperbesar rasa tak nyaman,
terutama pada panggul dan perut seiring bertambah besar kehamilan.Ibu mulai merasakan
denyutan halus, sikutan/tendangan sampai gerak cepat meliuk-liuk yang menimbulkan rasa
nyeri. Aktifnya gerakan ini tak mustahil akan membentuk simpul-simpul. Bila sampai
membentuk simpul mati tentu sangat membahayakan karena suplai gizi dan oksigen dari
ibu jadi terhenti atau paling tidak terhambat.

4. Minggu ke-31

Waspadai bila muncul gejala nyeri di bawah tulang iga sebelah kanan, sakit kepala maupun
penglihatan berkunang-kunang. Terutama bila disertai tekanan darah tinggi yang mencapai
peningkatan lebih dari 30 ml/Hg. Itu sebab, pemeriksaan tekanan darah rutin dilakukan
pada setiap kunjungan ke bidan/dokter. Cermati pula gangguan aliran darah ke anggota
tubuh bawah yang membuat kaki jadi bengkak. Pada gangguan ringan, anjuran untuk lebih
banyak beristirahat dengan berbaring miring sekaligus mengurangi aktivitas. Berat bayi
sekitar 1600 gram dengan taksiran panjang 40 cm.

5. Minggu ke-32

Umumnya pengenceran darah mengalami puncaknya pada minggu ini. Untuk ibu hamil
dengan kelainan jantung, hipertensi dan preeklampsia, mesti ekstra hati-hati. Sebab
dengan jumlah darah yang makin banyak, beban kerja jantung pun meningkat. Pada
mereka yang mengalami gangguan jantung dan tekanan darah, tentu makin besar pula
peluang terjadi penyempitan di pembuluh-pembuluh darah. Dampak lebih lanjut adalah
tekanan darah meningkat. Gangguan semacam ini tak hanya berbahaya pada ibu, tapi juga
si bayi, hingga biasanya dipertimbangkan untuk dilahirkan. Terlebih bila terjadi perburukan
kondisi, semisal tekanan darah tak kunjung turun.

6. Minggu ke-33

Di minggu ini mesti diwaspadai terjadi abrupsio plasenta atau plasenta lepas dari dinding
rahim. Bisa terlepas sebagian maupun terlepas total yang berujung dengan syok pada ibu
akibat kehilangan darah dalam jumlah besar maupun kematian bayi. Ibu perokok dan
peminum alkohol diprediksi lebih berkemungkinan mengalami masalah ini. Yang juga mesti
diwaspadai adalah kantung air ketuban pecah/bocor.

7. Minggu ke-34

Idealnya, di minggu ini dilakukan tes untuk menilai kondisi kesehatan si bayi secara umum.
Penggunaan USG bisa dimanfaatkan untuk pemeriksaan ini, terutama evaluasi terhadap
otak, jantung dan organ lain. Sedangkan pemeriksaan lain yang biasa dilakukan adalah tes
non-stres dan profil biofisik. Dalam profil biofisik digunakan skor 0 sampai 2 dengan 5 poin
yang dievaluasi, yakni pernapasan, gerakan tubuh, tonus yang dievaluasi berdasarkan
gerakan lengan dan atau tungkai, denyut jantung dan banyaknya cairan ketuban. Bila
nilainya rendah, disarankan persalinan segera dilakukan. Pemeriksaan biofisik biasanya
dilakukan bila diduga bayi mengalami IUGR (Intrauterin Growth Retardation), pada ibu
pengidap diabetes, kehamilan yang bayinya tak banyak bergerak, kehamilan risiko tinggi
ataupun kehamilan lewat waktu.

8. Minggu ke-35

Yang terpenting, mulai minggu ini bayi umumnya sudah matang fungsi paru-parunya. Ini
sangat penting karena kematangan paru-paru sangat menentukan life viabilitas atau
kemampuan si bayi untuk bertahan hidup.

9. Minggu ke-36

Berat bayi harusnya mencapai 2500 gram dengan panjang 46 cm. Mulai minggu ini
pemeriksaan rutin diperketat jadi seminggu sekali. Tujuannya tak lain untuk meminimalisir
risiko-risiko yang mungkin muncul mengingat penyebab terbanyak kematian ibu melahirkan
(maternal mortality rate) di Indonesia adalah perdarahan, infeksi dan preeklampsia.
Sementara dari ketiga faktor penyebab tersebut, yang bisa dicegah dengan pemeriksaan
ANC (antenatal care) yang baik(preeklampsia). Di antaranya dengan pemantauan tekanan
darah dan kenaikan berat badan yang tak lazim, yakni maksimal 1 kg setiap bulan.

10. Minggu ke-37

Dengan panjang 47 cm dan berat 2950 gram, di usia ini bayi dikatakan aterm atau siap lahir
karena seluruh fungsi organ-organ tubuhnya sudah matang untuk bekerja sendiri. Kepala
bayi biasanya masuk ke jalan lahir dengan posisi siap lahir. Kendati sebagian kecil di
antaranya dengan posisi sungsang. Di minggu ini biasanya dilakukan pula pemeriksaan
dalam untuk mengevaluasi kondisi kepala bayi, perlunakan jalan lahir guna mengetahui
sudah mencapai pembukaan berapa.

11. Minggu ke-38

Berat bayi sekitar 3100 gram dengan panjang 48 cm. Meski biasanya akan ditunggu
sampai usia kehamilan 40 minggu, bayi rata-rata akan lahir di usia kehamilan 38 minggu.

12. Minggu ke- 39

Di minggu ini pula dokter yang menangani biasanya siaga menjaga agar kehamilan jangan
sampai postmatur atau lewat waktu. Karena bila terjadi hal demikian, plasenta tak mampu
lagi menjalani fungsinya untuk menyerap suplai makanan dari ibu ke bayi, hingga
kekurangan gizi. Tak heran kalau bayi postmatur umumnya berkulit kering/keriput atau
malah mengelupas. Sementara kapan persisnya plasenta mengalami penurunan fungsi
sama sekali tak bisa diprediksi.

13. Minggu ke-40

Panjangnya mencapai kisaran 45-55 cm dan berat sekitar 3300 gram. Betul-betul cukup
bulan dan siap dilahirkan. Jika laki-laki, testisnya sudah turun ke skrotum, sedangkan pada
wanita, labia mayora (bibir kemaluan bagian luar) sudah berkembang baik dan menutupi
labia minora (bibir kemaluan bagian dalam).

B. Gizi Seimbang Bagi Ibu Hamil

Makanan yang mengandung Gizi yang baik bagi ibi hamil selalu mengandung zat tenaga (
karbohidrat, lemak dan protein), zat pembangun ( protein, mineral dan air) dan zat pengatur
( protein, mineral, air dan vitamin ).

Selama hamil, calon ibu memerlukan lebih banyak zat-zat gizi daripada wanita yang tidak
hamil, karena makanan ibu hamil dibutuhkan untuk dirinya dan janin yang dikandungnya,
bila makanan ibu terbatas janin akan tetap menyerap persediaan makanan ibu sehingga ibu
menjadi kurus, lemah, pucat, gigi rusak, rambut rontok dan lain-lain.

Kebutuhan Ibu Hamil :

Kebutuhan energi.Pada trimester 3 energi dibutuhkan untuk pertumbuhan janin dan


plasenta. Sumber energi adalah hidrat arang seperti beras, jagung, gandum, kentang, ubi-
ubian dan lain-lain.

Protein, diperlukan untuk pertumbuhan janin, uterus, jaringan payudara, hormon,


penambahan cairan darah ibu serta persiapan laktasi. 2/3 dari protein yang dikonsumsi
sebaiknya berasal dari protein hewani yang mempunyai nilai biologi tinggi. Sumber protein
hewani terdapat pada daging, ikan, unggas, telur, kerang dan sumber protein nabati banyak
terdapat pada kacang-kacangan.

Vitamin,

Asam folat dan vitamin B12 (sianokobalamin), berfungsi untuk memenuhi kebutuhan
volume darah janin dan plasenta (pembentukan sel darah), vitamin B12 merupakan
faktor penting pada metabolisme protein. Dalam bahan makanan asam folat dapat
diperoleh dari hati, sereal, kacang kering, asparagus, bayam, jus jeruk dan padi-padian.
Vitamin B6 (piridoksin), penting untuk pembuatan asam amino dalam tubuh. Vitamin
B6 juga diberikan untuk mengurangi keluhan mual-mual pada ibu hamil.
Vitamin C (asam askorbat), vitamin C berguna untuk mencegah terjadinya ruptur
membran, sebagai bahan semen jaringan ikat dan pembuluh darah. Fungsi lain dapat
mengakibatkan absorbsi besi non hem, meningkatkan absorbsi suplemen besi dan
profilaksis perdarahan post partum. Kebutuhannya 10 mg/hari lebih tinggi dari ibu tidak
hamil.
Vitamin A, berfungsi pada pertumbuhan sel dan jaringan, pertumbuhan gigi dan
pertumbuhan tulang, penting untuk mata, kulit, rambut dan mencegah kelainan bawaan.
Bila kelebihan vitamin A dapat mengakibatkan cacat tulang wajah dan kepala, otak,
jantung. Sumber vitamin A banyak terdapat pada minyak ikan,kuning telur, wortel,
sayuran berwarna hijau dan buah-buahan berwarna merah. Bumil sebaiknya tidak
mengkonsumsi bahan kosmetik yang mengandung vitamin A dosis tinggi. Kebutuhan
vitamin A ibu hamil 200 RE/hari lebih tinggi daripada ibu tidak hamil.
Vitamin D, Selama kehamilan akan mencegah hipokalsemia, membantu penyerapan
kalsium dan fosfor, mineralisasi tulang dan gigi. Sumber vitamin D banyak terdapat pada
kuning telur, susu, produk susu dan juga dibuat sendiri oleh tubuh dengan bantuan sinar
matahari. Dapat menembus plasenta sehingga dapat memasuki tubuh bayi.
Vitamin E, Jarang terjadi defisiensi. Berfungsi pada pertumbuhan sel dan jaringan
dan integrasi sel darah merah. Dinajurkan dikonsumsi melebihi 2 mg/hari. Pada binatang
percobaan defisiensi vitamin E menyebabkan keguguran.
Vitamin K, Jarang terjadi defisiensi. Bila terjadi kekurangan dapat mengakibatkan
gangguan perdarahan pada bayi.

Mineral

Kalsium (Ca), Bila intake Ca kurang, maka kebutuhan ca akan diambil dari gigi dan
tulang ibu. Sehingga tak jarang bagi bumil yang kurang asupan Ca giginya menjadi
caries atau pun keropos serta diikuti dengan nyeri pada tulang dan persendian,
metabolisme Ca memerlukan vitamin D yang cukup. Namun demikian, ibu yang sering
hamil cenderung terjadi defisiensi, akibatnya janin menderita kelainan tulang dan gigi.
Sumber kalsium terdapat pada susu dan produk susu (yoghurt, keju), ikan, kacang-
kacangan, tahu, tempe dan sayuran berdaun hijau.
Fosfor, berhubungan erat dengan Ca. Fosfor berfungsi pada pembentukan rangka
dan gigi janin serta kenaikan metabolisme kalsium ibu. Jika jumlah didalam tubuh tidak
seimbang sering mengakibatkan kram pada tungkai.
Zat besi (Fe), sangat esensial, berhubungan dengan meningkatnya jumlah eritrosit
ibu (kenaikan sirkulasi darah ibu dan kenaikan kadar Hb) diperlukan untuk mencegah
terjadinya anemia. Intake yang tinggi dan berlebihan pada Fe juga tidak baik, karena
dapat mengakibatkan konstipasi (sulit BAB) dan nausea (mual muntah). Zat besi paling
baik dikonsumsi diantara waktu makan bersama jus jeruk. Sedangkan kopi, teh dan susu
dapat mengurangi absorbsi zat besi nonhem, sehingga sebaiknya menghindari minum
kopi, teh ataupun susu jika akan mengkonsumsi FE. Sumber zat besi banyak terdapat
pada daging merah, ikan, unggas, kacang-kacangan, kerang, sea food dan lain-lain.
Seng (Zn), berkaitan dengan pembentukan tulang selubung syaraf tulang belakang.
Hasil study menunjukkan bahwa rendahnya kadar Zn pada ibu ditemukan
padapersalinan abnormal dan BBLR (berat bayi lahir rendah <2500gram). Sumber Zn
terdapat pada kerang dan daging. Kadar Zn yang dibutuhkan pada bumil yaitu sebanyak
20mg/hari atau lebih besar 5 mg dari pada kadar wanita dewasa yang hanya 15 mg/hari.
Fluor, dalam air minum sebenarnya cukup mengandung fluor. Fluor diperlukan untuk
pertumbuhan tulang dan gigi. Bila kurang dari kebutuhan gigi tidak terbentuk sempurna.
Dan jika kadar fluor berlebih warna dan struktur gigi tidak normal.
Yodium, defisisensi yodium mengakibatkan kretinisme. Jika kekurangan terjadi
kemudian, pertumbuhan anak akan terhambat. Tambahan yaodium yang diperlukan
sebanyak 25 ug/hari.
Natrium, kebutuhan natrium meningkat sejalan dengan meningkatnya kerja ginjal.
Memegang peranan penting dalam metabolisme air dan bersifat emngikat cairan dalam
jaringan sehingga mempengaruhi keseimbangan cairan tubuh pada ibu hamil. Natrium
pada ibu hamil bertambah sekitar 3,3 gram per minggu sehingga ibu hamil cenderung
menderita edema.

Nutrisi bagi Ibu Hamil

Pada Trisemester III :

Makanan harus disesuaikan dengan keadaan badan ibu.


Bila ibu hamil mempunyai berat badan kelebihan, maka makanan pokok dan tepung-
tepungan dikurangi, dan memperbanyak sayur-sayuran dan buah-buahan segar untuk
menghindari sembelit.
Bila terjadi keracunan kehamilan/uedem (bengkak-bengkak pada kaki) maka
janganlah menambah garam dapur dalam masakan sehari-hari.
Contoh Menu :

Pagi

- Susu manis, nasi, telur ceplok, kering tempe, tumis kacang panjang
Jam: 10.00

- Bubur kacang ijo

Siang
- Nasi, Ikan goreng, botok tempe, kemangi, melandingan, sayur asam, pepaya

Jam : 16.00

- Kolak labu kuning + pisang

Malam

- Nasi, smoor daging + tahu, orak-arik wortel + kool, pisang

Pesan- pesan penting bagi ibu hamil

1. Ibu hamil harus makan dan minum lebih banyak dari pada saat tidak hamil.
2. Untuk mencegah kurang darah selama hamil ibu harus banyak makan makanan sumber
zat besi, seperti sayuran hijau tua, tempe, tahu, kacang hijau, kacang merah dan
kacang-kacangan lainnya, telur, ikan, dan daging.
3. Jangan lupa minum tablet tambah darah 1 butir setiap hari.
4. Untuk mencegah gigi rontok dan tulang rapuh, ibu hamil harus banyak makan-makanan
sumber zat kapur, seperti : kacang-kacangan, telur, ikan teri/ikan kecil yang dimakan
bersama tulangnya, sayuran daun hijau.
5. Kenalilah gejala kurang darah (Anemia) selama kehamilan, yaitu : pucat, pusing, lemah
dan penglihatan berkunang-kunang.
6. Selama hamil makanlah beraneka ragam makanan dalam jumlah yang cukup.
7. Bila nafsu makan ibu kurang, makanlah makanan yang segar-segar, seperti : buah-
buahan, sari buah, sayur bening, dsb.
8. Hindari pantangan terhadap makanan, karena akan merugikan kesehatan ibu.
9. Hindari merokok dan minum-minuman keras karena akan membahayakan keselamatan
ibu dan janin.
10. Jangan lupa memeriksakan diri kepada bidan atau Puskesmas secara teratur, agar ibu
dan
11. kandungannya tetap sehat.
C. Perawatan Diri pada Ibu Hamil

1. Perawatan gigi

Selama hamil, ibu perlu lebih menjaga kebersihan diri, karena dengan adanya perubahan
hormonal, maka rongga mulut dan jalan lahir peka terhadap infeksi, ibu perlu mandi dan
sikat gigi secara teratur, minimal 2 kali sehari. Kebersihan gigi dan mulut, perlu mendapat
perhatian karena seringkali mudah terjadi gigi berlubang, terutama pada ibu yang
kekurangan kalsium. Rasa mual selama masa hamil dapat mengakibatkan perburukan
hygiene mulut dan dapat menimbulkan karies gigi.

Perawatan gigi perlu dalam kehamilan karena hanya gigi yang baik menjamin pencernaan
yang sempurna. Caranya antara lain :

Tambal gigi yang berlubang


Mengobati gigi yang terinfeksi
Untuk mencegah caries
Menyikat gigi dengan teratur, Sikat gigi minimal dua kali sehari/sehabis makan lalu
bilas
Membilas mulut dengan air setelah makan atau minum apa saja
Gunakan pencuci mulut yang bersifat alkali atau basa
Menyikat gigi sebelum tidur penting.
Ketika gosok gigi, perhatikan untuk membersihkan partikel makanan yang tersangkut
diantara dan didalam celah antara gigi rata dibelakang, gigi geraham dan gigi geraham
bungsu.
Sikat dengan arah kebawah untuk gigi atas dan sikat kearah atas untuk gigi bawah.
Gunakan gerakan melingkar. Bersihkan juga lidah dan bagian dalam gigi.
Sikat gigi harus memiliki ujung bulu yang dapat kembali ke bentuk semula.
Sikat harus dibilas bersih dan kering setelah dipakai.
Tidak ada pasta gigi yang sempurna. Gunakan pasta gigi yang tidak mengandung
bahan pengasah atau antiseptic yang kuat.

2. Mandi

Mandi dianjurkan sedikitnya 2 kali sehari karena ibu hamil cenderung untuk mengeluarkan
banyak keringat, menjaga kebersihan diri terutama lipatan kulit (ketiak, bawah buah dada,
daerah genetalia) dengan cara dibersihkan dengan air dan dikeringkan.
3. Perawatan rambut

Cuci rambut minimal dua kali seminggu menggunakan sampo ringan, bilas dengan air
bersih.

4. Payudara

Pemeliharaan payudara juga penting, puting susu harus dibersihkan kalau terbasahi oleh
colostrum. Kalau dibiarkan dapat terjadi eczema pada puting susu dan sekitarnya. Puting
susu yang masuk diusahakan supaya keluar dengan pemijatan keluar setiap kali mandi.

5. Perawatan vagina / vulva

Celana dalam harus kering


Jangan gunakan obat / menyemprot ke dalam vagina
Sesudah BAB / BAK dilap dengan lap khusus
Bersihkan dan keringkan selalu bagian tersebut.
Gantilah celana dalam lebih sering bila perlu.
Pakailah celana dalam dari bahan katun, yang lebih mudah menyerap.

D. Persiapan Persalinan
1. Membuat rencana persalinan, meliputi :
Tempat persalinan
Memilih tenaga kesehatan terlatih
Bagaimana cara menghubungi tenaga kesehatan terlatih tersebut
Bagaimana transportasi yang bisa digunakan untuk ke tempat persalinan tersebut
Siapa yang akan menemani persalinan
Berapa biaya yang dibutuhkan, dan bagaimana cara megumpulkannya
Siapa yang kan menjaga keluarganya jika ibu melahirkan
1. Membuat rencana pembuatan keputusan jika kegawat daruratan pada saat
pembuat keputusan utama tidak ada
Siapa pembuat keputusan utama dalam keluarga
Siapa yang akan membuat keputusan jika si pembuat keputusan utama tidak ada
saat terjadi kegawat daruratan
1. Mempersiapkan transportasi jika terjadi kegawat daruratan
Dimana ibu akan melahirkan
Bagaimana cara menjangkaunya
Kemana ibu mau dirujuk
Bagaimana cara mendapatkan dana
Bagaimana cara mencari donor darah
1. Membuat rencana atau pola menabunga
Tabungan ibu bersalin
1. Mempersiapkan barang-barang yang diperlukan untuk persalinan
Kain panjang 4 buah
Pembalut wanita
Handuk, waslap, alat mandi, alat make up
Pakaian terbuka depan, gurita ibu, BH
Pakaian bayi, minyak telon
Tas & plastik

E. Tanda dan bahaya dalam kehamilan


1. Perdarahan pervaginam
2. Sakit kepala hebat
3. Gangguan penglihatan atau penglihatan kabur
4. Bengkak pada muka dan tangan
5. Nyeri perut hebat
6. Gerakan janin berkurang

Perdarahan kehamilan lebih dari 20 minggu Plasenta Previa


Plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada SBR sehingga dapat menutup sebagian/
seluruh permukaan jalan lahir.

Tanda-tandanya : perdarahan vaginam tanpa sebab, tanpa nyeri, dan berulang, darah
bersifat merah segar. Perdarahan yang banyak akan tampak anemi dan sampai syok.
Biasanya bagian terbawah janin belum masuk pintu atas panggul, ada kelainan letak

Solusio Plasenta

Lepasnya plasenta sebelum bayi lahir.

Tanda-tandanya : perdarahan disertai nyeri tekan uterus,warna darah kehitam-hitaman

Sakit kepala hebat, Bengkak pada muka dan tangan, Penglihatan kabur
Dapat diduga preeklampsi, namun perlu adanya pemeriksaan tekanan darah dan
proteinuria yang positif. Preeklampsi dapat meningkatkan kematian ibu dan bayi.
Preeklampsi ringan bila tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg dan preeklampsi berat bila
tekanan darah lebih dari atau sam dengan 160/110 mmHg

Nyeri Perut Hebat


Kejadian perdarahan kehamilan sangat sering diikuti adanya nyeri perut yang hebat.
Sehingga dapat membahayakan ibu dan janin.

Bayi kurang bergerak seperti biasanya


Bila bayi kurang bergerak seperti biasanya menunjukan kondisi yang membahayakan janin
( asfiksia )

F. Tanda-tanda Persalinan

Lendir Bercampur Darah

Pengeluaran lendir bercampur darah. Terjadi karena sumbatan yang tebal pada mulut
rahim terlepas sehingga menyebabkan keluarnya lendir yang berwarna kemerahan karena
bercampur darah.

Air Ketuban Pecah

Kantung ketuban yang mengelilingi bayi pecah sehingga air ketuban keluar ( Normal air
ketuban adalah cairan yang bersih, jernih dan tidak berbau).

Kontraksi Yang Teratur

Tidak seperti kontraksi Braxton hick, kontraksi timbul secara teratur, mula-mula kontraksi
hanya sebentar kemudian bertambah lama dan bertambah kuat, dan kontraksi terjadi
simetris di kedua sisi perut mulai dari bagian atas dekat saluran telur ke seluruh rahim, dan
nyeri tidak hilang/kurang dengan istirahat atau elusan