Anda di halaman 1dari 13

INVAGINASI

Oleh :
Agung Prabowo
Azka Muda Adri

Pembimbing :
dr. T Yusrialdi, Sp.BA

SMF/Bagian Ilmu Bedah


FK Unsyiah/RSUDZA
• Invaginasi (intussusception) adalah suatu keadaan masuknya
suatu segmen usus bagian proksimal (intussusceptum) ke
Definisi segmen bagian distalnya (intususcipient) yang akan
menyebabkan obstruksi hingga strangulasi usus.

• Insidens terbesar terjadi pada usia 5 hingga 9 bulan (< 1


tahun)
Epidemiologi • 10-25% terjadi pada usia lebih dari 2 tahun.
• Pria : Wanita = 2 : 1
• Kasus intususepsi 1 : 2000 anak

• 90 % idiopatik
• Usia < 1 tahun digolongkan sebagai invantile idiopatic
Etiologi intususseption.
• Usia > 2 tahun dapat ditemukan kelainan anatomis oleh
tumor sebagai lead point.
Pathway Intususepsi
KLASIFIKASI INVAGINASI :
ANATOMI
a. Ileocolic GENERAL
b. Ileoileocolic a. Permanen (fixed)
c. Appendicolic, Caecocolic, b. Transient (Spontaneous
Colocolic reduction)
d. Jejuniileal, Ileoileal

SPESIFIK LAIN-LAIN
a. Idiopatik a. Recurrent
b. Pathologic lead point b. Neonatal
c. Post Operative
Inspeksi abdomen: Foto polos abdomen
distensi 3 posisi  gambaran
obstruksi usus
Dance’s sign, dan (distensi, airfluid level,
Nyeri perut kolik Sousage like sign hearing bone, coil
Muntah Red currant jelly spring)
stool USG  Target sign
BAB berdarah atau doughnut sign
(rectal bleeding)
Pemeriksaan dengan
RT: kontras enema 
bisa didapatkan gambaran cupping dan
pseudoportio coil spring.

Pem.
Anamnesis Pem. Fisik
Penunjang
RA D I O L O G I
USG Abdomen
RA D I O L O G I
Abdominal X-Ray Barium Enema
TATALAKSANA
REDUKSI HIDROSTATIK DILAKUKAN APABILA PASIEN STABIL
KONTRAINDIKASI: “PSEDO” (PERITONITIS, SEPSIS, ELEKTROLIT
IMBALANCE, DIARE DAN OBSTRUKSI)
THANK YOU