0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
855 tayangan34 halaman

Anestesi CEGA

CEGA digunakan untuk pembedahan di daerah abdomen, thoraks, urogenital, dan yang membutuhkan relaksasi otot atau analgesia pasca operasi. Prosedurnya meliputi persiapan pasien dan peralatan, induksi umum, insersi kateter epidural, dan pemeliharaan anestesi gabungan. Risiko utama adalah toksisitas sistemik dan lokal obat anestesi serta injeksi intravaskular atau intraneural. Dosis dan konsentrasi obat harus diperhatikan.

Diunggah oleh

Julius Santoso
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
855 tayangan34 halaman

Anestesi CEGA

CEGA digunakan untuk pembedahan di daerah abdomen, thoraks, urogenital, dan yang membutuhkan relaksasi otot atau analgesia pasca operasi. Prosedurnya meliputi persiapan pasien dan peralatan, induksi umum, insersi kateter epidural, dan pemeliharaan anestesi gabungan. Risiko utama adalah toksisitas sistemik dan lokal obat anestesi serta injeksi intravaskular atau intraneural. Dosis dan konsentrasi obat harus diperhatikan.

Diunggah oleh

Julius Santoso
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Anestesi

CEGA

>> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >>


COMBINED EPIDURAL AND GENERAL ANESTHESIA

COMBINED

ANESTHESIA SECRETS 4TH ED 2014 PAGE 464


ANESTHESIA SECRETS 4TH ED 2014 PAGE 465
CLINICAL ANESTHESIOLOGY 5TH ED 2013 PAGE 938
INDIKASI KONTRAINDIKASI

Pembedahan di daerah abdomen Gangguan faal koagulasi


Pembedahan di daerah thoraks Kelainan tulang belakang
Pembedahan di darah urogenital Terdapat infeksi ditempat inseri
kateter epidural
Pembedahan yang membutuhkan
relaksasi Pasien menolak
Pembedahan yang membutuhkan syok
post op pain epidural analgesia

>> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >>


Persiapan
Pasien
◦ Informed consent
◦ Ijin persetujuan tindakan CEGA
◦ Puasa
◦ Penjelasan rencana dan risiko komplikasi tindakan
◦ Kelengkapan pemeriksaan penunjang

>> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >>


Persiapan
Alat dan Bahan ◦ Set Suction
◦ Sulfas atropine 0.25mg (2 ◦ Pipa Endotracheal 3 buah
ampul) ◦ Oksigen
◦ Lidokain 2% (3 ampul) ◦ Mesin Anestesi
◦ Epidural set
◦ Efedrin 50mg (1 ampul)
◦ Hipafix sebagai fikasasi kateter
◦ Midazolam 5mg ( 2 ampul) epidural
◦ Fentanyl 100 µg ◦ Bupivacain 0.5% 20cc isobaruk (1
◦ Propofol 200 mg ( 1 ampul) vial)
◦ Spit 1 cc / 5cc / 10cc
◦ Atracurium 50 mg (1 ampul)
◦ Kassa steril
◦ Laringoskop 1 buah
◦ Does steril
◦ Sungkup muka ◦ Betadine

>> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >>


Prosedur
Pasang monitor standar berupa tekanan darah, EKG dan saturasi
Loading menggunakan cairan kristaloid 500 cc
Posisikan pasien duduk atau tidur miring
Idenfitikasi tempat insersi jarum epidural dan berikan tanda
Disinfeksi daerah insersi dan lakukan penyuntikan anestesi local lidokain
2% ditempat insersi
Insersi jarum epidural ditempat yang telah ditandai

>> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >>


Prosedur
Tarik penuntun pada jarum Tuohy dan pastikan LCS tidak keluar
Insersikan kateter epidural menuju ruang epidural melalui jarum tuohy
Diberikan anestesi local berupa lidocaine 1,5% + epinefrin 1:200.000
sebagai dosis test untuk mengetahui kemungkinan masuknya obat
anestesi local ke intravena maupun ruang sub archanoid
Fiksasi kateter epidural

>> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >>


Prosedur
Premedikasi menggunakan midazolam 2 mg, fentanyl 2mcg/kg dan lidocaine
1.5mg/kg
Induksi menggunakan propofol 1.5 mg/kg
Preoksigenisasi dengan oksigen 4-6L/m
Lumpuhkan pasien dengan pelumpuh otot atracurium 0.5mg/kg
Insersi pipa endotracheal
Check ketepatan insersi pipa endotracheal, kesamaan bunyi nafas kemudian
fikasasi pipa endotracheal
Maintenance anestesi menggunakan oksigen 4 l/m, anestesi inhalasi sevoflurane
sebanyak 0.5-1.5vol%, analgetik berupa fentanyl 1mcg/kg/jam dan pelumpuh
otot atracurium 0.1 mg/kg/30 menit
Ekstubasi jika nafas spontan adekuat

>> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >>


SISTEM CARDIOVASCULAR
SISTEM KOAGULOPATI
SISTEM PERNAFASAN
SISTEM GASTROINTESTINAL
Jarum Epidural Tuohy no 17 dan 18
Cara Menghitung Dosis Epidural
Tahap-tahap :

1. Tentukan target organ yang akan dilakukan tindakan operasi


2. Ketinggian dari target tersebut lalu tentukan titik tengah dari ketinggian
target
3. Setelah menentukan titik tengah yang merupakan tip dari catheter
epidural, dan lakukan puncture 2 segmen di bawahnya
4. Tentukan dosis dengan menghitung ketinggian dosis, untuk dosis
segmen thorakal 1,5 -2 ml dan segmen lumbal 1-1,5 ml
5. Lakukan penghitungan dosis dari yang terendah lalu dihitung berapa
segmen dari thorakal dan lumbal yang akan dilakukan tindakan anestesi
6. Bila sudah dihitung lakukan puncture pada 2 segman di bawah tip
marker yang telah ditandai sampai dengan menembus ruang epidural
7. Setelah dirasakan yakin telah menembus ruang epidural lalukan test
dose terlebih dahulu dengan epinefrin + lidocain
8. Bila test dose sudah telihat masuk melalui selang kateter epidural,
maka masukkanlah dosis yang telah dihitung sesuai dengan target
organ yang akan dilakukan anestesi.
LAST
RATE SYSTEMIC AND LOCAL TOXICITY ARE LOW
BUT WE MUST AVOID INTRAVASCULAR AND INTRA NEURAL INJECTION
LOWER CONCENTRATION OF LOCAL ANESTHETIC LIDOCAIN 1% - 1,5%
BUPIVACAIN 0,125% - 0,5%
NEURAL TOXICITY CONCENTRATION DEPENDENT

>> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >>


LAST
HIGHEST BLOOD LEVEL ARE
1. INTERCOSTAL BLOCK
2. CAUDAL
3. EPIDURAL
4. BRACHIAL PLEXUS
5. REGIONAL INTRAVENOUS
6. EXTREMITY BLOCK

>> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >>


>> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >>
>> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >>
>> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >>
>> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >>
>> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >>
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai