Anda di halaman 1dari 30

PENURUNAN RUMUS (1)

Jika percepatan suatu benda adalah konstan, maka percepatan


rata-rata benda itu akan sama dengan percepatan sesaatnya,
sehingga kita dapat menggunakan persamaan sebagai berikut:

Dalam hal ini, kita mengumpamakan bahwa t1 = 0, t2 sama


dengan waktu sembarang t, vx adalah kecepatan pada saat t dan
vx0 adalah kecepatan pada saat t1 = 0. Sehingga persamaannya
menjadi :
...........(1)
PENURUNAN RUMUS (2)

Jika percepatan ax adalah konstan, maka perubahan kecepatan


vx dalam selang waktu yang sama juga konstan. Harga rata-rata
perubahan kecepatan ini dalam suatu selang waktu t ( antara t1
= 0 dan t2 = t) dengan kecepatan awal = v0 dan kecepatan akhir
= vx adalah:
Vrt = ½ (Vo + Vx)...........(2)

Jika posisi partikel pada saat t1 = 0 adalah xo dan posisi partikel


pada saat t2 = t adalah x, maka:
X = Xo + Vrt.t ...........(3)

Jika pers 2 disubstitusikan ke pers 3 maka diperoleh:


X = Xo + ½ (Vo + Vx).t
PENURUNAN RUMUS (3)

Menurut pers. 1 bahwa Vx = Vo + at,


maka persamaan X = Xo + ½ (Vo + Vx).t dapat ditulis sbb:

X = Xo + ½ (Vo + Vo + at).t
Sehingga diperoleh :
X = Xo + Vo.t + ½ at2 ...........(4)
PENURUNAN RUMUS (4)

Menurut pers. 1 bahwa Vx = Vo + at,


Dapat diubah menjadi :
..........(5)

Kemudian t pada pers. 5 masukkan ke dalam rumus:


X = Xo + Vo.t + ½ at2
Sehingga diperoleh persamaan baru sbb:
Vx2 = Vo2 + 2a(X-Xo)
Atau dapat dituliskan sbb:
Vx2 = Vo2 + 2aX .............. (6)
Persamaan Kinematis Gerak Lurus

Keterangan:
Vt : kecepatan akhir (m/s)
Vo : kecepatan awal (m/s)
a : percepatan (m/s2)
t : waktu (sekon)
X : posisi akhir (m)
Xo : posisi awal (m)
Contoh Soal
 Suatu bandara udara dapat digunakan oleh pesawat yang lajunya setidak-
tidaknya 27,8 m/s sebelumlepas landas dan dapat mengalami percepatan
2,00 m/s2.
a. Jika panjang landasan pacu 150 m, dapatkah pesawat mencapai laju yang
dibutuhkan untuk lepas landas?
b. Jika tidak, berapa seharusnya panjang minimum landasan pacu tersebut?
 Dik. Xo = 0; Vo = 0; X = 150m; a = 2,00 m/s2
 Jawab:
 a.
= 0 + 2.(2m/s2) (150m) = 600m2/s2
Vt = (600 m2/s2)1/2 = 24,5 m/s (Panjang landasan pacu tidak cukup)

 b. Mencari (x-xo) jika v = 27,8 m/s dan a = 2,00 m/s


(x – xo) = (v2 – vo2)/2a = [(27,8 m/s)2- 0]/2.(2,00m/s2)
= 193 meter
PR 1
Sebuah mobil berhenti didepan lampu merah. Berapa lama waktu yang
diperlukan untuk menyebrangi persimpangan selebar 50,0 meter
setelah lampu lalu lintas hijau jika percepatannya dari keadaan diam
adalah 4 m/s2 ?
 Dik. x = 50,0 m; a = 4 m/s2 ; xo = 0; vo = 0
 Jawab
 Rumus yg digunakan:
 Cari juga V dan buktikan X = 50,0 meter!
Kinematika Rotasi

 Gerak rotasi berbeda dengan gerak translasi


 Pada gerak rotasi terdapat satu bagian benda yg
tidak berotasi yaitu pada sumbu rotasi
 Benda dikatakan bergerak rotasi jika benda bergerak
menempuh sudut tertentu setiap selang waktu
 Variabel-variabel Kinematika Rotasi:
1. Posisi sudut partikel terhadap kerangka
acuan/sudut tempuh () dengan satuan radian
2. Kelajuan sudut () dengan satuan rad/s
3. Percepatan sudut ()dengan satuan rad/s2
Variabel-variabel Kinematika Rotasi
Kelajuan sudut rata-rata

Kelajuan sudut sesaat :

Percepatan sudut rata-rata:

Percepatan sudut sesaat :


Penurunan Persamaan Gerak Rotasi
Penurunan persamaan untuk gerak rotasi
“identik” dengan penurunan persamaan untuk
gerak translasi.
PENERAPAN KINEMATIKA
GERAK LURUS BERATURAN (GLB)

 Termasuk gerak satu dimensi dengan kecepatan konstan (V = 0)


sehingga percepatannya sama dengan nol (tidak ada percepatan)
 Persamaan yang berlaku:

Jadi persamaan yg berlaku adalah : X = Xo + Vo.t atau


V = X/t
Contoh: ……..?
Bentuk grafik pada GLB
GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN (GLBB)

•Adalah gerak suatu benda pada lintasan lurus dengan


perubahan kecepatannya konstan sehingga percepatannya
konstan (a = konstan)
•Persamaan pada GLBB

Contoh GLBB:
1. Satu dimensi : GJB, GVA, GVB
2. Dua dimensi : gerak peluru, gerak melingkar
beraturan
Contoh soal
Sebuah mobil sedang bergerak dengan kelajuan 72 km/jam dan
menabrak pohon besar sampai berhenti. Perkirakan seberapa cepat
kantung udara harus menggembung untuk melindungi si pengendara
secara efektif? Anggap mobil tersebut penyok karena tabrakan sedalam 1
meter. Bagaimana penggunaan sabuk pengaman agar dapat menolong
pengendara?

Dik.
Mobil melambat dari 72 km/jam sampai nol dalam waktu
yang sangat singkat dan jarak yang sangat pendek (1 meter)
Solusi:
Ubah dulu 72 km/jam ke dalam satuan m/s
Cari percepatan dari persamaan: v2 = vo2 + 2ax
Cari waktu dari persamaan v = vo +at
GERAK JATUH BEBAS (GJB)

Gerak jatuh bebas adalah gerak lurus dengan percepatan konstan


jatuh ke bumi.
Yang memberikan percepatan adalah gravitasi bumi (a = g)
dengan nilai g = 9,81 ms-2 atau 32,2 ft/s2
 kecepatan awalnya Vo = 0
Gaya gesek udara diabaikan
Persamaan-persamaan pada GJB:

Contoh : …..?
GERAK BENDA DILEMPAR VERTIKAL KE BAWAH
(GVB)

Gerak benda dilempar vertikal ke bawah adalah gerak pada lintasan


lurus dengan dilempar ke bawah ( dengan kecepatan awal Vo tertentu).
GVA hampir sama dengan gerak jatuh bebas, hanya bedanya pada
GVA bendanya diberi kecepatan awal.
Persamaan-persamaan pada GVA:

Contoh: ….?
Contoh soal
Sebuah bola dilemparkan ke bawah dengan kecepatan awal 3,0 m/s dari
menara dengan ketinggian 80 meter. (a) dimana posisi bola setelah 1,0 s
dan 2,0 s; (b) Berapa lajunya setelah 1,0 s dan 2,0 s?
Solusi:
a). Gunakan persamaan:

b). Gunakan persamaan:


GERAK BENDA DILEMPAR VERTIKAL KE ATAS
(GVA)

Gerak jatuh bebas adalah gerak lurus dilempar secara vertikal ke


atas dengan kecepatan awal Vo tertentu.
Besar percepatannya berlawanan arah dengan besar percepatan
gravitasi bumi (-g)
Gerakkannya makin lambat dan pada saat (t) tertentu benda
berhenti (Vt = 0)
Persamaan-persamaan GVA :

Contoh : …..?
Waktu Yang Diperlukan Untuk Tinggi
Maksimum
t = Vo/g

Tinggi Maksimum:
Ymax = Vo2 /2g

Buktikan !

Contoh: …….?
GERAK DALAM DUA DIMENSI
GERAK LENGKUNG(1)
Contoh:
GERAK PELURU
Adalah gerak dua dimensi partikel yang dilempar
miring ke atas dengan lintasan berbentuk parabola.
Merupakan gabungan antara GVA dan GLB
Syarat gerak peluru:
Percepatan pada sumbu y = -g
Pada sumbu y berlaku persamaan GVA
Percepatan pada sumbu x = 0
Kecepatan pada sumbu x konstan (GLB)
Karena merupakan gerak dua dimensi, maka
pada sb y dan sb x harus diuraikan komponen-
komponennya
GERAK PELURU (2)

Kecepatan awal peluru pada sumbu x dapat diuraikan


secara geometris sbb: Vox = Vo cos 

Kecepatan awal peluru pada sumbu y dapat diuraikan


secara geometris sbb: Voy = Vo sin 

Kecepatan sembarang waktu:


Vx = Vo cos ; Vy = Vo sin  - gt

Posisi :
X = Vo cos .t; Y = Vo sin.t – ½ gt2
GERAK PELURU (3)
Tinggi maksimum (Vy =0): dari persamaan Vy = Vo sin  - gt
maka ,

kemudian t masukkan ke pers:


Y = Vo sin.t – ½ gt2
Carilah persamaan Ymax !

Jarak maksimum (y =0): masukkan syarat tersebut ke


persamaan Y = Vo sin.t – ½ gt2
setelah diperoleh t kemudian t dimasukkan ke
persamaan
X = Vocos .t
carilah persamaan Xmax ! ,
Ctt: sin .cos  = ½ sin 2 
Catatan pada Gerak Parabola:
 Ketika benda dilepaskan, hanya gaya gravitasi yang
menarik benda, mirip seperti gerak ke atas dan ke
bawah

 Karena gaya gravitasi menarik benda ke bawah, maka:


 Percepatan vertikal berarah ke bawah
 Tidak ada percepatan dalam arah
horisontal
Gerak Parabola
Aturan Gerak Parabola
 Pilih kerangka koordinat: y arah vertikal
 Komponen x dan y dari gerak dapat ditangani secara
terpisah
 Kecepatan, (termasuk kecepatan awal) dapat dipecahkan
ke dalam komponen x dan y
 Gerak dalam arah x adalah GLB
ax = 0
 Gerak dalam arah y adalah jatuh bebas (GLBB)
|ay|= g
Aturan Lebih Rinci:

 Arah x
 ax = 0

v x o  v o co s  o  v x  ko nstan
 x = vxot
 Persamaan ini adalah persamaan hanya dalam arah x karena
dalam arah ini geraknya dalah GLB
Aturan Lebih Rinci:

 Arah y
 v y o  v o sin  o
 Ambil arah positif ke atas
 Selanjutnya: Problem jatuh bebas
 Gerak dengan percepatan konstan, persamaan gerak telah
diberikan di awal
Kecepatan dari Partikel

 Kecepatan partikel pada setiap titik dari geraknya


adalah penjumlahan vektor dari komponen x dan y
pada titik-titik tersebut.
 Besar kecepatan dan arahnya:

1
vy
v v v 2
x
2
y and   tan
vx

Animasi 3.1
Contoh Gerak Parabola:
 Sebuah benda dapat
ditembakkan secara
horisontal

 Kecepatan awal semuanya


pada arah x
 vo = vx dan v y = 0

 Semua aturan tentang


gerak parabola dapat
diterapkan