Anda di halaman 1dari 18

GIZI SEIMBANG BAYI DAN

BALITA
Tujuan pembelajaran
◦ Menjelaskan pengertian gizi seimbang bayi dan
balita dengan benar
◦ menguraikan cara menyusun menu seimbang
bayi dan balita dengan benar
◦ Menjelaskan pengaruh status gizi terhadap
perkembangan dan pertumbuhan dengan
benar
Gizi seimbang bayi dan balita
Gizi seimbang yaitu gizi yang sesuai dengan kebutuhan
tubuh melalui makanan sehari-hari sehingga tubuh bisa aktif,
sehat optimal, tidak terganggu penyakit, dan tubuh tetap
sehat. Gizi seimbang dapat dipenuhi dengan pemberian
makanan
konsep Gizi seimbang adalah suatu usaha untuk
mencapai :
 Keseimbangan antara kebutuhan Tubuh (dinamis) akan
zat gizi Dengan asupan yang didapat Melalui makanan

 Keseimbangan antara berbagai Macam zat gizi dalam


makanan Yang dikonsumsi
 Tujuan :
◦ Menanamkan kebiasaan makan yang baik dan
benar kepada anak.
◦ Memberikan gizi yang seimbang sesuai
kebutuhan untuk tumbuh kembang anak yang
optimal
◦ Memelihara dan meningkatkan daya tahan
tubuh anak terhadap penyakit.
Cara menyusun menu seimbang bayi
 Usia bayi 0 - 6 bulan

WAJIB ASI
Pemberian ASI harus segera dilakukan setelah bayi lahir sampai 1
jam pertama. ASI pertama yang diberikan pada bayi disebut
kolostrum. Kolostrum ini sedikit lebih kental dan berwarna
kekuningan yang mengandung banyak lemak dan protein serta
sistem kekebalan. Sampai usia 6 bulan bayi cukup mendapatkan
asupan makanan dari ASI tanpa di tambah makanan atau minuman
lain karena ASI mengandung semua zat gizi dan cairan yang
dibutuhkan untuk memenuhi seluruh kebutuhan gizi pada 6 bulan
pertama kehidupannya.
Usia 6 – 9 bulan
Setelah usia 6 bulan ASI tetap diberikan namun tidak sebagai makanan utama lagi,
sehingga bayi harus sudah di perkenalkan dengan makanan yang dikenal dengan
istilah Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Makanan pendamping untuk bayi usia
6 – 9 bulan adalah berupa bubur susu sampai nasi tim lumat.

Usia 10 – 12 bulan
ASI tetap diberikan dengan ditambah makanan padat berupa bubur nasi sampai
nasi tim. Frekwensi pemberian makanan pendamping sebanyak 3 kali sehari atau
lebih tergantung kemampuan bayi dalam menerima makanan dengan jumlah yang
disesuaikan dengan umur.
Jadwal pemberian ASI dan Makanan Pendamping ASI
Menurut umur bayi
Usia bayi Jenis makanan frekuensi

0 - 6 bulan ASI Sekehendak bayi

6 - 7 bulan ASI Sekehendak bayi


Bubur lunak/sari 1-2 kali sehari
buahBubur; bubur
havermout/bubur
tepungberas merah

7 – 9 bulan ASI Sekehendak bayi


Buah-buahan 3 – 4 kali sehari
Hati ayam atau kacang-
kacangan
Beras merah/ubi
Sayuran
Usia bayi Jenis makanan frekuensi

9 – 12 bulan Buah-buahan Sekehendak bayi


Bubur/Roti 4 – 6 kali sehari
Daging/kacang-
kacangan/ayam/ikan
Beras
merah/kentang/labu/jagung
Kacang tanah
Minyak/santan
Sari buah tanpa gula

Diatas 12 bulan ASI Sekehendak bayi


Makanan seprti orang 4 – 5 kali sehari
dewasa, termasuk telur dan
kuning telurnya
Jeruk
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam
memberikan MP-ASI

1. Makanan pendamping hanya mulai diberikan setelah


bayi berusia 6 bulan
2. ASI tetap diberikan dengan memberikan asi terlebih
dahulu baru kemudian memberikan MP-ASI
3. Makanan padat atau MP-ASI yang pertama diberikan
harus meiliki tekstur yang sangat halus dan licin
4. Bubur nasi diberikan sebanyak 3 kali sehari dengan
porsi setiap kali makan sesuai dengan umur.
5. Berikan makanan selingan sebanyak 2 kali sehari
diantara waktu makan, berupa biskuit, pisang, bubur
kacang hijau dll
6. boleh diberikan setelah bayi tumbuh gigi, sedangkan makanan
cincang diberikan setelah bayi pandai mengunyah.
7. Tambahkan telur ayam/ikan/tahu/tempe/daging
sapi/wortel/bayam/minyak pada makanan pendamping
8. Memperkenalkan sayuran dan buah-buahan dapat dimulai dengan
memberikan sayuran dan buah yang berserat rendah, seperti:
wortel, tomat, bayam, jeruk, pisang, pepaya, alpukat dan pir
9. Sebagai selingan dapat diberikan satu buah yang manis dan
disaring
10. Bayi dapat diajari makan dan minum dengan menggunakan sendok
dan gelas
11. Tetap berikan ASI sampai 2 tahun.
Pengaruh status gizi terhadap
pertumbuhan dan perkembangan

• Bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular, berarti


bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau
keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat
pertumbuhan

• Bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam


kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta
sosialisasi dan kemandirian.
perkembangan
Pengaruh status gizi terhadap pertumbuhan dan
perkembangan memonitoring melalui KMS

• Kekurangan gizi seperti (energi, protein, zat besi)


menyebabkan berbagai keterbatasan, antara lain
KURANG pertumbuhan mendatar, berat, dan tinggi badan
GIZI menyimpang dari pertumbuhan normal
• Keadaan kurang gizi juga berasosiasi dengan
keterlambatan perkembangan motorik.
Lanjutan...

• Terjadiannya obesitas karena adanya


ketidakseimbangan antara asupan energi dan energi
yang dikeluarkan atau digunakan untuk beraktifitas.
• Pemberian gizi yang tidak sesuai dengan
KELEBIHAN pertumbuhan dan perkembangan anak dapat
GIZI menyebabkan pertumbuhan anak tersebut
mengalami gangguan.
• Gangguan ini bisa disebabkan karena kekurangan gizi
maupun kelebihan.
Ciri ciri tumbuh kembang anak
1. Perkembangan menimbulkan perubahan
2. Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal
menentukan perkembangan selanjutnya
3. Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai
kecepatan yang berbeda
4. Perkembangan berkolerasi dengan pertumbuhan.
5. Perkembangan mempunyai pola yang tetap
Lanjutan...
Gerak motorik halus atau Gerak motorik kasar atau
gerak halus gerak kasar

Kemampuan Aspek
Sosialisasi dan
bicara dan perkembangan anak
kemandirian
bahasa yang perlu dipantau
Faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan

Penambahan berat badan tergantung dari makanan,


Faktor pertumbuhan fisik
hormon dan faktor keturunan

Salah satu faktor utama yang berperan dalam


pertumbuhan dan perkembangan otak : protein, asam
Faktor perkembngan otak
lemak, zat besi, dan beberapa komponen dan mineral
lainnya

Beberapa faktor yang menyebutkan kematangan sosial


seseorang anak : usia kroniologis dan usia mental
Faktor sosial anak, urutan anak, jenis kelamin, keadaan sosial ekonomi,
kepopuleran anak, pendidikan, kepribadian anak,
keluarga,kapasitas mental : emosi dan intelegensi
Terima kasih 