Anda di halaman 1dari 9

Nama Anggota Kelompok :

1. Moch Faoriza Aftoni (820163068)

2. Moh Putra Wibowo (820163071)


3. Mualimah (820163072)
4. Nur Amalina (820163081)
5. Nurida Wulandani (820163082)

KELOMPOK 7
TEKNIK MANAJEMEN KONFLIK DALAM
PENGELOLAAN RUANG RAWAT
TEKNIK MANAJEMEN KONFLIK DALAM
PENGELOLAAN RUANG RAWAT

Hubungan kerja perawat dan personel yang


lain, pasien dan keluarga dapat menimbulkan
potensial konflik. Dalam hal ini manajer
perawat harus menguasai bagaimana
mengelola konflik. Penyebab-penyebab konflik
termasuk perilaku menentang, stres, ruang
yang penuh sesak, kewenangan dokter, serta
ketidak cocokan nilai dan sasaran.
TEKNIK MANAJEMEN KONFLIK DALAM
PENGELOLAAN RUANG RAWAT

Tujuan dari manajemen konflik Selain itu manajer perawat


termasuk memperluas tentang dapat mempelajari dan
masalah, meningkatkan menggunakan keterampilan
alternatif pemecahan, dan khusus untuk mencegah dan
mencapai kesepakatan dalam mengelola konflik.
keputusan yang dapat
dilaksanakan serta keikhlasan Manajemen konflik menjaga
terhadap keputusan yang meluasnya konflik, membuat
dibuat. Strategi khusus kerja lebih produktif, dan
termasuk menghindar, dapat membuat konflik
akomodasi, kompetisi, sebagai suatu kekuatan yang
kompromi, dan kerja sama. positif dan membangun.
LANGKAH-LANGKAH PENYELESAIAN KONFLIK

Vestal (1994) menjabarkan langkah-langkah menyelesaikan suatu


konflik meliputi :
1. Pengkajian
a. Analisa situasi
identifikasi jenis konflik untuk menentukan waktu yang diperlukan.
Setelah fakta dan memvalidasi semua perkiraan melalui pengkajian lebih
mendalam. Kemudian siapa yang terlihat dan peran masing-masing.
Tentukan jika situasinya bisa berubah.

b. Analisa dan mematikan isu yang berkembang


jelaskan masalah dan prioritas fenomena yang terjadi. Tentukan masalah
utama yang memerlukan suatu penyelesaian dimulai dari masalah
tersebut. Hindari penyelesaian semua masalah dalam satu waktu.

c. Menyusun tujuan
Jelaskan tujuan spesifik yang akan dicapai.
LANGKAH-LANGKAH PENYELESAIAN KONFLIK

2. Identifikasi
a. Mengelola perasaan
hindari suatu respon emosional : marah, dimana setiap orang mempunyai
respon yang berbeda terhadap kata-kata, ekspresi dan tindakan.

3. Intervensi
a. Masuk pada konflik
Diyakini dapat diselesaikan dengan baik.
Identifikasi hasil yang positif yang akan terjadi.
b. Menyeleksi metode dalam menyelesaikan konflik
Penyelesaian konflik memerlukan strategi yang berbeda-beda. Seleksi
metode yang paling sesuai untuk menyelesaikan konflik yang terjadi.
STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK
Dapat dibedakan menjadi 6 :
1. Kompromi atau Negosiasi
Suatu strategi penyelesaian konflik dimana semua yang terlibat saling
menyadari dan sepakat tentang keinginan bersama. Penyelesaian
seperti ini sering diartikan sebagai “lose-lose situation” kedua unsur
yang terlibat menyerah dan menyepakati hal yang telah dibuat.
Didalam manajemen keperawatan strategi ini sering digunakan oleh
midle – dan top manajer keperawatan.

2. Kompetisi
Strategi ini dapat diartikan sebagai “win-lose” penyelesaian konflik.
Penyelesaian ini menekankan bahwa hanya ada satu orang atau
kelompok yang menang tanpa mempertimbangkan yang kalah. Akibat
negatif dari strategi ini adalah kemarahan, putus asa dan keinginan
untuk perbaikan da masa mendatang.
STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK

3. Akomodasi
Istilah yang lain sering digunakan adalah ”cooprative”. Konflik ini berlawanan
dengan kompetisi. Pada strategi ini seseorang berusaha mengakomodasi
permasalahan-permasalahan dan memberi kesempatan orang lain untuk
menang. Masalah utama pada strategi sebenarnya tidak terselesaikan.
Strategi ini biasanya sering digunakan dalam suatu politik untuk suatu
kekuasaan dengan berbagai konsekwensinya.

4. Smoothing
Penyelesaian konflik dengan mengurangi komponen emosional dalam
konflik. Pada strategi ini individu yang terlibat dalam konflik berupaya
mencapai kebersamaan dari pada perbedaan dengan penuh kesadaran dan
introspeksi diri. Strategi ini bisa ditetapkan pada konflik yang ringan, tetapi
untuk konflik yang besar misalnya persaingan pelayanan/hasil produksi dan
tidak dapat dipergunakan.
STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK
5. Menghindar
Semua yang terlibat dalam konflik, pada strategi ini menyadari tentang
masalah yang dihadapi tetapi memilih untuk menghindar atau tidak
menyelesaikan masalahnya. Strategi ini dipilih bila ketidaksepakatan adalah
membahayakan kedua pihak,biaya penyelesaian lebih besar dari pada
menghindar, atau maslah perlu orang ketiga dalam menyelesaikannya atau
jika masalah dapat terselesaikan dengan sendirinya.

6. Kolaborasi
Strategi ini merupakan strategi “win-win solution” pada koloaborasi kedua
unsur terlibat menentukan tujuan bersama dan bekerja sama dalam mencapai
suatu tujuan. Karena keduanya meyakini akan mencapai suatu tujuan yang
telah ditetapkan, masing-masing meyakininya. Strategi kolaborasi tidak akan
berjalan jika kompetisi insentif sebagai bagian dari situasi tersebut, kelompok
yang terlibat tidak memiliki kemampuandalam menyelesaikan masalah dan
tidak adanya kepercayaan dari kedua kelompok / seorangan (Bowditch &
Buono, 1994).
TERIMA KASIH