Anda di halaman 1dari 28

Kuis (10 menit)

Sebuah tangki tertutup berisi air setinggi 2 m. Di atas permukaan air terdapat udara yang
tekanannya 6000 Pa lebih tinggi dari tekanan udara luar. Pada alas tangki terdapat sebuah
lubang berpenampang 4 cm 2. Hitunglah :
a. Kecepatan air keluar dari lubang tersebut
b. Fluks volume (debit) yang keluar dari lubang.

A1
1

h y1
2

A2 y2
Termodinamika
KONSEP DASAR TERMODINAMIKA
Pengertian Termodinamika
Berasal dari dua kata Yunani yaitu thermos (heat) dan dynamis (power).

Ilmu yang membahas hubungan antara panas dengan kerja. Hubungan ini
didasarkan pada dua hukum-hukum dasar thermodinamika, yaitu HUKUM
THERMODINAMIKA PERTAMA dan HUKUM THERMODINAMIKA KEDUA.

Cabang-cabang Termodinamika
Termodinamika Klasik: Pandangan transfer energi dan kerja dalam sistem
makroskopis, tanpa memperhatikan interaksi dan gaya antar individual
partikel (mikroskopik).
Termodinamika Statistik : Melihat perilaku secara mikroskopik, menjelaskan
hubungan energi berdasarkan sifat-sifat statistik dari sejumlah besar
atom/molekul dan bergantung pada implikasi Mekanika Kuantum.
Termodinamika Kimia : Fokus pada transfer energi dalam reaksi kimia dan
kerja pada sistem kimia.
Termodinamika Teknik : Pemanfaatan Termodinamika pada beberapa mesin
panas dan proses-proses yang menyangkut transfer energi. (Mesin bakar,
refrigerator, AC, stasiun tenaga nuklir, sistem pemercepat roket etc.)
3
KONSEP DASAR TERMODINAMIKA
Pengertian Sistem
Sistem adalah suatu massa atau daerah yang dipilih, untuk dijadikan obyek
analisis.
Atau sistem adalah segala sesuatu yang ingin dipelajari.
Sistem Termodinamika ada tiga macam, yaitu :
 Sistem tertutup
massa dari sistem yang dianalisis tetap dan tidak ada massa keluar dari sistem
atau masuk kedalam sistem,tetapi volumenya bisa berubah. Yang dapat keluar
masuk sistem tertutup adalah energi dalam bentuk panas atau kerja.

Contoh : balon udara yang dipanaskan, dimana massa udara didalam balon
tetap, tetapi volumenya berubah, dan energi panas masuk kedalam massa
udara di dalam balon.
 Sistem terbuka
energi dan masa dapat keluar sistem atau masuk kedalam sistem melewati
batas sistem. Contoh : Turbin gas, turbin uap, pesawat jet dan lain-lain

 Sistem terisolasi
Tidak ada pertukaran massa dan energi sistem dengan lingkungan. Atau
dengan kata lain sistem tidak terpengaruh sama sekali oleh lingkungan
Contoh : Tabung gas yang terisolasi. 4
KONSEP DASAR TERMODINAMIKA
Pengertian Batas Sistem
Batas sistem adalah batas antara sistem dengan lingkungannya.
Dalam aplikasinya batas sistem merupakan bagian dari sistem maupun
lingkungannya, dan dapat tetap atau dapat berubah posisi atau bergerak.
Pengertian Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di luar sistem.

5
KONSEP DASAR TERMODINAMIKA
Karakteristik yang menentukan sifat dari sistem disebut property dari
sistem, seperti tekanan P, temperatur T, volume V, massa m, viskositas,
konduksi panas, dan lain-lain. Selain itu ada juga property yang
didefinisikan dari property yang lainnya seperti, berat jenis, volume
spesifik, panas jenis, dan lain-lain.
Suatu sistem dapat berada pada suatu kondisi yang tidak berubah, apabila
masing -masing jenis property sistem tersebut dapat diukur pada semua
bagiannya dan tidak berbeda nilainya. Kondisi tersebut disebut sebagai
keadaan (state) tertentu dari sistem, dimana sistem mempunyai nilai
property yang tetap. Apabila property-nya berubah, maka keadaan sistem
tersebut disebut mengalami perubahan keadaan. Suatu sistem yang tidak
mengalami perubahan keadaan disebut sistem dalam keadaan seimbang
(equilibrium).
Pengertian Proses
Proses adalah perubahan sistem termodinamika dari keadaan seimbang
satu menjadi keadaan seimbang lain.
Atau dengan kata lain proses dapat terjadi pada sebuah sistem apabila
terdapat perubahan sifat sehingga terjadi perubahan keadaan dari sistem
tersebut.
Pengertian Lintasan Proses
Lintasan proses adalah rangkaian keadaan diantara keadaan awal dan
akhir.

6
KONSEP DASAR TERMODINAMIKA
Proses termodinamika biasanya digambarkan dalam sistem
koordinat 2 dua property, yaitu P-V diagram
Proses yang berjalan pada satu jenis property tetap, disebut
proses iso - diikuti nama property-nya, misalnya proses
isobaris (tekanan konstan), proses isochoris (volume konstan),
proses isothermis (temperatur konstan) dan lain-lain.
Suatu sistem disebut menjalani suatu siklus, apabila sistem
tersebut menjalani rangkaian beberapa proses, dengan
keadaan akhir sistem kembali ke keadaan awalnya.
Pengertian Proses Reversibel
Proses reversibel adalah proses dimana sistem dan lingkungan
dapat dengan tepat kembali ke keadaan awalnya setelah proses
berlangsung.
Pengertian Proses Irreversibel
Proses irreversibel adalah proses dimana sistem dan
lingkungan tidak dapat dengan tepat kembali ke keadaan
awalnya seelah proses berlangsung.

7
KONSEP DASAR TERMODINAMIKA
Temperatur
Hukum ke ‘0’ thermodinamika menyatakan bahwa jika benda A berada dalam
kesetimbangan thermal dengan benda B dan benda A berada dalam kesetimbangan
thermal dengan benda C maka benda B berada dalam kesetimbangan thermal
dengan benda C.
Hal tersebut menjadi dasar dari thermometer.
Skala suhu :
Jika :
TA = TB
TA = TC
maka
TB = TC
Konversi
SI British T (°K) = T (° C) + 273,15
Suhu Celcius (°C) Fahrenheit (°F) T (° R) = T (° F) +459,67
T (° F) = 1,8 T (° C) + 32
Suhu absolut Kelvin (K) Rankine ( R ) T (° R) = 1,8 T (° K)

8
HUBUNGAN ANTARA P, V Dan T
Jika suatu gas ditekan dan temperaturnya dipertahankan konstan, maka volume dari gas tersebut akan berkurang.
Jika volume suatu gas diperbesar dan temperaturnya dipertahankan konstan, maka tekanan akan berkurang.
Dengan kata lain pada temperatur konstan, maka tekanan berbanding terbalik dengan volumenya (Hukum Boyle).
P . V = konstan
Jika suatu gas volumenya dipertahankan konstan, maka tekanannya akan sebanding dengan temperatur (Hukum
Gay Lussac).
P/T = konstan
Jika tekanan suatu gas dipertahankan konstan, maka akan volumenya sebanding dengan temperatur. (Hukum
Charles)
V/T = konstan
Jika ketiga persamaan diatas digabungkan,maka akan diperoleh persamaan keadaan sebagai berikut :
P.V=C.T
Dimana :
P = Tekanan
V = Volume
C = Konstanta yang menunjukkan sifat dan jenis dari gas
Sedangkan persamaan untuk gas ideal adalah :
P.V=n.R.T
Dimana :
n = jumlah mol zat
R = konstanta gas umum (8,314 J/mol.K)
Gas ideal adalah suatu gas yang keadaannya stabil secara kimia

9
HUBUNGAN ANTARA P, V Dan T
Pada gas ideal terdapat empat macam perubahan keadaan istimewa yaitu :
1. Perubahan keadaan dengan proses temperatur konstan (Isothermal/isothermis)
P

2
Gas dimasukan kedalam silinder
torak. Keadaan gas akan dirubah dari
T=konstan keadaan 1 ke keadaan 2 dengan
menekan torak. Suhu gas dijaga agar
tetap konstan dengan jalan
mendinginkan dan memanaskan
1 silinder

V
V2 V1

P–V Diagram Proses Isothermal


10
HUBUNGAN ANTARA P, V Dan T
2. Perubahan keadaan dengan proses volume konstan (isometric ; isochoris)

P
keadaan gas dirubah dari
keadaan 1 ke keadaan 2
P2
2 dengan memanaskan silinder,
sedang torak ditahan supaya
jangan bergerak sehingga
volume gas dalam silinder
P1 1 tetap konstan
V

V = konstan

P-V Diagram Proses Isochoris

11
HUBUNGAN ANTARA P, V Dan T
3. Perubahan keadaan dengan proses tekanan konstan (isobaric)
P
Keadaan gas dirubah dari
keadaan 1 ke keadaan 2
dengan memanaskan
1 2
P1 = P2 silinder, sedang torak dibuat
bebas bergerak sehingga
tekanan gas dalam silinder
tetap konstan
V
V1 V2

P-V Diagram Proses Isobarik

12
HUKUM TERMODINAMIKA I
Bunyi Hk Termodinamika I adalah energi tidak dapat diciptakan dan tidak
dapat dimusnahkan tetapi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk
yang lain.

Dikenal juga dengan konservasi energi atau hukum kekekalan energi.

Hukum ini juga menghubungkan tiga jenis energi : kalor, energi kinetik dan
energi internal sistem.

Hukum pertama dapat dinyatakan secara sederhana; selama interaksi antara


sistem dan lingkungan, jumlah energi yang diperoleh sistem harus sama
dengan energi yang dilepaskan oleh lingkungan.

Energi dapat melintasi batas dari suatu sistem tertutup dalam dua bentuk
yang berbeda : panas (heat) dan kerja (work).

13
HUKUM TERMODINAMIKA I
Panas atau Kalor
Panas atau kalor merupakan bentuk energi yang dapat berpindah antara dua
sistem (atau dari sistem ke lingkungan) dengan sifat perbedaan temperatur.
Berdasarkan termodinamika, panas merupakan energi yang dipindahkan
akibat dari adanya perbedaan temperatur antara dua benda.
Satuan kalor adalah kalori dimana, 1 kalori adalah kalor yang diperlukan
untuk menaikkan temperatur 1 gr air dari 14,5 °C menjadi 15,5 °C.
Dalam sistem British, 1 Btu (British Thermal Unit) adalah kalor untuk
menaikkan temperatur 1 lb air dari 63 °F menjadi 64 °F .

Kapasitas Kalor
Kapasitas kalor (C) : jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan
temperatur dari suatu sampel bahan sebesar 1 °C.
Q = C T

Kapasitas panas dari beberapa benda sebanding dengan massanya, maka


lebih mudah bila didefinisikan kalor jenis.

14
HUKUM TERMODINAMIKA I
Kalor Jenis
Kalor jenis (c) : jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan temperatur dari 1 gr massa
bahan sebesar 1 °C
Q = m c T
Panas ada dua macam yaitu :
1. Panas laten, yaitu panas yang diberikan atau diserap oleh suatu benda yang menyebabkan
perubahan fase dan tidak berhubungan dengan perubahan temperatur.
QL = m.L
dimana :
QL = jumlah panas laten (kJ)
m = massa benda (kg)
L = panas laten (kJ/kg)
2. Panas sensibel, yaitu panas yang diberikan atau diserap oleh suatu benda yang
menyebabkan perubahan temperatur. Panas sensibel dapat dirasakan oleh manusia.
Qs = m.cp.Δt
dimana :
Qs = jumlah panas sensibel (kJ)
m = massa benda (kg)
cp = panas spesifik (kJ/kg.K)
Δt = selisih suhu awal dan suhu akhir (K)

15
HUKUM TERMODINAMIKA I
Bila proses berjalan dengan volume konstan, maka kapasitas panas tersebut diatas
disebut dengan kapasitas panas pada volume konstan disimbolkan dengan Cv.
Selanjutnya bila proses berjalan dengan tekanan konstan, maka kapasitas panas
tersebut disebut dengan kapasitas panas pada tekanan konstan yang disimbolkan
dengan Cp.

Kapasitas panas C persatuan massa m disebut panas jenis (specific heat) disimbol
dengan c, jadi panas jenis suatu sistem adalah :

C dQ
c 
m m.dT
Bila cp konstan, maka :
Q = m.cp (T2 – T1)
Untuk proses dengan volume konstan :
Q = U2 – U1 = m cv (T2 – T1)
Untuk semua gas dapat ditulis :
cp – cv = R dimana : cp/cv = γ , maka :
cv = R / (γ – 1)
cp = γ.R / (γ – 1) 16
HUKUM TERMODINAMIKA I
Kerja
Kerja (work) seperti halnya panas adalah suatu bentuk interaksi antara sistem dan lingkungan
Jika sebuah benda menempuh jarak sejauh s akibat gaya F yang bekerja pada benda tersebut maka
dikatakan gaya itu melakukan usaha, dimana arah gaya F harus sejajar dengan arah jarak tempuh s
W = F . s (Joule)
Seperti pada pada penjelasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa jika suatu energi dapat melintasi
batas sistem adalah bukan panas, maka dapat dipastikan bahwa bentuk energi tersebut adalah kerja.
Apabila ada kerja yang dilakukan terhadap sistem, maka akan terjadi perubahan energi pada sistem
tersebut.

Energi
Energi Total (E) = energi kinetik + energi potensial + energi lainnya
Perubahan energi dipengaruhi oleh tiga komponen :
1. Energi kinetik
2. Energi potensial
3. Energi dalam sistem (U)
Jadi,
∆E = ∆Ek + ∆Ep + ∆U
Energi dapat dipindahkan kedalam atau keluar sistem tertutup hanya dengan dua cara yaitu kerja dan
perpindahan kalor.

17
HUKUM TERMODINAMIKA I
Persamaan umum hukum termodinamika pertama untuk sebuah siklus tertutup
diekspresikan sebagai berikut :
Q - W = ∆E (kJ )
dimana :
Q = transfer panas bersih melintasi sistem ( = ΣQin - Σ Qout)
W = kerja bersih ( = ΣWout - Σ Win )
∆E = perubahan energi bersih sistem (E2 - E1)
Seperti pada sebelumnya, total energi E dari sistem terdiri dari tiga bagian : energi dalam U,
energi kinetik KE dan energi potensial PE.
Sehingga perubahan energi total sistem dapat ditulis sebagai berikut :
∆E = ∆EK + ∆EP + ∆U (kJ)
Jika disubstitusikan perubahan energi total ke persamaan termodinamika pertama, maka :
Q - W = ∆EK + ∆EP + ∆U (kJ)
Hampir semua sistem tertutup yang ditemui dalam praktis adalah sistem stationer, yang
umumnya tidak melibatkan perubahan kecepatan dan ketinggian selama proses. Untuk
sistem tertutup yang stasioner perubahan energi kinetik dan energi potensial dapat
diabaikan. Sehingga hukum termodinamika pertama dapat direduksi menjadi :
W - Q = ∆U (kJ)
atau w - q = ∆u (kJ/kg)

18
HUKUM TERMODINAMIKA I

Q positif : KALOR DITAMBAHKAN KE SISTEM


Q negatif: KALOR DILEPASKAN OLEH SISTEM
W positif : KERJA DILAKUKAN OLEH SISTEM
W negatif : KERJA DILAKUKAN PADA SISTEM

19
HUKUM TERMODINAMIKA I
Pernyataan tentang kekekalan energi dalam sistem :
∆U = Q – W
Perubahan energi dalam sistem = kalor (Q) yang ditambahkan ke sistem
dikurangi dengan kerja (W) yang dilakukan oleh sistem
Jika suatu sistem menerima panas dan dilakukan kerja ke sistem, maka
energi dalamnya akan bertambah.
Jika suatu sistem melepaskan panas dan melakukan kerja, maka energi
dalamnya akan berkurang.
Pada termodinamika dikenal ada 4 macam proses, yaitu :
Proses Isobarik yaitu proses termodinamik sebuah sistem dengan
tekanan yang dipertahankan tetap.
Proses Isokhorik/isovolum yaitu proses termodinamik sebuah sistem
dengan volum yang dipertahankan tetap.
Proses Isotermik yaitu proses termodinamik sebuah sistem dengan
temperatur yang dipertahankan tetap.
Proses Adiabatik yaitu proses termodinamik sebuah sistem dimana
tidak ada kalor yang keluar ataupun masuk ke sistem.
20
HUKUM TERMODINAMIKA I
Proses Adiabatik
Perubahan keadaan disebut adiabatik bila tidak ada panas yang dikeluarkan/diterima
sistem dari/terhadap sekelilingnya atau dq = 0.
Hal ini dimungkinkan bila sistem diisolasi. Kejadian ini terjadi pada motor-motor
bakar jenis diesel, pada akhir kompresi temperatur udara sangat tinggi hingga
sanggup membakar bahan bakar tanpa menggunakan bunga api.
Pandang suatu silinder berisolasi berisi gas yang dilengkapi dengan piston seperti
terlihat pada gambar berikut :
Hukum thermodinamika pertama
dq = du + dw

0 = du + dw

atau

U2 – U1 = - W

U1 – U2 = W
21
HUKUM TERMODINAMIKA II
Hukum Termodinamika II merupakan penyempurnaan dari
Hukum Termodinamika I, karena pada Hukum Termodinamika I
tidak dijelaskan arah terjadinya suatu proses.

Sebuah proses tidak akan dapat berlangsung jika tidak memenuhi


Hukum Termodinamika I dan II.

Pernyataan Hukum Termodinamika II :


Untuk mesin kalor (Kevin-Plank) : “Adalah tidak mungkin untuk
sebuah alat/mesin yang beroperasi dalam sebuah siklus yang
menerima panas dari sebuah reservoir tunggal dan memproduksi
sejumlah kerja bersih.”

Atau dengan kata lain pada suatu mesin siklus tidak mungkin
kalor yang diterima mesin diubah semuanya menjadi kerja. Selalu
ada kalor yang dibuang oleh mesin. Pada suatu mesin siklus tidak
mungkin kalor yang diterima mesin diubah semuanya menjadi
kerja. Selalu ada kalor yang dibuang oleh mesin.
Atau tidak ada sebuah mesin kalor yang mempunyai efisiensi
100%.

22
HUKUM TERMODINAMIKA II
Heat Engine (Mesin Kalor)
Mesin kalor merupakan sistem termodinamika yang
beroperasi secara siklus dimana sejumah kalor ditransfer
kepadanya dan sejumlah kerja dilakukannya.
Sebuah mesin kalor dapat dikarakteristikkan sebagai berikut :
1. Mesin kalor menerima panas dari source bertemperatur
tinggi
(energi matahari, furnace bahan bakar, reaktor nuklir, dll).
2. Mesin kalor mengkonversi sebagian panas menjadi kerja
(umumnya dalam dalam bentuk poros yang berputar)
3. Mesin kalor membuang sisa panas ke sink bertemperatur
rendah.
4. Mesin kalor beroperasi dalam sebuah siklus.
Mengacu pada karakteristik di atas, sebenarnya motor bakar
dan turbin gas tidak memenuhi kategori sebagai sebuah
mesin kalor, karena fluida kerja dari motor bakar dan turbin
gas tidak mengalami siklus termodinamika secara lengkap.
Sebuah alat produksi kerja yang paling tepat mewakili definisi
dari mesin kalor adalah pembangkit listrik tenaga air, yang
merupakan mesin pembakaran luar dimana fluida kerja
mengalami siklus termidinamika yang lengkap.

23
HUKUM TERMODINAMIKA II
Efisiensi Termal
Efisiensi termal sebenarnya digunakan untuk mengukur unjuk kerja dari suatu mesin
kalor, yaitu berapa bagian dari input panas yang diubah menjadi output kerja bersih.

Unjuk kerja atau efisiensi, pada umumnya dapat diekspresikan menjadi:


Unjuk kerja = output yang diinginkan/input yang diperlukan

Untuk mesin kalor, output yang diinginkan adalah output kerja bersih dan input
yang diperlukan adalah jumlah panas yang disuplai ke fluida kerja.

Kemudian efisiensi termal dari sebuah mesin kalor dapat diekspresikan sebagai :
Efisiensi termal = output kerja bersih/total input panas
atau
ηth = Wbersih,out/Qin
atau
ηth = 1 - (Qout/Qin) dimana Wbersih,out = Qin - Qout

Mesin kalor biasanya beroperasi diantara reservoir temperatur tinggi TH dan reservoir
temperatur rendah TL, sehingga efisiensi juga bisa ditulis sebagai berikut :
ηth = 1 - (QL/QH)

24
HUKUM TERMODINAMIKA II
Pernyataan Hukum Termodinamika II :
Untuk mesin pendingin (Clausius) : “Adalah tidak
mungkin membuat sebuah alat yang beroperasi
dalam sebuah siklus tanpa adanya efek dari luar
untuk mentransfer panas dari media
bertemperatur rendah ke media bertemperatur
tinggi.”

Telah diketahui bahwa panas akan berpindah dari


media bertemperatur tinggi ke media
bertemperatur rendah. Pernyataan Clausius tidak
mengimplikasikan bahwa membuat sebuah alat
siklus yang dapat memindahkan panas dari media
bertemperatur rendah ke media bertemperatur
tinggi adalah tidak mungkin dibuat. Hal tersebut
mungkin terjadi asalkan ada efek luar yang dalam
kasus tersebut dilakukan/diwakili oleh kompresor
yang mendapat energi dari energi listrik misalnya.

25
HUKUM TERMODINAMIKA II
Mesin Pendingin
Mesin pendingin, sama seperti mesin kalor, adalah sebuah alat siklus. Fluida
kerjanya disebut dengan refrigeran. Siklus refrigerasi yang paling banyak
digunakan adalah daur refrigerasi kompresi-uap yang melibatkan empat
komponen : kompresor, kondensor, katup ekspansi dan evaporator

Efisiensi refrigerator disebut dengan istilah coefficient of performance


(COP), dinotasikan dengan COPR.
COPR = output yang diinginkan/input yang diperlukan
= QH/Wbersih,in

Atau
COPR = QH/(QH-QL) = 1/((QH/QL) – 1)

Perlu dicatat bahwa harga dari COPR dapat berharga lebih dari satu, karena
jumlah panas yang diserap dari ruang refrigerasi dapat lebih besar dari
jumlah input kerja. Hal tersebut kontras dengan efisiensi termal yang selalu
kurang dari satu. Salah satu alasan penggunaan istilah -coefficient of
performance- lebih disukai untuk menghindari kerancuan dengan istilah
efisiensi, karena COP dari mesin pendingin lebih besar dari satu.

26
HUKUM TERMODINAMIKA II
Siklus Carnot
Siklus Carnot adalah sebuah siklus reversibel, yang pertama kali
dikemukakan oleh Sadi Carnot pada tahun 1824, seorang insinyur
Perancis. Mesin teoritis yang menggunakan siklus Carnot disebut
dengan Mesin Kalor Carnot. Siklus Carnot yang dibalik
dinamakan dengan siklus Carnot terbalik dan mesin yang
menggunakan siklus carnot terbalik disebut dengan Mesin
refrigerasi Carnot .

27
ENTROPI
Salah satu akibat dari hukum termodinamika II adalah perkembangan sifat fisik suatu zat
yang disebut entropi (S). Perubahan sifat ini digunakan untuk menentukan arah proses
yang sedang berlangsung.

Entropi juga bisa dinyatakan sebagai ukuran tidak adanya panas yang bekerja pada suatu
siklus. Hal ini berhubungan dengan hukum termodinamika II, karena hukum
termodinamika II memperkirakan bahwa tidak semua panas yang masuk ke suatu siklus
bisa diubah menjadi sejumlah kerja, tetapi pasti akan terjadi pelepasan panas.

Perubahan pada entropi dinyatakan sebagai perbandingan antara panas yang dipindahkan
selama proses reversibel dengan temperatur absolut sistem.
∆S = ∆Q/Tabs (untuk proses reversibel)

Nilai entropi pasti akan naik atau tetap dalam suatu siklus sistem, nilai entropi tidak akan
mungkin turun.

Karena entropi merupakan sebuah sifat, maka perubahan entropi sebuah sistem yang
berlangsung dari keadaan satu ke keadaan lain, mempunyai nilai yang sama untuk semua
proses, baik proses reversibel maupun proses irreversibel.

28

Anda mungkin juga menyukai