Anda di halaman 1dari 39

Perancangan

Arsitektur VI
BANGUNAN MIXED USE
“RENTAL OFFICE – RETAIL -
CINEMA“

PRESENTED BY :

YOGA RAHMADI 21- 2015- 097

DOSEN
TEAM DOSEN

PEMBIMBING
IR. DARMARIANTO
Bab I: Konsep
Umum
1.1 Pengertian
• Mixed used merupakan penggunaan sebuah
bangunan, satu kompleks bangunan, atau
lingkungan untuk lebih dari satu
kegunaan.Biasanya Mixed used terbagi dari
beberapa kegunaan contohnya retail, kantor, hotel,
apartement, dan lain lain.

• Retail adalah satu atau lebih aktivitas yang


menambah nilai produk dan jasa kepada konsumen
baik untuk kebutuhan keluarga atau untuk
keperluan pribadi

• Sinema adalah gedung tempat pertunjukan film;


bioskop

• Rental office berasal dari kata“kantor” dan


“sewa” yang masing-masing memiliki
pengertian.
• Kantor adalah bangunan yang dipakai untuk
bekerja yang berkenaan dengan urusan
administrasi & segala sesuatu tentang
penerimaan
Pendokumentasian dan fasilitas informasi
serta perlindungan aset perusa&aan yang
menjamin bahwa bisnis atau usaha
perusahaan itu dapat dipantau dan
diperhitungkan.
• Sewa adalah pemakaian sesuatu dengan
membayar uang Pemakaian, peminjaman
sesuatu dengan membayar uang.
1.2 Permasalah Fungsi dan Desain
Bangunan
TATA LETAK BANGUNAN MIXED USE BUILDING
Terdapat 4 (empat) kon gurasi tata letak bangunan dalam sebuah kawasan mixed use, yaitu (Sumargo, 2003; 58
Mixed-use Tower, memiliki struktur tunggal dari segi massa atau ketinggian bangunan dengan fungsi-
fungsi yang ditempatkan pada lapisanlapisan tersebut. Pada umumnya, mixed use tower merupakan high
rise building.setiap bangunan tidak akan bercampur menjadi satu

• Mixed-use
merupakan
Towe memiliki struktur konsep penataan
• Freesatndin
tunggal dari segi pada kawasan
massa atau mixed use g Structure
ketinggian dengan
bangunan dengan kumpulan dari with
fungsi-fungsi yang
ditempatkan pada
beberapa. masa
tunggal yang
Pedestrian
lapisanlapisan saling Connection
tersebut. terintegrasi oleh
merupakan jalur pedestrian.
bangunan mixed
use dengan Combination,
tower-tower yang merupakan
menyatu secara penggabungan
arsitekturan dari ketiga
dengan atrium bentuk
• Multitowere yang berada tersebutdalam
sebuah kawasan
dibawahnya.
d Pada umumnya
Megastruct atrium berfngsi
sebagai pusat
ure perbelanjaan.
• combinati
on
Bab II: Tema & Konsep
Perancangan
2.1 Tema Perancangan
• Arsitektur kontemporer adalah gaya desain berbasis apa saja yang
diciptakan dan diproduksi saat ini. Oleh karena itu, kontemporer
bersifat dinamis dan mengikuti zaman. Gaya kontemporer tidak
mewakili satu gaya tertentu, melainkan kombinasi dari beberapa
gaya dan zaman

Arsitektur kontemporer

Komposisi Ruang Material Memperhatikan


Bentuk Lingkungan
Membuat ruang Bahan-bahan
Dirancang dengan interior yang lebih tradisional seperti Tujuannya bukan untuk
menggabungkan garis hidup kaca, kayu, batu bata, melindungi lingkungan
melengkung dan garis dengan layout yang dan logam lebih dari gangguan,tapi
lurus. simple disukai. untuk menambahkan
karakter khusus pada
rumah.
Bab II Tema & Konsep
Perancangan
2.2 Konsep Perancangan
• Ruang terbuka (Open Space) merupakan ruang terbuka yang
selalu terletak di luar bangunan yang dapat dimanfaatkan oleh
setiap orang untuk melakukan bermacam-macam kegiatan.
Contoh ruang terbuka antaralain jalan, pedestrian, taman
lingkungan, plaza, lapangan olahraga, taman kota dan taman
rekreasi
Open Space

Super Block Fungsional Permanensi Romantik

Perluasan dari block Ruang harus terlihat Bernilai panjang dapat Mengembangkan nilai
masa dimana secara harmonis dalam dirasakan, dialami & kemanusian dengan
bangunan bisa suatu kesatuan dinikmati. Dengan mengaitkannya
diletakan di ujung site bangunan dengan ditandai melalui tanda terhadap lingkungan
dengan pendekatan ruang fisikal (sclupture/ Plaza) dan mendapat
memaksimalkan ruang komunikasi antar unit serta penerapan pola perhatian khusus.
terbuka fungsi site
Bab III: Konsep
Arsitektural
3.1 DATA LOKASI
Nama Proyek : Bangunan fungsi ganda INDONESIA
( mixed used )
JAWA BARAT
Nama Proyek : Gedung Perkantoran,
Retail, INDONESI
PERATURAN REGULASI
& Sinema JAWA A
Lokasi proyek : Jl PH. H Mustopa No 06, BARAT KDB / BCR : 70 %
Padasuka, Cibeunying KLB / FAR : 5,6
Kidul, Kota Bandung, Jawa GSB : 5 m
Barat
Ukuran Site : 1100 m² KDB/BCR : 70%
70% x 11000 m² =7700
Deskripsi Site : Site berada di Jl PH.H BANDUNG m²
Mustopa yang
merupakan jalan arteri BANDU
primer Kota Bandaung Luas lahan yang boleh dibangun : 7700 m²
NG
KLB/FAR : 5,6
Batas Site : Utara : Lahan Kosong
Timur : Lahan Kosong 5,6 x 11000 m² = 61600 m²
Barat : Lahan Parkir
Jumlah Lantai : 61600 m² / 7700 m² = 8 lantai
Selatan : SDN 043
Cimuncang
TAPAK/
SITE
3.2 Analisa Site Perumahan
Warga
3.2.1 Data Fisik dan Non Fisik Tanah kosong

Instansi pemerintahan

KONDISI JALAN
UTAMA DI
DEPAN SITE

DRAINASE YANG
TIDAK TERAWAT
SEHINGGA
TERTUTUPI OLEH
RUMPUT LIAR
Kebisingan
POHON YANG intensitas tinggi
CUKUP BESAR
BERADA DI JALAN Kebisingan
PEDESTRIAN intensitas sedang
PEDESTRIAN
MENGGUNAKAN Keteranga Kebisingan
intensitas rendah
PAVING BLOCK,
DENGAN LEBAR
n : Orientasi
matahari Drainase
PEDESTRIAN 1,1 M Vegetasi Sirkulasi kendaraan
Orientasi angin Sirkulasi pejalan kaki
3.2.2 Orientasi
Analisa orientasi matahari
Orientasi matahari
Bagian bangunnan yang terkene sinar matahari
dioptimalkan sebagai pencahayaan alami pada
bangunan, dan memberikan solusi orientasi
bangunan pada bagian barat dengan
menggunakan shading.

Orientasi arang
angin Analisa orientasi matahari

Angin yang berhembus dari timur laut ke arah


barat daya dapat dioptimalkan sebagai
penghawaan pada bangunan dengan membuat Penggunaan
bukaan bukaan yang bisa mendukung udara alami shading
terhadap bangunan
Orientasi terhadap jalan ataupun
site Analisa orientasi site terhadap jalan

Orientasi site terhadap jalan ataupun jalan


terhadap site yang paling efektif di arahkan
menghadap jalan utama atau sebelah utara karena
selain mempermudah aksesbilitas tetapi juga untuk
akan memperindah sebuah fasad bangunan. Penerapan
tampak terhadap
jalan
KETERANGAN
KETERANGAN KETERANGAN

VEGETASI DRAINASE KEBISINGAN

KRITERIA KRITERIA
• BERSIH TIDAK BISING DI AREA PRIVATE
KRITERIA • TIDAK ADA SAMPAH
• NYAMAN • LEBAR & TINGGI KENDALA
• TEDUH TIDAK BAU
• JALAN UTAMA MERUPAKAN JALAN
• RAPI
DENGAN ARUS LALU LINTAS YANG
• TERTATA
KENDALA TINGGI SEHINGGA DAPAT
• DRAINASE TIDAK TERAWAT MENIMBULKAN KEBISINGAN
KENDALA • DRAINASE TIDAK DITUTUPI
POHON DI SEPANJANG JALAN
SOLUSI
MENGHALANGI FASAD / BAGIAN DEPAN
SOLUSI • DENGAN MENEMPATKAN AREA
DRAINASE DITUTUPI DENGAN GRILL, PRIVATE JAUH DARI JALAN UTAMA
SOLUSI RABAT BETON SEHINGGA DAPAT • DAPAT MENAMBAHKAN VEGETASI
PENATAAN ULANG POHON DIGUNAKAN JUGA SEBAGAI PEDESTRIAN DISEKIITAR SITE
• MENGGUNAKAN MATERIAL PEREDAM
SUARA
3.2.3 Aksesbilitas & Sirkulasi - Jalur kendaraan pada jalan
Dalam Site PENYEMBARANGAN utama terdapat 2 arah dengan
JALAN intensitas kendaraan yang lewat
AKSESBILITAS KENDARAAN cukup tinggi karena merupakan
HALTE
PRIBADI/UMUM jalur arteri dan dilewati
kendaraan besar sampai kecil
OUT
IN - Jalur pejalan kaki pada jalan
utama terdapat halte dan tidak
tersedianya jembatan/ zebra
croos pada jalan tersebut
DROOPOFF OFFICE
DAN RETAIL Analisa
Analisa Analisa
Analisa Kendaraan
pribadi/ umum
Kendaraan
service
Pejalan kaki

AKSESBILITAS
KENDARAAN SERVICE Pencapaian kedalam
OUT IN site +++ ++ ++
Pencapaian lobby/
dropoff +++ - +++
Pencapaian menuju
basment ++ - +
Kelancaran lalu lintas ++ +++ +++
LOADING
DOCK Tidak terjadi cross +++ +++ ++
View terhadap site ++ ++ +++
out In site
site

Drop
off

In
basement
out
basement
Private zone

Publik zone

service zone

Zoning & Sirkulasi


Bentuk Massa & 1
2

Pola Tata Massa 3


Koridor

1. Office area
2. Retail area
3. Sinema area

Lantai 2 yang ditopang


kolom kolom pilotis
menambah kesan
melayang bada bangunan

Bangunan mixed used ini berfungsi sebagai bangunan


perbelanjaan, sinema dan kantor sewa sehingga dalam
pengambilan bentuk tata massa mengusung konsep dan
bentuk yang modern dengan 2 tower untuk rental office
dan podium yang berfungsi sebagai retail & sinema
Konsep Fasad
Bangunan
Fasad bagian depan dibagian
podium bangunan dibuat
melayang dengan ditopang oleh
kolom kolom pilotis dan
menambah konsep dari bangunan
itu sendiri dengan membuat
ruang ruang terbuka dibagian
bawahnya yang bisa berfungsi
sebagai koridor dan pada bagian
digunaakan
podium sendiri bisa
sebagai roof
garden agar
menambah kesan Pengunaan
ruang transisi shadding pada
antara tower dan fasad bagian barat
podium dengan
menggunakan
material
Bagian fasad di alumunium di
area lobby dalam terapkan pada
menggunakan dinding curtainwall
material menambah kesan
curtainwall dengan modern yang
bukaan bukaan mendukung dari
yang dapat tema bangunan
berfungsi juga sendiri yaitu
sebgai kontemporer.
penghawaan alami
dan mebuaat
kesan bayangan
dibawahnya dapat
Flow
Activity
Retail
Flow
Activity
Retail
Flow
activity
Retail
Flow
activity
Rental
Office
Flow
activity
Rental
Office
Flow
activity
sinema
Flow
acticity
sinema
Program Ruang
Program Ruang
Program Ruang
Program Ruang
Kolom rental office Kolom Podium (Retail)
PERHITUNGAN Diketahui :
Diketahui :
DIMENSI N(jumlah lantai-1)
L1
=12-1 =11
=840
80 CM
N ( jumlah lantai-1) = 3 – 1 = 2

KOLOM, L2 =840
L1
L2
= 840
= 840
BALOK,
80 CM 40 CM
Kuat tekan beton =K450
Kuat tekan beton = K450

LANTAI DAN Perhitungan :


N.L1.L2.0,12kg/cm2=A.1/3.K
Perhitungan :
40 CM

TANGGA 11.840.840.0,12kg/cm2=A.1/3.450
N x L1 x L2 x 0,12kg/cm2 = A x 1/3 x K
2 x 810 x 810 x 0,12kg/cm2 = A x 1/3 x 450
A= (11.840.840.0,12kg/cm2)/150
A = (2 x 810 x 810 x 0,12kg/cm2)/150
A=6209 cm²
A = 1128 =
√6209=78.798 =80cm
√1128 = 33.58 = 35 cm
Balok
Diketahui : Plat Lantai Tangga
Bentang terpanjang = 810 cm
Tinggi antar lantai = 3.96m/ 396cm
Tebal plat lantai yang digunakan
a) Balok Induk adalah mengikuti standar yaitu Tinggi anak tangga = 18cm
Tinggi (h) = 1/14 x bentang terpanjang 12cm.
= 1/14 x 840 cm Lebar anak tangga = 30cm
= 60 cm 40 CM Lebar bordes = 90cm
Lebar = 2/3 x 60
= 40 cm Perhitungan :
(Dimensi balok induk 60 cm x 40 cm) 60 CM Jumlah anak tangga = 396 cm ÷ 18cm
b) Balok Anak 30 CM =22buah
Tinggi (h) = 40 cm Panjang tangga=(22x30)+90=660+90=750cm/7,5m
Lebar = 2/3 x 40 cm 40 CM
= 26.67 cm
= 30 cm

(Dimensi balok anak 40 cm x 30 cm

7.5 M
Modul ini dimaksudkan supaya bangunan yang dirancang dapat berfungsi
secara efektif dan efesien, artinya tidak akan terdapat ruang yang tidak efektif.
Modul grid yang digunakan adalah modul dengan ukuran 8,4 m x 8,4 m
MODUL dengan pertimbangan modul tersebut dapat mencakup 3 mobil pada
PERENCANAA basement, dua ruang dengan ukuran 4.2m X 4.2 m yang bisa digunakan

N STRUKTUR sebagai ruang rapat dan ruang loker dan ruang-ruang lainnya yang akan
ditampilkan dalam konsep modul/trafe ini. Modul 30cm dimana produk-produk
material yang ada di Indonesia rata-rata menggunakan ukuran dengan
8400 8400 8400
kelipatan 30 cm.

8,4 M 8400

8,4 M 8400

8400 8400 8400 8400

8400

8400
ANALISA
pembebanan
Sistem Struktur
Fungsi utama dari sistem struktur adalah untuk memikul beban yang bekerja pada
bangunan (beban mati,beban hidup,beban hujan,beban angin,beban seismic,beban
PERMASALAHAN PADA tekanan air dan tanah,beban konstruksi,dan beban lain;suhu yang panas,gerakan elevator
STRUKTUR MIDDLE RISE dll),,serta menyalurkannya ke tanah melelu pondasi.System struktur yang sesuai untuk
bangunan tinggi: berbentuk bidang maupun berupa batang/linier.

Aksi Beban Pada Bangunan Bertingkat Menengah

ANALISIS GAYA PADA


Beban Mati (statis) Beban air hujan BANGUNAN MIDDLE RISE
• Lantai
• Plafond
• Dinding tetap Beban angin
• Fasad
• Sistem distribusi mekanis Beban gempa

Beban tekanan air dan tanah


Beban Hidup (dinamis)
• Manusia
• Perabot Solusi
• Partisi yang dapat dipindahkan Karena berkaitan dengan
• Lemari arsip aksi/beban/gaya yang bekerja pada
• Komputer bangunan maka solusi yang dapat
• Kendaraan bermotor dilakukan adalah melakukan
perhitungan struktura semua elemen
struktur yang terdapat pada bangunan
Beban Konstruksi secara teliti dengan bantuan disiplin
• Benturan ilmu terkait.
• Tekanan
ANALISA b. Penggunaan mekanisme struktur Pendukung Gaya
pembebanan Vertikal
Penggunaan system tumpuan vertikal dapat berupa
dinding pemikul beban atau kolom serta core (inti).

PERMASALAHAN PADA
STRUKTUR MIDDLE RISE

A. Respon struktur terhadap beban lateral ( Gempa/angin


)
B. Respon struktur apabila bangunan semakin
tinggi,timbul gaya vertikal.
C. respon struktur akibat perubahan bentuk akibat
defleksi dan osilasi
Alternatif:
a. Penggunaan mekanisme struktur Pendukung Beban
Lateral
Rangka kaku (rigid frame),
portal kaku (moment resistant frame); c. Penggunaan mekanisme struktur pendukung gaya
batang diagonal (braced frame) horizontal.
Dinding geser (shear wall) Penggunanaan sytem tumpuan horizontal dapat berupa
deretan balok-balok (atau rangka batang) satu arah dan
eleme elemen plat dua atau satu arah yang kaku.
Material struktur

SISTEM STRUKTUR YANG DIPAKAI PADA BANGUNAN MIDDLE RISE YAITU


MATERIAL STRUKTUR SISTEM RANGKA , DINDING GESER DAN STEGGRED TRUSS
BALOK & KOLOM

Konstruksi Beton

Konstruksi Baja
STRUKTUR
SUB STRUCTURE KELEBIHAN

• Sheet Pile Wall


a. Kuat menahan gaya-gaya benturan pada saat
pemancangan
RETAINING WALL b. Bahan turap relatif tidak begitu berat
c. Dapat digunakan berulang-ulang
d. Mempunyai keawetan yang tinggi
Retaining Wall Atau Dinding Penahan. Retaining wall yaitu e. Penyambungan mudah, bila kedalam turap besar
dinding luar yang punya fungsi sebagai penahan tanah agar • Diafragma Wall
kondisinya terus stabil dan tidak bisa longsor atau terlindung a. Penggalian tanah bisa lebih dalam dibanding dengan
dari erosi. Retaining wall ini sering diaplikasikan di tanah yang penahan tanah sistem konvensional
kondisinya miring atau punya tingkat elevasi yang berbeda. b. Pengerjaan lebih cepat dibanding konvensional
PERMASALAHAN c. Struktur atas bisa dilaksanakan tanpa harus menunggu
Sebelum menentukan jenis Retaining Wall yang akan digunakan, struktur bawah (System Top Down Methode)
tahap harus dilaksanakan adalah investigasi jenis tanah. d. Alatnya tidak bising dan tidak menimbulkan getaran
Mengukur kekatan tanah, luasan site yang dapat digali untuk yang menggangu pemukiman disekitar lokasi proyek
retaining wall (karena beda jenis retaining wall beda galian pembangunan
tanahnya), dan biaya yang dikeluarkan.
KEKURANGAN
ALTERNATIF
1Sheet Pile Wall 2 Diafragma Wall • Diafragma Wall
Mengandalkan Membuat dinding-dinding a. Biaya konstruksi “ relative “ lebih mahal dibandingkan
kekuatan lentur diafragma sebagai penahan metoda konvensional.
sebagai dinding gaya horizontal tanah. b. Diafragma wall dengan metoda cor in situ, jika pekerjaan
penahan tanah. galian tidak hati-hati rawan terjadi ketidak rataan
permukaan dinding sisi dalam.
c. Masih diperlukan pekerjaan injection grouting pada
sambungan untuk mengatasi kebocoran ( sistem cor in situ
1 2 maupun precast ).
d. Tidak bisa diterapkan untuk pekerjaan dinding penahan
tanah pada tepi tebing.
e. Diperlukan tim lapangan yang handal, untuk menjaga
simultan dengan pekerjaan pondasi bore pile dan
pemasangan “king post” serta “ strutting” sebagai penahan
diafragma wall ini saat dilakukan pengalian tanah untuk sisi
1 2 dalam ( yang dipakai untuk basement).
STRUKTUR
SUB STRUCTURE
KELEBIHAN

• Pondasi Tiang Pancang


PONDASI a. Mutu beton yang dihasilkan terjamin karena dibuat
dengan sistem pabrikasi
Pondasi adalah suatu bagian dari konstruksi bangunan b. Karena berbentuk panjang dan langsing hal tersebut
yang berfungsi untuk menempatkan bangunan dan bisa mencapai daya dukung tanah yang paling keras
meneruskan beban yang disalurkan dari struktur atas ke c. Daya dukung diletakkan pada sekeliling tiang
tanah dasar pondasi yang cukup kuat menahannya tanpa d. Daya dukungnya akan sangat kuat jika satu titik beban
terjadinya differential settlement pada sistem strukturnya. ditahan oleh beberapa tiang yang dipancang ke dalam
suatu kelompok
e. Harganya akan relatif lebih murah
PERMASALAHAN
Apabila tanah yang berada dibawah dasar bangunan tidak KEKURANGAN
mempunyai daya dukung (bearing capacity) yang cukup
untuk memikul berat bangunan. Pemilihan jenis pondasi • Pondasi Tiang Pancang
selain dari jenis tanah juga berdasarkan beban bangunan a. Karena pekerjaan pemasangannya menimbulkan
dan kedalaman pondasi. getaran dan kegaduhan
b. Untuk tiang yang panjang, diperlukan persiapan
ALTERNATIF penyambungan dengan menggunakan pengelasan
(untuk tiang pancang beton yang bagian atas atau
1. Pondasi tiang pancang bawahnya berkepala baja). Bila pekerjaan
Pondasi tiang pancang merupakan penyambungan tidak baik, akibatnya sangat merugikan.
memindahkan atau mentransfer c. Bila pekerjaan pemancangan tidak dilaksanakan dengan
beban-beban dari konstruksi di baik, kepala tiang cepat hancur. Sebaiknya pada saat
atasnya (super struktur) ke lapisan dipukul dengan palu besi, kepala tiang dilapisi denga
tanah keras yang letaknya sangat kayu.
dalam. d. Karena tempat penampungan di lapangan dalam banyak
hal mutlak diperlukan maka harus disediakan tempat
yang cukup luas.
e. Tiang-tiang beton berdiameter besar sangat berat,
sehingga sulit diangkut atau dipasang. Karena itu
diperlukan mesinpemancang yang besar.
f. Untuk tiang-tiang pipa baja, diperlukan tiang yang
tahan korosi.
STRUKTUR BETON
SUB STRUCTURE KELEBIHAN
-Mampu menahan gaya tekan
-Beton segar mudah di cetak sesuai keinginan
-memungkinkan untuk di tuang pada tempat-tempat yang sulit.
-Beton sudah pasti tahan aus dan tahan bakar.
BALOK DAN KOLOM
KEKURANGAN
PERMASALAHAN -tidak mampu menahan gaya tarik sehingga mudah retak.
-Beton keras masih mempunyai sifat mengembang atau menyusut
-Untuk beton kedap air yang sempurna, harus di kerjakandengan teliti.
Waktu pengerjaan yang lama dengan biaya yang lebih
BAJA
ekonomis atau waktu pengerjaan yang cepat dengan
KELEBIHAN
biaya yang tidak murah dapat menjadi pertimbangan
-Kuat tarik tinggi.
dan permasalahan yang dapat ditemukan dalam
-Tidak dimakan rayap
pemilihan jenis kolom dan balok yang akan
-Hampir tidak memiliki perbedaan nilai muai dan susut
digunakan.
-Bisa di daur ulang
ALTERNATIF -Dibanding Stainless Steel lebih murah
-Dibanding beton lebih lentur dan lebih ringan
1 Beton bertulang -Dibanding alumunium lebih kuat
Menggunakan bahan beton dangan sistem dan
perhitungan KEKURANGAN
tulangan didalam beton sebagai penguat beton. -Bisa berkarat.
-Lemah terhadap gaya tekan.
-Tidak fleksibel seperti kayu yang dapat dipotong dan dibentuk
2 Baja berbagai -profile
Dengan bahan baja dapat mempersingkat waktu -Tidak kokoh
pengerjaan, -Tidak tahan api
namun biaya yang dikeluarkan tidak sedikit.
Besaran baja yang
digunakan berdasarkan hitungan beban bangunan.
STRUKTUR
UPPER STRUCTURE

PLAT LANTAI

PERMASALAHAN
Plat lantai merupakan komponen struktur yang penting karena menerima transfer
beban langsung dari kolom. Pemilihan jenis plat lantai yang akan digunakan
berdasarkan efisiensi waktu, efisiensi tempat, dan biaya pengerjaan.

Alternatif Jenis Sistem Struktur Lantai Yang Dapat Digunakan


1. One Way System

One-way solid slab with beams One-way solid slab with slab One-way concrete joist system
and girders bands (rib slab) with joist bands
2. Two Way System

Two way
Two-way solid slab flat slab with drop panels and Two-way concrete joist system
mushroom capitals (waffle slab)
UTILITAS TATA SUARA

-Informasi internal dari receptionis mengenai pemberitahuan atau berkenaan


dengan hal operasional kantor lainnya.
-Backsound yang dapat memicu goodmmod para pegawai dengan thema yang
slow atau semangat sesuai kebutuhan.
-Evakuasi prosedur jika kondisi kebakaran atau force majeur lainnya dapat melalui
SISTEM ELEKTRONIK alat ini yang di sambungkan secara otomatis atau manual tatkala terjadi bencana
alam atau kebakaran.

CCTV merupakan kepanjangan dari Closed Circuit Television. Yang di artikan


secara harafia adalah jalur televisi tertutup, yang dalam pengertiannya bahwa
sebuah CCTV sistem bersifat tertutup dari lingkungan umum. Kamera CCTV
dapat dibedakan berdasarkan jenis output, lokasi penempatan, waktu
penggunaan, mekanisme control, dan resolusi. Mengacu pada jenis output,
Kamera CCTV dapat digolongkan menjadi Analog dan Digital.
Camera CCTV Analog yaitu kamera yang mengirimkan continuous
streaming video melalui Kabel Coaxial.

Camera CCTV Digital yaitu kamera yang mengirimkan discrete streaming


video melalui Kabel UTP. Camera CCTV Digital umumnya dilengkapi
dengan IP Address sehingga sering pula dikenal sebagai IP (Network)
Camera. Dengan adanya IP, kamera bisa dapat langsung diakses melalui
jaringan LAN/WAN tanpa harus menggunakan tambahan converter.

KELEBIHAN
Upaya Preventif : Pelaku kejahatan biasanya menjadi ragu kalau melihat
sasarannya mempunyai CCTV.
Alat Pantau : Untuk memonitor keadaan dan aktivitas di dalam rumah atau
tempat usaha Anda dari mana saja.
Meningkatkan Kinerja : CCTV dapat meningkatkan kinerja karyawan
dengan signifikan.
UTILITAS PLN GENSET
ELEKTRIKAL
TRAFO TRAFO

SWITCH
LISTRIK
Peralatan elektrikal yang
SUB TRAFO SUB TRAFO
disimpan terpisah dari
bangunan inti
memudahkan proses SEKRING SEKRING
maintenence dan
pembongkaran apabila RUANG RUANG
perlu. juga dapat
meminamilasikan SDP
kesalhan teknis yang PERMASALAHAN
seringkali terjadi apabila Hanya mengandalkan satu sumber energi
perlatan tersebut listrik tidak dapat menunjang operasional
diletakan di lantai bangunan, karena itu perlu adanya
basement RUANG GANSET beberapa sumber listrik lain apabila terjadi
SDP masalah dengan sumber energi utamanya.
Selain itu, pada bangunan tinggi tidak dapat
Peralatan elektrikal yang hanya memiliki satu ruang elektrikal untuk
disimpan di lantai basement seluruh bangunan karena menjadi tidak
membuat proses pengecekan efisien dan terjangkau pengawasannya.
oleh staff lebih mudah karena ALTERNATIF
terpadu dengan peralatan Bangunan 10 lantai menggunakan energi yang
SDP utilitas lain nya, namun di besar. Sumber energi pada umumnya adalah
beberapa kota sudah melalui PLN atau generator. Karena itu
dikeuluarkan peraturan yang dibutuhkan ruangan khusus untuk menampung
melarang penempata peralatan panel listrik utama dan meterannya, genset dan
eletkrikal di basement seperti ini kelengkapannya, termasuk ruang teknis.
Setiap lantai diberi ruang elektrikal yang berisi
panel-panel pembagi untuk ruang di lantai
tersebut. Bisahkan panel untuk kebutuhan
pencahayaan, kebutuhan perlatan/ mesin besar,
dan kebutuhan lingkungan.
UTILITAS AIR KOTOR ( BLACK WATER )
PLUMBING
A. Sistem septic tank
AIR BERSIH
UPFEED SYSTEM

Up feed system : penyaluran langsung tanpa tangki atas. lantai 1-10 KETERANGAN :
Pipa distribusi langsung berasal dari tangki bawah (dari ground BK = bak kontrol
tank) dengan pompa, langsung disambungkan dengan pipa utama ST = septictank
penyediaan air bersih pada bangunan (sepenuhnya menggunakan UFF = up flow filter
kemampuan pompa). Untuk meringankan pekerjaan pompa, BEV = bidang evapotranspirasi
biasanya diadakan tambahan pompa-pompa lagi, ini
menyebabkan pembiayaan tidak ekonomis lagi.
Keuntungan: RIOL KOTA
basemen
bk st uff bk bef
Tidak perlu dibuat upper tank, sehingga biaya pembuatan
murah.
Kerugian:
• Jika pompa rusak, supali air berhenti.
• Pompa berjalan terus-menerus.
• Ketinggian terbatas karena kekuatan pipa terbatas, untuk B. SITEM BIOFIL GABUNGAN ANAEROBIK DAN AEROBIK
RA
mengantisipasi tekanan airPbdi dalamnya.

.
lantai 1-10

P Pada proses ini pengolahan air limbah dengan cara


SK M PDA penggabungan antara anaerobik da aerobik
basemen M
M =Meteran Keunggulan dari penggunaan biofil
SK =Atop kran
P =Pompa
RA =Reservoar atas •Ramah Lingkungan
Pb =pompa boster •Tidak Berbau
•Air Tanah Tidak Tercemar
•Proses Pemasangan Mudah
•Perawatan Yang Mudah
PENANGKAL PETIR
UTILITAS
Kepala Penangkal Petir
Batang Peninggi
AIR KOTOR ( GREY WATER )

Down Conductor

bk R
Riol kota Grounding
R

Franklin Rod
Sistem distribusi : Alat ini berupa kerucut tembaga dengan daerah perlindungan
berupa kerucut imajiner dengan sudut puncak 112O . Agar
daerah perlindungan besar, Franklin rod dipasang pada pipa
Sistem Distribusi Grey Water pada bangunan middle besi (dengan tinggi 1-3 meter).
rise menggunakan sfaht sebagai sarana distribusi pipa
Faraday Cage
pipa agar lebih mudah apabila terdapat masalah pada
Untuk mengatasi kelemahan Franklin Rod karena adanya
sistem distribusi nya. air kotor yang sudah melewati bak daerah yang tidak terlindungi dan daerah perlindungan
kontrol langsung di bebaskan ke riol kota sedangkan melemah bila jarak makin jauh dari Franklin Rod- nya maka
air kotor yang berasal dari sink sebelum nya dimasukan dibuat system Faraday Cage.tapi pemasangannya di
seluruh permukaan atap dengan tinggi tiang yang lebih
dulu ke penjebak lemak untuk menahan kotoran rendah
kotoran dari sisa makanan
SISTEM SENTRAL

WATER COOLED SYSTEM AIR COOLED SYSTEM


UTILITAS
1. SENTRAL DENGAN AHU 1. SENTRAL DENGAN AHU/FCU 3. VRV

2. PACKAGE 2. PACKAGE
Pendinginan dilakukan dgn udara, Komponen evaporator, condensor
PENGKONDISIAN UDARA air & freon dan compressor dikemas dlm 1
unit (outdoor unit). Penempatan
membutuhkan pertimbangan
a. Sentral struktur dan segi estetika
Yaitu menggunakan chiller, AHU, Ducting,
FCU, Cooling tower, (untuk sistem water
to water). Sistem ini berguna untuk AIR HUJAN & SAMPAH
bangunan-bangunan besar seperti kantor
dan mall. roofdrain

b. Split
Yaitu menggunakan indoor unit dan
outdoor unit (seperti AC di rumah biasa).
Sistem ini cocok untuk bangunan seperti
pipa pvc
apartemen dan hotel.

selokan sekeliling
bangunan
Sistem Kerja AC Sentral

SAMPAH
AIR HUJAN
Sistem Distribusi air hujan melalu roofdrain Sistem Distribusi sampah terpadu
roofdrain yang terdapat pada lantai dak beton. menggunakan sfaft sebagai media distribusi.
pipa pipa vertikal pada roofdrain disalurkan ke sampah yang terkumpul pada lantai basement
bagian bawah bangunan untuk kemudian di kemudian setelah dipilah siap untuk diangkut
resapkan ke titik titik biphori di sektiar site oleh mobil sampah untuk kemudian dibawa ke
tempat pembuangan sampah akhir

Sistem Kerja AC Split


UTILITAS

Contoh
Peletakan
Hidran Sprinkle
Hidran
SISTEM KEBAKARAN r

SISTEM TRANSPORTASI
1. Sistem deteksi
TRANSPORTASI VERTIKAL
dapat dideteksi dengan komponen seperti smoke detector
dan heat detector. Saat ada asap atau panas, alat ini akan Transportasi vertikal pada bangunan middle rise merupakan hal yang krusial, maka
terhubung dengan sistem alarm bahaya dan splinker. dari itu perlu diberikan perhatian yang cukup saat dalam proses perancangan.
Splinker akan pecah dan menyemburkan air pada radius transportasi vertikal baik manual maupun digital sama penting nya. pada bangunan
tertentu. Jarak antar splinker maksimal 3 m. dengan 2 fungsi yang berbeda penzonaan titik transportasi vertikal pun harus
dipikirkan dengan baik
2. Sistem pemadam kebakaran
sistem fire fighting disediakan di gedung sebagai preventif
(pencegah) terjadinya kebakaran. Sistem ini terdiri dari sistem
sprinkler, sistem hidran dan Fire Extinguisher.

lift escalator tangga / tangga


3. Sistem evakuasi
Jalur evakuasi ini sangat penting perannya, khususnya pada darurat
gedung bertingkat . Jalur evakuasi akan terhubung dengan
tangga darurat. Mestinya penempatan tangga darurat,
berada pada posisi yang mudah dijangkau dan memiliki daya
tahan yang kokoh terhadap panas tinggi. Penyelamatan juga
mestinya dapat dilakukan melalui balkon atau jendela yang
mudah dijangkau oleh alat penyelamat berupa tower crane .
Retail Retail Retail

TANGGA
DARURAT

Sky Lobby Multi Zone Single Zone