100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
583 tayangan30 halaman

Bab 8 Investasi Dan Penganggaran Modal

Dokumen tersebut membahas konsep dasar investasi dan pengukuran kelayakan proyek investasi menggunakan beberapa metode seperti Average Rate of Return (ARR), Payback Period (PBP), dan Net Present Value (NPV). Metode-metode tersebut digunakan untuk menganalisis dan membandingkan proyek investasi berdasarkan tingkat pengembalian rata-rata, periode pengembalian modal, dan nilai sekarang bersihnya.

Diunggah oleh

mlenoz 071
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
583 tayangan30 halaman

Bab 8 Investasi Dan Penganggaran Modal

Dokumen tersebut membahas konsep dasar investasi dan pengukuran kelayakan proyek investasi menggunakan beberapa metode seperti Average Rate of Return (ARR), Payback Period (PBP), dan Net Present Value (NPV). Metode-metode tersebut digunakan untuk menganalisis dan membandingkan proyek investasi berdasarkan tingkat pengembalian rata-rata, periode pengembalian modal, dan nilai sekarang bersihnya.

Diunggah oleh

mlenoz 071
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ERWIN BUDIANTO

INVESTASI DAN
PENGANGGARAN C

MODAL
Tim Dosen FE.M UGJ
KONSEP DASAR
Investasi merupakan penanaman kembali dana yang
dimiliki oleh perusahaan ke dalam suatu aset dengan
harapan akan mendapatkan atau meningkatkan
profitabilitas perusahaan di masa mendatang.
Investasi merupakan komponen penting di dalam
membentuk nilai perusahaan karena adanya harapan
profitabilitas yang lebih tinggi di masa mendatang.
Oleh karena keputusan investasi merupakan keputusan yang
sangat penting dalam perusahaan. Hal ini dikarenakan
menyangkut kebutuhan dana yang digunakan untuk
mendanai investasi dan prospek investasi yang akan
dilakukan oleh perusahaan. Untuk menganalisis kelayakan
suatu proyek investasi, diperlukan suatu analisis yang
bertujuan untuk menentukan layak atau tidaknya proyek
investasi tersebut didanai.
Klasifikasi proyek investasi
Secara umum, perusahaan mengklasifikasikan proyek investasi ke
dalam kategori-kategori berikut:
1. Penukaran.
Investasi untuk menukar peralatan produksi yang telah usang dengan
yang lebih baru.
2. Penghematan biaya.
Investasi untuk menggantikan peralatan tua namun masih bekerja
dengan peralatan baru yang lebih efisien, pembiayaan untuk
program-program pelatihan yang ditujukan untuk mengurangi biaya
tenaga kerja, dan pengeluaran untuk memindahkan fasilitas produksi
ke wilayah tempat dimana tenaga kerja dan bahan baku lebih murah.
3. Ekspansi Output Pasar dan Produk-produk Tradisional.
Investasi untuk memperluas fasilitas produksi sebagai respon
terhadap meningkatnya permintaan atas produk-produk tradisional
perusahaan dalam pasar tradisional atau pasar yang telah ada saat
ini.
4. Ekspansi pad produk dan/atau pasar baru.
Investasi untuk mengembangkan, memproduksi, dan menjual
produk baru dan/atau mempunyai pasar baru.
5. Regulasi Pemerintah.
Investasi yang dikeluarkanuntuk menyesuaikan dengan
regulasi-regulasi pemerintah. Hal ini meliputi proyek-
proyek investasi yang diwajibkan untuk memenuhi regulasi
mengenai kesehatan dan keselamatan, pengendalian polusi,
dan menaati kewajiban-kewajiban legal lainnya.
Metode Penilaian Investasi
1. Metode Average Rate of Return (ARR)
2. Metode Payback Period (PBP)
3. Metode Net Present Value (NPV)
Metode Average Rate of Return (ARR)
ARR merupakan metode yang menilai usulan proyek
investasi dengan cara mengukur tingkat keuntungan dari
investasi yang digunakan untu mendapatkan keuntungan
tersebut.
Secara matematis rumus untuk menghitung ARR, adalah
sebagai berikut: 𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘
𝐴𝑅𝑅 = 𝑥100%
𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖
Contoh
Diketahui:
1. Nilai residu adalah nol
2. Metode penyusutan yang digunakan adalahmetode
penyusutan garis lurus
3. Tingkat suku bunga sebesar 15%
Tahun A B
4. Data arus kas 0 90,000,000.00 120,000,000.00
Hitung: ARR ? 1 40,000,000.00 70,000,000.00
2 40,000,000.00 50,000,000.00
3 40,000,000.00 30,000,000.00
Jawab :
1.Proyek A
Average Rate of Return
Laba Setelah Pajak Proyek A
Tahun CashFlow Depresiasi Laba SetelahPajak
a b a-b
1 40,000,000.00 30,000,000.00 10,000,000.00
2 40,000,000.00 30,000,000.00 10,000,000.00
3 40,000,000.00 30,000,000.00 10,000,000.00
Jumlah 30,000,000.00

Rata-rata laba setelah pajak Proyek A


30.000.000
=
3 = 10.000.000
Rata-rata Investasi
Proyek A

2. Proyek B
Average Rate of Return (ARR)
Laba setelah pajak Proyek B
Laba Setelah
Tahun Cash Flow Depresiasi Pajak
  a b a-b

1 70,000,000.00 40,000,000.00 30,000,000.00

2 50,000,000.00 40,000,000.00 10,000,000.00

3 30,000,000.00 40,000,000.00 (10,000,000.00)


Jumlah 30,000,000.00
Rata-rata laba setelah pajak
Proyek B
30.000.000
=
3
= 10.000.000
Rata-rata investasi proyek B

Sehingga ARR : 𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘


𝐴𝑅𝑅 = 𝑥100%
𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖
Metode Payback Period (PBP)
PBP merupakan metode metode yang menilai usulan proyek investasi
dengan cara menghitung jangka waktu suatu investasi untuk menutup
kembali semua pengeluarannya dengan menggunakan aliran kas yang
masuk.
Cara menghitung Payback Period adalah dengan membagikan nilai
investasi (Cost Of Invesment) dengan aliran kas netto yang masuk per-
tahun (Annual Net Cash Flow). Berikut adalah rumus payback period.
1.Jika jumlah aliran kas per-tahun berbeda
𝑎−𝑏
𝑃𝑃 = 𝑛 + 𝑥 1 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛
𝑐−𝑏

Keterangan :
n: Tahun terakhir jumlah arus kas belum bisa menutupi modal
investasi awal.
a: Jumlah investasi awal.
b: Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke – n
c: Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke n + 1
2. Jika jumlah aliran kas per-tahun sama
𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖 𝐴𝑤𝑎𝑙
𝑃𝑃 = 𝑥 1 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛
𝐴𝑟𝑢𝑠 𝐾𝑎𝑠

Keputusannya :
Periode pengembalian lebih cepat : layak
Periode pengembalian lebih lama : tidak layak
Jika usulan proyek investasi lebih dari satu, maka periode
pengembalian yang lebih cepat yang dipilih.
Contoh :
1. Contoh kasus arus kas setiap tahun jumlahnya berbeda
PT. Belajar Sukses berinvestasi sebesar 100.000 pada aktiva
tetap, dengan arus kas sebagai berikut :
Arus Kas
Tahun Arus Kas
Kumulatif
1 50000 50000
2 40000 90000
3 30000 120000
4 20000 140000
Berapa PBP-Nya?
Jawab :
Dari soal, diperoleh :
n: 2
a: 100.000
b: 90.000
c: 120.000
Maka payback periodnya adalah :

100.000 − 90.000
𝑃𝑃 = 2 + 𝑥 1 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛
120.000 − 90.000
1
𝑃𝑃 = 2 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛
3 Jadi, Payback Periodnya adalah 2 ⅓ tahun atau 2 tahun 4 bulan. Maka modal
yang dihabiskan (100.000) bisa kembali dalam jangka waktu 2 tahun 4 bulan.
Kasus Lain :
Nyobian-8 ingin berinvestasi sebesar Rp 100.000.000 dengan umur 10 Tahun
tanpa sisa dan bunga 10% keuntungan netto setelah pajak dari proyek tersebut
sbb:
Tahun EAT (Laba Setelah
Pajak)
1 15.000.000
2 14.000.000
3 13.000.000
4 12.000.000
5 11.000.000
6 10.000.000
7 9.000.000
8 8.000.000
Hitung Payback Period-nya?
9 7.000.000
10 6.000.000
Sehingga didapat :
Depresiasi tiap tahunnya =(Rp 100.000.000 – 0)/10
Depresiasi tiap tahunnya = Rp 10.000.000
Tahun EAT Depresiasi Proceed
1 15,000,000 10,000,000 25,000,000
2 14,000,000 10,000,000 24,000,000
3 13,000,000 10,000,000 23,000,000
4 12,000,000 10,000,000 22,000,000
5 11,000,000 10,000,000 21,000,000
6 10,000,000 10,000,000 20,000,000
7 9,000,000 10,000,000 19,000,000
8 8,000,000 10,000,000 18,000,000
9 7,000,000 10,000,000 17,000,000
10 6,000,000 10,000,000 16,000,000
Maka, pp-nya adalah :
Investasi awal Rp 100.000.000
Akan di investasikan pada tahun ke 1 dengan nilai Arus kas Rp 25.000.000
Maka sisa investasi sebesar Rp 75.000.000
Akan di investasikan lagi pada tahun ke 2 dengan nilai arus kas Rp 24.000.000
Maka sisa investasi sebesar Rp 51.000.000
Akan di investasikan lagi pada tahun ke 3 dengan nilai arus kas Rp 23.000.000
Maka sisa investasi sebesar Rp 28.000.000
Akan di investasikan lagi pada tahun ke 4 dengan nilai arus kas Rp 22.000.000
Maka sisa investasi sebesar Rp 6.000.000
 Dikarenakan sisa investasi Rp 6 juta Sedangkan nilai Arus kas Tahun ke-5 Rp 21
juta,maka tidak akan cukup untuk investasi selama setahun pada tahun ke-5 tersebut,
sehingga hanya bisa bulanan di tahun ke-5 tersebut, maka perhitungannya sebagai
berikut :
6.000.000
𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑘𝑒 − 5 = 𝑥 12 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛
21.000.000
𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑘𝑒 − 5 = 0,285 𝑥 12 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛
𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑘𝑒 − 5 = 3,42 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛

Maka Nilai PP-nya = 4 Tahun 3 bulan, Maka modal yang dihabiskan


(100 juta) bisa kembali dalam jangka waktu 4 tahun 3 bulan.
2. Contoh kasus arus kas setiap tahun jumlahnya sama
PT. Maju Belajar melakukan investasi sebesar $45.000, jumlah
arus kas per tahun adalah $22.500, maka payback periodnya
adalah :
Jawab :

45000
𝑃𝑃 = 𝑥 1𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛
22500

𝑃𝑃 = 2 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛

Jadi Payback Periodnya adalah dua tahun. Maka modal yang


dihabiskan (45.000) bisa kembali dalam jangka waktu 2 tahun.
Metode Net Present Value (NPV)
Metode NPV merupakan metode yang menilai usulan
proyek investasi dan mempertimbangkan nilai waktu uang.
Aturan dasar investasi adalah sebagai berikut:
Terima proyek (investasi layak dilakukan) jika nilai NPV
lebih besar dari nol (0) sedangkan jika nilai NPV leih kecil
dari nol (0), proyek tersebut harus ditolak
Contoh :
Nyobian-8 ingin berinvestasi sebesar Rp 5.000.000 dengan
umur 5 Tahun tanpa sisa dan bunga 10% keuntungan netto
setelah pajak dari proyek tersebut sbb:

Tahun EAT

1 1,000,000
2 500,000
3 100,000
4 80,000
5 50,000
Langkah 1 Mencari Depresiasi
Langkah 2 Mencari Proced (arus kas)
Langkah 3 Mencari df :

Langkah 4 Mencari Pv Of Proced  Proced x df


Langkah 5 Menjumlahkan Pv Of Proced
Langkah 6 Mendapatkan NPV = Pv Of Proced – Investasi

Sehingga hasilnya adalah sebagai berikut 


df 10% PVoff
Tahun EAT Depresiasi Proceed
(0.1) Proced

1 1,000,000 1,000,000 2,000,000 0.909 1,818,182


2 500,000 1,000,000 1,500,000 0.826 1,239,669
3 100,000 1,000,000 1,100,000 0.751 826,446
4 80,000 1,000,000 1,080,000 0.683 737,655
5 50,000 1,000,000 1,050,000 0.621 651,967
5,273,919

Sehingga NPV-NYA = Jumlah Pv of proced – Investasi


NPV-NYA = Rp 5.273.919 – Rp 5.000.000
NPV-NYA = Rp 273.919
Oleh karena nilai NPV > 0 Maka keputusan yang diambil adalah
menerima PROYEK tersebut.
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai