Anda di halaman 1dari 27

Laporan Kasus

Kehamilan Abdominal
Dibawakan oleh : Jordan Imanuel Dira Tome
Pembimbing : dr. Laurens David Paulus, Sp.OG (K)

Kepaniteraan Klinik SMF/Bagian Ilmu Obstetri dan Ginekologi RSUD Prof.


Dr. W.Z Johannes- Fakultas Kedokteran Undana
2019
1
Pendahuluan
• Kehamilan Abdominal merupakan salah satu jenis dari kehamilan
ektopik.
• Lokasi di tuba fallopi (90-95%) dengan 70-80% di ampula. Sangat
jarang terjadi di ovarium, cavum abdominal, canalis servikalis, dan
intraligamenter.
• Kehamilan abdominal : kehamilan dimana implantasi terjadi di kavum
abdomen tanpa melibatkan tuba, ovarium atau implantasi
intraligamen.

Sumber : B. Hadijanto, dalam Ilmu Kebidanan, ed. T.Rachimhadi dan G.H.Wiknjosastro, PT.Bina Pustaka Sarwono Prawirohadjo, Jakarta
2014, hal.474-487. 2
Laporan Kasus

3
IDENTITAS
Nama : Ny. MYT
Umur : 37 Tahun
Status : Menikah
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Alamat : Ende
No MR : 518018
MRS : 10 September 2019 jam 12.30 WITA

4
ANAMNESIS
• Keluhan utama : Pasien rujukan dari RSUD Ende dengan diagnosis
G3P1A1AH0 UK 33-34 minggu T/H + BSC + Nyeri abdomen.
• Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien mengeluhan nyeri perut yang di rasakan
terus-menerus disertai mual muntah dan riwayat pingsan 3 kali, saat pasien
memeriksan diri ke Dokter, pasien dinyatakan hamil, pasien rutin mengontrol
kehamilan. Pada usia kehamilan 8 bulan, pasien melakukan USG dan didapati
hasil plasenta menutup jalan lahir dan perlengketan di bekas operasi, selama
hamil pasien selalu merasakan nyeri pada perut.

5
Pada tanggal 19 agustus 2019 pasien dirujuk ke RSUD Prof. W.Z Johannes
Kupang. pada tanggal 22 Agustus 2019, pasien datang memeriksakan diri di
poli kandungan RSUD Prof. W.Z Johannes Kupang lalu dilakukan
pemeriksaan USG. Pasien datang MRS tanggal 10 September 2019 untuk
dilakukan SC pada tanggal 11 September 2019. Gerak jani aktif (+), air- air
dari jalan lahir (-), lendir darah (-)
• Riwayat Penyakit Dahulu : Asma (-), DM (-), HT (-)
• Riwayat Penyakit Keluarga : Asma (-), DM (-), HT (-)

6
ANAMNESIS
• Riwayat ANC : 5x di puskesmas, 4x di Sp.OG
• Riwayat Kontrasepsi: -
• Riwayat Imunisasi : TT 2x
• Menarche : Usia 16 tahun, siklus 30 hari, lama haid 3-4 hari
• Riwayat Kehamilan :
1. 2 bulan / RSUD Ende / Dokter / Abortus / Kuret / 2010
2. 9 bulan / RSUD Ende / Dokter / SC ai perdarahan IUFD / 2011
3. Hamil ini:
HPHT : 24-09-2019
TP : 01-10-2019
UK : 36-37minggu
PEMERIKSAAN FISIK
• Keadaan Umum: Baik
• Kesadaran: Compos Mentis (GCS E4V5M6)
• TTV:
• TD : 120/80 mmHg
•N : 88 x/menit
• RR : 19 x/menit
•S : 36,7 °C
• Sp02 : 99%
• Kepala : Normocephal
• Mata : Konjungtiva anemis +/+, sclera ikterik -/-
• Telinga : Simetris, otore (-), tidak ada kelainan anatomi
• Mulut : Bibir tampak lembab, sianosis (-), pucat (-), mukosa
mulut lembab
• Leher : Pembesaran kelenjar getah bening (-), pembesaran
tiroid (-)
• Thoraks:
• Cor: S1S2 T/R, gallop (-), murmur (-), friction rub (-)
• Pulmo: Vesikuler +/+, rhonki -/-, wheezing -/-
• Abdomen
• Inspeksi: Tampak cembung
• Auskultasi: BU (+) kesan normal
• Palpasi: Supel
• Ekstremitas
• Akral hangat (+/+), CRT < 2”, edema ekstremitas -/-
Status Obstetrik:
Leopold 1: Bulat lunak, TFU 25 cm
Leopold 2 : Punggung kanan
Leopold 3 : bulat keras
Leopold 4 : belum masuk PAP

DJJ : 136x/menit
HIS : (-)
VT : Pembukaan (-), effacement 0%, bagian terendah janin kepala, denominator sde, selaput ketuban
sde, belum masuk PAP
Pemeriksaan DL
Hb 7,6 (L) g/dl 12.0-16.0
Eritrosit 2,86 (L) 106/uL 4,20 – 5,40
Hematokrit 26,1 (L) % 37.0- 47.0
MCV 91,2 fL 81.0- 96.0
MCH 26,7 pg 27.0- 36.0
Leukosit 17,29 103/uL 4.0-10.0x10^3
Eosinofil 0,0 % 1-5
Basofil 0.3 % 0-1
Neutrofil 89.9 (H) % 50-70
Limfosit 4,9 % 20-40
Monosit 5,0 % 2-8
Trombosit 188 103/uL 150-400x10^3
11
Hasil Pemeriksaan UL 23-08-2019 - VK RSUD W.Z Johannes

Warna Kuning Kuning


Kejernihan Jernih Jernih
Berat Jenis 1,015 1,000-1,030
pH 6,5 4,5 – 8,0
Leukosit Esterase Negatif Negatif
Nitrit Negatif Negatif
Protein Negatif Negatif
Glukosa Negatif Negatif
Keton Negatif Negatif
Bilirubin Negatif Negatif
Darah Negatif Negatif
Hasil USG 28-08-2019

Janin tunggal hidup, presentasi kepala, punggung depan, kecil


masa kehamilan (small for dates) dengan plasenta previa. Curiga
placenta multiple DD/ Placenta lobulated
13
Asessment:
• G3P1A1AH0 35-36 mgg + BSC + Usia Ibu >35 tahun ROB + PPT +
TBJ 2200 g

Planning:
• MRS
• Pro SC Elektif (11-09-2019)
Follow up ICU 11-09-2019
P : Sp. OG
• S : Ventilator -. IVFD RL sesuai TS dr. Anestesi
-. Inj. Cefotaxim 3x1 gr IV
• O : TTV : -. Inj. Kalnex 3x1 gr IV
-. Inj. Methoclopramide 3x1 amp IV
TD : 108/70 mmHg -. Inj. Raitidin 2x1 amp IV
-. Inj. Ketorolac 3x1 amp IV
N : 118 x/menit Sp. AN
-. Head up 30%
Suhu : 36.5C -. As. Tranexamat 3x500mg
-. Vit K 1x1 amp
-. Ranitidin 2x50 mg
RR : 12 x/menit -. Furosemid 1 amp
-. Cek DL, Na, K post transfusi
SpO2 : 99% -. Midazolam 2 gr/Jam
-. Tracurium 20 mg/Jam
• A : P2A1AH1 Post SC Abdominal -. Transfusi PRC Hb >10 g/dL
Pregnancy H0 -. Pemeriksaan AGD

15
Follow up Edelweis 14-09-2019

• S : Perut kembung (+) kentut (+) P : Sp. OG


• O : TTV : -. Rawat luka
• TTV : -. Terapi injeksi lanjut
TD : 120/80 mmHg -. Pindah ruangan
N : 80x/menit -. Mobilisasi bertahap
Suhu : 37ͦC -. Transfusi PRC Hb >10 g/dL
RR : 18 x/menit
SpO2 : 99%
• A : P2A1AH1 Post SC + HPP ec.
Abdominal Pregnancy H3
16
Follow up Edelweis 17-09-2019

• S : Nyeri luka operasi (+) Status Puepuralis


Payudara : retraksi payudara (-), Asi
• O : TTV : (+/+)
• TTV : TFU : 3 jari dibawah pusar
Kontraksi : baik
TD : 120/80 mmHg PPV : lokia rubra
N : 95 x/menit BAK : +, nyeri minimal
BAB : (-)
Suhu : 36,4 C P : Sp. OG
RR : 18 x/menit -. Rawat luka
-. Terapi injeksi lanjut
SpO2 : 99% -. Pindah ruangan
-. Mobilisasi bertahap
• A : P2A1AH1 Post SC + HPP ec. -. Transfusi PRC Hb >10 g/dL
Abdominal Pregnancy H6
17
Follow up Edelweis 21-09-2019

• S : Keluhan (-) Status Puepuralis


Payudara : retraksi payudara (-), Asi
• O : TTV : (+/+)
TFU : 3 jari dibawah pusar
• TTV : Kontraksi : baik
TD : 120/80 mmHg PPV : lokia rubra
BAK : +, nyeri minimal
N : 84 x/menit BAB : (-)
•P : Terapi lanjut (terapi oral mulai
Suhu : 36,4 C tanggal 16)
RR : 18 x/menit -. Aff drain tanggal 20-09-2019
-. Cefadroxil 3x500 mg PO
SpO2 : 99% -. Inbion 1x1 PO
-. Paracetamol 3x500 mg PO
• A : P2A1AH1 Post SC Abdominal -. BPL
Pregnancy H11
18
Follow up Flamboyan 13-10-2019

• S :Keluar nanah berbau sejak 1 hari SMRS pada luka bekas operasi Laboratorium :
RPS: Nanah berbau dirasakan sejak 1 hari SMRS, keluar tanpa disadari pada Hb : 10,7 g/dL
bekas luka operasi. Disertai dengan nyeri pada daerah sekitar luka dan perut
terasa kesar pada daerah sekitar luka jahitan. Pasien menjalani operasi pada
tanggal 11-9-2019, operasi menurut pasien atas indikasi kehamilan abdominal Ht : 38,6%
dan plasenta yang menutupi jalan lahir. Sudah menjalani operasi namun
plasenta belum dikeluarkan, dan menurut pasien direncanakan dikeluarkan Lekosit : 12,46 ribu/ul
dengan memberikan obat
• O : TTV :
Trombosit : 515 ribu/ul
• TTV : GDS :121 mg/dL
TD : 110/80 mmHg PT/APTT :12,9 detik / 121,8 detik
S : 37 °C Albumin : 3,2 mg/dL
N : 87/menit P:
RR :19 x/menit Infus RL 20 tpm
SpO2 : 99%
Injeksi Kalnex 3x1 gram IV
• Abdomen : Abdomen : Inspeksi: Tampak cembung, merembes pada luka.
Auskultasi: BU (+) kesan normal, Palpasi : Nyeri tekan (+) pada daerah luka Injeksi Cefotaxim 2x1 gram IV
operasi
• A : P2A1 AH1 + Post Laparatomy hari ke 32 a.i. Kehamilan Abdominal + ILO
Rawat luka

19
Follow up Flamboyan

14-09-2019
Pemeriksaan Labortorium :
• BUN : 8.0 mg/dL
• Cr : 0.55 mg/dL
15-09-2019
Pemeriksaan Laboratorium :
• Beta HCG : 800
17-09-2019
• Hasil Kultur : Staphylococcus non aureus
• MTX 5 hari (Senin 21-09-2019)

20
Follow up MTX 22-26/10/2019
• S :Nyeri pada luka bekas operasi
• O:
TTV :
TD :100/70 mmHg
S : 37 C
N : 78 x/m
RR : 19 x/m
SpO2 : 98%
• A : P2A1 AH1 + Post Laparatomy H41 a.i. Kehamilan intraabdominal +
Plasenta Akreta + ILO
• P : Methtrexate 1x20 mg IM

21
Follow up MTX 06-10/11/2019
• S :Nyeri pada luka bekas operasi
• O:
TTV :
TD :100/70 mmHg
S : 37 C
N : 72 x/m
RR : 20 x/m
SpO2 : 98%
Pemeriksaan Lab 02-11-2019
• Beta HCG : 25 mIU/mL
Pemeriksaan Lab 18-11-2019
• Beta HCG : Negatif
• A : P2A1 AH1 + Post Laparatomy H41 a.i. Kehamilan intraabdominal + Plasenta Akreta + ILO
• P : Methtrexate 1x20 mg IM

22
PEMBAHASAN

23
• Kehamilan abdominal adalah kehamilan yang terjadi pada rongga
perut di luar rahim.
• Klasifikasi :
-. Early Abdominal Pregnancy (EAP) : Usia kehamilan ≤ 20 minggu
-. Late Abdominal Pregnancy (LAP) : kehamilan > 20 minggu
• Trias Klinis Klasik : Nyeri perut, amenore dan pendarahan vagina.
Hanya sekitar 50% dari pasien datang dengan semua gejala.
• Gejala lain : gerakan janin yang menyakitkan (dalam kasus kehamilan
abdominal lanjut), pusing atau lemah, demam, gejala seperti flu,
muntah, sinkop dan gagal jantung.

Sumber :
1. Sumariyono, et al. Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik. Jakarta : Perhimpunan Reumatologi Indonesia, 2019.
2. Prawirohardjo, Sarwono. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, 2014. 24
• Faktor Risiko :
-. Pelvic Inflammatory Disease (PID)
-. Riwayat kehamilan ektopik
-. Riwayat operasi tuba dan konsepsi setelah ligasi tuba
-. Merokok
-. Penggunaan kontrasepsi oral atau alat kontrasepsi
-. Penggunaan obat kesuburan atau teknologi reproduksi bantuan
-. Usia : Usia 35-44 tahun >> peningkatan risiko 3-4 kali lipat untuk
dibandingkan dengan wanita berusia 15-24 tahun.

25
• Usia : Penuaan dapat mengakibatkan pada hilangnya progresif
aktivitas myoelectrical dalam tuba falopii; aktivitas myoelectrical
bertanggung jawab atas motilitas tuba.

26
Kesimpulan
• Telah dilaporkan pasien Ny. SBR umur 27 tahun dengan diagnosis G1P0A0
30-31 minggu T/H + IUGR + Anemia + Trombositopenia + SLE on treatment
+ TBJ 747 gram.
• Pasien didiagnosis SLE dengan pemeriksaan ANA dan kriteria klinis lainya.
• Kehamilan diterminasi pada pasien dikarenakan resiko perburukan kondisi
baik pada ibu maupun janin.
• Kehamilan diterminasi secara pervaginam. Bayi lahir dan dirawat di NICU
• Penanganan kehamilan pada pasien SLE dimulai bahkan sejak kehamilan itu
sendiri.
• Hal ini dikarenakan kondisi kehamilan sendiri dapat memicu eksaserbasi
SLE hingga pasien minimal 6 bulan dalam kondisi SLE ringan.
• Pemberian kontrasepsi yang tepat dapat memperbaiki luaran kehamilan
pada SLE.
27