Konsep Perancangan Arsitektur
Konsep Perancangan Arsitektur
Arsitektur VI
BANGUNAN MIXED USE
“RENTAL OFFICE – RETAIL -
CINEMA“
PRESENTED BY :
DOSEN
TEAM DOSEN
PEMBIMBING
IR. DARMARIANTO
Bab I: Konsep
Umum
1.1 Pengertian
• Mixed used merupakan penggunaan sebuah
bangunan, satu kompleks bangunan, atau
lingkungan untuk lebih dari satu
kegunaan.Biasanya Mixed used terbagi dari
beberapa kegunaan contohnya retail, kantor, hotel,
apartement, dan lain lain.
• Mixed-use
merupakan
Towe memiliki struktur konsep penataan
• Freesatndin
tunggal dari segi pada kawasan
massa atau mixed use g Structure
ketinggian dengan
bangunan dengan kumpulan dari with
fungsi-fungsi yang
ditempatkan pada
beberapa. masa
tunggal yang
Pedestrian
lapisanlapisan saling Connection
tersebut. terintegrasi oleh
merupakan jalur pedestrian.
bangunan mixed
use dengan Combination,
tower-tower yang merupakan
menyatu secara penggabungan
arsitekturan dari ketiga
dengan atrium bentuk
• Multitowere yang berada tersebutdalam
sebuah kawasan
dibawahnya.
d Pada umumnya
Megastruct atrium berfngsi
sebagai pusat
ure perbelanjaan.
• combinati
on
Bab II: Tema & Konsep
Perancangan
2.1 Tema Perancangan
• Arsitektur kontemporer adalah gaya desain berbasis apa saja yang
diciptakan dan diproduksi saat ini. Oleh karena itu, kontemporer
bersifat dinamis dan mengikuti zaman. Gaya kontemporer tidak
mewakili satu gaya tertentu, melainkan kombinasi dari beberapa
gaya dan zaman
Arsitektur kontemporer
Perluasan dari block Ruang harus terlihat Bernilai panjang dapat Mengembangkan nilai
masa dimana secara harmonis dalam dirasakan, dialami & kemanusian dengan
bangunan bisa suatu kesatuan dinikmati. Dengan mengaitkannya
diletakan di ujung site bangunan dengan ditandai melalui tanda terhadap lingkungan
dengan pendekatan ruang fisikal (sclupture/ Plaza) dan mendapat
memaksimalkan ruang komunikasi antar unit serta penerapan pola perhatian khusus.
terbuka fungsi site
Bab III: Konsep
Arsitektural
3.1 DATA LOKASI
Nama Proyek : Bangunan fungsi ganda INDONESIA
( mixed used )
JAWA BARAT
Nama Proyek : Gedung Perkantoran,
Retail, INDONESI
PERATURAN REGULASI
& Sinema JAWA A
Lokasi proyek : Jl PH. H Mustopa No 06, BARAT KDB / BCR : 70 %
Padasuka, Cibeunying KLB / FAR : 5,6
Kidul, Kota Bandung, Jawa GSB : 5 m
Barat
Ukuran Site : 1100 m² KDB/BCR : 70%
70% x 11000 m² =7700
Deskripsi Site : Site berada di Jl PH.H BANDUNG m²
Mustopa yang
merupakan jalan arteri BANDU
primer Kota Bandaung Luas lahan yang boleh dibangun : 7700 m²
NG
KLB/FAR : 5,6
Batas Site : Utara : Lahan Kosong
Timur : Lahan Kosong 5,6 x 11000 m² = 61600 m²
Barat : Lahan Parkir
Jumlah Lantai : 61600 m² / 7700 m² = 8 lantai
Selatan : SDN 043
Cimuncang
TAPAK/
SITE
3.2 Analisa Site Perumahan
Warga
3.2.1 Data Fisik dan Non Fisik Tanah kosong
Instansi pemerintahan
KONDISI JALAN
UTAMA DI
DEPAN SITE
DRAINASE YANG
TIDAK TERAWAT
SEHINGGA
TERTUTUPI OLEH
RUMPUT LIAR
Kebisingan
POHON YANG intensitas tinggi
CUKUP BESAR
BERADA DI JALAN Kebisingan
PEDESTRIAN intensitas sedang
PEDESTRIAN
MENGGUNAKAN Keteranga Kebisingan
intensitas rendah
PAVING BLOCK,
DENGAN LEBAR
n : Orientasi
matahari Drainase
PEDESTRIAN 1,1 M Vegetasi Sirkulasi kendaraan
Orientasi angin Sirkulasi pejalan kaki
3.2.2 Orientasi
Analisa orientasi matahari
Orientasi matahari
Bagian bangunnan yang terkene sinar matahari
dioptimalkan sebagai pencahayaan alami pada
bangunan, dan memberikan solusi orientasi
bangunan pada bagian barat dengan
menggunakan shading.
Orientasi arang
angin Analisa orientasi matahari
KRITERIA KRITERIA
• BERSIH TIDAK BISING DI AREA PRIVATE
KRITERIA • TIDAK ADA SAMPAH
• NYAMAN • LEBAR & TINGGI KENDALA
• TEDUH TIDAK BAU
• JALAN UTAMA MERUPAKAN JALAN
• RAPI
DENGAN ARUS LALU LINTAS YANG
• TERTATA
KENDALA TINGGI SEHINGGA DAPAT
• DRAINASE TIDAK TERAWAT MENIMBULKAN KEBISINGAN
KENDALA • DRAINASE TIDAK DITUTUPI
POHON DI SEPANJANG JALAN
SOLUSI
MENGHALANGI FASAD / BAGIAN DEPAN
SOLUSI • DENGAN MENEMPATKAN AREA
DRAINASE DITUTUPI DENGAN GRILL, PRIVATE JAUH DARI JALAN UTAMA
SOLUSI RABAT BETON SEHINGGA DAPAT • DAPAT MENAMBAHKAN VEGETASI
PENATAAN ULANG POHON DIGUNAKAN JUGA SEBAGAI PEDESTRIAN DISEKIITAR SITE
• MENGGUNAKAN MATERIAL PEREDAM
SUARA
3.2.3 Aksesbilitas & Sirkulasi - Jalur kendaraan pada jalan
Dalam Site PENYEMBARANGAN utama terdapat 2 arah dengan
JALAN intensitas kendaraan yang lewat
AKSESBILITAS KENDARAAN cukup tinggi karena merupakan
HALTE
PRIBADI/UMUM jalur arteri dan dilewati
kendaraan besar sampai kecil
OUT
IN - Jalur pejalan kaki pada jalan
utama terdapat halte dan tidak
tersedianya jembatan/ zebra
croos pada jalan tersebut
DROOPOFF OFFICE
DAN RETAIL Analisa
Analisa Analisa
Analisa Kendaraan
pribadi/ umum
Kendaraan
service
Pejalan kaki
AKSESBILITAS
KENDARAAN SERVICE Pencapaian kedalam
OUT IN site +++ ++ ++
Pencapaian lobby/
dropoff +++ - +++
Pencapaian menuju
basment ++ - +
Kelancaran lalu lintas ++ +++ +++
LOADING
DOCK Tidak terjadi cross +++ +++ ++
View terhadap site ++ ++ +++
out In site
site
Drop
off
In
basement
out
basement
Private zone
Publik zone
service zone
1. Office area
2. Retail area
3. Sinema area
KOLOM, L2 =840
L1
L2
= 840
= 840
BALOK,
80 CM 40 CM
Kuat tekan beton =K450
Kuat tekan beton = K450
TANGGA 11.840.840.0,12kg/cm2=A.1/3.450
N x L1 x L2 x 0,12kg/cm2 = A x 1/3 x K
2 x 810 x 810 x 0,12kg/cm2 = A x 1/3 x 450
A= (11.840.840.0,12kg/cm2)/150
A = (2 x 810 x 810 x 0,12kg/cm2)/150
A=6209 cm²
A = 1128 =
√6209=78.798 =80cm
√1128 = 33.58 = 35 cm
Balok
Diketahui : Plat Lantai Tangga
Bentang terpanjang = 810 cm
Tinggi antar lantai = 3.96m/ 396cm
Tebal plat lantai yang digunakan
a) Balok Induk adalah mengikuti standar yaitu Tinggi anak tangga = 18cm
Tinggi (h) = 1/14 x bentang terpanjang 12cm.
= 1/14 x 840 cm Lebar anak tangga = 30cm
= 60 cm 40 CM Lebar bordes = 90cm
Lebar = 2/3 x 60
= 40 cm Perhitungan :
(Dimensi balok induk 60 cm x 40 cm) 60 CM Jumlah anak tangga = 396 cm ÷ 18cm
b) Balok Anak 30 CM =22buah
Tinggi (h) = 40 cm Panjang tangga=(22x30)+90=660+90=750cm/7,5m
Lebar = 2/3 x 40 cm 40 CM
= 26.67 cm
= 30 cm
7.5 M
Modul ini dimaksudkan supaya bangunan yang dirancang dapat berfungsi
secara efektif dan efesien, artinya tidak akan terdapat ruang yang tidak efektif.
Modul grid yang digunakan adalah modul dengan ukuran 8,4 m x 8,4 m
MODUL dengan pertimbangan modul tersebut dapat mencakup 3 mobil pada
PERENCANAA basement, dua ruang dengan ukuran 4.2m X 4.2 m yang bisa digunakan
N STRUKTUR sebagai ruang rapat dan ruang loker dan ruang-ruang lainnya yang akan
ditampilkan dalam konsep modul/trafe ini. Modul 30cm dimana produk-produk
material yang ada di Indonesia rata-rata menggunakan ukuran dengan
8400 8400 8400
kelipatan 30 cm.
8,4 M 8400
8,4 M 8400
8400
8400
ANALISA
pembebanan
Sistem Struktur
Fungsi utama dari sistem struktur adalah untuk memikul beban yang bekerja pada
bangunan (beban mati,beban hidup,beban hujan,beban angin,beban seismic,beban
PERMASALAHAN PADA tekanan air dan tanah,beban konstruksi,dan beban lain;suhu yang panas,gerakan elevator
STRUKTUR MIDDLE RISE dll),,serta menyalurkannya ke tanah melelu pondasi.System struktur yang sesuai untuk
bangunan tinggi: berbentuk bidang maupun berupa batang/linier.
PERMASALAHAN PADA
STRUKTUR MIDDLE RISE
Konstruksi Beton
Konstruksi Baja
STRUKTUR
SUB STRUCTURE KELEBIHAN
PLAT LANTAI
PERMASALAHAN
Plat lantai merupakan komponen struktur yang penting karena menerima transfer
beban langsung dari kolom. Pemilihan jenis plat lantai yang akan digunakan
berdasarkan efisiensi waktu, efisiensi tempat, dan biaya pengerjaan.
One-way solid slab with beams One-way solid slab with slab One-way concrete joist system
and girders bands (rib slab) with joist bands
2. Two Way System
Two way
Two-way solid slab flat slab with drop panels and Two-way concrete joist system
mushroom capitals (waffle slab)
UTILITAS TATA SUARA
KELEBIHAN
Upaya Preventif : Pelaku kejahatan biasanya menjadi ragu kalau melihat
sasarannya mempunyai CCTV.
Alat Pantau : Untuk memonitor keadaan dan aktivitas di dalam rumah atau
tempat usaha Anda dari mana saja.
Meningkatkan Kinerja : CCTV dapat meningkatkan kinerja karyawan
dengan signifikan.
UTILITAS PLN GENSET
ELEKTRIKAL
TRAFO TRAFO
SWITCH
LISTRIK
Peralatan elektrikal yang
SUB TRAFO SUB TRAFO
disimpan terpisah dari
bangunan inti
memudahkan proses SEKRING SEKRING
maintenence dan
pembongkaran apabila RUANG RUANG
perlu. juga dapat
meminamilasikan SDP
kesalhan teknis yang PERMASALAHAN
seringkali terjadi apabila Hanya mengandalkan satu sumber energi
perlatan tersebut listrik tidak dapat menunjang operasional
diletakan di lantai bangunan, karena itu perlu adanya
basement RUANG GANSET beberapa sumber listrik lain apabila terjadi
SDP masalah dengan sumber energi utamanya.
Selain itu, pada bangunan tinggi tidak dapat
Peralatan elektrikal yang hanya memiliki satu ruang elektrikal untuk
disimpan di lantai basement seluruh bangunan karena menjadi tidak
membuat proses pengecekan efisien dan terjangkau pengawasannya.
oleh staff lebih mudah karena ALTERNATIF
terpadu dengan peralatan Bangunan 10 lantai menggunakan energi yang
SDP utilitas lain nya, namun di besar. Sumber energi pada umumnya adalah
beberapa kota sudah melalui PLN atau generator. Karena itu
dikeuluarkan peraturan yang dibutuhkan ruangan khusus untuk menampung
melarang penempata peralatan panel listrik utama dan meterannya, genset dan
eletkrikal di basement seperti ini kelengkapannya, termasuk ruang teknis.
Setiap lantai diberi ruang elektrikal yang berisi
panel-panel pembagi untuk ruang di lantai
tersebut. Bisahkan panel untuk kebutuhan
pencahayaan, kebutuhan perlatan/ mesin besar,
dan kebutuhan lingkungan.
UTILITAS AIR KOTOR ( BLACK WATER )
PLUMBING
A. Sistem septic tank
AIR BERSIH
UPFEED SYSTEM
Up feed system : penyaluran langsung tanpa tangki atas. lantai 1-10 KETERANGAN :
Pipa distribusi langsung berasal dari tangki bawah (dari ground BK = bak kontrol
tank) dengan pompa, langsung disambungkan dengan pipa utama ST = septictank
penyediaan air bersih pada bangunan (sepenuhnya menggunakan UFF = up flow filter
kemampuan pompa). Untuk meringankan pekerjaan pompa, BEV = bidang evapotranspirasi
biasanya diadakan tambahan pompa-pompa lagi, ini
menyebabkan pembiayaan tidak ekonomis lagi.
Keuntungan: RIOL KOTA
basemen
bk st uff bk bef
Tidak perlu dibuat upper tank, sehingga biaya pembuatan
murah.
Kerugian:
• Jika pompa rusak, supali air berhenti.
• Pompa berjalan terus-menerus.
• Ketinggian terbatas karena kekuatan pipa terbatas, untuk B. SITEM BIOFIL GABUNGAN ANAEROBIK DAN AEROBIK
RA
mengantisipasi tekanan airPbdi dalamnya.
.
lantai 1-10
Down Conductor
bk R
Riol kota Grounding
R
Franklin Rod
Sistem distribusi : Alat ini berupa kerucut tembaga dengan daerah perlindungan
berupa kerucut imajiner dengan sudut puncak 112O . Agar
daerah perlindungan besar, Franklin rod dipasang pada pipa
Sistem Distribusi Grey Water pada bangunan middle besi (dengan tinggi 1-3 meter).
rise menggunakan sfaht sebagai sarana distribusi pipa
Faraday Cage
pipa agar lebih mudah apabila terdapat masalah pada
Untuk mengatasi kelemahan Franklin Rod karena adanya
sistem distribusi nya. air kotor yang sudah melewati bak daerah yang tidak terlindungi dan daerah perlindungan
kontrol langsung di bebaskan ke riol kota sedangkan melemah bila jarak makin jauh dari Franklin Rod- nya maka
air kotor yang berasal dari sink sebelum nya dimasukan dibuat system Faraday Cage.tapi pemasangannya di
seluruh permukaan atap dengan tinggi tiang yang lebih
dulu ke penjebak lemak untuk menahan kotoran rendah
kotoran dari sisa makanan
SISTEM SENTRAL
2. PACKAGE 2. PACKAGE
Pendinginan dilakukan dgn udara, Komponen evaporator, condensor
PENGKONDISIAN UDARA air & freon dan compressor dikemas dlm 1
unit (outdoor unit). Penempatan
membutuhkan pertimbangan
a. Sentral struktur dan segi estetika
Yaitu menggunakan chiller, AHU, Ducting,
FCU, Cooling tower, (untuk sistem water
to water). Sistem ini berguna untuk AIR HUJAN & SAMPAH
bangunan-bangunan besar seperti kantor
dan mall. roofdrain
b. Split
Yaitu menggunakan indoor unit dan
outdoor unit (seperti AC di rumah biasa).
Sistem ini cocok untuk bangunan seperti
pipa pvc
apartemen dan hotel.
selokan sekeliling
bangunan
Sistem Kerja AC Sentral
SAMPAH
AIR HUJAN
Sistem Distribusi air hujan melalu roofdrain Sistem Distribusi sampah terpadu
roofdrain yang terdapat pada lantai dak beton. menggunakan sfaft sebagai media distribusi.
pipa pipa vertikal pada roofdrain disalurkan ke sampah yang terkumpul pada lantai basement
bagian bawah bangunan untuk kemudian di kemudian setelah dipilah siap untuk diangkut
resapkan ke titik titik biphori di sektiar site oleh mobil sampah untuk kemudian dibawa ke
tempat pembuangan sampah akhir
Contoh
Peletakan
Hidran Sprinkle
Hidran
SISTEM KEBAKARAN r
SISTEM TRANSPORTASI
1. Sistem deteksi
TRANSPORTASI VERTIKAL
dapat dideteksi dengan komponen seperti smoke detector
dan heat detector. Saat ada asap atau panas, alat ini akan Transportasi vertikal pada bangunan middle rise merupakan hal yang krusial, maka
terhubung dengan sistem alarm bahaya dan splinker. dari itu perlu diberikan perhatian yang cukup saat dalam proses perancangan.
Splinker akan pecah dan menyemburkan air pada radius transportasi vertikal baik manual maupun digital sama penting nya. pada bangunan
tertentu. Jarak antar splinker maksimal 3 m. dengan 2 fungsi yang berbeda penzonaan titik transportasi vertikal pun harus
dipikirkan dengan baik
2. Sistem pemadam kebakaran
sistem fire fighting disediakan di gedung sebagai preventif
(pencegah) terjadinya kebakaran. Sistem ini terdiri dari sistem
sprinkler, sistem hidran dan Fire Extinguisher.
TANGGA
DARURAT