Anda di halaman 1dari 9

SABUN DAN

DETERGEN
Ariel Asysyadzily 10411600000107
Wahyu Tri Amalia P 10411600000113
Nur Aulia Pramesthi 10411600000115

ALLPPT.com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams and Charts


A. Sabun
Pengenalan Sabun
Sabun merupakan bahan logam alkali dengan rantai asam monocarb
oxylic yang panjang. Larutan alkali yang digunakan dalam pembuatan sabun
bergantung pada jenis sabun tersebut. Larutan alkali yang biasa yang
digunakan pada sabun keras adalah Natrium Hidroksida (NaOH) dan alkali
yang biasa digunakan pada sabun lunak adalah Kalium Hidroksida (KOH).
Sabun berfungsi untuk mengemulsi kotoran kotoran berupa minyak
ataupun zat pengotor lainnya. Sabun dibuat melalui proses saponifikasi lemak
minyak dengan larutan alkali membebaskan gliserol. Lemak minyak yang
digunakan dapat berupa lemak hewani, minyak nabati, lilin, ataupun minyak
ikan laut.
Macam-macam Sabun
1. Shaving Cream
Shaving Cream disebut juga dengan sabun Kalium. Bahan dasarnya
adalah campuran minyak kelapa dengan asam stearat dengan
perbandingan 2:1.
2. Sabun Cair
Sabun cair dibuat melalui proses saponifikasi dengan menggunakan
minyak jarak serta menggunakan alkali (KOH). Untuk meningkatkan
kejernihan sabun, dapat ditambahkan gliserin atau alkohol.
3. Sabun kesehatan
Sabun kesehatan pada dasarnya merupakan sabun mandi dengan kadar
parfum yang rendah, tetapi mengandung bahan-bahan antiseptic dan
bebas dari bakteri adiktif. Bahan-bahan yang digunakan dalam sabun ini
adalah tri-salisil anilida, tri-klor carbanilyda, irgassan Dp300 dan sulfur.
4. Sabun Chip
Pembutan sabun chip tergantung pada tujuan konsumen didalam
menggunakan sabun yaitu sebagai sabun cuci atau sabun mandi dengan
beberapa pilihan komposisi tertentu. Sabun chip dapat dibuat dengan
berbagai cara yaitu melalui pengeringan, atau menggiling atau
menghancurkan sabun yang berbentuk batangan
5. Sabun Bubuk untuk mencuci
Sabun bubuk dapat diproduksi melalui dry-mixing. Sabun bubuk mengandung
bermacam-macam komponen seperti sabun, sodasah, sodium metaksilat,
sodium karbonat, sodium sulfat, dan lain-lain.
B. Detergen
Pengertian Detergen

Sabun sintetis atau lebih dikenal dengan Detergen sebagai salah satu bahan
pembersih atau pencuci, terdiri dari rantai pendek ALKIL NAPTHALEN SULFONAT
(1920-1930) berkembang menjadi rantai panjang ALKIL-ARIL-SULFONAT (1940).
Selanjutnya pada perkembangan tahap berikutnya menjadi SENYAWA RANTAI
CABANG (1950-1960), untuk akhirnya kembali kepada RANTAI PANJANG LEBAR.
Perbedaan Sabun dan Detergen

Sabun Detergen
- Timbul endapan pada - Tidak ada endapan karena
pencucian, hanya untuk bereaksi dengan Ca dan
air lunak Mg yang larut, efisien
terhadap air keras dan
asam
- Komposisi kimia sederhana - Komposisi kompleks
- Bersifat biodegradasi, - Adanya komponen tak
membasmi kuman secara terlarut menyebabkan
efektif polusi
- Tak ada penambahan - Ada penambahan
pengendap aktif pengendap aktif sesuai
penggunaan
- Proses Hidrolisa - Proses Sulfonasi
Mekanisme Pembersihan

1. Wetting = daya pembasah bagian permukaan kotor


2. Melepaskan kotoran dari permukaan
3. Menjaga stabilitas kotoran supaya tetap berada dalam medium larutan atau su
Jenis-jenis Detergen/Cleaners

Basis Air : Basis Hidrokarbon : Pelarut Clhorine : Kombinasi HK + Chlori


nated blends :

Tingkat keracunan Tingkat keracunan Tingkat keracunan Tingkat keracunan


rendah medium tinggi menengah
Bersifat biodegradasi Harga agak mahal Mahal Flash point tinggi
Murah Sangat baik untuk Tidak bersifat Dapat terbakar pada
Tak dapat terbakar lemak-lemak/ biodegradasi T>
(Non-Flammable) pelumas (good Larut dalam pelarut Tak terlarut
degrease) tertentu Sangat baik
Larut dalam zat Tidak terbakar digunakan untuk
pelarut biasa Tidak meninggalkan pelumas
Berpengaruh residu
terhadap plastik
Bahan Pembentuk Detergen

Surfaktan atau surface active agent adalah molekul-molekul yang


mengandung gugus hidrofilik (suka air) dan lipofilik (suka minyak/lemak)
pada molekul yang sama (Sheat dan Foster, 1997). Surfaktan terbagi
menjadi dua bagian yaitu kepala dan ekor. Gugus hidrofilik berada di
bagian kepala (polar) dan lipofilik di bagia ekor (non polar) (Gambar 1).
Bagian polar molekul surfaktan dapat bermuatan positif, negatif atau netral.
Umumnya bagian non polar (lipofilik) adalah merupakan rantai alkil yang
panjang, sementara bagian yang polar (hidrofilik) mengandung gugus
hidroksil.