Anda di halaman 1dari 37

AKUNTANSI PENANAMAN

DANA BANK

KELOMPOK 5:
MUHAMMAD ANANDA 142150098
DANY MAHDYAWAN A. 142150107
MIFTAHUL FAUZY 142150114
Penanaman dana bank meliputi penanaman
dana dalam alat likuid atau kas, penanaman
dana pada lembaga keuangan, penanaman
dana dalam bentuk perkreditan dan penanaman
dana dalam akativa tetap.

Tujuan dan penanaman dana adalah untuk


memperoleh (menciptakan) pendapatan bank
melalui penciptaan aktiva produktif yang
menghasilkan.
Jenis penanaman dana antara lain:
•Remise atau pengiriman uang antar cabang dalam
bentuk suatu bank,
•Penanaman pada bank lain dalam bentuk giro, deposito
berjangka , call money, deposito, deposits on call, surat
berharga, serta penanaman dana dalam bentuk kredit.
PENANAMAN DANA ALAT LIKUID ATAU KAS
(KAS DAN BANK)
Dalam penanaman dana kas untuk tujuan
operasional harus diperhatikan dasar kebutuhan
dana rata-rata uang tunai setiap hari.
Sedangkan penanaman dana kas ke bank lain
harus memperhatikan syarat minimum yang harus
dipelihara oleh bank (5% dari dana masyarakat
yang dimiliki oleh bank), sehingga terjaga
likuiditasnya.
Tujuan penanaman uang kas
Untuk kegiatan operasional
Untuk memelihara likuiditas
Untuk menghindari terjadinya over/underliquid
Untuk memanfaatkan kelebihan dana
Pendapatan
REMISE

Pengiriman uang secara fisik dari satu bank ke bank


lain atau dari satu cabang ke cabang lain.
Akuntansi remise:
a. Saat pengiriman uang pisik ke cabang
D: RAK- Cabang
K: Kas
Saat menerima uang fisik dari cabang
D: Kas
K: RAK- Cabang
Penanaman Alat Likuid dalam Rekening Bank Lain
Akuntansi penanaman pada bank lain:
1. Saat penanaman
D: Bank lain- deposito
D: Bank lain- Call money
K: BI- Giro
Bank Mega Jakarta membeli deposito berjangka
Bank ABC sebesar Rp 200.000.000 suku bunga 24%
setahun, jangka waktu 3 bulan. Selain itu Bank Mega
menempatkan sebagian dananya pada bank XYZ
Jakarta untuk call money sebesar Rp 400.000.000
dengan suku bunga 30% setahun, dana dapat ditarik
sewaktu-waktu. Bank Mega juga juga menempatkan
uangnya pada bank RST Jakarta dalam bentuk
deposits on call sebesar Rp 450.000.000 suku bunga
26% setahun jangka waktu 2 bulan. Pembayaran
kepada lembaga keuangan tersebut di atas dilakukan
atas beban rekening giro bank Mega- Jakarta pada
Bank Indonesia.
Akun Debit Kredit

Bank lain – deposito Rp 200.000.000


berjangka Rekening Bank
ABC- Jakarta

Bank lain - Call money- Rp 400.000.000


Rekening Bank XYZ

Bank Lain – Deposits on Rp 450.000.000


Call-rekening Bank RST –
Jakarta

Bank Indonesia – Giro Rp 1.050.000.000


2. Saat penerimaan bunga:
D: Bank lain-deposito
K: pendapatan bunga-deposito
Akun Debit Kredit
Bank lain-giro- Rekening Rp 4.000.000
Bank ABC
Bank lain-giro- Rekening
Rp 10.000.000
Bank XYZ
Bank lain-giro- Rekening Rp 9.750.000
Bank RST
Pend bunga-penempatan – Rp 4.000.000
deposito berjangka
Pend bunga-penempatan – Rp 10.000.000
Call money
Pend bunga-penempatan – Rp 9.750.000
Deposits on Call
SURAT BERHARGA
Penanaman uang dalam bentuk surat berharga bersifat
sementara dan untuk dijual kembali saat diproyeksikan
adanya keuntungan dari surat berharga tersebut

Kriteria :
•Mempunyai pasar yang dapat diperjual belikan
segera
•Untuk dijual segera bila ada kebutuhan dana
•Tidak dimaksudkan untuk menguasai perusahaan lain
Jenis Jenis Surat Berharga
•Saham
•Wesel
•Obligasi
•Sekuritas kredit
•Surat berharga lain yang lazim diperdagangkan di
pasar uang dan pasar modal
Akuntansi Surat berharga :
Pembelian
Kasus: Pada tanggal 31 Juli Bank Mega membeli
selembar obligasi PT Jasa marga yang berjangka
waktu 10 tahun dengan nilai nominal 10 juta pada
kurs sebesar 98% dan suku bunga sebesar 15%
setahun dibayarkan setiap tanggal 1 Juni dan 1
Desember.
Akun Debit Kredit
Surat Berharga – Obligasi Rp 10.000.000
Pendapatan Bunga Obligasi Rp 250.000
Pend Premi Obligasi Yg
Rp 200.000
ditangguhkan
Kas Rp 10.050.000
Pembayaran bunga tanggal 1 Desember
D:Kas RpAkun
750.000 Debit Kredit
Kas Rp 750.000
K:Pendapatan Bunga Obligasi Rp 750.000
Pendapatan Bunga Obligasi Rp 750.000

Pada tanggal 31 Desember obligasi harus disajikan di


neraca dan diamortisasi dari pendapatan yang
ditangguhkan.
D: Pend Akun
Premi Obligasi yg ditangguhka
Debit Rp10.000
Kredit
Pend Premi Obligasi yg
K: Pendapatan Premi
ditangguhkan Obligasi Rp 10.000
Rp 10.000

Pendapatan Premi Obligasi Rp 10.000


Penjualan
Surat berharga yang hendak dijual memiliki harga pokok
yang dapat dihitung dengan metode FIFO atau metode
rata (terutama apabila terdapat lebih dari satu macam
surat berharga obligasi atau portofolio)
Kasus : Obligasi Jasa Marga tersebut dijual setelah 8
bulamn dimiliki atau pada tanggal 1 Maret dengan harga
101,

Pencataan untuk pengalokasian terakhir premi obligasi


dengan ayat jurnal :
D: Pendapatan
Akun Premi yang ditangguhkan
Debit Rp 3.333
Kredit
Pend Premi Obligasi yg
K: Pendapatan premi obligasiRp 3.333
ditangguhkan
Rp 3.333
Pendapatan Premi Obligasi Rp 3.333
Pencatatan penjualan obligasi dicatat dengan ayat
jurnal sebagai berikut:

D: Kas RpAkun
10.475.000 Debit Kredit
Kas Rp 10.475.000
D: Pend Premi Oblg Yg ditangguhkan Rp 186.667
Pend Premi Obligasi Yg
Rp 186.667
K: Pendapatan premi
ditangguhkan obligasi Rp 186.667
Pendapatan premi obligasi Rp 186.667
K: Surat berharga Obligasi Rp 10.000.000
Surat berharga Obligasi Rp 10.000.000
K: Pendapatan Bunga Obligasi Rp 375.000
Pendapatan bunga Obligasi Rp 375.000
K: Keuntungan dari Penj surat berharga Rp 100.000
Keuntungan dari penj surat
Rp 100.000
berharga
Penilaian

Penilaian Surat Berharga Pasar Uang

Kasus: Bank Omega membeli Sertifikat Bank Indonesia


(SBI) dengan nominal Rp 500 juta dengan suku bunga
12% setahun. Bunga SBI diterima di muka dan jangka
waktu selama 2 bulan. Pembayaran dilakukan atas
beban rekening giro pada Bank Indonesia.
Saat pembelian :
D: Surat berharga
Akun – SBI Rp 500.000.000
Debit Kredit
Surat berharga – SBI Rp belum
500.000.000
K: Pend bunga SBI yang diamortisasi
Rp SBI10.000.000
Pend bunga yang belum
Rp 10.000.000
diamortisasi
K:
BI- BI-
GiroGiro Rp 490.000.000 Rp 490.000.000
Pada akhir bulan pertama setelah pembelian SBI
dilakukan pengalokasian pendapatan bunga SBI sbb:
Akun Debit Kredit
D: Pend Bunga SBI yg diamortisasi Rp 5.000.000
Pend Bunga SBI yg diamortisasiRp 5.000.000
K:Pendapatan
Pendapatan
Bunga SBI Bunga SBI Rp 5.000.000 Rp 5.000.000

Penyajian SBI dalam Neraca setelah akhir bulan


pertama:
D: BI-GiroAkunRp 500.000.000 Debit Kredit
BI-Giro Rp 500.000.000
D: Pend Bunga SBI yg blm diamortisasi Rp 5.000.000
Pend bunga SBI yang belum
Rp 5.000.000
K:diamortisasi
Surat berharga –SBI Rp 500.000.000
Surat berharga –SBI Rp 500.000.000
K: Pendapatan bunga SBI Rp 5.000.000
Pendapatan bunga SBI Rp 5.000.000
Penilaian terhadap surat berharga yang dimiliki
dalam bentuk portofolio harus dinilai berdasarkan
harga riil:
1. Sebesar harga perolehan (cost)
2. Sebesar harga terendah antara cost dan market
(COMWIL).

Apabila terjadi selisih harga diakui sebagai kerugian


penurunan nilai SB, dengan mengkredit perkiraan surat
berharga yang bersangkutan “Penyisihan untuk
penurunan nilai surat berharga”.
Kasus:
Bank Omega memiliki portfolio surat berharga sebesar harga
perolehan Rp 125.000.000dan kemudian setealh dilakukan
penilaian harga pasar bernilai Rp 115.000.000, maka
kerugian ini akan dibukukan dengan ayat jurnal sbb:
D: Biaya Kerugian Penurunan Nilai surat berharga
Akun Debit Rp Kredit
10.000.000
Biaya Kerugian Penurunan Nilai surat berharga Rp 10.000.000
K: Penyisihan untuk Penurunan nilai surat berharga Rp
Penyisihan
10.000.000untuk Penurunan nilai surat berharga Rp 10.000.000

Sehingga nilai surat berharga setelah penurunan nilai adalah


sbb:
Surat berharga Rp 125.000.000
Dikurangi:
Peny untuk penurunan nilai suara berharga Rp 10.000.0000
Surat berharga, bersih Rp 115.000.000
KREDIT YANG DIBERIKAN
Aktiva produktif yang sangat diandalkan oleh bank
yang menghasilkan pendapatan besar adalah
debitur/kredit.
Akuntansi untuk kredit ini harus dilakukan dengan
cermat agar mampu memberikan informasi yang
efektif kepada manajemen
Jenis kredit yang diberikan oleh bank
a. Kredit Investasi
b. Kredit Modal Kerja
c. Kredit Profesi, dsb.
Jangka waktu kredit:
a. Kredit jangka pendek
b. Kredit jangka panjang
Akuntansi Kredit meliputi:
a. Persetujuan dan pemberian pagu kredit
b. Penarikan cek oleh nasabah/debitur
c. Pembebanan bunga pada debitur
d. Pelunasan pokok
e. Wanprestasi pembayaran
f.Penilaian debitur pada neraca
. Persetujuan Dan Pemberian Pagu Kredit
Saat persetujuan kredit dicatat:
K: Rek.Admin rupiah-kredit yg disetujui

Kasus: Bank Omega–Jakarta telah menyetujui


pemberian kredit investasi kepada PT Pizzaria
sebesar Rp 250.000.000 untuk rencana expansi usaha
dengan suku bunga sebesar Rp 1.500.000, biaya
materai dan lainnya Rp 50.000, biaya notariat pada
notary Andi sebesar Rp 5.000.000 dibebankan dan
dibayar lansung oleh calon nasabah pada bank
Omega-Jakarta. Oleh Bank Jakarta komitmen ini
dicatat :
K: Rek. Administrasi-Kredit yang telah disetujui
Rp 250.000.000

Sedangkan untuk perhitungan provisi kredit dicatat:


Akun Debit Kredit
Giro-Rekening PT Pizaria Rp 6.550.000

Pendapatan Provisi Kredit Rp 1.500.000


Persediaan Formulir Berharga Rp 50.000
Giro – Rekening Tn Andi Rp 5.000.000
Saat Penarikan Kredit Oleh Debitur
Setiap terjadi penarikan oleh debitur dibukukan dalam
rekening efektif
D: Debitur
K: BI – Giro
Kasus : PT Pizzaria menarik selembar cek debitur
yang telah disetujui sebesar Rp 35.000.000 kepada Pt
MNA, kemudian cek disetorkan ke Bank Omega –
Jakarta untuk keuntungan PT MNA, nasabah Bank ABC
– Jakarta melalui kliring. Oleh Bank Omega Jakata
dibukukan:
D: Debitur-Rekening
Akun PT Pizzaria
Debit
Rp 35.000.000
Kredit
Debitur-Rekening PT Pizzaria Rp 35.000.000
K: Bank Indonesia-Giro Rp 35.000.000
Bank Indonesia-Giro Rp 35.000.000

Dan dicatat pada rek. Administratif :


D: Rek. Adm.rupiah – kredit yg disetujui Rp 35.000.000
Perhitungan Bunga Kredit
Besarnya bunga dihitung dari lamanya hari outstanding
kredit .
Pengakuan pendapatan bunga dilakukan:
1. Accrual basis (saat jatuh tempo)
D: Debitur tunggakn bunga
K: Pendapatan bunga debitur
2. Cash basis (saat penerimaan): bila debitur merupakan
non-performing loan:
D: Rek.Admin-tunggakan bunga debitur
Sampai akhir bulan PT Pizzaria tidak melakukan mutasi lagi.
Maka pencatan bunganya sbb (bunga 28%/tahun) :

Accrual basis (saat jatuh tempo)


D: Debitur Tunggakan Bunga- Rekening
Akun Debit PT Pizzaria Kredit
Rp
816.667
Debitur Tunggakan Bunga-
Rp 816.667
Rekening PT Pizzaria
K: Pendapatan Bunga Debitur
PendapatanRp 816.667
Bunga Debitur Rp 816.667

Cash basis (saat penerimaan)


D: Rek.Admin-tunggakan bunga debitur
Rp 816.667
d. Pelunasan bunga
1. Accrual basis
D: BI – Giro
K: Debitur tunggakan bunga
2. Cash basis
D: BI – Giro
K: Pendapatan bunga-debitur
3. Rekening administratif dicatat:
K: Rek.admin-debitur tunggakan bunga
Pelunasan pokok pinjaman. Pada saat pelunasan
kredit dicatat:
D: Kas
K: Debitur- rek.debitur

Kolektibilitas meliputi:
Lancar(standar)
Kurang lancar (sub-standar)
Diragukan (doubtful)
Macet (uncollectible)
Wanprestasi Nasabah Debitur
Bila terjadi wanpestasi dalam pelunasan pokok, maka
pencatatannya harus dipisahkan dari debitur yang masih
aktif
D: Debitur tunggakan pokok
K: Debitur – Rek. debitur
Kolektibilitas terdiri dari :
•Lancar, bila nasabah ybs tidak pernah melakukan
penunggakan (bayar tepat waktu).
•Kurang lancar, bila nasabah telah menungggak
pelunasan bunga atau pokok pinjaman (<dari 6 bulan)
•Diragukan, nasabah telah menungggak pelunasan
bunga atau pokok pinjaman (>dari 6 bulan)
•Macet, nasabah telah tidak mampu lagi melunasi
kewajibannya baik bunga ataupun pokok.
Penilaian Debitur Pada Neraca
Penilaian debitur pada neraca dilakukan atas dasar
kolektibilitas debitur yang outstanding
Penyisihan dibebankan ke ikhtisar laba-rugi dalam rek.
Biaya penyisihan debitur diragukan

D: Biaya debitur ragu


K: Penyisihan debitur diragukan
KasusSaldo debitur Bank Omega –Jakarta sebesar Rp
20.000.000.000 terdiri dari :

Kolektibilitas I Rp 18.000.000.000
Kolektibilitas II Rp 2.000.000.000
Penyisihan debitur ragu-ragu :
Kolektibilitas I = 1% (Rp 18.000.000.000*50%)
= Rp 90.000.000
Kolektibilitas II = 5% (Rp 2.000.000.000*50%)
= Rp 50.000.000

Besarnya penyisihan debitur:


D: BiayaAkun
Debitur ragu Rp 140.000.000
Debit Kredit
Biaya Debitur Ragu Rp 140.000.000
K: Penyisihan Debitur diragukan Rp
140.000.000
Penyisihan Debitur diragukan Rp 140.000.000
Dengan demikian rekening debitur disajikan
dineraca :
Debitur (pokok) Rp 20.000.000.000
Penyisihan Debitur Ragu Rp 140.000.000
Bersih Rp 19.860.000.000