Anda di halaman 1dari 41

1

PELATIHAN RUTIN
TBM VERTEX
SIRKUMSISI
2
Pelaksana Kegiatan Sirkumsisi
1. Operator sirkumsisi
2. Asisten 1
3. Asisten 2
4. Runner
5. Sterilisator
6. Petugas registrasi
OPERATOR SIRKUMSISI 3

a. Memimpin dan bertanggung jawab terhadap jalannya


sirkumsisi dalam suatu siklus yang dibantu oleh asisten 1
dan asisten 2
b. Bertanggung jawab terhadap segala tindakan yang
dilakukan saat sirkumsisi,mulai dari pencegahan infeksi,
asepsis dan antisepsis, anestesi, pengguntingan,
penjahitan, dan perawatan luka.
c. Memantau alat dan bahan yang akan digunakan kepada
pasien sebelum sirkumsisi dilaksanakan.
d. Selalu berada dalam keadaan steril saat kegiatan
sirkumsisi berlangsung
e. Melakukan kegiatan sirkumsisi secara professional, tertib
dan bertanggung jawab
4
ASISTEN 1
1. Membantu operator saat melakukan tindakan
sirkumsisi, seperti melakukan anestesi, pengguntingan
dan penjahitan
2. Selalu berada dalam kegiatan steril saat kegiatan
sirkumsisi berlangsung., penjahitan, dan perawatan
luka.
ASISTEN 2
1. Membantu operator dan asisten 1 dalam menangani
pasien, seperti mempersiapkan alat dan bahan,
pencegahan infeksi, asepsis dan antisepsis , serta
perawatan luka
2. Selalu berada dalam keadaan steril saat kegiatan
sirkumsisi berlangsung.
5
RUNNER
Membantu jalannya siklus saat sirkumsisi dengan
mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan ketika
sirkumsisi berlangsung dalam keadaan non-steril (ON)

STERILISATOR

PETUGAS REGISTRASI
1. Anamnesis (Riwayat perdarahan)
2. Vital sign
3. Informed consent
4. Edukasi
Definisi Circumsisi
Adalah : Tindakan bedah (kecil) dengan memotong kulit ujung
penis (preputium) dan menjahitkan kulit dengan selaput
dalam diatas gland penis sehingga gland penis terbuka
secara sempurna

Pelaksanaan :
 Pada bayi : dengan bius umum
 Pada anak : bius lokal / umum
 Pada dewasa : bius lokal
INDIKASI:

 Agama
 Medis : Adanya kelainan pada preputium yang
sangat sempit (phimosis) sehingga
terjadi infeksi terus menerus gland
penis maupun saluran kencing
Kontra Indikasi

1. Epispadia : Muara saluran kencing berada


diatas batang penis
2. Hipospadia : Muara saluran kencing berada
dibawah batang penis
3. Chordee : Adanya selaput yang melekat pada
penis sehingga penis tidak bisa
lurus
Chordee (Webbed Penis)
14
ANATOMI
Alat-alat Circumsisi
1. Pinset anatomis 2
2. Pinset chirurgis 2 ( kecil2 )
3. Klem lurus 4
4. Klem bengkok 2
5. Gunting Meitzenbaum I
6. Gunting benang I
7. Duk steril
8. Handscoons
9. Spuit 5 cc dengan jarun kecil 1
10. Lidocain / pehacain 1% amp III – V
11. Kasa, betadin
12. Benang jahit :
Cut gut plain No. 3 - 4
13. Cauter listrik
14. Salf
15. Plester
16
17
d. Wadah stainles untuk minor set
e. Jarum cutting (3.0-2.0) dan benang cat-gut plain
f. Spuit 3 cc dan lidocain 2% atau Pehacain
g. Kassa steril yang cukup
h. Plester
i. Trifamycetin zalf atau sofratule bila ada
j. Duk steril bolong
g. Adrenalin dlm spuit (jaga2)
h. Alkohol 70 % dan betadine
i. Tempat sampah

Setelah persiapan lengkap lidocain sudah masuk dalam spuit


sebanyak 2,5 cc, jarum sudah dipegang oleh needle holder serta
benang catgut sudah terpasang ( “klik” 2 kali ) di pantat jarum,
barulah kita panggil pasien
Metode sirkumsisi 18

 Cara kuno
 Dorsal slit operation (dorsumsisi)
 Clamp
 Amputasi
PROSEDUR OPERASI 19

1. Asepsis
2. Anestesi
3. Release
4. Insisi
5. Hemostasis
6. Wound suture
7. Wound care
20
1. ASEPTIK
- Operator mencuci tangan dan memakai handscoen
- posisikan anak, alat dan operator yang nyaman
- Mulailah dengan bismillah
- bersihkan lapangan kerja dengan betadin :
 Pegang dan tarik sedikit ujung prepusium dgn kasa steril oleh
tangan kiri.
 Usapkan betadin ke seluruh permukaan penis dan daerah
sekitarnya dengan tangan kanan (sentrifugal)
 Ulang dengan alkohol
- Tutuplah lapangan operasi dengan duk bolong steril-
Tindakan Aseptik dan antiseptik 21

Pengolesan cairan antiseptik Ditutup dengan doek lubang steril


2. ANAESTESI 22
23
Blok Nervus
Dorsalis Penis :
Suntikan dilakukan pada
pangkal penis, tegak lurus
pada batang penis, hingga
terasa menembus fascia buck
( sensasi seperti menembus
kertas), jarum miringkan ke
lateral, aspirasi darah , bila tak
masuk ke pembuluh darah,
injeksikan 1-3 ml obat anestesi.
24
Bila masih terasa sakit bisa ditambahkan dengan cara infiltrasi obat anestesi

Infiltrasi di frenulum prepusium Infiltrasi di batang penis


25
3. RELEASE
26
4. INSISI
27

Dilakukan penjepitan ujung prepusium dengan klem pada jam 11 dan 1


serta dengan klem kocher lurus pada jam 6, Insisi prepusium diantara
jam 11 dan 1 kearah proksimal penis mendekati
Sulkus koronarius glandis
28

Prepusium dibuka untuk mengecek apakah terlalu panjang atau pendek


Pasang jahitan kendali ( teugel, scott suture ) pada jam 12 antara kulit dan mukosa
Jahitan ini berfungsi sebagai penuntun dan pegangan pada saat melakukan insisi
Ke lateral dan penjahitan kulit-mukosa disekeliling penis
1 2 3

29

1. Prepusium diinsisi ke lateral kanan , melingkari glans penis


sejajar dengan sulcus coronarius glandis, mukosa disisakan 3-5 mm.
2. Frenulum diinsisi berbentuk huruf “ V “.
3. Hal yang sama dilakukan pada sisi kiri.
30

Prepusium sudah diinsisi semua dan rawat perdarahan dengan menjepit


sumber perdarahan dengan menggunakan Klem Mosquito, kemudian d
iligasi menggunakan benang plain cat-gut no. 3-0 da
31
5. HEMOSTASIS
a. Perawatan perdarahan di lakukan dengan mencari sumber
perdarahan.
b. Bila didapatkan sumber perdarahan segera jepit dengan klem
arteri kecil.
c. Tarik klem, ligasi dengan mengikat jaringan sumber perdarahan
menggunakan catgut.
d. Potong ikatan sependek mungkin.
e. Cari seluruh sumber perdarahan lain dan lakukan hal yang serupa.
32
6. WOUND SUTURE
Jahitan Frenulum
Frenulum dengan matras horizontal atau boleh dengan matras 8 (cross).
Setelah dijahit sisakan benang untuk digunakan sebagai kendali.

Jahitan bagian kulit mukosa yang lain


• Jahitan simpul bisa dilakukan pada jam 3, 9, 12 atau jam 2,4, 8 dan
10.
• Tidak dianjurkan mengikatnya terlalu erat.
• Teknik simple interrupted (satu demi satu)
• Tidak dianjurkan menggunakan jahitan jelujur (continuous suture).
33

Dilakukan jahitan kendali pada jam Penjahitan Frenulum dengan jahitan


3 & 9, tali kendali di jepit dengan Angka 8 ( eight figure suture ) dengan
Klen pean lurus Benang plain cat-gut no.3-0
34
Teknik jahit 8 adalah :

1. Tusukkan jarum pada sisa mukosa sedikit


sebelah kiri frenulum, lalu masuk menyilang
dan keluar dari kulit di sisi yang bersebrangan
(sebelah kanan rafe penis).
2. Tusukkan kembali jarum ke sisa mukosa
sebelah kanan terus masuk dan menyilang
sampai keluar di kulit sisi bersebrangan
(sebelah kiri).
3. Simpulkan dengan erat minimal 3kali
35
36
37

Dilakukan penjahitan kulit mukosa Tepi luka diolesi antiseptik seperti


diantara jahitan kendali Betadine dll.
38

Penis dibalut dengan kain kassa steril ,lalu diplester.


39
a. Medikamentosa yang diberikan dapat berupa
Analgetika
Antibiotika
Roboransia
NB : jika anak berbadan kecil bisa disesuaikan per kg BB
DOSIS 10-15mg/kgbb/kali

b. Edukasi.
- Luka dalam 3 hari jangan kena air
- Hati hati dengan perdarahan post circumsisi, bila ada segera kontrol
- Perbanyak istirahat
- selesai kencing hapus sisa air kencing dengan tisue atau kasa
- makan dan minum yang bergizi (protein), tidak ada larangan makan.
- Setelah 3-5 hari post circumsisi buka perban di rumah segera kontrol
40
Penyulit :
- Phimosis dan paraphimosis
- Anak gemuk

Komplikasi
- Hematom
- Odem
- Gland Penis Tertusuk atau Tersayat
- Gland Penis Terbakar Elektrocauter.
- Syock anafilaktik dan syok neurogenik.
- Pendarahan Paska Khitan.
41