ERITROPAPULOSKUAMOSA
Dr. ISMIRALDA OKE PUTRANTI, SpKK
Dep./KSM IK Kulit dan Kelamin
FK UNSOED /
RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo
Purwokerto
2016
Lesi Kulit tdr dr :
makula, papul / plak disertai dengan skuama
Psoriasis Eritroderma
Parapsoriasis Dermatitis seboroik
Pityriasis rosea Gibert Lichen planus
Pityriasis rubra pilaris Lichen striatus
Psoriasis
Liken Dermatitis
Planus Seboroik
EPS
Pitiriasis
Eritroderma
Rosea
Etiologi Gambaran Klinis
Autoimun, pemendekan waktu Plakat hiperkeratotik, bts tegas,
turn over kulit 3-4hr skuama tebal berlapis-lapis spt
mika
Tanda Khas Bentuk Klinis
• Fenomena Koebner • Psoriasis vulgaris
• Tetesan Lilin • Psoriasis inversa
• Aupitz sign • Sebopsoriasis
Psoriasis • Psoriasis gutata
• Pustular psoriasis
HistoPA • generalisata (Von
Hiperkeratosis-parakeratosis Zumbruch)
Papilomatosis • lokalisata
Mikroabses Munro (palmoplantar)
Pustul of Kogoj • Arthritis Psoriatika
• Eritroderma
Terapi
Topikal, Fototerapi, Sistemik
Psoriasis Definisi :
Peny. kulit kronik residif yang
ditandai dengan papul / plak eritem
berbatas tegas, disertai dg skuama
tebal berlapis-lapis.
Epidemiologi :
- Tersebar di sel. dunia
- Insiden 1-3% dari populasi
-♂=♀
- Onset : dewasa >>
Etiologi :
- Tdk diketahui pasti
- Genetik
- Turn over epidermis memendek ( 3 – 4 hr )
- Predisposisi :
- trauma,
- infeksi,
- hormonal,
- obat-obatan, alkohol, merokok
- stress ,
- paparan sinar matahari,
- metabolik
GAMBARAN KLINIS
Papul / plak eritem, berbatas tegas,
disertai skuama tebal berlapis-lapis
GAMBARAN KHAS
Auspitz’s Sign • Candle sign – fenomena tetesan lilin
( “Kaarsvetvlek phenomenon”)
• Auspitz’s Sign - skuama dilepaskan selapis
Fenomena Koebner demi lapis dan akan tampak bintik2
perdarahan → tjd ok papilomatosis
• Koebner’s Phenomenon – timbulnya lesi
yg serupa pada tempat bekas trauma
Nail Disorders
• Pitting nail ( spesifik ) - defek berukuran milier
pada lempeng kuku (spt tetesan minyak)
• Bercak kekuningan di bawah lempeng kuku
• Onikolisis
• Onikodistrofi
Onikolisis
distal
Bercak kekuningan di
bwh lempeng kuku
Onikodistrofi
Pitting nail
VARIAN KLINIK
Sebopsoriasis
Psoriasis
Vulgaris
Psoriasis Inversa
Psoriasis Gutata
PP Lokalisata (Barber)
Papul, pustul milier pd telapak tgn & kaki
PP Generalisata (Von Zumbusch)
Papul, pustul milier, generalisata,
mengelompok (lake of pus)
Disebabkan krn penghentian mendadak KS
sistemik maupun topikal
Psoriasis Pustulosa
Arthritis Psoriatika
• Jarang
• Mengenai
beberapa sendi
terutama
interphalanx
distal
• Tjd
pembengkakan,
ankilosis &
kontraktur
Eritroderma Psoriatika
Ektropion
Histopatologi
Epidermis :
1. Hiperkeratosis, parakeratosis, akantosis
2. Mikroabses Munro
3. Penipisan stratum granulosum
4. Spongioform pustules of Kogoj
Dermis :
1. Papillomatosis
2. Vasodilatasi kapiler
3. Infiltrat dermal
Parakeratosis
St. granulosum menghilang
Hiperkeratosis
Akantosis
(penebalan st. spinosum)
Vasodilatasi & infiltrasi sel2 radang
kronik (limfosit
Mikroabses
Munro
Spongioform
pustules of
Kogoj
Diagnosis Banding
Dermatofitosis Dermatitis Seboroik
• Sangat gatal • Predileksi : area seboroik
• Gamb khas : plak • Skuama kekuningan dan berminyak
eritem/hiperpigmentasi, bts tegas,
tepi aktif, central healing (+)
• Kerokan kulit + KOH : hifa panjang
bersepta
Sifilis Sekunder Psoriasiformis
• Limfadenopati generalisata
• STS VDRL/TPHA (+)
• Riwayat CS (+)
Indeks Keparahan - PASI (Psoriasis Area Severity Index)
• Untuk evaluasi klinis • Karakteristik bagian lesi :
• Diukur 4 bagian tubuh : – Eritema (E),
- Kepala (h) – Infiltrasi (I),
- Ektremitas atas (u)
- Badan (t) – Deskuamasi (D)
- Ekstremitas bawah (I) dan → skala 0 – 4
masing-masing disesuaikan • Area lesi dikategorikan dlm
dengan persentasi luas lesi. skala 1 - 6
1 1 – 9%
2 10 – 29%
3 30 – 49%
4 50 – 69%
5 70 – 89%
Rumus 6 90 – 100%
{0.1(Eh+Ih+Dh) Ah} + {0.2(Eu+Iu+Du) Au} + {0.3(Et+It+Dt) At} +
{0.4(El+Il+Dl) Al}
TERAPI
Terapi tgt pd :
• Bentuk klinis
• Luas/keparahan penyakit : Sistemik
– Ringan <5% atau PASI • Eritroderma
Fototerapi • Vulgaris Parah
<8 • Arthritis
• Gutata luas
• Pustulosa
– Sedang 5-20% atau • Vulgaris
sdg/parah
PASI 8-12 Topikal
• Gutata
– Berat >20% atau PASI • Vulgaris Ringan
>12
• Lokasi lesi (kulit kepala,
wajah, lipatan, telapak
tangan/kaki, genitalia)
Topikal
Tar
• Fossil : ichthyol
Sistemik
• Wood : oleum cadini & 1. Fotokemoterapi UVA +
oleum ruski Methoxalen (8-MOP) oral 2 jam
• Coal : LCD 2 – 5 % sblm paparan
2. Methotrexate (MTX) –
Anthralin/ dithranol 0,2 – 0,8% pustulosa, arthritis,
• Krg efektif eritroderma.
• Meninggalkan warna pd kulit & ESO : hepatotoksik,
pakaian hematoksik, nefrotoksik
3. Retinoids ( etretinate &
Kortikosteroid : poten / super poten acitretin - rekalsitran
4. Cyclosporine – imunosupresif
(2,5 – 3mg/kg)
5. Kortikosteroid – pustulosa,
Fototerapi rekalsitran
• Fotokemoterapi PUVA (psoralen + UVA )
• UVB + Tar (Göeckerman Method)
• UVB + Antralin ( Ingram Method)
• Solarium (UVA + UVB)
Lokasi
Gambaran Klinis Daerah sebum : kepala berambut,
Papul, plakat eritem dg skuama wajah, leher, dada, punggung,
berminyak & kekuningan lengan, pubis
Patogenesis
Sebum >> + kolonisasi
jamur Pityrosporum ovale Dermatitis
peradangan disertai
pembentukan skuama Seboroik
Bentuk Klinis
Pitiriasis sicca plg ringan (ketombe)
Cradle cap melingkupi seluruh area kepala berambut
Eritroderma meluas ke hampir seluruh tubuh
TERAPI
Ringan antifungal + steroid potensi sedang topical
Berat Steroid sistemik + antifungal
Etiologi Diagnosis Banding
Infeksi virus HHV 6 & 7 • Tinea korporis
• Sifilis stadium II
Gambaran Klinis • Psoriasis gutata
• Herald Patch Pitiriasis
• Lesi kulit mengikuti
garis lipatan kulit ~
Rosea
pohon cemara
terbalik
Gilbert
• Swasirna dalam 4-10
minggu
Terapi - Self-limited diseases
Simtomatis Kortikosteroid topikal potensi sedang
Etiologi Patofisiologi
1. Perluasan penyakit
• Eritem vasodilatasi pemb
kulit sebelumnya
darah kehilangan panas
(psoriasis, dermatitis
dingin, menggigil, hipotermi
seboroik)
• Gangguan termoregulasi
2. Alergi obat
• Penguapan cairan dehidrasi
3. Keganasan (Sindrom
• Kehilangan skuama 9
Sezary)
gram/hr hipoproteinemia
Gambaran Klinis Eritroderma
• Demam , menggigil,
malaise, gatal
• Makula, papul eritem
generalisata, skuama
halus/kasar, ektropion
• Edema ec
hipoalbumin
Manajemen
• Rawat Inap
• Keseimbangan cairan
• Pengaturan suhu ruangan
• Diit TKTP
• Pemberian emolien
• Tambahan albumin
• Penangangan etiologi
LICHEN PLANUS
• Etio :
• Respon imun yang dimediasi oleh sel yang masih belum jelas
• Ditemukan bersama2 dengan kelainan autoimun lain : ulcerative colitis,
alopecia areata, vitiligo, dermatomyositis, morphea, lichen sclerosis,
myasthenia gravis
• Berhubungan dengan virus hepatitis C
• Dapat mengenai :
• Mukosa
• Kulit kepala
• Genitalia
• Kuku
• Gambaran Klinis
• Lesi inisial muncul pada area fleksural lengan dan tungkai erupsi
generalisata dlm 2 -16 mgg
• Pruritus ringan – berat
• Lesi mukosa oral asimptomatik, rasa terbakar – nyeri
• >50% lesi kulit akan menghilang dlm 6 bln, 85% dlm 18 bln kronik :
liken planus mukosa oral keganasan, lesi anular, besar, hipertrofik.
• Khas : 7P papule plaque, pruritic, plain, purple, polygonal,
Phenomenon of Koebner
• Bentuk Klinis :
• Hypertrophic lichen planus
• Atrophic lichen planus
• Erosive/ulcerative lichen planus
• Follicular lichen planus (lichen planopilaris)
• Annular lichen planus
• Linear lichen planus
• Vesicular and bullous lichen planus
• Actinic lichen planus
• Lichen planus pigmentosus
• Lichen planus pemphigoides
DIAGNOSIS
• Direct immunofluoresensce deposit IgM globular, mixed complements dan
keratinosit apoptostik
• Histo PA:
• Epidermis hiperkeratotik dengan akantosis ireguler dan penebalan fokal
stratum granulosum
• Keratinosit mengalami degenerasi koloid (Civatte’s bodies) pada epidermis
bagian bawah
• Deposit fibrin dan fibrinogen linier/bergelombang pada bawah membrane
basalis
• Terdapat timbunan limfosit T, histiosit dan sel Langerhans tersusun seperti
pita pada dermis atas
TATALAKSANA
• Self limiting disease : 8 -12 bulan
• Erupsi kulit steroid topical berfluorinasi Class I /II
• Berat (kulit, mukosa, kuku ) terapi ekstensif
• Terapi lain (sistemik)
• Steroid sistemik
• Metronidazole
• Asitretin
• MTX
• Hidroksikluorokuin
• Griseofulvin
• sulfasalazine
THANK YOU
CONTOH KASUS
• Definisi ?
• Patofisiologi ?
Seorg laki2 35th dtg dg keluhan penebalan kulit di • TEORIkhas ?
Fenomena
daerah lutut, siku, punggung dan sekitar garis • Bentuk2 klinis ?
rambut seperti ketome sejak 5 th yll. Makin lama
• Penatalaksanaan ?
makin lebar dan tebal. Kambuh-kambuhan, diobati
membaik, tp tidak pernah sembuh.
A. Informasi apa lg yang dibutuhkan?
B. Effloresensi ?
C. Diagnosis Banding ?
D. Pemeriksaan Penunjang ? Apa yg diharapkan ?
E. Terapi ?
Etiologi ?
Gambaran klinis yg khas ?
Penatalaksanaan ?
Seorg laki2 dtg dengan keluhan bercak2 merah
dihampir sel tubuh. Sejak hampir 1 bln yll
muncul bercak merah yg agak besar di dada, krn
tdk diobati, lambat laun muncul bercak merah
kecil-kecil dibagian tubuh lain dan hampir • Effloresensi ?
seluruh tubuh. Gatal terutama bila berkeringat. • Diagnosis Banding ?
Sebelum mucul bercak2 merah, os mengeluh
agak demam, dan nyeri sendi dan otot. • Pemeriksaan penunjang
• Terapi ?
• Definisi ?
• Etiologi
TEORI?
Seorg wanita berkerudung dtg dengan keluhan kulit • Bentuk Klinis ?
wajah dan kepala bersisik. Sisik dirasa semakin • Terapi ?
banyak dan terasa gatal terutama bila berkeringat
dan stress.
A. Informasi apa lagi yg dibutuhkan ?
B. Effloresensi ?
C. Diagnosis banding ?
D. Pemeriksaan penunjang ? Apa yg diharapkan ?
E. Terapi ?
Seorg laki2 dtg dg kulit seluruh tubuh
kering dan mengelupas sejak 3 hr yll. Os
sudah berkali-kali mengalami kelainan
seperti ini terutama bila musim kemarau.
A. Info apa yg dibutuhkan ?
B. Effloresensi ?
C. Diagnosis Banding ?
D. Penatalaksanaan ?
• Definisi ?
• Etiologi ?
TEORI
• Penatalaksanaan ?
THANK YOU