Anda di halaman 1dari 18

Perbankan Internasional

Oleh :
Choirin Nikmah ( 090810201139 )
Musfirotul Hasanah ( 090810201176
)
Manajemen Keuangan Internasional
Tujuan
• Motif bank-bank komersial
untuk terlibat dalam operasi
internasional.
• Pasar Eurocurrency.
• Resiko bank-bank yang terlibat
dalam operasi internasional.
dan
• Peraturan penting perbankan di
Latar Belakang
Peran vital bank komersil dalam
memfasilitasi transaksi -transaksi
internasional antara lain :
Membantu membiayai perdagangan
internasional dan operasi-operasi
lain.
Menyediakan beragam valuta yang
diperlukan untuk transaksi
internasional baik untuk pembelian
barang-barang luar negeri maupun
investasi dalam sekuritas luar
Keterlibatan bank komersial dalam perbankan
internasional antara lain dengan mendirikan :
1. Cabang
2. Korporasi edge act
3. Fasilitas perbankan internasional
(IBF)
Restriksi IBF

o Regulasi cadangan wajib, dimana dana yang


dipinjam oleh IBF dari bank induknya, sama
seperti dana yang dipinjam dari cabang luar
negeri
o Transaksi normal IBF dengan nasabah harus
bernilai $100.000 atau lebih. Hal ini membatasi
bisnis IBF hanya dengan korporasi besar atau
badan pemerintah.
o Tidak diperbolehkan untuk mengasuransikan
sertifikat deposito (CD).
Sejumlah restriksi diatas ditujukan untuk
mencegah IBF masuk ke persaingan dalam
pasar uang AS.
Keunggulan IBF
Keunggulan pajak atau menanggung
biaya transaksi yang lebih rendah
atau menghadapi risiko politik yang
lebih rendah dibandingkan dengan
bentu operasi perbankan luar negeri
yang lain.
Motif pendorong keterlibatan dalam
perbankan internasional
• Diversivikasi kredit
• Gampang dimasuki
• Regulasi lebih longgar
• Skala ekonomis ( Penuruanan rata-rata biaya
per unit seiring dengan meningkatnya
volumngan e output )
• Perushaan anak MNC yang berlokasi dinegara
asing mungkin labih suka meminta pelayanan
dari bank yang sama dengan bank yang
digunakan perusahaan induk dinegara asal.
• Dampak Reformasi Eropa timur
• Dampak NAFTA
Pasar Eurocurrency
• Berfungsi sebagai pusat perbankan
internasional atau sebagai
Intermediary surplus dan devicit
sectors, atau sebaliknya).
• Perantara-perantara keuangan dalam
pasar ini disebut dengan Eurobank.
• Kebanyakan berlokasi di Eropa. Banyak
bank AS memiliki cabang di Eropa yang
berfungsi sebagai Eurobank.
• Asset bank terdiri dari kredit-
krerdit jangka pendek, dan jangka
Perkembangan pasar Eurocurrency
• Pertumbuhan bisnis multinasional
• Pada awal tahun 1960 dana-dana yang
dtransfer dari suatu negara kenegara
lain tidak hanya ditujukan untuk
membayar impor,tetapi juga untuk
membeli sekuritas-sekuritas luar
negeri.
• sajak tahun 1963 interest
equalization tax (IET) yang dikenakan
kepada investor AS telah menurunkan
4 Karakteristik yang membedakan EuroBank
dengan bank-bank komersil lain adalah :
1. Deposito valas yang yang didepositokan
pada eurobank tidak terkena restriksi-
restriksi cadangan. Memungkinkan Eurobank
menurunkan spread antara suku bunga
deposito rata-rata dengan suku bunga
kredit rata-rata.
2. Suku bunga deposito tidak terkena
restriksi plafon suku bunga seperti yang
terjadi di AS.
3. Transaksi biasanya bersifat wholesale
bukan ritel sehingga tiap transaksi
mewakili jumlah dana yang besar.
Risiko-Resiko yang dihadapi
depositor
• Krisis Politik,misalnya :Deposito
Eurocurrency dalam Uerobank disita
oleh pemerintah asing.
• Deposito Uerocurrency biasanya tidak
diasuransikan. Jadi,jika sebuah
Eurobank bangkrut,depositor mungkin
tidak bisa mendapatkan kembali
uangnya.
• Depositor AS akan lebih sulit menilai
kesehatan keuangan dari sebuah
Kredit sindikasi Eurocurrency
• Tiap Uerobank dalam sindikasi
berpartisipasi dalam penyediaan kredit.
Lead bank bertanggung jawab menegosiasikan
ketentuan-ketentuan kredit dengan debitur.
Lead bank mengkoordinasi sekelompok bank
untuk mengeluarkan kredit. Sindikasi
biasanya dibentuk sekitar 6 minggu atau
kurang dari evaluasi kredit yang dilakukan.
• Debitur yang menerima kredit sindikasi
menanggung berbagai macam fee selain bunga
kredit.
• Kredit sindikasi dapat didenominasi dalam
Resiko bank-bank dalam operasi
internasional

• Resiko Wanprestasi dari kredit


• Resiko Nilai Tukar
• Resiko Suku Bunga
Regulasi Perbankan diberbagai Negara
Amerika Serikat
Jumlah kredit yang diberikan dibatasi dan
dipaksa menghapus kredit macet.
Bank-bank AS tidak boleh membeli saham
sebagai wahana investasi mereka.
Kanada
Bisa membeli saham dengan jumlah
terbatas.
Jumlah kredit yang diberikan tidak
Perancis
Agak dibatasi menjalankan aktivitas non
bank.
Bisa memiliki saham dalam perusahaan-
perusahaan non-bank.
Jepang
Tidak dibolehkan menjalankan sebagian,
tidak semua, aktivitas underwriting.
Kredit yang diberikan dibatasi untuk
peminjam individual, kecuali kredit-kredit
publik dan kredit-kredit bergaransi.
Inggris
Dimonitor oleh Bank of England.
 memiliki fleksibilitas tinggi memasuki
berbagai jenis bisnis.
Sumber dana terakhir bagi bank-bank
inggris.
Jerman
Diawasi oleh Bank Sentral Jerman.
Bebas memasuki aktivitas bisnis.
Kredit yang diberikan kepada peminjam
individual dibatasi.
Penyeragaman Regulasi

Tiga peristiwa penting :


 Internasional Banking Act
Single European Act
Uniform Capital Adequacy
Guidelines
TERIMA KASIH